KASKUS

Agar Sektretaris Pasti Patuh?

Untuk meningkatka usaha, saya berencana menambah 1 tenaga karyawan di posisi sekretaris, untuk membantu mengurus dokumentasi usaha, menemui customer, menginput dokumen kerja, dan mengirim barang-barang penting.

Pertanyaannya:

(1) Bagaimana caranya agar saya bisa memastikan tenaga sekretaris saya pasti patuh pada instruksi saya?

(2) Bagaimana saya bisa memastikan tenaga sekretaris saya akan menjaga dokumen rahasia perusahaan?

(3) Bagaimana saya bisa memastikan tenaga sekretaris saya pasti menjaga nama baik perusahaan?

Thanks...
Coba jawab ya gan,

  1. Masalah patuh atau ga itu tergantung dari pimpinannya sendiri gan, bagaimana menghadapi pegawai. Intinya wibawa. Jangan selalu menganggap mereka sebagai pegawai. kadang-kadang juga harus dianggap sebagai teman. Jadi slow tapi juga tegas.

  2. Kalau ini ane coba ngasih saran cuma buat meminimalisirnya gan, Bikin kontrak yang mengikat dengan kerugian dari pegawai kalau dia melakukan yang tidak diinginkan. misalnya disini membocorkan rahasia perusahaan dan juga nama baik perusahaan.


Semoga Membantu

Quote:Original Posted By Bhulbul
Coba jawab ya gan,

  1. Masalah patuh atau ga itu tergantung dari pimpinannya sendiri gan, bagaimana menghadapi pegawai. Intinya wibawa. Jangan selalu menganggap mereka sebagai pegawai. kadang-kadang juga harus dianggap sebagai teman. Jadi slow tapi juga tegas.

  2. Kalau ini ane coba ngasih saran cuma buat meminimalisirnya gan, Bikin kontrak yang mengikat dengan kerugian dari pegawai kalau dia melakukan yang tidak diinginkan. misalnya disini membocorkan rahasia perusahaan dan juga nama baik perusahaan.


Semoga Membantu



Thanks sarannya gan..

Tadi sebenarnya mau kasih cendol ke agan, tapi rupanya nggak bisa krn kayaknya bugs kaskus

-------------------------------------

Soal kontrak perjanjian sih sudah ada, detail sekitar 11 halaman A4. Termasu didalamnya sudah lengkap, mulai dr job desc, keharusan jaga nama baik usaha, keharusan jaga rahasia perusahaan, dsb.

Cuma dr pengalaman, kontrak perjanjian kerja saja tidak cukup. Soal kapan tegas dan kapan halus pada karyawan, Insya Allah saya terapkan.

Yang saya pikir sekarang adalah adanya suatu detterent factor, suatu faktor yg membuat karyawan "takut" pada saya, sehingga mematuhi perintah saya. Misalnya ancaman pemecatan, atau debt faktor dimana dia berhutang pada saya misalnya.

Ada saran nggak ya soal detterent factor ini?

----------------------------

Tentu saja meskipun demikian, kita sbg pimpinan yg baik tetap ngga boleh sewenang2 dan melecehkan derajatnya.
cari aja orang2 deket mod. misal saudara/temen deket yg sifat dan karakternya udah kita tau.
cuma ya intinya tetap profesional
Quote:Original Posted By thecaptJr
cari aja orang2 deket mod. misal saudara/temen deket yg sifat dan karakternya udah kita tau.
cuma ya intinya tetap profesional


wah bisnisan sama saudara engga disarankan gan
soalnya malah bisa seenaknya cmiiw
kalau sran saya bener dengan kontrak kerja + 1 hal lagi
misalnya apa?kalau ane sih biasa tahan ijasah
dengan menahan ijasah dia akan pikir2 kalau mau aneh2
memang di awal engga enak tapi ini manjur banget
Quote:Original Posted By ubirambat


wah bisnisan sama saudara engga disarankan gan
soalnya malah bisa seenaknya cmiiw
kalau sran saya bener dengan kontrak kerja + 1 hal lagi
misalnya apa?kalau ane sih biasa tahan ijasah
dengan menahan ijasah dia akan pikir2 kalau mau aneh2
memang di awal engga enak tapi ini manjur banget

kata siapa gan gak bisa ?
bakrie group & sejenisnya ? ente pikir para direksinya orang lain yah ada sih bbrp. cuma biasanya yg megang peranan penting ya para kroninya itu
yah itu balik ke kitanya masing2 gan...kalo kita punya kerabat yg bisa diajak profesional kenapa enggak. betul toh ?
justru lebih enak kalo menurut ane (pengalaman pribadi sih )
Quote:Original Posted By ekadp


Thanks sarannya gan..

Tadi sebenarnya mau kasih cendol ke agan, tapi rupanya nggak bisa krn kayaknya bugs kaskus

-------------------------------------

Soal kontrak perjanjian sih sudah ada, detail sekitar 11 halaman A4. Termasu didalamnya sudah lengkap, mulai dr job desc, keharusan jaga nama baik usaha, keharusan jaga rahasia perusahaan, dsb.

Cuma dr pengalaman, kontrak perjanjian kerja saja tidak cukup. Soal kapan tegas dan kapan halus pada karyawan, Insya Allah saya terapkan.

Yang saya pikir sekarang adalah adanya suatu detterent factor, suatu faktor yg membuat karyawan "takut" pada saya, sehingga mematuhi perintah saya. Misalnya ancaman pemecatan, atau debt faktor dimana dia berhutang pada saya misalnya.

Ada saran nggak ya soal detterent factor ini?

----------------------------

Tentu saja meskipun demikian, kita sbg pimpinan yg baik tetap ngga boleh sewenang2 dan melecehkan derajatnya.

