PT. GOLDEN MAKMUR CITRA SEJAHTERA | GMCS = INVEST AMAN dgn JAMINAN++ pada Dana Anda !

Reserved
Reserved
Reserved
Reserved
reserved 4
reserved 5
reserved 6
reserved lucky seven
Pindah ke sini Gan...
ada ijin dari bapepam gak nih om?

pemilik gmcs

Btw pemilik gmcs siapa gan?

Puluhan Nasabah Laporkan Penipuan Investasi Emas

Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan nasabah PT Paresseia Mazeka-Dwisapta Abadi (Primaz) mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa (21/5). Mereka melaporkan pemilik sekaligus pengelola perusahaan investasi emas tersebut atas tuduhan penipuan dan penggelapan.

Didampingi kuasa hukum, puluhan nasabah ini melaporkan direktur utama PT Primaz Budi Lasmono dan Direktur Lie Kurniawan yang diduga menipu 3.000 nasabahnya yang tersebar di berbagai daerah. Pelaku diduga menggelapkan dana nasabah hingga Rp2,4 triliun dan 1,9 ton emas batangan.

Kuasa hukum nasabah Hendra Herlambang mengatakan Primaz dianggap tidak menepati janji, karena tidak membayarkan bonus dan mengembalikan emas yang diinvestasikan. Padahal dalam perjanjian disebutkan nasabah akan mendapat bonus sebesar 2,5 persen per bulan, dan dalam kurun waktu enam bulan perusahaan akan mengembalikan emas para nasabah.

Perusahaan yang beralamat di kompleks ruko grosir Cempaka Mas, Jakarta Pusat itu tidak beroperasi lagi. Bahkan pemilik sekaligus pengelola perusahaan yakni Budi Lasmono dan Lie Kurniawan hingga kini tidak dapat dihubungi.

sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews...Investasi-Emas
ninggalin jejak dulu om
Jakarta - Perusahaan yang menawarkan investasi emas dengan keuntungan dijamin, sebaiknya diwaspadai.

"Perusahaan yang benar, tidak akan menjamin nasabahnya. Misalnya, setiap bulannya akan mendapatkan keuntungan 2% atau 10%, ini ciri bukan perusahaan yang benar," ujar Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa saat dihubungiinilah..com, Jakarta, Selasa (5/3/2013).

Menurutnya, perusahaan yang benar hanya akan memberikan gambaran ke depannya tentang harga emas. Mereka tidak akan menyebutkan angka pasti atau bahkan menjamin keuntungan yang akan diterima investor. Pasalnya, harga emas tidak pasti dan bersifat naik turun harganya.

"Badan yang mengawasi juga harus memberikan arahan ke masyarakat, sehingga masyarakat tau perusahaan yang benar atau bukan. Dan masyarakat tidak tertipu,"ujarnya.

Saat ini, banyak masyarakat yang tertipu oleh perusahaan yang menawarkan investasi di bidang perdagangan fisik emas, dengan sistem keuntungan yang dijamin besar dan sistem bonus.

sumber : http://ekonomi.inilah..com/read/deta...n#.UTd5iRyl7E0


Ciri-ciri Investasi Bodong: Iming-iming tak Berpotensi Rugi

Metrotvnews.com, Jakarta: Bisnis investasi menjadi cara untuk menyimpan dan mengelola keuangan Anda. Tapi Anda harus hati-hati. Jangan sampai Anda terjebak dalam investasi bodong. Bukan untung yang didapat, modal dan simpanan Anda pun lenyap.

Lantaran itu, pakar investasi Hendro Martono meminta warga mempertanyakan kejelasan investasi bila seorang agen mendatanginya. Bila agen mengatakan investasi itu tak berpotensi rugi, Anda patut curiga.

"Tidak satupun investasi yang tak pernah rugi. Saham maupun reksadana dalam jangka pendek pasti bergejolak, dalam jangka panjang ada kemungkinan rugi," kata Hendra saat hadir dalam program acara 811 Show Metro TV di Jakarta, Kamis (7/3).

Senada dengan itu, Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani pun meminta warga untuk lebih berhati-hati pada tawaran investasi yang menggiurkan. Bila seorang agen mendatangi, minta ia menunjukkan surat dari OJK atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Jangan mudah percaya bila ia hanya menunjukkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

"Bila tak bisa ditanya-tanya, tinggalkan saja," kata Firdaus.

