Film Seputar G30S/PKI 'The Act of Killing' Diputar di Universitas Westminster LONDON

Thriller film 'The Act of Killing'



'The Act of Killing' Diputar di Inggris
Sabtu, 16 Maret 2013 | 04:07 WIB

Metrotvnews.com, London: Film dokumenter The Act of Killing, mulai ditayangkan di Inggris dengan pemutaran perdana di Universitas Westminster, London. Sekitar 200 penonton - sebagian kecil di antaranya warga Indonesia - memadati gedung teater universitas yang dijadikan tempat pemutaran film yang mengangkat pembunuhan pada masa pemberantasan anggota dan orang-orang yang diduga berhaluan Komunis di Indonesia pada 1965.

Saat mengantarkan filmnya, Sang Sutradara, Joshua Oppenheimer mengatakan, film dimaksudkan untuk membuka kebisuan tentang pembunuhan atas orang-orang yang dituduh anggota maupun pendukung PKI. "Kalau kami tidak memfilmkannya, maka para korban akan meninggal dan tidak pernah akan terungkap kekerasan tersebut," tutur Joshua di depan panggung, Kamis, (14/3) malam waktu London.

Setelah pemutaran perdana, The Act of Killing juga akan diputar di Goldsmith University, London tenggara, dan Curzon Soho, bioskop di pusat kota London yang sering menayangkan film-film alternatif dan dokumenter. Di Universitas Westminser, yang ditayangkan adalah versi lengkap dengan durasi 157 menit, jauh lebih panjang dari versi untuk khalayak umum berdurasi 115 menit. "Kami sudah memulai proyek ini sekitar satu dekade lalu namun setiap merekam gambar selalu didatangi polisi, tentara, maupun pejabat pemerintah lokal," tambah Joshua.

Dia kemudian berdiskusi dengan para pegiat hak asasi manusia dan memutuskan untuk meneruskannya dengan memusatkan perhatian pada pelaku pembunuhan. "Seseorang dari pegiat HAM itu mengatakan harus bisa," katanya. Dengan bantuan para awak Indonesia - yang dirahasiakan namanya sebagai anonymous dalam kredit film - Joshua membuatnya dengan lokasi di Medan, perkebunan Sumatra Utara, maupun di Jakarta.

Kisahnya didasarkan pada pengakuan Anwar Congo dan beberapa orang lain yang terlibat dalam pembunuhan massal itu. "Saya mengucapkan terima kasih kepada semua awak di Indonesia yang tidak bisa saya sebutkan namanya."

Film yang diproduksi pada 2012 itu menggunakan gaya bercerita film di dalam film. Tokoh Anwar Congo yang memerankan diri sendiri dan mengaku sebagai preman Medan mencoba merekonstruksi pembunuhan yang dia lakukan setelah 30 September 1965.

Rekaman rekonstruksi dilengkapi dengan wawancara para pemain maupun adegan mengikuti kehidupan sehari-hari mereka, antara lain ketika Anwar memberi makan bebek bersama kedua cucunya. Saat merekonstruksi pembunuhan, Anwar dibantu dengan beberapa temannya, antara lain Herman Koto, Ibrahim Sinik, maupun Adi Zulkadry.

Beberapa pemimpin maupun anggota organisasi Pemuda Pancasila juga muncul dalam film ini, seperti Yapto Soerjosoemarno. Anwar Congo - seperti dilaporkan berbagai media di Indonesia - belakangan mengatakan dia merasa tertipu oleh Joshua. Namun Joshua membantah tuduhan itu dengan alasan semua pengambilan gambar diambil secara terbuka dengan sepengetahuan peserta film
http://www.metrotvnews.com/lifestyle...tar-di-Inggris

UPAYA PELURUSAN SEJARAH atau HIDDEN AGENDA BARAT?

Metro TV: G30S/PKI : Kudeta Terselubung



Thriller film "40 Years Of Silence: An Indonesian Tragedy"


Film John Pilger ttg Pembantaian PKI


Film G30S/PKI - Full HD


Penjelasan SOEHARTO ttg Tahanan PKI di Paris


----------------------

Sejarah, anda bisa melihat dari sudut atau sisi mana pun, bergantung kepada interest dan motivasi anda untuk mengetahui sejarah itu sendiri.
apaan si thread gaje ini
Gue tetep lebih percaya pemerintah
Waspada bahaya laten komunis

Pesan pada pembuat film: kenapa gak dibuat film ttg pembantaian pki ke musuhnya sebelum itu?
intinya ini di film kan oleh orang ingris kan? di buat versi barunya
Sekarang dokumenter ini bukan tentang politik, tapi tentang pembantaian PKI.

Jadi tolong gak usah ribut2 PKI mau exist lagi
cuma anak2 ingusan tolol yg ngatai PKI bakal berdiri lagi di indonesia
Quote:Original Posted By mynamewikana
Sekarang dokumenter ini bukan tentang politik, tapi tentang pembantaian PKI.

Jadi tolong gak usah ribut2 PKI mau exist lagi
cuma anak2 ingusan tolol yg ngatai PKI bakal berdiri lagi di indonesia


kenyataanya banyak ababil alay yang sok sok an pake ava palu clurit ... ato di fb pasang foto profil palu clurit... ga sadar mbah2 sama bokapnyanya dulu ketakutan dikejer2 PKI.. .. ato jangan2 mereka emang anak keturunan gerwani .. tapi di tantang nyanyi genjer2 malah bingung lagu apa itu
kayaknya mantaf gan filmnyaa
Kira2 nyampe indo gak nih film?
Inti dari film ini bahas soal pembunuhannya, bukan soal esensi politik yang terjadi pada geraka 30 september. bau2 invansi HAM uni eropa.
jadi yang mau di tunjukin sama si sutradara adalah soal adanya pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi di Indonesia? trus fakta sejarah dari gerakan 30 Septembernya mana?
Lah, namanya penyakit emang kudu dibantai toh. Sampai akar-akarnya
Quote:Original Posted By indotimur
Gue tetep lebih percaya pemerintah
Waspada bahaya laten komunis

Pesan pada pembuat film: kenapa gak dibuat film ttg pembantaian pki ke musuhnya sebelum itu?


ane stuju gan, bahaya laten komunis tuh amat sangat berbahaya
Quote:Original Posted By HonGisFirE
Lah, namanya penyakit emang kudu dibantai toh. Sampai akar-akarnya


Eaaa.... cuma baca buku anak SD,SMP,SMA ya?
PKI juga banyak berjasa membela negara. FAKTA!

