KASKUS

Nih gan, Cara Menghitung Pajak Tanah yang Anda Beli...!!





Quote:Pada saat melakukan jual-beli tanah dan bangunan, baik pembeli maupun penjual tentu akan dikenakan pajak. Penjual akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) atas uang pembayaran harga tanah yang diterimanya, sedangkan Anda, misalnya, sebagai pembeli akan dikenakan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atas perolehan hak atas tanahnya. Nah, sudah tahu cara menghitungnya?

Perlu diketahui, BPHTB dikenakan bukan hanya pada saat terjadinya jual-beli tanah, melainkan juga terhadap setiap perolehan hak atas tanah dan bangunan, seperti tukar-menukar, hibah, waris, pemasukan tanah ke dalam perseroan, dan lain-lainnya. Pada transaksi jual-beli tanah, yang menjadi subjek pajak BPHTB adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan bangunan itu, yaitu pembeli.

Dalam rangka pembayaran BPHTB oleh Anda sebagai pembeli, dasar pengenaan BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP). NPOP dalam jual beli tanah ini adalah harga transaksi. Ini jelas berbeda, misalnya, dengan tukar menukar, hibah atau warisan, yang dasar NPOP-nya menggunakan nilai pasar (Nilai Jual Objek Pajak/NJOP).

Nilai Perolehan Obyek Pajak atau harga transaksi bisa lebih besar atau bisa juga lebih kecil dari Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP), tergantung dari kesepakatan penjual dan pembeli. Terkadang, harga transaksi itu bisa juga sama dengan nilai NJOP.

Namun, apabila harga transaksi lebih kecil dari NJOP, maka yang menjadi dasar penentuan NPOP adalah nilai NJOP. Sebaliknya, jika harga transaksi lebih besar dari NJOP, maka nilai penentuan NPOP berdasarkan harga transaksi tersebut, yaitu nilai paling tinggi di antara NPOP dan NJOP.

NPOPTKP

Selain NPOP dan NJOP, faktor lain perlu Anda perhatikan dalam menentukan besarnya BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). NPOPTKP adalah nilai pengurangan NPOP sebelum dikenakan tarif BPHTB.

Contohnya? Jika harga transaksi tanah Rp 100.000.000, maka sebelum harga transaksi tersebut dikenakan tarif BPHTB (5 persen), terlebih dahulu harga transaksi itu dikurangi NPOPTKP. Misalnya. dikurangi NPOPTKP sebesar Rp 80.000.000 untuk daerah DKI Jakarta. Hal ini akan membuat nilai pajak pembeli lebih kecil dibandingkan nilai pajak penjual, karena penjual tidak dikenakan NPOPTKP.

Contoh menghitung BPHTB

Tentunya, setiap daerah memiliki penetapan NPOPTKP berbeda-beda, tergantung peraturan daerah tersebut. Untuk wilayah DKI Jakarta misalnya, NPOPTKP ditetapkan sebesar Rp 80.000.000 untuk transaksi jual beli tanah dan Rp 350.000.000 untuk perolehan hak karena waris atau hibah wasiat diterima orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah.

Anda membeli tanah milik si A dengan nilai jual beli sebesar Rp 200.000.000. Maka, pajak penjual dan pajak pembeli adalah sebagai berikut:

Pajak Pembeli (BPHTB)

NPOP: Rp 200.000.000
NPOPTKP: Rp 80.000.000
NPOP Kena Pajak : Rp 120.000.000
BPHTB: : 5 % x Rp 120.000.000 = Rp 6.000.000
Pajak Penjual (PPh)

NPOP: Rp 200.000.000
NPOP Kena Pajak: Rp 200.000.000
PPh: 5% x Rp 200.000.000 = Rp 10.000.000




