KASKUS

klo cm baca judul, pasti komengnya pd ngaco deh

btw, byar premi sm ongkos jaminannya per orang tuh per bulan? minggu? hari? ato tahun? masih penasaran nh...
Quote:Original Posted By babybek
ini bukti rakyat indonesia masih banyak yang tolol ga sekolah.

di dunia ini apa yg gratis? kencing aje bayar! cuma kentut yg gratis.

mau gaji gede, ga mau dipotong pajak, ga mau bayar pajak, tapi mau semuanya dijamin gratis ama negara.

buat bayar obat, bangun rumah sakit, bayar dokter, perawat dkk pake duit dari mane?

coba mikir, kalo gini aje ga ngerti, ga heran nih bangsa dan negara masih gampang diboongin dibego2x in.


mau gaji gede ga mau bayar pajak udah gt dengar kata 'orang kaya' udah kyk dengar maaf 'ba**' Padahal selama ini duit yg mensubsidi mereka itu ya pajak orang2 kaya

Tapi ya... ga semua lah gan, paling cuma beberapa orang kyk di beberapa halaman pertama
jgn terlalu mengeneralisir.
bubar bubar .. si ktp depok lagi tidur jadi para kepribadian nya blom online
yang tolol itu yg berpikir sehat bisa gratis gan!

jadi karena kelas 3 gratis tros mao sakit? dasar tolol kan yg punya pikiran gitu.

hidup wajar aja la, namanya kadang2 orang ada kena suek, mao ga mao sakit, tapi jangan tros dilepas jadi sakit itu sebuah kebiasaan.

si ahok jg nyeleneh, bilang aja asuransi toh gpp koq. gembar gembor gratisnya mala jadi bumerang akhirnya skrng.
Menurut saya ahok benar kok....biaya pengobatannya gratis..tp tetap lah asuransi gak mungkin gratis.... Toh cuma 50 ribu...banyak orang beli pulsa trus beli rokok yang dijamin buat sebulan jauh lebih drpd 50 ribu.... Itu udah cukup murah...
Kalo dijerman aja perbulan saya bayar sekitar €150,
Quote:Original Posted By MakLow
yang tolol itu yg berpikir sehat bisa gratis gan!

jadi karena kelas 3 gratis tros mao sakit? dasar tolol kan yg punya pikiran gitu.

hidup wajar aja la, namanya kadang2 orang ada kena suek, mao ga mao sakit, tapi jangan tros dilepas jadi sakit itu sebuah kebiasaan.

si ahok jg nyeleneh, bilang aja asuransi toh gpp koq. gembar gembor gratisnya mala jadi bumerang akhirnya skrng.


itu kan ahok mo ngajarin warga nya agar bisa membayar biaya asuransi kesehatan, kalau ga mampu ya di tanggung pemerintah, makanya lagi di usahain di ajak ikut asuransi dengan biaya murah tapi manfaat nya biaya kesehatan bisa tercover ..

di pikir aja, masa 5000 bisa dapet periksa dan biaya gratis, ya kagak lah tetep aja pemerintah yang bayar kekurangan nya nanti, di sini ahok menerapkan sistem asuransi, 50rb perbln untuk biaya kesehatan sih tergolong murah dan kagak membebani pemerintah

itunglah dalam 1 keluarga ada 4 orang, ayah ibu dan 2 anak, berarti total asuransi adalah 200rb perbulan, kalau di potong 30 hari = 6700 perak perhari, murah toh ?? masa beli rokok sebungkus sehari mampu tapi bayar asuransi kagak

dengan 50rb sebulan, kalau sakit ga perlu mikirin biaya rumah sakit lagi
Quote:Original Posted By MakLow
yang tolol itu yg berpikir sehat bisa gratis gan!

jadi karena kelas 3 gratis tros mao sakit? dasar tolol kan yg punya pikiran gitu.

hidup wajar aja la, namanya kadang2 orang ada kena suek, mao ga mao sakit, tapi jangan tros dilepas jadi sakit itu sebuah kebiasaan.

si ahok jg nyeleneh, bilang aja asuransi toh gpp koq. gembar gembor gratisnya mala jadi bumerang akhirnya skrng.

disimak video yang gua kasih baru blajar komen lagi ya
Quote:Original Posted By sakazakii


Salah satu institusi yang sering dibanggakan oleh orang-orang Inggris adalah sistem kesehatan universal mereka yang bernama National Health Service (NHS). Seperti di judul saya, banyak orang yang mengira sistem kesehatan di Inggris itu gratis. Tentu saja ini tidak sepenuhnya benar karena NHS dibayai oleh pajak yang dibayar oleh pekerja-pekerja di sini (termasuk saya), yang sebenarnya sangat tinggi seperti 40% untuk pajak pendapatan (income tax) maksimum dan sekitar 20% untuk pajak pertambahan nilai (VAT). Tetapi, pada akhirnya, NHS itu gratis ketika diperlukan.

