KASKUS

Mau tanya harga per m2 jasa desain di Jakarta

Malem agan n aganwati maaf klo salah kamar, ane arsitek lulusan tahun 2008 n seringnya ikut kontraktor pelaksana di proyek, nah baru 4 bulan ini ane menetep di jakarta n kerja di konsultan interior, awal bulan lalu ada temennya temen ane minta desainin rumah buat dia, mulailah ane cari info dari temen2 kantoran pasaran harga per m2 jasa desain n mereka bilang sktr 100-185ribu....

alhasil ane bikin lah penawaran dengan harga 135ribu (ane ambil tengah2nya dikit), ane kirim lah ke calon client ane, dan ternyata kata dia kaget sampe semahal itu dan terus terang dia gk mampu, ane bilang ke dia klo ane bisa nego itu bukan harga nett, tapi masi belum ada kejelasan sampe skrng....

yang ane mau tanyain apa harga ane itu diluar akal sehat? ane sampe berpikir didalem hati masa sich kita para arsitek kuliah beberapa tahun dan ngehabisin duit n pengorbanan yg gk sedikit gak boleh nentuin tarif yang menurut ane memang worth it dengan pendidikan yg kita jalanin ....

ane setuju gan sama pemikiran ente
ane pernah nawarin 100rb /m2, kata klien kemahalan
terus nego akhirnya harga yg disepakati gak sampe setengahnya
itu klien sodaranya temen dari temen ane

pas desain udh beres trus dibayar full
temennya temen ane bilang, di koran katanya ada yg nawarin jasa desain sampe 5rb /m2.

persaingan sangat ketat euy ampe banting harga gitu
iya gan apa gunanya gitu ada harga pasaran klo akhirnya kena para arsitek/mungkin orng2 yg ngaku arsitek ngancurin harga sampe 5ribu/m2...yg bikin ane sabar krn inget kata ortu ane "klo rejeki mah gk lari kemana"....

ane gk kaget klo banyak arsitek/fresh grad lbh milih kerja di luar negeri secara bangsa sendiri kurang menghargai profesi kita....
sebenere ada aturannnya, kalau Arsitek di IAI
untuk tender 2,5% dari nilai RAB

kalau untuk rumah pribadi, tergantung apa dulu yang di kerjakan?soalnya nilainya berbeda. Diluar negeri harga segitu sih kemurahen, kalau di indo ya kemahalen

simulasi kecil saya ambil dari salah satu website XXX
Quote:Biaya Rp 40.000,- /m2
.
Desain sudah cukup untuk pelaksanaan pembangunan. Gambar 3Dimensi berwarna, gambar kerja terukur, utilitas, struktur, dan perhitungan estimasi angaran biaya, sudah cukup untuk dikerjakan oleh kontraktor / mandor pelaksana pembangunan.
.
Hasil output:
1. Desain Skematik Arsitektural rumah dengan gambar 3D tercetak warna ukuran A4.
2. Gambar skematik terukur, yaitu gambar denah, denah atap, tampak, dan potongan bangunan, terukur, tercetak ukuran A3.
3. Gambar kerja untuk pelaksanaan. Gambar kerja arsitektur (denah, denah atap, tampak, potongan, rencana lantai, rencana plafond), gambar kerja struktur, gambar kerja mekanikal & elektrikal, gambar kerja rencana air bersih dan rencana air kotor.
4. Perhitungan estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Per-Harga Satuan Pekerjaan.


