Idjon Jambi: PELAKU PENYERANGAN LP SLEMAN ADALAH APARAT KEPOLISIAN

Spoiler for Komentar Ane:


SUmber: Idjon Jambi: PELAKU PENYERANGAN LP SLEMAN ADALAH APARAT KEPOLISIAN

Saat ini beredar tulisan di facebook maupun media lain terkait penyerangan dan pembantain tahanan di LP Cebongan. Konon, tulisan ini ada versi underground dari TNI terkait peristiwa berdarah di LP Cebongan. Penulisnya adalah akun facebook dengan nama Idjon Jambi. Entah siapa orang ini, tak ada penjelasan pasti. Judul tulisannya adalah: PELAKU PENYERANGAN LP SLEMAN ADALAH APARAT KEPOLISIAN

Tulisan tersebut juga dilengkapi dengan foto-foto peristiwa berdarah. Foto-foto tersebut sama sekali tidak disensor, jadi yang ga kuat, mending ga usah lihat deh.

Berikut ini saya tampilkan tulisan tersebut tanpa menyertakan foto (Versi dengan foto disini)

Selama ini Kopassus Hanya diam, berbagai statement dari beberapa kalangan yang terlihat Pintar tapi Bodoh yang cenderung menjadi Fitnah dan menuduh tanpa bukti. Terutama ANJING-ANJING BEGAJUL AMERIKA YANG BERNAMA KOMNAS HAM.

Jika mereka bisa memberikan pendapat dan menuduh, adalah Hak Kami juga, sebagai Prajurit Kopasus juga untuk menyampaikan pendapat. kita harus melihat permasalahan ini berdasarkan Fakta, Bukti, urutan kejadian dan TKP.

Sebelum kita membahas permasalahn yang sebenar-benarnya, saya akan menjelaskan secara singkat siapa sebenarnya 4 orang yang DISIKSA KEMUDIAN DITEMBAK DI LP CEBONGAN SLEMAN

1. Bripka Yohanis Juan Manbait alias Juan adalah Anggota Polresta Jogja berdinas di Polsekta Jogja, Bripka Juan adalah mantan Pidana Polda Jogja yang baru dibebaskan oleh satuannya karena menjadi Bandar Narkoba. Bripka Juan adalah Pemasok Narkoba utama di Hugos Caffe dan Bosse.

2. Benyamin Sahetapy alias Decky adalah Residivis yang baru keluar dari penjara akibat melakukan pembunuhan terhadap warga Papua di Jogjakarta. Decky adalah Pengurus Ormas KOTIKAM JOGJA (Komando Inti Keamanan), pekerjaan Decky adalah Keamanan beberapa tempat Hiburan di Jogja, depkolektor, dan ketua preman di Jogja. Decky adalah pemasok Narkoba ke beberapa tempat Hiburan di Jogja dari Bandar-bandar Narkoba di Jogja diantaranya beberapa Oknum anggota Polda Jogja.

3. Adrianus Chandra Galaja alias Dedy dan Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, kedua orang ini adalah anak Buah dari Bripka Juan dan Decky dan juga anggota Ormas KOTIKAM.

4. Ormas Kotikan ini diketuai oleh Sdr. Rony Wintoko, Ormas ini selalu membuat keributan di Jogja selain pengedar Narkoba, beberapakali melakukan tindakan Kriminial penganiayaan dan pembunuhan, kelompok ini pernah melakukan penganiayaan yang berujung kematian terhadap Mahasiswa asal Bali dan anggotanya yang bernama Joko dkk melakukan pengeroyokan terhadap terhadap anggota Yonif-403 Jogja, serta penikaman terhadap Mahasiswa asal Timor leste.


puncaknya adalah kejadian Penganiayaan di Hugos Café Maguwoharjo Depok Sleman DIY yang di lakukan oleh Kelompok Ormas KOTIKAM (Komando Inti Keamanan) Yogyakarta. terhadap anggota personel Kopassus An. Sertu Santoso hingga meninggal Dunia.setelah di visum penyebab kematian Korban adalah, Luka benda Tumpuldi bagian kepala, luka tusukan dan bacokan benda tajam 23 cm didada sebelah kiri dan 6 rusuk Patah.


