KASKUS

[Catper] Becek-becekan di Gunung Dempo (28 Maret - 31 Maret 2013)

Bismillahirrahmanirrahiim...

Salmek malam kk-kk OANC sekalian...

Kali ini nubi mau sharing perjalanan nubi dan kawan-kawan di akhir Maret kemarin, long weekend yang dimanfaatkan untuk sowan ke sebuah gunung di distrik Pagar Alam, Sumatera Selatan. Kali ini, kami akan mampir ke gunung Dempo via jalur Rimau.

Rencana ini sebenarnya udah dibuat dari jauh-jauh hari, dengan keberangkatan personil dari Jakarta adalah nubi sendiri, dan tim yang mengajak nubi adalah kk-kk dengkul dewa yaitu kk apoeiy dan abang Djal.GM.


Setelah fix, sekitar tiga hari menjelang keberangkatan, personil rupanya bertambah. Seniornya kk-kk dengkul dewa yang mengajak TS ternyata memutuskan untuk ikut. Terus, seorang misterius yang meng-sms bang Djal, berasal dari Jogja dua orang srikandi, dan kawannya dari Bogor seorang lelaki, juga mau ikut. Ternyata, yang dari Jogja ini salah satunya adalah mbak dengkul dewa juga, namanya mbak Prapti Heryani, dengan mbak Heni dan yang dari Bogor ternyata mas Imeth cangkul petani.

Jadilah, kami berangkat bertujuh, dengan checkpoint dari Bitung. Berikut ini penampakan personil yang berangkat. Dari kiri ke kanan: bang apuy, bang djal, mbah batok, mas imet, mbak heni, mbak prapti, dan ts sendiri.

Spoiler for personil:


Kamis, 28 Maret 2013
Checkpoint pertama adalah pool bis Sinar Dempo di Bitung, Tangerang. Saya dan bang Apuy berangkat dari Rambutan langsung menuju Bitung. Sampai Bitung sekitar pukul 11.30, kebingungan mencari-cari lokasi pool Bitung karena bang Djal yang nggak mau jemput kami, katanya lagi gerilya, soalnya kabur dari tempat dia kerja. Setelah mencari, akhirnya ketemu juga pool bisnya, ternyata ada di depan Polres Sektor Bitung. Sampai sana, duduk-duduk dan menunggu personil yang lainnya.

Tak lama, Mbah Batok bergabung bersama kami, dan lengkaplah tim Jakarta. Tinggal menunggu ketiga personil lagi. Setelah konfirmasi via telepon, tiga personil lainnya dari bandara langsung ke terminal Kalideres, naik bus Sinar Dempo yang akan kami naiki dari Kalideres. Tau gitu sih nggak usah kumpul di Bitung deh...

Spoiler for pool sinar dempo:


Spoiler for dengkul dewa lagi ngobrol:


Jam 14.00, bis Sinar Dempo sampai di Bitung. Kami berempat naik dan di dalam bis sudah ada tiga personil lainnya. Tak lama kemudian, bis pun melaju meninggalkan Bitung dan berangkat langsung ke Pelabuhan Merak.

Jam 16.15, bis merapat ke Pelabuhan. Rupanya kondisi Pelabuhan tidak begitu penuh. Bis kami langsung antri di dermaga V untuk masuk ke kapal ferry. Setelah masuk kapal ferry, otomatis kami langsung membereskan barang yang perlu dibawa dan keluar bis untuk naik ke atas dek kapal. Baru sampai di tangga menuju dek, sudah disambut oleh pedagang di dek ekonomi. Tahu saja mereka kalau kami cuma mau duduk-duduk di dek ekonomi. Hehehehe.

Spoiler for dermaga V:


Spoiler for view laut lepas dari dek ekonomi:


Jam 17.00, kapal ferry mulai siap-siap untuk lepas dari pelabuhan. Kapal ferry kami mulai meninggalkan pelabuhan di hari yang sore. Wah, asik lah bisa merasakan sunset, bener-bener di tengah laut. Kalau buat TS sendiri, ini jadi pengalaman baru yang berbeda. Dan Alhamdulillah, TS menikmatinya tanpa mabuk laut. Hehehehe.

