KASKUS

Poll: setuju bubarkan KPK..?

This poll is closed View Polling Result
BUBARKAN KPK...!!! 23% (8 votes)
MAJU TERUS KPK...!!!! 77% (27 votes)

Thumbs up Toyota Fortuner dikantor PKS Atas Nama Office Boy (asoy buat nge-date)

Quote:RMOL. Lima mobil yang diduga milik tersangka kasus suap kuota impor daging sapi Luthfi Hasan Ishaaq di kantor DPP PKS, disegel KPK. Salah satunya Toyota Fortuner B 544 RFS. Mobil ini diatasnamakan Abdullah Sani, office boy kantor DPP PKS.

Lantaran itu, KPK memanggil Abdullah Sani yang telah bekerja lima tahun di DPP PKS untuk diperiksa sebagai saksi. Bahkan, KPK telah melayangkan surat panggilan kedua untuk warga Perumahan Pejuang Jaya, Bekasi Barat itu.

Saat ditemui Rakyat Merdeka di rumahnya, kemarin, ayah Sani, Saroji menuturkan bahwa anaknya itu sudah dua kali dipanggil KPK. Panggilan itu untuk menjadi saksi mengenai kepemilikan mobil Luthfi. Panggilan pertama untuk Sani diterima Saroji pada Selasa pekan lalu.

“Tapi, alamat dalam surat panggilan itu salah,” ujarnya.

Semestinya, nomor rumah Saroji dan Sani adalah F-42, tapi surat dialamatkan ke rumah F-44. Lantaran itu, Saroji mengembalikan surat panggilan itu ke KPK.

“Surat panggilan pertama, saya kembalikan lewat pos kilat,” katanya. Pengembalian surat itu diikuti keterangan alamat yang benar.

Namun, kemarin siang, dua petugas KPK kembali mendatangi rumah tetangga Saroji. Petugas itu, mengantar surat panggilan kedua untuk Sani. Alhasil, Saroji memberi penjelasan kepada petugas itu. Isi keterangannya, meminta petugas memeriksa surat panggilan pertama yang dikembalikannya ke KPK.

“Abdullah Saroji, anak saya. Dia tinggal di sini. Soal kesalahan alamat, sebetulnya semua sudah diperbarui sejak lama,” ucap pria kelahiran 1954 ini. Dia juga mengaku telah menghuni rumah itu sejak 1990. “Aneh kalau alamatnya masih salah,” sambungnya.

Saroji tidak yakin jika Toyota Fortuner yang disita KPK di kantor DPP PKS milik anaknya. Sebab, dia tahu betul kerja anaknya di Kantor DPP PKS, berikut penghasilannya.

Menurut Saroji, saat berita penyitaan mobil di kantor DPP PKS ramai, Sani bercerita kepadanya, Fortuner bernomor B 544 RFS itu milik bosnya, bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Tapi, mobil itu atas nama Abdullah Sani, anaknya.

Tapi, lanjut Saroji, Sani mengaku tidak tahu asal-usul uang yang dipakai untuk membeli mobil tersebut. Yang pasti, anaknya merasa bangga karena dipercaya Luthfi untuk mengatasnamakan mobil tersebut.

“Dia tidak berpikir macam-macam. Dia cuma bangga karena dipercaya Pak Luthfi. Itu saja,” ucap pria asal Purwakarta, Jawa Barat ini. Sani pun, sebut Saroji, tidak pernah menggunakan mobil tersebut. Apalagi, membawa pulang mobil yang STNK-nya menggunakan namanya itu.

Menurut Saroji, pekerjaan anaknya sebagai office boy di kantor DPP PKS tampaknya dianggap baik. Sehingga, belakangan, Sani juga dipekerjakan mengurusi rumah tangga Luthfi. Karena itulah, anak ketiga Saroji ini jarang pulang.

Gara-gara kasus ini, Saroji pun menyempatkan diri mampir ke kantor DPP PKS untuk mendatangi anaknya yang jarang pulang. “Minggu lalu, sehabis kondangan, saya ke kantor DPP PKS menemui anak saya. Saya tanyakan soal mobil-mobil itu, anak saya jawab mobil itu punya Pak Luthfi,” katanya.

