KASKUS

Lightbulb == [TIPS] Mengatasi Anak Yang Sulit Belajar MATEMATIKA ==



Bagi sebagian besar anak kecil, matematika adalah pelajaran yang mengerikan. Alhasil, banyak anak kecil menghindari untuk belajar mata pelajaran tersebut. Nah, tugas orang tua adalah membuat pelajaran matematika jadi topik menarik dan menyenangkan bagi anak-anak. Caranya? Berikut adalah beberapa tips bagi orangtua untuk membuat matematika menarik untuk anak.

1. Membuat matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan

Anak-anak menyukai suasana belajar yang interaktif dan penuh warna. Oleh karena itu, para orang tua bisa mengajarkan matematika dengan membuat permainan untuk anak. Setelah anak mengalami beberapa kemajuan dalam pelajaran, Anda dapat menaikkan tingkat kesulitannya. Ini adalah langkah menuju belajar mandiri dan aktif.

2. Meningkatkan kepercayaan diri anak

Angka dan rumus membuat anak tidak menyukai matematika. Akibatnya, anak menjadi malas belajar dan mendapat nilai yang buruk. Orang tua memiliki peranan besar untuk membangun tingkat kepercayaan diri anak-anak mereka. Orangtua perlu memastikan bahwa mereka dapat mendorong anak untuk menyelesaikan tugas matematika sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dirinya. Setelah kepercayaan diri anak meningkat, dia akan dapat memecahkan pertanyaan-pertanyaan sulit dalam pelajaran tersebut.

3. Mengembangkan motivasi anak

Metode ini tentu telah dipraktikkan di sekolah. Namun,mengembangkan motivasi anak tidak hanya perlu dilakukan di sekolah, tetapi juga di rumah. Oleh karena itu, cobalah menanamkan metode ini untuk meningkatkan kualitas belajar anak, terutama untuk pelajaran matematika. Orang tua harus memastikan bahwa mereka ikut memotivasi anak dengan memberi dorongan semangat dan membimbing mereka di rumah.

4. Fakta menarik tentang matematika

Anak-anak selalu tertarik untuk mempelajari sesuatu yang baru. Jadi, saat mengajarkan mereka konsep-konsep baru, pastikan Anda berbicara tentang latar belakang konsep atau teori-teori tersebut. Hal ini membuat mereka lebih terlibat dalam pelajaran yang Anda ajarkan. Belilah buku-buku tentang matematika dan beberapa informasi tentang penemu teori tertentu dalam rumusan matematika untuk anak-anak Anda. Ini akan membuat mereka jadi lebih penasaran.

Tips ini akan berguna untuk para orang tua dan memudahkan mereka dalam membimbing anak di rumah. Percayalah, semua anak dilahirkan pintar, hanya bagaimana cara orang tua membentuk kepribadian anak itu sendiri.


Sumber

Quote:
KOMENTAR TS :

Jangankan anak-anak, saya yg udah tua aja dari jaman dulu masih sekolah kurang tertarik dengan matematika, selain susah juga gurunya yang "killer".

Potret ini menjadi kelam dalam dunia pelajaran MATEMATIKA, terutama soal pendekatan yang praktis mengenai mata pelajaran ini. Tidak banyak anak-anak menyukai matematika, termasuk ke-3 anak saya. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan hal itu saya mendatangkan guru privat dirumah untuk mendongkrak kemampuannya dalam memecahkan soal.

mungkin sebagai tambahan saja dari tips diatas :

1. Jangan memaksakan keinginan anak terlalu berlebihan untuk mereka bisa menjadi juara matematika.
2. Perbanyak alat peraga dirumah , terutama yang berkaitan dengan ilmu hitung tersebut (mainan edukatif)
3. Perkenalkan dunia science misal mempelajari pembuatan roket, komputer, Arsitek/civil, dll karena saya yakin Science itu dekat dengan dunia Matematika.
4. Dan pastikan juga bahwa buat pendekatan ke anak-anak , bahwa betapa pentingnya matematika di kehidupan sehari-hari.