Quote:Biaya Rp 65.000,- /m2
.
Paket desain sangat lengkap, terperinci dan akurat. Ketika diterapkan dalam pelaksanaan pembangunan, dijamin tidak akan terdapat masalah yang dikarenakan kebingungan akibat ketidak jelasan desain. Semua tinggal lihat gambar, lihat hitungan, lalu TERAPKAN tanpa perlu banyak pertanyaan, karena semuanya SUDAH CUKUP JELAS!
.
Selain sebagai acuan desain, dapat digunakan untuk kontrol budget, mengontrol penggunaan volume material, bernegosiasi dengan kontraktor, melakukan penghematan penggunaan material beton, bahkan memenuhi persyaratan pengurusan IMB.
.
Hasil output:
1. Desain Skematik Arsitektural rumah dengan gambar 3D tercetak warna ukuran A4.
2. Gambar skematik terukur, yaitu gambar denah, denah atap, tampak, dan potongan bangunan, terukur, tercetak ukuran A3.
3. Gambar kerja untuk pelaksanaan. Gambar kerja arsitektur (denah, denah atap, tampak, potongan, rencana lantai, rencana plafond), gambar kerja struktur, gambar kerja mekanikal & elektrikal, gambar kerja rencana air bersih, rencana air kotor, detail-detail kerja.
4. Laporan perhitungan effisiensi struktur beton bangunan 1 jilid dan lampiran Surat Ijin Bekerja Perencana atau SIBP Struktur Engineer. Akan menghasilkan penghematan struktur beton yang cukup signifikan yg berarti akan menghemat biaya pembangunan mengingat 40% biaya bangunan merupakan biaya struktur beton. Laporan perhitungan struktur & SIBP juga merupakan syarat wajib untuk mengajukan IMB khusus daerah JABOTABEK.
5. Perhitungan estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Per-Harga Satuan Pekerjaan & disertai Bill of Quantity Material(BQ), di mana akan terdapat jumlah material yang dibutuhkan untuk pembangunan (cth. Berapa sak semen, jumlah batu bata, jumlah genteng, berapa m3 pasir, berapa jumlah batang/kg besi beton, dll) .
6. Gambar IMB


nah anda sebagai penyedia jasa, hasil outputnya apa dulu untuk di berikan kepada klien dengan menentukan harga yang anda ingini di atas?

ini hanya coretan kecil, tidak baku dan tidak mutlak
Quote:Original Posted By wahyues
sebenere ada aturannnya, kalau Arsitek di IAI
untuk tender 2,5% dari nilai RAB



klo yg ini ane pernah tau gan, dan memang benar jatohnya emang sering lebih mahal drpd kita nembak per m2...

klo dari proyek ane kemaren sich masuk ke kategori yg 45ribu per m2.....nah angka 45ribu dan range 100-185ribu itu yg bikin rancu gan walaupun kata agan bukan mutlak yah, so pasti client/owner udah survey harga dan berusaha neken biaya desain dong

jadi yg jadi patokan ini sebenernya yg mana yah?....
tergantung hasil yg pernah dikerjain...itu sangat berpengaruh. diluar negeri jg ada yg mahal ada yg murahan jg.
semakin punya portfolio banyak, hasil rancangan diatas rata2x dan kreatif...harga pasar akan mengikuti....dijalanin saja bro
Quote:Original Posted By kokgakbisa


klo yg ini ane pernah tau gan, dan memang benar jatohnya emang sering lebih mahal drpd kita nembak per m2...

klo dari proyek ane kemaren sich masuk ke kategori yg 45ribu per m2.....nah angka 45ribu dan range 100-185ribu itu yg bikin rancu gan walaupun kata agan bukan mutlak yah, so pasti client/owner udah survey harga dan berusaha neken biaya desain dong

jadi yg jadi patokan ini sebenernya yg mana yah?....


ngga ada patokan baku gan...sampai di negara mana jg ga ada aturan bakunya....ya spt yg gw blg diatas
sampai sekarang ya belom ada patokan. selama belom ada UUnya. coba klo UU arsitek sudah ada. profesi jasa arsitek terlindungi tidak banting2an harga seenaknya,sehingga profesionalitas terjaga dan terjamin.
apalagi di negara berkembang seperti indonesia,yg mayoritas masyarakatnya blom bisa menghargai akan sebuah jasa,apalagi jasa desain.
disinilah sebenernya peran dan fungsi UU arsitek diperlukan dan dibutuhkan arsitek dan masyarakat.

