KASKUS

Mengenal lebih dekat Korps Marinir TNI AL./ HANTU LAUT ( Terbaik ke Tiga di Dunia )

Korps MARINIR dahulunya bernama KKO atau Korps Komando , satuan ini merupakan Korps elite TNI AL, anak emas bung Karno. Tulisan ini saya buat untuk memperkenalkan TNI khususnya Korps Marinir TNI AL kepada masyarkat umum dan semoga tidak ada lagi pertanyaan " buat apa ada tentara kalau tidak perang? ". Kita harus bangga kepada Marinir dan satuan TNI lainnya, bahkan Komandan prajurit AS pun mengatakan bahwa Marinir Indonesia terbaik ketiga di dunia, makanya mereka gencar berlatih dengan kita. Marine Broterhood
KKO=Korps Marinir=Baret Ungu=Hantu Laut=Prajurit Amfibi.
Tapi sayang Korps Marinir "hanya" di jabat Jenderal bintang 2/Mayjend (mar), kalaupun Letjend harus pindah ke wilayah lain seperti dipindahkan ke Basarnas, padahal di satuan elite TNI, Marinirlah yang paling tua ( berusia 67 tahun) di bandingkan Kopassus TNI AD ( 60 tahun) dan Paskhas TNI AU (65 Tahun). ditubuh TNI, Marinir dan Paskhas tidak bisa menjadi Panglima TNI.
: MARS MARINIR

BEGERAK SERENTAK
PANTANG MUNDUR SEJEJAK
ITU PEDOMAN KITA
DIBAWAH KIBARAN BENDERA DAN PANJIMU
AYO TERUS BERGERAK MAJU
TUNJUKAN BERANIMU
TERIAKAN PERKASAMU
DENGAN SEMANGAT BARU
LAUTAN TERJAGA DARATAN SENTOSA NEGARA SEJAHTERA
JALESU BHUMYAMCA JAYAMAHE
ITULAH SEMBOYAN MARINIR YANG JAYA


Link Download LINK




Komandan Korps Marinir AS Jenderal James T Conway " Korps Marinir Indonesia adalah terbaik ketiga di dunia, dan telah banyak yang kami lakukan bersama dan akan dilakukan di masa datang dengan lebih baik bagi peningkatan profesionalisme kami sebagai marinir". http://beritasore.com/2009/08/07/mar...ama-antiteror/

(tolong dibaca seluruhnya, page 1)
"KAMI BUKANLAH YANG TERBESAR, TAPI KAMI BERUSAHA MENJADI YANG TERBAIK, DAN KAMI TIDAK MEMILIKI APA-APA SELAIN KEBANGGAN MENJADI MARINIR"
"JALESU BHUMIYAMCA JAYAMAHE" DILAUT DAN DIDARAT KITA JAYA..MENDARAT DAN MENANG

" MARINIR PANTANG MUNDUR, MATI SUDAH UKUR"
"LEBIH BAIK MANDI KERINGAT SAAT LATIHAN DARIPADA MANDI DARAH SAAT PERANG".





1. SEJARAH
Korps Marinir adalah salah satu Kotama (Komando Utama TNI Angkatan Laut). Dalam struktur organisasi TNI AL, Korps Marinir adalah sebuah Kotama sejajar dengan Kotama lain seperti Koarmatim, Koarmabar, Kolinlamil, Kobangdikal, Seskoal dan AAL. Cikal bakal Korps Marinir bermula dari tanggal 15 November 1945, di mana nama Corps Mariniers tercantum dalam Pangkalan IV ALRI Tegal sehingga tanggal ini dijadikan sebagai hari lahir Korps Marinir. Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan No. A/565/1948 pada tanggal 9 Oktober 1948 ditetapkan adanya Korps Komando di dalam jajaran Angkatan Laut. Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) kembali menggunakan nama Korps Marinir sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut No. Skep/1831/XI/1975 tanggal 15 November 1975.
KORMAR memiliki slogan Jalesu Bhumyamca Jayamahe,bermaksud Di Laut dan Darat Kita Jaya.
Markas Korps Marinir terletak di Jalan Kwitang, Jakarta Pusat. Korps Marinir terdiri dari tiga brigade infrantri marinir. Satuan elit marinir TNI-AL dinamakan Batalyon Intai Amfibi (Taifib)



dan satuan anti-teror marinir TNI-AL dinamakan Detasemen Jala Mengkara (Denjaka).





Spoiler for marinir:
.

Spoiler for prajurit handal:



DI rangkum dari berbagai sumber (Dinas Penerangan Marinir, wikipedia, detik..com, detik foto,tribunnews, jurnasphoto, merdeka.com, antaranews.com, antara foto, Angkasa, Republika dan Tribun Lampung ) kawan kawan bergabunglah dengan group FB " Korps Marinir Indonesia-News", akan ada kunjungan ke markas KKO Marinir di Cilandak Jaksel, kemungkinan sesudah HUT TNI pada 5 oktober 2014 mendatang, silahkan daftar jika ingin bergabung agar lebih tahu tentang Marinir
2.GELAR PASUKAN.
Korps Marinir terdiri dari 2 Pasmar yang( Surabaya dan Jakarta) serta 1 Brigade di Piabung, Lampung.


PASUKAN MARINIR I, berkedudukan di Gedangan, Sidoarjo
Brigade Infanteri 1/Marinir, berkedudukan di Sidoarjo
Batalyon Infanteri 1/Marinir
Batalyon Infanteri 3/Marinir
Batalyon Infanteri 5/Marinir
Resimen Artileri 1/Marinir membawahi :
Batalyon Artileri 3/Marinir
Batalyon Arhanud 1/Marinir
Batalyon Howitzer 1/Marinir
Batalyon Roket 1/Marinir
Resimen Kavaleri 1/Marinir membawahi :
Batalyon Ranratfib 1/Marinir
Batalyon Tankfib 1/Marinir
Batalyon Kapa 1/Marinir
Resimen Bantuan Tempur 1/Marinir membawahi :
Batalyon Angmor 1/Marinir
Batalyon Komlek 1/Marinir
Batalyon Bekpal 1/Marinir
Batalyon Zeni 1/Marinir
Batalyon Kesehatan 1/Marinir
Batalyon Provoost 1/Marinir
Pangkalan Marinir Surabaya membawahi :
Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan V Surabaya
Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan VI Makassar
Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan VII Kupang
Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan VIII Manado
Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan IX Ambon
Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan X Jayapura
Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan XI Merauke


PASUKAN MARINIR II, berkedudukan di Cilandak, Jakarta Selatan
Brigade Infanteri 2/Marinir, berkedudukan di Cilandak, Jakarta Selatan.
Batalyon Infanteri 2/Marinir
Batalyon Infanteri 4/Marinir
Batalyon Infanteri 6/Marinir
Resimen Artileri 2/Marinir membawahi :
Batalyon Arhanud 2/Marinir
Batalyon Howitzer 2/Marinir
Batalyon Roket 2/Marinir
Resimen Kavaleri 2/Marinir membawahi :
Batalyon Ranratfib 2/Marinir
Batalyon Tankfib 2/Marinir
Batalyon Kapa 2 Marinir
Resimen Bantuan Tempur 2/Marinir membawahi :
Batalyon Angmor 2/Marinir
Batalyon Komlek 2/Marinir
Batalyon Bekpal 2/Marinir
Batalyon Zeni 1/Marinir
Batalyon Kesehatan 2/Marinir
Batalyon Provoost 2/Marinir
Pangkalan Marinir Jakarta membawahi :
Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan I Belawan
Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan II Padang
Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan III Jakarta
Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan IV Tanjung Pinang

Brigade Infanteri 3/Marinir, berkedudukan di Piabung, Lampung.
Batalyon Infanteri 7/Marinir
Batalyon Infanteri 8/Marinir
Batalyon Infanteri 9/Marinir

A.Pasukan Marinir 1 Surabaya
Spoiler for prajurit handal:


B. PASUKAN MARINIR 2 JAKARTA

Spoiler for prajurit handal:


C. PASUKAN MARINIR BRIGIF 3 LAMPUNG



Pembinaaf Fisik Marinir ( Berlari, renang, menembak, beladdri, kebut gunung, dayung laut dan tak ketinggalan pula yaitu memasak )





































3. Operasi Perang/non Perang

1. Meledakkan Bom di Mac Donald House Singapura ( di tubuh TNI, hanya Marinir lah yang pernah mengebom di luar negeri)


2. Operasi Trikora




3. Operasi Dwikora


4. Operasi seroja ( timur-timur)



5.Operasi Rencong Saki ( GAM)




