Polisi Membabi Buta tembaki warga, Kantor Polisi Dibakar Massa (Musi Rawas Mencekam)

Metrotvnews.com, Musi Rawas: Kantor Mapolsek Rupit dibakar massa pascabentrok antara polisi dengan warga yang berunjuk rasa menuntut pemekaran wilayah Musi Rawas Utara. Empat orang tewas dalam bentrok tersebut.

Unjuk rasa yang dilakukan ratusan warga Kecamatan Rupit, Musi Rawas, Sumatra Selatan, berujung dengan tewasnya empat warga dan puluhan lainnya terluka. Hal tersebut terjadi setelah unjuk rasa menuntut pemekaran wilayah Musi Rawas dibubarkan paksa oleh polisi.

Mereka yang tewas mengalami luka tembak di bagian kepala dan dan bagian tubuh lainnya. Sementara puluhan warga lainnya yang terluka dirawat di dua rumah sakit yaitu RS Muara Rupit dan RS Sobirin di Lubuk Linggau.

Massa yang emosi kemudian mendatangi Mapolsek Rupit dan membakarnya. Selain itu dua mobil patroli polisi juga dibakar massa.

Sebelumnya ratusan warga Kecamatan Rupit memblokir jalan lintas Sumatra di kilometer 72, Simpang Muara Rupit dengan menggunakan besi pagar jalan. Massa juga membakar ban dan kayu di dua titik, sehingga mengakibatkan kemacetan.

Aksi blokir jalan ini dipicu ketidak jelasan rencana pemekaran Kabupaten Musi Rawas menjadi Kabupaten Musi Rawas Utara.

Menurut Kapolres Musi Rawas Ajun Komisaris Besar Polisi Barly Ramdhani kejadian bermula saat warga memblokir jalan. Pihaknya secara persuasif melarang hal tersebut karena terjadi kemacetan panjang sejak pagi hingga Senin (29/4) malam.

Kapolres membenarkan adanya korban tewas. "Benar ada korban tewas dari warga terkena tembakan. Korban luka dari pihak kami ada enam. Kami tidak menghendaki terjadinya bentrok dan adanya korban," ujar Kapolres.

Kondisi di lokasi, kata Kapolres, sudah tidak ada lagi kegiatan masyarakat. "Pihak kami tetap bersiaga di lokasi kejadian," katanya.

SOURCE : POLISI MEMBABI BUTA TEMBAKI WARGA, KANTOR POLISI DIBAKAR MASSA

BALAS!!!!

LAWAN!!!

Saatnya rakyat bergerak melawan kesewenangan dan ketidakadilan, jangan diam saja. Polisi bukanlah pengayom dan pelindung rakyat, mereka adalah musuh rakyat. Jangan pernah memandang polisi dengan hormat, pandanglah mereka dengan hina, mereka tak lebih dari sampah masyarakat, preman berseragam.

Lawan, balas, bayar lunas hutang hutang polisi pada rakyat beserta dengan bunga bunganya!!!


See.. polisi udah gak ada harganya dimata rakyat Indonesia, mereka tidak lebih hanya gerombolan preman berseragam yang lengkap isinya persis sebuah organisasi kejahatan yang terorganisir rapi, mirip mafia atau kartel organisasi kejahatan.

organisasi gerombolan polisi ini isinya lengkap dan akan saling mendukung satu sama lain, ada pemerkosa, pemalak, koruptor, pemabuk, penganiaya, perampok, pencuri, penipu, pemakai narkoba, pembunuh, penindas, sampai level yang terendah dalam gerombolan mereka yaitu pengemis, tau kan maksudnya? ya yang mengemis uang administrasi saat melakukan tugas negara yang seharusnya sudah menjadi tanggung jawab mereka, dan mereka sudah digaji untuk itu. Atau polisi yang mengemis uang logam di jalan2 republik Indonesia...

sampai kapan keadaan seperti ini akan terus berlangsung? titik titik api kecil mulai menyala di kejauhan, satu, dua, tiga, empat, lima titik titik api yang segera akan berkobar membakar habis gerombolan preman berseragam ini.

