KASKUS

[Adult]Kelemahan Pasal 285 KUHP ttg Pemerkosaan


uu-nya kan dah lama gan, jadi wajar ada yang kurang sesuai dgn jaman sekarang, contohnya marital rape, mana ada pas jaman uu tsb dibuat
intinya Perkosaan itu si anu masuk ke anu keluar anu lahir si anu
pejwan dulu
reserved buat TS
selama undang undang tersebut masih buatan manusia, pasti bakalan selalu ada celahnya bray
dihapuskan, karena merujuk kepada perkataan mod tomnyet:"yang diperkosa enak, yang memperkosa lebih enak "


dengan sedikit perubahan

bikin di melek hukum aja
tidak ada kelemahan dari pasal yang TS sebutkan.

alasannya :
1. satu pasal KUHP menyangkut 1 tindak pidana saja.
2. kasus pemerkosaan yang melibatkan tindak pidana lain akan dikenakan pasal berlapis.
3. "pemerkosaan" yang terjadi pada suami istri masuk dalam tindak pidana KDRT.
Quote:Pasal 5 huruf c adalah Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara : a. kekerasan fisik; b. kekerasan psikis; c. kekerasan seksual; atau d. penelantaran rumah tangga .

sumber : detikNews


kelemahan yang TS sebutkan dalam KUHP pasal 285 tentang pencabulan dan pemerkosaan jelas akan tertutup oleh pasal-pasal lain yang mengandung tindak pidana yang terlibat...


=edited=
di KUHP pasal manapun yang disebutkan pasti hukuman maksimal, bukan minimal
marital rape? bukannya ada UU KDRT?

cewek merkosa cowok emang enggak ada gan

trit lu yg penyadapan kok gak diterusin
Quote:Original Posted By aGanzetter
uu-nya kan dah lama gan, jadi wajar ada yang kurang sesuai dgn jaman sekarang, contohnya marital rape, mana ada pas jaman uu tsb dibuat


Benar.. Byk pelaku perkosaan memanfaatkan celah seperti perlakuan suka sama suka.

Ane pro bahwa pasal 285 perlu direvisi:
- marital rape

- suka sama suka

Oya perkosaan jg masuk delik biasa artinya korban tdk perlu melapor utk mennjerat pelaku,permasalahannnya pelaku bisa berkedok di suka sama suka, pdhal tidak ada iktan sah.



pejwan dolo,yg penting bunuh semua pemerkosa
reserved dulu ...kalo hukum samawi Islam mengenai pemerkosaan ..korban pemerkosaan harus menghadirkan 4 org saksi laki2 muslim yg melihat jalannya pemerkosaan

jika korban pemerkosaan tidak dapat menghadirkannya maka ia akan dituduh melakukan perzinahan, dihukum penjara dan mendapatkan sejumlah cambukan. Ini adalah situasi yang dialami wanita-wanita di negara-negara dimana hukum negara mengikuti syariah islam sehubungan dengan hal ini.
Quote:Original Posted By rannma
tidak ada kelemahan dari pasal yang TS sebutkan.


Pernah dengar ruu kumpul kebo,pasal 285 ini lemah karena smua unsur harus trpenhi seperti paksaan dan kekerasan.kenyataannya byk pk yg memperkosa scara lembut/ tidak sadar (bius)


Quote:Original Posted By rannma

alasannya :
1. satu pasal KUHP menyangkut 1 tindak pidana saja.

salah.
1 tindak pidana bisa diatur dlm beberapa pasal kuhp,
Satu contoh utk pemerkosaan pencabulan diatur jg dlm pasal 289 kuhp

Quote:Original Posted By rannma

2. kasus pemerkosaan yang melibatkan tindak pidana lain akan dikenakan pasal berlapis.

Tindak pidana lain
yg dimaksud ssprti apa dulu?masih ngambang kalimat anda.
Utk memenuhi unsur perkosaan itu sndiri byk ssyarat nya dan harus ada paksaan/kekerasan dgn visum. Byk pelaku pemerkosaan yg trbebass krna visum tdk mennnunjukkan kekerasan/paksaan.

Utk pasal berlapis trgantung case, kl masih seputar satu delik misal perkosaan, biasanya mana yg lebih mendekati pasal 285 atau pasal 289.tdk bisa berlapis dlm satu delik perkara.

Quote:Original Posted By rannma

3. "pemerkosaan" yang terjadi pada suami istri masuk dalam tindak pidana KDRT.

Thanks for info.

Quote:Original Posted By rannma

kelemahan yang TS sebutkan dalam KUHP pasal 285 tentang pencabulan dan pemerkosaan jelas akan tertutup oleh pasal-pasal lain yang mengandung tindak pidana yang terlibat...

Hahaha.. Tindak pidana lainnya itu apa dulu? masih perkosaan atau cabul bukan marital pegangannya hnya 285 dann 289, tanpa paksaan dann kekerasan (bukti visum
)tdk bisa dsbut pemerkosaan.
Lainn kl tindak pidana lainnya 363 pencurian, bisa aja dkenakan pasal pencuriannnya saja tnpa perkosaan yg tdk memenuhi seluruh unsur.