Saya akan memberikan beberapa contoh untuk teman-teman yang belum terbiasa dengan sistem ini. Apabila orang Inggris terkena serangan jantung, mereka akan langsung dibawa ke RS pusat dan mendapat emergency angioplasty +/- stent apabila diperlukan. Semua ongkos tinggal di RS dan pengobatannya gratis. Ketika pulang ke rumah, mereka mungkin perlu membeli obat yang dipatok harga sekitar GBP 7 per item. Contoh lainnya, orang-orang yang berumur di atas 70 tahun mungkin memiliki masalah nyeri pinggang yang disebabkan oleh osteoarthritis. Mereka bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis tulang dan mendapat operasi ‘hip replacement’ dengan gratis. Jadi, semua pengobatan primari (dari dokter umum atau General Practitioner - GP), sekondari yang berada di RS, dan tertiari untuk pengobatan khusus seperti kanker dan transplantasi, itu gratis.

Bagaimana ini mungkin berjalan mulus? Saya akan mencoba memberi beberapa poin untuk melihat lebih lanjut kebagusan dan kekurangan NHS.

1) GP sebagai pintu masuk. Sistem kesehatan primari di UK sangat kuat. Ini adalah kunci keberhasilan mereka karena pengobatan (dan preventasi) yang diberikan oleh dokter umum jauh lebih murah dari yang diberikan oleh spesialis di RS. Dokter umum menjadi filter yang menyaring gejala penyakit pasien. Apabila GP menganggap perlu, pasien pun akan dirujuk ke RS. GP ini juga yang menjadi ‘fund-holder’. Artinya mereka diberikan uang beberapa miliar pound yang bisa dipakai untuk biaya kesehatan pasiennya. Jadi, kadang2 ada GP yang kurang mau langsung merujuk pasien ke spesialis. Ada beberapa masalah keterlambatan diagnosa penyakit bahaya, seperti kanker, karena GP kurang lihai mendiagnosa masalah pada awalnya.

2) Pengobatan yang diberikan harus disetujui oleh sebuah badan lain, yang bernama NICE (National Institute for Health and Clinical Excellence). Semua pengobatan, terutama pengobatan baru dan mahal seperti kemoterapi, harus dianalisa oleh NICE. Analisa ini lebih bersifat ekonomis di mana keuntungan dan harga pengobatan itu dibandingkan dalam sebuah cost-benefit analysis. Jadi, banyak pengobatan kanker yang terbaru tidak bisa diperoleh di NHS apabila belum ada bukti. Ini juga berarti dokter2 di Inggris kebanyakan harus mengikuti paduan atau guidelines dalam menangani penyakit pasien. Pengobatan di Inggris memang sangat Evidence-Based Medicine yang berarti semua praktik dokter ini harus bisa dilandaskan atas riset-riset yang sudah diterbitkan di jurnal kedokteran.

3) Penyalahgunaan UGD dan ‘waiting list’ yang panjang. Banyak masyarakat Inggris yang tidak mau pergi ke GP mereka dan langsung pergi ke UGD di RS. Walhasil banyak masalah2 di UGD yang agak sepele. Banyak unit UGD pun kemudian menjadi kewalahan dengan pasien. Beberapa tahun yang lalu, agak lazim untuk orang2 menunggu di UGD 4-6 jam sebelum ditemui oleh dokter. Sekarang pemerintah telah menetapkan target 4 jam untuk menyelesaikan pengobatan di UGD. Masalah lain yang sering diungkapkan oleh orang asing yang datang ke Inggris adalah panjangnya ‘waiting list’ rujukan ke spesialis. Pasien di sini harus menunggu sekitar 3 bulan sebelum menemui spesialis untuk masalah kesehatan yang tidak terlalu berbahaya. Gejala kanker harus ditelusuri dalam waktu 2 minggu. ‘Waiting list’ adalah salah satu cara ‘rationing’ yang harus ditempuh oleh NHS.

