Mengenang "METALLICA LIVE IN JAKARTA, INDONESIA 1993" #KonserMetallicaJKT

M E T A L L I C A
MEMBAKAR JAKARTA





"....AND METALLICA FOR ALL"


Mereka datang menggempur #Jakarta. Mengobrak-abrik histeria puluhan ribu anak muda dan menyisakan persoalan.

Akhirnya....konser #Metallica ini memang buat semua yang datang.

MEGAH
Suara piano menyeruak kegelapan panggung, disusul oleh desir suara keyboards yang membentuk efek orkestrasi. Itulah musik yang pernah mengiringi adegan duel Clint Eastwood dalam film koboi The Good The Bad and The Ugly (1976).

Sekarang Metallica menggunakannya untuk membuka konser mereka di stadion Lebak Bulus, 10-11 April 1993. Ada kesan megah, di konser yang antara lain disponsori Gudang Garam itu, seolah menjanjikan bahwa sebentar lagi akan berlangsung pertunjukan heavy metal berkelas. Dan kenyataannya memang begitu. Panggung berukuran 21 meter X 13 meter dengan sayap (side wing) masing-masing 19 meter itu siap menjadi saksi gebrakan raja metal dari Amrik tersebut.

Ketika panggung yang didominasi warna hitam tersebut terang benderang, Lars Ulrich sudah bertengger di trap paling tinggi, antara set drum-nya sambil mengacungkan tinju. Selembar celana pendek yang dikenakannya membuat sosok drummer brewok itu nampak lucu. Di latar depan berdiri tegar Jason Newsted (bas), James Hetfield (vokal, ritem) dan Kirk Hammett (gitar). Tak lama kemudian meledaklah Creeping Death yang berirama cepat. Penonton langsung menyambutnya dengan teriakan membahana. Jason, James serta Kirk saling berganti posisi. Kadang mereka berlarian hingga ke ujung sayap panggung. Suatu teknik blocking yang mengagumkan. Lars sendiri terlihat sering keluar dari sarangnya untuk berkomunikasi.

Lalu ditengah sambaran sinar warna-warni dari tata lampu berkekuatan sekitar 400.000 watts dan sound system 200.000 watts, Metallica memborbardir stadion dengan Welcome Home (Sanitarium), Sad But True, Harvester of Sorrow, Last Caress, Nothing Else Matter dan Wherever I May Roam. James sempat mengganti gitarnya dengan double neck padalagu yang ditulis terakhir. Nun ditengah arena terlihat gelombang pusaran dari para metal mania yang lagi ber-slam dance atau headbanger. Yang mengagumkan dari Metallica ini memang stamina mereka. Soalnya, diperlukan koordinasi yang tinggi untuk bisa memainkan speed metal dengan bagus. Dan Metallica telah membuktikannya saat itu. Kendati tubuhnya bersimbah keringat, mereka terus berlarian kesana-kemari hingga detik terakhir pertunjukkannya. Jason Newsted, misalnya, mendentumkan dawai bas-nya nyaris tanpa henti sambil mengibas-ngibaskan kepalanya yang plontos. Melalui dua monitor video yang dijembreng di kiri-kanan panggung, butiran peluh nampak mengucur deras melalui kulit mukanya yang putih.

Cara Metallica menyusun repertoar pun oke punya. Variatif, nggak membosankan. Setelah menampilkan balada dalam Unforgiven, yang menyebabkan korek api menyala dimana-mana, emosi penonton kembali diaduknya dengan ....And Justice For All. Jason dan Kirk secara bergiliran menyuguhkan atraksi solo yang sambung-menyambung di tengah gemuruh aplaus penonton. "Hidup Kirk! Hidup Kirk!" begitu teriak mereka. Gerakan tubuhnya yang lentur dan menggemaskan itu merupakan kebalikan dari gaya James Hetfield yang liar dan garang. Hal ini tersirat pula pada petikan tangannya yang melankolik. Padahal kalo dipikir, sound gitarnya tajam mengiris kuping. Tapi mantan murid Joe Satriani itu emang canggih dalam memilih nada, tanpa bermaksud mengesampingkan peran James. Kirk-lah sebenarnya yang berhasil membedakan lagu-lagu Metallica dari kelompok hingar lainnya. Penjelajahan yang dilakukannya menjadi harmonisasi dari raungan gitar James.