rakyat tidak boleh diam saja, saatnya hukum rakyat diberlakukan, saatnya hukum rakyat yang digunakan, saatnya rakyat yang menentukan arah hukum negeri ini, saatnya si penindas kita tindas, saatnya rakyat yang menentukan hukum untuk gerombolan polisi ini. saatnya rakyat yang menghakimi polisi, ingat hukum rakyat hukum tuhan. jangan takut jangan bimbang jangan pula mundur, api kecil segera menjadi besar, api semangat segera berkobar, kibarkan perlawanan rakyat terhadap kesewenangan dan ketidak adilan, angkat tinggi2 panji perlawanan rakyat terhadap hukum yang hanya menindas rakyat, bumi hanguskan mereka semua, basmi hingga ke akar2 nya, jika cucuran darah dan air mata yang diperlukan sebagai gantinya, berikan itu demi ibu pertiwi, hukum rakyat hukum tuhan, tidak akan ada yang bisa menghalangi!!!


Quote:Original Posted By mindhack

Satu persatu kebenaran dan keadilan harus ditegakkan
walaupun begitu banyak memakan korban atas nama kebenaran
kebenaran adalah kebenaran, keadilan adalah keadilan
walaupun harus mengorbankan airmata, darah dan kehormatan
kebenaran dan keadilan adalah semangat, perjuangan
jika cucuran airmata dan cucuran darah saja tidak cukup
maka nyawa pun harus kita berikan demi tanah tercinta
tanah pertiwi Republik Indonesia

Saat airmata, cucuran darah dan pengorbanan
telah menjadi milik bangsa ini
apalagi yang bisa kami harapkan
selain sedikit saja pengertian dan pemahaman
bagi jiwa kami yang telah terkoyak
bersimbah darah, tidak ada lagi yang harus dilakukan
semuanya telah dikorbankan, bukan atas nama diri
tapi atas nama tanah pertiwi, tanah kedaulatan
tanah dimana kami hidup dan kemudian dikuburkan

Identitas diri adalah sepi
Identitas diri adalah sunyi
Identitas diri adalah kesepian dan kesunyian
Identitas diri adalah pengorbanan bagi tegaknya
kebenaran dan keadilan di tanah pertiwi

di antara nyanyi riang sekitar, kami terdiam
membisu, mencoba memaknai hari yang begitu menyiksa
hari yang berwarna merah darah, memandang
begitu jauh kebenaran dan rasa keadilan di negeri ini
jika hanya dengan airmata dan darah kami
semua itu bisa ditegakkan
maka itu akan kami berikan, kami persembahkan
demi Ibu Pertiwi

Senandung lirih meniup mendayu-dayu
memaknai sekitar yang tenang dan menghanyutkan
burung-burung beterbangan sesuai dengan apa yang diharapkan
rumput hijau berkilau menyambut pagi yang penuh mara bahaya
bahaya adalah jalan hidup kami, bahaya adalah nafas kami
tidak sekarang ataupun esok, semua sama saja
semua menyembunyikan rahasia, rahasia pagi yang jumawa
menyembunyikan luka diantara tawa

Demi tanah pertiwi apalagi yang bisa kita berikan
keringat, airmata, darah, dan jika perlu nyawa
tidak ada penyesalan, tidak ada penyesalan
api ini tidak akan pernah padam
semesta alam memberikan senyuman lembut
memaknai langkah yang kian tegak diantara kecongkakan pagi

Atas nama batu di atas batu
kebenaran dan keadilan harus ditegakkan
berapapun harganya, berapapun pengorbanan yang dibutuhkan
api yang menyala - nyala, semangat yang berkobar
membakar kesunyian pagi yang membara

demi jalan hidup, demi Ibu pertiwi
jika nyawa adalah jalan terakhir
dengan sukarela akan kami persembahkan
Demi Ibu pertiwi... Demi Ibu Pertiwi

Dan biarkan alam bersenandung sendu
memaknai jilatan api yang membakar pagi
rumput pagi yang berkilau jumawa mulai terbakar
meranggas dan kemudian tumbang beralaskan arang

