Code:

SAYA TERINGAT DAN TERINSPIRASI SUATU PERMAINAN YANG MEMATIKAN DI RUSIA
KENAPA KITA TIDAK MENCOBA PERMAINAN INI,
MEMUTAR MAGASEN SILINDER REVOLVER DI ISI DENGAN SATU PELURU DAN DITEMBBAKKAN KE ARAH KEPALA SENDIRI
JIKA MUJUR, AKAN BERTEMU RING YANG KOSONG
TAPI JIKA APES, BERARTI MENEMBAK KEPALA SENDIRI

MARI KITA BERMAIN TEBAK TEBAKAN
SENAPAN SERBU YANG DIGUNAKAN BRIMOB YANG MENJAGA LP SLEMAN INI KIRA-KIRA SENAPAN SERBU APA ?
JIKA ADA YANG BISA MENEBAK, SILAHKAN AMBIL HADIAHNYA DI KOMNAS HAM

(saya berharap Komnas HAM, jangan menuduh dan berpolemik, pelakunya sangat terlatih, Anjing CIA juga terlatih, Saya masih menyimpan data tentang suatu KASUS PELANGGARAN HAM BERAT YANG DITUTUP-TUTUPI OLEH KOMNAS HAM, kasus ini persekongkolan dan mufakat jahat pembiaran kejahatan kemanusia antara Komnas HAM dengan Polri).


barusan dapet dari fbnya idjon https://www.facebook.com/idjon.djanbi.3

Cukup berani juga si Idjon Djanbi ini.
Sepertinya malah seorang sipil.
CMIIW.
AK101 bukannya 5,56 mm??
Quote:Original Posted By jayaraga88
Mari kita tunggu kebenaran sejati akan terungkap...
Percayalah " Sing salah bakal seleh "...kesalahan/kejahatan tetap akan terungkap...dan kebenaran akan tampil....


satria harus berani tampil bertanggung jawab atas perbuatanya..............
Quote:Original Posted By Dankomar
Diatas kita sudah membahas, Fakta di Lapangan.
berdasarkan kejadian di atas, dan keterangan Kepolisian terdapat Banyak kejanggalan, diantaranya :

1. Bripka Juan tidak terlibat pada kasus pengeroyokan Serka Santoso di Hugos Cafe Jogja, justru Bripka Juan yg melerai dan menolong Korban, jadi tidak ada alasan kekhawatiran dari Pihak Polda Jogja bahwa ada tindakan Balasan dari Kopassus atas kejadian tersebut. Situasi ini sengaja diciptakan sendiri oleh Polda Jogja, Dan tidak ada alasan Kopassus mengincar Bripka Juan. Dikalangan Polresta dan Brimob Jogja, Bripka Juan kurang disukai oleh rekan rekannya.

2. Polda Jogja telah berbohong, dengan mengatakan bahwa Bripka Juan adalah pecatan, terbukti Bripka Juan disidang pemecatan dilakukan setelah pengeroyokan di kafe Hugos. Dan sidang berlangsung hanya 5 menit, 15 menit sebelum dipindahkan ke LP Sleman. Menanggapi Sidang pemecatan tersebut, Bripka Juan mengatakan, "saya juga penyidik, saya tahu ini janggal, tapi nanti saya akan banding setelah 8 hari, dan akan mengungkap 3 anggota Brimob yang terlibat pemukulan , menendang, menginjak dan menyeret anggota Kopassus itu , ini adalah persaingan yang sengaja menyingkirkan saya, dari pernyataan ini sudah jelas bahwa Bripka Juan adalah Bandar Narkoba, dan ada Anggota Polda Jogja lain yang menjadi Bandar Narkoba.

