KASKUS

Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional

Spoiler for no repsol:


Quote:Tulisan ini murni hasil copas dari sini dengan tambahan yang saya ambil dari berbagai sumber.


Ki Hajar Dewantara


Quote:Tiga puluh enam tahun yang lalu, tepatnya tahun 1976, saya memulai sekolah di Taman Muda ( Sekolah SD di Tamansiswa), 5 tahun setelah itu masuk di Taman Dewasa ( Sekolah SMP di Tamansiswa) . Tahun 1988 saya mulai menjadi guru di Taman Dewasa ( SMP Tamansiswa ) Cibadak sampai dengan tahun 2005.
Sejak itu saya diangkat jadi PNS dan sekarang mengajar di SMP Negeri 3 Cibadak. Sebuah perjalanan pendidikan yang tak bisa di lepaskan dari sosok seorang Soewardi Suryaningrat ( lebih terkenal dengan nama Ki Hajar Dewantara), Bapak Pendidikan kita semua, yang tanggal kelahirannya, 2 Mei di peringati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Ki Hajar Dewantara terkenal dengan ajarannya Sistem Among ( Tutwuri handayani, Ing Madya mangun karsa, Ing ngarsa sung tulada) di Tamansiswa, ialah suatu sistem pendidikan yang berjiwa kekeluargaan dan bersendikan 1) Kodrat Alam, sebagai syarat untuk mencapai kemajuan dengan secepatcepatnya dan sebaik-baiknya; 2) Kemerdekaan, sebagai syarat untuk menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir batin anak, agar dapat memiliki pribadi yang kuat dan dapat berpikir serta bertindak merdeka. Sistem tersebut menurut cara berlakunya, juga disebut sistem Tut wuri Handayani.

Apa yang terjadi sekarang ini? Dunia pendidikan di hebohkan dengan tawuran antar pelajar mulai dari anak-anak SMP, SMA/SMK sampai perguruan tinggi, hampir setiap hari menghiasi surat kabar dan Televisi. Para guru rame mencari metode dan model pengajaran yang relevan dengan era dan jaman yang serba digital. Mereka lupa, bahwa kita punya seorang pahlawan pendidikan yang harus nya jadi tauladan dan panutan para siswa dan pendidik di negeri ini. Kita kehilangan karakter dan kepribadian bangsa. Erosi sikap dan perilaku sudah menjalar di setiap aktifitas para siswa dan guru.

Kilas balik Sang Pahlawan Pendidikan Nasional kita. Beliau di lahirkan pada tanggal 2 Mei 1889. Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah sistem Among yang terdiri dari tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan). Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 28 April 1959 dan dimakamkan di Yogyakarta.


Quote:Kiprah dan perjuangan beliau patut jadi panutan dan motivasi buat kita. Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi .

Beliau mendirikan Perguruan Tamansiswa pada tahun 1922, dimana pendidikan Tamansiswa berciri khas Pancadarma, yaitu 1) Kodrat Alam; 2) Kemerdekaan; 3) Kebudayaan; 4) Kebangsaan; 5) Kemanusian, yang berdasarkan Pancasila.

Buah pikiran beliau tersimpan di Museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta (di Pusat Perguruan Tamansiswa Yogyakarta). Museum ini di bangun untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional. Apakah kita pernah kesana? Tak sedikit diantara kita yang belum pernah ataupun tak tahu sama sekali. Inilah kondisi kita sekarang ini.


Quote:“JAS MERAH” JAngan Sekali-kali MElupakan sejaRAH . Ya…inilah seharusnya selaku warga dari bangsa yang besar jangan sekali-kali melupan sejarah. Kita bisa hidup nyaman, mencari ilmu setinggi-tingginya, berekspresi di manapun, salah satunya di kompasiana ini, tentu salah satunya adalah berkat jasa Beliau, sang Pahlawan Pendidikan Nusantara kita yang mulai di lupakan.