Saroji pun meminta anaknya bersedia datang memenuhi panggilan penyidik KPK. Dia mendorong agar Sani memberikan kesaksian yang benar. Sebab, kesaksian yang benar bakal membantu semua pihak menyelesaikan persoalan ini.

Hingga kemarin, penyidik KPK belum berhasil menyita lima mobil yang diduga milik tersangka kasus suap kuota impor daging sapi dan pencucian uang, Luthfi Hasan Ishaaq. Lima mobil itu berada di dua lokasi terpisah. Tiga mobil di pelataran parkir kantor DPP PKS. Dua lagi di bengkel sebelah kantor DPP PKS.

Gerbang kantor DPP PKS, hingga kemarin tertutup rapat. Sedikitnya 10 petugas keamanan bersiaga. Mobil yang rencananya dibawa ke kantor KPK itu adalah Mitsubishi Grandis B 7476 UE, Mazda CX9 B 3 MDF, VW Caravelle B 948 RFS, Nissan Frontier Nafara dan Toyota Fortuner B 544 RFS. Empat ban Toyota Fortuner yang ditandai label penyitaan KPK itu kempes.

Menurut pengacara Luthfi, Zainuddin Paru, upaya penyitaan itu terlampau dipaksakan. Sebab, sebut dia, penyidik tidak melihat mana mobil milik kliennya dan mana yang bukan.

“Karena itu upaya penyitaan ditentang,” tandasnya. Namun, saat dikonfirmasi mengenai kepemilikan mobil-mobil tersebut, dia tidak mau merincinya.

http://www.rmol.co/read/2013/05/09/1...ma-Office-Boy-


OB PKS aja punya fortuner
apakah prinsip.. sama2 tutup mulut sama2 menikmati..?

Quote:TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai bisa menjerat pihak-pihak yang terbukti menghalangi proses penyitaan yang dilakukan oleh komisi. Pengamat hukum pidana Universitas Indonesia Gandjar Laksamana Bondan menilai penyidik lembaga antirasuah tidak mungkin tak membawa surat sita.

“Buat saya gak mungkin KPK tidak bawa surat sita. Sepanjang sepengetahuan saya, itu tidak mungkin karena standar operasional mereka seperti itu,” kata Gandjar saat dihubungi oleh Tempo, Kamis, 9 Mei 2013. Menurut dia, proses pengahalangan penyitaan oleh KPK bisa disebut sebagai pelanggaran terhadap Pasal 21 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (baca: Alasan PKS Halangi KPK Sita Mobil)

“Proses penyitaan itu termasuk dalam bagian penyidikan yang tengah dilakukan oleh KPK,” kata dia. Dengan demikian, KPK sebenarnya berhak untuk memproses semua pihak yang dinilai menghalangi ataupun merintangi proses penyitaan. “Bisa jadi ada tersangka baru atas perbuatan itu jika KPK mau memproses,” kata Gandjar.

Sebelumnya, KPK kesulitan membawa mobil yang telah disegel, yang diduga terkait dengan tersangka kasus suap impor daging mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq. KPK hanya sanggup memasang garis pengaman di sekitar mobil yang terparkir di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKS itu.

Upaya penyitaan dihalangi kumpulan orang yang berpakaian preman tersebut adalah penjaga keamanan dan beberapa orang sipil. Mobil-mobil yang bakal disita antara lain, VW Carravelle B-948-RFS, Mazda CX9 B-2-MDF, Fortuner B-544-RFS, Nissan Navara, dan Pajero Sport. Posisi mobil-mobil mewah tersebut berada di kantor DPP PKS saat disita.

KPK sendiri menyatakan sudah membawa surat sita terkait mobil-mobil Luthfi. “Sudah dilengkapi dengan surat penyitaan,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi S.P. Namun dia menyatakan komisi belum berencana untuk memproses pidana pihak-pihak yang mengahalangi penyitaan. “Belum ada langkah kesana.”

