KASKUS

Quote:Original Posted By hedy20


JK = Jaminan Kematian ; JKK = jaminan kecelakaan kerja, kalau agan terdaftar berkeluarga otomatis JPK bisa dimanfaatkan untuk TK,suami/istri,3 orang anak


Wah ane cuman punya JHT ama JPK trus JK & JKK ny bisa diurus ga ya, terimakasih banyak sebelum nya


Quote:Original Posted By dovisuke


Wah ane cuman punya JHT ama JPK trus JK & JKK ny bisa diurus ga ya, terimakasih banyak sebelum nya




agan ne ikut program LHK ato formal?karena klo formal harusnya sudah termasuk kecuali agan LHK yg dulu bisa milih ikut program apa?JK & JKK itu sifatnya asuransi,artinya manfaatnya bisa diterima klo agan mengalami resiko,sesuai namanya JK berarti resiko kematian,JKK berarti resiko kecelakaan kerja,

tambahan hanya program JHT yg murni tabungan,yg lain sifatnya asuransi

senang bisa membantu...
gan..perusahaan ane blum daptar jamsostek..
karena itu akhirnya ane dan kawan2 berencana daptar sendiri ke jamsostek via seseorang yg katanya AGEN jamsostek..
kalo kyk gitu aman ga ya..
bedanya apa kalo urus langsung ya..
soalnya katanya kok kelancaran pembayaran kelompok menentukan kelancaran manfaat jamsosteknya (khususnya JPKnya)...
artinya kalo ada satu anggota saja yang telat bayar, maka bisa menghambat manfaat kartu JPK bagi anggota yang lainnya..
agan bisa menjelaskan ga?
Quote:Original Posted By tanakatarou
gan..perusahaan ane blum daptar jamsostek..
karena itu akhirnya ane dan kawan2 berencana daptar sendiri ke jamsostek via seseorang yg katanya AGEN jamsostek..
kalo kyk gitu aman ga ya..
bedanya apa kalo urus langsung ya..
soalnya katanya kok kelancaran pembayaran kelompok menentukan kelancaran manfaat jamsosteknya (khususnya JPKnya)...
artinya kalo ada satu anggota saja yang telat bayar, maka bisa menghambat manfaat kartu JPK bagi anggota yang lainnya..
agan bisa menjelaskan ga?


meluruskan ya gan,tidak ada istilah agen dijamsostek,klo baca dari keterangan agan itu agan akan didaftarkan di jamsostek bukan sebagai peserta formal (melalui perusahaan) tetapi nonformal (melalui wadah/perkumpulan),kemungkinan besar yg mengaku "agen" tsb adalah pengurus dari wadah tersebut dan benar yg sudah disampaikan agen tsb untuk masalah JPKnya

ane tidak menyarankan agan mendaftar melalui wadah ato agen apabila agan bekerja di perusahaan,termasuk fraud gan dan akan sulit jika nantinya terjadi klaim terutama JKK

klo boleh tau alasan perusahaan agan tidak mendaftarkan ke jamsostek apa ya?mungkin nanti bisa berikan solusi terbaek...

salam kenal

ane dari kanwil 1 gan, tapi masih newbie

sangat butuh info dari thread ini.
Gan bisa bantu cek saldo JHT ane?
ane sudah coba cek di web jamsostek, namun tidak bisa alias data invalid dan sudah cuba lakukan berkali-kali. Pdahal ane resgistrasi udah sesuai arahan sistem,
mengapa oh mengapa tidak bisa yak?
dan ane sudah PM kan juga nO. KPJ, nama lengkap, tgl lahir n nama ibu kandung..
Mohon dibantu yah ,Thx..

Quote:Original Posted By americanidol
ane dari kanwil 1 gan, tapi masih newbie

sangat butuh info dari thread ini.


salken gan...
Quote:Original Posted By ulelk
Gan bisa bantu cek saldo JHT ane?
ane sudah coba cek di web jamsostek, namun tidak bisa alias data invalid dan sudah cuba lakukan berkali-kali. Pdahal ane resgistrasi udah sesuai arahan sistem,
mengapa oh mengapa tidak bisa yak?
dan ane sudah PM kan juga nO. KPJ, nama lengkap, tgl lahir n nama ibu kandung..
Mohon dibantu yah ,Thx..



maaf gan ada masalah pada database kami,info yg lain
gan,mau nimpang nanya gan.. klo kartu jamsostek ilang gmna gan? ane mw cairin dana jamsostek'a..