4) Pembengkakan biaya NHS. Ketika NHS pertama kali dibentuk pada tahun 1948, bapak2 pendirinya berpendapat biaya NHS akan semakin berkurang dengan meningkatnya kesehatan masyarakat Inggris. Tentu saja ini hanya impian belaka. NHS menjadi korban kesuksesannya sendiri. Dengan meningkatnya kesehatan masyarakat Inggris, mereka hidup lebih lama dan mempunyai banyak masalah kronik seperti diabetes, darah tinggi, kanker dan penyakit jantung. Semua penyakit ‘non-communicable’ ini memakan banyak biaya konsultasi dan obat2an. Banyak institusi NHS yang sekarang semakin terlibat dalam hutang. Dalam menyambut ultah NHS yang ke 65 tahun ini, orang2 Inggris mulai bertanya2 apakah NHS bisa tetap berdiri 60 tahun mendatang.

Tentu saja ada banyak kritik dan celaan terhadap NHS. Beberapa teman saya yang berasal dari negara lain selalu mengeluh betapa lama waiting list untuk berkonsultasi dengan seorang spesialis. Tanggapan saya selalu sama, memang sangat lama melihat spesialis karena penyakit mereka tidak berbahaya. Apabila mereka didiagnosa dengan kanker, mereka bisa mendapat operasi dalam waktu 1 minggu dikerjakan oleh dokter bedah bertaraf internasional. Ini biasanya cukup untuk membuat diam teman2 saya.

NHS didirikan atas dasar kemanusiaan. Saya bangga bisa menjadi bagian dari sebuah sistem kesehatan universal, yang berarti bisa diakses oleh siapa saja dan mencakup seluruh orang yang tinggal di Inggris. Apabila anda tinggal di Amerika, hanya mereka yang mempunyai asuransi mahal yang bisa pergi ke dokter2 terkemuka. Sebagai turis yang sedang berkunjung ke Inggris pun, anda bisa mendapat pengobatan gratis untuk perawatan yang bisa menyelamatkan nyawa atau badan (saving lives or limbs) untuk masalah yang baru terdiagnosa pada saat anda sedang berwisata, seperti kecelakaan atau serangan jantung.

Apakah sistem ini bisa diwujudkan di Indonesia pada suata saat? Mungkin tidak perlu secara universal di seluruh Indonesia tetapi bisa dimulai di beberapa daerah seperti KJS di Jakarta. Bangsa Indonesia secara keseluruhan hanya menggunakan 2.6% dari GDP (PDB) untuk biaya kesehatan dibandingkan 9.6% di United Kingdom dan 17.9% di Amerika. Mari kita pikirkan sama-sama cara untuk meningkatkan kesehatan Indonesia.


DiIndonesia tidak semudah itu gan , banyak orang yg sebenarnya punya kepentingan tp berhati busuk dan iri hati yg senang sekali menyerang program bagus yg punya titik kelemahan dan bukannya memperbaiki yg salah. Sebenarnya program kjs ini bisa diperbaiki dengan mudah , tp karna ada rasa "Benci" akhirnya terlihat seperti masalah berat yg tidak terampuni dimata sebagian orang.

gratis

klo menurut ane, melihat dan mendengar di tv ataupun media lainnya, miris ane bacanya masak orang mau berobat karena sakitnya sudah akut ditolak tanpa ada rasa kemanusian, sampai-sampai meninggal dunia. Coba ente banyangin klo itu menimpa diri kita,keluarga kita.apa nggak sakit hati.Intinya program KJS perlu dievaluasi!! kan sudah ada program jamkesmas,jamkesda dll, tinggal implemantasi dilapangannya saja yang perlu dikontrol, diawasi penggunannanya jangan sampai salah sasaran.

re: pembiayaan.

kepercayaan rakyat kpd pemimpin penting banget tuh untuk suksesnya program2 JKW yg lain.

jkw-btp-kadinkes perlu dijelasin lg tuh ke masyarakat.
dan yg penting pesannya sama.

ane siy kagak ngerti.

tapi kekya sistem yg kira2:
1000 org bayar 10 org yg sakit. entar gantian.
yg bayarin 1000 org itu pemerintah.
kalo 1000nya sakit smua. jebol.
wakakakaka maen ubah aja ini s ngko,,,
eaaa... omongan nya beda sama waktu kampanye..