Menikmati senja di dek kapal kelas ekonomi...

Spoiler for senja 1:


Spoiler for senja 2:


Jam 19.30, kapal ferry merapat di pelabuhan Bakauheni. Kami turun dan masuk kembali ke bis Sinar Dempo dan melanjutkan perjalanan menyusuri Sumatera.

Singkat cerita, kami semua tidur di sepanjang perjalanan. Waktu merapat ke rest area, kami baru bangun untuk makan-makan atau ngopi-ngopi. Sudah masuk bis, ya kami semua tidur lagi deh.

Sempat ada insiden. Bis yang kami naiki menyerempet pinggiran pembatas di sebuah pom bensin. Nah, dari sini kami mulai merasa aneh. Sepertinya ban bis yang kami naiki jadi agak tidak stabil. Tapi, kami tak pikir panjang, kami lanjutkan lagi tidur kami.

Jum'at, 29 Maret 2013
Jam 10.00, bis kami sudah sampai di daerah Lahat (kalau tidak salah sih), dengan jalan bis kami yang semakin lambat. Mungkin efek keserempet dengan pinggiran pembatas pom bensin malam sebelumnya. Akhirnya, estimasi yang seharusnya jam 10 pagi sudah sampai Pagar Alam jadi molor.

Jam 14.00, bis kami sampai di Pagar Alam. Lumayan kesal juga karena perjalanan yang ngaret sampai 4 jam. Nggak banyak basa-basi lagi, kami langsung ke warung nasi untuk makan dan siap-siap. Karena kami harus tetap jalan sesuai jadwal yang sebelumnya sudah direncanakan, naik di hari Jum'at. Lagipula, tim dari Jogja harus sudah kembali hari Minggu dikarenakan bu dokter Prapti Heryani yang harus bekerja hari Seninnya. Kami makan-makan sambil menunggu bang Djal yang nego untuk angkutan carter sampai ke Rimau. Waktu sore hari, kebanyakan angkutan dan mobil-mobil tak mau mengantar sampai Rimau, hanya sampai Kampung IV.

Jam 14.30, Bang Djal dapat kendaraan yang mau mengantar sampai Rimau. Setelah makan, kami semua naik ke mobil dan bersiap untuk menuju Rimau.

Jam 16.00, sekitar satu jam setengah kami sampai di titik pendakian Rimau. Sudah tulis data dan kasih uang retribusi, kami menuju ke pos di samping jalur pendakian. Foto-foto sebentar di tugu yang bentuknya macan pegang pentungan itu, sambil harap-harap cemas supaya hujan segera reda sehingga bisa segera naik. Tapi, hujan yang dinanti reda tak kunjung reda, sehingga kami mulai memakai raincoat dan naik dalam kondisi hujan. Yaaaah, mau gimana lagi sih...

Spoiler for ceritanya sih info:


Spoiler for tugu macan:


Jam 17.30, kami semua sampai di shelter 1. Sekitar satu jam dari titik pendakian Rimau. Kami istirahat dulu di sini sebentar. Cuma berdiri aja meluruskan kaki kami. Mau duduk, masih gerimis-gerimis mesra gitu deh, jadinya males. Hehehehe.

Foto-foto sebentar cuma buat dokumentasi, lagipula mendung, jadi fotonya cuma orbs-orbs aja.

Spoiler for pos 1:


Jam 17.40, sudah istirahat 10 menit, kami melanjutkan perjalanan. Trek dari Rimau sampai pos 1 masih landai dengan tanjakan-tanjakan kecil yang nggak begitu curam. Nah, mulai melewati pos 1, ada pohon tumbang dan jalur kami pun mulai menanjak. Dengan kondisi batuan dan tanah licin karena hujan, lumayan membuat kami semua kepayahan. Cuma dua kk dengkul dewa aja yang masih bertahan.