Justru karena itu gan, ane mungkin belum bisa ngasih saran yang yang jitu untuk masalah jaga rahasia perusahaan atau nama baik perusahaan. Karena itu sifatnya subjektif / tergantung orangnya. Kalo orangnya amanah InsyaAlloh rahasia kejaga. Kalo sebaliknya, waduh malah bisa bahaya.

Mungkin ga semua informasi yang ada di perusahaan di-share ke sekretaris gan. Bikin aja SOP biar lebih tersusun dan terjadwal pekerjaan dia. Kalo bisa tambahin aja di kontrak kalo bongkar rahasia atau informasi perusahaan sanksinya bakal diurus ke meja hijau.

Kalu tentang deterrent factor ane ga ngerti gan. Ane ja tau dari ente .tapi kalo dari yang dimaksud itu supaya takut dan patuh dengan perintah kita. Ane pribadi ga suka (pribadi ane ya gan). Karena menurut ane, pegawe lebih seneng nurutin perintah dari boss yang disungkani dari pada ditakuti.

Quote:Original Posted By thecaptJr
cari aja orang2 deket mod. misal saudara/temen deket yg sifat dan karakternya udah kita tau.
cuma ya intinya tetap profesional

Menurut ane kalau buat jadi pegawai jangan dari temen apalagi sodara, seprofesionalitas kita pasti ada rasa ga enak karena punya jalinan silaturahmi di luar temen kerja. Tapi kalo temen kita buat jadi partner kerja baru oke

Quote:Original Posted By ubirambat

wah bisnisan sama saudara engga disarankan gan
soalnya malah bisa seenaknya cmiiw
kalau sran saya bener dengan kontrak kerja + 1 hal lagi
misalnya apa?kalau ane sih biasa tahan ijasah
dengan menahan ijasah dia akan pikir2 kalau mau aneh2
memang di awal engga enak tapi ini manjur banget


Nahan ijasah emang manjur gan, meminimalisir juga orang yang nyari kerja cuma buat asal kerja. karena kalo ijasah ditahan itu banyak yang mikir "ntar gw kalo mao cari kerjaan yang lebih baik gimana?" Tapi kalo yang rela di tahan "Biarin aja di tahan juga ga apa2, toh gw juga kerja disana." (Tanpa memikirkan untuk mencari pekerjaan yang lain.

Quote:
Segala yang saya sampaikan hanyalah semata-mata pendapat pribadi. Tidak ada keharusan untuk melakukannya.

Thumbs up 

Pertama-tama izinkan saya memberi selamat kepada rekan ekadp, kalau anda ingin menghire sekretaris, itu artinya anda ingin menambah jumlah karyawan anda, kalau anda ingin menambah jumlah karyawan anda, artinya usaha anda berkembang! Sekali lagi selamat!!


Mencari sekretaris itu sama seperti memilih tangan kanan sendiri..,semua rahasia dagang perusahaan pasti terungkap disini, tidak hanya finansial tapi juga sampai rahasia manajemen operasional dan bahkan rahasia keluarga terungkap disini. Kalau ditataran yang lebih besar, alan SBY memilih Sudi Silalahi menjadi sekertarisnya selain keahlian manajemen beliau, tapi juga jejak historis kebersamaan mereka berdua ditentara dahulu dan yang terutama, yakni KESETIAAN beliau terhadap SBY.

Kalau saya sarankan, sebelum anda mencari sekertaris, ada baiknya anda bikin prioritas kriteria yang anda cari, kalau saya:

1. SETIA (loyality).
2. RAJIN (determination).
3. TAHU MENGEKSEKUSI PERINTAH (adaptable).
4. BERANI MEMBANTAH & MENGKOREKSI ATASAN (directly honest).
5. PINTAR (smart).

Kenapa saya taruh pintar paling bawah?, karena punya karyawan pintar tapi tidak setia dan tidak bisa menterjemahkan perintah atasan sama dengan OMONG KOSONG. Tapi kita tentu tetap butuh karyawan yang smart khususnya dibagian teknis, karyawan yang rajin&smart khususnya dibagian marketing, dan karyawan yang loyal&keras khususnya dibagian finansial dan SDM.

Indikator bahwa anda telah memilih sekretaris yang tepat, adalah beban kerja anda terbukti bisa berkurang minimal 30%. Jika ternyata waktu luang anda tidak berkurang atau beban kerja malah justru bertambah, maka ada 2 kemungkinan. Pertama: anda salah pilih karyawan, atau Kedua: anda kurang memberikan kepercayaan kepada karyawan anda.


Kalau melihat dari spesifikasi kerjanya, kelihatannya sekretaris ini kerjaannya campur-aduk:
- membantu mengurus dokumentasi usaha:
- menemui customer (marketing & CS ?)
- menginput dokumen kerja (data entry ?)
- mengirim barang penting (kurir?)
Dari spesifikasi yang anda butuhkan sepertinya usaha anda adalah usaha Mikro atau Kecil dengan omzet dibawah 1 Milyar. Dan kategori sekretaris yang dicari lebih masuk penyebutannya dengan Personal Assistant.

Kembali kepertanyaan anda:
(1) Bagaimana caranya agar saya bisa memastikan tenaga sekretaris saya pasti patuh pada instruksi saya?

Terapkan fungsi reward & punishment yang keras, hal ini pasti akan membuat yang bersangkutan tunduk pada garis komando anda. Tapi harus diingat, anda tidak hanya harus berani memberi reward tapi juga harus berani memberi sanksi. Kebanyakan pengusaha UKM di Indonesia gagal dalam mengurus SDM-nya karena kurang pengetahuan memberi insentif, memberi hukuman, dan memberi perintah.

(2) Bagaimana saya bisa memastikan tenaga sekretaris saya akan menjaga dokumen rahasia perusahaan?

