KASKUS

Quote:Original Posted By Ekspresi2nd

malah mungkin korlapnya berada diantara para "akhwat" dengan syahwatnya

lah kemarin kan dah keluar faktanya di media, bahwa pejabat PKS, harus nyetor 1/3 gaji ke Partai, tidak menutup kemungkinan ada jual beli kursi juga

topik lain mana nih, kebawa suasana bisa2 cuma jadi gunjing2an doang


Susahnya adalah, oang sadar politik pun kebawa ngegunjingin PKS karena iri bahwa PKS satu2nya partai yang bawa ideologi Politisi-politisi yang bawa ideologi macam Budiman Sudjatmiko (leftist) atau Ulil Abshar Abdalla (Liberal) bukan penentu kebijakan partai.

==================

Btw sekedar tambahan mengenai PKS & NII. Mungkin agan digim menyebut orang2 PKS di daerahnya pro dengan Karto Suwiryo. Bisa dibilang ini adalah kondisi unik. Di akhir 70an muncul bibit-bibit islamis yang dekat dengan mantan petinggi-petinggi Darul Islam, mereka juga berasal dari lingkungan dakwah kampus. Muncul gerakan yang kini kita sebut "usrah". Meski skema usrah ini dapat ditemui juga dalam jama'ah tarbiyah yang menjelma menjadi PKS saat ini namun terdapat perbedaan dalam keduanya. Rekan-rekan mungkin mengenal kata "bai'at", sepengetahuan saya dalam jama'ah tarbiyah tidak ditemui bai'at ini. Malah saya sendiri pernah membaca cerita dari redaksi Annida (yes, that girls mags) tentang "trauma disuruh bai'at." Salah satu yang perlu diperhatikan juga adalah klaim NII sebagai penerus Karto Suwiryo cukup menjauhkan NII dari beberapa kalangan tua PKS yang berasal dari kalangan tradisional yang orangtuanya pernah diperangi DI/TII.

Nah soal Hilmi Aminudin & bapaknya yang dulunya panglima DI/TII saya ndak tahu jugak yagh
Quote:Original Posted By febjoki


omek = organisasi mahasiswa ekstra kampus
sebuah organisasi yg dibacking-in sama Parpol yg tujuannya adalah politik kampus
biasanya setelah lulus akan jadi kader dari parpol tsb

dan denger2 PKS ini ada omek bernama K****I (maaf disensor kurang etis bila langsung disebut dimari)
dan kebetulan juga omek ini adalah pengurus di universitasku udah 10 tahunan (UB)
--
ternyata udah dijelaskan TS bahwa LDK membentuk KAMMI sebagai omeknya


ngapain pake disensor segala gan. Gini nih, kebetulan ane juga aktivis kampus sampe belum lulus gini udah 10 semester. Ini parpol berawal emang dari kegiatan dakwah kampus yang bentuknya bermacam-macam dan terkumpul pada omek KAMMI (kesatuan aksi mahasiswa muslim indonesia). Untuk KAMMI sendiri, ini omek yang berdiri sebagai wadah (ada yang bilang ini tandingan beberapa omek lainnya) untuk memperjuangkan nilai-nilai islam dalam masyarakat, berbeda dengan omek lainnya seperti HMI / GMNI / GMKI / dll
nah seperti omek yang disebutkan diatas, setiap omek berkelanjutan menjadi parpol dan parpol nya yang ikut mendukung dan membina omek tersebut, namun dapat disebutkan tidak semua omek menjadi parpol, karena ada parpol yang justru membuat omek sebagai perpanjangtanganan dari parpol untuk mahasiswa di kampus.
ambil contoh HMI, ini omek kenyataannya lebih dulu ada sebelum berdirinya banyak parpol sekarang, tapi karena apa mereka ada? karena dahulu pada jaman orde lama, kekuatan politik indonesia mengacu kepada nasionalisme-sosialime sehingga parpol yang berhaluan islam seperti masyumi membuat basis masa dengan mendirikan omek HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) ini yang dikemudian hari justru masyumi nya pecah dan tenggelam, akan tetapi omeknya ini justru terus berjalan yang malah omek HMI ini banyak menghasilkan orang-orangnya yang masuk/mendirikan partai yang bisa disebutkan seperti Golkar, PAN, DEMOKRAT, PBB, dll
sedangkan melihat situasi seperti tersebut, partai berhaluan nasionalis-sosialis pun turut mendirikan sebuah omek yang bertujuan sebagai basis masa juga di mahasiswa, namun pada saat orde lama komunis pun juga termasuk turut andil dalam mendirikan omek ini yaitu GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) yang mengakibatkan omek ini sempat mendapat perhatian khusus pada masa orde baru.
dan back to topic, orang-orang yang berhaluan islam tetapi benar-benar untuk mendirikan syariat islam pun banyak yang keluar dari HMI, dan justru mendirikan sebuah organisasi yang bertujuan menerapkan hal tersebut yang kini bisa diketahui bernama KAMMI. mungkin kalo agan berada di jawa barat sudah gak asing lagi dengan KAMMI karena basis masa omek ini paling besar di jabar, sejalan dengan basis masa inangnya yaitu PKS.
mungkin itu dulu kali yang bisa diomongin, kalo ada salah kata dan informasi mohon dibenarkan karena ini juga ane dapet info dari sumber primer dan perbincangan di kala forum terhadap omek-omek diatas..
Quote:Original Posted By gerbera4


Susahnya adalah, oang sadar politik pun kebawa ngegunjingin PKS karena iri bahwa PKS satu2nya partai yang bawa ideologi Politisi-politisi yang bawa ideologi macam Budiman Sudjatmiko (leftist) atau Ulil Abshar Abdalla (Liberal) bukan penentu kebijakan partai.