nunggu UU arsitek di ketok DPR saja. arsitek pro bisa tidur dengan nyanyak tidak terpengaruh dengan adanya arsitek abal2/ngaku2 arsitek :
masyarakat/client juga pintar, bisa membedakan mana arsitek gadungan dan mana arsitek profesional.

ndak usah kuliah di arsitek pun bisa bikin desain kok. dengan bantuan komputer dan software skethcup/3dmax.
desain ambil di google,edit2 bentar sesuain kebutuhan ukuran,render sudah jadi,tipu2 di potosop,sudah bisa ngaku2 arsitek,buka jasa desain arsitektur bandrol 5rb/m2
gampangkan ngaku2 jadi arsitek
Quote:Original Posted By donataarch
ngga ada patokan baku gan...sampai di negara mana jg ga ada aturan bakunya....ya spt yg gw blg diatas


klo dari IAI ya ada patokannya lah.
buat apa dibentuk IAI klo tidak mengatur semua itu. kecuali klo bukan anggota IAI bisa seenak jidat banting2an harga.

Quote:Original Posted By archilest


klo dari IAI ya ada patokannya lah.
buat apa dibentuk IAI klo tidak mengatur semua itu. kecuali klo bukan anggota IAI bisa seenak jidat banting2an harga.



baca yg bener gan....aturan tersebut bukan aturan baku. anggota AIA yg udah kaya raya dan tenar coba aja ditanya brp ratenya ? arsitek luar semacam MVRDV coba aja ditanyakan ratenya ?
Quote:Original Posted By donataarch
baca yg bener gan....aturan tersebut bukan aturan baku.

kaga baku gimana? klo pun tidak baku ya di buat patokan aja.
kan ada aturan tentang penetapkan standar besaran Honorarium / Imbalan Jasa Arsitek.
utk apa? ya utk melindungi hak arsitek dan klient.

ni ogut copy deh,di baca:
Quote:IAI Jakarta :

Salam Sejawat,
Menindaklanjuti pertemuan pada Kamis, 17 April 2012 di Bimasena - Hotel Dharmawangsa Jakarta dan Selasa, 11 September 2012 di Jakarta Design Center.
Pengurus Daerah IAI Jakarta telah mendapatkan masukan dan mencapai kesepahaman untuk mengusulkan sebagai berikut :
Perubahan Standar Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek untuk wilayah DKI Jakarta.
Memperhatikan :
1. Bahwa meningkatnya volume Jasa Konstruksi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya bidang properti yang meningkat pesat pada periode tahun 2011-2012.

2. Bahwa kompetisi antara pelaku jasa konstruksi menjadi semakin ketat dan berimbas adanya persaingan honorarium/ imbalan jasa yang mengarah kepada kondisi yang tidak sehat.

3. Bahwa Ikatan Arsitek Indonesia sebagai asosiasi profesi arsitek di Indonesia telah memiliki Standar besaran Imbalan Jasa/Honorarium Arsitek yang diatur pada Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dan Penguna Jasa tahun 2007.

4. Bahwa dalam pertemuan hari Kamis, 17 April 2012 di Bimasena - Hotel Dharmawangsa Jakarta dan Selasa 11 September 2012 di Jakarta Design Center, para pimpinan/prinsipal biro Arsitek telah memberikan pandangan dan masukan terkait situasi terkini perkembangan konstruksi di Jakarta.

5. Bahwa untuk menetapkan standar besaran Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek, antara lain memperhatikan UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 17 tahun 2005 tentang Komponen dan Pentahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

6. Bahwa Standar KHL terdiri dari beberapa komponen yaitu : Makanan & Minuman, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, transportasi dan rekreasi & tabungan.