Bagus langkah anda sudah tepat, 1. PERLINDUNGAN HUKUM, bikin perjanjian kerja dan perjanjian NDA (Non Disclosure Agreement / Perjanjian Rahasia Perusahaan) terpisah dengan materai 2 lembar. Anda bisa memasukkan klausul spesifik seperti larangan karyawan yang bersangkutan untuk membuka usaha sejenis atau bekerja diperusahaan saingan kalau dia berhenti dari perusahaan anda, bila dilanggar ada denda materiil yang bisa dieksekusi. Ini ada format bakunya, bisa dibeli di kantor pengacara kepercayaan anda.

2. PERLINDUNGAN JAMINAN
Ini sistem insentif terselubung untuk menstimulasi kesetiaan dan kinerja karyawan anda. Maksudnya jaminan disini adalah, anda bisa memberikan fasilitas kendaraan bermotor (perumahan atau lainnya) kepada karyawan anda, yang mana karyawan tersebut hanya cukup membayar uang mukanya saja, sementara uang angsuran per-bulannya anda yang bayar. Katakan 5 atau 10 tahun. BPKB dan STNK tetap anda pegang (Kalau rumah maka sertifikat atas nama perusahaan).Yang berlaku selama karyawan anda bekerja ditempat anda dan memiliki performa yang bagus. Bila tidak, maka kendaraan ditarik oleh perusahaan. Bila perform, maka setelah masa angsuran berakhir, kendaraan menjadi milik karyawan, dan dibalik nama, GRATIS!

Sistem Jaminan ini bisa mengunci karyawan untuk ogah pindah kerja keperusahaan saingan ataupun bermain curang dengan perusahaan. Karena tidak ada orang yang mau "ASETNYA" dirampas. Sistem Jaminan ini bisa digandakan efeknya kalau anda juga menerapkan Sistem Rantai Ganda.

(3) Bagaimana saya bisa memastikan tenaga sekretaris saya pasti menjaga nama baik perusahaan?

Selain menggunakan Sistem Jaminan diatas, anda juga bisa menggunakan Sistem EDC. Seperti ada pepatah berkata, tak kenal maka tak sayang. Semakin seseorang terlibat didalam suatu organisasi , maka seiring waktu akan semakin bertumbuh rasa memiliki dan melindungi organisasi tersebut ( Sistem EDC (Esprit de Corps). Di Indonesia dan dunia organisasi yang paling efektif menerapkan sistem EDC adalah Kepolisian, Militer, perusahaan tambang dan perusahaan teknologi tingkat tinggi. Makanya bila ada satu polisi dipukul, maka satu batalyon akan kompak membalas. Begitupun diteknologi, suka ada sebutan orang Intel, orang IBM, orang Microsoft, yang menandakan mereka telah menjadikan istitusi mereka sebagai kepribadian mereka!

Bagaimana perusahan UKM bisa ikut memanfaatkan Sistem EDC? anda bisa memulai dengan menerapkan R&P yang keras, dan sediakan waktu untuk karyawan datang menikmati kebersamaan rumah anda dan keluarga anda (open house) ditiap hari besar nasional atau acara tertentu, tidak usah terlalu ribet, bisa dengan makan siang bersama, atau merayakan hari ulang tahun anak karyawan anda di McDonald,.etc.. Rasa kebersamaan ini pasti membuat karyawan lebih menyayangi perusahaan anda.

Tapi satu hal yang pasti, ini Tidak boleh terlalu sering dilakukan karena bisa melunturkan kharisma anda sebagai atasan.

Sistem EDC bisa dilipatgandakan efeknya dengan Manajemen Transparansi, anda kalau ingin naik kelas menjadi perusahaan besar, anda harus melakukan transparansi manajemen. Maksudnya, karyawan disegala lini berhak dan harus tahu berapa pengeluaran perusahaan bulan ini, berapa omzet perusahaan dan keuntungan tahun ini, berapa turn over pegawai, dll.
Banyak perusahaan UKM takut melakukan hal ini karena takut rahasia perusahaan bocor, karyawan minta naik gaji, dll. Padahal tidak begitu, banyak karyawan yang rela gajinya dipotong begitu tahu perusahaan mereka sedang dalam kondisi kritis,. karyawan juga rasional dan bisa membuat perhitungan berapa gaji mereka yang pantas kalau dibandingkan karyawan lain diperusahaan sejenis.

Buruh banyak demonstrasi dijalan itu buruh yang perusahaannya gagal melakukan sistem EDC dan tidak transparan dalam pengelolaannya. Sehingga buruh merasa dicurangi, diperbudak dan dikhianati. Kalau anda buka gamblang neraca anda, buruh pasti akan menerima apapun argumentasi anda karena anda telah memberikan kepercayaan kepada buruh untuk melihat isi daging perusahaan anda.

Terakhir, sistem EDC tidak ada artinya kalau anda tidak punya jenjang karir yang jelas diperusahaan anda. Lalu bagaimana kalau usaha anda untuk saat ini belum bisa memberi kepastian berkarir kepada karyawan? maka anda bisa terapkan sistem bonus berbasis peforma, tapi harus diingat ini hanya efektif dalam jangka waktu 3 tahun. Lebih dari itu tidak akan ada efeknya lagi. Anda harus cepat-cepat ekspansi.

Salam sukses ya.


Quote:Original Posted By ekadp
Untuk meningkatka usaha, saya berencana menambah 1 tenaga karyawan di posisi sekretaris, untuk membantu mengurus dokumentasi usaha, menemui customer, menginput dokumen kerja, dan mengirim barang-barang penting.

Pertanyaannya:

(1) Bagaimana caranya agar saya bisa memastikan tenaga sekretaris saya pasti patuh pada instruksi saya?

(2) Bagaimana saya bisa memastikan tenaga sekretaris saya akan menjaga dokumen rahasia perusahaan?

(3) Bagaimana saya bisa memastikan tenaga sekretaris saya pasti menjaga nama baik perusahaan?

Thanks...


