Tak Terpengaruh Berita Miring, Hanya Satu Jam, 281Orang Bergabung dengan PKS

7 Mei 2013
KUOK, GORIAU.COM -
Banyaknya berita miring yang selama ini menimpa Partai Keadilan Sejahtera(PKS) ternyata tidak mempengaruhi keinginan masyarakat bergabung dengan partai dakwah ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal ini terbukti saat kader PKS yang ada di Dapil 4 Kampar turun ke masyarakat di Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kampar, Riau, Ahad
(5/5/2013). Bahkan hanya dalam waktu satu jam, 281 orang menyatakan bergabung dengan PKS.

Kegiatan turun ke masyarakat ini ditaja oleh kader PKS yang ada di dapil 4, bersamaan dengan kegiatan LT3 Besar yang menjadi program nasional PKS.
Ketua Pelaksana LT3 Besar Aldin Susilo Sag menyatakan, kegiatan ini sudah rutin dilakukan kader PKS, dan akan lebih sering dilakukan menjelang Pemilu. ''Kegiatan ini sudah menjadi program nasional, karena terbukti efektif dan mampu mendongkrak suara PKS dan alhamdulillah dalam waktu satu jam, 281 orang bisa kita rekrut untuk
bergabung dengan PKS,'' ujarnya.

Kegiatan ini selain dihadiri kader, juga dihadiri sejumlah fungsionaris PKS seperti HTeguh Sahono, Sp, Wakil Ketua DPD PKS Kampar Nurikhwan, S.Pd, Syafrizal, SE ketua Pemenangan PKS Dapil 4, dan
Indra Gamal, SAg caleg PKS DPRD Kampar. Para tokoh PKS ini hadir untuk melakukan sejumlah silaturahim kepada tokoh masyarkat, tokoh agama dan tokoh adat yang ada di Kuok.

Selain PKS, kesempatan ini juga digunakan untuk mensosialisasikan Jon Erizal, calon gubernur yang diusung PKS di Pilgub September mendatang. Wakil Ketua DPD PKS Kampar, Nurikhwan S.Pd memastikan kadernya solid untuk menyukseskan Jon Erizal di Pilgubri September mendatang. ''Insyallah semua kader solid untuk menyukseskan target partai. Kita optimis untuk menatap Pemilu 2014 dan Pilgubri September mendatang,'' pungkasnya. (rls hms pks
kampar)
Sumber www.goriau.com/berita/dunia/tak-terpengaruh-berita-miring-hanya-satu-jam-281-orang-bergabung-dengan-pks.html

Koment TS : mangstab.. Teruskanlah perjuanganmu wahai PKS Pilihan Kita Semua
Puisi singkat ini ane hadiahkan kepada PKS yg Cinta Kerja Dan Harmoni
Quote:Original Posted By fansboypks
bersabarlah wahai partai dakwah, karena semenjak dahulu para pejuang dakwah pasti terkena fitnah. insya Allah, fitnah tersebut akan menjadi berkah, jika kita berusaha dekatkan diri kepada Allah, dengan cara ikhlas beramal dan beribadah.
kalau berita bergabung tentu dipublikasikan

kalau meninggalkan partai, apa ada nyali untuk publikasikan ?

Quote:Original Posted By Kerberoz
kalau berita bergabung tentu dipublikasikan

kalau meninggalkan partai, apa ada nyali untuk publikasikan ?



Kalau memang ada, itu pastilah berita udah dimuat oleh media massa yg tidak suka dengan PKS
Luar biasa, mantappppks!

MENUJU 3 BESAR

Spoiler for 3 besar buat ngelap sekrup:
semua parpol sama aja
belang nya sama
fathanah emang kader no 1
dan mereka mungkin para opportunis, enak juga jadi kader PKS, ngapa2in dibelain
maap pengalaman temen ane, yg masuk PKS karna ngincer bisnis to bisnis
Menghibur diri sendiri nih PKS
semua partai korup, cuma hanura yang terbukti bersih, jadi tidak adil melebih2kan apa yang menimpa pks saat ini, kecuali anda memang memiliki niat buruk
PKS shake.
Quote:Original Posted By emperasank0
Wali Kota Makasar: Ahmad Fathanah Kirim Uang ke DPW PKS Sulsel
Senin, 06 Mei 2013, 20:06 WIB



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Wali Kota Makasar, Ilham Arief Sirajuddin sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) tersangka Ahmad Fathanah.

Ia mengatakan ada aliran uang dari Fathanah ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan. "Dana Pilgub Sulses yang ditranfer ke DPW (PKS) itu dari AF," kata Ilham Arief yang ditemui usai pemeriksaan di KPK, Jakarta, Senin (6/5).

Ilham merupakan Calon Gubernur Sulsel yang diusung beberapa partai, termasuk PKS. Namun dalam Pilgub tersebut, ia kalah dari Gubernur Sulsel incumbent Syahrul Yasin Limpo. Saat Pilgub Sulsel, ia berhubungan kembali dengan Fathanah.

