[PIC] Wowww...Cewek Sintal Keempat dalam 'pelukan' Ahmad Fathonah,Terkait Daging Sapi




Spoiler for wanita keempat terkait Ahmad Fathonah dalam kasus korupsi daging sapi oleh petinggi PKS, mantan Presidennya, Luthfi:


Masih Ingat Novia Ardhana?
SABTU, 11 MEI 2013 | 13:07 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Satu lagi perempuan yang berada di pusaran Ahmad Fathanah, tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi Kementerian Pertanian. Dia adalah Novia Ardhana, setelah sederet nama yang menerima derma dari Fathanah seperti mahasiswa Maharani, artis Ayu Azhari, model majalah pria dewasa Vitalia Shesya dan penyanyi dangdut Tri Kurnia Rahayu, belakangan nama Novia Ardhana juga muncul. Hal itu diungkapkan pengacara Vitalia, Farhat Abbas, bahwa Novia memang pernah mendapat hadiah dari Fathanah berupa Honda Jazz, uang Rp 50 juta dan sejumlah perhiasan. Siapakah sebenarnya Novia Ardhana? Sampai kini Tempo masih berusaha menghubungi Novia.

Wanita yang biasa disapa Novi ini lahir di Jakarta pada 27 November 1974. Di awal tahun 2000an wajahnya sempat menghiasi layar kaca sebagai bintang sinetron. Selain artis, Novi yang berparas putih mulus itu juga pernah menjadi presenter dan memandu beberapa acara antara lain Seputar Olah Raga (RCTI) dan Sisi-Sisi Selebriti. Di dunia sinetron namanya melambung dengan sederet sinetron yang pernah dibintanginya antara lain Jelangkung, Bila Wanita Bercanda, Misteri Nini Pelet, Maharani, Asyiknya Geng Hijau, Cahaya Kemenangan, Nyanyian Seorang Istri, dan Kembali ke Fitrah.

Berita perceraian Novi dengan suami, Muhammad Bintang merebak di tahun 2004. Novi yang memiliki pribadi supel itu dikabarkan bercerai karena kedekatannya dengan aktor senior Tio Pakusadewo di tahun 2003. Belakangan juga muncul nama aktor Agus Kuncoro yang juga sempat dekat dengan Novi. Nama Agus disebu-sebut sebagai pemicu bercerainya dengan Abin, panggilan Muhammad Bintang yang menikahi Novi pada 9 Februari 2001. Hasil pernikahan ini dikaruniai seorang putri bernama Jasmine Mutiara Bintang. Perceraian ini juga didasari tindak tanduk Abin yang sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang pernah memukuli Novi hingga lembam. Novi yang menjadi mualaf atau memeluk agama Islam ini pernah mengaku dirinya sebagai pecandu narkoba pada April 2006. Novi juga pernah terjaring razia narkoba di Bali saat malam pergantian tahun 2006, dengan ditemukan 0,5 gram ganja, dan ekstasi. Namun karena barang terlarang tersebut bukan miliknya maka dirinya tidak ditahan.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...-Novia-Ardhana





Terima Mobil dari Fathanah, Siapa Novia Ardhana?
SABTU, 11 MEI 2013 | 13:07 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Satu lagi perempuan yang berada di pusaran Ahmad Fathanah, tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi Kementerian Pertanian. Dia adalah Novia Ardhana, setelah sederet nama yang menerima derma dari Fathanah seperti mahasiswa Maharani, artis Ayu Azhari, model majalah pria dewasa Vitalia Shesya dan penyanyi dangdut Tri Kurnia Rahayu, belakangan nama Novia Ardhana juga muncul.

Hal itu diungkapkan pengacara Vitalia, Farhat Abbas, bahwa Novia memang pernah mendapat hadiah dari Fathanah berupa Honda Jazz, uang Rp 50 juta dan sejumlah perhiasan. Siapakah sebenarnya Novia Ardhana? Sampai kini Tempo masih berusaha menghubungi Novia. Wanita yang biasa disapa Novi ini lahir di Jakarta pada 27 November 1974. Di awal tahun 2000an wajahnya sempat menghiasi layar kaca sebagai bintang sinetron. Selain artis, Novi yang berparas putih mulus itu juga pernah menjadi presenter dan memandu beberapa acara antara lain Seputar Olah Raga (RCTI) dan Sisi-Sisi Selebriti.