Sepertinya agan bennix mengerti betul permasalahan yang saya hadapi



Betul banget kata agan, sekretaris / personal assistant ini beda banget dengan karyawan-karyawan biasa yg ada. materi trainingnya saja sudah beda banget. krn sekretaris pasti tahu rahasia perusahaan barang sedikit banyak...

Jadi teknis "pengunciannya" agar pasti loyal dan patuh pun, beda dengan karyawan lainnya....

Quote:Original Posted By bennix
Pertama-tama izinkan saya memberi selamat kepada rekan ekadp, kalau anda ingin menghire sekretaris, itu artinya anda ingin menambah jumlah karyawan anda, kalau anda ingin menambah jumlah karyawan anda, artinya usaha anda berkembang! Sekali lagi selamat!!


Mencari sekretaris itu sama seperti memilih tangan kanan sendiri..,semua rahasia dagang perusahaan pasti terungkap disini, tidak hanya finansial tapi juga sampai rahasia manajemen operasional dan bahkan rahasia keluarga terungkap disini. Kalau ditataran yang lebih besar, alan SBY memilih Sudi Silalahi menjadi sekertarisnya selain keahlian manajemen beliau, tapi juga jejak historis kebersamaan mereka berdua ditentara dahulu dan yang terutama, yakni KESETIAAN beliau terhadap SBY.

Kalau saya sarankan, sebelum anda mencari sekertaris, ada baiknya anda bikin prioritas kriteria yang anda cari, kalau saya:

1. SETIA (loyality).
2. RAJIN (determination).
3. TAHU MENGEKSEKUSI PERINTAH (adaptable).
4. BERANI MEMBANTAH & MENGKOREKSI ATASAN (directly honest).
5. PINTAR (smart).

Kenapa saya taruh pintar paling bawah?, karena punya karyawan pintar tapi tidak setia dan tidak bisa menterjemahkan perintah atasan sama dengan OMONG KOSONG. Tapi kita tentu tetap butuh karyawan yang smart khususnya dibagian teknis, karyawan yang rajin&smart khususnya dibagian marketing, dan karyawan yang loyal&keras khususnya dibagian finansial dan SDM.

Indikator bahwa anda telah memilih sekretaris yang tepat, adalah beban kerja anda terbukti bisa berkurang minimal 30%. Jika ternyata waktu luang anda tidak berkurang atau beban kerja malah justru bertambah, maka ada 2 kemungkinan. Pertama: anda salah pilih karyawan, atau Kedua: anda kurang memberikan kepercayaan kepada karyawan anda.


Kalau melihat dari spesifikasi kerjanya, kelihatannya sekretaris ini kerjaannya campur-aduk:
- membantu mengurus dokumentasi usaha:
- menemui customer (marketing & CS ?)
- menginput dokumen kerja (data entry ?)
- mengirim barang penting (kurir?)
Dari spesifikasi yang anda butuhkan sepertinya usaha anda adalah usaha Mikro atau Kecil dengan omzet dibawah 1 Milyar. Dan kategori sekretaris yang dicari lebih masuk penyebutannya dengan Personal Assistant.

Kembali kepertanyaan anda:
(1) Bagaimana caranya agar saya bisa memastikan tenaga sekretaris saya pasti patuh pada instruksi saya?

Terapkan fungsi reward & punishment yang keras, hal ini pasti akan membuat yang bersangkutan tunduk pada garis komando anda. Tapi harus diingat, anda tidak hanya harus berani memberi reward tapi juga harus berani memberi sanksi. Kebanyakan pengusaha UKM di Indonesia gagal dalam mengurus SDM-nya karena kurang pengetahuan memberi insentif, memberi hukuman, dan memberi perintah.


hukuman yg saya terapkan biasanya berupa teguran, pemotongan gaji dan bonus, sedangkan reward biasanya berupa pujian dan bonus.

tetapi dari pengalaman nyata, itu saja tidak cukup, karena kadang karyawan tetap membangkang, padahal kita sudah mencoba menyeimbangkan segalanya. karena itu perlu suatu faktor "ancaman" agar karyawan tidak berani membangkang pada atasan.

Quote:Original Posted By bennix

(2) Bagaimana saya bisa memastikan tenaga sekretaris saya akan menjaga dokumen rahasia perusahaan?

Bagus langkah anda sudah tepat, 1. PERLINDUNGAN HUKUM, bikin perjanjian kerja dan perjanjian NDA (Non Disclosure Agreement / Perjanjian Rahasia Perusahaan) terpisah dengan materai 2 lembar. Anda bisa memasukkan klausul spesifik seperti larangan karyawan yang bersangkutan untuk membuka usaha sejenis atau bekerja diperusahaan saingan kalau dia berhenti dari perusahaan anda, bila dilanggar ada denda materiil yang bisa dieksekusi. Ini ada format bakunya, bisa dibeli di kantor pengacara kepercayaan anda.


senada dengan rekan-rekan lain di atas, nda disini sudah diterapkan, bahkan mencapai lebih dari 11 halaman A4

Quote:Original Posted By bennix

2. PERLINDUNGAN JAMINAN
Ini sistem insentif terselubung untuk menstimulasi kesetiaan dan kinerja karyawan anda. Maksudnya jaminan disini adalah, anda bisa memberikan fasilitas kendaraan bermotor (perumahan atau lainnya) kepada karyawan anda, yang mana karyawan tersebut hanya cukup membayar uang mukanya saja, sementara uang angsuran per-bulannya anda yang bayar. Katakan 5 atau 10 tahun. BPKB dan STNK tetap anda pegang (Kalau rumah maka sertifikat atas nama perusahaan).Yang berlaku selama karyawan anda bekerja ditempat anda dan memiliki performa yang bagus. Bila tidak, maka kendaraan ditarik oleh perusahaan. Bila perform, maka setelah masa angsuran berakhir, kendaraan menjadi milik karyawan, dan dibalik nama, GRATIS!

