LONDON, KOMPAS.com — Untuk sesaat, obrolan gugup, gemerisik kostum, dan aksi saling desak untuk mendapatkan posisi awal terbaik terhenti. Keheningan sesaat menyeruak, meski 36.000 orang berjejalan untuk berkompetisi dalam Maraton London, di London, Minggu (21/4/2013).
Selama 30 detik, puluhan ribu pelari itu menundukkan kepala di bawah matahari musim semi. Pita hitam pun melekat di dada mereka, dengan tulisan "Boston" tertera.
Ajang Maraton London tahun ini memang berbeda. Inilah maraton akbar pertama sejak insiden ledakan yang menghentikan Maraton Boston, di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Senin (15/4/2013).
Ya, seluruh keheningan dan simbol pita hitam di dada itu didedikasikan untuk para korban yang jatuh di insiden Maraton Boston. Suasana syahdu yang baru terjadi dalam 32 tahun sejarah perlombaan Maraton London.
"Lari maraton adalah olahraga global, yang menyatukan para pelari dan suporter dari beragam benua, dalam sebuah tantangan bersemangat persahabatan dan kesukarelaan," kata komentator perlombaan, Geoff Wightman. Melalui pengeras suara, dia mengingatkan bahwa di awal pekan lalu, Maraton Boston telah diguncang serangan yang menyebabkan tiga orang tewas dan lebih dari 170 orang terluka.
"Mari kita bersama mengheningkan cipta untuk mengenang kawan-kawan dan kolega kita, untuk hari kegembiraan yang berubah menjadi hari dukacita itu," lanjut Geoff. Tetapi, tak hanya hening cipta 30 detik yang dipersembahkan Maraton London untuk Maraton Boston.
Untuk setiap pelari yang dapat mencapai garis finis di Maraton London, panitia menyumbangkan 3 dollar Amerika Serikat. Uang tersebut disumbangkan melalui The One Fund Boston untuk diserahkan kepada para korban ledakan di Maraton Boston.