PM ya gan.. Thanks
Quote:Original Posted By baharudine
gan,mau nimpang nanya gan.. klo kartu jamsostek ilang gmna gan? ane mw cairin dana jamsostek'a..

PM ya gan.. Thanks


agan masih simpen history saldo JHT tahunan? klo ada agan bisa minta surat keterangan kehilangan yg "KPJ an agan n no KPJnya" dari kepolisian trus agan isi blangko untuk kPJ duplikat, kemudian bisa datang langsung ke kantor jamsostek tempat perusahaan terdaftar ato bisa titipin k HRDnya

klo No KPJ jg ga ada,bisa tanya ke HRD ato Ke kantor JAmsosteknya ya gan...

senang bisa membantu
Quote:Original Posted By hedy20


agan masih simpen history saldo JHT tahunan? klo ada agan bisa minta surat keterangan kehilangan yg "KPJ an agan n no KPJnya" dari kepolisian trus agan isi blangko untuk kPJ duplikat, kemudian bisa datang langsung ke kantor jamsostek tempat perusahaan terdaftar ato bisa titipin k HRDnya

klo No KPJ jg ga ada,bisa tanya ke HRD ato Ke kantor JAmsosteknya ya gan...

senang bisa membantu


gan mo nanya dong, misalkan daftar ke web jamsostek dan ngga bisa daftar karena ada kesalahan data bisa diurus ke kantor jamsostek cabang terdekat apa musti ke kantor pusat ya?

trus kalo misalkan mau urus, pelayanannya buka hari apa aja dan jam berapa ya?
Quote:Original Posted By Feegard


gan mo nanya dong, misalkan daftar ke web jamsostek dan ngga bisa daftar karena ada kesalahan data bisa diurus ke kantor jamsostek cabang terdekat apa musti ke kantor pusat ya?

trus kalo misalkan mau urus, pelayanannya buka hari apa aja dan jam berapa ya?


biasanya itu karna kegagalan upload data herregistrasi (11 mandatory) tidak match,urusnya ke kantor cabang sesuai perusahaan agan terdaftar(tanya HRDnya),jam pelayanan dari jam 08.00 s/d 17.00 hari senin s/d jumat

senang bisa membantu...
gan tanya donk JHT dan uang pensiun itu sama kah?
Quote:Original Posted By suwarto8116f
gan tanya donk JHT dan uang pensiun itu sama kah?


hampir sama gan,bedanya JHT pembayarannya sekaligus sedangkan pensiun dibayarkan setiap bulan biasanya sampai suami ato istri TK meniggal dunia.
Quote:Original Posted By hedy20


hampir sama gan,bedanya JHT pembayarannya sekaligus sedangkan pensiun dibayarkan setiap bulan biasanya sampai suami ato istri TK meniggal dunia.


klo dari sisi perusahaan apakah tdk double bayar nya ?
* uda bayar JHT ke jamsostek ditambah uang pensiun pada akhir masa kerja memasuki pensiun ?
* jika perusahaan tdk harus membayar uang pensiun pada saat masa kerja memasuki pensiun, lalu bagaimana klo seandainya belum memasuki masa pensiun karyawan yg bersangkutan sudah resign, apakah uang JHT nya dikembalikan ke perusahaan?
Quote:Original Posted By suwarto8116f


klo dari sisi perusahaan apakah tdk double bayar nya ?
* uda bayar JHT ke jamsostek ditambah uang pensiun pada akhir masa kerja memasuki pensiun ?
* jika perusahaan tdk harus membayar uang pensiun pada saat masa kerja memasuki pensiun, lalu bagaimana klo seandainya belum memasuki masa pensiun karyawan yg bersangkutan sudah resign, apakah uang JHT nya dikembalikan ke perusahaan?