Nggak kurang dari 21 lagu yang diambil dari lima album Metallica, beberapa diantaranya disajikan secara medley, digebernya selama 2,5 jam. Dan percaya atau tidak, penonton hapal diluar kepala semua liriknya! Mereka membentuk koor akbar sejak lagu pertama. Bahkan dalam nomor pamungkas Enter Sandman, James nyaris nggak nyanyi,tuh. Dia tersenyum-senyum girang. Mungkin surprais juga melihat sejauh itu pengetahuan remaja Indonesia atas lagu-lagunya. Toh, hal ini rupanya membuat gelisah mereka yang belum memiliki karcis dan masih berkeliaran diluar stadion. Tapi nggak berkutik karena barikade keamanan yang sedemikian ketat.

Sistem keamanan model begini memang menciutkan nyali siapa pun yang mau bertindak macam-macam. Akibatnya, situasi di kawasan tersebut menjadi tegang dan saling mengintai. Kesalahan sepele saja nampaknya dengan mudah bisa menyulut keributan. Benar saja. Entah bagaimana muasalnya, tiba-tiba api telah berkobar dari dua buah mobil yang dibakar oleh massa. Saat itu waktu menunjukkan pukul 19.00. Dan warna kemerahan yang lebih besar menjulang dari tempat lain. Kali ini massa yang beringas mengalihkan sasarannya ke deretan warung yang berada tak jauh dari lokasi pertunjukan. Duh, teganya mereka. Merusak milik rakyat kecil yang tak berdosa. James Hetfield terkesiap mengetahui peristiwa tersebut. Kapada HAI, yang menemuinya beberapa saat sebelum pertunjukan hari kedua, ia sempat menyatakan penyesalannya.

"Peristiwa kayak gini mengingatkan saya pada kejadian di Moskow. Penonton waktu itu yang nggak punya tiket berusaha melawan petugas. Ya, terang mereka digebukin! Tapi peristiwa Moskow itu masih lebih buruk dari kemarin. Meski begitu, aksi pembakaran itu nggak biasa lho pada konser-konser Metallica."

Menyadari situasi sulit dikendalikan, pihak panitia segera mengambil inisiatif dengan membuka pintu gerbang kelas festival, pukul 21.10. Ratusan anak tanggung, sebagian bertelanjang dada, menyerbu laksana tanggul jebol. Petugas yang memeriksa mereka satu-persatu akhirnya kewalahan dan membiarkan begitu saja.

Itu juga terjadi pada keesokan harinya. Bedanya, kali ini dipercepat. Seno Adjie, ketua pelaksana promotor yang nampak letih, menginstruksikan agar pintu segera dibuka saat Metallica baru mengakhiri lagu kedua. Kembali massa menyerbu. Saat Unforgiven kembali dilantunkan, seseorang nampak mengacung-acungkan suar (semacam kembang api). Lalu, penonton perlahan bergerak ke arah panggung yang tentu saja membuat kalang-kabut petugas. Namun untuk menembus barikade penonton bukanlah persoalan yang mudah. Karena selain rapat, mereka bergelombang kian-kemari. Untunglah beberapa meter sebelum mencapai garis pemisah, suar tersebut padam.

ROTOR
Sementara itu, Rotor yang bertindak sebagai band pembuka tampil buruk pada hari pertama. Musik yang keluar dari speaker hilang-timbul seperti nggak niat. Meski kelihatan rada kikuk, Irfan, Jodie, Yudha dan Arief bermain dengan semangat tinggi. Santo Gunawan, manajer produksi dari pihak AIRO segera turun tangan. Barulah pada hari kedua Rotor muncul lebih bagus. Mereka tampil 5 lagu sesuai dengan waktu tak kurang dari setengah jam. Tapi menjelang saat pergelaran tiba, kabarnya pihak Metallica ternyata memberikan keleluasaan. Sayang, hal itu nggak bisa dimanfaatkan karena jumlah lagu mereka yang persiapkan ya, segitu itu. Akibatnya, panggung kosong sekitar satu jam karena Metallica nggak bersedia muncul lebih awal.