3. Awalnya 4 pelaku menolak dititipkan ke LP Sleman, Tapi Polda Jogja tetap Ngotot membawa mereka, dengan alasan Ruang Tahanan Polda sedang Direhab, tapi setelah di cek, Ruang tahanan tersebut masih Layak dan tidak ada perbaikan. Setelah diperiksa dan Sebelum dibawa ke LP Sleman, Bripka Juan meminta kepada istrinya untuk menyiapkan jas yang bersih dan rapi, seolah-olah dia tahu bahwa dia akan mati, sambil mengatakan "Saya mengaku bersalah, saya cinta Korp Polri dan negara ini, Jikapun saya Mati, saya ingin mati secara terhormat seperti Prajurit Tentara”. Bripka Juan dalam tekanan berat dan merasa jiwanya terancam. Saat dimasukkan kedalam blok LP Sleman Bripka Juan Sempat menunjukkan Respeknya kepada petugas, dengan mengambil sikap siap, dan memberikan penghormatan walaupun tangannya di ikat dan ditodong dengan senjata oleh Anggota Brimob("kepada Petugas, Hormat Gerak, tegak Gerak"). Bripka Juan juga mengatakan, "saya kok diperlakukan seperti Teroris, di ikat dan ditodong dengan Senjata"
4. Sampai saat ini Polda Jogja, tidak mau mengungkap dan menangkap siapa Pelaku yang menendang serta Menyeret Korban (Serka Santoso), hal ini sempat menjadi tanya tanya dari Bripka Juan, Bripka Juan mengatakan “biasalah Polisi, yang penting sudah nangkap satu, agar terlihat berhasil” berarti 3 orang ini masih Buron, beberapa Rekan Bripka Juan disatuan Brimob Jogja juga melihat kejanggalan dari kasus ini, seperti Rekaman CCTV di Hugos Cafe telah di edit dan dirusak Oleh Penyidik Polda Jogja, yang telihat di Rekaman CCTV hanya saat pemukulan yang dilakukan oleh Sdr. Decky dan penusukan yang dilakukan oleh Sdr. Dedy, kejadian awal saat Korban dan pelaku datang tidak ada, Decky melempar Korban dengan Asbak, demikian juga saat Korban ditendang dan diseret oleh 3 orang yang dikenal oleh Bripka Juan. Rekan Bripka Juan pun (sesama anggota Polda Jogja) melihat kejadian ini janggal, dalam waktu kurang dari 24 jam pelaku ditangkap dan dijadikan tersangka, kemudian dititipkan di LP Sleman, kemudian di eksekusi di LP Sleman. Untuk menekan Pihak Hugos Kafe berkaitan dengan rekaman CCTV, Polda Jogja mengancam akan menutup Hugos Kafe, semua orang tahu bahwa Perijinan Usaha bukan di Kepolisian atau Polda tapi Hak dari Pemda DI Yogyakarta. Bukan kepolisian. Dalam hal ini Polisi tidak punya Hak, sudah melampaui wewenang.

5.. Pada awalnya, Ka Lapas Sleman keberatan atas penitipan tersebut, karena tidak sesuai dengan prosedur dan 2 dr 4 tersangka, dalam keadaan luka, sebelum di bawa ke LP sdr. Dedy dipanggil oleh org yg menyeret serka santoso di kafe Hugos, saat keluar seluruh badannya memar dan lebam. Kemudian sdr. Adi 3 gigi depannya tanggal serta bibirnya bengkak berdarah. Awalnya Ka Lapas akan mengembalikan tahan titipan tersebut ke Polda, tapi tdk ada jawaban dari Polda, kemudian jika mlm ini tdk bisa, Ka Lapas akan tetap mengembalikan ke 4 tahanan titipan tersebut ke Polda jogja.

6. Sertu Sriyono anggota Korem Jogja, dibacok oleh Sdr. Marcel, di bacok di bagian kepala sebelah kiri. Marcel adalah anak buah dari Bripka Juan, rekan Decky, Dedi dan Adi, Korban di Bacok karena menangkap Sdr. Dedi dan Adi dan menyerahkannya kepada Penyidik Polda Jogja.

7. Sebelum di titipkan ke LP Sleman, Bripka Juan dihadapkan ke Sidang Pemecatan di Polda Jogja, sidangnyapun singkat hanya 5 menit, ini adalah Sidang Penjatuhan Hukuman tersengkat di dunia, hanya 5 menit, hal ini membuktikan bahwa Polda sengaja memojokkan Bripka Juan, setelah dipecat dalam wakktu 5 menit, bripka Juan dan 3 tersangka lainnya di titipkan ke LP Sleman. Yang dibawa ke LP Sleman, bukan hanya Bripka Juan CS, tapi termasuk 7 Tahanan Polda Jogja terkait Kasus Narkoba. Tapi Sdr. Marcel pelaku pembacokan Sertu Sriyono tidak di titipkan di LP Sleman.

8. Kemudian mereka di masukkan ke dalam Sel, yang mengantar Anggota Brimob, hingga ke dalam ruangan Tahanan LP. Sleman, Bripka Juan ditempatkan 1 ruang dengan Decky di Blok-5, sedangkan Dedy ditempatkan 1 ruang dengan Sdr. Adi di Blok-10. Dari penempatan Blok, nomor serta isnya sudah jelas, ini sebagai titik tanda, dan hanya mereka ber-4 yang menempatinya, sedangkan 7 tahanan Narkoba ditempatkan ruangan lain. disini terlihat mulai terlihat kebohongan aparat Kepolisian Jogja, dimedia massa ke 4 korban di eksekusi di hadapan 11 tahanan lainnya, sambil bertepuk tangan, sangat tidak masuk akal bahwa pasukan terlatih yang menyerang dengan cepat masih sempat m,embuat Drama.