Sistem Jaminan ini bisa mengunci karyawan untuk ogah pindah kerja keperusahaan saingan ataupun bermain curang dengan perusahaan. Karena tidak ada orang yang mau "ASETNYA" dirampas. Sistem Jaminan ini bisa digandakan efeknya kalau anda juga menerapkan Sistem Rantai Ganda.


ini ide yg sungguh bagus sekali, toast buat gan bennix

problemnya, biayanya akan membengkak. karena di satu sisi, sekretaris harus digaji layak (lebih dr karyawan biasa), dan mendapat bonus per kinerja. kalau masih harus memberikan kredit motor / mobil buat dia, maka berat buat omset saya, karena jadi makin menipis banget

dan periodenya kelamaan, sebab karyawan belum tentu loyal kepada saya selama 5 - 10 tahun itu. sistem usaha di tempat saya, karyawan diberi percobaan kerja beberapa bulan, kl cocok diangkat jd karyawan tetap.

dari rata-rata usaha, satu atau dua tahun sekali selalu ada saja karyawan yg minta mundur.

Quote:Original Posted By bennix

(3) Bagaimana saya bisa memastikan tenaga sekretaris saya pasti menjaga nama baik perusahaan?

Selain menggunakan Sistem Jaminan diatas, anda juga bisa menggunakan Sistem EDC. Seperti ada pepatah berkata, tak kenal maka tak sayang. Semakin seseorang terlibat didalam suatu organisasi , maka seiring waktu akan semakin bertumbuh rasa memiliki dan melindungi organisasi tersebut ( Sistem EDC (Esprit de Corps). Di Indonesia dan dunia organisasi yang paling efektif menerapkan sistem EDC adalah Kepolisian, Militer, perusahaan tambang dan perusahaan teknologi tingkat tinggi. Makanya bila ada satu polisi dipukul, maka satu batalyon akan kompak membalas. Begitupun diteknologi, suka ada sebutan orang Intel, orang IBM, orang Microsoft, yang menandakan mereka telah menjadikan istitusi mereka sebagai kepribadian mereka!

Bagaimana perusahan UKM bisa ikut memanfaatkan Sistem EDC? anda bisa memulai dengan menerapkan R&P yang keras, dan sediakan waktu untuk karyawan datang menikmati kebersamaan rumah anda dan keluarga anda (open house) ditiap hari besar nasional atau acara tertentu, tidak usah terlalu ribet, bisa dengan makan siang bersama, atau merayakan hari ulang tahun anak karyawan anda di McDonald,.etc.. Rasa kebersamaan ini pasti membuat karyawan lebih menyayangi perusahaan anda.

Tapi satu hal yang pasti, ini Tidak boleh terlalu sering dilakukan karena bisa melunturkan kharisma anda sebagai atasan.

Sistem EDC bisa dilipatgandakan efeknya dengan Manajemen Transparansi, anda kalau ingin naik kelas menjadi perusahaan besar, anda harus melakukan transparansi manajemen. Maksudnya, karyawan disegala lini berhak dan harus tahu berapa pengeluaran perusahaan bulan ini, berapa omzet perusahaan dan keuntungan tahun ini, berapa turn over pegawai, dll.
Banyak perusahaan UKM takut melakukan hal ini karena takut rahasia perusahaan bocor, karyawan minta naik gaji, dll. Padahal tidak begitu, banyak karyawan yang rela gajinya dipotong begitu tahu perusahaan mereka sedang dalam kondisi kritis,. karyawan juga rasional dan bisa membuat perhitungan berapa gaji mereka yang pantas kalau dibandingkan karyawan lain diperusahaan sejenis.

Buruh banyak demonstrasi dijalan itu buruh yang perusahaannya gagal melakukan sistem EDC dan tidak transparan dalam pengelolaannya. Sehingga buruh merasa dicurangi, diperbudak dan dikhianati. Kalau anda buka gamblang neraca anda, buruh pasti akan menerima apapun argumentasi anda karena anda telah memberikan kepercayaan kepada buruh untuk melihat isi daging perusahaan anda.

Terakhir, sistem EDC tidak ada artinya kalau anda tidak punya jenjang karir yang jelas diperusahaan anda. Lalu bagaimana kalau usaha anda untuk saat ini belum bisa memberi kepastian berkarir kepada karyawan? maka anda bisa terapkan sistem bonus berbasis peforma, tapi harus diingat ini hanya efektif dalam jangka waktu 3 tahun. Lebih dari itu tidak akan ada efeknya lagi. Anda harus cepat-cepat ekspansi.

Salam sukses ya.



bisakah sistem karir ini dijadikan suatu detterent factor, suatu faktor "ancaman" agar karyawan tidak berani membangkang kepada atasan?
Quote:Original Posted By ubirambat

wah bisnisan sama saudara engga disarankan gan
soalnya malah bisa seenaknya cmiiw


bener, pengalaman memang begitu. jangan dengan saudara dekat, sepupu, atau sahabat dekat.

Quote:Original Posted By ubirambat

kalau sran saya bener dengan kontrak kerja + 1 hal lagi
misalnya apa?kalau ane sih biasa tahan ijasah
dengan menahan ijasah dia akan pikir2 kalau mau aneh2
memang di awal engga enak tapi ini manjur banget


mekanisme menahan ijazah ini bagaimana ya? soalnya saya belum pernah menerapkannya, biasanya cuma pakai sistem reward n punishment aja...
Quote:Original Posted By Bhulbul

tapi kalo dari yang dimaksud itu supaya takut dan patuh dengan perintah kita. Ane pribadi ga suka (pribadi ane ya gan). Karena menurut ane, pegawe lebih seneng nurutin perintah dari boss yang disungkani dari pada ditakuti.


Dari pengalaman, karyawan memang harus ada rasa takut pada atasan... Memang gitu kok mekanismenya.