Jam 18.00, waktu Maghrib kami memutuskan untuk istirahat dulu di jalur, sambil menunggu Maghrib lewat, ngopi-ngopi dan ngemil.

Jam 18.43, kami mulai jalan lagi. Tenaga sudah pulih dan hujan juga sudah reda. Cuma sisa-sisa becek dan jalan kayak sawah aja yang ada.

Dari tempat istirahat kami, jalur mulai naudzubillah menyedihkan. Becek dan jeblokan lumayan dalam, juga tanjakan yang nggak ada bonus-bonusnya. Ada juga tanjakan cukup panjang dengan kemiringan hampir 80 derajat. Meskipun ada pijakan yang pasti, tetap aja kaki kami sudah susah dipaksa manjat.

Jam 19.45, kami istirahat lagi di tempat datar yang cukup luas. Kami pikir ini shelter 2, tapi nggak ada keterangannya. Tapi, Bang Djal menyemangati kami dan bilang kalau ini shelter 2. Kami istirahat cukup lama, ngopi-ngopi, ngemil juga.

Jam 20.13, kami lanjut jalan. Kali ini tanjakannya semakin sadis. Kami disuguhi titik kemiringan yang lebih parah dari sebelumnya. Ada bantuan webbing juga di jalur, dan cukup membantu (meskipun sebenarnya sama aja capeknya). Jalur dan jeblokan tanah yang dalam yang bikin kami susah mengangkat kaki. Ada sekitar dua tanjakan dengan bantuan webbing, sampai kami ke shelter 2. Sekitar jam 21.00 pas, kami sampai shelter 2. Jadi, dari shelter 1 sampe shelter 2, tanjakan doang nggak ada bonusnya.

Spoiler for tanjakan setan:


Spoiler for huaaaaaaa:


Spoiler for jalurnya dustaaaaahhh:
Jam 21.00, dari shelter 2 kami nggak istirahat, soalnya shelter 2 itu ternyata nggak datar-datar amat. Cuma tempat yang agak miring dan bisa buat duduk-duduk. Itupun agak melipir ke jalur. Akhirnya, kami melanjutkan perjalanan supaya sampai ke pos terakhir, tujuan kami Puncak TOP Dempo. Kayaknya cuma di sana kami bisa bangun tenda buat istirahat. Dengan tanah jeblok yang masih setengah betis dan tanjakan yang terus menerus ada, kami jalan lagi.

Kami melewati tanjakan setan lagi, yang lebih parah harus manjat. Ada bantuan dari tali tambang dan juga webbing, yang mungkin sudah disediakan sama orang-orang situ. Untuk dua tanjakan terakhir sebelum sampai ke tempat datar yang dekat TOP Dempo, menurut TS sih itu yang paling parah. Kira-kira kemiringan hampir 90 derajat. Saya sama kawan-kawan sampai harus pinter-pinter cari ancer-ancer dari akar pohon yang mungkin kuat dan kokoh, supaya kaki bisa berpijak.

Spoiler for sempet-sempetnyaaa:


Spoiler for tambangnya licin -_-:


Jam 22.10, sudah malem banget, dan nggak ada satu pun tempat datar yang bisa dipakai buat bangun tenda. Akhirnya kami istirahat dulu buat memulihkan tenaga, di tengah jalur yang agak landai, kami duduk lalu ngopi-ngopi. Berhubung kondisi Mbak Heni sepertinya sudah drop, lelah, dan kehujanan, kami makan dulu apa yang ada. Biskuit-biskuit coklat dan roti coklat untuk tambahan energi. Sudah istirahat, jam 22.20 kami lanjut lagi.

Jam 23.30, kami sampai di tempat datar. Namun, kami sudah tidak bisa bangun tenda karena ada tiga tenda di sana. Kondisi di sana sepi, dan orang-orang di dalam tenda juga sepertinya sudah kelelahan. Kami permisi, ada satu orang yang jawab sambil malas-malasan, mungkin dia sudah capek. Akhirnya, sudah pamitan, kami jalan lagi. Dan di sinilah jalur bonus. Sudah tak ada tanjakan, tapi.......

