KASKUS

Ahok Izinkan Sekolah Negeri Tarik Pungutan



Quote:EMPO.CO, Jakarta-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempersilakan sekolah-sekolah negeri yang ingin memberikan pendidikan premium seperti SMAN 8 Bukit Duri, Jakarta Selatan, dan SMAN 70 Bulungan, Jakarta Selatan, menarik pungutan kepada para siswanya. Izin diberikan sebagai jalan tengah karena sekolah-sekolah itu bersedia tak menerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Basuki atau yang biasa disapa Ahok itu mengatakan telah bertemu dengan Komite Sekolah yang keberatan tak diperbolehkan mengambil pungutan jika sudah menerima BOP. Padahal dana dari pemerintah itu dianggap tak cukup untuk membiayai sekolah yang pelayanannya di atas standar, seperti menggunakan pendingin udara dan memiliki berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

"Di sana kan ada anak menteri, ada artis, banyak yang sekolah naik Alphard, ya kalau memang mereka mau membayar silakan," kata Ahok, di Balai Kota, Jumat 5 April 2013.

Namun, Ahok menetapkan syarat tambahan untuk izin yang diberikan itu. Pihak sekolah diharuskan membiayai 30 persen siswa yang tak mampu membayar di sekolah itu. “Mereka bukan pemerintah lagi yang menanggung," katanya.

Menurut Basuki, jika ada sekolah memang mampu menanggung biaya operasionalnya sendiri, lebih baik dana untuk sekolah itu dialihkan ke sekolah-sekolah lain yang lebih membutuhkan. "Mereka bilang sanggup biayai 30 persen siswa miskin, ya sudah, silakan buat surat pernyataan," ujar Ahok.

Ahok mengaku tak khawatir dengan pengawasan atas kuota 30 persen siswa tidak mampu itu. Dia menunjuk ketentuan baru yang akan diterapkan mulai tahun ajaran baru tahun ini bahwa setiap sekola negeri mesti menerima 45 persen murid yang tinggal tak jauh dari sekolah.


SUMBER

memang benar sih untuk kalangan siswa yang dibilang mampu seharusnya tetap membayar uang sekolah, dan biaya yang dari pemerintah itu digunakan untuk membiayai siswa siswi yang kurang mampu

apalagi dalam membiayai kegiatan siswa, share aja pengalaman aku nih sewaktu kampus aku ingin mengadakan lomba debat antar sma sejakarta, dari 30 sekolah negeri yang ada di jakarta ini cuma ada 2 sekolah doang yang bersedia mengirimkan siswanya, yang lainnya menolak lantaran uang transportnya ga ada dari pemerintah dan komite sudah ngga ada

hmmm sungguh disayangkan, padahal kegiatan semacam inilah yang bisa membuat prestasi untuk mereka dan sekolahnya
pengen nya wali murid ndak ada biaya sama sekali ya klo sekolah, 5 ribu / 10 ribu pun ogah ya

Quote:Original Posted By inkubasi
pengen nya wali murid ndak ada biaya sama sekali ya klo sekolah, 5 ribu / 10 ribu pun ogah ya


iya lebih baik memang begitu, tapi di sekolah itu kan ada kalangan yang mampu dan kurang mampu, maka kalangan yang mampu seharusnya membantu kalangan yang kurang mampu, dan dana ini dialokasikan untuk penunjang kegiatan siswa
Yah pak, yang di sekolah unggulan ngga semuanya kaya pak

Tapi emang bisa ngandelin subsidi silang sih Ya ngga papa deh, pemprov ngasi perhatian ke yang laen aja
Quote:Original Posted By WAMIN
biar nga salah paham, dan para penasbung pinteran dikit, modal internet sono
tonton ampe kelar, jangan bokep molo loe buffer


memang modem aku ga secepatnya punya agan, tapi kalau buffer memang payah koneksinya apalagi durasinya sampai 1 jam, dan masa iya aku nontonin bokep ck ck ck, kalau memang ingin berikan komentar ya sharing aja apa yang sudah agan dapatkan dari video yang agan tonton, jangan cuma bisa share trus marah2 mentang2 udah nonton
Quote:Original Posted By chaosborn
Yah pak, yang di sekolah unggulan ngga semuanya kaya pak

Tapi emang bisa ngandelin subsidi silang sih Ya ngga papa deh, pemprov ngasi perhatian ke yang laen aja

mohon dibaca lagi, ketauan ngga baca ya? biar lebih jelas

...

Aih, blm dijinin aja udah ada "pungutan liar" apalagi kl diijinin, bisa2 dibikin pembenaran oleh mereka tuk setiap pungutan
yaa bener juga sih, dana dialihkan ke sekolah2 lain yg sebagian besar kurang mampus..tinggal dipikirkan cara membedakan siswa /siswi yg mampu dan tidaknya.

