KASKUS

Talking Aahh... Aaauuhh..... Uuuhh.... Aaahhhh..... Enaaaak massssss



"Halo selamat malam sayang. Kamu lagi kesepian ya?" suara mendesah itu terdengar mesra di ujung telepon.

Suaranya ramah dan enak didengar.

"Nama aku Selly. Kata orang aku cantik, rambutku panjang oiya aku seksi loh," lanjutnya.

Kalimat pembuka seperti itu lazim digunakan para operator seks premium untuk memikat konsumen. Membuat konsumen betah berlama-lama mengobrol.

Tapi namanya layanan premium, tarif telepon semacam ini tak murah. Minimal Rp 1.700 per 30 detik. Rata-rata setiap orang mengobrol selama 20 menit ke atas. Apalagi yang sudah kecanduan. Mereka kerap menelepon berjam-jam.

"Halo sayang. Kamu lagi apa? Aku lagi mau mandi. Suara Selly makin genit. "Kamu mau temenin aku mandi ya. Kamu coba bayangin deh."

Nah, demikianlah layanan telepon seks. Mereka akan memandu konsumennya untuk membayangkan suasana berhubungan intim lewat telepon. Lengkap dengan rayuan dan desahan persis seperti orang berhubungan intim.

Tentu Selly tak benar-benar sedang mandi. Kadang dia melayani telepon sambil main facebook atau membaca majalah, bahkan sambil makan. Soal desahan dia mengaku hanya akting belaka.

Tujuan mereka membuat konsumen menelepon selama mungkin. Semakin lama semakin banyak keuntungan yang diraup pengusaha layanan telepon seks itu.

Menurut Selly, sehari dia bekerja delapan jam. Perusahaan tempatnya bekerja beroperasi 24 jam non stop. Ada shift pagi jam 06.00-14.00 WIB, shift siang 14.00-22.00 WIB dan shift malam 22.00-06.00 WIB.

"Aku bisa terima telepon 20 kali. Kalo rame bisa 30 kali. Rata-rata temen segitu," katanya.

Menurutnya ada 10 orang setiap shift. merdeka.com mencoba mengobrol dengan operator dari perusahaan lain. Rata-rata layanannya serupa. Begitu juga dengan tarif dan sistem kerja.

Kini coba hitung-hitungan. Bayangkan saja, 20 kali telepon dikali 10 operator dikali per telepon 20 menit, dengan tarif Rp 1.700 per 30 detik. Lalu dikali tiga shift. Maka angka yang muncul adalah sekitar Rp 40 juta per hari. Kalikan 30 hari, maka rata-rata pengusaha bisnis ini mendapat penghasilan Rp 1,2 miliar. Sangat menggiurkan.

Operator telepon seks ini punya dua sasaran. Yang pertama mereka yang awam dan tertarik menelepon karena penasaran dengan iklan sensual di koran, ataupun sms yang menggoda. Yang kedua, mereka yang memang sudah kecanduan telepon seks. Tak cuma ABG, orang dewasa dan tua pun menjadi pelanggannya.

"Ada yang bisa telepon sehari tiga kali. Ngakunya sih mahasiswa. Sekali nelepon bisa satu jam," aku Erna, seorang operator telepon seks yang lain.

Para konsumen yang kecanduan inilah yang tak memikirkan rekening teleponnya jebol hingga jutaan rupiah. Semua karena desahan palsu di telepon itu.



Puluhan remaja putri yang berada di lantai delapan sebuah gedung perkantoran di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan tidak bisa berbuat apa-apa saat puluhan petugas dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) datang menggerebek kantor mereka. Mereka tidak menyangka, kantor mereka digerebek dan diketahui oleh petugas.

Kantor yang dijadikan bisnis telepon seks bertarif premium itu langsung diperiksa oleh petugas dari Kominfo. Dalam kantor yang berlokasi di daerah perkantoran eksklusif di Jakarta tersebut, setiap operator itu bekerja dari sebuah bilik yang terbuat dari kayu yang berukuran 1x1 meter, dengan tinggi sekat sekitar 1 setengah meter.

"Dalam ruangan itu juga terdapat majalah-majalah pria dewasa yang menjadi bahan buat operator itu berbicara dengan penelepon," kata salah seorang saksi mata di lokasi bernama Warto kepada merdeka.com, Minggu (24/3).

Ruangan operator telepon seks tersebut hanya dibagi dalam dua ruang. Ruang utama, yaitu bilik untuk operator yang berjumlah 12 buah, dan sebuah ruang resepsionis yang bersifat formalitas.