Tapi jalurnya kayak di sawah. Kami jalan sekitar 30 menit, nggak ada tanda-tanda TOP Dempo. Jalan kami sudah kepayahan, karena jeblokan lumpur yang membuat kaki kami bahkan susah diangkat. Ini kami namakan jalur bebek Dempo. Hehehehe.

Jam 24.00, kami sampai di TOP Dempo. Alhamdulillah. Sepanjang jalur bebek yang kami lewati akhirnya mengantarkan kami sampai ke TOP Dempo. Di sini saya, Mbak Heni, Mbak Prapti, dan Mas Imeth sampai duluan. Sementara, yang lain masih di belakang. Sudah datang yang lainnya, kami langsung pasang tenda. Ada cukup ruang untuk kami membangun tiga tenda.

Spoiler for pasang tenda:


Sudah membangun tenda, kami masak spagetti untuk ganjel perut kami yang sudah lapar. Ngopi-ngopi sedikit, barulah yang lain masuk tenda masing-masing. Hari kedua pun berakhir dengan saya begadang sampai pagi karena nggak bisa tidur. Saya ngemil sampai ngantuk datang saja. Tapi, lewat jam 3 pagi, jam 4 pagi, jam 5 pagi, belum juga mau tidur.

Sabtu, 30 Maret 2013
Jam 05.30, saya mulai mengantuk dan memutuskan untuk tidur sebentar. Tapi, baru mau tidur, yang lain malah bangun dan berteriak, "Ayooo masaaak terus kita jalan-jalan!"

Lalu kami masak-masak sedikit untuk sarapan. Setelah sarapan, kami siap-siap untuk berjalan lagi ke Pelataran dan lanjut ke Puncak Kawah Merapi (saya kurang tahu, namanya Merapi atau Marapi ya? kata orang-orang sana sih Marapi, jadi kalau salah mohon dikoreksi ya! )

Jam 06.00 kami lanjut jalan ke Pelataran. Turun sekitar 15 menit saja, kami sudah sampai di Pelataran. Rupanya di Pelataran tidak begitu ramai, hanya ada beberapa tenda saja. Kami menyusuri jalan untuk nanjak ringan ke Puncak GAD (kawah Marapi atau Merapi atau apapun lah namanya).

Spoiler for jalan santai di pelataran:


Spoiler for ceritanya trail running -_-:


Jam 06.45 kami sampai di atas Puncak Kawah. Alhamdulillah. Perjalanan kami becek-becekan dan bebek-bebekan akhirnya terbayar. Di sini kami memandang takjub ke arah lautan di tepi Bengkulu sana, kelihatan sedikit karena tertutup awan. Kami memandang ke arah Pelataran yang tenang. Angin semilir juga membuat suasana jadi semakin sendu. Pemandangannya indah. Alhamdulillah tidak berkabut. Di puncak sudah ada beberapa pendaki lainnya yang lebih dulu sampai. Kami pun beristirahat dan menikmati sejenak anugerah Tuhan yang indah ini. Kawah Dempo sedang berwarna hijau tosca dan suasananya tenang sekali di atas sana.

Kami foto-foto sejenak dan santai-santai sambil menghabiskan cemilan yang kami bawa.

Spoiler for kawah dempo:


Spoiler for nyante:


Spoiler for pendaki lain:


Spoiler for arah pelataran:


Spoiler for lompaaaattt:


Spoiler for foto iseng:


Jam 09.00, sekitar 3 jam lamanya kami menikmati semilir angin di puncak kawah. Rasanya sayang sekali kalau menikmati Dempo hanya sebentar saja. Tapi, apa daya kami harus mengejar waktu kami pulang ke Jakarta agar sampai tepat di hari Minggu. Jadilah kami berfoto untuk ke sekian kalinya sebelum benar-benar turun.