"mulai tahun ajaran baru tahun ini bahwa setiap sekola negeri mesti menerima 45 persen murid yang tinggal tak jauh dari sekolah." maksudnya ini kayak sistem rayon gitu ya,,?
yang kurang mampu subsidi 30% tapi kalo biaya SPPnya sebulan sejuta gmn dong? mahal2 jg koh jatohnya...
ya sebenernya dana bos dan bop juga banyak yang mintain.

paling apes di SD, ga boleh mungut, ortu tau gratis, kunjungan datang terus lom 1 bulan abis tu dana.

AHOK GAK TAU

Kalau pungutan di Sekolah negeri diijinkan kembali, bikin memperkaya Kepala Sekolah dan guru2 serta bag administrasi
Karena adanya Proyek akal2lan dan dimark up.

Ane ngomong temen2 ane kebanyakan guru2 di DKI. Baik SMA/SMP.
Sekarang tanpa pungutan liar mereka cuma ngandelin gaji saja.
Yg disebutin ahok tuh sekolah sekolah yg kemarin sekelas rsbi alias sekolah unggulan yg dari kemarin emang malakin orang tua murid. Tp harus ada parameter standart buat kelas rsbi ini. Antara lain akreditasinya harus A, angka kelulusannya harus 100% , nilai standart yg dicapai rata rata siswanya jg harus tinggi yaitu rata rata 8 - 9, tidak boleh ada kasus narkoba dan tawuran. Nah baru deh boleh sekolahnya menarik pungutan. Kalau sampai akreditasnya jatuh harus dilarang menerima punggutan , biar mabok tuh kepsek dan guru gurunya bekerja extra keras mengeber muridnya belajar
kemarin sabtu ada rombongan anak SD Negeri (sekolah gratisssss) mau beli kain pada bawa BLACKBERRY walaupun cuma gemini
ane ajah gak pake BB
baiklah

pendidikan terbaik buat yang punya duit
Quote:Original Posted By Kiagengwalipitu
Kalau pungutan di Sekolah negeri diijinkan kembali, bikin memperkaya Kepala Sekolah dan guru2 serta bag administrasi
Karena adanya Proyek akal2lan dan dimark up.

Ane ngomong temen2 ane kebanyakan guru2 di DKI. Baik SMA/SMP.
Sekarang tanpa pungutan liar mereka cuma ngandelin gaji saja.


sudah rahasia umum kog gan kalau kepsek atau guru2 di sekolah sering mengadakan pungutan liar,apa lagi di jakarta wong di daerah saja juga rajin malahan dari sd dan smp kena palak...
Quote:Original Posted By darkkeeper
Aih, blm dijinin aja udah ada "pungutan liar" apalagi kl diijinin, bisa2 dibikin pembenaran oleh mereka tuk setiap pungutan

semoga saja tidak ya, karena ini sifatnya baik bukan untuk kejahatan
Quote:Original Posted By Mr.Landit
yaa bener juga sih, dana dialihkan ke sekolah2 lain yg sebagian besar kurang mampus..tinggal dipikirkan cara membedakan siswa /siswi yg mampu dan tidaknya.

"mulai tahun ajaran baru tahun ini bahwa setiap sekola negeri mesti menerima 45 persen murid yang tinggal tak jauh dari sekolah." maksudnya ini kayak sistem rayon gitu ya,,?

betul itu seharusnya bisa memilah mana yang mampu dan kurang mampu, mungkin diadakan sistem rayon supaya anak2 tidak bersekolah jauh2
Quote:Original Posted By orenazionale
yang kurang mampu subsidi 30% tapi kalo biaya SPPnya sebulan sejuta gmn dong? mahal2 jg koh jatohnya...

nah bagi yang sanggup untuk itu silakan, bagi yang kurang pasti ada keringanan atau bahkan gratis dari dana pemerintah
Quote:Original Posted By batu.merah
ya sebenernya dana bos dan bop juga banyak yang mintain.

paling apes di SD, ga boleh mungut, ortu tau gratis, kunjungan datang terus lom 1 bulan abis tu dana.

oh ya? mungkin bisa di share pengalamannya disini seperti apa
Quote:Original Posted By WAMIN


eh iya mbak novi, muuppphhh
maksudnya bukan ke mba novi kok
buat para penasbung
soal isinya disitu komite pendidikan minta kejelasan dan memberikan alasan soal pungli

















ohh ya udah sip sip
Quote:Original Posted By Kiagengwalipitu
Kalau pungutan di Sekolah negeri diijinkan kembali, bikin memperkaya Kepala Sekolah dan guru2 serta bag administrasi
Karena adanya Proyek akal2lan dan dimark up.

