KASKUS

[trit audisi] Mantan Bos GTIS Bawa Kabur Rp 1 Triliun Uang Nasabah

JAKARTA, KOMPAS.com — Teka-teki jumlah dana nasabah yang dibawa kabur oleh mantan direktur PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) akhirnya terkuak. Namun, proses pendataan aset, dana nasabah, dan bonus nasabah yang belum terbayar hingga kini masih terus berjalan.

Aziddin, Direktur Utama baru GTIS, menyatakan, berdasarkan penelusuran yang dilakukan manajemen GTIS, Michael Ong, mantan Direktur Utama GTIS, telah melarikan dana nasabah GTIS senilai Rp 1 triliun. Modus yang dilakukan Ong adalah mengambil sebagian dana transaksi dari skema nonfisik emas. "Dia melarikan dana nasabah secara bertahap semenjak GTIS berdiri supaya tidak ketahuan oleh kami," ungkap Aziddin kepada KONTAN, Kamis (5/4/2013).

Sejak berdiri pada Maret 2010, GTIS memang menawarkan produk jual beli emas berbalut investasi dalam dua skema. Pertama, skema dengan jaminan memegang fisik emas dengan return 1,5 persen-2,5 persen per bulan sesuai masa kontrak. Kedua, sistem non-jaminan emas fisik dengan return 4,5 persen-5,4 persen per bulan.

Meski begitu, Aziddin menjamin, GTIS masih mampu membayar semua kewajiban GTIS kepada nasabah. Ia berani menjamin karena emas fisik yang dipegang oleh nasabah cukup besar, yakni mencapai 2,5 ton.

Belum ada sanksi

Untuk menambal kerugian serta membayar bonus nasabah yang tertunggak, ia mengklaim, dana di rekening GTIS yang saat ini diblokir bank masih ada. Jaminan ketiga, ia mengaku ada investor besar yang bersedia menyuntikkan modal dan mendanai penggantian dana nasabah GTIS yang dibawa lari oleh Ong.

Sayang, Aziddin belum mau mengungkapkan besaran dana sisa nasabah GTIS yang masih terblokir di bank maupun mengungkap siapa investor besar yang dimaksud. "Setelah pengesahan akta pengurus baru GTIS di Kementerian Hukum dan HAM selesai, akan saya jelaskan," ujar Aziddin.

Bukan itu saja, pekerjaan rumah GTIS mengenai izin usaha hingga kini pun belum rampung. Selama beroperasi sejak 2010, GTIS ternyata hanya menjalankan usaha dengan izin perdagangan syariah yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Syarat perdagangan syariah dari MUI itu pun diselewengkan.

Adiwarman Karim, Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional MUI, beberapa waktu lalu mengatakan, minimal ada dua penyimpangan izin praktik GTIS yang ditemukan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI saat rapat DSN awal Maret lalu. Pertama, penyalahgunaan surat rekomendasi MUI agar GTIS segera mengurus kelengkapan izin usaha ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas (Bappebti).

Kedua, terkait praktik usaha GTIS yang juga melayani investasi emas tanpa ada jaminan fisik yang dipegang nasabah. Anehnya, meski sudah menemukan penyelewengan, DSN MUI hingga saat ini belum menjatuhkan sanksi kepada perusahaan ini. Aziddin malah menjanjikan pengurus GTIS yang baru akan memperbaiki pengelolaan dana nasabah. (Agus Triyono/Kontan)


http://m.kompas.com/news/read/2013/04/05/09294686/Mantan.Bos.GTIS.Bawa.Kabur.Rp.1.Triliun.Uang.Nasabah

komeng ane : :shutup


wkkwkw

mau ada emas fisik 2.5 ton kek

mau ada emas fisik 300 ton kek

yg jelas kudu tetap nombokin duit yg dibawa lari ( yg katanya sih 1 t)
serahkan sebuah urusan pada yang bukan ahlinya.... (udah tau kan kelanjutannya )
wew 1 trilyun.
Mw dibawa kabur kemana tuh? Planet Mars ?
1T kalo pake pecahan 10rb, bisa berapa truk yah?
Menurut ane dalam menyikapi investasi bodong adalah tetap waspada dan kritis terhadap tawaran investasi apakah masuk akal atau tidak, meskipun investasi tersebut mendapat sertifikat halal dari MUI tapi nyatanya bodong dalam kasus Golden Trader Indonesia Syariah.
Makanya realistis aja lah, yang wajar-wajar aja investasi di sektor riil...
Harus nya MUI diusut tuh
Quote:Original Posted By x3n0g3n3s1s
wew 1 trilyun.
Mw dibawa kabur kemana tuh? Planet Mars ?


Orang seperti dia sih gak jauh2 gan
Paling dibawa kabur ke Singapura atau ke Cina
GTIS = money game, jadi ada atau tidak adanya pelarian uang oleh Direkturnya sendiri, cepat atau lambat semua money game bakal bangkrut dan menimbulkan kerugian buat nasabahnya sendiri yang masuk belakangan,

sebab semua gaji direksi, upeti buat MUI , bonus nasabah yang masuk di awal2 berasal dari setoran anggota yang masuk belakangan
Quote:Original Posted By Quadpixel
GTIS = money game, jadi ada atau tidak adanya pelarian uang oleh Direkturnya sendiri, cepat atau lambat semua money game bakal bangkrut dan menimbulkan kerugian buat nasabahnya sendiri yang masuk belakangan,

sebab semua gaji direksi, upeti buat MUI , bonus nasabah yang masuk di awal2 berasal dari setoran anggota yang masuk belakangan


Kalau berani gabung di 6 bulan pertama sejak berdiri pasti untung ya gan, tp ingat langsung cabut segera
Quote:Original Posted By jomblobiru


Kalau berani gabung di 6 bulan pertama sejak berdiri pasti untung ya gan, tp ingat langsung cabut segera


Yg komeng pasukan hyip nih

Jd inget jd korban hyip lokal di bdg taun 2005 an

Intinya, spent money you can afford to loose

Investasikan uang anda sejumlah yang mampu anda relakan utk hilang
seger amir tuh orang, minta 1m boleh gak ya
Quote:Aziddin, Direktur Utama baru GTIS, menyatakan, berdasarkan penelusuran yang dilakukan manajemen GTIS, Michael Ong, mantan Direktur Utama GTIS, telah melarikan dana nasabah GTIS senilai Rp 1 triliun


Waduh, kok MUI ganti seorang penipu dgn seorang yg di pecat oleh DPR karena korupsi dan penipuan?

http://news.detik..com/read/2006/06/...ok?nd771104bcj
http://www.balipost.co.id/balipostce...06/7/22/n8.htm
http://news.detik..com/index.php/det...580/idkanal/10
http://news.detik..com/read/2006/06/...pr?nd771104bcj
Quote:Meski begitu, Aziddin menjamin, GTIS masih mampu membayar semua kewajiban GTIS kepada nasabah. Ia berani menjamin karena emas fisik yang dipegang oleh nasabah cukup besar, yakni mencapai 2,5 ton.

kalo 1 gram = 500ribu, berarti berapa tuh totalnya...???
zaman sekarang mesti kudu waspada,, banyak orang yang siap melakukan segala cara untuku mendapatkan kekayaann.
oknum mui kok blom ada yang tanggung jawab...
×