"Kami dijadwalkan tampil jam delapan dan mereka tampil lebih awal. Tentu saja kami belum siap jam segitu. Nggak bisa lebih awal." tutur James Hetfield. Dia sendiri terheran-heran kenapa Rotor muncul sesingkat itu. "Penonton jadi kelamaan menunggu. Tampaknya mereka pun cuma tampil seadanya. Kayaknya kalo bisa mereka juga pengen muncul tanpa lampu. hehehe...Tapi musik mereka lebih keras dari yang saya kira."

BONUS
Toh, terlepas dari persoalan diatas, Metallica tetap melanjutkan pertunjukannya. Panggung kembali bergetar oleh lagu Four Horsemen yang disambung dengan nomor cepat lainnya seperti Blackened, Seek And Destroy, Battery serta lagu yang sejak awal nampak ditunggu banget, Master of Puppets! James dan Kirk kembali mempesona melalui duet gitar pada Fade To Black, sebuah lagu yang mengambil tempo dekresendo.

Diluar stadion, keributan makin menjadi-jadi. Belasan perusuh yang tertangkap petugas keamanan langsung digiring ke posko. Disitu ternyata telah berjubel para perusuh lain. Jumlahnya hampir sama dengan mereka yang digotong atua dipapah ke tempat ruang perawatan. Mereka yang nggak berhasil menerobos ke dalam atau lolos dari kejaran para petugas, segera melampiaskan rasa frustasinya, menghancurkan apa saja yang ditemui dalam perjalanan pulang. sebuah mobil Kijang yang diparkir di kawasan Pondok Indah kabarnya langsung berubah menjadi kobaran api. Brengseknya, mereka pun melakukan penjarahan pula pada sejumlah toko yang dilaluinya.

Pemunculan Metallica menemukan klimaksnya ketika lagu One dibawakan. Stadion Lebak Bulus bergetar oleh jeritan histeris saat suara tembakan dan raungan helikopter mengawali intro, disusul dentingan gitar James. Dan bergemalah koor massal itu :

I can't remember anything
Can't tell if this true or dream
Deep down inside feel to scream
This terrible silence stops me....


sambungannya di bawah
Pada hari kedua lebih gila lagi. Entah siapa yang mengomando, sekitar 10.000-an penonton yang memadati kelas festival serentak duduk diatas rumput. Kekompakan ini mencengangkan sekaligus menakutkan. Beberapa remaja yang telat menyadari gerakan tersebut langsung merunduk terkena sambitan plastik bekas minuman. Dari sini seolah bisa dilihat sejauh mana citra Metallica menancap di hati para penggemarnya. Diakhir pertunjukan, Lars maju ke depan membagi-bagikan stick drum. Kirk dan James melempar-lemparkan pick gitar. Dan berebutanlah mereka yang kebetulan berada di barisan paling depan. "Dari Metallica,cing!" seru seseorang yang berhasil mendapatkan bonus tersebut.

Sukar dipercaya, memang. Anak muda yang kerap dituding sebagai konsumen 'musik liar' dan biang kerusuhan itu nampak begitu kompak. Begitu mencintai grup yang sedang beraksi dihadapannya. Sama sekali tidak terlihat ketegangan antar kelompok. Maka partanyaan yang menarik adalah : "Bener nggak,sih...yang membuat pengerusakan atau yang menjarah toko-toko itu, sungguh-sungguh mereka yang mengaku dirinya Metallica mania? Atau dalam konteksnya yang luas, benarkah mereka itu pecinta musik rock sejati? Jangan-jangan, itu cuma ulah maling sialan yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan." Setelah pintu dibuka, memang nggak ketahuan lagi mana fans Metallica dan mana yang bukan. Semua berbaur. Dan manakala lapangan dibersihkan setelah lampu-lampu stadion dinyalakan, nampak berserakan dompet lusuh yang isinya telah raib entah kemana.