Di dunia sinetron namanya melambung dengan sederet sinetron yang pernah dibintanginya antara lain Jelangkung, Bila Wanita Bercanda, Misteri Nini Pelet, Maharani, Asyiknya Geng Hijau, Cahaya Kemenangan, Nyanyian Seorang Istri, dan Kembali ke Fitrah. Berita perceraian Novi dengan suami, Muhammad Bintang merebak di tahun 2004. Novi yang memiliki pribadi supel itu dikabarkan bercerai karena kedekatannya dengan aktor senior Tio Pakusadewo di tahun 2003. Belakangan juga muncul nama aktor Agus Kuncoro yang juga sempat dekat dengan Novi. Nama Agus disebu-sebut sebagai pemicu bercerainya dengan Abin, panggilan Muhammad Bintang yang menikahi Novi pada 9 Februari 2001. Hasil pernikahan ini dikaruniai seorang putri bernama Jasmine Mutiara Bintang. Perceraian ini juga didasari tindak tanduk Abin yang sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang pernah memukuli Novi hingga lembam.

Novi yang menjadi mualaf atau memeluk agama Islam ini pernah mengaku dirinya sebagai pecandu narkoba pada April 2006. Novi juga pernah terjaring razia narkoba di Bali saat malam pergantian tahun 2006, dengan ditemukan 0,5 gram ganja, dan ekstasi. Namun karena barang terlarang tersebut bukan miliknya maka dirinya tidak ditahan.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...-Novia-Ardhana



Kisah hubungan Fathanah-Novia Ardhana berusia 2 bulan
Sabtu, 11 Mei 2013 07:30:00

Tersangka kasus suap impor daging sapi, Ahmad Fathanah selalu dikelilingi oleh wanita-wanita cantik yang dimanjakan dengan harta. Setelah Maharany Suciyono, Vitalia Sesya kini muncul nama artis Novia Ardhana. Fathanah sempat menjalin hubungan spesial dengan Novia. Teman dekat Luthfi Hasan Ishaaq itu memanjakan Novia dengan mobil Honda Jazz, uang puluhan juta rupiah dan perhiasan. Namun sayang, hubungan itu berumur pendek. "Hubungan mereka hanya 2 bulan," kuasa hukum Vitalia Sesya, Farhat Abbas di Jakarta, Jumat (10/5).

Farhat mengatakan fakta tersebut bukan hanya pepesan kosong belaka, karena dia mendapatkan informasi itu dari pihak yang bisa dipercaya. "Saya tahu dari polisi, saat mengurusi perkara penipuan jatah pulsa PKS," jelas Farhat.

Novia Ardhana bukan nama baru dalam jagat entertainment, dia dikenal sebagai bintang sinetron, juga seorang presenter. Novia pernah menikah dengan Muhammad Bintang atau yang akrab dipanggil Abin, namun rumah tangganya berantakan ketika Novia menggugat cerai Abin pada 2004. Novia pernah mengakui dirinya sebagai pecandu narkoba pada April 2006. Dia juga pernah terjaring razia narkoba di Bali saat malam pergantian tahun 2006, ada 0,5 gram ganja, dan ekstasi ditemukan. Namun karena barang terlarang tersebut bukan miliknya maka dirinya tidak ditahan.
http://www.merdeka.com/peristiwa/kis...a-2-bulan.html

--------------------------

Gua suka baca TEMPO, tapi belakangan ini laporan-laporan wartawannya yang suka menceritakan "petualangan asmara" si Ahmad Fathonah, jadinya terkesan membaca majalah 'Lelaki Dewasa'. Apa ini bagian dari strategi bisnis manajemennya akibat TEMPO belakangan ini dikabarkan hampir 'death' akibat serbuan new online? maybe!
TEMPO, Demi Uang atau Kredibilitas?

22 February 2013 | 17:11
Eippp…….. tau nggak apa yang menarik dari Koran dan Majalah TEMPO akhir-akhir ini. Oplahnya yang laku terjual makin dikit lho. Udah nggak laku dipasar. Merosotnya jumlah oplah yang kejual bukan karena menurunnya daya beli masyarakat, tapi lebih karena pemberitaannya yang sudah makin dangkal, minim verifikasi dan cenderung terjebak dalam berita sensasi doang. Bagi masyarakat terpelajar yang selama ini menjadi konsumen utama Koran dan Majalah TEMPO, jelas ini sangat membosankan. Untuk sekedar berita sensasi, cukup baca di online cing. Nggak perlu beli Koran atau Majalah segala.

Bener juga sih. Akhir-akhir ini, TEMPO sering menjadikan M. Nazaruddin sebagai Nara Sumber utama. Itu tu, si Nazar Raja Pembohong. Dulu, Nazar selalu nolak kalau Yulianis, Rosa, adalah stafnya. Ia malah bilang nggak kenal Yulianis dan Rosa. Eeee… fakta dipersidangan terbukti kalau Rosa dan Yulianis adalah anak buah Nazaruddin. Nazar juga ngaku kalau istrinya Neneng nggak pernah ngurusin usahanya. Ia bohong lagi. Wong yang ngatur keuangan perusahaan adalah istrinya. Hehehe.