Anggota GAM pernah di wawancarai oleh wartawan elshinta dan ini jawabanya " Dari jaman DOM sampai sekarang marinir GAM baru ketemu lawan yang pas yaitu satgas muara-rawanya p. Alfan. Struktur organisasi Marinir GAM ada juga, basis didaerah rawa-rawa dari Peurlak sampai Muara Penaga berbatas dengan Pangkalan Susu, sekarag seluruh muara didaerah tsb dikuasai P Alfan dan seluruh alur sungai diobok-obok Marinir TNI.
http://www.polarhome.com/pipermail/m...ly/000022.html
pak Alfan skrg menjadi KABASARNAS, sebelumnya menjadi Komandan Korps Marinir
6. Operasi pembebasan Kapal Sinar Kudus/Somalia (satgas merah putih)



7. Operasi pengamanan pulau terluar ( pulau berhala, dumai,sabang, natuna, rondo, mapia, ,fanildo, fanni, rote, nunukan, tarakan, dll..pulau-plau tersebut umumnya tidak berpenghuni)



8. Operasi Ambon



9. Operasi pengamanan Ambalat


10. Operasi pengamanan Jakarta dari kerusuhan MEI 1998


11. Operasi pengangkatan korban G30S/PKI di lubang buaya



12. Operasi pengamanan Jenderal Nasution dari pembunuhan PKI



13. Operasi pengaman bentrok di berbagai daerah seperti Balinuraga Lampung, bentok pemuda IKP di Sumut,


14.Operasi bencana Tsunami, gempa Jogja, banjir wasior Papua, banjir Padang, Banjir Jakarta , evakuasi korban gedung UOB, Banjir Ambon dll














Donor Darah, Tiap Tahun ribuan prajurit Marinir mendonorkan darahnya ke PMI. WAJIB DI TIRU


Mengajak Anak-anak Korban Merapi bersendau gurau dan berwisata, sejenak dapat menghilangkan duka akibat di tinggal orang-orang tercinta





dll..maaf tidak bisa saya sebutkan satu persatu termasuk penyelamatan Bung Karno dari kejaran Kopassusnya alm. Soeharto
4. Beladiri Korps Marinir TNI AL

Korps MARINIR belajar berbagai macam ilmu beladiri seperti MMA ( MIX MARTIAL ART), Merpati Putih, Tekwondo, Karate, Tarung Derajat, Pagar Nusa ( baik beladiri tangan kosong maupun bersenjata)
perwira singapura saat mengunjungi Markas Marinir, di suruh tusukkan jarum ke Marinir tapi tdk terluka. bergidik ngeri tu prajurit singapura


Marinir " Apa Lo ?"





















llatihan Dopper pun menggunakan peluru tajam

Liputan6.com, Situbondo: Tak cuma piawai mengangkat senjata. Pasukan marinir Angkatan Laut Indonesia juga mempunyai kemampuan lain yang tak dimiliki US Navy. Belum lama ini saat digelar latihan gabungan di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, pasukan marinir TNI AL memeragakan pencak silat dan atraksi debus di hadapan ratusan prajurit US Navy.

Sebelum memeragakan pencak silat dan debus, para prajurit marinir AL Indonesia menunjukkan atraksi kesenian tradisional, rampak gendang. Disusul atraksi pencak silat dan tenaga dalam kekebalan tubuh dengan cara berguling di kayu berduri, meniti tangga menggunakan parang, serta memecahkan kelapa menggunakan kepala. Atraksi ini memukau prajurit AS.

Pertunjukan pencak silat serta berbagai aksi tenaga dalam yang dilakukan marinir TNI AL digelar saat acara penutupan latihan perang pendaratan amphibi bersama US Navy.(AIS)

http://news.liputan6.com/read/409527...bus-ke-us-navy

Pasukan khsusus Malaysia pernah di latih Marinir Kita

Unit Pasukan Khas Laut (Paskal) Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) berganti nama menjadi Kapal Diraja (KD) Panglima Hitam. Peresmian pergantian nama dilakukan Panglima Tentera Laut Laksamana Datuk Seri Abdul Aziz Jaafar, 15 April 2009 di Pangkalan TLDM Lumut.

Ide nama Panglima Hitam dilontarkan Sultan Selangor, Sultan Sharafuddin Idris Shah yang merupakan Kapten Yang Dipertuan TLDM. Nama ini diambil dari nama pahlawan Melayu, Panglima Hitam mempunyai ilmu beladiri yang tinggi, berbudi bahasa dan menjaga kesopanan, setia pada raja dan pemerintah.

KD digunakan untuk kapal perang yang bertugas di jajaran TLDM, selain itu diberikan kepada unit-unit atau pusat dalam TLDM yang telah banyak berjasa kepada negara dan tentara. Seperti KD Sultan Idris tempat pelatihan para kadet sebelum bertugas di TLDM, KD Duyong pusat pelatihan selam TLDM.

KD Hitam berhasil membebaskan dua kapal milik MISC Bhd. di perairan Teluk Aden, Somalia. Serta pernah melakukan sekurang-kurangnya 10 misi internasional, baik secara sendiri maupun bekerja sama dengan pasukan komando negara lain.

Pasukan ini sebelumnya Rejimen Keselamatan di Pangkalan TLDM Woodlands, Singapura yang bertugas menjaga keamanan pangkalan.


Rejimen ini kemudian mengikuti kursus komando hutan di Pusat Pendidikan Marinir TNI AL, Surabaya. Kemudian berlatih di Pusat Latihan Peperangan Khas, Sungai Udang, Melaka. Selain itu mengikuti kursus komando di Royal Marine Commando United Kingdom dan SEAL Amerika Serikat.

http://beritahankam.blogspot.com/200...ando-tldm.html
5. Komandan Korps Marinir dari masa ke masa


























yang sebelah kanan Komandan Korps Marinir sekarang , Pak Faridz Wasinghton..keren namanya


salah satu sesepuh yang menjadi gubernur jakarta adalah Bang Ali Sadikin




mantaabs gan..
6. Peersenjataan Korps Marinir TNI AL

1. Tank Amfibi BMP 3F


2. Roket MLRS RM 70 GRAD


3. Panser Amfibi LVT 7


4. Tank Amfibi PT 76


5. Panser BTR 80 dan BTR 50



6. Artileri


7. Rudal panggul anti pesawat


8. Senjata Bantuan Infantery


9. Senjata Perorangan ( Sniper dan Serbu)









satuan yang menggunakan sumpit adalah regu pandu tempur marinir yang berlatih di antralina, sukabumi
7. Bataliyon Intai Amfibi ( Yon Taifib ) = Pasukan Khusus Korps Marinir




di antara kemampuannya adalah berenang diLaut dengan kaki dan tangan terikat sejauh min.3 KM ( di tubuh TNI, hanya Taifib Marinir lah yang bisa melakukannya), selain itu harus mampu renang tembus Gelombang . Latihan renang rutinya adalah berenang sejauh 12 KM di pantai poncomoyo.Dalam materi ini ada Kamp Tawanan atau istilahnya hell week/minggu neraka, prajurit di siksa habis-habisan (dipukul, ditendang berhari-hari) Banyak prajurit Marinir yang menjadi Stres/Gila, patah tulang dan bahkan sampai terjadi sesuatu yang tidak di inginkan apabila mereka tidak kuat menjalani pendidikan Intai Amfibi ini. di tahun 2007, Pratu Suratman dari Yontaifib yang menjadi juara 1 lomba renang selat sunda, dengan berenang sejauh 35 MIL selama 11 jam lebih dalam rangka memperingati HUT KORPS MARINIR. DI era konfrontasi dengan Malaysia, satuan inilah yang mengebom gedung di Singapura.