9.. Berdasarkan Tuduhan Begajul Amerika bernama Komnas HAM, Hendardi dan kecoak kecoaknya serta Jenderal Banci Antek Amerika yang bernama Wiranti. Pelaku penyerangan di LP Sleman, menggunakan penutup Wajah, senjata lengkap, menggunakan 5 kendaran, mereka adalah orang yang terlatih, pertanyaannya adalah, benarkah hanya Kopassus yang terlatih di negeri ini ? Anjing Pelacaknya Brimob juga terlatih. tapi tidak hanya Kopassus yang terlatih, Masyarakat sipil dan aparat lainpun terlatih Densus-88 juga terlatih, jika yang dituduh adalah anggota Kopassus itu kemungkinan kecil. Karena Para Pelaku penyerangan yang lebih dari 16 orang, sepertinya sudah kenal betul dengan Lingkungan dan situasi LP Sleman, terbukti:
a. Pelaku penyerangan juga Tahu dimana meletakkan Mobil, karena mereka masuk ke Area LP Sleman menggunakan 5, 4 mobil langsung menuju Area LP Sleman dan 1 menunggu diluar.
b. Pelaku tahu betul dan hafal dimana letak CPU yang menyimpan rekaman CCTV LP. Sleman, kemudian dicuri oleh penyerang.
c. Pelaku penyerangan Tahu, bahwa sistem penguncian di LP Sleman dari dalam dan Luar, setelah mereka melumpuhkan penjaga di depan dan merampas Kunci, kemudian membuka pintu dengan Kunci, merusak pintu dan membuka kunci dalam dari lobang pecahan Pintu.
d. Pelaku penyerangan juga mengetahui dimana ruangan ke-4 tahanan tersebut dititipkan, kemudian mengeksekusinya Kejadian ini sepertinya sudah direncanakan dengan Matang dan para pelaku tahu dan hafal Area LP Sleman. Sehebat apapun Kopassus, hal ini tidak mungkin dilakukan dalam waktu 16 Jam, sedangkan Kopassus tidak pernah ke LP Sleman dan melakukan pengamatan sampai ke dalam ruangan LP Sleman, yang tahu situasi dan keadaan LP Sleman adalah aparat yang mengantar Tahanan, Masyarakat dan keluarga penghuni LP Sleman.

10. setelah dibantah oleh beberapa anggota Kopassus, Pihak Lapas mulai membuat Skenario cadangan mencari alasan, agar mereka tidak terlihat Kongkalikong dengan Polda, dan kami Yakin bahwa Pihak Lapas Sleman dalam tekanan Polda, dengan membuat cerita Bohong :
"-Sekelompok orang bersenapan laras panjang datang dengan lima minibus Toyota Avanza dan Innova. Ada juga saksi yang melihat lima orang mengendarai sepeda motor.
-Lima belas orang di antaranya melompati pagar yang tingginya tak sampai 1,5 meter. Sekitar dua-lima orang berjaga di luar penjara.
-Satu orang menggedor gerbang penjara dan menyodorkan surat meminjam tahanan.
-Setelah mengancam akan meledakkan Lapas, 15 penyerang masuk ke ruang portir. Di sana mereka sempat menyiksa delapan sipir.
-Dari ruang portir, sebagian menyebar. Ada yang menuju ruang kepala lapas untuk mengambil kamera CCTV. Ada juga yang menjemput Kepala Keamanan Lapas Margo Utomo untuk mengambil kunci blok dan sel empat tahanan yang diincar.
-Empat penyerang masuk ke blok empat tahanan itu. Tapi hanya satu yang masuk ke sel dan menembak empat tahanan itu. "

Pertanyaannya adalah :
a. Dari rangkaian kegiatan ini apakah Waktunya Cukup 15 menit seperti yang diberitakan.
b. awalnya Lapas mengaku, Pelaku menggunakan 5 mobil, sekarang ada se[peda Motor.
c. Pelaku menyodorkan Surat peminjaman Tahanan, Pihak Lapas ingin berbohong tetapi malah berkata jujur dan menjelaskan bahwa yang tahu mengenai Surat Peminjaman Tahanan hanya ada 2 institusi, yaitu : POLISI DAN KEJAKSAAN, (kemungkinan sangat kecil menuduh Kejaksaan)
d. Ada yang menuju Ruang Ka Lapas, untuk mengambil Kamera CCTV, Hal ini menunjukkan bahwa pelaku sangat tahu dan hafal benar letak serta isi Lapas, termasuk Kamera CCTV, yang tahu letak benda tersebut hanya 2 institusi, yaitu Lapas dan Polisi.Lapas dan Polisi.
e. 1 orang masuk kedalam sel dan menembak 4 pelaku, cerita Rambo yang dibuat, 1 orang ini hebat sekali, masuk sendiri ke dalam sel dan menemnbak 4 pelaku, jika demikian, pertanyaannya adalah siapa yang menyiksa Bripka Juan hingga tangan Kirinya Patah ? dan yang menusuk Bripka Juan hingga terdapat 4 luka tusuk di badannya ? HAL INI MEMBUKTIKAN CERITA BOHONG PIHAK LAPAS SLEMAN.