OJK pun memberikan ciri-ciri investasi bodong yang pantas dicurigai:

1. Memberikan iming-iming tingkat imbal hasil yang sangat tinggi (high rate of return).

2. Adanya jaminan bahwa investasi tak memiliki risiko investasi (free risk).

3. Pemberian bonus dan cashback yang sangat besar.

4. Penyalahgunaan testimoni dari pemuka masyarakat (endorsement).

5. Janji kemudahan menarik kembali aset dan jaminan kesehatan (easy, flexible, and safe).

6. Jaminan pembelian tanpa pengurangan nilai (buy back guarantee)

sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews...erpotensi-Rugi


Perusahaan investasi emas bertumbangan

JAKARTA. Kini, sebaiknya Anda berhati-hati menerima tawaran investasi berimbal hasil tetap (fixed income) dari perusahaan investasi emas. Empat bulan pertama tahun ini menjadi periode suram para pemburu untung dari emas. Nasabah-nasabah investasi emas dari minimal tujuh perusahaan harus cemas dan mungkin merelakan duit.
Ada kemungkinan dana investasi nasabah hangus dan tak jelas rimbanya, akibat ulah nakal dari pemilik atau manajemen perusahaan investasi emas. Sejak Februari lalu, perusahaan-perusahaan investasi emas berjatuhan. KONTAN mencatat, paling tidak ada tujuh perusahaan investasi emas yang bermasalah dengan dana triliunan rupiah (lihat infografik).
Perusahaan-perusahaan investasi ini menawarkan skema perdagangan emas yang serupa. Mereka menawarkan imbal hasil menggiurkan secara tetap (fixed income). Mereka menawarkan imbal hasil hingga 30% per tahun.
Iming-iming inilah yang menggoda ribuan nasabah emas. Sebagian kasus kini masuk ke ranah hukum dan tengah dalam proses.
Melihat banyaknya perusahaan investasi emas bermasalah itulah Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner Investa Saran Mandiri meminta kepada investor untuk berhati-hati, khususnya terhadap investasi emas yang mengandalkan skema fixed income. Menurutnya, jenis investasi ini tidak masuk akal.
Belum lagi kejelasan perusahaan, jaminan pengembalian dana dan transparansi bisnis yang sangat diragukan. "Tidak ada perusahaan yang berjalan dengan sistem seperti ini dapat dibilang aman, bahkan lebih tepat dikatakan, tidak boleh ada sebenarnya," tandas Kiswoyo.
Eko Endarto, Perencana Keuangan Finansia Consulting juga mewanti-wanti investor jangan mudah tergoda pada tawaran investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi. "Biasanya ketika imbal hasil itu tinggi risikonya akan tinggi," kata Eko.
Untuk investasi emas, Eko menyarankan, agar membenamkan investasi dalam bentuk emas fisik. Investasi bisa dilakukan dalam emas batangan atau koin emas, agar investor bisa terhindar dari pengenaan biaya pembuatan dan penyusutan.
Kasus Investasi Emas 2013
1. Raihan Jewellery
Dana nasabah: Rp 1,32 triliun dari ribuan nasabah
Pemilik: Muhammad Azhari
Pemilik Raihan ditahan di Polda Jawa Timur sejak 16 April, dan masih dalam proses hukum.

2. Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS)
Dana nasabah: Rp 1 triliun, dibawa kabur oleh pemilik perusahaan.
Pemilik: Michael Ong
Setelah pemilik kabur, GTIS membentuk manajemen baru untuk menyelesaikan masalah dengan nasabah

3. Lautan Emas Mulia (LEM)
Dana Nasabah: -
Pemilik: Wennes Sulaeman
Nasabah LEM menggugat pailit LEM ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. LEM saat ini juga sudah menamatkan kegiatan operasionalnya.

4. Graha Arthamas Abadi (GAMA)
Dana Nasabah: -
Pemilik: Hartono
Nasabah melaporkan manajemen GAMA ke polisi. Polisi menangkap manajemen dan pemilik GAMA.

5. Asian Gold Concept
Dana nasabah: +/- Rp 13,5 miliar
Pemilik: -
Nasabah mempailitkan Asian Gold Concept karena gagal membayar imbal hasil.

6. Makira Nature
Dana Nasabah: Rp 500 miliar dari 1.500 nasabah
Pemilik: Eko Nugroho
Nasabah melaporkan Eko ke Polda Metro Jaya dan Mabes Polri

7. PT Peresseia Mazekadwisapta Abadi (Primaz)
Dana Nasabah: triliunan rupiah
Komisaris Utama: Budi Laksono
Nasabah belum menentukan langkah.
Sumber: Riset KONTAN

http://investasi.kontan.co.id/news/p...gan/2013/04/30

Jakarta. Meski baru beroperasi November tahun lalu, kiprah PT Goldenmakmur Citra Sejahtera (GMCS) bisa dibilang luar biasa. Ketika perusahaan serupa yang menawarkan skema investasi emas jatuh satu per satu, bisnis mereka justru tumbuh pesat.

