Aceh Tengah dan Bener Meriah Menjadi Lautan Merah Putih

TAKENGEN |SuaraLeuserAntara|: Ribuan massa dari dua kabupaten, Aceh Tengah dan Bener Meriah berkonvoi di jalan utama Takengen, spontan ibu kota Aceh Tengah ini menjadi lautan merah putih, Kamis (4/4/2013).

Massa pembela NKRI ini yang tergabung dalam PETA, Laskar Merah Putih, Patron, Mahasiswa dan masyarakat ikut meneriakkan yel-yel menolak qanun wali nanggroe, bendera dan lambang Aceh.

Selain membawa bendera merah putih, spanduk yang berisikan kecaman terhadap qanun Aceh tentang bendera dan lambang, serta wali nanggroe, juga membakar bendera bulan bintang yang dianggap mengganggu keamanan Aceh pasca MoU.

Sejak pagi massa Aceh Tengah terkonsentrasi di GOS Takengen, sedangkan di Bener Meriah massa merah putih konsentrasi di Terminal Simpang Balek. Setelah itu massa Bener Meriah merapat ke ibukota Aceh Tengah.

“ Gayo bukan Aceh, tetapi Gayo bagian NKRI. Kami cinta NKRI, siapapun yang menantang NKRI akan menjadi lawan kami, kami siap angkat senjata dan berperang melawan separatis GAM ,” sebut Said, Panglima Perang PETA Aceh.

“ Bila pemerintah Aceh jeli dan tanggap dengan keadaan di daerah, hal seperti ini tidak terjadi. Mengapa pemerintah dan DPRA tidak memanggil seluruh elemen adat di Aceh, sehingga terakomodir seluruh elemen yang ada di Aceh, mengapa pemerintah Aceh berkehendak sendiri,” sebut Beni Alfakir, mantan dan simpatisan GAM.

Massa mulai berkonvoi sejak dari Bener Meriah, menuju kota Takengen. Ruas jalan utama Takengen- Biruen ini dipadati atribut merah putih. Massa yang menuju GOS Musara Alun ini, tidak bertindak anarkis.

Sesampainya di GOS massa juga mengambil bendera bintang bulan sabit dan membakarnya, hal itu dijadikan simbol bahwa di wilayah ALA bendera separatis tersebut ditolak.

“ Pemerintah Aceh dan DPRA telah membuat kesalahan dan melukai hati rakyat. Pasalnya, selain QWN yang tidak fair terhadap seluruh etnis di Aceh, serta menghamburkan uang rakyat, kini disusul lambang dan bendera Aceh, merupakan penjelmaan separatis GAM ,” sebutnya Iskandar roby dari elemen sipil Gayo.

Rakyat nantinya akan bertindak langsung jika ada pengibaran bendera bulan bintang di bumi ALA.” Apabila ada upaya mengibarkan bulan bintang di tanah Gayo, maka akan dibakar ,” jelas Suryadi anggota PETA.

Pilar bangsa itu jelas, sebut Ketua Laskar Merah Putih Aceh Tengah, Rizaly Hady, menambahkan keterangan di sela aksi massa ini. Lambang dan bendera Aceh sangat bertentangan dengan idiologi NKRI.

“Di Negara Indonesia hanya ada 4 pilar kebangsaan; UUD 1945, Pancasila, NKRI dan merah putih. Penetapan Qanun no 3 tahun 2013 oleh DPRA dan pemerintah Aceh, berbau separatis, sangat bertolak belakang dengan 4 pilar dimaksud,” jelasnya.

Pengesahanan qanun tersebut merupakan suatu tanda, rendahnya wawasan nusantara yang dimiliki pihak legeslatif dan ekskutif Provinsi Aceh. Imbasnya memicu persoalan baru, menimbulkan pro dan kontra di tengah kehidupan bermasyarakat di Aceh, sebut Rizaly.