Dan kemudian... biarkan semua berlalu.. biarkan semua berlalu
Biarkan alam menjadi saksi tetesan darah yang mengalir
tetesan darah yang mengalir deras dari hati nurani kami
Dan kami pun akan kembali di sini
di sudut - sudut sepi malam jahanam

identitas diri adalah sepi
identitas diri adalah sunyi
demi Ibu pertiwi.. Demi kebenaran.. Demi keadilan
apapun harus diberikan
jika airmata dan darah saja tidak cukup
nyawa adalah harapan terakhir yang kami miliki
dan akan kami persembahkan demi Ibu Pertiwi
Harus kita persembahkan demi ibu pertiwi

Senandung kidung mengalun mendayu - dayu
memaknai hari yang kian sepi.. sunyi dan congkak
tapi kami tetap berdiri di sini
di ujung cakrawala.. di ujung harapan
di ujung titik darah yang penghabisan
di ujung nafas yang tersisa
yang tersisa demi tegaknya kebenaran dan keadilan
bagi Ibu Pertiwi

Identitas diri adalah sepi
Identitas diri adalah sunyi
Identitas diri adalah kespian dan kesunyian
telah diam tak ada lagi kata
yang ada hanya kehancuran



DO NOT START A WAR THAT YOU CANNOT

WIN

Akibat Kebrutalan Polisi, TNI Turun Tangan Tengahi Rusuh Musi Rawas

TNI turun tangan tengahi rusuh Musi Rawas

Musi Rawas (ANTARA News) - Aparat TNI dari Kodim 0406 Musi Rawas, Sumatera Selatan, tengah memediasi pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan di Kecamatan Rupit terkait tuntutan pemekaran kabupaten baru Musi Rawas Utara, Senin malam (29/04/13).

Upaya TNI itu termasuk berbicara dengan warga agar mengakhiri pemblokiran jalan lintas Sumatera.

"Kapasitas TNI saat ini sebagai tim mediasi antara masyarakat Muratara (Musi Rawas Utara) dan pihak pemerintahan dan Polri untuk mencari jalan keluarnya sehingga pemblokiran Jalan Lintas Sumatera dapat diakhiri," kata Komandan Kodim 0406 Musi Rawas - Lubuklinggau, Letkol CZI Widyo Hartanto, di hadapan masyarakat Kecamatan Rupit, Selasa.

Selain bertindak sebagai mediator, pihak TNI kata dia, diterjunkan sekaligus untuk memberikan pelayanan keamanan kepada masyarakat setempat.


Menurut Widyo Hartanto, sedikitnya 1 satuan setingkat kompi anggota TNI dari Provinsi Jambi disiagakan di kantor Polsek Rawas Ulu dan 2 SSK di Polsek Karang Jaya dan sekitarnya.

Mereka dikerahkan untuk membantu petugas kepolisian dalam pengamanan pascakerusuhan.

Dalam mediasi TNI antara Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan pihak Polda Sumsel di rumah dinas Bupati Musi Rawas di Lubuklinggau, kata Dandim, pihak Pemprov Sumsel sudah mengusulkan pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara dari Kabupaten Musi Rawas dan berkasnya sudah masuk ke Dirjend Otda Depdagri.

Dandim mengatakan, terkait bentrokan yang menewaskan empat warga dan melukai beberapa polisi, Polda Sumsel belum memberikan keterangan apa pun, namun semua petugas yang terlibat bentrokan malam itu sudah diperiksa di Polres Musi Rawas termasuk sejumlah saksi.

Sementara anggota DPRD Musi Rawas dari daerah pemilihan Kecamatan Rupit, M Ruslan, menyayangkan insiden penembakan dalam bentrokan Senin malam.

Bentrokan telah menewaskan empat warga dan 13 lainnya terluka tembak, dengan satu di antaranya, Kaisar (19), dalam kondisi kritis karena peluru bersarang di dekat jantung. Ia terpaksa dirujuk ke rumah sakit dr M Husin Palembang.