tolong dipahami ya gan,untuk saat ini Jamsostek masih berbentuk BUMN yg programnya JHT,JKK,JK dan JPK, pensiun belum dikelola,tp nantinya pertengahan tahun 2015 akan berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan yg akan mengelola JHT,JKK,JK dan pensiun
alokasi dana dan manfaatnya berbeda untuk JHT dan pensiun,JHT kan iurannya 3,7% dari perusahaan dan 2% dari gaji TK dan itu adalah hak TK meskipun resign sebelum memasuki untuk masa pensiun

untuk pertanyaan mengenai pensiun ane no comment dulu ya gan coz blm dikelola oleh jamsostek

senang bisa membantu...
Quote:Original Posted By hedy20


tolong dipahami ya gan,untuk saat ini Jamsostek masih berbentuk BUMN yg programnya JHT,JKK,JK dan JPK, pensiun belum dikelola,tp nantinya pertengahan tahun 2015 akan berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan yg akan mengelola JHT,JKK,JK dan pensiun
alokasi dana dan manfaatnya berbeda untuk JHT dan pensiun,JHT kan iurannya 3,7% dari perusahaan dan 2% dari gaji TK dan itu adalah hak TK meskipun resign sebelum memasuki untuk masa pensiun

untuk pertanyaan mengenai pensiun ane no comment dulu ya gan coz blm dikelola oleh jamsostek

senang bisa membantu...


ngobrol aja ya gan
judulnya kan JHT knp setelah 5th boleh diambil? bukan masa usia tua baru boleh diambil ? saya gak bahas uang pensiunnya deh, kan gak adil tuh gan perusahaan nanggung 3.7% ngaku nya sih buat jaminan hari tua nyatanya setelah 5th boleh diambil gan ? jadi hari tua yg mananya gan?
tolong dicerahkan gan
Quote:Original Posted By suwarto8116f


ngobrol aja ya gan
judulnya kan JHT knp setelah 5th boleh diambil? bukan masa usia tua baru boleh diambil ? saya gak bahas uang pensiunnya deh, kan gak adil tuh gan perusahaan nanggung 3.7% ngaku nya sih buat jaminan hari tua nyatanya setelah 5th boleh diambil gan ? jadi hari tua yg mananya gan?
tolong dicerahkan gan


jadi gini gan JHT bisa diambil bila sudah min 5 tahun kepesertaannya,kemudian baru bisa diambil setelah TK dalam kondisi non aktif (artinya tidak bekerja),selama masih bekerja TK tidak dapat mengklaim JHTnya,awalnya dulu JHT emang diperuntukkan buat usia 55 thn keatas,tp yg terjadi bila TK resign sebelum usia 55 thn maka JHTnya hilang(banyak PHK masal thn 2008 waktu krismon) ,sedangkan diawal iuran JHT adalah 3,7% perusahaan + 2% TK,so ga fair kan klo kondisi seperti ini,belum lg menyikapi aturan outsorcing yg sistem kontrak,jarang ada yg outsourcing sampe usia 55 kan?nah demi azas keadilan makanya dibuat aturan min kepesertaan 5 thn agar esensi dari JHT itu dapat dinikmati...

IMHO pendapat diatas ya karena semuanya sudah diatur dgn Undang2

btw agan dari pihak perusahaan ya?
Quote:Original Posted By hedy20


jadi gini gan JHT bisa diambil bila sudah min 5 tahun kepesertaannya,kemudian baru bisa diambil setelah TK dalam kondisi non aktif (artinya tidak bekerja),selama masih bekerja TK tidak dapat mengklaim JHTnya,awalnya dulu JHT emang diperuntukkan buat usia 55 thn keatas,tp yg terjadi bila TK resign sebelum usia 55 thn maka JHTnya hilang(banyak PHK masal thn 2008 waktu krismon) ,sedangkan diawal iuran JHT adalah 3,7% perusahaan + 2% TK,so ga fair kan klo kondisi seperti ini,belum lg menyikapi aturan outsorcing yg sistem kontrak,jarang ada yg outsourcing sampe usia 55 kan?nah demi azas keadilan makanya dibuat aturan min kepesertaan 5 thn agar esensi dari JHT itu dapat dinikmati...

IMHO pendapat diatas ya karena semuanya sudah diatur dgn Undang2

btw agan dari pihak perusahaan ya?


iya gan terus apakah jamsostek uda include didalam UMR ?
Quote:Original Posted By suwarto8116f


iya gan terus apakah jamsostek uda include didalam UMR ?


include UMR maksudnya gmn ya gan?yg pasti besarnya iuran sesuai gaji yg dilaporkan min sesuai UMK/UMR