” Ki Hajar Dewantara” pantas rasanya kita kedepankan di era sekarang ini. Era yang serba syarat konflik. penuh dengan demo-demo, kreatifitas yang kebablasan, karakter bangsa yang mulai luntur, kepribadian yang semakin sirna dari akhlaqurkarimah, dan ego yang tinggi untuk menyelesaikam masalah semau dan seenaknya tanpa memikirkan orang lain.

Prihatin rasanya kita sebagai bangsa yang besar, yang pahlawan kebangsaannya cukup disegani di seluruh dunia, tapi mulai melupakan para pahlawannya begitu saja hanya karena memikirkan sesuatu yang tak jelas.

Pahlawan Nusantara ini lah yang menurut saya yang perlu di kedapankan dengan alasan :

1) Saya di ajari, didik dan di latih di Tamansiswa, setidaknya paham dan mengetahui bagaimana ajaran-ajaran Ki Hajar Dewantara yang masih relevan dan tak usang di makan waktu, seperti sistem Among ( Tutwuri Handayani, Ing Madya Mangun Karsa, Ing Ngarso Sung Tulodo) yang di gunakan untuk mengajar, mendidik, dan melatih para siswa.

2) Ajaran beliau tentang budi pekerti setidaknya diperlukan sekali di jaman dan era tawuran di kalangan pelajar sekarang ini.

3) Perguruan Tamansiswa menyebut gurunya dengan Pamong, yang berarti harus ngemong dan mengawasi peserta didik setidaknya selama 24 jam, sehingga peserta didik akan terawasi dan terjaga dari hal-hal yang negatif

4) Beliau ( Ki Hajat Dewantara) adalah tokoh kebangsaan yang sepak terjangnya dalam dunia pendidikan di akui secara nasional dan internasional.

5) Jiwa jurnalis, wartawan, aktif di organisasi sosial dan politik, serta jiwa kebangsaannya tak perlu di ragukan lagi. Dengan tulisannya “Seandainya Aku Seorang Belanda” (judul asli: “Als ik een Nederlander was”) yang isinya cukup pedas sekali di kalangan Hindia Belanda pada waktu itu.

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya”.

6) Jika kita mau menggali dan berjiwa kebangsaan, guru profesional itu sebenarnya adalah guru yang menjalankan ajaran Ki Hajar Dewantara. Ki Hadjar Dewantara merangkum konsep yang dikenal dengan istilah Among Methode atau sistem among. AMONG mempunyai pengertian menjaga, membina dan mendidik anak dengan kasih sayang. Pelaksana “among” (momong) disebut PAMONG, yang mempunyai kepandaian dan pengalaman lebih dari yang diamong. Guru atau dosen di Tamansiswa disebut pamong yang bertugas mendidik dan mengajar anak sepanjang waktu. Tujuan sistem among membangun anak didik menjadi manusia beriman dan bertakwa, merdeka lahir batin, budi pekerti luhur, cerdas dan berketrampilan, serta sehat jasmani rohani agar menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab atas kesejahteraan tanah air serta manusia pada umumnya.

Sistem among mengharamkan hukuman disiplin dengan paksaan/kekerasan karena itu akan menghilangkan jiwa merdeka anak. Kini orang banyak melihat tayangan kekerasan, misalnya saja film anak “Tom & Jery” yang melaksanakan hukuman kepada sesama dengan meledakkan dinamit. Hal ini tidak sesuai dengan pendidikan anak bila kita ingat sifat kodrati anak “nonton, niteni, niroke”. Sinetron tertentu ada yang dengan lugas melampiaskan kekerasan dan dendam. Sebaiknya orang tua mencermati, mengarahkan dan memilih tayangan TV di rumahnya. Sistem Among dilaksanakan secara “tut wuri handayani” dimana kita dapat “menemukenali” anak, bila perlu perilaku anak boleh dikoreksi (handayani) namun tetap dilaksanakan dengan kasih sayang. (sumber: www.tamansiswa.org)

7) Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para Pahlawannya. Kenapa kita tidak menghargai Ki Hajar Dewantara bapak pendidikan Nasional kita mulai sekarang ini ?

Demikian, Pahlawan Nusantara buat daerahku berdasarkan pemikiran dan realita yang ada sekarang ini !


