(Ask) Hak-hak Warisan Sodara Tiri

Permisi mimin, momod, sesepuh melek hukum...
ane mau tanya seputar hak-hak kepemilikan / warisan

ceritanya gini, ibu ane punya anak 3 bersaudara (termasuk ane), setelah lama bokap ane meninggal, ibu ane menikah lagi, bokap tiri ane pas menikah sudah punya anak ( 6 bersaudara), jadi ane punya sodara tiri 6 orang. tapi setelah menikah dengan ibu ane, mereka tidak mempunya anak lagi.
yang jadi pertanyaan,
1. apakah saudara tiri ane, punya hak warisan dari ibu ane yang hasil warisan leluhur ibu ane dan harta hasil sama bokap kandung ane yg sudah meninggal?
2. apa saja yang bisa menjadi hak dan tidak untuk sodara2 tiri saya?

soalnya, bokap tiri ane, tinggal dirumah warisan leluhur yg dikasihkan ke ibu ane. sedangkan bokap tiri ane, sedikit banget berkontribusi dalam penambahan harta keluarga, yang ada malah tanah2 warisan ibu ane dah semakin berkurang dijual untuk keperluan keluarga yang sekarang.

yang ditakutkan, bukannya berprasangka buruk, jika suatu saat, sodara2 tiri ane juga minta hak warisan dari harta yang sudah ada sebelum ibu ane menikah dengan bokap mereka. padahal selama ini juga, hampir semua dari ibu ane. bokap tiri ane juga dah gak kerja, hanya nyokap ane saja yg kerja. ane jadi kasihan lihatnya.

coba komentari

secara hukum seharusnya tidak bisa karena warisan merupakan harta yang tidak bisa dibagi bersama suami istri karena yg bisa dibagi hanya gono gini(harta setelah pernikahan)...warisan bisa di turunkan kepada anak pembawa nama keluarga...jika kasus saudara seharusnya saudara tiri tidak dapat merebut kecuali jika ibu anda mewarisi/membuat surat warisan atau seluruh anaknya tidak ada lagi/tidak patut menerima.....sedangkan untuk bapak tiri agan...harta warisan ibu agan tidak bisa di bagi ke dia juga kecuali harta gono gini. hal ini masih banyak aspek hukum yg harus diliat....karena hukum waris di indonesia masih terikat agama,suku dlll.
jika penjelasan saya ada kesalahan mohon maaf karena saya juga masih belajar
menurut hukum waris sih gak bisa ...



kecuali ybs dapet hibah dari nyokap lw ..

Quote:Original Posted By jigokusan
secara hukum seharusnya tidak bisa karena warisan merupakan harta yang tidak bisa dibagi bersama suami istri karena yg bisa dibagi hanya gono gini(harta setelah pernikahan)...warisan bisa di turunkan kepada anak pembawa nama keluarga...jika kasus saudara seharusnya saudara tiri tidak dapat merebut kecuali jika ibu anda mewarisi/membuat surat warisan atau seluruh anaknya tidak ada lagi/tidak patut menerima.....sedangkan untuk bapak tiri agan...harta warisan ibu agan tidak bisa di bagi ke dia juga kecuali harta gono gini. hal ini masih banyak aspek hukum yg harus diliat....karena hukum waris di indonesia masih terikat agama,suku dlll.
jika penjelasan saya ada kesalahan mohon maaf karena saya juga masih belajar


oh gitu ya gan...makasih ya infonya...
soalnya, setelah saya pergi di rantau...kayanya, beberapa aset2 bergerak banyak dibawa sama sodara tiri kerumahnya...ya awalnya sech, daripada gak ane pakai, dirumah nganggur tu kendaraan, jd mending dipake ama sodara tiri ane...takutnya, pas ane pulang, gak bisa ane ambil lagi...terus terang, ibu ane gampang sekali kena bujukan, maklum orang desa...

Quote:Original Posted By dihatikuadakamu
menurut hukum waris sih gak bisa ...



kecuali ybs dapet hibah dari nyokap lw ..



kalo harta warisan sech, ibu ane sering bilang buat ane dan sodara kandung ane...tapi gak tau untuk kedepannya gimana...kasian sekarang ibu ane kerja sendirian, sedangkan bokap tiri ane nganggur dirumah aja...jaga rumah...
Jadi gini mudahnya.
Kalau Ibu anda menikah lagi tanggal 01-Januari-2013. Maka semua harta yang ada dikeluarga kandung anda sebelum tanggal itu, itulah akan menjadi hak anda sebagai ahli waris.