Mengusulkan :
1. Bahwa Standar Besaran Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek setiap daerah di Indonesia memiliki perhitungan khusus berdasarkan komponen utama Kebutuhan Hidup Layak (KHL) didaerah tersebut.

2. Bahwa pekerjaan rumah tinggal dikategorikan sebagai pekerjaan dengan tingkat kompleksitas tinggi, maka nilai Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek dihitung minimum sebesar 200 ribu per meter persegi atau 7% dari nilai fisik bangunan/konstruksi.

3. Bahwa pekerjaan Konservasi/Renovasi/Rekonstruksi/Restorasi/Rehabilitasi/Revitalisasi digunakan metode biaya langsung personil/remunerasi dan atau jasa layanan tambahan/khusus.

4. Bahwa besaran Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek untuk pekerjaan bukan rumah tinggal merujuk pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia No. 45 tahun 2007. Nilai Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek minimum sebesar 60% dari nilai yang tercantum dalam tabel tersebut.

5. Bahwa dalam setiap kontrak kerja Jasa Arsitek mensyaratkan adanya pembayaran Uang Muka.

6. Bahwa besaran uang muka untuk pekerjaan dengan Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek sebesar s/d Rp 1 milyar, maka ditetapkan minimum sebesar 20% dari Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek yang disepakati.

7. Bahwa besaran uang muka untuk pekerjaan dengan Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek sebesar diatas Rp 1 milyar, maka ditetapkan maksimum sebesar 20% dari Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek yang disepakati.

8. Bahwa diperlukan sosialisasi usulan perubahan besaran Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek kepada seluruh anggota IAI Jakarta untuk ditetapkan dalam rapat Anggota IAI Jakarta.

9. Bahwa setelah ditetapkan pada Rapat Anggota IAI Jakarta maka selanjutnya disosialisasikan melalui media cetak maupun media elektronil serta pertemuan yang mengundang para stakes holder (Pemerintah, Developer, Swasta dan masyarakat)

Demikian usulan standar Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek yang kami disusun. Selanjutnya dibawah ini kami melampirkan formulir isian untuk saran/masukan untuk dikirimkan selambat-lambatnya Jumat 28 September 2012 pukul 12.00 WIB, melalui email program@iai-jakarta.org
Atas perhatian yang diberikan, kami mengucapkan terima kasih.
Jakarta 26 September 2012

Pengurus Daerah IAI Jakarta
Djohan Pahlawan
Ketua Program Pengembangan Biro Arsitek
Her Pramtama, IAI
Ketua


IMBALAN JASA ARSITEK

Quote:acuan honorarium arsitek profesional, berdasarkan kesepakatan di jakarta :

bisa di lihat di sini
http://iai-jakarta.org/?scr=15.02&selectLanguage=1

:
Quote:Original Posted By donataarch
baca yg bener gan....aturan tersebut bukan aturan baku. anggota AIA yg udah kaya raya dan tenar coba aja ditanya brp ratenya ? arsitek luar semacam MVRDV coba aja ditanyakan ratenya ?


setidaknya mereka punya rate. ada nilai di range itu
tidak main sikut atau banting2an harga seenak jidatnya yg membuat kondisi tidak sehat.
.
paham kaga
Quote:Original Posted By archilest


setidaknya mereka punya rate. ada nilai di range itu
tidak main sikut atau banting2an harga seenak jidatnya yg membuat kondisi tidak sehat.
.
paham kaga


Paham gan .....(biar selesai deh)
btw situ udah anggota AIA atau IDII blm ?
Quote:Original Posted By donataarch
Paham gan .....(biar selesai deh)
btw situ udah anggota AIA atau IDII blm ?