Quote:
Spoiler for Biodata:


BIOGRAFI
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan Ki Hadjar Dewantara adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

Ki Hadjar Dewantara lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ki Hajar Dewantara dibesarkan di lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, Ki Hadjar Dewantara tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya.

Hal ini dimaksudkan supaya Ki Hadjar Dewantara dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya. Ki Hadjar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) dan kemudian melanjutkan sekolahnya ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) tapi lantaran sakit, sekolahnya tersebut tidak bisa dia selesaikan.

Ki Hadjar Dewantara kemudian bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, Ki Hadjar Dewantara dikenal penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.

Selain bekerja sebagai seorang wartawan muda, Ki Hadjar Dewantara juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, Ki Hadjar Dewantara aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo yang nantinya akan dikenal sebagai Tiga Serangkai, Ki Hadjar Dewantara mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.

Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913 karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalism dan kesatuan rakyat untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.

Semangatnya tidak berhenti sampai sini. Pada bulan November 1913, Ki Hadjar Dewantara membentuk Komite Bumipoetra yang bertujuan untuk melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda. Salah satunya adalah dengan menerbitkan tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga) di mana kedua tulisan tersebut menjadi tulisan terkenal hingga saat ini. Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker.

Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman pengasingan terhadap Ki Hadjar Dewantara. Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo yang merasa rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil menerbitkan tulisan yang bernada membela Ki Hadjar Dewantara. Mengetahui hal ini, Belanda pun memutuskan untuk menjatuhi hukuman pengasingan bagi keduanya. Douwes Dekker dibuang di Kupang sedangkan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda.

Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa mempelajari banyak hal dari pada di daerah terpencil. Akhirnya mereka diizinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman. Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga Ki Hadjar Dewantara berhasil memperoleh Europeesche Akte. Pada tahun 1918, Ki Hadjar Dewantara kembali ke tanah air.

Di tanah air Ki Hadjar Dewantara semakin mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan. Bersama rekan-rekan seperjuangannya, dia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional yang diberi nama Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa (Perguruan Nasional Taman Siswa) pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932.

Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu kemudian dicabut. Selama mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia. Kegiatan menulisnya ini terus berlangsung hingga zaman Pendudukan Jepang.

Saat Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943, Ki Hajar ditunjuk untuk menjadi salah seorang pimpinan bersama Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta dan K.H. Mas Mansur. Setelah kemerdekaan Indonesia berhasil direbut dari tangan penjajah dan stabilitas pemerintahan sudah terbentuk.

Ki Hadjar Dewantara dipercaya oleh presiden Soekarno untuk menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Melalui jabatannya ini, Ki Hadjar Dewantara semakin leluasa untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pada tahun 1957, Ki Hadjar Dewantara mendapatkan gelar Doktor Honori Klausa dari Universitas Gajah Mada.

Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu, tepatnya pada tanggal 28 April 1959 Ki Hadjar Dewantara meninggal dunia di Yogyakarta dan dimakamkan di sana. Kini, nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959.

Ajarannya yakni tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan) akan selalu menjadi dasar pendidikan di Indonesia. Untuk mengenang jasa-jasa Ki Hadjar Dewantara pihak penerus perguruan Taman Siswa mendirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara.

Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Taman Siswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional.

Source

Video Ki Hajar Dewantoro
Spoiler for Video:




cocok buat jd HT nih gan
Quote:Original Posted By kudajingkrakan

cocok buat jd HT nih gan


amin gan..
wew thread bagus ini... nice gan...
Quote:Original Posted By IrwanMenyenk
wew thread bagus ini... nice gan...


makasih gan..
semoga jadi HT ya gan...

selamat hari pendidikan nasional..
Wah..selamat hardiknas..
selama hari pendidikan nasional. Lakukan yang terbaik untuk bangsa ini.
wuih, ini pahlawan pendidikan kita, yg selalu ada di buku pelajaran ane dulu.


