6 Jenderal ini berani tantang kediktatoran Soeharto



Spoiler for Basa Basi TS:


Quote:Makin lama, kepemimpinan Presiden Soeharto semakin dirasa menyimpang dari cita-cita pendirian Orde Baru. Isu korupsi keluarga Cendana dan keluarganya mencuat. Soeharto pun mulai mencopoti pejabat yang dinilai berseberangan dengan dirinya.

Banyak yang kecewa dengan kepemimpinan Soeharto yang makin seperti diktator. Tapi sedikit yang berani bersuara. Hukuman berat dari Soeharto menanti mereka yang bersuara kritis.

16 April 1980, Soeharto berpidato di depan korps elite baret merah Kopasandha Angkatan Darat. Dia mengeluhkan sejumlah serangan politik terhadap dirinya. Soal Ibu Tien yang dituding korupsi dan soal ancaman terhadap Pancasila.

Sejumlah tokoh militer senior dan sipil kecewa. Mereka mempertanyakan sikap Soeharto yang menyeret ABRI sebagai alat kekuasaan. Mereka pun mempertanyakan kenapa setiap serangan politik pada Soeharto dianggap ancaman terhadap Pancasila.

Muncul kelompok Petisi 50 dan forum-forum diskusi yang berani mengkritik Soeharto terang-terangan.

Berikut kisah 5 jenderal yang berani melawan di tengah ancaman rezim Orde Baru.


Quote:
Inilah ke-6 Jendral Tersebut

1. Jenderal Besar AH Nasution

Spoiler for Beliau:


Ketua MPRS Jenderal AH Nasution melantik Soeharto sebagai Presiden RI kedua tahun 1967. Ironisnya Nasution kemudian menjadi salah satu pengkritik Soeharto yang paling vokal setelah kecewa dengan Soeharto.

Pak Nas, panggilan akrabnya, merupakan salah satu tokoh paling senior di Petisi 50. Rekam jejak Pak Nas sejak perang kemerdekaan tak diragukan lagi. Dia adalah konseptor perang gerilya dan pejuang kemerdekaan.

Soeharto membunuh Nasution secara politik. Pak Nas dilarang berbicara di depan umum, atau di media massa. Soeharto bersama para jenderalnya terus meminta para anggota ABRI tak terpengaruh dengan omongan Nasution. Pak Nas juga dicekal bepergian ke luar negeri.

Tahun 1997, Soeharto memberikan gelar jenderal besar untuk Nasution dan Soedirman dengan pangkat jenderal bintang lima. Tapi Soeharto pun ikut menerima anugerah jenderal besar tersebut. Banyak pihak menilai ini hanya dilakukan Soeharto untuk batu loncatan saja, agar tak terkesan menabrak etika.

2. Letjen Marinir Ali Sadikin

Spoiler for Beliau:


Siapa yang tak kenal Ali Sadikin, Gubernur legendaris DKI Jakarta. Letnan Jenderal Korps Marinir TNI AL ini terkenal berperamen keras sekaligus keras kepala. Dia ikut Petisi 50 dan mengkritik Soeharto yang otoriter.

Maka Bang Ali pun dijatuhi hukuman politik. Dia dilarang datang ke pembukaan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Padahal Bang Ali yang punya gagasan membuat PRJ. Bang Ali juga dilarang datang ke acara TNI AL atau Marinir. Dia juga tak boleh berbicara di forum-forum atau menjadi nara sumber.

Tak cuma itu, seluruh keluarga Bang Ali selalu dijegal saat meminta pinjaman uang dari bank. Yang lebih menyakitkan hati, sekadar pesta pernikahan pun orang takut mengundang Bang Ali.

3. Letjen Kemal Idris

Spoiler for Beliau:


Letjen Kemal Idris merupakan salah satu jenderal pendiri Orde Baru. Mantan Pangkostrad dan Panglima Komando Wilayah Pertahanan (Pangkowilhan) ini terkenal suka bicara keras dan apa adanya. Ternyata hal itu mengusik Soekarno.

Kemal juga yang meminta Soeharto mundur sebagai presiden tahun 1980. Saat itu Kemal merasa Soeharto cukup tiga kali jadi presiden.

Setelah itu Kemal tak lagi dipakai. Akhirnya Kemal Idris mengurusi perusahaan sampah di DKI Jakarta. Dia pun mendapat gelar 'jenderal sampah'.

4. Letjen M Jasin

Spoiler for Beliau:


Letjen M Jasin punya peran besar membangun Orde Baru bersama Orde Baru. Dia yang menggelar operasi Trisula untuk menghancurkan sisa-sisa kekuatan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Blitar Selatan.

M Jasin dan keluarganya sangat dekat dengan Soeharto. Tapi keikutsertaannya dalam Petisi 50, membalikkan semua keadaan.

Jasin mengkritik Soeharto karena pembelian truk yang tak sesuai kebutuhan ABRI. Dia juga marah saat putrinya dilecehkan seorang keluarga Soeharto. Jasin pun kerap menyoroti peternakan Soeharto Tapos di Bogor.

Dia dikenal paling galak mengkritik Soeharto. Seperti yang lain, Soeharto pun menamatkan karir Jasin. Usaha Jasin dihambat, keluarganya tak diangkat menjadi PNS. Dia dimaki-maki sebagai orang sinting.