AIA asuransi,ogut prudential aja

bawa2 AIA dr USA? FYI,AIA sendiri di sono sudah ndak penting lagi bagi arsitek sono,yg penting punya RA (Registered Architect)
malah OOT.

yg di tanyakan di Jakarta negara Indonesia. semua negara memiliki asosiasi keprofesiannya sendiri2. kayak profesi Dokter ya IDI klo profesi arsitek acuan pedomannya bagi arsitek indonesia ya dari IAI lah.
jadi anggotanya aja gampang kok,anggota biasa tapi. tetapi yg penting tu "Penatarannya Kode Etik Arsitek dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek".

IDII apaan pula ni? belom pernah denger ogut,maksutnya Ikatan Desain interior indonesia .
malah bawa IDII yg ogut tau si HDII
Quote:Original Posted By archilest

AIA asuransi,ogut prudential aja

bawa2 AIA dr USA? FYI,AIA sendiri di sono sudah ndak penting lagi bagi arsitek sono,yg penting punya RA (Registered Architect)
malah OOT.

yg di tanyakan di Jakarta negara Indonesia. semua negara memiliki asosiasi keprofesiannya sendiri2. kayak profesi Dokter ya IDI klo profesi arsitek acuan pedomannya bagi arsitek indonesia ya dari IAI lah.
jadi anggotanya aja gampang kok,anggota biasa tapi. tetapi yg penting tu "Penatarannya Kode Etik Arsitek dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek".

IDII apaan pula ni? belom pernah denger ogut,maksutnya Ikatan Desain interior indonesia .
malah bawa IDII yg ogut tau si HDII


agan ngomongnya offence trus nih...cara bicara kan memperlihatkan jati diri agan sendiri.... yo weis silahken dilanjut gan
saya kira jawaban saya tidak OOT krn saya memberikan gambaran di luar pun tdk ada aturan harga jasa arsitek yg baku...krn segala aturan diadopsinya pada umumnya dr luar negeri
maaf karena kecepetan nulis jdnya AIA dan IDII...hrsnya IAI dan HDII
liat hasil rancanggannya agan donk....
kok ndak ada aturan soal fee harga jasa arsitek si,trs patokan fee jasa arsitek dari mana coba klo bukan dari asosiasinya sendiri,atau rujukan yg lain seperti PU atau INKINDO.trs penetapan standar besaran Honorarium / Imbalan Jasa Arsitek dr IAI jakarta buat apa?

trs siapa dong yg nentuin harga pasar? diri sendiri,ikut2an ama yg lain,atau konsumen/client,wah bisa tidak sehat,merusak profesi bidang jasa ini. klo yg nentuin fee nya si pengguna jasa,atau diri sendiri yg tidak jelas mutunya trs asal2an pasang harga yg penting laris laku jasanya.
di luar negri seperti AIA tu menyediakan informasi mengenai standart fee, gaji segala lo.

ogut rasa jelas kok pada jasa arsitek di jelasin smua di buku pedoman hubungan kerja antara arsitek dengan pengguna jasa dr IAI,juga batasan tugas Arsitek semua ada.
smua tu ada aturan dan yg mengatur juga jelas krn setiap profesi punya asosiasinya sendiri2.

makanya dlm profesi diperlukan Sertifikasi keahlian,utk apa? ya utk pertanggungjawaban atau pembuktian diri bahwa seseorang memang benar memiliki keahlian dan memenuhi syarat2 tertentu dlm profesi tersebut. ini menjadi semacam jaminan bahwa orang tersebut ketika dikontrak/ditunjuk/mengikuti proyek/tender dll memang memenuhi kualifikasi yang diminta.jadi klo kita para arsitek profesional yg berlisensi IAI,kita mematok harga tertentu memang itu sudah harga yg layak sesuai standart dari asosiasi.
Quote:Original Posted By archilest
kok ndak ada aturan soal fee harga jasa arsitek si,trs patokan fee jasa arsitek dari mana coba klo bukan dari asosiasinya sendiri,atau rujukan yg lain seperti PU atau INKINDO.trs penetapan standar besaran Honorarium / Imbalan Jasa Arsitek dr IAI jakarta buat apa?

