KASKUS

PKS kemungkinan di LARANG ikut pemilu

Jakarta - Seandainya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terbukti menerima aliran dana korupsi dari kasus suap impor sapi, ternyata negara belum bisa memerintahkan pembubarannya. Sanksi yang paling memungkinkan untuk dikenakan adalah pelarangan ikut pemilu.

Aktivis ICW menyatakan, parpol yang menerima aliran dana korupsi, seperti kasus impor sapi dan PKS, bisa dibubarkan. Sebab sesuai dengan Pasal 7 UU 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, parpol sebagai korporasi bisa dibekukan atau dicabut izinnya bila terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang.

Namun menurut Ray Rangkuti dari Lingkar Madani (Lima) Indonesia, ketentuan soal pembubaran itu belum ada.

Dia menjelaskan, partai bisa dibubarkan hanya karena tiga faktor, yakni bubar sendiri, karena terbukti Anti-NKRI, dan karena menganut paham komunisme/ateisme.

"Di luar itu, parpol tak dapat dibubarkan. Terkait dengan adanya dugaan aliran dana haram masuk ke parpol, parpol yang bersangkutan dapat kena sanksi paling maksimal tak disertakan dalam pemilu," jelas Ray di Jakarta, Minggu (12/5).

Namun hal itupun tak didasarkan ketentuan UU yang kuat, namun hanya didasarkan pada penarikan kesimpulan dari sanksi bahwa kemenangan caleg atau calon kepala daerah dapat dibatalkan jika ada fakta yang bersangkutan menerima dana kampanye haram atau politik uang.

"Inilah ironisnya. Partai sebagai lembaga tak bisa dibubarkan karena kejahatan orang perorangnya," tegas Ray.

sumber berita

ane setuju sekali klo PKS di larang ikut pemilu
oh seandainya toh
Akhirnya parte mulai saling bante... ane nyimak dipojokan.. partai manakah yg bakal survive
Kenapa cuma PKS?
Bemokrat jg parah.
Mending semua dilarang biar gak usah ada pemilu sekalean
males gw, partai gada yg beres
kalo kata PKS : KPK telah menzholimi PKS

Kasus korupsi sapi, gratifikasi seks dll itu FATONAH eh itu FITNAH
Gak usah ada pemilu... gw aja yg jadi presiden
Uang Fathanah Diduga Danai Kampanye PKS dalam Pilgub Sulawesi Selatan

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus suap impor daging sapi Ahmad Fathanah diduga mencuci uang dengan mengalirkannya ke sejumlah pihak. Sebagian uang Fathanah diduga mengalir ke kas Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera untuk mendanai pemenangan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan 2013-2018.

Informasi ini diungkapkan Ilham seusai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Fathanah. Ilham mengaku baru tahu mengenai aliran uang Fathanah ini dari penyidik KPK.

"Katanya dana yang ditransfer ke DPW itu dari pencucian uang AF (Ahmad Fathanah), saya kaget. Nilai (uang)-nya, tanya penyidik," kata Ilham di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (6/5/2013).

Saat maju sebagai calon gubernur Sulsel 2013-2018, Ilham diusung sejumlah partai, salah satunya PKS. Menurut Ilham, Fathanahlah yang menjembataninya dengan petinggi-petinggi PKS.

"AF (Ahmad Fathanah) yang mengenalkan ke PKS," ucapnya.

Ilham sendiri mengenal Fathanah sebagai seorang teman. Fathanah, katanya, dikenal sebagai salah satu tokoh besar di Sulsel. "Aku sudah kenal sebagai orang Makassar. Baru tahu dia dekat dengan petinggi jadi minta dijembatani. Dia kan tokoh besar di Sulsel," ujarnya.

Ilham juga menegaskan, tidak ada aliran dana Fathanah yang mengalir kepadanya. "Aliran duit ke saya enggak ada. AF (Ahmad Fathanah) memberikan dana ke DPW, tanya ke DPW-nya," katanya.

KPK menetapkan Fathanah sebagai tersangka atas dugaan menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama terkait upaya penambahan kuota impor daging sapi untuk perusahaan itu. Fathanah merupakan orang dekat mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. KPK juga menetapkan Luthfi sebagai tersangka dalam kasus yang sama dengan Fathanah.