Jam 09.10, kami sudah berada di Pelataran lagi. Di sini kami mengisi air untuk dibawa sebagai bekal perjalanan pulang kami. Sepuluh menit kemudian, jam 09.20, kami sudah kembali di tempat kami camp, yaitu di TOP Dempo. Di sini kami berpapasan dengan salah satu Abang di OANC, yaitu Bang noto46. Kk Apuy ngobrol-ngobrol sebentar, sementara saya dan dua srikandi lain menyiapkan masak-masak kecil untuk sumber energi di badan, sebelum kami turun. Tak lama, beberapa menit kemudian, abang noto46 memutuskan untuk turun karena katanya sudah dua hari di Dempo.

Ngopi-ngopi sebentar, makan-makan, foto-foto lagi dan barulah kami membereskan tenda. Saat membereskan tenda, kabut pun menuju kami. Perubahan cuacanya sangat tiba-tiba. Beruntung kami tidak mendapatkan kabut itu pas di Puncak Kawah, jadi kami masih bisa menikmati keindahannya.

Karena gerimis-gerimis mesra lagi, kami pun menyegerakan diri untuk packing semuanya. Kali ini, kami mau turun santai saja, mengingat malasnya kami menginjak tanah-tanah dengan lumpur tebal. Hehehehe.

Jam 10.00 tepat kami berdoa dan turun dari TOP Dempo. Kami turun kali ini lewat jalur Kampung IV, karena sudah tidak mau berurusan dengan jalur Rimau dengan tanjakan setannya.

Turun santai, sebentar-sebentar berhenti untuk ngopi. Sementara Bang Djal, Mbah Batok, dan Mbak Prapti jalan terus saja karena mau mengejar angkutan carteran yang sebelumnya sudah dipesan. Sedangkan saya, bang Apuy, mbak Heni dan Mas Imeth jadi garda belakang.

Jam 14.00, kami sampai di shelter 2 setelah melewati jalan-jalan becek dan turunan yang licin. Sampai sini, hujan mulai mengguyur kami, dari rintikan kecil jadi hujan deras. Untunglah bukan pas di atas. Kami memutuskan untuk lanjut jalan di bawah hujan, meskipun jalurnya bikin

Spoiler for jalur turun:


Spoiler for turun:


Spoiler for main perosotan:


Spoiler for sama ajeeee:


Spoiler for biar cepet salto ajee:


Jam 16.00, dengan terjatuh-jatuh karena licin, kami akhirnya sampai di shelter 1. Hujan semakin deras. Di sini kami bertemu pendaki dari PGRI berjumlah tiga orang dan kami pun berteduh dulu di bawah flysheet mereka. Ngopi-ngopi sedikit dan ngemil-ngemil. Berhubung sudah mau Maghrib, kami pun lanjut turun. Lagipula, hujan sudah mereda. Kami pamitan dengan orang PGRI dan turun.

Spoiler for PGRI:


Jam 17.00, kami sudah sampai di Pintu Rimba. Dan tanpa foto-foto, kami lanjut jalan saja. Sekitar jam 17.45, kami sampai juga di Kampung IV dan langsung berjalan menuju warung tempat singgah para pendaki.

Jam 18.15, kami sampai di warung dan di sini kami istirahat lalu bersih-bersih setelah main becek-becekan dan lumpur-lumpuran.

Jam 20.30, mobil carteran dengan nego sadis kami datang dan bersiaplah kami untuk pulang. Mobil ini akan membawa kami sampai Lampung saja, setelahnya kami akan pulang dengan mengecer kendaraan.

Minggu, 31 Maret 2013

Jam 08.00, kami sampai di Lampung Utara, berhenti sejenak untuk sarapan dan lanjut jalan lagi. Sekitar jam 12.00, kami sampai di Terminal Rajabasa dan siap-siap untuk melanjutkan perjalanan dengan bis. Sudah berterima kasih pada supir, kami lanjut naik bis AC (tapi ACnya dustaaaahh), menuju Bakauheni.

Spoiler for Lampung Utara:


Spoiler for lampung juga:
Jam 15.00, kami sampai di bakauheni. Bis dusta itu ngaret sampai 2 jam lamanya. Kami pun langsung menuju loket untuk beli tiket kapal ferry. Lewat dermaga 2, dan masuklah kami ke kapal ferry.

