KASKUS

Repost Said Iqbal: 1 Mei 2013, 4 Juta Buruh Turun ke Jalan Menolak Kebijakan 2 Harga Premium

Said Iqbal: 4 Juta Buruh Bakal Turun ke Jalan Menolak Kebijakan 2 Harga Premium
Posted by Iwan Galuh Pilihan, Suara Buruh, Terkini Thursday, April 18th, 2013 - 08:10 am


SPC, Jakarta – Pemerintah saat ini berencana menjual bensin premium dengan dua harga. Untuk motor dan angkutan umum tetap Rp 4.500/liter, sedangkan mobil pribadi menjadi Rp 6.500/liter. Kalangan buruh menilai kebijakan ini tidak tepat dan buruh tetap menolak. Oleh karena itu pihaknya tengah menyiapkan aksi yang akan dilakukan bertepatan dengan hari buruh yang jatuh tanggal 1 Mei 2013.

“Buruh menolak kebijakan kenaikan harga BBM menjadi Rp 6.500. Menurutnya, MPBI (Majelis Perserikatan Buruh Indonesia) yang berangotakan lebih dari 4 juta buruh dari KSPI, KSPSI, KSBSI, FSP, TSK, Opsi, FSBI, SPIN dipastikan akan melakukan aksi penolakan buruh di Indonesia termasuk pada saat aksi Mayday (1 Mei 2013) 1 juta buruh akan turun, serta 16 Agustus 2013 mogok nasional 10 juta buruh,” tutur Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal, seperti dikutip, Kamis (18/4/2013).

Ia juga menilai, pemerintah tidak pernah menyebutkan apakah ada jaminan ongkos angkot ataupun ojek tidak naik, jaminan harga barang tidak naik, jaminan harga sewa rumah buruh tidak naik, ada jaminan sekolah gratis sampai SMA. “Semua tidak jelas,” tegasnya.

Oleh karena itu menurutnya gerakan buruh selalu berjuang untuk kepentingan masyarakat banyak karena dinilai kebijakan kenaikan BBM ini tidak jelas. “Buruh selalu akan berjuang untuk tidak boleh ada pengurangan subsidi negara yang berdampak pada kesejahteraan rakyat dan buruh sepanjang tidak jelas arah kebijakannya,” tandasnya. (SPC-20/detik)

http://suarapengusaha.com/2013/04/18...harga-premium/


Buruh Ancam Demo Besar-besaran Jika Harga BBM Naik
Posted by Iwan Galuh Pilihan, Suara Buruh, Terkini Monday, April 15th, 2013 - 12:26 pm


SPC, Jakarta - Pemerintah saat ini masih mematangkan opsi-opsi soal pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Majelis Perserikatan Buruh Indonesia (MPBI) menolak jika pemerintah mengambil opsi kenaikan harga BBM.

Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, kenaikan harga BBM diyakini bakal memberatkan buruh. Dia menyebutkan kenaikan harga BBM berkisar antara Rp 500- Rp 1.000 per liter akan mengakibatkan kenaikan ongkos transportasi sebesar Rp 30 ribu per bulan.

Tidak hanya biaya transportasi, kenaikan harga BBM juga bisa membuat biaya yang harus dikeluarkan buruh untuk membeli bahan makanan juga meningkat yaitu sekitar Rp 100 ribu per bulan karena inflasi.

“Belum lagi harga sewa atau kontak rumah naik Rp 100 ribu per bulan sehingga bisa dipastikan daya beli buruh akan turun sekitar 30% dari kenaikan upah minimum Rp 500 ribu- Rp 700 ribu per bulan,” jelas Said, Senin (15/4/2013).

Jika pemerintah tetap ngotot menaikkan harga BBM subsidi, buruh mengancam akan melakukan unjuk rasa secara besar-besaran.

“Sekarang kami masih tunggu pengumunan resmi. Biasanya setelah diumumkan, harga baru berlaku sebulan dan dua minggu kemudian, nah saat itu kami baru berunjuk rasa,” tutur dia. (SPC-20/liputan6)

http://suarapengusaha.com/2013/04/15...arga-bbm-naik/

Provokator jagoan demo beraksi lagi. UMP naik rupanya belum cukup.
buruh skrg berarti udah pada punya mobil pribadi dong bal?
Quote:Original Posted By ozombie
Said Iqbal: 4 Juta Buruh Bakal Turun ke Jalan Menolak Kebijakan 2 Harga Premium
Posted by Iwan Galuh Pilihan, Suara Buruh, Terkini Thursday, April 18th, 2013 - 08:10 am


SPC, Jakarta – Pemerintah saat ini berencana menjual bensin premium dengan dua harga. Untuk motor dan angkutan umum tetap Rp 4.500/liter, sedangkan mobil pribadi menjadi Rp 6.500/liter. Kalangan buruh menilai kebijakan ini tidak tepat dan buruh tetap menolak. Oleh karena itu pihaknya tengah menyiapkan aksi yang akan dilakukan bertepatan dengan hari buruh yang jatuh tanggal 1 Mei 2013.