Sampai saat ini jumlah nasabah GMCS sudah mencapai sekitar 3.000 orang. Dengan asumsi rata-rata tiap orang berinvestasi 1 kg emas seharga Rp 720 juta seperti yang disampaikan Komisaris Utama GMCS Stephen Loway Lin, berarti dana yang sudah direngkuh sekitar Rp 2,16 triliun.

Padahal kalau disimak, program-program yang ditawarkan oleh GMCS tak jauh berbeda dengan para pendahulunya. Goldenmakmur menawarkan 4 skema investasi yang masing-masing memiliki periode kontrak 4 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Skema pertama, program emas 1 kg seharga Rp 720 juta dengan minimal pembelian 1 kg. Nasabah akan mendapatkan dividen 2,5%–2,75% per bulan selama masa kontrak.

Program kedua, berupa angsuran kepemilikan emas. Nasabah cukup membayar Rp 265 juta untuk transaksi 1 kg emas seharga Rp 720 juta. Dia akan mendapat emas 100 gram sebagai jaminan, ditambah bank garansi atau deposito.

Pada akhir periode nasabah akan menentukan apakah akan membeli emas seharga Rp 720 juta per kg tersebut atau tidak. Kalau tidak, uangnya akan dikembalikan. “Perhitungan dividen berdasarkan Rp 720 juta, yaitu sebesar Rp 18 juta per bulan,” ujar Stephen. Artinya, tiap bulan nasabah mendapat imbal hasil 2,5%.

Skema yang ketiga adalah program Rp 180 juta. Dengan mengikuti program ini nasabah akan mendapat keuntungan dividen sama dengan berinvestasi 720 juta, setara 1 kg emas. Persentasenya yaitu 2,5% dari 720 juta, atau Rp 18 juta per bulan. Skema ini sama saja dengan skema non fisik yang ditawarkan perusahaan lain seperti PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) dan Raihan Jewellery.

Program yang keempat, mirip seperti rider dalam asuransi, yaitu program kendaraan atau rumah. Skema ini hanya diberikan kepada yang sudah menjadi nasabah lebih dulu. Nasabah cukup membayar uang muka mobil sebesar 30%. Sisanya, 70% lagi akan dicicil oleh Goldenmakmur. Mobil atau rumah tadi, kata Stephen, bukan atas nama Goldenmakmur, tapi atas nama si nasabah.

Investasi tambang emas

Manajemen GMCS berdalih, imbal hasil yang dibagikan kepada nasabahnya berasal dari hasil investasi mereka di beberapa bidang usaha. Sebesar 80% dana nasabah diinvestasikan di sebuah perusahaan pertambangan emas di Amerika Serikat, 10% lagi di fund manager di AS. Keduanya dalam bentuk saham istimewa. Sedangkan 10% sisanya dikelola sendiri lewat trading di pasar spot.

Betul tidaknya klaim ini masih sulit dibuktikan. Sebab, manajemen GMCS tidak bersedia menyebut nama perusahaan pertambangan emas dan fund manager di AS itu. Ia hanya memberi teka-teki: perusahaan pertambangan emas ini sudah berusia 30 tahun dan tercatat di bursa saham Paman Sam. “”Ini dapur kami, maka kami tidak berani sebut,” kilahnya.

Ketika KONTAN meminta dipertemukan dengan analis dan trader internal GMCS yang melakukan trading emas di pasar spot, Stephen buru-buru meralat pernyataannya sebelumnya. Ia bilang, trading di pasar spot itu baru dilakukan sekitar pertengahan Maret 2013. Sementara ini porsi penempatan dana 90% di pertambangan emas dan 10% di fund manager AS. “Ada satu direktur kami belum siap,” kilahnya.

Andalkan bank garansi

Menurut Stephen, tawaran transaksi emas berimbal hasil tetap yang mereka bikin berhasil menarik nasabah karena memberikan bank garansi untuk menjamin risiko nasabah. Fasilitas itu diberikan sejak dua minggu setelah GMCS resmi beroperasi, masih di bulan November 2012.

Bank garansi yang konon diterbitkan Bank Mandiri cabang Cakung, Jakarta, itu tak cuma sukses menarik minat konsumen baru. Nasabah investasi sejenis yang lebih dulu kolaps, seperti PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) dan CV Raihan Jewellery, juga ikut membiakkan dana di GMCS.