Sayang memang, nilai pertunjukan sebagus itu harus dinodai oleh perbuatan yang tidak bertanggung jawab. Percaya deh, itu hanya akan mempersempit kesempatan kita untuk menyaksikan pergelaran musik selanjutnya. Kenapa tidak mengikuti sikap penonton lain yang begitu tertib serta larut ke esensi musik itu sendiri? Kita tentu nggak mau dong, melihat artis kesayangan cuma lewat televisi?.

*Ditulis oleh Denny MR, dimuat di Majalah HAI no.15/XVII, 20 April 1993.









"Tiketnya"


"The Official Metallica T-shirt Tour 1993."



Sumber

====

Dan itu telah terjadi 20 tahun yang lalu

tinggal berharap #JOKOWI kembali menghadirkan kembali #KonserMetallicaJKT
Catatan 3 Tahun lalu ketika di twitter rame hashtag #KonserMetallicaJKT

Konser Rusuh Metallica (10-11 April 93)

Dua hari yang lalu twitter rame sama bahasan konser Metallica di Jakarta yang rusuhnya ampun-ampunan waktu tahun 1993. Berawal dari tweetpic executive editor Rolling stone on-line Wendi Putranto (@wenzrawk) saat menemukan majalah Hai berheadline "Metallica Membakar Jakarta" dan dimention ke Arian 13 (@aparatmati) frontman band seringai, yang memang memiliki lagu berjudul 'membakar jakarta.' Maka secara tidak sengaja muncul memori-memori tentang konser rusuh Metallica, dan hal ini pun akhirnya menjadi sesuatu yang sifatnya viral dengan hashtag #KonserMetallicaJKT.


tiket konser


Ga heran kalo konser ini menjadi salah satu guratan dunia musik Indonesia. Bayangkan saja, konser metal yang di gelar 2 malam, dihadiri kurang lebih 100 ribu massa, 44 lagu dalam 5 jam, 1 big riot, 58 mobil dibakar, 88 orang ditangkap, 55 orang luka-luka dan mungkin juga bisa lebih banyak lagi dari yang tertera, karena udah jadi rahasia umum gimana propaganda media tercipta saat orde baru. (info by @wenzrawk)

Dari hari pertama konser metallica ini udah tercium aroma-aroma kerusuhan. Konser dengan sound 400.000 watt dan lighting 500.000 watt ini (katanya terkeren sepanjang masa untuk hitungan konser band luar di Indonesia) benar-benar menyita perhatian anak Metal saat itu. Berbagai macem anak metal dari segala penjuru datang, ga cuman Jakarta, tapi ada juga yang dari Medan, Surabaya, bahkan Bali dan ironisnya banyak juga yang datang tanpa tiket sampai akhirnya bikin rusuh.

Suasana stadion lebak bulus yang menjadi venue, benar-benar terlihat tak kondusif. Jumlah aparat yang ada tidak sebanding dengan jumlah massa yang datang. Metallica masuk tanpa terdeteksi oleh penonton dengan baik. Awalnya datang mobil L300 lengkap bersama voreijder yang akhirnya dipukul-pukul oleh penonton yang terlalu histeris Tapi mereka tertipu. Metallica datang menggunakan ambulance. Cerdas!!

Konser Metallica dibuka dengan band trash metal lokal-ROTOR, James Hethfield (frontman Metallica) sempat berkomentar. "tampaknya mereka tampil seadanya, tapi musik mereka lebih keras dari yang saya kira". Selagi ROTOR bermain di stage, keadaan di luar mulai rusuh. Aparat mulai memukuli penonton-penonton yang datang, mereka semua harus jalan jongkok untuk memasuki venue sambil mengibarkan tiket. seharga 30 ribu itu "berdiri sedikit, langsung digebok sama rotan polisi" @aparatmati.