Bersambung




ane percaya ma kopasus gan ..
bukan krn ane keluarga TNI ..
karena memang ada yg bgt kejanggalan.. lagian kopasus g level bgt ngelakuin kerjaan kotor gini..
ora mudeng, padahal bacanya pelan2, tapi masa iya sih kopasus ngelakuin , ane ga yakin gan
Hmmm.... makanya, dari alibi2nya yg masuk akal yg info ini kalo pelakunya diduga adalah polisi ketimbang tentara. Cuma dari pihak kepolisian, Komnas HAM, pengamat, & media massa ada upaya untuk menggiring opini ke masyarakat bahwa pelakunya adalah Kopassus. Nggak usah seladak selidik yg rumit, make logika2 sederhana aja dari rangkaian peristiwanya itu sendiri & kondisi TKP nya, ya yg paling masuk akal ya polisi itu pelakunya...heheheheh...

Apa peristiwa tsb mengulangi peristiwa penembakan mahasiswa2 Trisakti pd masa sblm kerusuhan Mei 1998 ? Siapa sebenarnya pelaku penembakan itu ?
Quote:Original Posted By alfarez
yuk...digoreng terus...

kalo bisa yang lama...

eh...giliran mau disajikan, yg mau makan kenyang dengan makanan yg lain

heuheuheu

seperti biasa, kasus ini akan terlupakan dengan munculnya kasus lain di negeri ini.

btw, kata teman2 ane di jogja....skrg warga malah tenang...gak takut keluar malam, gak ada lagi yg mabuk2an di jalan, gak ada lagi yg teriak-teriak kayak orang hutan...


siapa bilang dah ga ada yang mabuk2an di jlanan jogja.
Kemaren jumat malam tgl 29-03-2013 di per4an markas brimob daerah bachiro jogja ada orang mabok bawa golok dibelakangnya sedang malakin semua pengendaraa.
Quote:Original Posted By davidableh46


siapa bilang dah ga ada yang mabuk2an di jlanan jogja.
Kemaren jumat malam tgl 29-03-2013 di per4an markas brimob daerah bachiro jogja ada orang mabok bawa golok dibelakangnya sedang malakin semua pengendaraa.


Diperempatan markas brimob ada preman bebas mabuk2an dan melakukan pemerasan ???

Kemana semua polisinya ???

Polkis punya cerita

Kartel Narkoba emang udah jd rahasia umum Polkis emang bermaen,apalagi yogya yg masih blm sehingar bingar jakarta jd lahan empuk bwt para kartel tsb
Quote:Original Posted By riskan
ora mudeng, padahal bacanya pelan2, tapi masa iya sih kopasus ngelakuin , ane ga yakin gan


Ente bikin kaos aje gan, ga usah ngikutin brita hehehehe.. wait n' see lah...
Quote:Original Posted By susanlie
Ane jadi bingung yang bener yang mana

Memang awalnya ane udah curiga bahwa ada indikasi
Lalat coklatlah yang ada kongkalikong dibalik gentong.

Bisa saja bisnis pribadi para korban adalah ujung tombak
bagi para jenderal si lalat ini


t


lalat coklat gak ada gan...yg ada disini cuma wereng coklat dan laler ijo
malah muncul teori kontrasepsi kek gini
FB nya Idjon Jambi dah ga aktif lg ya Bro ?
Apakah yg bersangkutan udah di karung in ?
Quote:Original Posted By Pr0M4rketer


Diperempatan markas brimob ada preman bebas mabuk2an dan melakukan pemerasan ???

Kemana semua polisinya ???


polisinya? ya tidurlah kan tuh orang mendem bawa gobang kan tengah malam
siangnya kan sibuk dan capek laihan, malamnya yah biar gendon dan gentho2 tersebut yang melaksanakan tugasnya
FB nya Idjon Djanbi dah di remove... barusan saya coba buka g bisa
Suruh sms conan aja gan biar ketemu pelakunya
ane secara pribadi ngga yakin kopassus yg ngelakuin... tp kita liat hasil penyidikannya aja deh...
kl kopassus niat bunuh 4 orang preman itu.emang terlalu sembrono dan gegabah kl pake model kemarin.kyknya emang polisi pelakunya,biar ga buka mulut preman itu