Cuma... rasa takut saja tidak cukup, diperlukan juga rasa bersahabat, rasa didengar, rasa dihargai.

Jadi boleh dibilang hubungan atasan-karyawan itu seimbang antara batas-batas yg ada. rasa takut itu adalah batas agar karyawan tidak ngelunjak. rasa dihargai adalah batas agar karyawan merasa dirinya dimanusiakan.

Rasa segan itu muncul dr perpaduan rasa takut dan rasa dihargai. Seperti air dingin dicampur air panas, menghasilkan air hangat yg match.
cari yang model begini aja puh

Spoiler for sekretaris ekadp:


point 2 + 3 gak bisa bantu ..

kl point 1 cuma sharing pengalaman waktu jadi karyawan
Atasan yang bisa berbaur , friendly tetapi juga tegas pasti di segani bukan ditakuti ..

Kl puh bisa tunjukin sesuatu yang layak di hormatin , sekretaris ente juga pasti akan respect full sama ente

Kata presdir Adidas , respect itu dikasih bukan diminta
Quote:Original Posted By KickboxKing
cari yang model begini aja puh

Spoiler for sekretaris ekadp:


point 2 + 3 gak bisa bantu ..

kl point 1 cuma sharing pengalaman waktu jadi karyawan
Atasan yang bisa berbaur , friendly tetapi juga tegas pasti di segani bukan ditakuti ..

Kl puh bisa tunjukin sesuatu yang layak di hormatin , sekretaris ente juga pasti akan respect full sama ente

Kata presdir Adidas , respect itu dikasih bukan diminta


Enggak Lin, dari pengalaman, respect itu gabungan takut dan hormat... itu udah spt suami istri...

Yg gw inginkan, itu model "pengunci" spt kata agan bennix diatas, karyawan diangsurkan kredit motor dengan kita yg megang surat2nya. kl karyawan macem2, yah motor batal jadi miliknya. kl karyawan baek sifatnya, motor akan jadi miliknya kelak. jadi mereka ada rasa "takut"berbuat macem2.
up up up

up up up

Thumbs up 

1. Itu punishmentnya yang diberikan tidak cukup memberikan efek jera dan rasa segan untuk mengulangi perbuatan yang sama. Contoh punishment yang tepat itu gaji tidak dibayar 3 bulan, pangkat diturunkan, dsb. Tidak berani? Tenang saja, banyak perusahaan yang gagal naik level juga sama takutnya.
Nanti karyawan makan apa? mereka kalau diformat saya punya uang makan disamping gaji, begini struktur kunci saya:

Gaji = Rp.2.5juta.
Tunjangan makan+transport: Rp.20.000/hari = Rp.400.000/bulan
Tunjangan asuransi = Rp.45.000/bulan
Tunjangan fasilitas = Rp.478.000/bulan (angsuran motor 3 tahun)

Total investasi ditanamkan kepada karyawan per bulan: Rp.3.423jt
Gaji itu rantainya, Tunjangan itu kuncinya.
Ketika gaji distop, maka karyawan dianggarkan untuk tetap bisa berproduksi dalam keterbatasan dengan tunjangan yang ada. Biayanya terlalu besar? tidak juga, ada komponen yang secara faktual anda pegang. Karena sebetulnya uang tunjangan yang nyata dipegang karyawan itu hanya 400rb/bulan, itupun dibayarkan per hari, bukan sekali pukul per bulan. Sisanya sesungguhnya anda yang tentukan siapa yang pegang, asuransi bisa diputar sendiri, tunjangan motor juga sebetulnya bisa jadi pendapatan anda (bayangkan anda ambilnya cash, tapi karyawan angsur ke anda, jatuhnya sebetulnya anda bisa untung) Jadi sebetulnya biaya faktual yang anda keluarkan untuk karyawan bukan 3.423jt/bulan, tapi dibawah itu, kurang lebih sekitar 2.9jt/bulan.

Kalaupun anda total hanya sanggup membayar gaji misalkan sebatas UMR, sistem kunci tetap bisa dipakai tinggal hitung komponen kunci yang mau diambil, katakanlah tunjangan makan, tunjangan umroh atau tunjangan asuransi yang dikurangi dari pokok gaji. Yang jelas kuncian ini untuk perusahaan UKM harus berada tidak lebih dari 50% komponen rantai utama (gaji)

Anda takut karyawan melanggar? Bagus, artinya anda bisa menghemat lebih dari Rp.10jt dalam 3 bulan, bisa digunakan untuk mengsubsidi karyawan lain atau diinvestasikan dalam usaha lagi. Ini namanya sistem rantai,

Anda takut karyawan kabur? Tidak akan, mereka tidak mungkin mau meninggalkan motor jupiter merah mereka yang akan jadi milik mereka GRATIS 3 tahun lagi, cuma modal rajin masuk kantor dengerin perintah atasan eh dapat motor... Ini namanya sudah dikunci.

Ada yang namanya sistem rantai ganda, tapi sebelum masuk kesana anda bisa coba terapkan strategi kunci ikat kepompong. Jadi ini biasanya saya terapkan untuk pekerja sektor informal dimana lalu lintas keluar-masuk pegawainya tinggi (contohnya sektor perkebunan, developer property, dsb.)

Disini selain gaji pokok, karyawan terima tunjangan yang disetorkan kepada orang-tua dirumah atau kepada istrinya dikampung. Dengan sistem ini, begitu karyawan anda neko-neko, anda bisa STOP tunjangan kepompong (pasti bikin shock satu kampung ini) lalu komplain kepada kepompongnya, dan mereka nanti yang akan menekan karyawan anda untuk kembali bekerja / minta maaf / jujur. Disini kunciannya adalah rasa malu terhadap kerabat. Disisi lain anda bisa memberikan rasa bangga terhadap karyawan, karena dia merasa bisa mengabdi kepada orang tua (padahal anda yang transfer). Strategi ikat kepompong ini, bisa dilipat gandakan efeknya dengan strategi rekrutmen by reference, ini rasa malunya akan lebih dahsyat lagi, selain bisa memberikan filter awal dalam proses rekrutmen pegawai.