Begitu juga anak-anak dari pihak bapak tiri, semua harta yang didapat keluarga Bapak tiri sebelum tanggal 01-Januari 2013.adalah hak keluarga dia.
Anda tidak punya hak disini.

Mau Ibu anda bikin surat wasiat bahwa setelah dia mati itu saudara tiri akan dapat warisan sekian sekian, ..itu akan otomatis batal demi hukum. Itu diatas ada sedikit salah sarannya, HAK WARIS itu melekat di AHLI WARIS. Satu-satunya solusi Ibu anda mau ngasih harta yang diperoleh sebelum 01 Januari 2013 adalah dengan HIBAH. Tidak bisa dengan bikin surat waris. Mau ngasih hibah ke saudara tiri andapun ada batasannya, dan itu juga bikinnya didepan notaris.

Pada dasarnya, anak tiri hanya memiliki hubungan kewarisan dan keperdataan dengan orang tua sedarah. Adanya hubungan dengan orang tua sedarah tersebut dibuktikan dengan akta kelahiran yang otentik yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang

Maka, setelah tanggal 01 Januari 2013, semua harta yang diperoleh seterusnya itu masuk harta gono-gini versi baru. Jadi setiap harta yang dibeli keluarga anda setelah 1 Januari 2013, nanti dengan suami yang baru itu maka seperti pada perkimpoian pertamanya, jika dia meninggal, harta bersama dia dengan suaminya yang baru itu harus diselesaikan terlebih dahulu. Baru kemudian bagiannya dari harta bersama itu dan juga harta bawaan dia yang lain dibagikan kepada ahli warisnya, termasuk anak-anaknya dari suami pertamanya tadi.
Quote:Original Posted By bennix
Jadi gini mudahnya.
Kalau Ibu anda menikah lagi tanggal 01-Januari-2013. Maka semua harta yang ada dikeluarga kandung anda sebelum tanggal itu, itulah akan menjadi hak anda sebagai ahli waris.

Begitu juga anak-anak dari pihak bapak tiri, semua harta yang didapat keluarga Bapak tiri sebelum tanggal 01-Januari 2013.adalah hak keluarga dia.
Anda tidak punya hak disini.

Mau Ibu anda bikin surat wasiat bahwa setelah dia mati itu saudara tiri akan dapat warisan sekian sekian, ..itu akan otomatis batal demi hukum. Itu diatas ada sedikit salah sarannya, HAK WARIS itu melekat di AHLI WARIS. Satu-satunya solusi Ibu anda mau ngasih harta yang diperoleh sebelum 01 Januari 2013 adalah dengan HIBAH. Tidak bisa dengan bikin surat waris. Mau ngasih hibah ke saudara tiri andapun ada batasannya, dan itu juga bikinnya didepan notaris.

Pada dasarnya, anak tiri hanya memiliki hubungan kewarisan dan keperdataan dengan orang tua sedarah. Adanya hubungan dengan orang tua sedarah tersebut dibuktikan dengan akta kelahiran yang otentik yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang

Maka, setelah tanggal 01 Januari 2013, semua harta yang diperoleh seterusnya itu masuk harta gono-gini versi baru. Jadi setiap harta yang dibeli keluarga anda setelah 1 Januari 2013, nanti dengan suami yang baru itu maka seperti pada perkimpoian pertamanya, jika dia meninggal, harta bersama dia dengan suaminya yang baru itu harus diselesaikan terlebih dahulu. Baru kemudian bagiannya dari harta bersama itu dan juga harta bawaan dia yang lain dibagikan kepada ahli warisnya, termasuk anak-anaknya dari suami pertamanya tadi.


wah.....makasih banget infonya gan....ya selama menikah dengan bapak tiri, hanya sedikit sekali yg dibeli, malah banyakan yg dijual dari harta warisan sebelum ibu saya menikah dengan bapak tiri sya....
Soalnya, keluarga dari ibu yang lain sering mengingatkan harus berhati2 dengan keluarga pihak bapak tiri saya,...karena sudah terlalu mencolok pengurangan dari harta warisan yg didapat sebelum menikah...makanya saya menanyakan hal ini...agar suatu saat jika terjadi yang tidak diinginkan, saya sudah paham alurnya...