Mampir gan...
Quote:[Berita Keren] Main Game Fruit Ninja Cukup Dengan Gerakan Bola Mata
20 Trik Aman Mengendara di Jalan Raya
6 Cara Melawan Usia yang Makin Tua
Wanita Lebih Baik Tanpa Bra
Macam-macam Habbatussauda
guru sudah mulai membaik kesejahteraannya. smoga ki hajar juga tersenyum

pendidikan nasional...ki hajar dewantara...kasian nasib almarhum..saat ini pendidikan negeri ini carut marut karena kesalahan kita juga"salah dalam memilih pemimpin"


BACA INI GAn...contoh kecil:
Quote:JAKARTA - Banyak bukti menunjukkan masih minimnya kualitas pendidikan di Indonesia. Dari segi fasilitas, tercatat masih ratusan ribu sekolah rusak di penjuru Nusantara. Dari segi sistem, pemerintah masih mencari kurikulum yang paling ideal untuk diterapkan. Belum lagi rendahnya mutu guru di Tanah Air dan persebarannya yang tidak merata, ikut memperburuk kondisi pendidikan Indonesia. Ironis, padahal Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi nomor tiga tertinggi di Asia.

Potret negatif pendidikan Tanah Air tersebut tidak luput dari kacamata dunia. Al-Jazeera, salah satu stasiun televisi berita dari Qatar, memotret buramnya dunia pendidikan Indonesia dalam reportase khusus 101 East. Seperti dilansir Al-Jazeera, Rabu (27/2/2013), reportase tersebut menyelidiki mengapa sistem pendidikan di Indonesia merupakan salah satu yang buruk di dunia.

Liputan Al-Jazeera dititikberatkan pada cerita salah satu Pengajar Muda dari program Indonesia Mengajar besutan Anies Baswedan. Sarjana Teknik berusia 23 tahun ini meninggalkan kemewahan Jakarta untuk mengajar di daerah Tambora, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelum diberangkatkan ke daerah Terluar, Terdepan, Tertinggal (3T) di seluruh Indonesia, para Pengajar Muda dibekali latihan bertahan hidup ala militer.

Al Jazeera menyebut, belum lama ini Indonesia berada pada peringkat akhir dalam pemeringkatan taraf pendidikan yang menghitung tingkat literasi, hasil ujian, tingkat kelulusan dan parameter kunci lainnya dari 50 negara. Selain itu, hanya sepertiga dari 57 juta anak usia sekolah di Indonesia yang menyelesaikan jenjang pendidikan dasar. Minimnya kondisi pendidikan di Indonesia juga diperparah dengan rendahnya mutu pengajar dan wabah korupsi di berbagai bidang.

Para praktisi dan pengamat pendidikan menilai, sistem pendidikan Indpnesia lebih menekankan pendidikan menghafal ketimbang berpikir kreatif. Budaya pengajaran satu arah, pendekatan kaku dalam pendidikan keagamaan, serta minimnya tugas membaca diidentifikasi sebagai persoalan-persoalan utama.

Para pakar pendidikan Indonesia menyatakan bahwa setengah dari jumlah guru di Tanah Air tidak memiliki kualifikasi yang layak untuk mengajar dan 20 persen dari jumlah guru yang ada sering kali tidak menunaikan kewajiban mereka sebagai pengajar. Selain itu, banyak guru di sekolah negeri bekerja di luar sekolah untuk menambah penghasilan.

Korupsi juga merajalela di sekolah dan perguruan tinggi. Banyak orangtua terpaksa menyuap sekolah agar anak-anak mereka lulus tes masuk, atau membayar fasilitas yang seharusnya disediakan oleh negara. Indonesian Corruption Watch (ICW) mengklaim, hanya sedikit sekolah Indonesia yang bersih dari korupsi, dengan 40 persen biaya operasional sekolah yang seharusnya menjadi jatah mereka "disunat" sebelum sampai ke ruang kelas.

Sementara itu, jutaan dolar bantuan pendidikan digelontorkan berbagai negara asing untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia. Angka ini tidak sebanding dengan jumlah yang dikeluarkan pemerintah Indonesia untuk pendidikan dari APBN. Beberapa observer internasional juga mempertanyakan mengapa Indonesia masih mengandalkan pendanaan luar untuk pembangunan sekolah mengingat status Indonesia dari Bank Dunia sebagai negara dengan penghasilan menengah.