trs siapa dong yg nentuin harga pasar? diri sendiri,ikut2an ama yg lain,atau konsumen/client,wah bisa tidak sehat,merusak profesi bidang jasa ini. klo yg nentuin fee nya si pengguna jasa,atau diri sendiri yg tidak jelas mutunya trs asal2an pasang harga yg penting laris laku jasanya.
di luar negri seperti AIA tu menyediakan informasi mengenai standart fee, gaji segala lo.

ogut rasa jelas kok pada jasa arsitek di jelasin smua di buku pedoman hubungan kerja antara arsitek dengan pengguna jasa dr IAI,juga batasan tugas Arsitek semua ada.
smua tu ada aturan dan yg mengatur juga jelas krn setiap profesi punya asosiasinya sendiri2.

makanya dlm profesi diperlukan Sertifikasi keahlian,utk apa? ya utk pertanggungjawaban atau pembuktian diri bahwa seseorang memang benar memiliki keahlian dan memenuhi syarat2 tertentu dlm profesi tersebut. ini menjadi semacam jaminan bahwa orang tersebut ketika dikontrak/ditunjuk/mengikuti proyek/tender dll memang memenuhi kualifikasi yang diminta.jadi klo kita para arsitek profesional yg berlisensi IAI,kita mematok harga tertentu memang itu sudah harga yg layak sesuai standart dari asosiasi.


Standar bayaran/fee ini lebih pada saat agan ikutan tender. kl ke personal ngga pernah dipakai beginian gan...semakin anda terkenal semakin anda punya nilai jual tinggi

masukan saya bt TS, harga diimbangin lah dengan kemampuan, pengalaman serta hasil output berupa design

bagi yg suka banting2xan harga itu hanya pd awalnya, nantinya jg cape sendiri.....udah hukum alam gan
Quote:Original Posted By donataarch
Standar bayaran/fee ini lebih pada saat agan ikutan tender. kl ke personal ngga pernah dipakai beginian gan...semakin anda terkenal semakin anda punya nilai jual tinggi

masukan saya bt TS, harga diimbangin lah dengan kemampuan, pengalaman serta hasil output berupa design

bagi yg suka banting2xan harga itu hanya pd awalnya, nantinya jg cape sendiri.....udah hukum alam gan


coba bayangkan deh klo layanan kesehatan sprti profesi dokter nasibnya kaya profesi arsitek saat ini tanpa memiliki UU yg jelas,yg buka praktek dokter orang yg ngaku2 bisa mengobati tanpa adanya uji kompetensi,tidak memiliki ijin praktek ngasih tarif harga seenaknya,ngasih obat generik terus. ndak kebayang deh terjadi malpraktek dimana-mana di masyarakat.

begitu pula dengan profesi arsitek,
sebenernya bukan hanya utk ikut tender saja,ke personal juga di butuhkan udah jelas juga sepertinya. bahwa masyarakat harusnya wajib mendapatkan layanan publik yg baik dan terjamin. sayangnya di indonesia blm memiliki UU arsitek sendiri,se Asia lo jadi ya seperti ini kondisinya tidak sebaik negara tetangga. makanya banyak yg keluar negri utk berkarir lebih baik. yg terjadi pandangan di masyarakat kurang pentingnya jasa arsitek. dan kurang meratanya peraturan di tiap daerah berbeda.