Asal tahu saja, jaminan tersebut tidak diberikan secara sembarangan. Hanya nasabah yang mengambil kontrak 6 bulan dan 12 bulan akan mendapatkan jaminan ini. Itu pun diberikan dalam empat tahap, masing-masing tahap 25%: setelah bulan pertama, keenam, kesembilan, dan bulan ke-12.

Jaminan berlaku atas selisih antara harga jual emas GMCS ke nasabahnya sebesar Rp 720 juta per kg, dengan patokan harga emas yang dibuat Goldenmakmur sebesar Rp 540 juta per kg. Artinya, yang dijamin dengan bank garansi dan deposito itu adalah sebesar Rp 180 juta. “Bank garansi dan deposito yang dikeluarkan sudah berlaku bagi 70% nasabah,” ujar Stephen.

Nasabah kontrak 4 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan yang ingin langsung mendapat jaminan deposito 100% di bulan pertama bisa mengikuti program Golden BG 100. Namun, dividen yang didapat hanya 2% per bulan dan minimal investasi 1 kg.

Sekitar bulan Maret 2013, jaminan dengan bank garansi ini dicabut. Alasan Stephen, masih banyak masyarakat yang tidak paham pada bank garansi. Selain itu, dia melanjutkan, fasilitas tersebut sedang di-review oleh Bank Mandiri. Meski begitu, nasabah yang telanjur diberikan bank garansi tetap dijamin dengan fasilitas itu hingga kontrak investasinya dengan GMCS berakhir.

Sebagai pengganti, manajemen lantas menyodorkan jaminan berupa deposito dari Bank BRI. Kelak nasabah akan diberi bilyet deposito dan surat kuasa pencairan dari Goldenmakmur. “Mereka bisa mencairkan dana kalau kami tidak bayar cashback,” kata Stephen.

Beberapa Kejanggalan

Kalau Anda tergiur pada skema investasi emas yang satu ini, harap cermat menimbang keputusan. Sebab, ada beberapa keanehan di balik penawaran tersebut.

Salah satunya, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Nixon L.P.Napitupulu menyampaikan bahwa Mandiri tidak pernah bekerjasama dengan perusahaan investasi emas mana pun, apalagi sampai mendukung promosinya dengan mengunakan identitas Bank Mandiri. Ia menegaskan, Bank Mandiri hanya memiliki kerjasama giro dengan Goldenmakmur, bukan bank garansi.

Sementara Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Muhammad Ali menuturkan, pihaknya tidak dapat menyampaikan nama-nama nasabah BRI termasuk tabungan, giro, dan deposito. Pasalnya, semua itu merupakan rahasia bank dalam menyampaikan identitas nasabah yang termasuk dalam know your customer (KYC). “Kami tidak dapat menyampaikan,” ucapnya.

Kejanggalan GMCS berikutnya adalah: perusahaan ini beroperasi hanya bermodal Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Besar yang dikeluarkan oleh Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta, Ratnaningsih, bilang, SIUP tersebut diterbitkan untuk usaha perdagangan. Makanya, pemegang izin dilarang menghimpun dana masyarakat dengan menawarkan janji keuntungan yang tak wajar.

Masalahnya, program-program yang ditawarkan Goldenmakmur bukan kegiatan jual-beli seperti pada umumnya. Transaksinya tak cuma sekadar jual-beli, tapi juga diiringi dengan iming-iming bonus bulanan yang diberikan selama periode waktu tertentu.

Persentase bonus yang diberikan bersifat tetap setiap bulan selama periode kontrak. Padahal, semua pengelola dana pada instrumen investasi legal, tidak mungkin bisa memberikan imbal hasil yang bersifat tetap.

Untuk itu, Ratna berjanji akan segera mengecek secara langsung bisnis yang dijalankan GMCS. Ia mengaku sudah memerintahkan tim pengawas. “Kalau mereka melakukan penyimpangan fungsi, kami wajib mencabut,” tegas Ratna.

Masih tertarik?

***Sumber : KONTAN MINGGUAN 28 - XVII, 2013 Emas

http://investasi.kontan.co.id/news/k...kat/2013/04/10
Pastikan bahwa orang/perusahaan yang melakukan penawaran tersebut telah memiliki izin sesuai dengan peruntukannya dari salah satu lembaga yang berwenang seperti :

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Departemen Keuangan

Bank Indonesia (BI)

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti), Departemen Perdagangan

SELALU INGAT, bahwa :

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) BUKAN IZIN untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi

Jangan tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar

Segera laporkan kepada Polisi atau Sekretariat Satgas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum Di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi bila mengetahui ada tawaran penghimpunan dana dan pengelolaan investasi ilegal atau mencurigakan.