4 tips diatas adalah tambahan dari TS, karena sdh saya terapkan dirumah terutama kepada ke-3 anak-anak saya. Walau mereka tidak hebat di matematika , tetapi ini membuat mereka menjadi tahu bahwa matematika SANGAT PENTING DI KEHIDUPAN SEHARI-HARI.
Pertamax diamankan
Quote:Original Posted By BlitzKriech
Pertamax diamankan


wooww..ada PERTAMAX disini yah..??
Quote:Original Posted By telenji200772


wooww..ada PERTAMAX disini yah..??


seharusnya gak ada om
sebenarnya yang di atas itu udah benar, tapi kalo disertai dengan kurikulum yang benar secara bertahap sesuai dengan perkembangan kognitifnya itu akan memacu karena dengan kurikulum yang kesesuaian perkembangannya anak itu tidak akan merasakan kesulitan,,,,
jadi ada urutanya yang pasti harus dilewati,
kasih tau engga yaaaa????
Quote:Original Posted By sandi.mulya
sebenarnya yang di atas itu udah benar, tapi kalo disertai dengan kurikulum yang benar secara bertahap sesuai dengan perkembangan kognitifnya itu akan memacu karena dengan kurikulum yang kesesuaian perkembangannya anak itu tidak akan merasakan kesulitan,,,,
jadi ada urutanya yang pasti harus dilewati,
kasih tau engga yaaaa????


mungkin ada benarnya juga, coba lihat matematika anak PAUD di Indonesia dan SIngapura..perbedaanya hampir tidak ada..cuma kalau di analogikan main game..setiap game kan punya LEVEL, nah di singapura per-LEVELnya lebih tertata dengan rapih, bahkan sebelum masuk level berikutnya dipastikan si murid harus mudeng dulu sampai "TANEG" (istilah bikin nasi sampai mateng).
Quote:Original Posted By telenji200772


mungkin ada benarnya juga, coba lihat matematika anak PAUD di Indonesia dan SIngapura..perbedaanya hampir tidak ada..cuma kalau di analogikan main game..setiap game kan punya LEVEL, nah di singapura per-LEVELnya lebih tertata dengan rapih, bahkan sebelum masuk level berikutnya dipastikan si murid harus mudeng dulu sampai "TANEG" (istilah bikin nasi sampai mateng).


kurikullum sedunia sama, hanya saja tepat tidak saat memberikan,
karena kurikulum dibuat sesuai dengan milestone pada area area brodman
bagus.
Coba ane baca dulu.

Quote:Original Posted By sandi.mulya


kurikullum sedunia sama, hanya saja tepat tidak saat memberikan,
karena kurikulum dibuat sesuai dengan milestone pada area area brodman


yap..ada 52 area brodmann
Quote:Original Posted By telenji200772


yap..ada 52 area brodmann


ini kan thread bagus,
tambahin um biar lebih mantap
Quote:Original Posted By sandi.mulya


ini kan thread bagus,
tambahin um biar lebih mantap


ya udah cari materinya dulu biar nanti di godog rame-rame disini.., silahkan mulai dulu om , jika ada ..hehehe...
Quote:Original Posted By telenji200772


ya udah cari materinya dulu biar nanti di godog rame-rame disini.., silahkan mulai dulu om , jika ada ..hehehe...


iya nih lagi nyari engga ketemu, udah lama banget sih engga nangani anak gangguan kalkuli,
bener bgt nih gan, malahan ada beberapa sekolah disini(pekanbaru) yang matematikanya terbagi 2 kelas, matematika biasa dan matematika adventure untuk tingkat TK sampe SD. jdi dengan penerapan metode ini rasa cinta pada matematika udah ada sejak dini. setubuhhh?
Quote:Original Posted By nonnykomalasari
bener bgt nih gan, malahan ada beberapa sekolah disini(pekanbaru) yang matematikanya terbagi 2 kelas, matematika biasa dan matematika adventure untuk tingkat TK sampe SD. jdi dengan penerapan metode ini rasa cinta pada matematika udah ada sejak dini. setubuhhh?


sebenarnya belajar matematika itu seperti sama seperti menulis,
ada prasyarat kesiapan, ada urutan penerapannya, jadi engga asal ajarkan.
jadi kalo persyaratan dan kesiapan udah bagus itu anak akan menjadi suka matematika, karena engga sukaan anak berawal dari rasa kesulitannya.
mantau praktisi diskusi aje deh di pojokan
Quote:Original Posted By moethell
mantau praktisi diskusi aje deh di pojokan


ngopo om?
sopo sing praktisi?
TS nya kemana yaaaaa
Quote:Original Posted By BlitzKriech
Pertamax diamankan