Pada Senin, 6 Mei 2013 malam, KPK telah memeriksaa seorang saksi bernama Ahmad Zaky. Dia kemudian menyatakan ada lima buah mobil yang terkait dengan Luthfi Hasan yang dititipkan di DPP PKS. Dengan diantar Zaky, penyidik KPK hendak menyita mobil tersebut. Namun satuan pengamanan DPP PKS diduga tidak paham soal prosedur penyitaan oleh KPK yang berdasarkan UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

Mereka berkukuh kalau penyitaan harus berdasarkan surat sita pengadilan.
Karena penyitaan itu ditolak, KPK kemudian melakukan penyegelan atas lima mobil tersebut. Proses segel tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara. Namun tidak ditandatangani oleh satpam DPP PKS, karena mereka masih menolak.

Penyidik KPK kemudian menuangkan penolakan tersebut dalam surat penolakan penyegelan. Karena sudah malam, penyidik KPK secara persuasif lebih memilih untuk kembali ke markas. Esok harinya, KPK kembali ke DPP PKS, namun pagar kantor itu digembok, baik pintu depan maupun belakangnya.

SUBKHAN


pada gak ngerti ya, KPK punya hak untuk menyita dengan surat sita KPK

surat sita KPK bukan surat sita pengadilan


Quote:PKS gembosi ban mobil agar tak dibawa paksa KPK

@IRNewscom | Jakarta: TERKAIT pengempesan ban mobil yang akan disita Komisi Pemberantasan Korupsi KPK, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menerangkan, alasan ban mobil tersebut dikempesin oleh PKS.

"Saya tidak tahu detail, tapi saya dengar demikian (ban mobil dikempesin), tapi menurut pak Zainudin Paru, mengapa dikempesin dengan maksud agar dia tidak bisa diambil oleh KPK tapi agar mobil itu tidak di bawa keluar oleh siapapun," ungkap Hidayat saat di temui wartawan di ruang fraksi PKS Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu (08/05).

Namun, ketika ditanyakan oleh wartawan, ada berapa mobil yang di kempesin, anggota Komisi VIII ini tidak tahu berapa jumlah mobil yang dikempesin tersebut.

"Saya (Hidayat Nur Wahid, red) tidak tahu berapa jumlahnya," jelas Hidayat.

Lanjutnya, dia menegaskan dari info yang didapatkan oleh kuasa hukum Lutfi Hasan Ishaaq, bahwa ke-5 mobil tersebut bukan milik Mantan Presiden PKS.

Pasalnya dari ke 5 mobil tersebut hanya 1 yang di yakni Hidayat milik Lutfi Hasan Ishaaq.

"Yang diinformasikan Zainduddin Paru SH (penagara Lutfi Hasan) beberapa mobil ada yang atas nama Pak Lutfi yaitu Mazda," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengacara Lutfi Hasan Ishak yakni, Zainuddin menyatakan, pengempesan itu justru untuk mencegah agar mobil tersebut tidak dibawa keluar oleh pemiliknya. Karena hal itu justru akan menimbulkan delik baru.

Dan pengempesan dilakukan ketika petugas KPK sudah meninggalkan area kantor DPP PKS.

[gun-12]


namanya juga usaha
judulnya juga cuci uang, dengan cara menebar kaki diluar partai..

PKS menebar benih dimana2, ratusan juta untuk perkenalan, masa benih2 sapi itu gak disenggol/di obok2..?

MANA MUNGKIN....
ada belahan pasti ada selangkangan

Talking Berita AWAL tahun 2012 (oktober 2011)

Quote:Fahri Hamzah-PKS: Saya Tak Goyah Bubarkan KPK
"Selama tidak ada yang menggoyang pikiran saya, ya saya tidak akan goyang," ujar Fahri.

VIVAnews - Meski dihujani kecaman bertubi-tubi, Wakil Ketua Komisi III Bidang Hukum DPR dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah, berkukuh dengan pendapatnya. Dia bahkan menantang para pengritiknya untuk berdebat soal pendapatnya tentang perlunya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibubarkan.

"Kita harus terbuka untuk berdialog dengan siapapun. Saya tidak pernah menutup diri," kata Fahri di gedung DPR, Jakarta, Selasa 4 Oktober 2011.

Menurut Fahri, selama kritik dialamatkan kepada dia pribadi, dia tidak akan mengubah pendirian. "Selama tidak ada yang menggoyang pikiran saya, ya saya tidak akan goyang," ujar dia.