“Buruh menolak kebijakan kenaikan harga BBM menjadi Rp 6.500. Menurutnya, MPBI (Majelis Perserikatan Buruh Indonesia) yang berangotakan lebih dari 4 juta buruh dari KSPI, KSPSI, KSBSI, FSP, TSK, Opsi, FSBI, SPIN dipastikan akan melakukan aksi penolakan buruh di Indonesia termasuk pada saat aksi Mayday (1 Mei 2013) 1 juta buruh akan turun, serta 16 Agustus 2013 mogok nasional 10 juta buruh,” tutur Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal, seperti dikutip, Kamis (18/4/2013).

Ia juga menilai, pemerintah tidak pernah menyebutkan apakah ada jaminan ongkos angkot ataupun ojek tidak naik, jaminan harga barang tidak naik, jaminan harga sewa rumah buruh tidak naik, ada jaminan sekolah gratis sampai SMA. “Semua tidak jelas,” tegasnya.

Oleh karena itu menurutnya gerakan buruh selalu berjuang untuk kepentingan masyarakat banyak karena dinilai kebijakan kenaikan BBM ini tidak jelas. “Buruh selalu akan berjuang untuk tidak boleh ada pengurangan subsidi negara yang berdampak pada kesejahteraan rakyat dan buruh sepanjang tidak jelas arah kebijakannya,” tandasnya. (SPC-20/detik)

http://suarapengusaha.com/2013/04/18...harga-premium/


Buruh Ancam Demo Besar-besaran Jika Harga BBM Naik
Posted by Iwan Galuh Pilihan, Suara Buruh, Terkini Monday, April 15th, 2013 - 12:26 pm


SPC, Jakarta - Pemerintah saat ini masih mematangkan opsi-opsi soal pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Majelis Perserikatan Buruh Indonesia (MPBI) menolak jika pemerintah mengambil opsi kenaikan harga BBM.

Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, kenaikan harga BBM diyakini bakal memberatkan buruh. Dia menyebutkan kenaikan harga BBM berkisar antara Rp 500- Rp 1.000 per liter akan mengakibatkan kenaikan ongkos transportasi sebesar Rp 30 ribu per bulan.

Tidak hanya biaya transportasi, kenaikan harga BBM juga bisa membuat biaya yang harus dikeluarkan buruh untuk membeli bahan makanan juga meningkat yaitu sekitar Rp 100 ribu per bulan karena inflasi.

“Belum lagi harga sewa atau kontak rumah naik Rp 100 ribu per bulan sehingga bisa dipastikan daya beli buruh akan turun sekitar 30% dari kenaikan upah minimum Rp 500 ribu- Rp 700 ribu per bulan,” jelas Said, Senin (15/4/2013).

Jika pemerintah tetap ngotot menaikkan harga BBM subsidi, buruh mengancam akan melakukan unjuk rasa secara besar-besaran.

“Sekarang kami masih tunggu pengumunan resmi. Biasanya setelah diumumkan, harga baru berlaku sebulan dan dua minggu kemudian, nah saat itu kami baru berunjuk rasa,” tutur dia. (SPC-20/liputan6)

http://suarapengusaha.com/2013/04/15...arga-bbm-naik/

Provokator jagoan demo beraksi lagi. UMP naik rupanya belum cukup.

Padahal kan kendaraan yang digunakan untuk transportasi itu pakai plat kuning. Atau mereka pakai plat hitam ya?
Bal, tarohan rumah sama ane yok...
ga tau diri..
dikasih hati minta jantung
udah jelas2 kan yg naik mobil pribadi,emng buruh2 pd punya mobil pribadi?motor sama angkot kan tetep ckck pdhl kl di naikin HARUSnya dananya bisa di alihin buat subsidi yg lain ckck
jgn pd gampang di gonjang lah
ntar klo ga naik bensin ga bqisa punya alasan buat naik gaji lho..... ntar nyesel....
Quote:Original Posted By opixengineer
Padahal kan kendaraan yang digunakan untuk transportasi itu pakai plat kuning. Atau mereka pakai plat hitam ya?


pake plat hitam dan beroda 4 gan
Lah motor ama angkutan umum kan gak naek?
Kecuali mereka pake mobil ya
ini buruh maunya apa ? dasar goblok.
nih kisah gua :
gua punya toko di salah satu lokasi pertokoan surabaya. ada satu karyawan (cuma lulusan sma ). baru kweja 6 bulan. ngomong minta penyesuaian upah menjadi umr. besoknya gua pecat aja, masih banyak yg antri melamar kerja
kampret neh buruh,
demo gak jelas terus.

yang naek kan BBM buat mobil pribadi, sedangkan buat angkot dan motor enggak. lah terus apa ngaruhnya ke buruh?

emang buruh pada naek mobil pribadi?

palingan cuma si Iqbal doank
Kenapa ga dikarungin aja ni orang?