Batalyon Intai Amfibi atau disingkat YonTaifib adalah satuan elit dalam Korps Marinir Dahulunya satuan ini dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi). Untuk menjadi anggota YonTaifib, calon diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun. Salah satu program latihan bagi siswa pendidikan intai amfibi, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 3 km. Dari satuan ini kemudian direkrut lagi prajurit terbaik untuk masuk kedalam DENJAKA TNI AL
Sejak berdirinya KKO AL setiap penugasan dirasakan perlunya data-data intelejen, serta pasukan khusus yang terlatih dan mampu melaksanakan kegiatan khusus yang tidak dapat dikerjakan oleh satuan biasa dalam rangka keberhasilan tugas. Menjawab kebutuhan tersebut, pada tanggal 13 Maret 1961 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Komandan KKO AL No.47/KP/KKO/1961 tanggal 13 Maret 1961, tentang pembentukan KIPAM. Pada tanggal 13 Maret 1961, KIPAM berdiri dibawah Yon Markas Posko Armatim - I, para perintis berdirinya KIPAM adalah Bapak Sumardi, Bapak Untung Suratman, Bapak Moelranto Wiryohuboyo, dan Bapak Ali Abdullah. Pada tanggal 25 Juli 1970 KIPAM berubah menjadi Yon lntai Para Amfibi. Tanggal 17 November 1971 Yon lntai Para Amfibi berubah menjadi Satuan lntai Amfibi, pada akhirnya berubah menjadi Batalyon lntai Amfibi atau disingkat Yon Taifib Mar dibawah Resimen Bantuan Tempur Korps Marinir. Seiring dengan perkembangan Korps Marinir dengan peresmian Pasmar I SK Kasal No. Skep/08/111/2001 tanggal 12 Maret 2001 tentang Yon Taifib Marinir tidak lagi dibawah Resimen Bantuan Tempur Korps Marinir (Menbanpurmar), akan tetapi langsung berada dibawah Pasmar. Melihat lingkup penugasan serta kemampuannya, akhirnya Taifib secara resmi disahkan menjadi Pasukan Khusus TNI AL. Hal ini sesuai dengan SK Kasal No. Skep/1857/XI/2003 tanggal 18 November 2003 tentang Pemberian Status Pasukan Khusus kepada Intai Amfibi Korps Marinir.
Tugas pokok
YonTaifib mempunyai tugas pokok membina dan menyediakan kekuatan serta membina kemampuan unsur-unsur amfibi maupun pengintaian darat serta tugas-tugas operasi khusus dalam rangka pelaksanaan operasi pendaratan amfibi, operasi oleh satuan tugas TNI AL atau tugas-tugas operasi lainnya.

Ciri prajurit
1. Didapatkan melalui seleksi yang ketat, berasal dari prajurit Marinir pilihan yang mempunyai kemampuan fisik prima, serta mempunyai tingkat psikologi standar Pasukan Khusus sesuai tuntutan.
2. Rasio pasukan Taifib selalu jauh lebih kecil dari pasukan biasa/reguler, karena dalam tugas-tugas khusus dituntut kecepatan, kerahasiaan yang tinggi, keakuratan, keuletan, disiplin lapangan serta keberhasilan tugas.
3. Dididik dengan ketat dan keras melalui beberapa tahap, dimana setiap tahapan yang dibuat untuk mengukur tingkat kesiapan siswa dan melanjutkan proses penggemblengan untuk menjadi calon prajurit Taifib
4. Dilatih secara khusus mengikuti program yang ketat dengan tingkat risiko yang tinggi. Hal tersebut tergambar dalam program berupa pembinaan yang keras, pembinaan mental dengan tingkat stressing yang tinggi, pembinaan berbagai keterampilan khusus yang dikondisikan seperti dalam tugas sebenarnya. Latihan-latihan tersebut meliputi kemampuan dalam aspek yang harus dilaksanakan, yaitu dilaut, darat dan udara.
5. Mempunyai kemampuan melaksanakan tugas secara berdiri sendiri, dari induk pasukan dalam artian mampu melaksanakan survival secara tim maupun perorangan, mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dan mampu mengatasi tekanan mental di daerah penugasan, kemampuan infiltrasi dan eksfiltrasi ke atau dari daerah musuh melalui media, antara lain free fall dengan sistem HALO dan HAHO, STABO/SPIE , berenang, menyelam, serta salah satu kemampuan bawah air atau combat swimmer melalui peluncur torpedo kapal selam.
Sistem penerimaan prajurit
Prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL diambil dari prajurit pilihan Korps Marinir melalui seleksi ketat dan keras. Sebab ditangan personel Taifib - lah sebuah kesuksesan operasi Amfibi yang dilakoni, Korps Baret Ungu dan seluruh elemen TNI dipertaruhkan. Perekrutan Prajurit Taifib Seleksi Prajurit Taifib atas dasar suka rela dari prajurit Korps Marinir ( semua bagian tempur : Infanteri,Artileri, Kavaleri, Bantuan Tempur dan Pertahanan Pangkalan ) yang sudah mempunyai Basic Tempur yaitu Pendidikan Dasar Kemiliteran, Pendidikan Keprajuritan Marinir, Pendidikan Taktik Operasi Darat, Pendidikan Komando Marinir (Dikko), Pendidikan Menembak Kualifikasi, Pendidikan Operasi Amfibi termasuk Raid Amfibi, Para Dasar (Paradas), Penyelaman, dan Free Fall. Seleksi Calon Siswa Taifib sangat ketat dan keras meliputi Seleksi Kesehatan dengan Stakes I, Samapta Baik, Berenang, Push Up, Sit Up, Pull Up dalam waktu tertentu dan lulus tes Psikologi Pasukan Khusus standart TNI. Calon Siswa Diktaifib maksimal berusia 26 tahun baik Perwira, Bintara dan Tamtama TNI-AL.

Pendidikan prajurit

Metode pelatihan calon prajurit Taifib dibagi dalam beberapa tahap yang mencakup Medan Darat, Laut, Udara dan Bawah Air. Dalam setiap tahap calon akan terseleksi secara alamiah karena materi yang dihadapkan semakin hari semakin berat dan menuntut para siswa benar benar menguasai ilmu yang diberikan pada tahap sebelumnya. Pasalnya tahap – tahap dalam pendidikan sebenarnya adalah satu rangkaian operasi yang benar – benar dilakukan prajurit Intai Amfibi dalam melaksanakan tugas dalam pertempuran atau operasi lain nantinya. Pendidikan Taifib dilaksanakan selama hampir 9 bulan bertempat (Base Camp) di Pusdik Marinir kemudian dilanjutkan Puslatpur Marinir Karang Tekok Situbondo. Di Jawa Timur, Marinir tercatat mempuyai 8 Puslatpur (Pusat Latihan Pertempuran) di Grati, Pasuruan, Karang Tekok, Situbondo, Purboyo di Bantur, Malang, Asem Bagus, Situbondo, Banongan, Situbondo, Jampang Tengah, Sukabumi,Baluran, Banyuwangi, Selogiri, Banyuwangi. Mungkin semuanya juga dipakai untuk base camp oleh Marinir untuk melatih para calon prajurit Taifib ini. Karena disesuaikan dengan materi pendidikan yang diajarkan. Taifib juga mengikut sertakan pelatih dari setiap Batalyon Taifib, Perwira Batalyon Taifib termasuk Komandan Batalyon, dan Prajurit Senior Taifib untuk melatih para siswa

Brevet Taifibmar ini.

Personel Taifib berhak atas Brevet Intai Amfibi (Brevet Komando Hutan dan Brevet Para Dasar tidak digunakan lagi), Brevet Pandu Para, Brevet Free Fall, Mobile Udara, Menembak Tepat (Sniper) yang baru (jika naik kelas di kelas Senapan.Pistol), Brevet Selam Tempur, Brevet Renang Selat dan Brevet lain yang berhak digunakan personel Taifib yang diperoleh dari paket Pendidikan Taifib.Korps Marinir.

Baret prajurit

Pemakaian Baret Prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL tetap berwana Ungu, yang membedakan prajurit Marinir biasa dengan Taifib hanya di Baret Prajurit Intai Amfibi ada Brevet “Tri Media” di samping Pataka Korps Marinir.


Yon Taifib Marinir terbagi dalam 2 satuan yaitu Yontaifib 1 di Surabaya dan Yontaifib 2 di Jakarta















di buang ke laut


NB: Kawan-kawan kaskus, Alhamdulilah ane tadi udah Yudisium dan nyatakan Lulus...Maaf ni belum sempet bisa Update lagi
8. Renang sebrangi selat Sunda

KORMAR (26/11) - Prajurit Satu Suratman dari Batalyon Intai Para Amfibi (Ipam) 2 Marinir Jakarta tampil terdepan menjuarai lomba renang lintas perairan Selat Sunda pada Festival Selat Sunda 2007 yang diselenggarakan atas kerjasama antara Korps Marinir dengan Pemda Lampung Selatan. Pratu Suratman yang keluar sebagai juara pertama lomba renang pada Festival Selat Sunda 2007 meraih waktu 12 jam, 3 menit dan 7 detik. Catatan ini memang lebih lama jika dibandingkan dengan prestasi perolehan waktu tercepat pada lomba renang Selat Sunda sebelumnya (26 Oktober 1996). Waktu tercepat saat itu adalah 9 jam, 47 menit dan 5 detik artinya 3 jam lebih cepat. Namun, secara kualitas para perenang kali ini lebih baik karena mereka harus menghadapi lebih besar dan rute yang berbeda, yakni dari Merak menuju Lampung.