"Kasus penembakan ini harus diusut tuntas dan pelakunya diadili, karena mereka melakukan penembakan dengan peluru tajam sedangkan mereka bukan pelaku tindak kejahatan, kasus ini juga akan kami bawa ke Komnas HAM," katanya.

Aksi demontrasi warga dari tujuh kecematan yang menuntut pemekaran kabupaten baru Musi Rawas Utara pada Senin kemarin berujung bentrokan.

Warga bahkan hingga Selasa sore masih memblokir jalan lintas Sumatera dengan memasang besi penghalang di jembatan di KM72 dekat SPBU Kelurahan Rupit serta di pangkal jembatan Rupit.

Pemblokiran menyebabkan arus lalulintas dari Jambi dan kota lainnya di Sumatera menuju Jawa atau sebaliknya sementara ini lumpuh.

SOURCE : TNI TURUN TANGAN TENGAHI RUSUH MUSI RAWAS

Akhirnya pahlawan yang sesungguhnya turun tangan untuk melindungi rakyat dari kesewenang - wenangan dan kebrutalan polisi yang katanya aparat penegak hukum. Aparat penegak hukum yang dengan brutal menembaki rakyat dengan peluru tajam, dengan brutal, dengan kejam.

TNI sebagai pelindung kedaulatan negara, pelindung rakyat, dengan kesabaran tinggi dan dengan langkah-langkah yang sangat bijaksana dan persuasif berhasil menenangkan warga yang marah terhadap polisi.

Kepada siapa lagi rakyat harus berlindung dari kesewenang-wenangan dan kebrutalan polisi jika bukan kepada TNI, pelindung rakyat, pelindung negara, pelindung kedaulatan, pelindung keadilan dan kebenaran.

Untunglah di saat-saat polisi sebagai aparat penegak hukum berlaku brutal, kejam, polisi sebagai aparat penegak hukum justru melanggar hukum, memanfaatkan hukum dan memanipulasi hukum, ada TNI Tentara Nasional Indonesia yang memberi harapan terakhir bagi rakyat indonesia bagi tegaknya hukum, keadilan dan kebenaran di muka bumi Indonesia.

Mari, jika ingin melaporkan tindak kejahatan, kehilangan, atau kekerasan jangan pernah melapor kepada polisi, karena itu hal sia-sia, laporan rakyat hanya akan diterima tanpa tindak lanjut sebelum ada uang logam atau uang recehan di sumpalkan ke mulut polisi-polisi Indonesia yang korup. Bahkan, jika rakyat melapor kepada polisi, rakyat justru akan kehilangan lebih banyak lagi, tenaga, uang, dan rasa marah terhadap kelakuan polisi. Jika kehilangan sepeda motor dan lapor polisi justru akan kehilangan mobil dan motor tidak akan balik. jika kehilangan mobil dan lapor polisi, bisa habis harta di rumah sementara mobil juga tidak akan kembali. itulah hukum ala polisi Indonesia, menyedihkan!!!

Jika ingin melaporkan kekerasan, kehilangan atau tindak kejahatan apapun, laporlah kepada markas2 TNI terdekat di daerah anda, biar mereka yang akan meneruskannya kepada polisi. Jadi, anda akan terbebas dari palakan2 polisi dan laporan anda pasti segera ditindak lanjuti oleh polisi secara gratis, dan akan secepatnya diurus tanpa banyak alasan. Karena sebagaimana kita ketahui bersama, polisi hanya takut pada TNI, mereka akan gemetaran, keluar keringan dingin dan bahkan terkencing-kencing dicelana jika menghadapi TNI.

Ingat baik2, laporkan tindak kejahatan hanya pada TNI, biar TNI yang akan mengurus laporan ke polisi, agar laporan tersebut tidak terkena pungli dan pasti segera ditindaklanjuti. TNI manunggal dengan rakyat, membela rakyat, melindungi rakyat.