Nah…orang seperti ini, dijadikan TEMPO sebagai Nara Sumber utama. Sakit nggak tuh. Kalo sebagai nara sumber suplemen bolehlah. Sekedar ngorek informasi, trus kebenarannya di cek ulang melalui sumber-sumber lain. Faktanya, TEMPO udah nggak begitu. Nggak percaya?

Kasus yang melibatkan Angelina Sondakh misalnya. Ternyata Angelina Sondakh tidak terlibat korupsi Wisma Atlet sebagaimana yang dituduhkan M. Nazaruddin kan? Padahal TEMPO berulang-ulang memberitakan Angelina Sondakh terkait wisma atlet. Eh..taunya, Angie dihukum bukan karena wisma atlet, tapi karena kasus pembangunan kampus. Beda kan?

Contoh lain; TEMPO diancam akan dituntut oleh keluarga Mallarangeng karena pemberitaannya tentang Mallarangeng bersaudara yang penuh sensasi dan tidak benar. Ujung-ujungnya, TEMPO memilih jalan damai dengan Celi, adiknya Andi Alfian Mallarangeng. Setelah kasus itu, TEMPO nggak berani lagi memberitakan Andi Mallarangeng dalam berita utama.

Terakhir, TEMPO memberitakan tentang Anas Urbaningrum. Firman Wijaya, pengacara Anas Urbaningrum menggelar jumpa pers mementahkan pemberitaan Majalah TEMPO. Bahkan TEMPO diancam mau dituntut atas pemberitaannya yang tidak benar, sangat tendensius dan penuh sensasi.

Ini adlah sedikit bukti bagaimana TEMPO sekarang ini nggak ada lagi verifikasi berita. Ngambil berita dari satu sisi doank. Apalagi kalau ada pesanan. Mmmmm, jadi deh berita pesanan sesuai maunya pemesan. Bukan sesuai nurani independensi para awak berita.

Kalau gitu, apa sih yang sesungguhnya terjadi pada TEMPO saat ini? Kenapa tulisan TEMPO masa kini tidak sehebat masa Gunawan Mohamad dulu?

Bisik-bisik dari dalam TEMPO sendiri, idealitas para wartawannya sedang ‘perang’ dengan kepentingan bisnis pengelolanya. Maklum, bisnis TEMPO saat ini sedang anjlok dan perusahaan terlibat utang. Para wartawan ingin tetap mempertahankan indepedensi, tapi pengelola khabarnya lebih tertarik dengan uang ketimbang kredibilitas. Dengan cara apapun, mereka berusaha mencari uang yang gede, termasuk kepada orang yang bersedia membayar mahal untuk berita. Karena itu, isu berita pesanan atau headline pesanan sudah tidak asing lagi di Koran atau Majalah TEMPO, kata si wartawan TEMPO yang nggak mau disebutin identitasnya.

Khabarnya pula, TEMPO berhasil meraup milyaran rupiah dari pemesan berita. Termasuk dari pemesan berita untuk mem-framing Anas Urbaningrum.

Ceritanya begini. Si pemesan berita membayar TEMPO dengan jumlah uang yang besar. Imbalannya, TEMPO harus membangun persepsi publik yang jelek terhadap Anas Urbaningrum. Karena itulah makanya pemberitaan TEMPO akhir-akhir ini selalu hanya menjadikan M. Nazaruddin sebagai nara sumber utama. Mana pernah pembelaan Anas yang dijadikan sebagai berita utama, kata nara sumber dari internal TEMPO yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Kalau TEMPO sudah begini, berarti sudah makin dikit media yang kredibel di negeri ini. Apalagi khabarnya perusahaan TEMPO lagi dililit utang dan TEMPO terancam bangkrut. Kalau dihubung-hubungkan, khayaknya masuk akal jika kemudian kredibilitas gugur demi fulus. Kiamat bagi media dah….. Edaannnn.
http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis...as-531102.html

Majalah TEMPO Diambang Kerugian !
tulisan ini disarikan dari tulisan @Muhammad_Rahmad
by muhith_harahap