Fahri mengaku dirinya sangat terbuka untuk berdialog dengan siapapun. "Saya satu di antara pejabat publik yang gampang diakses. Jadi itulah mandat demokrasi kita. Kritik dan saran publik langsung bisa kita baca," kata anggota DPR bernomor urut 1 dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat ini.

Menurut Fahri, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, keterbukaan seperti itu juga harus ditunjukkan KPK. "Harusnya sistem KPK tidak tertutup. Kritik Dewan harus diperhatikan. KPK semakin frustrasi dan dipakai pimpinannya," dia menuduh.

Fahri mengklaim apa yang disuarakannya adalah juga yang menjadi pemikiran banyak orang. Hanya saja, belum tersuarakan dengan nyaring. "Kalau kemarin dalam rapat dengan pimpinan Komisi III DPR itu semua mengritik keras KPK, harusnya muncul pertanyaan 'kok bisa'?" ujarnya. "Kalau menegur saya, silakan. Saya akan hadir dan saya siap berdebat."
Fahri menilai, selama sembilan tahun KPK berdiri, tidak tampak adanya dampak nyata perannya dalam menekan korupsi. Bahkan, menurut dia indeks persepsi korupsi Indonesia tidak membaik. "Apakah selama sembilan tahun UU KPK disahkan, dia sudah memenuhi mandat kita semua dan menjalankan pemberantasan korupsi secara sistematis?" Fahri mempertanyakan. (kd)

PKS Ingin Bubarkan KPK
Quote:Wasekjen DPP PKS Mahfudz Siddiq merasa tidak ada masalah dengan pernyataan Fahri Hamzah yang ingin membubarkan KPK. Pernyataan rekan separtainya itu dianggap hanya sikap kritis terhadap KPK.

“Diperlukan jutaan orang untuk dukung KPK. Tapi dibutuhkan minimal satu orang untuk mengkritisinya. Kenapa? Karena KPK sebagai lembaga kuasi-negara dan ad hoc memiliki kewenangan luar biasa besar melampaui kewenangan lembaga penegak hukum permanen, kepolisian dan kejaksaan,” tutur Mahfudz.

Di tengah maraknya kasus korupsi dan arus ekspetasi publik yang tinggi terhadap KPK, Mahfudz menyadari, mengkritisi lembaga superbody itu sangat tidak populer.

“Tapi itu dibutuhkan agar prinsip check and balance sebagai prinsip demokrasi dan good governance tetap terjaga. Komisi III termasuk Fahri Hamzah sebagai unsur pimpinannya punya kewajiban konstitusional untuk perankan fungsi kontrol dan sikap kritis terhadap KPK,” paparnya.

“Yang harus diingat institusi apa pun dengan kewenangan besar tapi absen dari check and balance bisa tergiring kepada abuse of power. Jadi jika kita ingin KPK tetap ada dan efektif fungsinya, maka harus sediakan ruang bagi fungsi kontrol dan sikap kritis,” lanjutnya.

Lebih dari itu, menurut Mahfudz, kritis terhadap KPK justru sudah dijadikan semacam ketakutan. Karena seolah menjadi menentang KPK.

“Ada situasi yang harus kita cermati bersama. Yaitu muncul polarisasi sikap di berbagai elemen bangsa yang seolah-olah mengarah pada pro dan anti-KPK. Sehingga siapa pun yang kritisi dinilai sebagai anti-KPK. Ini tidak boleh terjadi,” tandasnya.

http://beritapks.com/pks-bela-fahri-...-bubarkan-kpk/


Nasir Djamil Sepakat Wewenang KPK Dipangkas
Quote:
Jakarta - Semangat Komisi III DPR memangkas wewenang KPK agaknya semakin bulat. Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Djamil berpendapat KPK paling ideal cukup fokus mencegah korupsi.

Bagi Nasir, pencegahan korupsi jelas lebih utama. Tugas pencegahan korupsi, menurut Nasir, tidak bisa dianggap sepele.

"Idealnya seperti itu. Indonesia ini negara yg sangat luas dan besar jumlah penduduknya. Pencegahan harus dilakukan secara sistemik dan menyentuh sektor sektor yang selama ini rawan terhadap penyalahgunaan kewenangan," kata Nasir kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/3/2012).