Sedangkan juara kedua renang lintas perairan Selat Sunda pada Festival Selat Sunda 2007 ini adalah Serda Mar Boyke H dan juara ketiga Pratu Mar Taufik Saputra. Selain lomba renang, Korps Marinir menyelenggarakan lomba perahu dayung. Dari 21 tim perahu dayung yang berlaga, masing-masing tim berjibaku menuntaskan rute lomba dari Pantai Kelapa Tujuh, Suralaya, Banten, menuju Pantai Batu Putih, Ketapang, Lampung. Jarak sejauh 19,2 mil laut atau kurang lebih 38 kilometer dapat ditembus dengan waktu tercepat sekitar enam jam 50 menit oleh tim Batalyon Roket 1 Marinir Surabaya. Sedangkan waktu tercepat kedua diraih Batalyon Bekpal I Mar Surabaya dan ketiga dari Yonif - 7 Mar Brigif - 3 Mar.

Dalam perlombaan renang dan dayung lintas perairan Selat Sunda, prajurit Korps Marinir telah membuktikan kehandalannya dalam menaklukkan perairan Selat Sunda. Setelah dilepas Jumat malam, (23/11) sebanyak 76 atlet renang terbaik dari seluruh kesatuan Korps Marinir yang ada di Indonesia, langsung menghadapi ganasnya ombak dan derasnya arus. Berkat ketangguhan dan pembinaan mental dan fisik yang prima dari kesatuannya masing-masing, ke-23 peserta renang akhirnya berhasil menaklukkan tantangan gelombang Selat Sunda pada hari Sabtu, (24/11).

Festival Selat Sunda kesembilan ini kembali digelar Korps Marinir, setelah sempat terhenti tahun 2001 lalu. Festival ini menjadi ajang penggemblengan kemampuan prajurit Marinir dalam menghadapi rintangan alam. Lomba ini sejajar dengan lomba renang jarak jauh bergengsi dunia lainnya, seperti lomba renang menyeberangi Selat Dover di Inggris.

http://www.tni.mil.id/view-7980-prat...lat-sunda.html

Sepenggal Cerita Pengalaman Saya Sebagai Marinir" by @NonoSampono catatan kecil mantan Komandan Korps Marinir

Tahun 1998 saya dipanggil bu Megawati saat itu Wakil Presiden, utk melakukan pembenahan sistem pengamanan & protokoler di Istana, Akhirnya saya bergabung dan diangkat menjadi wakil komandan Paspampres. Fenomena baru krn Marinir tidak pernah mendudukin jabatan tsb.
Saat menemani bu Mega ke Papua, kami dikepung ribuan tentara OPM lalu sy berhadapan lsg dg komandan OPM Brigjen Yogi menanyakan tujuannya, Komandan OPM memaksa utk bicara lsg dg WaPres, sy hanya menjawab "tdk bs spt ini caranya. Klo memaksa artinya kamu akan mati ditangan saya"
Saya menawarkan, sy akan diskusi dadulu dgn WaPres. Akhirnya mreka mau menerima.. Pdhl saat itu sy sdg memutar otak penyelamatan WaPres.
Dgn jumlah hanya 38 Paspampres yg mengawal di Papua, sy hrs berhitung dg cermat langkah2 pengamanan WaPres kepungan ribuan OPM
38 Paspampres sy bagi menjadi 3 kel dgn penugasan masing2.. Agar sy bs pull out dg WaPres menggunakan Helikopter cadangan.
Alhamdulillah, penyelamatan tsb berhsl & sy jg berhsl membuktikan ke anggota paspampres yg biasa dipimpin oleh satuan lain, Marinir jg bisa.

denjaka adl satuan anti teror aspek laut dgn tugas pokok melaksanakan pembinaan kemampuan & kekuatan operasi antiteror serta antisabotase.
Sbg komandan yg saat itu denjaka merupakan satuan 'usia'nya masih muda, maka tugas sy bgmn membangun sistem utk menjadikan SDM spesialis.

beruntung sy punya kesempatan 6thn menjd komandan denjaka. shg bs membangun kerjasama dg special force Inggris utk pembinaan SDM spesialis

Contoh SDM spesialis denjaka adalah, apabila utk sniper haruslah the real sniper, demolisi harus yg benar2 ahlinya

Karenanya, proses peningkatan jumlah SDM denjaka. mmg tdk banyak, diawal sy menjabat komandan jumlahnya 100, 6th kemudian jd 130.

cerita berkesannya adl saat terjadi peristiwa Sipandan Lingitan dg Malaysia, sy gelar latihan renang seberangi Selat Sunda bersama denjaka

Kami hanya ingin menyampaikan pesan saat itu ke Malaysia, bahwa denjaka bisa menyusup tanpa kapal perang

Demikian cerita singkat sy ttg denjaka lain waktu bs disambung lg, krn agenda berikutnya sdh menunggu. Terima kasih.




Latihan dengan Korps Marinir TNI AL, 10 anggota marinir AS di evakuasi. Masalah

perang Hutan memang kita berkuasa, sedangkan AS ahli dalam perang kota, hal yang harus di perhatikan adalah persenjataan Korps Marinir yang perlu di perbaharui dan di tambah


BANYUWANGI--Sepuluh prajurit Marinir Amerika yang disebut United States Marine Corps (USMC) terpaksa harus dievakuasi akibat kelelahan saat menjalani latihan bertahan hidup di dalam hutan Selogiri, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa. Staf Dinas Penerangan (Dispen) Korps Marinir Lettu Mar Mardiono melaporkan sejak Senin (19/10) hingga Selasa (20/10), tercatat 10 prajurit Marinir Amerika yang tumbang dan tidak sanggup melanjutkan latihan survival akibat kelelahan dan tidak tahan dengan cuaca tropis.
"Misalnya, Ranus (26) yang berpangkat BFC dan kelahiran California, merupakan salah satu dari 10 Prajurit Marinir Amerika yang terpaksa harus dievakuasi tim medis dari Korps Marinir Indonesia," katanya, didampingi rekannya Serda Mar Kuwadi.
Latihan Survival itu diikuti 362 Marinir Amerika yang dipandu 16 pelatih, tiga interpreter (penerjemah), empat personel komunikasi, dan lima Prajurit Regu Pandu Tempur (Rupanpur) Korps Marinir TNI AL. Kegiatan survival ini merupakan bagian dari rangkaian Latihan bersama (latma) Marinir Amerika dan Indonesia yang bertajuk "Interoperability Field Training Exercise (IIP?FTX) 2009" di Situbondo dan Banyuwangi, 17-24 Oktober 2009.
Latma yang dikomandani Kolonel Marinir Nur Alamsyah itu dilakukan di empat tempat, yaitu di Pantai Banongan, Puslatpur Marinir Karangtekok, Kecamatan Banyu Putih, Situbondo, Pasewaran, dan hutan Selogiri Banyuwangi. Di Selogiri, 362 Prajurit Marinir Amerika yang menjelajahi hutan liar itu dibagi menjadi dua gelombang yang setiap gelombang dibagi menjadi lima tim dengan didampingi pelatih dan dokter dari Korps Marinir TNI AL.
Satu per satu tim diberangkatkan masuk ke dalam hutan, tetapi panitia sudah menyiapkan rintangngan dan jebakan ranjau yang dipasang sedemikian rupa sebagai tantangan, sehingga sesekali terdengar suara ranjau yang meledak dari balik rerimbunan hutan. Ledakan itu membuat para prajurit kalang kabut, namun mereka tetap saling berkoordinasi dalam satu komando dengan komandan regunya.
Sebelum menjalani perang di dalam hutan, para prajurit Marinir Amerika itu dibekali beberapa pengetahuan dan wawasan terkait cara bertahan hidup di dalam hutan. "Mereka juga kami ajari bagaimana cara makan tumbuh-tumbuhan di hutan, menghadapi hewan di antaranya ular dan beberapa jenis binatang buas," kata Kepala Tim (Katim) Survival Kapten Marinir M Machfud.
Pelatih lainnya, Pelda Marinir Mujiono mempraktikkan bagaimana cara yang benar dalam menjinakkan ular. Beberapa prajurit Marinir Amerika juga ada yang mencoba makan beberapa jenis tumbuhan liar. Dengan bekal logistik yang terbatas, seorang tentara memang dituntut bertahan hidup. Setiap gelombang Latihan Survival itu memakan waktu empat hari empat malam.
"Mereka menghadapi tantangan berat, meski mereka membawa perlengkapan tempur seperti senapan laras panjang M.16 A4, GPMG, senjata canggih lainnya yang dilengkapi dengan infra merah, peralatan komunikasi yang cukup canggih, dan alat digital petunjuk posisi di bumi (Global Positioning System/GPS)," katanya. ant/kpo

http://www.republika.co.id/berita/br...ika-dievakuasi

Renang tembus gelombang





Komandan Pasmar-1, Brigjen TNI (Mar) Ahmad Faridz Washington, menyalami sejumlah anggota pasukan khusus Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir, pada pembukaan Latihan Berganda Tri Media-1 2011, di Shelter Skuadron 400 Wing Udara-1 Puspenerbal Juanda, Sidoarjo, Jatim, Senin (7/3). Latihan yang meliputi teknik tempur tiga media (udara, laut dan darat) tersebut, bertujuan mengasah kemampuan tempur anggota pasukan khusus Taifib-1 Marinir. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/11)

7 Maret 2011, Surabaya -- (ANTARA News): Komandan Pasmar-1 (Danpasmar-1) Brigadir Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington membuka Latihan Berganda Tri Media I-2011 di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin, untuk meningkatkan kemampuan taktis personel Batalyon Pengintai Amfibi - 1 (Yontaifib-1) Mar.