Quote:Original Posted By 3L33T3
mana mahasiswi? mana idealisme kalian?
hukum dalam keadaan kacau balau
kalian adalah garda terdepan perubahan dan revolusi negeri ini

segera bergabung dengan rakyat
konsolidasikan ke dalam seluruh elemen kampus
satukan pendapat dan kekuatan seluruh mahasiswi seluruh indonesia
komunikasikan ke luar dengan rakyat yang sudah muak dengan ketidak adilan

di tangan kitalah perubahan akan berjalan atau tenggelam
dalam tetes keringat dan tetes darah pengorbanan kitalah
semua akan dimulai atau diakhiri
bersama kekuatan rakyat, yang menentukan nasib bangsa adalah kita sendiri


segera maklumatkan 5 tuntutan rakyat :

1. bubarkan polri atau revolusi total seluruh elemennya
2. pantau dan awasi polri dengan menempatkannya di bawah satu departemen
3. berikan sanksi yang berat untuk anggota polri yang melanggar hukum
4. buat satu badan khusus independent bagi penerimaan calon anggota polri agar
tidak menciptakan polisi polisi baru yang mengedepankan suap dan korupsi
5. revolusi total pejabat pejabat polri dan mengganti dengan polisi polisi bersih
yang diangkat langsung oleh satu badan khusus secara kondisional dan berlaku selama 1 tahun


jika bukan kita, siapa lagi yang masih peduli dengan masa depan bangsa ini
jika bukan kita, siapa yang akan merubah, sementara pemimpin pemimpin bangsa ini sibuk dengan dirinya sendiri
perjuangan ini akan sangat berdarah karena yang kita lawan adalah kanker yang sudah mendarah daging
kobarkan semangat, kobarkan idealisme, kobarkan nilai-nilai pancasila
kita garda terdepan bangsa
jika bukan kita, siapa lagi yang mau peduli?

segera susun kekuatan dari dalam maupun dari luar
dan tentukan hari pengadilan buat carut marutnya penegakan hukum di tanah pertiwi
jika bukan kita, siapa lagi yang mau peduli?

IPW: Membabi Buta Tembaki Warga, Polisi Langgar SOP

IPW: Membabi Buta Tembaki Warga, Polisi Langgar SOP

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane menilai aparat kepolisian telah melanggar standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan pembubaran aksi unjuk rasa di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Aksi itu berujung bentrok dengan polisi dan mengakibatkan empat warga tewas tertembak.

"Penanganan kerusuhan di Musi Rawas tidak sesuai SOP Polri karena tidak adanya water canon dan gas air mata dalam pengendalian massa," ujar Neta, dalam pernyataan persnya, Rabu (1/5/2013).

Keempat warga diduga tertembak peluru tajam aparat kepolisian. Mereka terkena tembakan pada bagian kepala. Penggunaan peluru tajam, terang Neta, juga melanggar SOP Polri dalam penanganan konflik masyarakat. IPW meminta Komnas HAM dan Propam Mabes Polri segera mengusut tuntas kasus itu. Pelaku penembakan juga harus ditindak tegas.

Peristiwa ini, menurut Neta, telah memicu kemarahan masyarakat dan ketidakpercayaan pada aparat kepolisian. Hal itu, menurutnya, bisa berdampak pada perwira tinggi Polri yang mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan.

"IPW berharap aparat kepolisian agar lebih bisa menahan diri dalam menghadapi potensi konflik di masyarakat dan jangan bersikap arogan dan represif," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Ajun Komisaris Besar Djarod Padakova mengatakan, penanganan aksi sudah sesuai prosedur. Menurut Djarod, pelepasan tembakan mendatar merupakan langkah terakhir karena tahapan sebelumnya gagal.

"Semua sudah sesuai tahapan pembubaran massa, mulai mengimbau hingga memberi tembakan peringatan," katanya, di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (30/4/2013).

Untuk diketahui, bentrok di Musi Rawas berawal dari aksi unjuk rasa warga Muara Rupit yang tidak puas karena pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tak dikabulkan. Puluhan massa menggelar aksi penutupan jalan lintas Sumatera di kawasan itu sejak Senin (29/4/2013) pagi. Akibatnya, lalu lintas di jalur yang menghubungkan Palembang dan Bengkulu itu nyaris terhenti total.