Mobil sudah mulai ada yang dibakar, banyak juga penonton yang kabur morat-marit karena beringasnya tempat tersebut. Teriakan seperti "bakar..bakar..bakar.." mulai berubah menjadi "ampun paaak", tak lama setelah militer datang. Mereka datang dengan truck dan 2 panser yang berjalan zig-zag seolah memang ingin menabrak apa saja yang ada di depannya (via @bijiganja). Banyak penonton yang kabur ke perumahan warga sekitar, bersembunyi di gorong-gorong, sampai ada juga yang melarikan diri ke gereja. Di sana aparat masih saja memukuli seakan benar-benar mereka tak punya hati. Dan ironisnya mereka tak pandang buluh dengan penonton yang memiliki tiket maupun tidak. HAJAR!!. Alhasil untuk konser hari pertama Metallica memang sukses besar, tapi di luar juga ada kerusuhan yang tak kalah besar.

Keesokan harinya, warga sekitar menyaksikan seorang remaja tewas dibelakang gereja, tapi katanya udah dibawa oleh aparat saat subuh. (via @bijiganja) *saya rasa hal ini terbungkam*.

Konser hari kedua Metallica semakin menjadi, bukan hanya dari Metallicanya saja yang pol-polan. Tapi dari aparat juga benar-benar lebih siaga. "Radius 1 Km dari stadion Lb. bulus berjejer tank, panser, dan polisi anti huru-hara. WARZONE!" @wenzrawk. Hal ini membuat jalan menuju Lb. Bulus benar-benar dalam keadaan macet total!. Ga sedikit mereka yang memilih jalan kaki berkilo-kilo meter untuk mencapai venue, dan nyatanya penonton yang datang pun lebih membludak dari hari pertama. Lagi-lagi masih terjadi fenomena yang sama pada hari pertama, penonton di dominasi oleh mereka yang tak memiliki tiket. Crap!

Tiba-tiba di tengah konser yang sedang berjalan "braaakh!", penonton-penonton tanpa tiket itu pun dapat masuk. "Oya, sblmnya di lagu "Sad But True" spontan dr blkg masuk ribuan penonton ke kelas festival, massa gretongan, damn! #konserMetallicaJKT" @wenzrawk. Ternyata emang penonton-penonton nunggu jebolan itu udah ada dari dulu. Dan mereka adalah orang-orang yang sungguh dramatis "Ribuan massa gretongan dg penuh drama pd berpelukan, "akhirnya kita nonton Metallica", makin menyebalkan buat saya #konserMetallicaJKT" @wenzrawk.

Akhirnya konser Metallica hari kedua lebih berjalan manusiawi dibanding kejadian-kejadian di hari pertama. Tapi tetap saja karena konser ini memiliki cerita berkelanjutan meski Metallicanya telah pergi.

Setiawan Djodi si promotor yang mendatangkan Metallica melalui AIRO, sempat dipanggil Pak Harto yang sedang berkuasa saat itu. "saya dipanggil pak Harto, dia nanya "kamu bikin apa Jod di lebak bulus?, dia sih ga marah, tapi bu Tien iya..haha padahal hrs membayar ganti rugi rumah2 d PI sebanyak 5 milyar" via hasil wawancara @WalkTheCok. Saat Metallica maen di Milan, Setiawan djody juga pernah ketemu mereka di backstage, nawarin lagi buat maen di Indonesia, tapi mereka nolak! haha.

Hal ini juga pernah di bahas lewat film dokumenter berjudul "Global Metal" besutan sutradara Kanada.





VIVAMETALINDONESIA!!