Bentuk Produk Ilegal Yang Umum Ditawarkan

1. Fixed income products, yang tidak terpengaruh pergerakan pasar

2. Simpanan, yang menyerupai produk perbankan (tabungan atau deposito), dimana pada beberapa kasus berupa surat Delivery Order (D/O) atau Surat Berharga yang diterbitkan suatu perusahaan

3. Penyertaan modal investasi, dimana dana yang terkumpul dari masyarakat dijanjikan akan ditempatkan pada lebih dari satu instrument keuangan atau pada sektor riil;

4. Program investasi online melalui internet, yang menjanjikan pengembalian dana investasi secara rutin

Karakteristik Produk Ilegal Yang Umum Ditawarkan

1. Imbal hasil (return) keuntungan yang ditawarkan sangat tinggi (tidak masuk akal) dan atau dalam jumlah yang pasti

2. Produk investasi ditawarkan dengan janji akan dijamin dengan instrument tertentu seperti Giro atau dijamin oleh pihak tertentu seperti pemerintah, bank dan lain-lain

3. Menggunakan nama perusahaan-perusahaan besar secara tidak sah untuk meyakinkan calon investor;

4. Dana masyarakat tidak dicatat dalam segregated account.

Metode Umum Penjualan Produk Ilegal

1. Penjualan atau penawaran produk investasi dilakukan melalui tenaga marketing secara langsung atau melalui bisnis dengan menggunakan sistem yang menyerupai Multi Level Marketing (MLM). Di sisi lain MLM merupakan salah satu sistem dalam memasarkan barang dan/atau jasa

2. Calon nasabah mengisi formulir, dan membuka rekening bank untuk menerima profit sharing/komisi/bonus.

3. Setoran dana dilakukan secara tunai atau transfer. Atas setoran tersebut diterbitkan sertifikat atau surat sanggup (promissory notes) yang mencantumkan jadwal pembayaran profit sharing.

4. Dapat pula berupa jual beli surat Delivery Order (D/O) perusahaan manufaktur ataupun Surat Berharga lainnya, dimana terdapat klausul bahwa kepada pemegang (holders) akan dibayarkan imbalan berupa bunga sebesar persentase tertentu di atas bunga deposito.

5. Pada beberapa kasus, penawaran produk investasi dilakukan dengan menggunakan kegiatan keagamaan untuk menarik nasabah.

6. Penawaran produk investasi pada umumnya menggunakan media internet/online.

7. Perusahaan pengerah dana masyarakat secara ilegal bertindak seolah-olah sebagai agen dari perusahaan investasi yang berada di dalam maupun di luar negeri atau bekerja sama dengan pengelola dana investasi yang berkedudukan di dalam maupun di luar negeri yang telah mempunyai izin usaha yang sah dari otoritas;

8. Dana masyarakat umumnya dijanjikan akan dikelola dan diinvestasikan melalui beberapa Pialang Berjangka dan atau Perusahaan Efek yang sering disebut sebagai aliansi strategisnya.

9. Penawaran produk investasi sering diadakan dalam acara seminar atau investor gathering, yang pada umumnya sering diikuti oleh para public figure seperti pejabat, artis, tokoh politik dan lainnya dan dilakukan di tempat yang mewah atau hotel berbintang 4 atau 5, guna menunjukkan bonafiditas usahanya.

10. Menawarkan lowongan pekerjaan kepada lulusan baru dari perguruan tinggi untuk bekerja di perusahaan komoditi berjangka, setelah sebelumnya meminta sejumlah dana sebagai syarat bekerja di perusahaan tersebut.

Modus Operandi Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi Secara Ilegal

1, Kegiatan operasional tindakan melawan hukum dalam penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi secara ilegal tidak dilengkapi dengan dokumen perizinan yang sah dari Bank Indonesia, Bapepam dan LK, atau Bappebti.

2. Pada umumnya perusahaan berbentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) atau Koperasi Simpan Pinjam, dan hanya memiliki dokumen Akta Pendirian/Perubahan Perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Keterangan domisili dari Lurah setempat, dengan legalitas usaha berupa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan, diatur bahwa Perusahaan dilarang menggunakan SIUP untuk melakukan kegiatan “menghimpun dana masyarakat dengan menawarkan janji keuntungan yang tidak wajar (money game)”

3. Pada beberapa kasus, ditemukan pula perusahaan pengerah dana masyarakat yang mengakui dan menggunakan izin usaha perusahaan lainnya dalam operasinya.