krn itu bagi orang (seperti TS/para calon arsitek) yg mau berkecimpung di bidang ini harus memiliki sertifikat keahlian utk menguji kemampuan dan kompetensi diri (sapa yg menguji? masak diri sendiri yg menguji dan menilai diri sendiri,tentunya ada asosiasi profesi yg menguji kompetensi utk siap diterjunkan di masyarakat),krn merupakan salah satu syarat memperoleh ijin untuk bekerja sebagai Perencana. dan sertifikatnya juga bisa digunakan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti tender proyek pemerintah.
Saat ini cuma ada dua UU yang secara langsung mengatur profesi arsitek. UU Jasa Konstruksi dan UU Bangunan Gedung. UUJK mengatur tentang caranya. UUBG mengatur objeknya. Tetapi subjeknya tidak diatur (yaitu arsitek, dan seharusnya juga diikuti oleh UU Insyinyur).
Secara umum UU Arsitek ini akan memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna jasa dan arsitek itu sendiri. Yang harusnya ditanamkan dan disosialisasikan ke masyarakat harusnya pemahaman pola pikir menggunakan jasa arsitek profesional, seperti yg sudah diatur atau diwajibkan adalah yg berlisensi (memiliki ijin praktek) dan bersertifikat (sebagai bukti keahlian)
jadi arsitek itu tanggung jawabnya besar dan punya peran penting langsung dimasyarakat tidak hanya mikirin profit tp juga ke sosial,manusia,lingkungan sekitar.
semoga dipahami.
Quote:Original Posted By archilest


coba bayangkan deh klo layanan kesehatan sprti profesi dokter nasibnya kaya profesi arsitek saat ini tanpa memiliki UU yg jelas,yg buka praktek dokter orang yg ngaku2 bisa mengobati tanpa adanya uji kompetensi,tidak memiliki ijin praktek ngasih tarif harga seenaknya,ngasih obat generik terus. ndak kebayang deh terjadi malpraktek dimana-mana di masyarakat.

begitu pula dengan profesi arsitek,
sebenernya bukan hanya utk ikut tender saja,ke personal juga di butuhkan udah jelas juga sepertinya. bahwa masyarakat harusnya wajib mendapatkan layanan publik yg baik dan terjamin. sayangnya di indonesia blm memiliki UU arsitek sendiri,se Asia lo jadi ya seperti ini kondisinya tidak sebaik negara tetangga. makanya banyak yg keluar negri utk berkarir lebih baik. yg terjadi pandangan di masyarakat kurang pentingnya jasa arsitek. dan kurang meratanya peraturan di tiap daerah berbeda.

krn itu bagi orang (seperti TS/para calon arsitek) yg mau berkecimpung di bidang ini harus memiliki sertifikat keahlian utk menguji kemampuan dan kompetensi diri (sapa yg menguji? masak diri sendiri yg menguji dan menilai diri sendiri,tentunya ada asosiasi profesi yg menguji kompetensi utk siap diterjunkan di masyarakat),krn merupakan salah satu syarat memperoleh ijin untuk bekerja sebagai Perencana. dan sertifikatnya juga bisa digunakan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti tender proyek pemerintah.
Saat ini cuma ada dua UU yang secara langsung mengatur profesi arsitek. UU Jasa Konstruksi dan UU Bangunan Gedung. UUJK mengatur tentang caranya. UUBG mengatur objeknya. Tetapi subjeknya tidak diatur (yaitu arsitek, dan seharusnya juga diikuti oleh UU Insyinyur).
Secara umum UU Arsitek ini akan memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna jasa dan arsitek itu sendiri. Yang harusnya ditanamkan dan disosialisasikan ke masyarakat harusnya pemahaman pola pikir menggunakan jasa arsitek profesional, seperti yg sudah diatur atau diwajibkan adalah yg berlisensi (memiliki ijin praktek) dan bersertifikat (sebagai bukti keahlian)
jadi arsitek itu tanggung jawabnya besar dan punya peran penting langsung dimasyarakat tidak hanya mikirin profit tp juga ke sosial,manusia,lingkungan sekitar.
semoga dipahami.


kl itu ane setuju gan, hrs ada kompetensi dan bersertifikat gan, byk kejadian org yg punya link ke kalangan tertentu skalian aji mumpung jd kontraktor/arsitek dadakan....di luar negeri (US,europe/jepang) hrs memang bidangnya, beda dgn disini
tp kl masalah harga
×