.Quote:Original Posted By ekadp


problemnya, biayanya akan membengkak. karena di satu sisi, sekretaris harus digaji layak (lebih dr karyawan biasa), dan mendapat bonus per kinerja. kalau masih harus memberikan kredit motor / mobil buat dia, maka berat buat omset saya, karena jadi makin menipis banget

dan periodenya kelamaan, sebab karyawan belum tentu loyal kepada saya selama 5 - 10 tahun itu. sistem usaha di tempat saya, karyawan diberi percobaan kerja beberapa bulan, kl cocok diangkat jd karyawan tetap.

dari rata-rata usaha, satu atau dua tahun sekali selalu ada saja karyawan yg minta mundur.



bisakah sistem karir ini dijadikan suatu detterent factor, suatu faktor "ancaman" agar karyawan tidak berani membangkang kepada atasan?


Memberi kredit fasilitas (motor/sepeda/pendidikan anak/listrik/rumah) tidak selalu menjadi ekonomi biaya tinggi lho gan. Begini strategi komparatifnya:

1. Dengan menghire satu sekretaris handal, maka artinya bisa memberi waktu luang anda sampai 30% per-harinya (katakan 3 jam efektif per hari). 3 x 5 hari kerja x 4 minggu = 60 Jam/bulan!! Bayangkan apa yang bisa anda lakukan dalam waktu sebanyak itu?, anda bisa menggunakannya untuk memproduksi uang lain atau melakukan kegiatan produktif lainnya? Apakah 60 jam/bulan pantas dibandingkan dengan angsuran Motor Jupiter Z 500rb/bulan?? SANGAT TIDAK PANTAS!! Ditangan pengacara handal yang bayarannya $200 per jam, maka 60 jam ini SANGAT BERNILAI. Lalu bagaimana nilai 60 jam ditangan anda? silahkan hitung sendiri.

2. Biaya masa tunggu, masa pelatihan , masa adaptasi karyawan baru itu sangat mahal sebetulnya gan. Jauh lebih baik mempertahankan karyawan setia dengan insentif lumayan, dibanding tiap tahun atau bahkan tiap semester harus merekrut karyawan baru dan melakukan training ulang yang pastinya MENGURANGI PRODUKTIVITAS!!. Makanya ada juragan toko kelontong yang tokonya gitu-gitu aja sampai bertahun-tahun,..tapi ada toko kelontong yang cepat melaju fantastis bahkan sampai buka cabang dimana-mana, Kenapa? kuncinya di penghargaan manusia, karyawan handal yang veteran akan lebih mudah menularkan produktivitas mereka kepada karyawan lain. Berkurangnya produktivitas berarti berkurangnya penghasilan anda..dan menghambat ekspansi dan perkembangan bisnis anda. Sekarang anda harus memilih, pengeluaran bertambah tapi bisnis berkembang, atau pengeluaran sedikit tapi penghasilan juga mengecil bisnis gitu-gitu aja??

3. Rata-rata usaha ada satu dua pegawai yang minta mundur dari berapa total jumlah pegawai anda? saya yakin dibawah 16 orang. Itu artinya manajemen personalia anda = GAGAL!!. Lihat dimana yang salah, bicarakan dengan karyawan dari hati ke hati, lalu perbaiki kesalahan manajemen. Tidak apa masih belum terlambat, setidaknya anda sudah tahu bahwa ada kesalahan dalam manajemen.,ayo teruskan perbaikan. 2015 sudah didepan mata. Titik acuan usaha UKM yang berhasil dalam manajemen personalia adalah turnover pegawainya dibawah 5% per tahun. Jadi artinya, baru dianggap perusahaan anda sehat kalau jumlah karyawannya minimal 20, dan yang keluar pertahunnya tidak lebih dari 1 orang.

Sistem karir selalu menjadi deterrent factor, bahkan kadang-kadang terlalu kuat efeknya bisa membuat karyawan takut hamil, takut menikah, takut ambil cuti, dsb.

Salam sukses.
Gan bennix pintar soal mengelola karyawan :

Pernah jadi konsultan ya gan?

ijin bookmark gan, jawabannya bagus2
Quote:Original Posted By bennix
1. Itu punishmentnya yang diberikan tidak cukup memberikan efek jera dan rasa segan untuk mengulangi perbuatan yang sama. Contoh punishment yang tepat itu gaji tidak dibayar 3 bulan, pangkat diturunkan, dsb. Tidak berani? Tenang saja, banyak perusahaan yang gagal naik level juga sama takutnya.
Nanti karyawan makan apa? mereka kalau diformat saya punya uang makan disamping gaji, begini struktur kunci saya:

Gaji = Rp.2.5juta.
Tunjangan makan+transport: Rp.20.000/hari = Rp.400.000/bulan
Tunjangan asuransi = Rp.45.000/bulan
Tunjangan fasilitas = Rp.478.000/bulan (angsuran motor 3 tahun)

Total investasi ditanamkan kepada karyawan per bulan: Rp.3.423jt
Gaji itu rantainya, Tunjangan itu kuncinya.
Ketika gaji distop, maka karyawan dianggarkan untuk tetap bisa berproduksi dalam keterbatasan dengan tunjangan yang ada. Biayanya terlalu besar? tidak juga, ada komponen yang secara faktual anda pegang. Karena sebetulnya uang tunjangan yang nyata dipegang karyawan itu hanya 400rb/bulan, itupun dibayarkan per hari, bukan sekali pukul per bulan. Sisanya sesungguhnya anda yang tentukan siapa yang pegang, asuransi bisa diputar sendiri, tunjangan motor juga sebetulnya bisa jadi pendapatan anda (bayangkan anda ambilnya cash, tapi karyawan angsur ke anda, jatuhnya sebetulnya anda bisa untung) Jadi sebetulnya biaya faktual yang anda keluarkan untuk karyawan bukan 3.423jt/bulan, tapi dibawah itu, kurang lebih sekitar 2.9jt/bulan.