sumber : http://properti.kompas.com/read/2013...campaign=Kknwp



semoga bermanfaat infonya gan...
iya saya sudah hapal betul dengan itungan seperti itu...
itu kalau tanah bangunan di jual ....
agan TS tau ngga kalau tanah bangunan itu di hibahkan/waris?...
semakin edyaaaaan perhitungaannya[cuma untuk di solo,krn daerah lain beda aturannya]...
faktornya banyak banget...
dari mulai setifikat yg harus di perbaharui dan ongkos ngecap lurah camat ...an masih banyak lagi biaya yg harus di keluarkan...
intinya..pajak dan birokrasi itu adalah kutu busuk..yg menyedot darah yg punya tempat,.......tanpa mendapatkan faedah dari pajak yg di berikan ke negara...
Quote:Original Posted By 0ralucu
iya saya sudah hapal betul dengan itungan seperti itu...
itu kalau tanah bangunan di jual ....
agan TS tau ngga kalau tanah bangunan itu di hibahkan/waris?...
semakin edyaaaaan perhitungaannya[cuma untuk di solo,krn daerah lain beda aturannya]...
faktornya banyak banget...
dari mulai setifikat yg harus di perbaharui dan ongkos ngecap lurah camat ...an masih banyak lagi biaya yg harus di keluarkan...
intinya..pajak dan birokrasi itu adalah kutu busuk..yg menyedot darah yg punya tempat,.......tanpa mendapatkan faedah dari pajak yg di berikan ke negara...


iya gan itu juga masih ane alami skrg udh hampir 6bln ane ngurus balik waris pecah serfikat juga blm kelar2
Quote:Original Posted By kucingtidok
iya gan itu juga masih ane alami skrg udh hampir 6bln ane ngurus balik waris pecah serfikat juga blm kelar2


lokasi mana gan...
kalau di solo bakal lebih mahal 400% ongkos/biaya/pajaknya dari daerah lain.,....
kalau di luar solo sih cuma ribet birokrasinya...ongkosnya sih lumayan jg...
semoga cepet kelar ya gan...eh gan kenapa ngga sekalian aja suruh urus sama notarisnya ?
kalau pengen cepet bisa kok...ada biaya "percepatan"
ilustrasi rumah nya keyeen gan
Quote:Original Posted By 0ralucu


lokasi mana gan...
kalau di solo bakal lebih mahal 400% ongkos/biaya/pajaknya dari daerah lain.,....
kalau di luar solo sih cuma ribet birokrasinya...ongkosnya sih lumayan jg...
semoga cepet kelar ya gan...eh gan kenapa ngga sekalian aja suruh urus sama notarisnya ?
kalau pengen cepet bisa kok...ada biaya "percepatan"


pengalaman ane mbah, kl daerah sukoharjo, klaten, karanganyar emang mbulet tp kl daerah solo, sragen, boyolali kyke lebih enak. kmrn smpt ngurus di beberapa tempat yg PBBnya belum depegang pemda malah lebih cepet. kl yg uda dipegang pemda malah lebih panjang birokrasinya
paling aman sih make notaris yg uda dikenal dan jgn lp sering2 dipantau soale notaris byk jg yg gak bener
buat TS kl gak salah skrg tarip masing2 daerah yg PBBnya uda dialihkan bs beda2 (PBB ini untuk ngitung NPOPnya), termasuk untuk NJOPTKPnya. oya satu lagi kl kita jd penjual kyke ada batas tertentu kita bakal kena pajak penghasilan. nunggu pencerahan dari yg ngerti pajak dl
wow pajaknya maut jg
jadi ibaratnya jika kita menerima warisan sama dengan mendapat undian berhadiah (pajak ditanggung pemenang) ya gan?
thanks buat info nya gan .. buat nambah2 ilmu property
Quote:Original Posted By 0ralucu
iya saya sudah hapal betul dengan itungan seperti itu...
itu kalau tanah bangunan di jual ....
agan TS tau ngga kalau tanah bangunan itu di hibahkan/waris?...
semakin edyaaaaan perhitungaannya[cuma untuk di solo,krn daerah lain beda aturannya]...
faktornya banyak banget...
dari mulai setifikat yg harus di perbaharui dan ongkos ngecap lurah camat ...an masih banyak lagi biaya yg harus di keluarkan...
intinya..pajak dan birokrasi itu adalah kutu busuk..yg menyedot darah yg punya tempat,.......tanpa mendapatkan faedah dari pajak yg di berikan ke negara...

sama gan ngurus tanah warisan di tangsel pajaknya sama saja dengan jual beli
Quote:Original Posted By 0ralucu
iya saya sudah hapal betul dengan itungan seperti itu...
itu kalau tanah bangunan di jual ....
agan TS tau ngga kalau tanah bangunan itu di hibahkan/waris?...
semakin edyaaaaan perhitungaannya[cuma untuk di solo,krn daerah lain beda aturannya]...
faktornya banyak banget...
dari mulai setifikat yg harus di perbaharui dan ongkos ngecap lurah camat ...an masih banyak lagi biaya yg harus di keluarkan...
intinya..pajak dan birokrasi itu adalah kutu busuk..yg menyedot darah yg punya tempat,.......tanpa mendapatkan faedah dari pajak yg di berikan ke negara...