Upsss salah ini kan jamannya SBY :shutup
kasi sop tembak di tempat lah kl buruh2 piaraan si iqbal pd rusuh
buruhnya GG bisa beli mobil awkawkawkaw
ortu gw aja mampu tapi kaga mau beli mobil
si bajingan SI ini orang bayarannya siapa sih
BBM naek >>> inflasi semua bidang >>> UMP yang dah naek ga berarti
ntar demo lagi naek UMP >>> UMP naek >>> makin inflasi >>> makin byk perusahaan gulung tikar karena faktor2 inflasi dan UMP >>> pendapatan pemerintah (pajak perusahaan) berkurang >>> APBN berkurang >>> mikir2 ngurangin subsidi BBM lagi >>> BBM Naek >>> dst

Inilah lingkaran setan

anjrit fotonya gila tuh... di delete ajah

pendemo kan rata2 buruh.?? bbm kan buat motor dan angkot gak naik.? tetep,
yg punya mobil pribadi baru naik.?
gak pernah habis permasalahan bbm di bumi ini
Remind Said Iqbal caleg PKS.
Quote:Original Posted By emperasanko
Fakta2 Said Iqbal caleg PKS:

Dari blog-nya si Said Iqbal sendiri:

Dari Parlemen Jalanan Menuju Parlemen Senayan
Posted by Gue Labels: FSPMI

Ir. H. Said Iqbal, ME,

Caleg PKS untuk DPR RI dari Dapil Kepri
Minggu, 29 Maret 2009

Dari Parlemen Jalanan Menuju Parlemen Senayan

“Buruh perlu tahu siapa yang benar-benar memperjuangkan nasib mereka dengan bersih,
peduli dan profesional”

Code:
hxxp://gardametal.blogspot.com/2009/04/dari-parlemen-jalanan-menuju-parlemen.html


Dari situs militanindonesia:

Membangun Kembali Militansi Watak Politik Gerakan Buruh Indonesia
Senin, 16 Mei 2011 00:08

Di beberapa diskusi yang dilakukan oleh LSM Perburuhan dan Organisasi pemerhati gerakan buruh, Said Iqbal Presiden F-SPMI menyatakan alasannya mengapa mencalonkan diri sebagai Caleg 2009-2014 lewat PKS. Dalam catatan saya Iqbal menyatakan ada tiga opsi bagaimana agar suara buruh bisa masuk parlemen. Pertama, buruh bisa bertarung memperebutkan kursi lewat mendirikan partainya sendiri yakni Partai Buruh. Opsi ini dianggap berat oleh Iqbal. Opsi kedua adalah buruh menitipkan aspirasinya kepada partai yang dianggap oleh buruh sebagai partai yang memiliki kepedulian terhadap buruh. Hal ini menurut Iqbal sangat sering dilakukan oleh buruh, tetapi hasilnya tetap sama bahwa buruh tetap hanya sebagai kantong suara saja, tapi setelah Pemilu buruh tetap ditinggalkan.Opsi ketiga adalah buruh ikut bertarung dalam pemilu melalui partai-partai yang ada dengan cara menitipkan buruh ke dalam partai. Inilah yang memungkinkan menurut Iqbal jika memang ada tawaran yang demikian, dimana akan ada perwakilan dari pimpinan buruh yang duduk di parlemen mewakili buruh dari partai manapun.

Sungguh ini pemikiran yang absurd dan sangat dangkal tentunya. Iqbal dan caleg lainnya mungkin berfikir cara ini akan dengan mudah memasukkan aspirasi buruh di kancah pertarungan politik.

Ada yang tidak dihitung oleh Iqbal yaitu mekanisme partai yang mengusungnya dalam pertarungan politik itu. Pertarungan ternyata tidak hanya dimulai saat pemilu tiba, tapi sudah dimulai dalam pertarungan internal partai itu sendiri. Mulai dari penetapan nomor urut. Dana bantuan dari partai untuk operasional Pemilu ternyata jadi batu sandungan cukup telak bagi caleg-caleg buruh. Apalagi mereka hanya buruh biasa yang tidak memiliki dana cukup besar untuk bertarung dalam pemilihan suara tersebut. Penempatan caleg yang terkadang tidak tepat sasaran. Sebagai contoh konkrit, kantong F-SPMI itu daerah Jabodetabek, tapi Iqbal di calonkan PKS di daerah Batam. Memang benar Batam juga kantong buruh, tapi F-SPMI tidak cukup dominan disana. Utamanya di dapil Iqbal.

_____________________________________________________________

Code:
hxxp://militanindonesia.org/pergerakan/12-akhir/8174-membangun-kembali-militansi-watak-politik-gerakan-buruh-indonesia.html


Dari haluan kepri:

Tatik Bisa Jadi Ancaman PKS
Sabtu, 22 December 2012 00:00

______________________________________________________________

Pertanyaan sekarang katanya, apakah tingkat elektabilitas Caleg PKS Herlina Amran dan Said Iqbal bisa melampui kiprah dua politisi senior di Kepri ini, Harry Azhar Azis dan Aida? Jika mampu, maka kursi PKS bisa amant. Jika tidak, maka kehadiran Tatik akan jadi ancaman.

_______________________________________________________________

Code:
hxxp://haluankepri.com/politik/39547-tatik-bisa-jadi-ancaman-pks.html


mang buruh naik mobil pribadi yaq?
Apa hubunganya ongkos transportasi naek, bukany untuk angkutan umum, harga premium g naek,
Aneh
×