Merespons berbagai kritik tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan kurikulum baru sebagai usaha menyederhanakan pendidikan, mengurangi angka putus sekolah, dan menciptakan lebih banyak doktor. Salah satu kontroversi yang bergulir seputar kurikulum baru ini adalah pengurangan jumlah belajar pendidikan sains, geografi dan bahasa Inggris di sekolah dasar, serta meningkatkan jumlah pendidikan nasionalisme dan patriotik.

Banyak pendidik mempertimbangkan kondisi ini dapat mendorong Indonesia kembali ke "zaman batu" di era globalisasi. Mereka berpendapat, usia dini adalah saatnya memberikan berbagai formula pendidikan yang merangsang kemampuan berpikir anak-anak, terutama mengingat tingginya angka putus sekolah usai jenjang sekolah dasar ini.

Tetapi pemerintah membela diri dengan menyatakan bahwa perubahan kurikulum akan menyederhanakan sistem sekolah yang dikritik karena membebankan terlalu banyak subjek pelajaran kepada para siswa
.
Selamat hari pendidikan nasional
Selamat Hari Pendidikan Nasional
Selamat hari pendidikan.nasional
Majulah pendidikan nasional
SELAMAT HARI PENDIDIKAN ,SELAMAT BERKARYA ANAK BANGSA,SELAMAT BERKORUPSI PARA PEJABAT NEGARA"...lah wong dana pendidikan buat SDM anak bangsa ko di"sunat"

LAgiiiiiii:

Quote:Setelah setahun lebih Satuan Reserse Kriminal-Satreskrim Polres Bogor melakukan penyidikan kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah-BOS Kementrian Agama Kabupaten Bogor, akhirnya kasus tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Cibinong, Rabu (20/2/2013).

Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong Mia Amiati menjelaskan berkas perkara itu sudah diperbaiki, dari pertama kali dilimpahkan penyidik polisi sampai memperhatikan petunjuk dari Jaksa agar nanti tidak lemah dalam proses penuntutan dalam sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung.

“Kita sudah terima berkas P 21 dari polisi jadi kita naikan jadi tahap 2 penyidikan,” jelasnya.

Seperti diberitakan, kasus perkara korupsi dari tahun anggaran 2006 diketahui pada tahun 2011 setelah diaudit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Jawa Barat yang menyatakan ada kerugian negara sebesar 482 juta. Kasus bermula adanya siswa penerima BOS Fiktif di Pondok Pesantren At – Taqwa di Kp. Palakaden RT. 01/05 Desa Cibalung Kec. Cijeruk Kabupaten Bogor.

Menurut Mia Amiati dari kasus itu sudah ditetapkan tiga tersangka atas nama Rachmat Dakim, Achmad Mudofir, Santoso dan Karan Saleh. Selanjutnya Kejaksaan menetapkan ketiganya sebagai Tahanan Kota, karena sebagian besar sudah berusia lanjut dan sakit – sakitan, meski demikian mereka wajib lapor ke Kejaksaan 2 kali seminggu.

“Ketiga tersangka itu kita kenakana tahanan kota, dengan wajib lapor 2 kali seminggu, karena usia mereka sudah tua, sakit – sakitan,” ungkapnya.

Kepada ketiga tersangka sudah dikenakan pasal 2 ayat (1) Jo pasal 9 UU RI No. 20 tahun 2001 tentang tindak pidana Korupsi karena bersama – sama bersekongkol melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara.
Selamat hari pendidikan nasional
PENDIDIKAN BURUK,KARENA SISTEMNYA BURUK


lagi;

Quote:

wajah Buruk Pendidikan di Indonesia


Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting untuk perkembangan suatu negara. Dengan pendidikan diharapkan agar bisa menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya akan meneruskan dan memajukan suatu negara. Kita tahu Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam, namun semua itu akan sia-sia apabila sumber daya manusia yang dimiliki tidak bisa memanfaatkan sumber daya alam yang sudah ada itu. Pembentukan atau penciptaan sumber daya manusia yang bermutu tergantung pada sistem dan penerapan pendidikan. Di Indonesia masih banyak masalah masalah mengenai pendidikan ini yang sampai sekarang masih belum bisa diselesaikan, rendahnya mutu pendidikan di Indonesia menjadi masalah utama yang harus cepat diatasi. Berikut masalah pendidikan yang ada di Indonesia berserta solusinya.