1. kejadian bermula pada hari Selasa tanggal 19 Maret 2013 pukul 00.40 korban datang ke Hugos Café bersama 1 rekan, kemudian terjadi keributan antara Korban dengan sdr. Dedy alias Adrianus Chandra Galaja kemudian Sdr. Dedy menghubungi Bripka Yohanis Juan Manbait alias Juan, sdr. Benyamin Sahetapy alias Decky dan Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi Di asrama Polresta Jogja. Kemudian mereka mendatangi Hugos Cafe.

KESIMPULANNYA ADALAH :

1. POLDA JOGJA JANGAN MENUTUPI KEJADIANNYA KONFLIK PERSAINGAN KARTEL NARKOBA DI ANTARA ANGGATA POLDA JOGJA.

2. POLISI SEGERA MENANGKAP 3 ORANG ANGGOTANYA YANG MELARIKAN DIRI SAAT KEJADIAN DI HUGOS KAFE, SATU BERNAMA HARUN DAN SATU LAGI BERNAMA DAVID SERTA SEORANG PERWIRA POLDA JOGJA.

3. KASUS PERSETERUAN INI SEBENARNYA ADALAH PERSETERUAN ANTARA KELOMPOK UGOH SENO DAN KELOMPOK GORIES MERE.

4. PELAKU PENYERANGAN LP SLEMAN ADALAH UNIT ZIBOM GEGANA DIDIKAN GORIES MERE

Selengkapnya: Idjon Jambi: PELAKU PENYERANGAN LP SLEMAN ADALAH APARAT KEPOLISIAN

Bagaimana menurut anda?
hmm... nyimak dulu deh gan,
kasusnya sangat sensitif nih,
semoga segera terungkap deh,
semua kebusukan dibalik kasus ini
Quote:Original Posted By djongdjava
hmm... nyimak dulu deh gan,
kasusnya sangat sensitif nih,
semoga segera terungkap deh,
semua kebusukan dibalik kasus ini


di detik sudah muncul tanggapan dari POLRI dan Komnas HAM. Tapi masih bnayak pertanyaan yang belum terjawab
moga kasusnya cpat terungkap gan
Mending polisi berada dibawah TNI..seperti jaman Suharto..
Quote:Original Posted By maXXwo
Mending polisi berada dibawah TNI..seperti jaman Suharto..


Masa c gan?
Muga cpet slesai ajah deh gan . . .








Mampir d trit ane ye gan
Yang Suka Bermain Angka.. [Masuk Gan] . . yang bisa dapet pulsa Gratis. . .
moga klo memang bner aparat lebih diperketat lagi dalam penerimaan aparat baru, yang psikis nya msih labil, langsung skip aja
Quote:Original Posted By QueRetard
moga klo memang bner aparat lebih diperketat lagi dalam penerimaan aparat baru, yang psikis nya msih labil, langsung skip aja


Setuju banget om

menyimak dulu.
analisa dan fakta-faktanya realistis banget.
serasa detektif Conan
nyimak dulu, gan..semoga kebenaraan segera mendapat porsinya
ane gak faham gan..
drama yg serem...
banyak beredar difb nih
ane ikhlas gan nya,
tinggal nunggu konfirmasi...

masuk akal juga ni berita!

matabelomatabelo
lucu sekali yah ? awas gan harus bijak mengambil kesimpulan,ini seperti operasi intelejen untuk mencari kambing hitam...konyol sekali buat masyarakat yg lgsg percaya tulisan yg ga bs dipertanggung jawabkan itu
Quote:Original Posted By lotusbiru
menyimak dulu.
analisa dan fakta-faktanya realistis banget.
serasa detektif Conan


iya gan... kaya serial detektif conan...
Quote:Original Posted By baja.hitam1
lucu sekali yah ? awas gan harus bijak mengambil kesimpulan,ini seperti operasi intelejen untuk mencari kambing hitam...konyol sekali buat masyarakat yg lgsg percaya tulisan yg ga bs dipertanggung jawabkan itu


ibarat kata, ini versi underground TNI. tinggal tunggu versi POLRI