Kegiatan Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi Secara Legal

Salah satu bentuk perlindungan terhadap kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi adalah melalui mekanisme pemberian izin usaha oleh otoritas terhadap pihak yang menghimpun dana masyarakat dan atau mengelola portofolio investasi dimaksud untuk nasabah individu atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.
Mekanisme pemberian izin usaha terhadap penghimpun dana masyarakat dan pengelola dana investasi masyarakat dimaksud adalah dalam kerangka pemenuhan persyaratan kemampuan baik dari sisi permodalan, operasional usaha, termasuk pengendalian internal terkait dengan kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana.
Di samping itu, mekanisme ini akan menciptakan adanya sistem pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap setiap kegiatan pengelolaan investasi dan penghimpunan dana tersebut yang pada akhirnya akan memberikan perlindungan terhadap setiap pemodal atau nasabah yang telah mempercayakan dananya untuk diinvestasikan di sektor tertentu.
Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ada, saat ini ada beberapa jenis izin usaha untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi, antara lain izin usaha sebagai Bank, Manajer Investasi, dan Pialang Perdagangan Berjangka (Pialang Berjangka).
Berdasarkan Undang-undang No. 10 tahun 1998 yang merupakan perubahan atas Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Setiap pihak yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, wajib terlebih dahulu mendapatkan izin usaha sebagai Bank dari Bank Indonesia.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Undang-undang Pasar Modal), izin usaha Manajer Investasi diberikan oleh Bapepam dan LK. Adapun lingkup kegiatan usaha Manajer Investasi meliputi pengelolaan portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah. Dana yang dikelola oleh Manajer Investasi diinvestasikan pada instrumen Efek sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Pasar Modal, yaitu surat berharga yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.
Sedangkan izin usaha Pialang Perdagangan Berjangka (Pialang Berjangka) diberikan oleh Bappebti berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Izin usaha ini mencakup kegiatan yang berkaitan dengan jual beli komoditi berdasarkan kontrak berjangka atas amanat nasabah dengan menarik sejumlah uang dan atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut.
Daftar perusahaan yang telah mendapatkan izin usaha untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tersebut di atas, dapat diakses melalui website masing-masing otoritas sebagai berikut:
Website Bapepam dan LK : www.bapepam.go.id
Website Bank Indonesia : www.bi.go.id
Website Bappebti : www.bappebti.go.id

Kontak Satgas


Jika Anda memiliki informasi maupun pengaduan sehubungan dengan penghimpunan dana maupun pengelolaan investasi secara ilegal oleh pihak-pihak tertentu, diharapkan untuk dapat segera menyampaikan informasi tersebut kepada Sekretariat Satgas melalui :

Website http://waspada-investasi.bapepam.go.id
http://www.facebook.com/waspadainvestasi
Email waspadainvestasi@bapepam.go.id
waspadainvestasi@yahoo.com
laporan@bapepam.go.id
SMS 0818-9-8000-9
Surat Sekretariat Satgas Waspada Investasi
Biro Pemeriksaan dan Penyidikan
Bapepam dan LK
Gedung Sumitro Djojohadikusumo, lt.6
Jl. Lapangan Banteng Timur 1 – 4
Jakarta 10710
Telepon (021) 385 7821
Faksimili (021) 345 3591


sumber : http://waspada-investasi.bapepam.go.id/
http://waspada-investasi.bapepam.go....uk_ilegal.html
http://waspada-investasi.bapepam.go....ik_produk.html
http://waspada-investasi.bapepam.go....penjualan.html
http://waspada-investasi.bapepam.go....an_ilegal.html
http://waspada-investasi.bapepam.go...._operandi.html
http://waspada-investasi.bapepam.go....ak_satgas.html

Ribuan Nasabah Diduga Tertipu Investasi Emas Bodong Beromzet Triliunan

Jakarta - Puluhan nasabah investasi emas, PT Peresseia Mazekadwisapta Abadi (Primaz) menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, untuk mempertanyakan perkembangan penyidikan atas dugaan kasus penggelapan dana yang dilakukan Direktur Utama PT Primaz, Budi Lasmono dan Direktur PT Primaz, Lie Kurniawan.

Salah satu nasabah asal Cirebon, Lince (36), mengaku bingung bagaimana dana yang sudah diivestasikannya sebesar Rp 13 miliar bisa kembali lagi.

"Saya bingung mau bagaimana. Saya pikir hanya saya saja korbannya, ternyata banyak juga nasabah yang ikut ditipu," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/5).

Sementara itu, Andhika Wahyu Adhie (33), mengatakan kedua bos PT Primaz itu sudah tidak bisa dihubungi sejak awal April 2013.

"Sejak awal April 2013, mereka sudah tak bisa dihubungi. Tidak tahu lari ke mana mereka," ujar pengusaha asal Tangerang yang mengaku mengalami kerugian sampai Rp 1,5 miliar itu.