Polisi pun berusaha membubarkan unjuk rasa. Namun, pembubaran itu berujung bentrok yang mengakibatkan empat warga tewas, belasan warga terluka tembak, dan lebih kurang 14 polisi terluka. Massa juga membakar Markas Polsek Rupit dan sejumlah kendaraan di lokasi.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius mengatakan, Divisi Propam Polri dan Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) telah diturunkan untuk mengevaluasi tewasnya empat warga tersebut.

SOURCE : MEMBABI BUTA TEMBAKI WARGA, POLISI LANGGAR SOP

BALAS!!!!

LAWAN!!!

Saatnya rakyat bergerak melawan kesewenangan dan ketidakadilan, jangan diam saja. Polisi bukanlah pengayom dan pelindung rakyat, mereka adalah musuh rakyat. Jangan pernah memandang polisi dengan hormat, pandanglah mereka dengan hina, mereka tak lebih dari sampah masyarakat, preman berseragam. Pandanglah anak, keluarga, orang tua dan saudara2 polisi dengan penuh keninaan dan kenistaan.

Bila bertemu dengan polisi, meludahlah ke tanah sebagai bentuk ketidaknyamanan dan ketidakamanan kita saat ada polisi di dekat kita. Meludahlah lah saat berhadapan atau bertemu polisi, sekaligus untuk membuang sial karena telah bertemu sampah masyarakat.

Lawan, balas, bayar lunas hutang hutang polisi pada rakyat beserta dengan bunga bunganya!!![/B]

See.. polisi udah gak ada harganya dimata rakyat Indonesia, mereka tidak lebih hanya gerombolan preman berseragam yang lengkap isinya persis sebuah organisasi kejahatan yang terorganisir rapi, mirip mafia atau kartel organisasi kejahatan.

organisasi gerombolan polisi ini isinya lengkap dan akan saling mendukung satu sama lain, ada pemerkosa, pemalak, koruptor, pemabuk, penganiaya, perampok, pencuri, penipu, pemakai narkoba, pembunuh, penindas, sampai level yang terendah dalam gerombolan mereka yaitu pengemis, tau kan maksudnya? ya yang mengemis uang administrasi saat melakukan tugas negara yang seharusnya sudah menjadi tanggung jawab mereka, dan mereka sudah digaji untuk itu. Atau polisi yang mengemis uang logam di jalan2 republik Indonesia...

sampai kapan keadaan seperti ini akan terus berlangsung? titik titik api kecil mulai menyala di kejauhan, satu, dua, tiga, empat, lima titik titik api yang segera akan berkobar membakar habis gerombolan preman berseragam ini.

rakyat tidak boleh diam saja, saatnya hukum rakyat diberlakukan, saatnya hukum rakyat yang digunakan, saatnya rakyat yang menentukan arah hukum negeri ini, saatnya si penindas kita tindas, saatnya rakyat yang menentukan hukum untuk gerombolan polisi ini. saatnya rakyat yang menghakimi polisi, ingat hukum rakyat hukum tuhan. jangan takut jangan bimbang jangan pula mundur, api kecil segera menjadi besar, api semangat segera berkobar, kibarkan perlawanan rakyat terhadap kesewenangan dan ketidak adilan, angkat tinggi2 panji perlawanan rakyat terhadap hukum yang hanya menindas rakyat, bumi hanguskan mereka semua, basmi hingga ke akar2 nya, jika cucuran darah dan air mata yang diperlukan sebagai gantinya, berikan itu demi ibu pertiwi, hukum rakyat hukum tuhan, tidak akan ada yang bisa menghalangi!!!


PRESTASI KRIMINAL POLISI SEPANJANG JAN - MAY 2013
Mapolsek dibakar lagi, kejadian pembakaran mapolsek oleh oknum TNI beberapa saat yg lalu jg di daerah sini.

ikut prihatin sama korp Coklat,
akar permasalahan adalah karena image, stigma yg telah menempel di jidad anda.
tembakin aja,apaan pake blokir2 jalan
sebenernya motif pemekaran kabupaten itu apa sih?

