Buat yang pengen invest gold ibarat kata kalo maen dota
"Mental Tempe Jangan Masuk"



Pengen dapet Gede ga berani resiko gede ya susah....

No offence yah.... He he he

Kalau Saya Pribadi Teknik Invest (Kalo udah banyak duitnya):
- 50% property
- 30% Gold (yah kalau masih ada invest2 spt ini)
- 20% Cash

MAU JADI JOSH SOROS...???

Silahkan trading disini gan...https://www.ironfx.com/id/register?u...ampaign=IB
Nitip info ya gan...ini broker barangkali bergua ya gan...https://www.ironfx.com/id/register?u...tm_campaign=IB


Quote:Original Posted By darkshang
Buat yang pengen invest gold ibarat kata kalo maen dota
"Mental Tempe Jangan Masuk"



Pengen dapet Gede ga berani resiko gede ya susah....

No offence yah.... He he he

Kalau Saya Pribadi Teknik Invest (Kalo udah banyak duitnya):
- 50% property
- 30% Gold (yah kalau masih ada invest2 spt ini)
- 20% Cash


sepi nih

sepi nih..oh sepi..sepi kabar...kok gtis ga ada kabarnya lagi ya sampai skrg? sudah tidak ada yang update lg nih di forum...
mulai resah.. sedih depert....please agan2 bagi2 info update donk


thx u ya
GTIS akan ada pengumuman hari ini... Liat aja, GTIS cuma satu-satunya perusahaan beginian yg bangkit lagi... meskipun skemanya baru...
BANDUNG - Ratusan nasabah investasi emas mendatangi PT Lautan Emas Mulia (LEM) di Jalan Pasirkaliki, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/4/2013) siang. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan janji perusahaan mengenai pembayaran keuntungan berupa bunga dari emas yang dibelinya.

Kuasa Hukum Nasabah, Jeffri M Hutagalung, menuturkan, hingga saat ini pihaknya merasa ditipu oleh PT LEM. Menurutnya, dalam perjanjian awal para nasabah yang diharuskan membeli emas secara fisik, non-fisik, gadai, atau ganda, mendapat keuntungan 2-5 persen per bulan dari harga emas yang dibeli.

"Pada 28 Februari lalu pengurus menyatakan perusahaan dalam keadaan sehat, tapi pada 11 Maret dinyatakan colapse. Nah, di sinilah ketertutupan (PT LEM) itu menjadikan kami gusar, dan sekarang tidak jelas bagaimananya," tutur Jeffri kepada wartawan.

Dalam perjalanannya, pihak perusahaan memberikan komitmen melalui memo per tanggal 15 Mei akan mengembalikan uang kepada nasabah dengan cara mencicil 0,7% per bulan hingga 2014.

Di minggu pertama dan kedua April, beberapa nasabah mendapatkan uang tersebut, namun kini masih ada beberapa nasabah yang belum mendapatkan uang penganti.

"Namun yang terjadi, sekarang malah tutup tanpa keterangan jelas. Ini bukan tindak kejahatan biasa, karena sudah banyak (korban). Secara total kerugian di atas Rp40 miliar hanya untuk di Bandung," bebernya.

Pihaknya berencana akan melaporkan kasus investasi bodong tersebut kepada pihak berwajib. Dia beharap dengan dilaporkannya kasus tersebut bisa membuat titik terang mengenai kasus yang membelit para nasabah.

Dari pantauan, awalnya ratusan nasabah yang berkumpul di depan kantor PT LEM untuk berunjuk rasa. Setelah berkoordinasi dengan kuasa hukum, sebagian nasabah dengan didampingi kuasa hukum langsung menuju Polda Jabar untuk membuat laporan polisi. (ris)

http://news.okezone.com/read/2013/04...geruduk-pt-lem

Gagal Bayar Investasi Emas - OJK Siap Laporkan PT Lautan Emas Mulia

JAKARTA – Penipuan berkedok investasi emas yang dilakukan PT Lautan Emas Mulia (LEM) mulai direspons Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lembaga negara yang menyelenggarakan sistem pengaturan di sektor jasa keuangan itu mengaku mendengar dan menerima laporan sejumlah nasabah PT LEM.

”Terhadap laporan itu OJK siap meneruskannya ke lembaga berwenang,” kata Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S Soetiono di Jakarta kemarin. Dia menuturkan, hingga April ini, OJK menerima setidaknya 29 keluhan dari masyarakat. Beberapa di antaranya sudah diusut kepolisian, misalnya kasus Raihan Jewellery yang kini ditangani aparat Polda Jawa Timur.

Kusumaningtuti menjelaskan, keluhan mengenai investasi emas yang menjanjikan imbal balik (return) tinggi merupakan yang terbanyak diterima OJK. Untuk itu ke depan salah satu langkah yang ditempuh untuk mencegah terulangnya kasus itu antara lain dengan menyebar mysterious buyer. Skema ini akan menyasar perusahaan yang mencari keuntungan dengan sistem ”gali lubang tutup lubang”.