Yang paling khas dari ruangan tersebut adalah, bau khas minyak angin. Bau itu menyeruak saat memasuki ruangan operator. Sekilas, kantor itu mirip warung internet (Warnet). "Pas pertama kali masuk, langsung tercium bau minyak angin," ujarnya.

Para operator telepon seks itu menggunakan minyak angin untuk menjaga diri. Alasannya, karena mereka seharian berada di dalam ruangan ber-AC. Dalam sehari, operator tersebut harus duduk selama delapan jam setiap satu shift. "Sehari mereka dibagi tiga shift, satu shift delapan jam," ujarnya.

Nikmati dulu ilustrasi hot berikut ini

Spoiler for ILUSTRASI BB+ khusus dewasa:


asyiiik banget gan............ (sumber)
Quote:Original Posted By celeng.boneng


Tidak seperti suaranya yang menggoda, tidak ada satu pun dari operator ini yang memiliki paras cantik. Dalam bekerja, operator ini hanya mengandalkan suara yang menggoda, dan informasi yang didapat dari majalah pria dewasa.





Buyaaaaaaar sudah semua angan angan dan imajinasi



Quote:Original Posted By celeng.boneng
"Halo selamat malam sayang. Kamu lagi kesepian ya?" suara mendesah itu terdengar mesra di ujung telepon.

Suaranya ramah dan enak didengar.

"Nama aku Selly. Kata orang aku cantik, rambutku panjang oiya aku seksi loh," lanjutnya.

Kalimat pembuka seperti itu lazim digunakan para operator seks premium untuk memikat konsumen. Membuat konsumen betah berlama-lama mengobrol.

Tapi namanya layanan premium, tarif telepon semacam ini tak murah. Minimal Rp 1.700 per 30 detik. Rata-rata setiap orang mengobrol selama 20 menit ke atas. Apalagi yang sudah kecanduan. Mereka kerap menelepon berjam-jam.

"Halo sayang. Kamu lagi apa? Aku lagi mau mandi. Suara Selly makin genit. "Kamu mau temenin aku mandi ya. Kamu coba bayangin deh."

Nah, demikianlah layanan telepon seks. Mereka akan memandu konsumennya untuk membayangkan suasana berhubungan intim lewat telepon. Lengkap dengan rayuan dan desahan persis seperti orang berhubungan intim.

Tentu Selly tak benar-benar sedang mandi. Kadang dia melayani telepon sambil main facebook atau membaca majalah, bahkan sambil makan. Soal desahan dia mengaku hanya akting belaka.

Tujuan mereka membuat konsumen menelepon selama mungkin. Semakin lama semakin banyak keuntungan yang diraup pengusaha layanan telepon seks itu.

Menurut Selly, sehari dia bekerja delapan jam. Perusahaan tempatnya bekerja beroperasi 24 jam non stop. Ada shift pagi jam 06.00-14.00 WIB, shift siang 14.00-22.00 WIB dan shift malam 22.00-06.00 WIB.

"Aku bisa terima telepon 20 kali. Kalo rame bisa 30 kali. Rata-rata temen segitu," katanya.

Menurutnya ada 10 orang setiap shift. merdeka.com mencoba mengobrol dengan operator dari perusahaan lain. Rata-rata layanannya serupa. Begitu juga dengan tarif dan sistem kerja.

Kini coba hitung-hitungan. Bayangkan saja, 20 kali telepon dikali 10 operator dikali per telepon 20 menit, dengan tarif Rp 1.700 per 30 detik. Lalu dikali tiga shift. Maka angka yang muncul adalah sekitar Rp 40 juta per hari. Kalikan 30 hari, maka rata-rata pengusaha bisnis ini mendapat penghasilan Rp 1,2 miliar. Sangat menggiurkan.

Operator telepon seks ini punya dua sasaran. Yang pertama mereka yang awam dan tertarik menelepon karena penasaran dengan iklan sensual di koran, ataupun sms yang menggoda. Yang kedua, mereka yang memang sudah kecanduan telepon seks. Tak cuma ABG, orang dewasa dan tua pun menjadi pelanggannya.

"Ada yang bisa telepon sehari tiga kali. Ngakunya sih mahasiswa. Sekali nelepon bisa satu jam," aku Erna, seorang operator telepon seks yang lain.

Para konsumen yang kecanduan inilah yang tak memikirkan rekening teleponnya jebol hingga jutaan rupiah. Semua karena desahan palsu di telepon itu.



Puluhan remaja putri yang berada di lantai delapan sebuah gedung perkantoran di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan tidak bisa berbuat apa-apa saat puluhan petugas dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) datang menggerebek kantor mereka. Mereka tidak menyangka, kantor mereka digerebek dan diketahui oleh petugas.