Dikatakan Andhika, setelah mengetahui kedua bos itu diduga melarikan diri, ia kemudian melaporkan kasus tersebut dengan nomor laporan LP/1634/VI/2013/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 17 Mei 2013.

"Pasal yang disangkakan adalah Pasal 372 dan 378 KUHP, tentang penggelapan dan penipuan," tambahnya.

Kuasa Hukum para nasabah, Angga Herlambang, menjelaskan ada sekitar 3000 nasabah dari 16 Kantor Cabang PT Primaz, di Indonesia yang ikut investasi bodong ini.

Menurutnya, PT Primaz berdiri sejak November 2011 dengan tujuan menggiatkan masyarakat untuk berinvestasi emas batangan sebagai investasi menguntungkan ketimbang menyimpan mata uang kertas. Berdasarkan data yang dihimpun, total penjualan perusahaan itu per Januari hingga Maret 2013 mencapai Rp 2,4 triliun.

"Sistemnya adalah PT Primaz membeli dan menjual emas 24 karat serta memberikan diskon berkala dan garansi beli. Misalnya, nasabah membeli 1 Kilogram emas 24 karat senilai Rp700 juta, kemudian di hold selama 6 bulan. Selanjutnya, setiap bulan nasabah akan mendapatkan diskon berkala sebesar 2,5 persen," ujar Angga.

Pada akhir kontrak, katanya, dana yang pernah disetorkan akan dikembalikan kepada nasabah (buy back guarantee), dengan mengembalikan logam mulia ke perusahaan.

Angga mengatakan, awalnya semua berjalan dengan lancar. Janji yang diberikan, dibayar perusahaan itu. Namun, permasalahan mulai muncul pada April 2013.

"Awalnya perusahaan mengeluarkan kebijakan pengurangan diskon dengan dalih merosotnya harga emas di pasaran lokal maupun internasional, hingga akhirnya tak ada kabar," terangnya.

Angga menyampaikan, baru 50 nasabah yang melapor terkait dugaan penggelapan dana itu.

"Sekarang ini baru 50 nasabah saja yang melapor. Sisanya nanti akan menyusul. Nasabah membuat laporan, karena perusahaan itu tidak memberi kabar kapan pelunasan dana dilakukan," tandasnya.

http://www.beritasatu.com/nasional/1...triliunan.html

Cara mengidentifikasi sistem investasi scam, mlm, piramida, hyip

Bagaimana cara mengidentifikasi sistem investasi bodong yang scam, mlm, piramida, hyip?

Ciri-cirinya adalah sbb:

=Mempunyai website yang mentereng dan terkesan bonafid dan seolah-olah merupakan perusahaan besar

=Menggunakan metode mirip mlm dengan cara member get member dan ada sistem komisi yang besar

=Memberikan kembalian rutin (bisa bulanan) yang ruar biasa besar

=Menyembunyikan diri tentang uang yang sudah terkumpul itu dipakai dan diputar dalam usaha apa

=Minim pemberitaan di koran koran atau majalah majalah yang resmi

=Membuat berita sendiri dan event sendiri untuk meningkatkan keimanan member

=Yang sudah terlanjur menjadi member biasanya lupa daratan, dan seperti
terkena racun, akan berusaha menggeret dan menarik orang-orang dekat yang sudah dia kenal maupun orang orang yang belum dia kenal dengan harapan supaya bisa cepat kembali modal karena ada komisi yang besar

=Yang sudah menjadi anggota biasanya akan sulit mencerna informasi second opinion tentang sistem bisnis mereka dari luar lingkaran pembinaan mereka.
=Mereka seolah olah telah terkena cara brain washing (cuci otak) atau mungkin semacam hipnotis [misalnya yang dilakukan lewat forum forum terbatas gala dinner, show dsb] sehingga menjadi berkeyakinan kira kira begini: “Apa apa yang datangnya dari luar anggota dan sistem itu selalu salah dan apa apa yang datangnya dari dalam sistem dan orang orang nya itu selalu benar.”