Kapal ferry penuh, mungkin karena akhir liburan, dan kami terpaksa duduk di mana saja, ngacak dan ngasal. Tanpa peduli, kami keluarkan trangia dan masak di kapal.

Spoiler for penuh dong:


Spoiler for parkir penuh:


Spoiler for sisa-sisa:


Spoiler for masak di kapal:


Jam 16.30, kapal kami baru jalan. Menikmati pemandangan laut lagi. Sudah selesai masak-masak, kami turun ke geladak depan supaya bisa menikmati angin laut dan sunset yang lebih indah. Di sana banyak mobil, juga orang-orang yang duduk di geladak. Kami berdiri saja di pinggiran sambil ambil pemandangan yang bagus.

Spoiler for pak cangkul petani:


Spoiler for mordor:


Spoiler for siluet:


Spoiler for all team:


Jam 19.30, kapal ferry merapat ke dermaga. Kami sampai di Pelabuhan Merak. Kami mencari-cari agen tiket pesawat untuk dua srikandi Jogja pulang, tapi kehabisan. Akhirnya, semua memutuskan untuk berpisah di Merak saja. Lima orang menuju Kalideres, sedangkan saya dan bang Apuy menuju Rambutan untuk langsung pulang ke rumah masing-masing. Dan Alhamdulillah, perjalanan Dempo yang kami anggap kilat ini tetap memulangkan kami dengan tidak kurang satu apapun. Sepertinya, kami bakal rindu Dempo lagi.

Alhamdulillah...

Quote:Estimasi waktu pendakian:
Jum'at, 28 Maret 2013
16.30 mulai naik
16.30 - 17.30 sampai shelter 1
17.30 - 18.00 jalan lagi
18.00 - 18.43 istirahat Maghrib
18.43 - 20.13 sampai tanah datar, tapi bukan shelter 2
20.13 - 21.00 sampai shelter 2
21.00 - 24.00 sampai Top Dempo
Total waktu pendakian via Rimau, kondisi hujan dan licin: 7.5 jam

Sabtu, 29 Maret 2013
06.00 - 06.15 Top Dempo ke Pelataran
06.15 - 06.45 Pelataran ke Puncak Kawah
Total dari TOP ke Puncak Kawah: 45 menit

10.00 - 14.00 dari Top ke Shelter 2 Kampung IV
14.00 - 16.00 Shelter 2 ke Shelter 1
16.00 - 17.00 Shelter 1 ke Pintu Rimba
17.00 - 17.45 Sampai Kampung IV berikut peradaban manusia
Total waktu turun via Kampung IV, kondisi cuaca sama dengan naik: 7 jam 45 menit


Quote:Estimasi biaya:
Berangkat:
Bis Sinar Dempo dari Bitung: Rp 150.000,-
Carter Pagar Alam ke Rimau: Rp 20.000,- per orang
Retribusi Rimau: Rp 5.000,-

Pulang:
Carteran Pagar Alam - Rajabasa: Rp 155.000,- per orang
Bis Rajabasa - Bakauheni: Rp 22.000,- per orang
Kapal Ferry: Rp 11.500,- per orang
Bis Merak - Rambutan: Rp 20.000,-

Total Biaya: Rp 383.500,-


Thanks to:
  • Allah SWT
  • Kawan-kawan seperjuangan jalur bebek
  • KK Aril scr_24 buat ancer-ancernya
  • Supir mobil, supir bis, abang-abang kapal ferry, dan semuanyaaaa


Semoga catper ini membantu dan terima kasih sudah membacaaa!

Keep calm and travel on!

Spoiler for bonus tapi bwkiller:
wuiiiihh
Quote:Original Posted By Jawir40
wuiiiihh


belum beres kk, udah nangkring aja....