Menurutnya, Fathanah merupakan salah satu tokoh besar di Sulsel. Ia kenal dengan Fathanah juga sudah lama. Fathanah juga kerap berhubungan dengan tokoh-tokoh PKS di Sulsel.

Ia juga meminta Fathanah untuk menjembataninya dengan tokoh-tokoh PKS tersebut. Namun ia membantah jika ada aliran uang antara Fathanah ke rekening miliknya. Akan tetapi ia mengakui aliran uang dari Fathanah mengalir ke DPW PKS Sulsel. Ia juga mengaku baru mengetahui kasus TPPU Fathanah.

"Fathanah ngirim (uang) ke PKS. Aliran duit ke saya nggak ada. Fathanah memberikan dana ke DPW (PKS), tanya saja ke DPW-nya," tegasnya.

Code:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/05/06/mmdofn-wali-kota-makasar-ahmad-fathanah-kirim-uang-ke-dpw-pks-sulsel



Uang Fathanah Diduga Danai Kampanye PKS dalam Pilgub Sulawesi Selatan
Penulis : Icha Rastika | Senin, 6 Mei 2013 | 20:25 WIB



JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus suap impor daging sapi Ahmad Fathanah diduga mencuci uang dengan mengalirkannya ke sejumlah pihak. Sebagian uang Fathanah diduga mengalir ke kas Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera untuk mendanai pemenangan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan 2013-2018.

Informasi ini diungkapkan Ilham seusai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Fathanah. Ilham mengaku baru tahu mengenai aliran uang Fathanah ini dari penyidik KPK.

"Katanya dana yang ditransfer ke DPW itu dari pencucian uang AF (Ahmad Fathanah), saya kaget. Nilai (uang)-nya, tanya penyidik," kata Ilham di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (6/5/2013).

Saat maju sebagai calon gubernur Sulsel 2013-2018, Ilham diusung sejumlah partai, salah satunya PKS. Menurut Ilham, Fathanahlah yang menjembataninya dengan petinggi-petinggi PKS.

"AF (Ahmad Fathanah) yang mengenalkan ke PKS,"
ucapnya.

Ilham sendiri mengenal Fathanah sebagai seorang teman. Fathanah, katanya, dikenal sebagai salah satu tokoh besar di Sulsel. "Aku sudah kenal sebagai orang Makassar. Baru tahu dia dekat dengan petinggi jadi minta dijembatani. Dia kan tokoh besar di Sulsel," ujarnya.


Ilham juga menegaskan, tidak ada aliran dana Fathanah yang mengalir kepadanya. "Aliran duit ke saya enggak ada. AF (Ahmad Fathanah) memberikan dana ke DPW, tanya ke DPW-nya," katanya.

KPK menetapkan Fathanah sebagai tersangka atas dugaan menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama terkait upaya penambahan kuota impor daging sapi untuk perusahaan itu. Fathanah merupakan orang dekat mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. KPK juga menetapkan Luthfi sebagai tersangka dalam kasus yang sama dengan Fathanah.

Melalui pengembangan penyidikan, KPK menjerat Fathanah dan Luthfi dengan pasal TPPU. Khusus untuk TPPU Fathanah, KPK telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya artis Ayu Azhari dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Jazuli Juwaini.

Beberapa saksi ditanya penyidik KPK seputar aliran dana dan aset Fathanah. KPK juga menyita sejumlah aset Fathanah dan Luthfi yang berupa mobil. Aset Fathanah dan Luthfi yang disita tersebut adalah Honda Jazz, dua unit Toyota FJ Cruiser, Toyota Land Cruiser Prado, Toyota Alphard, dan Mercedes Benz C200.

Code:
http://nasional.kompas.com/read/2013/05/06/20255085/Uang.Fathanah.Diduga.Danai.Kampanye.PKS.dalam.Pilgub.Sulawesi.Selatan



Wali Kota Makassar akui DPW PKS terima uang dari Ahmad Fathanah
Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Senin, 6 Mei 2013 20:30:00



Usai diperiksa lebih dari enam jam, Wali Kota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin, mengaku ada aliran dana dari tersangka kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi dan pencucian uang, Ahmad Fathanah. Menurut dia, duit itu diberikan Fathanah kepada Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Kota Makassar, untuk memenuhi kebutuhan dana kampanye saat Arif maju dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan digelar tahun ini.

Menurut Ilham yang keluar pukul 19.00 WIB, dana pemenangan Pilgub Sulawesi Selatan itu tidak masuk ke rekening Fathanah. Tetapi, berasal dari pencucian uang Ahmad Fathanah.

"Dana yang ditransfer ke DPW itu dari pencucian uang Ahmad Fathanah. Saya kaget. Soal nilainya tanya ke penyidik," kata Arif kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (6/5).

Ilham yang merupakan politikus Partai Demokrat di Makassar maju sebagai calon gubernur Sulawesi Selatan, salah satunya didukung oleh PKS. Sebagai cagub, dia pun mesti menyetor dana pemenangan kampanye ke partai pengusung. Dia membantah diberi uang oleh PKS dalam pemenangan pilgub itu.