Kantor yang dijadikan bisnis telepon seks bertarif premium itu langsung diperiksa oleh petugas dari Kominfo. Dalam kantor yang berlokasi di daerah perkantoran eksklusif di Jakarta tersebut, setiap operator itu bekerja dari sebuah bilik yang terbuat dari kayu yang berukuran 1x1 meter, dengan tinggi sekat sekitar 1 setengah meter.

"Dalam ruangan itu juga terdapat majalah-majalah pria dewasa yang menjadi bahan buat operator itu berbicara dengan penelepon," kata salah seorang saksi mata di lokasi bernama Warto kepada merdeka.com, Minggu (24/3).

Ruangan operator telepon seks tersebut hanya dibagi dalam dua ruang. Ruang utama, yaitu bilik untuk operator yang berjumlah 12 buah, dan sebuah ruang resepsionis yang bersifat formalitas.

Yang paling khas dari ruangan tersebut adalah, bau khas minyak angin. Bau itu menyeruak saat memasuki ruangan operator. Sekilas, kantor itu mirip warung internet (Warnet). "Pas pertama kali masuk, langsung tercium bau minyak angin," ujarnya.

Para operator telepon seks itu menggunakan minyak angin untuk menjaga diri. Alasannya, karena mereka seharian berada di dalam ruangan ber-AC. Dalam sehari, operator tersebut harus duduk selama delapan jam setiap satu shift. "Sehari mereka dibagi tiga shift, satu shift delapan jam," ujarnya.

Dalam bekerja, para operator seks dituntut untuk bisa membuat lawan bicara betah berlama-lama berbincang dengan mereka. Semakin lama perbincangan, semakin banyak bonus yang akan diterima oleh operator.

Tidak seperti suaranya yang menggoda, tidak ada satu pun dari operator ini yang memiliki paras cantik. Dalam bekerja, operator ini hanya mengandalkan suara yang menggoda, dan informasi yang didapat dari majalah pria dewasa.

Yang menarik dari bisnis telepon seks ini adalah, pemilik usaha ini bukanlah orang Indonesia, melainkan orang asing. Menurut keterangan para operator, sang bos hanya datang sepekan sekali.

(sumber)



mendesah, berkhayal, dan tertipuuuuuuuuuuuuu


gak ada ilustrasi..ga seru
Masih ada ga ya? Nyobain ah
hahahaha, itulah bodohnya Indonesia
pantes aja ga bisa maju
jd inget jaman ORARI, yg suaranya serak mendesah di udara pasti aslinya bapuk
bisnis esek2 diudara, dengan penghasilan yg menggiurkan pasti pelanggannya banyak
Quote:Original Posted By kodokodok
Buyaaaaaaar sudah semua angan angan dan imajinasi




Konsumen tertipu oleh foto artis artis bokep yang di pajang di iklannya.

Ternyata dugaan ane emang benar, cuman modal suara doang, parasnya kagak ada yg cantik ternyata.

Kecewa dah konsumen kalau tau tampang operatornya.
celengggggg
ga ada ilustrasinya
om pong udh tertipu berapa juta ini?
woi ilustrasi manaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh?
daripada mengkhayal mending yg beneran
kalo video call ya agak enak dikit ..biar mahal yg pnting kthuan ngbrol dgn sapa...ntar yg ngbrol mrip mpo nori ya mampus gw ..
woyyyyyyyyyyyyy taaaaaaaaaaaiiiiiiiii

atas gue kasi gambar DP asuuuuuuuuu
Quote:Original Posted By kontium4


Konsumen tertipu oleh foto artis artis bokep yang di pajang di iklannya.

Ternyata dugaan ane emang benar, cuman modal suara doang, parasnya kagak ada yg cantik ternyata.

Kecewa dah konsumen kalau tau tampang operatornya.


sammalahh kekk pennyiarr raddio

suuarannya emmpuk2 ademm,,, gakk tawnya
Quote:Original Posted By JungleKeeper
woyyyyyyyyyyyyy taaaaaaaaaaaiiiiiiiii

atas gue kasi gambar DP asuuuuuuuuu




kayaknya ekspresi agan mewakili mereka yang tertipu phonesex
bruakakaaa... jadi keinget jaman2 smp dulu tlp 2 menit dimatiin
hahahaha padahal kenyataannya 180" dari yang dibayangkan
kalo diliat dari judulnya sih ts nya udah pengalaman
Quote:Original Posted By all.mino1
Pinginnya
Ternyata


sangar amat gan tuh sikaleng : ngakak
×