Rendahnya sarana dan pra sarana pendidikan di Indonesia. Sekarang ini masih banyak sekali kasus sekolah-sekolah yang tidak layak pakai, atap sekolah yang mau roboh, dinding sekolah yang sudah retak dan hal ini sangat ironis bila melihat anggaran pendidikan yang ada di Indonesia sekarang ini (20% dari APBN). Permasalahan yang lebih ringan lainya adalah ketersediaan alat-alat dan sarana yang mendukung pendidikan seperti perpustakaan sekolah, laboratorium sekolah dan ruang kelas yang cukup. Masalah-masalah seperti ini tidak hanya terjadi di daerah-daerah pedesaan dan terpencil saja, namun juga ada di kota besar. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan megahnya gedung DPR, gedung Walikota atau gedung pemerintahan lainyaa. Sehingga hal tersebut menjadi bukti kurangnya perhatian pemerintah pada pemerataan pendidikan di indonesia.

Mahalnya biaya pendidikan ini adalah masalah utama di dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang bermutu itu mahal, mungkin seperti itulah yang terjadi sekarang ini, biaya pendidikan dari TK sampai dengan jenjang perkuliahan dirasakan masih mahal. Banyak anak sekolah yang putus sekolah karena mahalnya biaya pendidikan yang harus mereka bayar untuk bisa mengenyam di dunia pendidikan. Sedikitnya setengah juta anak usia sekolah dasar (SD) dan 200 ribu anak usia sekolah menengah pertama (SMP) tidak dapat melanjutkan pendidikan. Padahal anggaran pendidikan dari pemerintah terbilang banyak, namun masih belum bisa menyelesaikan masalah ini. Bahkan progam BOS dari pemerintah masih belum bisa berjalan dengan baik. Dan masih ada juga sekolah yang memungut biaya pendidikan kepada para siswa. Sehingga hal tersebut menimbulkan protes bagi orang tua siswa, mereka berfikir karena udah ada BOS masih dipungut uang pembayaran.

Saat ini tidak semua daerah di Indonesia memiliki gedung sekolah, pengajar dan sarana pendidikan yang sama, sama disini maksudnya adalah dari segi kualitas dan kuantitasnya. Bagi sebagian orang pendidikan merupakan hal yang biasa, namun berbeda dengan orang-orang yang tinggal di daerah terpencil di Indonesia, pendididkan merupakan kebutuhan yang mewah dan sangat berharga. Hal ini dikarenakan, untuk mencukupi atau bisa mengenyam pendidikan di perlukan biaya yang mahal karena di daerah tersebut sekolah masih sedikit atau jarang. Hal ini karena sistem yang ada di Indonesia memfokuskan pendidikan di wilayah-wilayah yang potensial saja yang kemudian mengakibatkan kesenjangan di dalam pendidikan itu sendiri.

Masih rendahnya kesejahteraan guru juga menjadi permasalahan, karena salah satu bagian penting yang berperan dalam kemajuan pendidikan adalah guru. Kesejahteraan guru berdampak pada mutu pengajaran yang ada. Sekarang ini masih banyak guru yang dibayar dengan upah yang kurang layak, meskipun banyak anggapan profesi guru merupakan profesi yang enak. Karena adanya sertifikasi yang diberikan pada para guru sekarang ini, namun masih banyak juga guru di Indonesia yang masih menerima gaji yang tidak sesuai, apalagi guru honorer dan guru bantu. Hal ini mengakibatkan para guru tersebut menjalani profesi sampingan seperti member les pada sore hari, mengajar di sekolah lain, pedagang buku/LKS dan sebagainya.
selaat hardiknas
tetep semangat walau merayakannya di tempat prakerin
×