5. Letjen Hartono Rekso Dharsono

Spoiler for Beliau:


Bersama Kemal Idris dan Sarwo Edhie Wibowo, Letjen Hartono Rekso Dharsono adalah tiga jenderal pendiri Orde Baru. Sama dengan sejumlah jenderal lain, dia kecewa terhadap Soeharto.

HR Dharsono termasuk salah satu penentang Soeharto yang mendapat hukuman terberat. Dia dicopot sebagai Sekjen ASEAN yang pertama oleh Soeharto.

HR Dharsono juga dituduh melakukan subversi dan ikut andil meledakkan bom di BCA Pecenongan, Jakarta Pusat. Dia divonis 10 tahun, kemudian banding menjadi tujuh tahun. Banyak pihak yang menilai dakwaan terhadap Dharsono hanya dibuat-buat.

Tahun 1996, HR Dharsono meninggal. Pemerintah melarang jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

6. Jenderal Polisi Hoegeng

Spoiler for Beliau:


Tak ada seorang pun yang meragukan kejujuran Hoegeng dan komitmennya memberantas korupsi. Ketika keluarga Cendana dan Soeharto terusik, dengan gagah berani Hoegeng siap dicopot.

Kala itu kasus dugaan penyelundupan mobil mewah Robby Tjahjady diduga melibatkan kroni Soeharto dan keluarga Cendana.

Berbagai hukuman politik pun dijalani Hoegeng dengan tabah. Mulai dari dipecat, tak boleh menyanyi di TV, hingga dilarang datang ke pernikahan sahabatnya. Yang paling menyakitkan, Hoegeng juga dilarang menghadiri HUT Polri.

Hoegeng membuktikan keberaniannya melawan penguasa Soeharto.

Sumber : merdeka.com


hebat gan
hoegeng ama ali sadikin sih yg menurut ane paling berani gan..

sampe langsung ke sasarannya soalnya..
ternyata penentang soharto adalah org2 yang terkenal idealis seperti AH Nasution dan Hoegeng.. tp menurut ane wajar jika seorang penguasa tidak sejalan dengan bawahannya, maka bawahannya itu disingkirkan..
Ane yakin pada awalnya Soeharto itu bagus Gan, terbukti pembangunan Indonesia berjalan maksimal dan swasembada pangan di awal pemerintahannya..
seiiring berjalan waktu beliau menjadi seorang yang Diktator, seolah kebenaran di tangan dia. mungkin hal ini dikarenakan alasan klasik yaitu Harta dan Kekuasaan..

ane islam Gan, di agama ane diajarkan bahwa ada dua rasa lapar yang tidak pernah kenyang, salah satunya yaitu lapar akan harta..
Quote:Original Posted By lenterasubuh
ternyata penentang soharto adalah org2 yang terkenal idealis seperti AH Nasution dan Hoegeng.. tp menurut ane wajar jika seorang penguasa tidak sejalan dengan bawahannya, maka bawahannya itu disingkirkan..
Ane yakin pada awalnya Soeharto itu bagus Gan, terbukti pembangunan Indonesia berjalan maksimal dan swasembada pangan di awal pemerintahannya..
seiiring berjalan waktu beliau menjadi seorang yang Diktator, seolah kebenaran di tangan dia. mungkin hal ini dikarenakan alasan klasik yaitu Harta dan Kekuasaan..

ane islam Gan, di agama ane diajarkan bahwa ada dua rasa lapar yang tidak pernah kenyang, salah satunya yaitu lapar akan harta..


point terpentingnya adalah, tidak banyak orang yang berani menentang penguasa
lepas dari si penguasa baik atau tidak
apalagi penguasanya diktator
Jenderal2 yang idealis, berani menentang saat Soeharto masih dalam masa kejayaannya.
suharto memang banyak yang menentang sih gan. tp pinter2nya dia aja nyari simpati dari rakyat, dengan pembangunan yang maju banget, padahal dibalik pembangunan dulu yang maju banget tuh dibelakangnya ada hutang yang besar banget gan
hmm gak tau harus comment apaa.. hahaa
nyimak aja dah
Quote:Original Posted By Shanks99
hmm gak tau harus comment apaa.. hahaa
nyimak aja dah



ini sudah comment :
ya sekarang ka dah wasalam gimana dong
merdekadotcom gan
sesama militer aja digulung , apalagi andai itu orang sipil.....Makanya syukurilah iklim demokrasi yg sekarang ini, berkat Gus Dur yg memperbolehkan orang ngomong apa saja....gak ada lagi media yg diberangus seperti dulu....
jndral pemberani pd jmannya ya
selain HR Dharsono, semuanya para Jendral yg mendukung Petisi 50
Ali Sadikin, Hoegeng, AH Nasution, M. Jasin, Kemal Idris dan ada Letjen (Purn) AY Mokoginta
orang - orang hebat pada jamanya
Quote:Original Posted By langkahpasti
selain HR Dharsono, semuanya para Jendral yg mendukung Petisi 50
Ali Sadikin, Hoegeng, AH Nasution, M. Jasin, Kemal Idris dan ada Letjen (Purn) AY Mokoginta


Memang banyak nama lain yang gak di sebutkan diatas
makasih sudah share infonya,
bertambah lagi wawasan ane
melawan untuk kebaikan
Beliau semua adalah orang2 pemberani dan bukan pengecut seperti kebanyakan pemerintah sekarang
salut
Ternyata jendral pun tak bisa menumbangkan soeharto

People power lah yg mampu menumbangkannya