Quote:Original Posted By telenji200772
wooww..ada PERTAMAX disini yah..??


betul kata
vvv
vv
v

Quote:Original Posted By moethell
seharusnya gak ada om


klo gk ada pertamax, premium bisa ya

=========
tipsnya oom bagus bgt
copas akh,
Quote:Original Posted By sandi.mulya


ngopo om?
sopo sing praktisi?
TS nya kemana yaaaaa


maaf , lagi di luar kota baru aja mendarat
diskusi boleh dilanjutkan..sambil meeting dan mantau trit ini ..masih asik juga kok...
Quote:Original Posted By nonnykomalasari
bener bgt nih gan, malahan ada beberapa sekolah disini(pekanbaru) yang matematikanya terbagi 2 kelas, matematika biasa dan matematika adventure untuk tingkat TK sampe SD. jdi dengan penerapan metode ini rasa cinta pada matematika udah ada sejak dini. setubuhhh?


om/tante, matematika adalah sesuatu yang berkaitan dengan ide-ide/konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis melalui penalaran yang bersifat deduktif, sedangkan matematika di PAUD adalah kegiatan belajar tentang konsep matematika melalui aktifitas bermain dalam kehidupan sehari-hari dan bersifat ilmiah.

nah bisa jadi pembagian 2 kelompok bisa menjadi ide menarik untuk mengetahui ketertarikan anak terhadap dunia matematika, tetapi saya lebih setuju kalau untuk usia PAUD, pendekatan matematika-nya harus banyak di aktivitas permainan dan tingkat kesulitan akan bertambah seiring dengan usia (52 area brodmann), apalagi matematikannya dekat dengan kebutuhan mereka sendiri..wah itu jauh lebih bermanfaat.
kalau berkenan saya tambahin sedikit materi mengenai pengenalan matematika usia dini :

TUJUAN PENGENALAN MATEMATIKA PADA ANAK USIA DINI:

A. Tujuan Umum

Agar anak mengetahui dasar-dasar pembelajaran berhitung/ matematika, sehingga pada saatnya nanti anak akan lebih siap mengikuti pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan selanjutnya yang lebih komplek.

B. Tujuan khusus
Dapat berpikir logis dan sistematis sejak dini melalui pengamatan terhadap benda-benda kongkrit, gambar-gambar atau angka-angaka yang terdapat di sekitar anak.
Dapat menyesuaikan dan melibatkan diri dalam kehidupan masyarakat yang dalam kesehariannya memerlukan keterampilan berhitung.
Memiliki ketelitian, konsentrasi, abstraksi dan daya apresiasi yang tinggi.
Memiliki pemahaman konsep ruang dan waktu serta dapat memperkirakan kemungkinan urutan sesuatu peristiwa terjadi di sekitarnya.
Memiliki kreativitas dan imajinasi dalam menciptakan sesuatu secara spontan.

PRINSIP-PRINSIP PERMAINAN MATEMATIKA ANAK USIA DINI

a. Permainan matematika di berikan secara bertahap diawali dengan menghitung benda-benda atau pengalaman peristiwa kongkrit yang dialami melalui pengamatan terhadap alam sekitar.

b. Pengetahuan dan keterampilan pada permainan matematika diberikan secara bertahap menurut tingkat kesukaranya, misalya dari kongkrit ke abstrak, mudah ke sukar, dana dari sederhana ke yang lebih kompleks

c. Permainan matematika akan berhasil jika anak-anak diberi kesempatan berpartispasi dan dirangsang untuk menyelesaikan masalah-masalahnya sendiri.

d. Permainan matematika membutuhkan suasana menyenangkan dan memberikan rasa aman serta kebebasan bagi anak. Untuk itu diperlukan alat peraga/ media yang sesuai dengan tujuan, menarik, dan bervariasi, mudah digunakan dan tidak membahayakan.

e. Bahasa yang digunakan didalam pengenalan konsep berhitung seyogyanya bahasa yang sederhana dan jika memungkinkan mengambil contoh yang terdapat di lingkungan sekitar anak.

f. Dalam permainan matematika anak dapat di kelompokkan sesuai tahap penguasaan berhitung yaitu tahap konsep, masa transisi dan lambang.

g. Dalam mengevaluasi hasil perkembangan anak harus dimulai dari awal sampai akhir kegiatan.

BERSAMBUNG


nanti saya lanjutkan lagi....