METALLICA - 1993



METALLICA live in Jakarta (stadion lebak bulus)
================================================== =====
Date: 10 - 11 April 1993

Opening Act: ROTOR

Ticket Prices: Rp 30.000 - Rp 150.000

MC: Mi'ing Bagito

Promoter: Setiawan Djody (AIRO Production)

Attended by: 40.000 people

Setlist 10 April 1993
1. Ecstasy of Gold (tape)
2. Creeping Death
3. Harvester of Sorrow
4. Welcome Home (Sanitarium)
5. Sad But True
6. Wherever I May Roam
7. Of Wolf & Man
8. The Unforgiven
9. Justice Medley
10. Bass Solo
11. Guitar Solo
12. Through the Never
13. For Whom the Bell Tolls
14. Fade to Black
15. Master of Puppets
16. Seek & Destroy
17. Whiplash

Setlist 11 April 1993
1. Ecstasy of Gold (tape)
2. Creeping Death
3. Harvester of Sorrow
4. Welcome Home (Sanitarium)
5. Sad But True
6. Of Wolf & Man
7. The Unforgiven
8. Justice Medley
9. Bass Solo
10. Guitar Solo
11. Through the Never
12. For Whom the Bell Tolls
13. Fade to Black
14. Master of Puppets
15. Seek & Destroy
16. Battery
17. Nothing Else Matters
18. Wherever I May Roam
19. Last Caress
20. One

================================================== =====

Rangkuman yang laen bisa di baca di

Metallica Live in Jakarta - The Story
Metallica - Kirk Hammet Interview Jakarta 1993
#KonserMetallicaJKT
FOTO KONSER Metallica 20 Tahun Lalu!

Quote:Original Posted By katjunk
wah ulasannya mantap
tahun '93 ane masih kelas 3 SD hahaha... eh ini rencana tahun ini mau diboyong ke Indonesia lagi yah??

katanya juga Pak Jokowi baru dapet hadiah bass milik Trujillo?? haha keren... ngomong-ngomong soal bassis metallica, ane kok lebih suka sama Newsted ya dari pada Trujillo


Quote:Original Posted By manto_ok


hehehehehe... tahun segitu udah cukup tinggi,
Sepultura aja waktu konser di Surabaya tiketnya cuman 6000 rupiah, tiket kereta cuman 3400 rupiah, teh segelas cuman 100 rupiah dulu nonton ke Surabaya cuman bawa uang 16 rebu...
Sayangnya pas Metallica ndak punya kesempatan nonton, cuman bisa beli HAI KLIP nya aja, dan skrg dah raib entah kemana....


Quote:Original Posted By Marjukentang
keren gan tu waktu MetallicA dateng yak ke jakarta, ane masih kecil banget gan masih SD kali antara kelas 2 kelas 3 hahahaha. waktu ane kecil banyak konser2 keren yang nggak ane tonton waktu itu yaitu konsernya Metallica tahun 1993 sama GreenDay 1995. ane masih kecil semua itu. tahun 1995 Greenday masih NgePUNK banget tu gayanya.


Quote:Original Posted By larisabis
waah.. ane sempet dateng nih pas mereka konser.

Kebetulan waktu itu dateng krn pingin nunggu jebolan aja.. maklumlah masih umur2 ababil gan. belum mampu beli tiket.

Ane share kejadiannya (sory kalo agak panjang) :
Spoiler for Story:

Quote:Original Posted By boggieson
wah.....memory '93.... sy nonton hari ke 2 gan...jadi ga ngalamin rusuh
tp bs liat sisa2 kerusuhan malam sebelumnya.
di hari ke 2 pintu stadion sdh di buka waktu lagu ke 3 ato 4....katanya supaya yg ga punya tiket bisa masuk dan ga bikin kerusuhan spt malam sblm nya.

sialnya kita tetap kena imbas kerusuhan hari pertama....waktu pulang ga ada bus ato angkot yg lewat...kalo ada yg lewat pun pasti ngebut ...jd ga bisa dapat transport u/ balik, jadi terpaksa kita jalan bareng2 dari lebak bulus ke arah blok M (?..kalo ga salah...maklum bukan orang jakarta). bbrp jam kita harus jalan ( jalan sambil di kawal tentara.. )..... baru bisa dpt bus.
Waktu itu nginap di rumah temen di Berland.... sampai di berland pas adzan subuh.... sepatu sampe sobek...
gilaa.... puass dan capeeekk......
kayaknya tiket msh sy simpan....di cari dulu kalo ketemu di upload dimari...
smoga ada kesempatan lg nonton Metallica...