Bendera Aceh Dibakar Massa Pro Merah Putih


TAKENGEN |SuaraLeuserAntara|:Bendera bulan bintang yang telah sisahkan oleh pemerintahan Aceh yang saat ini menuai kontroversi dibakar oleh massa yang membela merah putih (NKRI), di depan Gedung Olah Seni, Takengen, Aceh Tengah. Kamis (4/4/2013).

Dibakarnya bendera yang mirip bendera separatis (GAM) tersebut adalah salah satu simbol penolakan terhadap paksaan kubu KPA/PA yang menguasai eksekutif dan legislativ di Aceh. Para pejuang NKRI ini menolak bendera dan lambang Aceh, apalagi penggunaan lambang tersebut terkesan dipaksakan oleh Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf Cs untuk diterima seluruh rakyat yang tinggal di bumi Aceh.

” Kita bakar bendera simbol pemberontak ini, sebagai penolakan terhadap bendera bulan bintang yang telah disahkan oleh para separatis-separatis yang menguasai Aceh. Kami rakyat ALA siap angkat senjata untuk ini ,” ungkap Cemerlang Jubir PETA Aceh dihadapan lautan massa merah putih yang melakukan aksi di dua Kabupaten, Aceh Tengah dan Bener Meriah.(izq)

Usai melakukan konvoi dan orasi, pukul 13:WIB massa mulai membubarkan diri. (izq)

mantap gan bakar bendera GAM aceh yang sok jago

kalo perlu bakar orang nya juga
sudah saatnya aceh dimekarkan, yg pro NKRI dibikin provinsi tersendiri
Sebenarnya yg keliling2 bawa bendera GAM itu kan cuma simpatisan Partai Aceh...


Sedangkan mayoritas Warga Aceh masih waras...

moga2 aman2 aje sterusnye, jangan ampe jadi cerite gak puguh lah
merinding ane baca beritanya, jiwa nasionalismenya tinggi banget...
Bagus lah bakar aja semua bendera GerakanAnakMurtad
NKRI harga mati

NKRI

NKRI harga matiiii. gak ada yang lainnnn
mari kita dukung rakyat aceh pro NKRI dan lawan mereka yang ingin membangkitkan luka lama dengan mensahkan benedera GAM sebagai bendera aceh..
anggota dpr disana mayoritas mantan anggota gam.jd begini bikin aturan melenceng.
semoga tidak ada lagi pertikaian,merah putih mempersatukan bangsa
PETA?
kalo soal nasionalisme, pak tentara dapat diandalkan..
DPRA memicu adanya separatisme lagi

kenapa sih? pengen duit?


harus ada ketegasan dari pemerintah nih soal aceh

hidup NKRI
Semoga aceh tetep damai
Quote:Original Posted By JungleKeeper
mantap gan bakar bendera GAM aceh yang sok jago

kalo perlu bakar orang nya juga


SIAP KOMANDAN.......PETA lagi atur strategi jitu. Senin kemarin telah kami hancurkan 1 mobil escudo memakai bendera aceh di desa tritit, kab. Bener Meriah. Foto segera menyusul. LAPORAN SELESAI dan PETA mohon dukungan moril dan doa
ane yakin seluruh warga aceh masih setia ma NKRI, kejadian ini cuman mau ngingetin pemerintah agar peduli dan berempati terhadap seluruh warga masyarakat
wah...
disebelah .. konvoi bendera gam..
ini konvoy merah putih..
bisa jadi panas lagi nih aceh...
jangan sampai deh ..
Damai itu indah
Quote:Original Posted By bmpemda
SIAP KOMANDAN.......PETA lagi atur strategi jitu. Senin kemarin telah kami hancurkan 1 mobil escudo memakai bendera aceh di desa tritit, kab. Bener Meriah. Foto segera menyusul. LAPORAN SELESAI dan PETA mohon dukungan moril dan doa


jangan anarki gan.. gunakan cara diplomasi..
tinggal nunggu pemekaran provinsi aceh.....