"Enggak ada bantuan. PKS partai pengusung. Kita kan memberi biaya pemenangan. Jadi nggak ada PKS beri uang," ujar Arif.

Arif pun sempat meminta Fathanah turut menyumbang buat pemenangan dirinya. Fathanah pun sepakat dan memberikan sejumlah uang.

"AF yang mengirim ke PKS. Aliran duit ke saya enggak ada. AF memberikan dana ke DPW. Silakan tanya ke DPW-nya," lanjut Arif.

Arif mengungkapkan dirinya memang berteman dengan Ahmad Fathanah, sebab Fathanah merupakan salah satu tokoh masyarakat Sulawesi Selatan. Dia tahu Fathanah dekat dengan petinggi PKS, lantas minta dijembatani.

"Dia kan tokoh besar di Sulawesi Selatan. Tentang pencucian uang saya baru tahu di sini. Kenal tapi nggak dekat. AF yang mengenalkan saya ke PKS," ucap Arif.

Code:
http://www.merdeka.com/peristiwa/wali-kota-makassar-akui-dpw-pks-terima-uang-dari-ahmad-fathanah.html



Wali Kota Makassar: Ada Aliran Dana Fathanah ke PKS
Senin, 6 Mei 2013 23:36 WIB
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA


Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin (tengah) bersiap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Senin (6/5/2013). Ilham diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Ahmad Fathanah, terkait tindak pidana pencucian uang dalam kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin mengakui, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pernah menggunakan dana yang diduga berasal dari Ahmad Fathanah.

Dana itu diduga merupakan hasil dari tindak pidana pencucian uang. Awalnya, Ilham tak mengetahuinya. Namun, penyidik KPK menjelaskannya dalam pemeriksaan hari ini.

"Dana kemenangan waktu pilgub lalu, tak masuk ke rekening AF, dan dana yang ditransfer ke DPW dari TPPU AF. Saya kaget," kata Ilham usai menjalani pemeriksaan di Kantor KPK, Jakarta, Senin (6/5/2013) malam.

Saat disinggung berapa nilai dana kampanye yang diberikan orang dekat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Ilham tak mau mengungkapnya.

"Nilainya tanya penyidik," ujarnya.

Pada kesempatan sama, politisi Partai Demokrat yang diusung PKS, membantah menerima uang yang juga sudah dikumpulkannya ke DPW PKS, untuk dana pemenangan dirinya saat Pilgub Sulawesi Selatan tahun ini.

"Enggak ada bantuan. PKS partai pengusung. Kami kan memberi biaya pemenangan. Jadi, enggak ada PKS beri uang. AF ngirim ke PKS. Aliran duit ke saya enggak ada," tuturnya.

Informasi yang dihimpun Tribunnews.com, Ilham dipanggil KPK, karena ia diduga menerima aliran dana TPPU dari Ahmad Fatanah. Uang tersebut diduga digunakan Ilham untuk pembiayaannya selama menjadi calon gubernur Sulawesi Selatan tahun ini. Namun, belum diketahui secara pasti berapa jumlah dan alasan Ahmad Fathanah mau memberikan uang untuk Ilham.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) sudah menyetor data terkait Ahmad Fathanah ke KPK. PPATK yang dikonfirmasi tak menampik, bahwa nilai transaksi tersangka kasus pencucian uang dan tersangka suap itu mencapai miliaran Rupiah.

"PPATK sudah menyampaikan beberapa LHA ke KPK, untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi," kata Wakil Ketua PPATK Agus Santoso, Senin (6/5/2013).

Agus tak merinci berapa nilai traksaksi mencurigakan Fathanah. Agus meminta menanyakannya ke KPK. Namun, ia mengamini bahwa ada transaksi yang tak wajar.

"Terkait transaksi mencurigakan yang diduga dilakukan oleh si pelaku dan ke mana saja uang ilegal itu mengalir," ucapnya.

Code:
http://www.tribunnews.com/2013/05/06/wali-kota-makassar-ada-aliran-dana-fathanah-ke-pks



Siap2 ada Harlem Shake dan COW PROTOCOL. Gw mo lihat jurus pelintiran apalagi yg bakal dikeluarin cyber force PKS, walikota Makassar fitnah?


Quote:Original Posted By downeez


rela membuat email baru dan id baru demi PKS tercinta
kalo bisa dapet sapi mentah, mobil mewah, n beberapa koper duit + pasti masuk surga lagi.. ane mau koq gan gabung jadi sapi-isme


Quote:Original Posted By Kerberoz
kalau berita bergabung tentu dipublikasikan

kalau meninggalkan partai, apa ada nyali untuk publikasikan ?



jangankan berita itu, berita kader bermasalah yang dibuang pks saja tidak di publikasikan oleh mereka
sama aja semua partai
ujung2nya cuma buat kepentingan pribadi doang
Yg pengaruhin hanya UANG
berita tentang partai 1 ni selalu bikin : ngakak
pengen ikutan ngesex berjamaah bareng para petinggi Partai Ketagihan Sex
Gan Link berita-nya koq gak bisa di buka...???