Seperti diberitakan, sejumlah orang menjadi korban perusahaaninvestasiemasPTLEM. Dalam menarik investor, PT LEM menawarkan bonus rutin yang menggiurkan, yakni 2,5% per bulan dari total investasi yang ditanamkan nasabah. Belakangan, PT LEM ternyata wanprestasi dan investor menanggung kerugian.

Kasus ini mengulang kejadian serupa yang dilakukan PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS), Raihan Jewellery, dan Virgin Gold Mining Corporation. Belum diketahui berapa banyak korban PT LEM. Yang pasti, manajemen perusahaan itu menghilang. KORAN SINDO kemarin mendatangi Kantor PT LEM di Lantai 12, Menara Global, Jakarta, dan menemukan kantor dalam keadaan lengang.

Hanya seorang office boydan petugas keamanan berjaga. Mereka mengaku ditugasi untuk meladeni para agen dan nasabah PT LEM yang silih berganti datang hendak menagih haknya. ”Para pimpinan LEM sudah menghilang sejak dua bulan lalu, sementara karyawan kantor sudah tidak ada sejak dua minggu terakhir,” kata satpam yang mengaku bernama Nawa itu.

Dia mengungkapkan, setiap hari ada saja nasabah yang datang. Beberapa di antaranya bahkan mengirimkan tukang pukul untuk mencari Direktur LEM Wennes Sulaiman. Tapi, jangankan mereka, dirinya saja juga tidak mendapatkan kejelasan mengenai gajinya bulan ini. Kepada para nasabah itu, Nawa hanya memberikan secarik kertas berisi nomor telepon pengacara perusahaan.

Ada kenyataan mengejutkan ketika nomor tersebut dikontak. Norman S Idrus, kuasa hukum PT LEM, ternyata juga merasa sangat dirugikan kliennya. Dia menuturkan, LEM kini telah menunjuk pengacara baru untuk sidang gugatan pailit di PKPU. ”Penunjukan itu bahkan tidak melibatkan saya sebagai kuasa hukum yang telah lebih dulu menangani,” katanya.

Berkaitan dengan posisinya, Norman menegaskan siap mengundurkan diri apabila dalam minggu ini tidak mendapat kejelasan. Ditanya mengenai jumlah keseluruhan nasabah PT LEM, Norman mengaku tidak memiliki data. ”Tapi saya perkirakan mencapai ribuan. Untuk wilayah Bandung saja itu sudah mencapai 2.500 lebih nasabah,” ujarnya. ●hafid fuad


http://www.koran-sindo.com/node/311980

Perusahaan investasi emas bertumbangan

JAKARTA. Kini, sebaiknya Anda berhati-hati menerima tawaran investasi berimbal hasil tetap (fixed income) dari perusahaan investasi emas. Empat bulan pertama tahun ini menjadi periode suram para pemburu untung dari emas. Nasabah-nasabah investasi emas dari minimal tujuh perusahaan harus cemas dan mungkin merelakan duit.
Ada kemungkinan dana investasi nasabah hangus dan tak jelas rimbanya, akibat ulah nakal dari pemilik atau manajemen perusahaan investasi emas. Sejak Februari lalu, perusahaan-perusahaan investasi emas berjatuhan. KONTAN mencatat, paling tidak ada tujuh perusahaan investasi emas yang bermasalah dengan dana triliunan rupiah (lihat infografik).
Perusahaan-perusahaan investasi ini menawarkan skema perdagangan emas yang serupa. Mereka menawarkan imbal hasil menggiurkan secara tetap (fixed income). Mereka menawarkan imbal hasil hingga 30% per tahun.
Iming-iming inilah yang menggoda ribuan nasabah emas. Sebagian kasus kini masuk ke ranah hukum dan tengah dalam proses.
Melihat banyaknya perusahaan investasi emas bermasalah itulah Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner Investa Saran Mandiri meminta kepada investor untuk berhati-hati, khususnya terhadap investasi emas yang mengandalkan skema fixed income. Menurutnya, jenis investasi ini tidak masuk akal.
Belum lagi kejelasan perusahaan, jaminan pengembalian dana dan transparansi bisnis yang sangat diragukan. "Tidak ada perusahaan yang berjalan dengan sistem seperti ini dapat dibilang aman, bahkan lebih tepat dikatakan, tidak boleh ada sebenarnya," tandas Kiswoyo.
Eko Endarto, Perencana Keuangan Finansia Consulting juga mewanti-wanti investor jangan mudah tergoda pada tawaran investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi. "Biasanya ketika imbal hasil itu tinggi risikonya akan tinggi," kata Eko.
Untuk investasi emas, Eko menyarankan, agar membenamkan investasi dalam bentuk emas fisik. Investasi bisa dilakukan dalam emas batangan atau koin emas, agar investor bisa terhindar dari pengenaan biaya pembuatan dan penyusutan.
Kasus Investasi Emas 2013
1. Raihan Jewellery
Dana nasabah: Rp 1,32 triliun dari ribuan nasabah
Pemilik: Muhammad Azhari
Pemilik Raihan ditahan di Polda Jawa Timur sejak 16 April, dan masih dalam proses hukum.

2. Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS)
Dana nasabah: Rp 1 triliun, dibawa kabur oleh pemilik perusahaan.
Pemilik: Michael Ong
Setelah pemilik kabur, GTIS membentuk manajemen baru untuk menyelesaikan masalah dengan nasabah

3. Lautan Emas Mulia (LEM)
Dana Nasabah: -
Pemilik: Wennes Sulaeman
Nasabah LEM menggugat pailit LEM ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. LEM saat ini juga sudah menamatkan kegiatan operasionalnya.

4. Graha Arthamas Abadi (GAMA)
Dana Nasabah: -
Pemilik: Hartono
Nasabah melaporkan manajemen GAMA ke polisi. Polisi menangkap manajemen dan pemilik GAMA.

5. Asian Gold Concept
Dana nasabah: +/- Rp 13,5 miliar
Pemilik: -
Nasabah mempailitkan Asian Gold Concept karena gagal membayar imbal hasil.

6. Makira Nature
Dana Nasabah: Rp 500 miliar dari 1.500 nasabah
Pemilik: Eko Nugroho
Nasabah melaporkan Eko ke Polda Metro Jaya dan Mabes Polri

7. PT Peresseia Mazekadwisapta Abadi (Primaz)
Dana Nasabah: triliunan rupiah
Komisaris Utama: Budi Laksono
Nasabah belum menentukan langkah.
Sumber: Riset KONTAN
http://investasi.kontan.co.id/news/p...gan/2013/04/30
Masih ada dua lagi yg blm tercatat oleh Kontan, yaitu: GAMA dan Golden Shine Indonesia.
Total ada 9 persh yg kolaps ..

Kabar hangat...

GTI malah konversi, customer di suru beli emas dengan harga kmaren di invoice.... yang notabene lbh mahal dari harga emas sekarang, selisih 30% harga itu di cicil selama setaon (12 bulan) dengan persentase 1% bonusnya..

, itung2 GTI mo balikin duit dgn cara cicil setaon...

http://goldentradersindonesiasyariah.com/
nb: yah kalo beneran di balikin emasnya secara fisik, setidaknya ada duit balik lah, walau tdk 100%... dan dapet duit jajan... selama setaon...

MENDUKUNG KEBIJAKAN MANAGEMENT GTIS BARU

Semoga proses konversinya bisa berjalan dengan lancar...apapun wujudnya, yang penting tidak merugikan sebelah pihak...

Saya sebagai nasabah mendukung kebijakan tersebut, karena ini merupakan itikad baik dari perusahaan, dibandingkan dengan perusahaan2 sejenis yang tidak ada juntrungannya..

Sekedar saran, semoga kebijakan konversinya bisa dipercepat hal itu akan semakin baik buat semuanya..

Terima kasih
Trimas mulia janji2 palsu nih. udah tanggal 1 mei, tapi masi blm ada yg berubah di rekening.
Mendukung niat baik gtis, semoga dimudahkan dan dilancarkan.








salut utk majamenen GTIS yg baru
asik, gtis jalan lagi....
Quote:Original Posted By pinoch
Trimas mulia janji2 palsu nih. udah tanggal 1 mei, tapi masi blm ada yg berubah di rekening.


Trimas, pake strategi yang sama kyk GTI, ngulur2 waktu...
byk alesan.. pake asuransi, bonus potong 25% lah, transfer ganti ke setroran, pindah lagi ke transfer, tanggal 1 april di trf, hari ini tgl 1, alesan asuransi jadi mundur ke 15 Mei... WTF...
Quote:Original Posted By andikhow
asik, gtis jalan lagi....


blom tentu... malah di panjangin kontrak sampe 12 bulan.. ga jelas
nih lebih menguntungkan nih,
http://www.facebook.com/indonesiango...tle="Ngakak"/>
Quote:Original Posted By Erechnid
GTI malah konversi, customer di suru beli emas dengan harga kmaren di invoice.... yang notabene lbh mahal dari harga emas sekarang, selisih 30% harga itu di cicil selama setaon (12 bulan) dengan persentase 1% bonusnya..

, itung2 GTI mo balikin duit dgn cara cicil setaon...

http://goldentradersindonesiasyariah.com/


intinya supaya bisa dapat korban baru lagi. investor di paksa perpanjang terus kontraknya