Ane ngomong temen2 ane kebanyakan guru2 di DKI. Baik SMA/SMP.
Sekarang tanpa pungutan liar mereka cuma ngandelin gaji saja.

tapi untuk dana kegiatan siswa itu mereka ngga ada loh, walaupun ada tapi ngga semuanya bisa dicover, kalau penyelewengan sih sepertinya sulit untuk diberantas ya
Quote:Original Posted By blackdoors
Yg disebutin ahok tuh sekolah sekolah yg kemarin sekelas rsbi alias sekolah unggulan yg dari kemarin emang malakin orang tua murid. Tp harus ada parameter standart buat kelas rsbi ini. Antara lain akreditasinya harus A, angka kelulusannya harus 100% , nilai standart yg dicapai rata rata siswanya jg harus tinggi yaitu rata rata 8 - 9, tidak boleh ada kasus narkoba dan tawuran. Nah baru deh boleh sekolahnya menarik pungutan. Kalau sampai akreditasnya jatuh harus dilarang menerima punggutan , biar mabok tuh kepsek dan guru gurunya bekerja extra keras mengeber muridnya belajar

hahaha bagus nih, ya semoga saja sistem pendidikan di negara kita semakin baik ya
Quote:Original Posted By salonPlusPluss
kemarin sabtu ada rombongan anak SD Negeri (sekolah gratisssss) mau beli kain pada bawa BLACKBERRY walaupun cuma gemini
ane ajah gak pake BB

itulah salahnya orang tua, mereka mengatakan pentingnya arus informasi tapi dilihat dari subjek si anak ini belum begitu penting, yang membuat kepentingan itu kan mereka sendiri, maka dari itu kalau nanti punya anak harus dibatasi ya keinginannya
Quote:Original Posted By azlon
baiklah

pendidikan terbaik buat yang punya duit

ga boleh gitu seharusnya, indonesia harus berbenah
Quote:Original Posted By antarez12


sudah rahasia umum kog gan kalau kepsek atau guru2 di sekolah sering mengadakan pungutan liar,apa lagi di jakarta wong di daerah saja juga rajin malahan dari sd dan smp kena palak...

nah maka dari itu kita doakan saja supaya bisa berbenah ya *hanya bisa berdoa*
Quote:Jakarta-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempersilakan sekolah-sekolah negeri yang ingin memberikan pendidikan premium seperti SMAN 8 Bukit Duri, Jakarta Selatan, dan SMAN 70 Bulungan, Jakarta Selatan, menarik pungutan kepada para siswanya. Izin diberikan sebagai jalan tengah karena sekolah-sekolah itu bersedia tak menerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

lihat sebelumnya waktu kampanye...

Quote:
"Seluruh rakyat harus mendapat jaminan pendidikan sampai perguruan tinggi. Sarjana. Kalau cuma janji gratis sekolah 12 tahun itu sudah kampungan," kata Cawagub yang diusung partai Gerindra tersebut, Rabu (22/7/2012). "Kita inginnya otak terisi, perut juga harus sama, ya terpenuhilah kebutuhannya," katanya.


jangankan jaminan S-1, 12 tahun yang katanye kampungan saja... berubah menjadi syarat dan ketentuan berlaku... ibarat jebakan betmen iklan provider...

memang janji kampenye itu semudah cocot dan lambenya kedua orang ini...

pagi dele.. sore tempe... tapi janji, tinggal janji...

bentaran lg para abdi die hard yang bakalan membela mati-matian dan melakukan rasionalisasi, seperti kasus vatikan gate dan silpa gate. muncul nih

nah gini nih baru betul, sekolah boleh narik duit, kasian yang punya kegiatan eskul sama acara sekolah jadi gapunya dana...

yang komen negatif paling ga tau realitas lapangan~~~

buat yang ga punya duit buat bayaran buaknya udah ada KJP ya?
buat yang bener-bener gak mampu secara materi tapi kaya di otak alias pinter dan mau belajar ya wajib hukumnya dikasih gratis, tapi kalo cuma setengah kaya dan gak mau dipandang miskin plus sekolah juga cuma buat formalitas doank ya harus bayar donk, sayang duit negara dibuang-buang percuma.
Quote:Original Posted By noviaputrii




SUMBER

memang benar sih untuk kalangan siswa yang dibilang mampu seharusnya tetap membayar uang sekolah, dan biaya yang dari pemerintah itu digunakan untuk membiayai siswa siswi yang kurang mampu

apalagi dalam membiayai kegiatan siswa, share aja pengalaman aku nih sewaktu kampus aku ingin mengadakan lomba debat antar sma sejakarta, dari 30 sekolah negeri yang ada di jakarta ini cuma ada 2 sekolah doang yang bersedia mengirimkan siswanya, yang lainnya menolak lantaran uang transportnya ga ada dari pemerintah dan komite sudah ngga ada

hmmm sungguh disayangkan, padahal kegiatan semacam inilah yang bisa membuat prestasi untuk mereka dan sekolahnya

lha ini jd terlahir oknum koruptor baru nih,g dikasih ijin sj dah pd narik pungutan,apa lg ini diksih ijin bs jd smkin beringas ni spr macan kelaparan
sebenarnya nih wacana dah lama,dari akhir 2012
gara-gara dibolehin minta pungutan,sekolah gw minta
pungutan mulu,dengan berbagai macam alasan.
guru gw bilang ke muridnya,"pak gubernur udh setuju kok sekolah negeri tarik pungutan"