Quote:Original Posted By boggieson
Ini ticket waktu nonton Metallica di lebak bulus... sebenarnya itu u/ kelas tribun.... tp kita bisa masuk ke festival...jadi ga jauh dari stage..
bagian atas sama bawah sy potong waktu nyimpen....spy muat di album foto...

Quote:Original Posted By ametunk05
Sampai sekarang ane masih inget & terkesan banget dengan konser Metallica kala itu...

Jaman itu dibela-belain bolos sekolah sampai 5 hari (waktu itu ane masih kelas 1 SMA), kita rombongan dari Jogja berangkat rame-rame pakai kereta api Matarmaja ke Jakarta dari stasiun Lempuyangan, ada sedikit "incident" tiket belum ditangan sampai kita berangkat ke Jakarta (konon untuk menghindari pemalsuan & diissued last minute menjelang konser), dulu kita pesen tiketnya rame-rame di sebuah rumah di jalan garuda, gejayan jogja. Sampai Jakarta kita ditampung di asrama haji pondok gede. Tapi akhirnya lega juga karena tiket ditangan paginya sebelum konser dan ane sampai beli tiket untuk 2 hari tersebut tanggal 10 & 11, saking gak mau melewatkan setiap detik konser Metallica!!! Dan juga ane beli kaos-kaos Metallica untuk nonton konser di Aldiron Plaza (Blok M), sekarang sudah almarhum berganti Blok M Square.

Sound system untuk jamannya bener-bener edun & canggih banget!!! Apalagi pas lagu ONE, suara helikopter bener-bener "nyata" sehingga sebagian besar para penonton pada liat keatas "mencari-cari" helikopternya

Untuk kerusuhan, itu ulah para "metal kampung" alias semacam bonek, yang mau nonton band kelas dunia tapi gak modal. Ane aja bela-belain kumpulin duit jajan supaya bisa beli tiket dsb, kebetulan dulu langganan majalah Hai juga jadi bisa tahu informasi konser jauh-jauh hari. Kita yang di dalam gak tahu ada kerusuhan di luar, tahunya ketika layar widescreen yang disamping "menyiarkan" tayangan api yang sedang membakar mobil. Akibat dari kerusuhan itu, kita penonton resmi kena imbasnya, mau pulang susah amat, taxi gak ada yang mau & transportasi juga susah, banyak mobil-mobil yg diparkir di Lebak Bulus pada rusak & dijarah tapenya.

Kalau Metallica datang lagi ke Jakarta, ane 1000% bakal nonton lagi, nostalgia masa remaja

AND METALLICA FOR ALL...
Quote:Original Posted By ametunk05


Jaman itu 1 USD = Rp 2000,-
Dan 1 bungkus Marlboro masih Rp 1500

Rp 30.000 = Tribun belakang
Rp 45.000 = Festival
Kalau gak salah yang Tribun Utama (samping panggung) Rp 100.000 - 150.000

Quote:Original Posted By dr love
Ikutan share pengalamn nonton Metallica juga gan..ane nonton yang hari 1, berangkat dari rumah di cipete ke lebak bulus pake mobil, jalan udh padet banget banyak truk2 isinya anak2 metal mo nonton, ( pas rusuh 98, keinget lagi situasinya mirip ...)..turun di ujung lebak bulus ( sekrg carrefour lbk bulus)...tentara udh ngehadang..ane berdua sodara , dia malah kena pukul ....setelah susah payah..akhirnya bisa masuk ke tribun kiri panggung ...itu juga nonton nya nempel di pagarnya supaya bisa liat, akhirnya semua yg disitu gelantungan spy bisa dpt spot bagus..dan emang konser nya keren bgt...setelah selese.pulangnya jalan kaki ke RSPI, nunggu dijemput..karena jalan kosong melompong nga ada bus,taxi,bajaj ....
ane inget sebelum jalan ditanya ortu.." ati-ati kamu kalo disana ntar rusuh"..ane jawab " tenang kok..kemaren pas nonton MCHammer aman2 aja.....wakakakak....
moga2 bisa nonton kl metallica kesini lagi ...:P
Quote:Original Posted By MilanUltras
Iya jangan kayak dulu, masa promotor nurunin ormas FK*PI (ormas anak kolong) yg bawa2 pentungan gagang pacul mukulin siape aje yg diliat, gw sampe manjat pager gereja masuk sampe lt 2 gereja di seberang stadion supaya gak kena hajar, belom lagi segala benda beterbangan.