"Batalyon Intai Amfibi merupakan satuan khusus TNI AL yang mempunyai tugas sangat penting dalam mendukung tugas TNI/TNI AL guna mempertahankan keutuhan wilayah dan Kedaulatan NKRI," katanya dalam sambutan pembukaan latihan itu.

Untuk menghadapi tugas ke depan, tuntutan tingginya profesionalisme Tri Media tidak dapat dihindarkan.

"Latihan bagi seorang prajurit Tri Media adalah merupakan salah satu kesejahteraan yang memiliki tujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan satuan Tri Media dalam memadukan Aspek Tempur, Aspek Intelijen dengan tiga Media yaitu Darat, Laut dan Udara," katanya.


Sejumlah anggota pasukan khusus Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir, siap naik pesawat Casa 212 milik Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal, untuk melakukan terjun tempur free fall saat Latihan Berganda Tri Media-1 2011, di Shelter Skuadron 400 Wing Udara-1 Puspenerbal Juanda, Sidoarjo, Jatim, Senin (7/3). Latihan yang digelar selama tiga minggu meliputi teknik tempur tiga media (udara, laut dan darat) tersebut, bertujuan mengasah kemampuan tempur anggota pasukan khusus Taifib-1 Marinir dalam menjaga keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/11)

Seorang anggota pasukan khusus Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir memotret rekannya yang mendarat saat melakukan terjun tempur free fall saat Latihan Berganda Tri Media-1 2011, di Shelter Skuadron 400 Wing Udara-1 Puspenerbal Juanda, Sidoarjo, Senin (7/3). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/11)

Belajar dari berbagai kejadian di lapangan atau daerah operasi masih ditemukan adanya kekurangan, kelemahan dan kesalahan, kesemuanya itu sebagai dampak dari kelalaian atau ketidakpedulian yang disebabkan oleh tingkat kemampuan dan keterampilan para prajurit dalam bidang teknik dan taktik yang bersifat mendasar.

"Belajar dari pengalaman tersebut, satuan Tri Media ke depan harus menaruh perhatian yang lebih bersungguh-sungguh terhadap setiap bentuk kegiatan latihan, karena it, laksanakan latihan berganda Tri Media I dengan kesungguhan dan penuh rasa tanggung jawab sebagai pasukan khusus atau pasukan elite," katanya.

Latihan yang diselenggarakan selama kurang lebih tiga minggu itu, personel Batalyon Taifib-1 Mar menerima materi latihan seperti Terjun Tempur, Rubber Duck Operation/RDO, dan Renang Laut tembus Gelombang.

Selain itu, Selam Tempur (Combat Swimmer), Demolisi Bawah Air, Pengintaian Pantai, Navigasi Laut, Raid Amfibi dan Ratsus, IMMP, Sanjak, Menembak Lanjutan, Patroli Berganda, Pengintaian dan mountenering lanjutan.

Hadir dalam upacara pembukaan tersebut Kepala Staf Pasmar-1, Para Asisten Kaspasmar-1, Dankolak/Satlak Pasmar-1, para pejabat di jajaran Puspenerbal, para pejabat TNI/Polri serta para tamu undangan lainnya.

Dalam waktu yang sama (7/3), Kepala Staf Pasmar-1 Kolonel Marinir (Fi) Saud Tamba Tua mewakili Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington membuka Pendalaman Intelijen Pasmar-1 Tahun 2011 di lapangan Apel Lanmar Surabaya.

Pelatihan yang diikuti 50 peserta dari jajaran Personel Intelijen Pasmar-1 itu bertujuan meningkatkan kemampuan dalam proses intelijen mulai dari tahap perencanaan, pengumpulan keterangan, pengolahan keterangan, penyampaian, dan penggunaan untuk mendapatkan Intelijen yang berkaitan dengan ancaman dan atau peluang ancaman.

"Dengan latihan pendalaman intelijen ini, saya berharap fungsi intel, baik penyelidikan, pengamanan dan penggalangan, dapat lebih tajam dalam rangka pembinaan personel ke dalam sebagai mata dan telinga komandan yang dapat diandalkan," katanya.
http://pataka-83.blogspot.com/2011/0...buka-oleh.html
Wah jd pengen masuk korps marinir
9. Dibalik Penangkapan Pasukan Khusus Marinir ( Suud Rusli)
walaupun tindakan dia mencoreng nama baik Korps Marinir tapi tak dapat di pungkiri kualitas Prajurit Marinir. dua prajurit marinir yakni letda syam ahmad sanusi dan kopda suud rusli menembak mati dirut PT. asaba yakni Budiarto dan pengawalnya Edy siyep dari satgultor kopassus.. semoga hal ini tidak terulang, Indonesia adalah negara hukum. tdk peduli dari entah itu aparat maupun sipil kalau bertindak melanggar aturan harus di hukum

Terpidana mati Suud Rusli, buronan pembunuh Direktur PT Asaba dan anggota Kopassus, ternyata tak berkutik dengan ikan bakar. Pelarian bekas anggota pasukan elit TNI AL (Marinir, Red) ini, tertangkap setelah dipancing dengan ikan bakar, di tempat persembunyiannya, di Subang, Jawa Barat, Rabu (23/11/2005).

Bekas anggota Detasemen Intai Amphibi, tim khusus Marinir, yang kabur dari Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis, Depok, 10 November, ini berakhir di sebuah gubuk di tengah sawah, di Kampung Susukan Girang, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pegaden, Subang. Sebanyak tiga puluh aparat - gabungan dari TNI AL-AD dan Polda Metro Jaya dan Polres Subang - meringkus Suud bersama Indah Nurhandayani (28) yang baru seminggu dinikahinya.

Penangkapan terhadap Suud Rusli ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, bekas Kopral Dua Marinir ini ditangkap di Malang, Jawa Timur, 31 Mei lalu setelah kabur dari Tahanan Polisi Militer (POM) Pangkalan Utama TNI AL (Lamtanal) II Gunung Sahari pada 5 Mei 2005. Suud kemudian ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis, Depok, namun berhasil kabur pada 6 November dan kembali diringkus, Rabu kemarin.

Pria kelahiran Nusa Tenggara Barat ini telah divonis hukuman mati dalam kasus pembunuhan bos PT Asaba, Boedyharto dan pengawalnya, Sertu Edi Siyep (Kopassus) 19 Juli 2003 lalu. Aksi itu dilakukan Suud bersama Letda Marinir Syam Ahmad Syanusi -- yang kini masih buron. Mereka disewa oleh bekas menantu Boedy, Gunawan Santosa, yang juga telah divonis mati.

Kini Suud kembali dijebloskan ke ruang tahanan RTM Cimanggis dengan pengamanan ekstra ketat. Jika sebelumnya hanya kakinya diborgol, kini kedua tangan dan kakinya ikut diborgol.

Pelarian Suud Rusli berhasil diendus aparat melalui melalui secarik surat kekasihnya, Ida Nurhandayani. Dari surat itu, tim gabungan TNI AL dan kepolisian akhirnya berhasil menemukan persembunyian Suud Rusli di Kampung Susukan Girang, Desa Gunung Sari, Pegaden, Subang.

Yang menarik, seperti diungkapkan Kasatreskrim Polres Subang, Ajun Komisaris Polisi, Wagiono yang ikut dalam tim perburan sang buronan, sebelum ditangkap, beberapa anggota tim berpura-pura menjadi warga biasa dengan berpakaian preman.