Kalaupun anda total hanya sanggup membayar gaji misalkan sebatas UMR, sistem kunci tetap bisa dipakai tinggal hitung komponen kunci yang mau diambil, katakanlah tunjangan makan, tunjangan umroh atau tunjangan asuransi yang dikurangi dari pokok gaji. Yang jelas kuncian ini untuk perusahaan UKM harus berada tidak lebih dari 50% komponen rantai utama (gaji)

Anda takut karyawan melanggar? Bagus, artinya anda bisa menghemat lebih dari Rp.10jt dalam 3 bulan, bisa digunakan untuk mengsubsidi karyawan lain atau diinvestasikan dalam usaha lagi. Ini namanya sistem rantai,

Anda takut karyawan kabur? Tidak akan, mereka tidak mungkin mau meninggalkan motor jupiter merah mereka yang akan jadi milik mereka GRATIS 3 tahun lagi, cuma modal rajin masuk kantor dengerin perintah atasan eh dapat motor... Ini namanya sudah dikunci.

Ada yang namanya sistem rantai ganda, tapi sebelum masuk kesana anda bisa coba terapkan strategi kunci ikat kepompong. Jadi ini biasanya saya terapkan untuk pekerja sektor informal dimana lalu lintas keluar-masuk pegawainya tinggi (contohnya sektor perkebunan, developer property, dsb.)

Disini selain gaji pokok, karyawan terima tunjangan yang disetorkan kepada orang-tua dirumah atau kepada istrinya dikampung. Dengan sistem ini, begitu karyawan anda neko-neko, anda bisa STOP tunjangan kepompong (pasti bikin shock satu kampung ini) lalu komplain kepada kepompongnya, dan mereka nanti yang akan menekan karyawan anda untuk kembali bekerja / minta maaf / jujur. Disini kunciannya adalah rasa malu terhadap kerabat. Disisi lain anda bisa memberikan rasa bangga terhadap karyawan, karena dia merasa bisa mengabdi kepada orang tua (padahal anda yang transfer). Strategi ikat kepompong ini, bisa dilipat gandakan efeknya dengan strategi rekrutmen by reference, ini rasa malunya akan lebih dahsyat lagi, selain bisa memberikan filter awal dalam proses rekrutmen pegawai.



.

Memberi kredit fasilitas (motor/sepeda/pendidikan anak/listrik/rumah) tidak selalu menjadi ekonomi biaya tinggi lho gan. Begini strategi komparatifnya:

1. Dengan menghire satu sekretaris handal, maka artinya bisa memberi waktu luang anda sampai 30% per-harinya (katakan 3 jam efektif per hari). 3 x 5 hari kerja x 4 minggu = 60 Jam/bulan!! Bayangkan apa yang bisa anda lakukan dalam waktu sebanyak itu?, anda bisa menggunakannya untuk memproduksi uang lain atau melakukan kegiatan produktif lainnya? Apakah 60 jam/bulan pantas dibandingkan dengan angsuran Motor Jupiter Z 500rb/bulan?? SANGAT TIDAK PANTAS!! Ditangan pengacara handal yang bayarannya $200 per jam, maka 60 jam ini SANGAT BERNILAI. Lalu bagaimana nilai 60 jam ditangan anda? silahkan hitung sendiri.

2. Biaya masa tunggu, masa pelatihan , masa adaptasi karyawan baru itu sangat mahal sebetulnya gan. Jauh lebih baik mempertahankan karyawan setia dengan insentif lumayan, dibanding tiap tahun atau bahkan tiap semester harus merekrut karyawan baru dan melakukan training ulang yang pastinya MENGURANGI PRODUKTIVITAS!!. Makanya ada juragan toko kelontong yang tokonya gitu-gitu aja sampai bertahun-tahun,..tapi ada toko kelontong yang cepat melaju fantastis bahkan sampai buka cabang dimana-mana, Kenapa? kuncinya di penghargaan manusia, karyawan handal yang veteran akan lebih mudah menularkan produktivitas mereka kepada karyawan lain. Berkurangnya produktivitas berarti berkurangnya penghasilan anda..dan menghambat ekspansi dan perkembangan bisnis anda. Sekarang anda harus memilih, pengeluaran bertambah tapi bisnis berkembang, atau pengeluaran sedikit tapi penghasilan juga mengecil bisnis gitu-gitu aja??

3. Rata-rata usaha ada satu dua pegawai yang minta mundur dari berapa total jumlah pegawai anda? saya yakin dibawah 16 orang. Itu artinya manajemen personalia anda = GAGAL!!. Lihat dimana yang salah, bicarakan dengan karyawan dari hati ke hati, lalu perbaiki kesalahan manajemen. Tidak apa masih belum terlambat, setidaknya anda sudah tahu bahwa ada kesalahan dalam manajemen.,ayo teruskan perbaikan. 2015 sudah didepan mata. Titik acuan usaha UKM yang berhasil dalam manajemen personalia adalah turnover pegawainya dibawah 5% per tahun. Jadi artinya, baru dianggap perusahaan anda sehat kalau jumlah karyawannya minimal 20, dan yang keluar pertahunnya tidak lebih dari 1 orang.

Sistem karir selalu menjadi deterrent factor, bahkan kadang-kadang terlalu kuat efeknya bisa membuat karyawan takut hamil, takut menikah, takut ambil cuti, dsb.

Salam sukses.


Ini jawaban bener2 dah.
Udah gw baca 2x masih ga ngerti gw
×