maaf mbah numpang tanya ane beneran ga tau
umpama:
sebidang tanah diwarsikan ke anak (balik nama)
- dr anak diwariskan ke cucu (balik nama)
- dr cucu ke cicit (balik nama)
berarti bakal kena pajak terus dong ya?
Quote:Original Posted By Nambi
pengalaman ane mbah, kl daerah sukoharjo, klaten, karanganyar emang mbulet tp kl daerah solo, sragen, boyolali kyke lebih enak. kmrn smpt ngurus di beberapa tempat yg PBBnya belum depegang pemda malah lebih cepet. kl yg uda dipegang pemda malah lebih panjang birokrasinya
paling aman sih make notaris yg uda dikenal dan jgn lp sering2 dipantau soale notaris byk jg yg gak bener
buat TS kl gak salah skrg tarip masing2 daerah yg PBBnya uda dialihkan bs beda2 (PBB ini untuk ngitung NPOPnya), termasuk untuk NJOPTKPnya. oya satu lagi kl kita jd penjual kyke ada batas tertentu kita bakal kena pajak penghasilan. nunggu pencerahan dari yg ngerti pajak dl


yg saya masalhkan bukan enak atau tidak enaknya..
tapi biaya/ongkos/pajaknya....lebih murah sukoharjo,klaten,boyolali sragen atau di luar daerah solo.
wong dulu saya sempat dilapori beberapa[lebih dari 9] notaris dan ngalami sendiri...krn aturan pajak di solo beda dengan yg lain[memberatkan],maka banyak klaen notaris yg menggantung status tanahnya[ngga di urus] krn pajak yg harus di bayarkan tidak masuk akal,....
Quote:Original Posted By whiteputih


maaf mbah numpang tanya ane beneran ga tau
umpama:
sebidang tanah diwarsikan ke anak (balik nama)
- dr anak diwariskan ke cucu (balik nama)
- dr cucu ke cicit (balik nama)
berarti bakal kena pajak terus dong ya?


yoi gan,
pas kemarin mau ngusrus di kantor bphtb, orang nya bilang kalau warisan itu adalah orang meninggal meninggal harta benda (tanah). kalau dah dibagi itu adalah hibah.
ana tanya kok hibah pak?
iya soalnya tanah itu dibagi dan diberikan berdasarkan kesepakatan anak anaknya
Quote:Original Posted By 0ralucu


lokasi mana gan...
kalau di solo bakal lebih mahal 400% ongkos/biaya/pajaknya dari daerah lain.,....
kalau di luar solo sih cuma ribet birokrasinya...ongkosnya sih lumayan jg...
semoga cepet kelar ya gan...eh gan kenapa ngga sekalian aja suruh urus sama notarisnya ?
kalau pengen cepet bisa kok...ada biaya "percepatan"


Masak sih gan,kartosuro jg sama2 mahal lama lg utk buat sertifikat walikan,
Quote:Original Posted By 0ralucu


yg saya masalhkan bukan enak atau tidak enaknya..
tapi biaya/ongkos/pajaknya....lebih murah sukoharjo,klaten,boyolali sragen atau di luar daerah solo.
wong dulu saya sempat dilapori beberapa[lebih dari 9] notaris dan ngalami sendiri...krn aturan pajak di solo beda dengan yg lain[memberatkan],maka banyak klaen notaris yg menggantung status tanahnya[ngga di urus] krn pajak yg harus di bayarkan tidak masuk akal,....