Tim gabungan mengajak warga di Kampung Susukan Giring bakar ikan, maksudnya memancing Suud keluar dari persembunyiannya. Benar saja setelah aroma sedap ikan bakar itu menyebabkan Suud keluar dari persembunyiannya dan bergabung.

Dari sanalah aparat yakin lelaki yang bergabung dalam ‘pesta’ ikan bakar itu adalah benar sebagai Suud Rusli. Setelah memastikan pria itu memang dicari-cari, petugas mengatur setrategi untuk meringkusnya.

Rabu sekitar pukul 06.00 WIB, sebanyak tiga puluh aparat gabungan lengkap dengan senjata api, menggerebek sebuah pondok di tengah sawah. Suud tidak berkutik. Bersama dia juga diamankan seorang wanita yang belakangan diketahui bernama Ida Nurhandayani yang mengaku istri dari Suud Rusli.

Diintai Seminggu


Kepala Tim Satuan Penyelidikan dan Keamanan Puspom AD Letkol CPM Firman Ahmadi mengatakan, upaya penangkapan Suud dilakukan sejak Selasa (22/11) pukul 18.00. Sebanyak 35 aparat Polisi Militer Angkatan Darat, Pomdam Jaya, dan Polres Subang menggerebek kediaman Toyib (28), ustad setempat yang selama ini ditinggali Suud dan Ida.

Namun, kala itu Suud sempat menghilang. Belakangan Suud diketahui disembunyikan oleh Sulaeman dan Soleh. "Kedua pria itu masih kerabat Toyib, dan rumahnya berjarak sekitar enam kilometer dari rumah Toyib," jelas Firman.

Meski begitu, tim meyakini tidak berada jauh dari wilayah itu. Rabu pagi sekitar pukul 06.00, operasi kembali dilakukan dan akhirnya berhasil menangkap Suud Rusli di sebuah gubuk di tengah sawah.

Kata Firman, keberadaan Suud di Subang bermula dari kecurigaan petugas terhadap Ida yang menjenguk Suud di hari pertama Lebaran (3/11) di RTM Cimanggis. "Setelah Suud kabur dari Pomal dulu, kita menyelidiki siapa-siapa yang sering besuk, siapa pacar dan orang terdekatnya. Hingga akhirnya mengarah ke Ida," katanya.

Sejak mengetahui keberadaan Suud dan Ida di Subang sejak 9 November. petugas memprioritaskan penyelidikan di wilayah tersebut. Keyakinan petugas Suud masih di Subang semakin yakin setelah Ida diketahui mengambil uang dari ATM di Subang pada 16 November dan 18 November.

Selain itu juga lewat Ida beberapa kali telepon yang berasal dari Subang. Setelah diketahui Suud dan Ida tinggal di Toyip, petugas pun menyiapkan penyergapan.

Kata Firman, Toyib, Sulaeman dan Soleh kini masih diperiksa di Polres Subang untuk dimintai keterangan. Sementara Ida dibawa ke Polda Metro Jaya.

Tentang pelarian Suud dari RTM, Cimanggis, Firman enggan menjelaskan alasan untuk penyelidikan. Namun seusai konfrensi pers, dilakukan rekonstruksi pelarian Suud. Dengan terpincang-pincang Suud diketahui kabur dari selnya dengan terlebih dahulu membongkar borgol kakinya dan menggergaji sel.

"Dia (Suud, Red) dari tim khusus Marinir yang memang diajarkan untuk survival. Sehingga celah sedikitpun bisa dia pergunakan untuk melarikan diri. Kabarnya rantai kapal aja bisa dia patahin.Makanya borgol di kakinya berhasil dicopot tanpa dirusak waktu kabur dulu," ungkap petugas yang ikut dalam penyergapan Suud di Subang.

SedangTidur


Ditambahkan Firman, Suud Rusli saat ditangkap tengah tertidur pulas dengan istri mudanya Ida Nurhandayani di sebuah gubuk di tengah sawah. Saking pulasnya, Suud ngorok saat aparat hendak menyergapnya.

"Dia terbangun. Dan melihat kami datang ia mencoba lari. Tapi kami bisa tangkap dan berhasil disergap tanpa ada tembakan," ungkapnya.

Suud langsung dibawa dari Subang ke RTM Cimanggis dan ditempatkan di dalam sel Blok
C Nomor 3. Dari Subang dia dibawa menggunakan Cheroke hitam diiringi lima mobil dan tiba di RTM sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat turun dari mobil, leher, tangan, dan kaki Suud diikat menggunakan tali tambang dan hanya mengenakan celana dalam. Sedangkan Ida dibawa dengan tangan diborgol ke Polda Metro Jaya.

Beberapa jam setelah meringkuk dalam sel, petugas kesehatanan dari Puspom TNI dr Baron datang memeriksa Suud. "Suud sehat secara fisik dan psikis. Dia siap menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Baron, usai pemeriksaan.

Kepala RTM Cimanggis Mayor CPM Suparto mengatakan, pengamanan terhadap Suud Rusli di RTM Cimanggis lebih ekstra ketat. "Kami tidak main-main dengan tahanan yang satu ini. Kami akan jaga semampu kami," katanya.

Pernyataan Suprapto memang tak main-main. Dia mengaku khusus untuk sel tahanan Suud, dua tentara disiapkan depan pintu sel yang dinamakan ruang isolasi. Selain menambah dua petugas di depan sel Suud, Blok C nomor 3, pimpinan RTM memutuskan memborgol tangan dan kaki Suud. Merasa belum cukup, kaki Suud juga diikat tali yang disambungkan ke pintu sel.

"Ini untuk membatasi ruang geraknya. Proses selanjutnya kita tunggu putusan TNI AL," kata mayor murah senyum ini.

Suparto baru sebulan bertugas di RTM yang berdekatan dengan rumah penduduk itu. Dia menggantikan Letkol CPM Imam Subarkah beberapa hari setelah Suud kabur dari RTM.

Pantauan BPost di RTM Cimanggis, Rabu (23/11), memperlihatkan ketatnya penjagaan di tahanan milter itu. Setidaknya ada 14 aparat militer disiagakan menjaga tempat itu siang-malam. "Tentu sistem penjagaan bergiliran dong," kata Suparapto.

Memasuki rumah tahanan harus melewati sebuah pagar setinggi empat meter. "Nah barulah ketika lewat pagar itu kita akan lewat sel-sel tahanan yang berderet-deret," kata satu staf RTM yang enggan disebut namanya.

Staf yang sudah bertugas beberapa tahun di RTM Cimanggis ini menjelaskan Suud ditahan dalam sebuah sel tahanan khusus yang oleh Mayor CPM Suparapto dinamakan tahanan isolasi. "Ukuran sel Suud 2,5 meter kali 2,5 meter. Dia sendirian dalam sel," bebernya.
http://mpenetastelur.blogspot.com/20...-direktur.html

Jakarta - Letda (Marinir) Syam Ahmad Sanusi bukanlah tentara biasa. Dia dikenal sebagai sosok cerdas dalam Pasukan Intai Amfibi Marinir. Syam bahkan pernah disekolahkan ke Korea untuk mempelajari bahan peledak. Dia menjadi anggota pasukan khusus Marinir selama 10 tahun. Saat pasukan ini bertugas ke sejumlah wilayah Indonesia, Syam tidak pernah ketinggalan. Dia juga pernah masuk ke daerah konflik seperti Timor Timur. Karena kecerdasannya, Angkatan Laut menyekolahkan dia ke Korea selama 6 bulan untuk mempelajari bahan peledak. "Jadi istilahnya demolisi. Dia itu orangnya cerdas," kata Wakil Komandan Pusat Pom AL Kolonel Laut PM King Kin Suroso di RS TNI AL Mintoharjo, Jl Bendungan Hilir, Jakarta, Jumat (17/8/2007) Menurut King, kecerdasan Syam sudah tampak sebelum dia lari bersama Gunawan. Suatu kali, Syam pernah diberi stereofoam yang diukirnya menjadi mobil jip komando. "Itu ukiran tangannya, setelah jadi mirip seperti aslinya," kata King Bukan hal mudah untuk menjadi pasukan khusus intai amfibi. Selain fisik yang kuat dan keahliannya, hasil IQ dan psikotesnya juga harus bagus. Kemudian, barulah dia dilatih dengan materi khusus. "Jadi kalau misalnya kita menembak ke sasaran pakai pisau (komando) itu dari depan. Kalau dia (Syam), membelakangi sasaran juga bisa, dan tepat sasaran," ujarnya

http://news.detik..com/read/2007/08/...kolah-ke-korea
Juara Karate


KARATEKA MARINIR RAIH EMAS DI KEJUARAAN KARATE SBY CUP

JAKARTA - Karateka Korps Marinir berhasil meraih 3 medali emas pada Kejuaraan Karate Terbuka untuk memperebutkan Piala Susilo Bambang Yudhoyono yang ke–VIII tahun 2011.