kok demonya brutal gitu.. dah tau polisi juga punya protap untuk counter

sekarang jadi kacau dan suram.. untung gw bukan warga sana
namun demikian cara berdemo dengan memblokuir jalan lintas sumatera yang merupakan urat nadi perekonomian di Sumatera juga tidak dibenarkan, karena akan mengganggu lalu lintas, membuat macet, mengganggu masyarakat lainnya. Berdemolah dengan santun !!!
Quote:Original Posted By altof24
Mapolsek dibakar lagi, kejadian pembakaran mapolsek oleh oknum TNI beberapa saat yg lalu jg di daerah sini.

ikut prihatin sama korp Coklat,
akar permasalahan adalah karena image, stigma yg telah menempel di jidad anda.


agreed
Quote:Original Posted By altof24
Mapolsek dibakar lagi, kejadian pembakaran mapolsek oleh oknum TNI beberapa saat yg lalu jg di daerah sini.

ikut prihatin sama korp Coklat,
akar permasalahan adalah karena image, stigma yg telah menempel di jidad anda.


sekarang kenapa brownies dapet stigma jelek
alasannya akibat perilaku mereka sendiri
TS Nya keren. Dukung TS Aja deh
Rupit ya, Musi Rawas ya ???
maaf, sbg org Baturaja (Sumsesl) setau ane org2 sana emg terkenal sbg penghasil garong, jd smcam kebanggan bagi mereka kalo jadi penjahat.
udahlah gak perlu lah mekar-meker sana sini.
salut buat Polisi yg bertugas

turut berduka utk Mapolsek yg dibakar

semoga tambah banyak perusuh yg mati ditembak

demo kok nutup jalan umum.. mampus loe didor
pemekaran

kalau sudah sesuai protap silahkan


Quote:Original Posted By hobi_linux
Rupit ya, Musi Rawas ya ???
maaf, sbg org Baturaja (Sumsesl) setau ane org2 sana emg terkenal sbg penghasil garong, jd smcam kebanggan bagi mereka kalo jadi penjahat.
udahlah gak perlu lah mekar-meker sana sini.


Apa di kawasan Tebing Tinggi yang terkenal dengan Bajing Loncat itu gan ?
si TS komennya provokatif banget keknya,dendam kesumat tong ?

gue kagak bermaksud membela wereng coklat
lagipula gue juga sebel ama yg namanya oknum wereng coklat

tapi ga mungkin ada asap klo ga da api

lage demo ampe blokir jalan udah jelas mengganggu
trus coba di bubarin ama plokis trus pendemo ga mau tetep ngeyel trus tembak

tembak mampus ajalah pendemo yg suka menggagu ketertiban dan fasilitas umum ditambah yg suka bikin onar
biar mampus dah loe pada
demo juga gaje,pemekaran kabupaten apa sih maksudnya
Quote:Original Posted By sengkuni


Apa di kawasan Tebing Tinggi yang terkenal dengan Bajing Loncat itu gan ? Jadi ingat waktu gw dan temen2 mau pergi ke Curup, harus menset waktu agar bisa lewat di Mura siang hari, soalnya kalo malam ngeri cooyy !!


Quote:Original Posted By .SEMAR.
si TS komennya provokatif banget keknya,dendam kesumat tong ?

gue kagak bermaksud membela wereng coklat
lagipula gue juga sebel ama yg namanya oknum wereng coklat

tapi ga mungkin ada asap klo ga da api

lage demo ampe blokir jalan udah jelas mengganggu
trus coba di bubarin ama plokis trus pendemo ga mau tetep ngeyel trus tembak

tembak mampus ajalah pendemo yg suka menggagu ketertiban dan fasilitas umum ditambah yg suka bikin onar
biar mampus dah loe pada
demo juga gaje,pemekaran kabupaten apa sih maksudnya


TS nya masih bocah gan

atau mgkn mantan pendemo yg pernah ketangkep Pulisi
polisi udah sesuai protap .. tembak perusuh :
komnas HAM kemana nih
demi terciptanya rasa aman dan sudah melewati batas

ane stuju kalo pendemo di dor

mau demo boleh boleh saja tp jgn anarkis dan radikal gitu donk..

sampe sampe ruang publik ikut kena imbasnya