sek bntr mbah, memberatkan dalam hal apa dl nih, birokrasinya, taripnya, ato lain2?? kl solo dibanding daerah sekitar ya pasti lebih mahal to mbah. perbandingan kl di sondakan sama daerah gentan meskipun sama2 pinggir jalan protokol ya pasti harga dan NJOPnya terpaut jauh. kl mau kena agak ringan triknya bs ngajuin pengurangan PBB dl sebelum masuk dibalik nama

untuk hibah waris ane tahun 2010 ngurus diklaten waktu itu dapet pengurangan 50% karna menurut notaris saya peraturannya emg gitu CMIIW
Quote:Original Posted By dikcil


yoi gan,
pas kemarin mau ngusrus di kantor bphtb, orang nya bilang kalau warisan itu adalah orang meninggal meninggal harta benda (tanah). kalau dah dibagi itu adalah hibah.
ana tanya kok hibah pak?
iya soalnya tanah itu dibagi dan diberikan berdasarkan kesepakatan anak anaknya


kalo orangnya uda meninggal musti make mekanisme waris, tp kl orgnya masih hidup mending pake mekanisme hibah waris bs ngirit satu turunan. contoh :

buyut (sudah meninggal) --> kakek --> saya
mksdnya gak usah waris ke bapak dl bs lgsg hibah waris kesaya dan prosesnya lebih ngirit



Quote:Original Posted By dikcil
sama gan ngurus tanah warisan di tangsel pajaknya sama saja dengan jual beli


kalau disolo lebih mahal dari jual beli...

Quote:Original Posted By whiteputih
maaf mbah numpang tanya ane beneran ga tau
umpama:
sebidang tanah diwarsikan ke anak (balik nama)
- dr anak diwariskan ke cucu (balik nama)
- dr cucu ke cicit (balik nama)
berarti bakal kena pajak terus dong ya?


yup...betul...
dan kalau..di nama pemilik di serifikatnya sudah meninggal ...bakal lebih repoooooooooooooooooooooooooooooot dan muaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaal [kasus di solo]
misal: bapak[meninggal] ke anak 1
serti di cek dulu,kalau sudah uzur [serti keluaran dibawah tahun 2004] maka harus di perbaharui dulu....biaya + pajek
lalu di ukur tanahnya...mau cepet..pakai "percepatan" ......biaya lagi
minta teken ke kelurahan dan kecamatan[saksi].....wajib setor duit lurah + camat [se jawa tengah paling mahal tarif solo ]
lalu balik nama ahli waris dulu [semua][krn atasnama sudah wafat]...biaya + pajak
setelah itu baru balik nama yg di wariskan [misal anak 1]...biaya + pajak lagi.
Quote:Original Posted By dikcil
yoi gan,
pas kemarin mau ngusrus di kantor bphtb, orang nya bilang kalau warisan itu adalah orang meninggal meninggal harta benda (tanah). kalau dah dibagi itu adalah hibah.
ana tanya kok hibah pak?
iya soalnya tanah itu dibagi dan diberikan berdasarkan kesepakatan anak anaknya


betul...dan kena pajak jg kalau di solo
madekipe kalo bayar pajak ma harga belinye same aje..

ane ga mudeng sih, tapi rasanya wow banget gitu
ane mah trima bersih kalo jual beli tanah yg tanggung pajak langsung dr pembeli plus notaris gan trs kasih komisi ke perantara itung2 duit sedekah zakat gan
Quote:Original Posted By Nambi
sek bntr mbah, memberatkan dalam hal apa dl nih, birokrasinya, taripnya, ato lain2?? kl solo dibanding daerah sekitar ya pasti lebih mahal to mbah. perbandingan kl di sondakan sama daerah gentan meskipun sama2 pinggir jalan protokol ya pasti harga dan NJOPnya terpaut jauh. kl mau kena agak ringan triknya bs ngajuin pengurangan PBB dl sebelum masuk dibalik nama

untuk hibah waris ane tahun 2010 ngurus diklaten waktu itu dapet pengurangan 50% karna menurut notaris saya peraturannya emg gitu CMIIW


lah kan sampeyan ada tanah waris di klaten..bukan di solo...coba aja tanya ke notaris sampeyan yg di klaten,...kalau di solo gimana...
kira kira tanah sampeyan yg ada di klaten itu ada di wilayah solo[dengan nilai NJOP sama]...terus suruh hitung biaya+pajak tuh notaris...ntar jg kelihatan hasil akhirnya
dan sejak kapan di solo bisa mengajukan pengurangan PBB permanent ?.....memang benar bisa dapat pengurangan tapi harus setiap tahun laporannya,itupun harus bayar PBB yg tertagih dahulu baru bisa ada pengurangan[kalau di setujui]....
misal PBB 2jt ...harus bayar 2jt dulu baru lapor minta pengurangan....kalau disetujui nanti sisanya bisa dikembalikan. dan itu tiap tahun harus lapor kalau mau ada pengurangan.
×