Quote:Original Posted By Jawir40
wuiiiihh


Quote:Original Posted By ceper.rimba


belum beres kk, udah nangkring aja....



wah wak jawir udah main nangkring


nunggu lanjutannya dulu deh...




















kaka itu jalurnyah bijituh?
begimana naik dan turunnya buat nyubih kaya saiah
selamat kk tripnya

dengkul nubi seperti saya ini indak kuat lewat tanjakan sadis seperti itu
numpang di page one ya kk

moga" saya bisa slalu menemani dalam perjalanan indah ini
Quote:Original Posted By heroanarki




wah wak jawir udah main nangkring


nunggu lanjutannya dulu deh...






















silakan kk, udah lengkap semua kok...

Quote:Original Posted By juninsho
kaka itu jalurnyah bijituh?
begimana naik dan turunnya buat nyubih kaya saiah


iya kk, jalurnya memang bijituh saia juga tertipuuuu...

Quote:Original Posted By rossgank
selamat kk tripnya

dengkul nubi seperti saya ini indak kuat lewat tanjakan sadis seperti itu


makasih ya kk eross...

ah kk sesepuh ini bisa aja... pasti bisa kok kk... dicoba-coba aja kk demponya...

Quote:Original Posted By apoeiy
numpang di page one ya kk

moga" saya bisa slalu menemani dalam perjalanan indah ini


iya kk, makasih juga sudah mengajak nubi seperti saia ini main perosotan di dempo

jangan kapok ajak saya yaaaa....
Pengen bgt naik gunung di Pulau Sumatera.

orang Sumatera kok gak tau indhanya pulau sumatera ya??
betapa ruginya saya.
Quote:Original Posted By ceper.rimba


silakan kk, udah lengkap semua kok...


Oke paman 2


Mangstaaaap kaka......., salmek....
Quote:Original Posted By alankaskuser
Pengen bgt naik gunung di Pulau Sumatera.

orang Sumatera kok gak tau indhanya pulau sumatera ya??
betapa ruginya saya.


iya kk, betapa ruginya kalau nggak sempat mampir ke gunung-gunung di sumatera...

Quote:Original Posted By heroanarki


Oke paman 2




siiiipp paman 2

Quote:Original Posted By Silves77hery
Mangstaaaap kaka......., salmek....


mantap memang kaka
mantep banget dah jalurnya
newbie kayak ane mana berani mimpi kesana

selamat ya kk trip nya
bujeg pesertanya para pamilik dengkul resing dobel gardan semua
kk apuy ja'ad ndak ajak2 saia
awas yah :


eh.. salmek yah kk buat trip nya
mantap gan
mangap ga bisa melu maen, pas bener dg lomba triathlon di palembang


makelum atlit
Quote:Original Posted By SurveyorOnDuty
mantep banget dah jalurnya
newbie kayak ane mana berani mimpi kesana

selamat ya kk trip nya


tapi enak kok kk, bisa main perosotan...
iya makasih kaka

Quote:Original Posted By oyoy84
bujeg pesertanya para pamilik dengkul resing dobel gardan semua
kk apuy ja'ad ndak ajak2 saia
awas yah :


eh.. salmek yah kk buat trip nya


ada paman oyoy sejatiihhh

iya kk apuy jahad emang

Quote:Original Posted By scr_24
mantap gan
mangap ga bisa melu maen, pas bener dg lomba triathlon di palembang


makelum atlit


gpp kk, yang penting sudah menemani kami walau via online

lain waktu ditemenin ya kk, berhubung kknyah atlit, bisa lah saia dipurterin juga...
Quote:Original Posted By ceper.rimba


tapi enak kok kk, bisa main perosotan...
iya makasih kaka



ada paman oyoy sejatiihhh

iya kk apuy jahad emang



gpp kk, yang penting sudah menemani kami walau via online

lain waktu ditemenin ya kk, berhubung kknyah atlit, bisa lah saia dipurterin juga...


barusan pensiun gan dari atlit
selamat khakha
butuh nyali besar buat naik dari jalur rimau, di musim ujan, becek2, malem2..
ane belon pernah nyoba

jadi pengen ke dempo lagi
×