Melalui pengembangan penyidikan, KPK menjerat Fathanah dan Luthfi dengan pasal TPPU. Khusus untuk TPPU Fathanah, KPK telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya artis Ayu Azhari dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Jazuli Juwaini.

Beberapa saksi ditanya penyidik KPK seputar aliran dana dan aset Fathanah. KPK juga menyita sejumlah aset Fathanah dan Luthfi yang berupa mobil. Aset Fathanah dan Luthfi yang disita tersebut adalah Honda Jazz, dua unit Toyota FJ Cruiser, Toyota Land Cruiser Prado, Toyota Alphard, dan Mercedes Benz C200.
Editor :
Heru Margianto


bukan puyengan
Quote:Original Posted By elf321
Akhirnya parte mulai saling bante... ane nyimak dipojokan.. partai manakah yg bakal survive


Sambil minum kopi yuk Om...







Quote:Original Posted By gunturep
Gak usah ada pemilu... gw aja yg jadi presiden


Doh Om...apa enaknya jadi presiden sih?
Ndak isa dapet green card loh Om.
Nyimak dulu ah....sambil ngopi and ngisep rokok Djarum Super.......
Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.


Sambil minum kopi yuk Om...








Doh Om...apa enaknya jadi presiden sih?
Ndak isa dapet green card loh Om.


ane temenin gan



larang aja PKS yg terpenting PDIP megawati jadi Presiden 2014

Hidup PDIP
Bandar Narkoba Biayai Kampanye Cagub PDIP Di Jateng??

nikmati narkoba PDIP utk generasi muda indonesia "TELER"
Quote:Original Posted By sudirboi
Jakarta - Seandainya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terbukti menerima aliran dana korupsi dari kasus suap impor sapi, ternyata negara belum bisa memerintahkan pembubarannya. Sanksi yang paling memungkinkan untuk dikenakan adalah pelarangan ikut pemilu.

Aktivis ICW menyatakan, parpol yang menerima aliran dana korupsi, seperti kasus impor sapi dan PKS, bisa dibubarkan. Sebab sesuai dengan Pasal 7 UU 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, parpol sebagai korporasi bisa dibekukan atau dicabut izinnya bila terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang.

Namun menurut Ray Rangkuti dari Lingkar Madani (Lima) Indonesia, ketentuan soal pembubaran itu belum ada.

Dia menjelaskan, partai bisa dibubarkan hanya karena tiga faktor, yakni bubar sendiri, karena terbukti Anti-NKRI, dan karena menganut paham komunisme/ateisme.

"Di luar itu, parpol tak dapat dibubarkan. Terkait dengan adanya dugaan aliran dana haram masuk ke parpol, parpol yang bersangkutan dapat kena sanksi paling maksimal tak disertakan dalam pemilu," jelas Ray di Jakarta, Minggu (12/5).

Namun hal itupun tak didasarkan ketentuan UU yang kuat, namun hanya didasarkan pada penarikan kesimpulan dari sanksi bahwa kemenangan caleg atau calon kepala daerah dapat dibatalkan jika ada fakta yang bersangkutan menerima dana kampanye haram atau politik uang.

"Inilah ironisnya. Partai sebagai lembaga tak bisa dibubarkan karena kejahatan orang perorangnya," tegas Ray.

sumber berita

ane setuju sekali klo PKS di larang ikut pemilu


Ini yang paling ditakuti ampe kaya cacing kepanasan.
walah ..kalau ini benar-benar dipraktekkan pemilu bakal batal......tidak yakin ada partai yang bebas korupsi....
indonesia ganti jadi kerajaaan,,....
Raja Sir SBY turun temurun...gitukah???
klo PKS bubar gara-gara kasus sapi
otomatis demokrat,pdip,golkar,dan partai lainnya
juga ikut dibubarin dong
dan rasanya baru PKS ini yang isu pembubarannya di blow up karena satu kadernya diduga terlibat korupsi
demoncrot yang sekretaris+bendaharanya dipidana, ketuanya dan kadernya yang menteri jadi tersangka, adem ayem aja tuh
Oh seandainya... I wish
ane golput gan,
Kalo aliran komunisme agamis ?
partai-partai saling menjatuhkan menjelang 2014
Gulung aja da pks. Biangnya yG bikin daging sapi mahal bener neh. Kesian pengusaha makanan kecil