=Sudah tidak merasa nyaman bekerja secara konvensional karena sudah kena racun ongkang ongkang dapat penghasilan “investasi” rutin bulanan yang besarrrr

=Merasa ketagihan untuk mencari program program scam serupa di masa masa yang akan datang. Diperkirakan mekanisme ketergantungan / ketagihan ini terjadi adalah karena ada unsur judi di dalamnya. Orang yang terbiasa mengikuti kegiatan haram terlarang judi, dipastikan akan ketagihan dan syaraf-syarafnya sakit kalau tidak melakukan aktivitas judi secara rutin dan dengan dosis yang selalu meningkat

=Kerja member yang sudah terjerat adalah cuma mencari mangsa dan merayu orang untuk masuk terperosok di dalam sistem scam dengan motivasi supaya cepat kembali modal

=Para member menjerat mangsa bukan hanya lewat darat bincang bincang sosial di dunia nyata tapi juga lewat web, blog, jejaring sosial, email, sms, bbm, dan sebagainya; pokoknya segala cara akan ditempuh biar cepat kembali modal

=Daya tarik utama adalah testimoni member yang selama ini tampak lancar lancar saja tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi di pangkal sana; dan hasil rutin yang masuk ke rekening ini semakin menggelapkan mata dan menumpulkan kepekaan pikiran mengenai bagaimana kok bisa datang uang besar besaran secara rutin ini (kok bisa bisanya, dari mana ini? jangan jangan ini? jangan jangan itu? dan pertanyaan pertanyaan serupa sudah tidak lagi menjadi pertanyaan; yang penting datang untal datang untal datang untal … dsb; untal (jw) = telan (indonesia) )

=Yang belum menjadi anggota akan mengalami perang batin. Gejala mendekati akan terjerat biasanya muncul dalam bentuk “day dreaming”, yakni melamun jauh jauh kedepan dengan menghitung hitung jumlah uang yang saat ini dia punya, menghitung hitung kemungkinan berhutang baik ke bank, kenalan, ataupun mertua dsb, menghitung hitung kemungkinan pemasukan banjir uang per bulan, menghitung hitung “ilmu” yang sudah ditanamkan oleh calon up-line dia/mereka yang akan diterapkan kepada para sanak saudara, handai tolan, kenalan dekat maupun jauh, menghitung hitung trik dan strategi ke depan untuk menyebarkan “ilmu” baru itu, dsb. Dan skala keparahan “day dreaming” ini kalau tidak segera diobati dan dibawa kepada orang yang ahli akan semakin menjadi jadi dan pada akhirnya akan membawa dia/mereka ke sarang perangkap kotak hitap hyip/scam, apalagi kalau ybs tidak mempunyai fundamental landasan (ideologi/iman) kokoh untuk berpijak dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia yang serba maya akhir akhir ini.

=Halusinasi “day dreaming” lainnya adalah tiba-tiba yang sudah terjerat sudah menjadi merasa orang pebisnis jagoan, tiba-tiba menjadi pakar e-marketing, internet marketing, merasa menjadi orang moderen, merasa kepalanya sangat besar luar biasa, merasa menjadi orang super sosial luar biasa, merasa membantu sana membantu sini, merasa imannya bertambah dengan cara mengalokasikan sebagian kecil hasil tipuannya untuk mendatangi tanah-tanah suci di pojok-pojok dunia, … padahal semua perasaan itu adalah hantu halusinasi efek dari cengkeraman sistem ponzi scam yang sudah melumpuhkan daya akal sehat dan daya berpikir normal minimal pada diri mereka …


http://ajarilah.wordpress.com/2007/0...piramida-hyip/

Investasi Emas Menjanjikan Tapi Rawan Penipuan

JAKARTA - Direktur Operasi II PT Pegadaian (Persero) Wasis Djuhar mengatakan, masih banyaknya masyarakat yang tergiur oleh keuntungan dalam berinvestasi emas menimbulkan maraknya persoalan mengenai investasi emas bodong.

"Paling satu bulan pertama dapat, dan bisa saja diambil dari orang yang paling belakang investasinya," kata Wasis, saat acara Jalan Sehat bersama Pegadaian, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (7/4/2013).

Wasis mengatakan pertumbuhan investasi emas yang baru mencapai 15 persen sampai 20 persen. Jika suatu perusahaan mengambil untuk dalam sebulan dua sampai tiga persen itu tidak rasional. Dengan presentase pertumbuhan 15 persen hingga 20 persen.

"Kalau keuntungan per bulannya satu persen baru rasional," tegasnya.

Selain itu, untuk para investor emas, menurut Wasis, harus meminta proposal investasi emas tersebut, akta perusahaan, agar para investasi bisa mengetahui perusahaan tersebut.

Sebelumnya, banyaknya investasi bodong pada akhir-akhir ini memang sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu sebagai regulator, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengimbau agar sebelum melakukan investasi terlebih dahulu agar lebih berhati-hati.

"Makanya sebelum melakukan investasi, para investor harus selalu memperhatikan segala sesuatunya. Lihat kalau return-nya lebih tinggi, berarti risikonya juga tinggi," ungkap Ketua Bapepam-LK Nurhaida, kala ditemui dikantornya, beberapa waktu lalu. (wan) (wdi)


http://economy.okezone.com/read/2013...rawan-penipuan