hok hok sama aja elu kaya pejabat yg laen..

ayo jokohok lovers belain tuh artis ente
kalo ada janji kampanye yg ternyata susah dijalanin....
para pembelanya cukup cekikikan aja ya ternyata

sama aja ya mentalnya ternyata
==================================================
siapakah dia ????
1. Masuk ke got dibawah sorotan kamera
2. Keliling daerah utk kampanye
3. Melanjutkan program2 si poji
berobatnya gratis
preminya bayar.
yang bayar pemprov DKI.

itu sudah.
Selalu deh ..para haters cari2 kesalahan..
padahal ga ngerti beritanya
Quote:Original Posted By bosson
Bener sekali KJS tidak GRATIS di tahun 2014 dst.. Kalo agan2 ada yg menyimak video youtube, ya memang demikian yg sudah terjadi di beltim maupun solo.

Bedanya untuk mempromosikan/mensosialisasikan KJS ini, maka diberikan hibah ke 4,7 jt penduduk yg dianggap kurang mampu/butuh KJS, dengan duit anggaran APBD. Untuk ke depannya memang pak gub/wagub ingin setiap warga jakarta membayar kira2 50 rb/bulan.

Dan semua bentuk asuransi kesehatan dimanapun sama, PASTI byr, cuman 50 rb ini relatif lebih murah krn asuransi ini massal lsg ke ASKES. Coba aja kalo asuransi kesehatan kyk prudential/manulife dll....jelas jauh lebih mahal.

Kalo kita menyimak lebih jauh KJS jg bisa diupgrade sebenernya kelasnya, kalo mau membyr premi lebih mahal, tentu akan dapat benefit yang lebih seperti ketentuan asuransi yg umum lainnya.

Skrg apakah 50 rb sebulan mahal ??? Kalo kita melihat secara komprehensif, UMP Jakarta sudah naik ke 2,2 jt. Itu sekitar 2,3% dari UMP. Misal saja anda termasuk underpaid, dengan penghasilan 1,5 jt sebulan, maka itu sekitar 3,3% dari penghasilan.

Kalo 50 rb dibagi 30 hari, maka sehari itu kira2 Rp 1600...2 batang rokok. Kalo agan mengurangi rokok 2 batang/hari, duitnya bisa dibyrin premi asuransi KJS tsb.

Kalo agan2 tetap ngotot minta gratisan KJS SEUMUR HIDUP, well akan celakalah bangsa ini, karena mempunyai mental mengemis, mau gratisan melulu, mau disubsidi melulu.

Makanya jelas pak ahok ingin mengedukasi warga jakarta soal KJS ini, krn prinsipnya asuransi ini gotong royong. Kalo seorang membayar 50 rb/sebulan, tetapi selama setahun ngak sakit, ya bukan berarti duitnya hangus begitu saja, tapi dipakai buat talangin mrk yg membutuhkan jasa kesehatan.

Kalo agan merasa tidak membutuhkan KJS, tidak ada pemaksaan jg untuk membayar iuran KJS tsb. Bisa saja agan sudah ada produk asuransi yg lebih baik drpd KJS, atau agan merasa masih cukup muda dan sehat, sehingga merasa tidak perlu membayar premi asuransi tsb.

Ya gt aja, semoga pada mengerti secara komprehensif

bayar premi 50rb itu per orang kan?
berarti kalo dalam satu keluarga ada istri + 2 anak = 50rb x 4 = 200rb.



kalo buat urusan gini pasti pada ngeluh gak ada biaya
tapi ngerokok pasti jalan terus
skarang sakit gigi aja mesti ke rumkit,,, :
padahal masih ada obat cap bangau harga 2.500 di apotik

rumah sakit penuh,,giliran ada pasien yang gawat g bisa dapat perawatan dan mati,,trus rumah sakit yag disalahin,,,,,,,,,,,,
Makanye hapus aja subsidi bbm, pindahin ke subsidi kesehatan.....
Quote:Original Posted By yusuv
eaaa... omongan nya beda sama waktu kampanye..

hok hok sama aja elu kaya pejabat yg laen..

ayo jokohok lovers belain tuh artis ente


Lain lah gan. Yg ini nggak jualan sapi & gak poligami & nggak jualan ayat.