Kejuaraan Karate Terbuka Nasional Piala Susilo Bambang Yudhoyono ke VIII yang digelar di Gelanggang Remaja Jakarta Utara oleh INKAI Sekoci Nasional pada tanggal 25-27 Februari 2011 lalu, adalah sebagai ajang uji kemampuan bagi para Karateka–Karateka seluruh Indonesia dan bertujuan untuk mencari kader–kader Karateka yang nantinya akan diterjunkan pada kejuaraan–kejuaraan tingkat Internasional.

Dalam kejuaraan ini Pusat Afiliasi Karate Korps Marinir yang diketuai Letkol Marinir F.J.H Pardosi bermarkas di Batalyon Infanteri–4 Marinir mengirimkan sebanyak 22 orang karateka yang telah diseleksi dari tiap-tiap dojo dijajaran Pasmar–2.

Di Kejuaraan karate yang mempertandingkan beberapa kelas tersebut para karateka Korps Marinir berhasil meraih 9 medali yang terdiri dari 3 medali emas dan 6 medali perunggu. Peraihan 3 medali emas didapat setelah Serda APM Dinda K menjadi juara pada nomor Kata Perorangan Putri Senior dan Kumite Perorangan Putri Senior 60kg, serta Prada Mar Gigih I di nomor Kumite Perorangan Putra. Kemudian 6 medali perunggu didapat dari nomor Kumite Perorangan Putri Senior 58kg oleh Serda TTU Rossi N, Kumite Perorangan Putri Senior 53kg oleh Leha dari Keluarga Besar Marinir, Kumite Perorangan Putra Senior 55kg oleh Pratu Mar Eko R, Kumite Perorangan Putra Senior 70kg oleh Pratu Mar Nopriyanto, Kumite Perorangan Putra Senior 75kg oleh Praka Mar Rahman A dan Kumite Beregu Putra Senior oleh Kapten Marinir Bonifacius.
http://myzone.okezone.com/content/re...11/04/06/4984/

Kontingen Karate Marinir Juara Umum

SURABAYA (Pos Kota) – Kontingen Karate Marinir Surabaya berhasil menjadi yang terbaik dalam Kejuaraan Nasional Karate Terbuka Piala Walikota 2009 yang digelar selama 3 hari di di GOR Hayam Wuruk Kodam V/Brawijaya.
Dalam kejuaraan yang diikuti 839 atlet dari 68 kontingen pengkot / pengkab serta perguruan se-Indonesia ini, Kontingen Marinir berhasil mempertahankan juara umum yang diraih tahun lalu dengan mendulang medali sebanyak 14 emas, 11 perak, dan 5 perunggu.
Peringkat kedua berhasil direbut oleh kontingen Forki Surabaya dengan perolehan 12 emas, 10 perak, 12 perunggu, sedangkan posisi ketiga diraih kontingen Inkai Sidoarjo dengan raihan 9 emas, 3 perak, dan 11 perunggu.
Untuk Best Of The Best, kontingen Marinir merebut di kelas Junior & U-21 Putra atas nama Karateka Banter dan di kelas kadet Putra atas nama Beny.
Ketua Pengkot Forki Surabaya M. Tojib menyatakan pujiannya atas keberhasilan kontingen Marinir Surabaya mempertahankan gelar juara umum yang diraihnya tahun lalu, ini membuktikan pembinaan yang dilakukan oleh Marinir bisa dibilang sukses.

http://poskota.co.id/berita-terkini/...nir-juara-umum

Paha Marinir Tertembak Saat Mengejar Perampok

BEKASI, KOMAS.com — Seorang anggota marinir, Kopral Satu Eko Yulianto, tertembak di paha oleh dua perampok sepeda motor yang dia kejar seorang diri di Kampung Pabuaran RT 001 RW 02 Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jumat (1/2/2013) pukul 19.00 WIB.

Berdasarkan keterangan petugas Kepolisian Sektor Bantargebang dan Kepolisian Resor Bekasi Kota, korban berusaha menolong seorang ibu yang dirampas sepeda motornya dengan mengejar kedua perampok seorang diri.

Personel yang bertugas di Markas Komando Brigade Infanteri-2 Cilandak, Jakarta Selatan, itu melihat seorang warga bernama Rohayati berebut sepeda motor dengan dua lelaki. Sepeda motor yang diperebutkan ialah Honda Vario Techno kuning berpelat nomor B 3646 KFM.

Melihat hal itu, menurut keterangan dari petugas Kepolisian Sektor Bantargebang dan Kepolisian Resor Bekasi Kota, Eko Yulianto berteriak dan berlari ke arah perampok. Pelaku yang melihat korban kemudian melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor yang sudah rusak bagian kuncinya.

Eko Yulianto mengejar sejauh sekitar 500 meter ke arah Kampung Pabuaran. Di tempat itulah, pelaku menembak dan mengenai paha anggota marinir itu. Karena tertembak, Eko Yulianto tidak bisa mengejar pelaku perampokan.

Hingga Sabtu (2/2/2013) dini hari, lokasi kejadian masih dijaga. Petugas juga terus menelusuri dan mencari informasi untuk mendapatkan pelaku perampokan. Eko Yulianto yang terluka segera dirawat dan telah memberikan keterangan kepada polisi terkait peristiwa itu.
http://megapolitan.kompas.com/read/2...gejar.Perampok

Kejar perampok, Marinir tewas ditembak

Dengan berani Pratu Dicki Nur mengejar perampok yang beraksi di Jalan Kampus STAN, Bintaro. Seorang pedagang kelontong yang hendak berbelanja dan menyetorkan uang hasil berjualan, dipepet dua perampok.

Korban berteriak minta tolong. Dicky yang hendak berangkat ke markasnya di Cilandak langsung merespons. Dicky langsung memutar arah sepeda motornya untuk mengejar pelaku. Kejar-kejaran pun terjadi.

Tapi ternyata empat perampok lainnya dengan menggunakan dua sepeda motor sudah menunggu tak jauh dari lokasi kejadian. Mereka segera membantu rekannya yang dikejar Dicky.

Seorang perampok menembak Marinir ini tepat di bahu kanan dan peluru tembus ke dada kiri. Dicky ambruk di sisi jalan.



http://m.merdeka.com/peristiwa/4-kis...-ditembak.html
Marinir Buka Jalur Evakuasi Hingga Dekati Merapi

Surabaya (ANTARA News) - Prajurit Marinir Pasmar-1 yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Merapi, Jumat, membuka jalur evakuasi hingga 3 kilometer mendekati puncak Gunung Merapi.

Staf Penerangan Marinir, Pratu Mar Diyat Akmal, kepada ANTARA News di Surabaya, Jatim, melalui surat elektronik menceritakan jalur evakuasi itu dibuka dari pohon dan tiang listrik yang tumbang.

"Pembersihan jalur evakuasi itu dilakukan di Dusun Sambung Rejo, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah," katanya menjelaskan.

Sebanyak 26 personel Marinir Pasmar-1 yang dipimpin Letda Marinir La Ode Rustam menyisir perkampungan Desa Balerante.

Mereka bergerak berdasarkan informasi yang didapat dari warga setempat karena masih banyak jalan tertutup oleh tumbangan pohon dan tiang listrik yang tidak dapat dilewati kendaraan.

Menurut Letda Marinir La Ode Rustam sebagai Danton, tujuan membuka jalan ini agar kendaraan besar dan kecil yang sering dilewati Tim Evakuasi dan pihak pemerintah yang ingin melihat kondisi daerah tersebut.

Dengan dibantu warga dan puluhan Pemuda Pramuka Peduli Merapi serta Tim Rescue PMI, Prajurit Marinir Pasmar-1 memotong pohon-pohon dan tiang listrik yang melintang di jalan dan menyingkirkannya ke tepian.

Setelah jalan mulai terbuka sedikit demi sedikit, Prajurit Marinir yang masih menemukan bangkai sapi yang belum sempat dibakar, menyusuri jalan tersebut.

"Puluhan bangkai sapi itu langsung dibakar prajurit Marinir dengan solar serta ditumpuk dengan ban bekas dan kayu. Kamis (18/11), kami sudah membakar 92 bangkai sapi," paparnya mengungkapkan.