Penyebab rusuh dulu karena Promotornya katrok, gw ada di TKP dari siang dari masih kondusip sampe rusuh. Penyebabnya : Band sekelas Metallica digelar di Lebak Bulus, udah tau stadionnya ada di pinggir jalan & pelataran stadion kecil, pintu masuk belom di buka2 padahal ntu anak metal udah ngerubung sampe ke jalan. Otomatis jalan jadi tertutup total, eh bukannya pintu stadion dibuka supaya pade masup, ini malah plokis same ormas bertindak represip mukul2in massa metal yg ngerubung di jalan depan stadion. Massa metal ngelawan jadi deh rusuh seperti nyang kita tau sampe ke PI rusuhnya... Mudah2an ini taon kagak kayak 20 taon yg lalu.... METALLICA....jreng...jreng
Quote:Original Posted By alexpoerwady
Jadi inget perjuangan waktu mau nonton...

Naik Bis Koantas bima dari slipi, pas sampe pondol indak mall jalan diblokir efek dari kejadian hari pertama, Alhasil jalan kaki sampe stadion lebak bulus.
Setiap ketemu TNI/Polri ditanyain punya tiket apa engga.
sampe stadion lebak bulus diperiksain lagi
Masuk ke tribun (ane punya tiket kelas 2), sekitar 30 menit mau mulai ane keluar dari tribun dan minta tolong sama TNI kalo ane mau pindah ke Festival, untungnya mereka ngasih dan gw bisa maju ke depan panggung.
Puas nyanyi sama head banging sktr 2,5 jam.

Pulangnya.... ga ada kendaraan umum yang lewat akhirnya jalan kaki lagi dari stadion lebak bulus sampe pasar kebayoran lama....


mantep gan ulasannya, sayang ane masih sd waktu itu ga punya nyali dateng ke konser band sekelas metallica
Mantap nih ada trit metal militia......
seru banget, sayang tahun segitu ane belum lahir
Mudah-mudahan mereka jadi dateng dan mudah-mudahan ngga ada kerusuhan...
Mudah-mudahan juga tiketnya ga mahal hehehe
wuih cadass nih ..
dah 20 taun yg lalu dan waktu itu ane baru TK..
wkwkwkwk
mantap neh
numpang duduk2 sambil baca2 yak
di film global metal ada tuh gan pas konsernya.. kpn y bisa kesini lg
mantep
tapi ane belom lahir taunn segitu
busett itu tahun ane baru lahirr gann... tiket nya murah banget (untuk jaman sekarang ya )
Metallica, Favoritenya Kakak Ane Nih...
gua gak terima, pokoknya bawa metallica ke Indonesia
ane kasih waktu sampai 2 bulan sebelum terjadi hal yg tidak diinginkan
konser ini masuk loh di film dokumenter metal judulnya Global Metal karya Sam Dunn, tapi ane kira anak metal sekarang udah dewasa gan, buktinya di kota ane Bandung aman tuh, panitia sekarang lebih profesional, lebih baik, udah mateng lah, buktinya konser metal band lokal dan luar aman ga pernah rusuh
Keep Metal Smoki'n Engine
wuih tiketnya cuma 30.000 doang yak
LAMA BENER GAN 1993, DAH KEBURU JADI AGER