Quote:Original Posted By ezhie


ane stuju gan, bahaya laten komunis tuh amat sangat berbahaya


ini lagi jargon tentara dibawa2. Tentara2 itu yg bunuh2in PKI jadi pahlawan sekarang???
wkwkwkwkwk.... negara ini isinya orang2 gampang dibodoh2in
faktanya belum terlihat
Quote:Original Posted By wellout
Inti dari film ini bahas soal pembunuhannya, bukan soal esensi politik yang terjadi pada geraka 30 september. bau2 invansi HAM uni eropa.
jadi yang mau di tunjukin sama si sutradara adalah soal adanya pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi di Indonesia? trus fakta sejarah dari gerakan 30 Septembernya mana?



asumsi yang menarik..
kl gw ngeliatnya begini.
Gw bukan pro komunis, tp gw pro kemanusiaan.

Seperti ideologi-ideologi politik yang lainnya, komunisme (salah satu manifestasi dari marxisme) atau kapitalisme, bahkan Ideologi politik berdasarkan syariat agama tertentu, semuanya sama-sama bermaksud baik memberikan system yang dianggap paling baik untuk ideologi politik (masing-masing pihak pasti merasa ideologinya paling benar, terlepas dari mana yang paling cocok diterapkan pada negara tertentu). Segala bentuk penyelewengan bisa terjadi karena pada akhirnya itu hanyalah sebuah system. Sistem ideologi politik yang kita anut (kapitalisme berlandaskan agama)-pun bisa kita lihat sangat bobrok dan rentan penyelewengan.

Pada dasarnya ajaran komunisme yang murni itu baik selama dijalankan dengan manusia2 yang baik (note : komunisme tidak ada hubungannya dengan atheisme, itu hanyalah propaganda orde baru) - namun pada zaman tersebut memang banyak disalah gunakan bahkan dimanfaatkan oleh pihak2 yang punya kepentingan, misalnya tuan-tuan tanah yang 'dipaksa' memberikan sebagian tanahnya untuk petani miskin. mereka menaruh dendam sehingga turut 'menghembuskan' rasa benci melalui jalan apapun ke pihak komunis.

Namun gw juga tidak memungkiri bila banyak oknum partai komunis yang melakukan penyelewengan-penyelewengan dengan cara kejam seperti mengintimidasi/membunuh dll.

Namun apakah karena penyelewengan2 yang dilakukan oknum-oknum tersebut maka seluruh penganut/pendukung komunisme LAYAK dibantai? dihukum mati tanpa pengadilan? keluarganya diasingkan? lebih hina dari koruptor yang saat ini secara berjamaah membuat rakyat menjadi lebih miskin dari seharusnya?

Ibaratnya seperti ini (please no offense, baca dengan pikiran terbuka, gw juga muslim) : apakah seluruh umat islam layak dibunuh, disiksa dan dibantai hanya karena banyak 'oknum-oknum' yang mengaku atas nama Islam lalu melakukan tindakan bom bunuh diri atau terorisme?

Jika system kapitalisme ternyata terbukti tidak cocok untuk indonesia, dimana akhirnya system tersebut disalah gunakan para pemimpin kita untuk 'menculik aktivis', menyengsarakan rakyat dll maka saat sistem tersebut diganti dengan sistem yang baru maka seluruh penganut kapitalisme layak dibantai juga??

Buka pikiran kita, film ini bukan film yang akan membuat kt menjadi membela PKI atau komunisme, justru film ini membuka mata kita bahwa negara kita itu dibangun dengan sejarah manipulasi dan sampai saat ini masih kokoh berdiri tanpa kita ketahui.

coba deh liat dulu filmnya baru komentar
kayaknya seru nih film, melihat peristiwa dari sudut pandang berbeda dari film yang dulu tiap tahun tayang di TVRI. walaupun pasti keduanya dipenuhi muatan politis, tapi mudah2an para penonton bisa menarik benang merahnya
sulit mengetahui secara pasti...mana yg benar mana yg rekayasa.
Quote:Original Posted By wellout
Inti dari film ini bahas soal pembunuhannya, bukan soal esensi politik yang terjadi pada geraka 30 september. bau2 invansi HAM uni eropa.
jadi yang mau di tunjukin sama si sutradara adalah soal adanya pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi di Indonesia? trus fakta sejarah dari gerakan 30 Septembernya mana?


pembantaian massal dan lengsernya Bung Karno di taun 60an adalah kabar baik untuk negara2 barat karena Bung Karno dan PKI yang mereka anggap sebagai halangan untuk menguasai Indonesia udah dibasmi oleh orde baru dengan bantuan AS. tapi perlu diketahui, negara ASEAN yang membenci komunis gak cuma Indonesia, Malaysia dan Singapura juga membenci komunis
yang tahu benar atau tidak ya pelaku sejarahnya, dan pelaku sejarahnya adalah yang terlibat dalam G30S/PKI ,
so ngapain di ungkit, jika film ini sebagai propoganda politik, ya nikmati aja