Menurut Nasir, KPK adalah lembaga ad hoc sehingga fungsinya hanyalah memperkuat jaksa dan polisi. Karena itu wewenang penindakan bisa dikembalikan ke dua penegak hukum tersebut.

"KPK di Indonesia harus sungguh-sungguh untuk mengembalikan jaksa dan polisi menjadi institusi yang terhormat dan terpercaya. Caranya dengan membangun sistem integritas di kedua lembaga itu dan memberikan saran kepada presiden terkait pejabat-pejabat penting yang akan mengisi jabatan strategis di kepolisian dan kejaksaan," papar dia.

Namun, pengurangan wewenang KPK belum jadi keputusan resmi Komisi III DPR. Mengingat panja revisi UU KPK masih berjalan.

"Belum, selama belum direvisi. KPK ya masih seperti saat ini," kata Nasir

http://news.detik..com/read/2012/03/...-kpk-dipangkas
ini baru PKS lho gan.. ga ada yg mau nyoba ngecek mobil di Demokrat / Golkar / PDIP n yg laen ?
jangan2 punyanya Office Boy semua
kesini cuman mau ngakak doang sama komen TS,

TS:ada belahan pasti ada selangkangan
Quote:Original Posted By san2salim

ada belahan pasti ada selangkangan


Yang ini mantap gan ! Coba diusulin ke PKS.
Slogan ini lebih mantap daripada Cinta-Kerja_Harmoni
pening juga gua euy....katanya PKS itu isinya orang2 alim ahli agama semua eh ternyata presidennya saja tukang bohong, atau apakah bohong itu tidak dosa kalau sudah jadi anggota PKS
Bantu sundul.. layak dibaca...
Terlihat alim padahal sebenarnya munafikun. Itu sudah.
Quote:Original Posted By VIP.Person
Terlihat alim padahal sebnarnya munafikun.


cermin mana cermin mana ente aja sok alim
Quote:Original Posted By rinaldysilalahi


cermin mana cermin mana ente aja sok alim


Ente terguncyang?
Baca dong. Apa tadi gue bilang gue orang alim hem? Gue mengakui kok, pribadi gue bisa dibilang brengsek.
Lebih parah mana dengan yang brengsek tapi pura-pura alim? Apalagi pake kedok agama.

Sudah ketahuan kan belangnya?
Kalau dari duit halal mengapa harus nama OB?
wanjeeng...klo gitu pada jd opis boy partai aja kali ye
salah satu carar mgecek tindak pidana pencucian uang ya lihat di profile oragnya, kalau ga sesuai spt ini patut di curigai.
Subhanallah memang sungguh terpuji akhlaq Presiden kita Luthfi Hasan Isaaq, office boy aja dikasih Fortuner. Bandingkan dengan akhlaq Ahmad Fatonah, kasih Jazz ke Vitalia.
Terbukti ini Ahmad Patonah memang disusufkan untuk hancurkan PeKaeS. Masak presiden kita yg begitu tinggi akhlaq-nya dibawa-bawa korupsi sama dia.
hore mari bareng bareng masuk pks yu... OB aja mobilnya fortuner buat apa kerja cape cape mending ikut pks ....
Quote:Original Posted By donocasino
Subhanallah memang sungguh terpuji akhlaq Presiden kita Luthfi Hasan Isaaq, office boy aja dikasih Fortuner. Bandingkan dengan akhlaq Ahmad Fatonah, kasih Jazz ke Vitalia.
Terbukti ini Ahmad Patonah memang disusufkan untuk hancurkan PeKaeS. Masak presiden kita yg begitu tinggi akhlaq-nya dibawa-bawa korupsi sama dia.


Quote:Original Posted By VIP.Person


Ente terguncyang?
Baca dong. Apa tadi gue bilang gue orang alim hem? Gue mengakui kok, pribadi gue bisa dibilang brengsek.
Lebih parah mana dengan yang brengsek tapi pura-pura alim? Apalagi pake kedok agama.



terima kasih ente benar-benar brengsek gan brengsek kaskuser
GILEEEEEEEEEE BENEEEEEEEEER...............
Ofis Boy adalah pejabat tinggi negara, karena dia punya mobil dgn pelat RFS

Top !

Indonesia must be Crazy !

hebat dunk office boy bisa punya fortuner
sesuai namanya keadilan sejahtera