Hingga Jumat siang, jalan Dusun Gondang menuju Dusun Sambung Rejo, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, yang berjarak 3 kilometer dari puncak Merapi sudah bersih.

http://www.antaranews.com/berita/129...-dekati-merapi

Peristiwa naas yang seharusnya tidak terjadi

Panser Tenggelam, Saat Latihan Puncak Armada Jaya 27, marinir saat ini masih menggunakan perlatan tua spt panser btr 50 yang sudah berusia 51 tahun, harusnya para pimpinan TNI jeli akan kebutuhan Marinir

Situbondo - Dalam latihan Armada Jaya ke 27 di laut Banongan, Situbondo, Jawa Timur sebuah panser Amphibi yang ditumpangi 15 anggota Marinir tenggelam. 6 orang Marinir tewas dan 8 orang lainnya bisa menyelamatkan diri. Sementara seorang anggota Marinir hilang dan masih dalam pencarian. Belum diketahui secara pasti penyebab tenggelamnya panser Amphibi buatan Rusia tahun 1962 tersebut.

Kepada wartawan di Jakarta Minggu (03/02/08) sore, Kadispen Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul didampingi Kadispen Marinir Letnan Kolonel Marinir Novaring Gunawan menjelaskan, musibah tenggelamnya panser Amphibi BTR-50P terjadi pada pukul 04.30 WIB di perairan Situbondo.

Musibah terjadi saat panser naas tersebut diluncurkan dari daerah serbuan Amphibi oleh KRI Kau 504 menuju pantai dengan jumlah 15 personil. Namun sekitar 400 meter dari pantai, burita belakang panser tiba-tiba mengalami gangguan sehingga condong ke belakang dan kemudian tenggelam dibawah gulungan ombak setinggi 1 meter. Akibatnya 6 prajurit Marinir tewas setelah terjebak dalam panser yang tenggelam sedalam 25 meter.

Meski penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan, namun cuaca buruk dan kondisi panser yang sudah tua ikut andil dalam musibah ini. Panser Amphibi BTR-50P ini merupakan panser buatan Rusia tahun 1962 dan sempat mengalami ganti mesin tahun 1996. Penyelidikan musibah ini direncanakan berlangsung seminggu dan bila belum selesai ditambah seminggu lagi.

Sementara 6 jenazah anggota Marinir yang tewas tiba di Jakarta Minggu Malam dan sempat disemayamkan di Brigif Dua Marinir Cilandak, Jakarta Selatan sebelum diserahkan ke pihak keluarga. Rencananya Senin (04/02) siang, para korban dimakamkan disejumlah tempat berbeda yakni di Taman Makam Bahagia Ciledug, Banyumas, Cirebon, Cepu dan Pemakaman Umum Johar, Pangkalan Jati

http://www.indosiar.com/fokus/panser...-27_67702.html
Bentar gan. saya baca dulu pengen page one. Pesen dulu aja.

Edit.::
BTW kok warna topinya mirip sama kopassus ya?
Yang mau saya tanyakan, kok baretnya warna ungu kemerah2an, filosofi atau sejarahnya gimana ya gan?
Berpamit untuk penugasan / jangan ikut sedih gan












JANGAN SAMPAI ADA LAGI BERITA SEPERTI INI..MEREKA PUNYA KELUARGA

VIVAnews - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat akan memanggil Markas Besar Tentara Nasional Indonesia mempertanyakan temuan indikasi penyimpangan uang lauk-pauk (ULP) prajurit penjaga pulau-pulau terdepan. Para prajurit ini seharusnya menerima Rp40 ribu per hari, namun kenyataannya mereka hanya mendapat Rp23 ribu.

Temuan ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi I Hayono Isman usai melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara pada Kamis, 5 Agustus 2010. Tim Kunjungan Kerja Komisi I mengunjungi Kodam I/Bukit Barisan, Lantamal I Belawan, Lanud dan Pangkosek III Medan.

Saat berdiskusi dengan Komandan Lantamal di Belawan, Hayono menemukan ULP yang diterima prajurit marinir di pulau-pulau terdepan hanya Rp23.000, padahal semestinya Rp40.000. “Ini akan mejadi masukan yang akan kami tanyakan kepada Mabes TNI," kata Hayono seperti dilansir laman DPR, Rabu, 11 Agustus 2010.

Komisi I menyatakan akan memperjuangkan tunjangan prajurit di daerah perbatasan ini. Menurut Hayono, ada penyimpangan dalam kasus ini dan perlu ada klarifikasi dari Mabes TNI.

Komisi I DPR RI mengharapkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) lebih meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan fungsinya menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia dengan Konsep Minimum Essential Force Kementerian Pertahanan.

Menurut Hayono Isman, konsep ini dibuat dikarenakan keterbatasan anggaran. Meski demikian, kecendrungan perekonomian Indonesia yang semakin meningkat harus diikuti dengan peningkatan anggaran TNI. (kd)

http://nasional.news.viva.co.id/news...erluar-disunat

BATAM, KOMPAS.com - Sebanyak 90 prajurit marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut yang bertugas di Pulau Nipah belum menerima tunjangan. Dalam kondisi demikian dan ditambah kesejahteraan hidup serba tak memadahi, empat kali dalam empat bulan terakhir, kapal aparat Malaysia memasuki perairan Indonesia di sekitar Pulau Nipah.

Perihal belum cairnya tunjangan tersebut dipaparkan Letnan Satu Marinir DM Suari, Komandan Kompi Satuan Tugas Pengamanan Pulau Nipah-Rondo-Berhala, saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pertahanan Sjarief Sjamsoeddin di Pulau Nipah, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (21/7).

Beberapa kendala yang kami hadapi adalah uang lauk-pauk terlambat. Selain itu tunjangan dua bulan terakhir akan dirapel, kata Suari.

Tunjangan yang dimaksud Suari adalah tunjangan tugas di pulau terluar tak berpenghuni. Nilainya 150 persen gaji pokok yang dibayarkan langsung melalui rekening bank. Sementara uang lauk-pauk yang juga diberikan per bulan, nilainya Rp 21.000 per hari.

Di samping tunjangan, sejumlah kendala yang berhubungan langsung dengan operasional tugas penjagaan pulau terluar dikemukakan Suari. Di antaranya adalah tidak adanya kapal khusus di Pulau Nipah serta keterbatasan akses komunikasi.

Akibat nihilnya kapal khusus di Pulau Nipah, untuk kepentingan berbelanja logistik di pasar terdekat misalnya, prajurit mengandalkan kapal nelayan yang melintas lima hari sekali. ongkos sewanya Rp 600.000 pergi-pulang.

Sementara untuk akses komunikasi, permasalahannya adalah sinyal yang menjangkau Pulau Nipah secara konsisten justru dari operator telepon selular di Singapura. Satu-satunya sinyal dari salah satu operator domestik, kondisinya timbul-tenggelam.

Di tengah situasi tersebut, sebagaimana dikemukakan Komandan Pleton Satuan Tugas Pengamanan Pulau Nipah Letnan Satu Marinir Jarot Witono kepada Kompas, empat kali dalam empat bulan terakhir, kapal aparat Malaysia masuk ke perairan Pulau Nipah. Kapal-kapal itu kemudian kembali ke perairan internasional setelah petugas memberikan tembakan peringatan ke udara.

Kepada para prajurit, Sjafrie mengimbau agar mereka tidak berkecil hati dan tetap melaksanakan tugas dengan maksimal di tengah kendala dan keterbatasan yang ada. Sementara perihal masuknya empat kapal Malaysia ke perairan Pulau Nipah, Sjafrie mengatakan belum menerima laporannya.

Pulau Nipah adalah satu dari 92 pulau kecil terluar milik Indonesia. Dari Pulau Batam, jaraknya hanya satu jam perjalanan kapal cepat ke arah barat. Berhadapan langsung dengan Singapura dan jalur laut internasional menjadikan peta geopolitik maupun ekonomi pulau itu strategis.

Pemerintah berencana mengembangkan Pulau Nipah menjadi kawasan terpadu di sektor ekonomi dan pertahanan-keamanan. Dari 43,37 hektar (ha) luas daratannya, 28,47 ha akan dikembangkan menjadi kawasan industri jasa maritim di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sementara 15 ha lagi akan dikembangkan menjadi kawasan pertahanan-keamanan di bawah Kementerian Pertahanan.

Selama ini, Mabes TNI telah menyiagakan pasukan terdiri atas 90 prajurit di Pulau Nipah. Rotasi dilakukan setiap enam bulan.

http://internasional.kompas.com/read...apat.Tunjangan
keren gan..
mantepp gan..nice inpohh
Hidup TNI..
mantap banget nih trit
Mantaafffff gaaannn