  • pernah ngobrol-ngobrol sama isteri @aprina_santeka soal majalah tempo. kata isteri majalah ini mau rugi. skrg sy mau bagi-bagi analisanya
  • analisa soal tempo yg diambang kerugian ini sy sarikan dari tulisan bang @MuhammadRahmad . izin copas bang
  • mjlh #TempoMauRugi, terbit pertama kali pada April 1971. Majalah ini dimodali Rp 20 juta oleh Yayasan Jaya Raya milik pengusaha Ciputra
  • go public, saham Tempo jd Grafiti Pers: 16,6%, yysn Jaya Raya(ciputra): 24,8%, yysn 21 Juni 1994: 24,8%, yysn krywn Tempo: 16,6%, dan publik
  • laporan keuangan (jan-mar 2012) #TempoMauRugi , yang dipublikasikan EMIS menyebutkan perusahaan mengalami kerugian.bisnis kuartal 1 (Jan-Mar 2012), PT. Tempo Inti Media Tbk mengalami kerugian bersih Rp. 1,4 Milyar.Secara kumulatif pada kuartal 2 (Jan-Juni 2012), total kerugian bersih PT. Tempo Inti Media Tbk menjadi Rp. 8,5 Milyar.

http://chirpstory.com/li/57741
judulnya....cewek sintal vs Tempo...
bener-bener dah si Ahmad Fathonah,pria punya selera.wkkkk
konspirasi sapi mulai kalap, jurus borok mulai keluar bohong fitnah kalap
Ada 2 topik dalam 1 judul.. ane komentarin komen TS yang menyatakan fitnah kepada majalah Tempo dengan menyatakan majalah Tempo adalah media yang beritanya bisa dipesan karena di ambang kebangkrutan.

Pertama, pernyataan "majalah Tempo bisa dipesan" bersumber dari cerita di blog kompasiana yang haram jadah jika dijadikan sumber di BP. Yang kedua, pernyataan "Majalah TEMPO diambang kerugian !" juga diambil dari situs bertema blog yang gak jelas sumbernya.

Link thread kaskus, yg telah diclosed, dari TS malah menunjukkan kebodohan TS karena sudah banyak kaskuser yang menyanggah dalam trit berjudul "TEMPO DI AMBANG KEBANGKRUTAN' tersebut. Link: http://www.kaskus.co.id/thread/512c9...kebangkrutan/1

Sekedar update bisnis tempo:
1. http://financeroll.co.id/news/70523/...ba-bersih-1856
2. http://www.indonesiafinancetoday.com...njualan-Gedung
3. http://www.tempo.co/read/news/2013/0...Naik-40-Persen

Tidak suka majalahnya, gak usah beli.. jangan karena junjungan ente, pimpinan partai PKS, diberitakan kejelekannya oleh media kemudian ente membalas dgn black campaign ga jelas..

Dan kalo masih gak terima.. ane sangat menantikan black campaign PKS versus Kaskus
kok kali ini seleranya mendekati expired ya
sintal dilihat dari mana... muka narkobaan gituh...
AF ini hobi bener bagi-bagi mobil
dia pernah bagi-bagi ke cowok ga ya
selera om Fahonah memang tinggi

komen TS ga sesuai sama isi berita
Quote:Original Posted By landscaping
bener-bener dah si Ahmad Fathonah,pria punya selera.wkkkk


emang ente ngga punya selera gan
Quote:Original Posted By chaosborn
AF ini hobi bener bagi-bagi mobil
dia pernah bagi-bagi ke cowok ga ya


Quote:Original Posted By nunung2013
selera om Fahonah memang tinggi



sumpah ane ngakak banget
baca komentar agan ini

maaf TS agak OOT
ada yg nerawang dan ngejeplak

terguncang hebat, kalap, panik, membabi buta nuduh pihak luar aneh aneh.
ya media dari dulu ya gitu.
blow up berita dari berbagai sudut kalo lagi laris diomongin masyarakat.
baru nyadar sekarang saat lagi kesandung sapi bahenol?
lagian sapa juga yg menghebohkan diri?
dah pada eneg tau nggak liat polah klean2 yg sok paling suci murni tak ternoda :
mending diem hormati hukum berproses.....
trus apa manfaat klean nyerbu kaskus dan socmed sok mengklarifikasi.. kek nganggap kaskuser bego2 (malah jd kliatan kualitas kebegoan klian)?
makin banyak nyerbu ya makin besar perlawanan..makin disorot media.


ah elah
Quote:Original Posted By chaosborn
AF ini hobi bener bagi-bagi mobil
dia pernah bagi-bagi ke cowok ga ya


Mngkn pernah gan, kalo cow itu siap di tusbol ama af
Makin kalap dah sapi
Cantik tapi janda, bukan tipe saya
Ajib bener Om Fatanah ini untung Tit*tnya gak disita KPK sebagai barang bukti
gk masalah juga sih mau nyalahin media, kalo curiga dengan apa yg diberitakan media kalo ada setting sana sini. yg terpenting sih jgn nyalahin KPK, ampe2 ada wacana mau membubarkan KPK pdahal PKS sendiri bisa dibubarkan jika benar2 ada aliran dana yg masuk ke kas PKS lewat UU korporasi cmiiw