Quote:Original Posted By rannma

=edited=
di KUHP pasal manapun yang disebutkan pasti hukuman maksimal, bukan minimal


Benar,kalimat sebelum editnya apa ya .heheehe
mari mejeng di pejwan
pusing baca OS-nya
[QUOTE=prince.kaskus;515535d91b76087918000004]

Quote:Pernah dengar ruu kumpul kebo,pasal 285 ini lemah karena smua unsur harus trpenhi seperti paksaan dan kekerasan.kenyataannya byk pk yg memperkosa scara lembut/ tidak sadar (bius)



Quote:d 2. Unsur “Kekerasan” adalah kekuatan
fisik atau perbuatan fisik yang menyebabkan
orang lain secara fisik tidak berdaya tidak
mampu melakukan perlawanan atau pembelaan.
Wujud dari kekerasan dalam tindak pidana
perkosaan antara lain bisa berupa perbuatan
mendekap, mengikat, membius, menindih,
memegang, melukai, dan lain sebagainya
perbuatan fisik yang secara objektif dan fisik
menyebabkan orang yang terkena tidak
berdaya. [4]

^^
^^

ini elu ketik sendiri kan??
membius termasuk dalam kekerasan yang dimaksud dalam tulisan elu



Quote:salah.
1 tindak pidana bisa diatur dlm beberapa pasal kuhp,
Satu contoh utk pemerkosaan pencabulan diatur jg dlm pasal 289 kuhp


yang ini maksudnya??
Quote:Pasal 289

Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

nothing else, satu tindak pidana aja kok itu

Quote:Tindak pidana lain
yg dimaksud ssprti apa dulu?masih ngambang kalimat anda.
Utk memenuhi unsur perkosaan itu sndiri byk ssyarat nya dan harus ada paksaan/kekerasan dgn visum. Byk pelaku pemerkosaan yg trbebass krna visum tdk mennnunjukkan kekerasan/paksaan.

misalkan pemerkosaan tersebut diikuti suatu pembunuhan

kak, apakah visum itu satu-satunya bukti telah terjadinya pemerkosaan??
saya rasa kalau kekerasan fisik yang dilakukan, pasti ada buktinya
sedangkan yang dimaksud kekerasan dalam pasal ini ga cuma kekerasan fisik aja.

Quote:Utk pasal berlapis trgantung case, kl masih seputar satu delik misal perkosaan, biasanya mana yg lebih mendekati pasal 285 atau pasal 289.tdk bisa berlapis dlm satu delik perkara.


Thanks for info.


Hahaha.. Tindak pidana lainnya itu apa dulu? masih perkosaan atau cabul bukan marital pegangannya hnya 285 dann 289, tanpa paksaan dann kekerasan (bukti visum
)tdk bisa dsbut pemerkosaan.
Lainn kl tindak pidana lainnya 363 pencurian, bisa aja dkenakan pasal pencuriannnya saja tnpa perkosaan yg tdk memenuhi seluruh unsur.

sudah masuk ke jawaban saya di atas belum??


Quote:Benar,kalimat sebelum editnya apa ya .heheehe

aslinya ga ada edited dan tentang hukuman maksimal itu tadi kak
cuma nambahin, nggak mengubah
marital rape masuk delik KDRT.
yg gua heran itu mengapa orang2 seolah-olah mengingkari bahwasannya sex tak pernah lepas dari kekerasan.



sexual dan kekerasan adalah dua hal yg tak terpisahkan.
Quote:Original Posted By rannma


^^
^^

ini elu ketik sendiri kan??
membius termasuk dalam kekerasan yang dimaksud dalam tulisan elu


Okey membius itu gw lebih mksud ke mmbuat tidak sadar,misal mabuk/hipnotis/rayuan.itu tidak dimaksud sebagai kekesaran.

Membius yg diaaggap kekerasan adalah dengan zat2/obat trtntu

itu skali lg butuh visum tidak bisa hanya kesaksian korban sy dibius dlsb.


Quote:Original Posted By rannma


yang ini maksudnya??

nothing else, satu tindak pidana aja kok itu

Nah satu tindak pidana diatur tidak hanya dalam satu pasal kan, tidak seperti pernyataan anda sebelumnya satu tindak pidana satu pasal

Quote:Original Posted By rannma


misalkan pemerkosaan tersebut diikuti suatu pembunuhan

Wah tmbah blunder,
perkosaan diikuti pembunuhan justru pasti hanya dikenakan pasal pembunuhannya saja (yg trberat) ga akann kena pasal berlapis.bagaimana menghadirkan korban perkosaan yg sudah mati, dan ingat pasal kita maksimal 20tahun dan tdk akumulatif

kl mau membuat perkosaan dgn pasal berlapis bisa dikarenakan pencurian, 363

Quote:Original Posted By rannma

kak, apakah visum itu satu-satunya bukti telah
terjadinya pemerkosaan??

Visum bukan utk mmbuktikan tlah trjadi tindak pidana perkosaan,ttapi utk membuktikan paksaan, ancaman, dan ancaman dgn kekerasan sbagaimana dimaksud pasal 285.



Quote:Original Posted By rannma

saya rasa kalau kekerasan fisik yang dilakukan, pasti ada buktinya

Ini visum utk mmbuktikan ancaman dgn kekerasan "fisik"

Quote:Original Posted By rannma


sedangkan yang dimaksud kekerasan dalam pasal ini ga cuma kekerasan fisik aja.


ini utk mmbuktikan ancaman "psikis/kata2,dsb"

Quote:Original Posted By rannma


sudah masuk ke jawaban saya di atas belum??

Harusnya sy yg tnya k km,sdh bisa lihat bhwa seluruh unsur pasal 285 harus terpenuhi utk membuktikan ada tindak pidana pemerkosaan, hehe

Quote:Original Posted By rannma


aslinya ga ada edited dan tentang hukuman maksimal itu tadi kak
cuma nambahin, nggak mengubah

Okey thanks for info
mudah2an udah diperbaharui nantinya

+++

gak jadi taruhannya ?

dicariin malah menghilang



×