==================

Btw sekedar tambahan mengenai PKS & NII. Mungkin agan digim menyebut orang2 PKS di daerahnya pro dengan Karto Suwiryo. Bisa dibilang ini adalah kondisi unik. Di akhir 70an muncul bibit-bibit islamis yang dekat dengan mantan petinggi-petinggi Darul Islam, mereka juga berasal dari lingkungan dakwah kampus. Muncul gerakan yang kini kita sebut "usrah". Meski skema usrah ini dapat ditemui juga dalam jama'ah tarbiyah yang menjelma menjadi PKS saat ini namun terdapat perbedaan dalam keduanya. Rekan-rekan mungkin mengenal kata "bai'at", sepengetahuan saya dalam jama'ah tarbiyah tidak ditemui bai'at ini. Malah saya sendiri pernah membaca cerita dari redaksi Annida (yes, that girls mags) tentang "trauma disuruh bai'at." Salah satu yang perlu diperhatikan juga adalah klaim NII sebagai penerus Karto Suwiryo cukup menjauhkan beberapa kalangan tua PKS dari kalangan tradisional yang orangtuanya pernah diperangi DI/TII.

Nah soal Hilmi Aminudin & bapaknya yang dulunya panglima DI/TII saya ndak tahu jugak yagh


memang benar begitu
parpol di indonesia,hampir tanpa ideologi semua
---
Masalah Bai'at, baca novel "tuhan,izinkan aku jadi pelacur", dipertengahan pertama novel itu cukup menggambarkan bagaimana sistem kaderisasinya

Quote:Original Posted By evil_bop


ngapain pake disensor segala gan. Gini nih, kebetulan ane juga aktivis kampus sampe belum lulus gini udah 10 semester. Ini parpol berawal emang dari kegiatan dakwah kampus yang bentuknya bermacam-macam dan terkumpul pada omek KAMMI (kesatuan aksi mahasiswa muslim indonesia). Untuk KAMMI sendiri, ini omek yang berdiri sebagai wadah (ada yang bilang ini tandingan beberapa omek lainnya) untuk memperjuangkan nilai-nilai islam dalam masyarakat, berbeda dengan omek lainnya seperti HMI / GMNI / GMKI / dll
nah seperti omek yang disebutkan diatas, setiap omek berkelanjutan menjadi parpol dan parpol nya yang ikut mendukung dan membina omek tersebut, namun dapat disebutkan tidak semua omek menjadi parpol, karena ada parpol yang justru membuat omek sebagai perpanjangtanganan dari parpol untuk mahasiswa di kampus.
ambil contoh HMI, ini omek kenyataannya lebih dulu ada sebelum berdirinya banyak parpol sekarang, tapi karena apa mereka ada? karena dahulu pada jaman orde lama, kekuatan politik indonesia mengacu kepada nasionalisme-sosialime sehingga parpol yang berhaluan islam seperti masyumi membuat basis masa dengan mendirikan omek HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) ini yang dikemudian hari justru masyumi nya pecah dan tenggelam, akan tetapi omeknya ini justru terus berjalan yang malah omek HMI ini banyak menghasilkan orang-orangnya yang masuk/mendirikan partai yang bisa disebutkan seperti Golkar, PAN, DEMOKRAT, PBB, dll
sedangkan melihat situasi seperti tersebut, partai berhaluan nasionalis-sosialis pun turut mendirikan sebuah omek yang bertujuan sebagai basis masa juga di mahasiswa, namun pada saat orde lama komunis pun juga termasuk turut andil dalam mendirikan omek ini yaitu GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) yang mengakibatkan omek ini sempat mendapat perhatian khusus pada masa orde baru.
dan back to topic, orang-orang yang berhaluan islam tetapi benar-benar untuk mendirikan syariat islam pun banyak yang keluar dari HMI, dan justru mendirikan sebuah organisasi yang bertujuan menerapkan hal tersebut yang kini bisa diketahui bernama KAMMI. mungkin kalo agan berada di jawa barat sudah gak asing lagi dengan KAMMI karena basis masa omek ini paling besar di jabar, sejalan dengan basis masa inangnya yaitu PKS.
mungkin itu dulu kali yang bisa diomongin, kalo ada salah kata dan informasi mohon dibenarkan karena ini juga ane dapet info dari sumber primer dan perbincangan di kala forum terhadap omek-omek diatas..


HMI didirikan Lafran pane, bukan oleh Masyumi, dan awal pendirian alasannya bukan untuk basis masa,tapi karena waktu itu lafran pane “Melihat dan menyadari keadaan kehidupan mahasiswa yang beragama Islam pada waktu itu, yang pada umumnya belum memahami dan mengamalkan ajaran agamanya. Keadaan yang demikian adalah akibat dari sitem pendidikan dan kondisi masyarakat pada waktu itu. Karena itu perlu dibentuk organisasi untuk merubah keadaan tersebut. Organisasi mahasiswa ini harus mempunyai kemampuan untuk mengikuti alam pikiran mahasiswa yang selalu menginginkan inovasi atau pembaharuan dalam segala bidang, termasuk pemahaman dan penghayatan ajaran agamanya, yaitu agama Islam. Tujuan tersebut tidak akan terlaksana kalau NKRI tidak merdeka, rakyatnya melarat. Maka organisasi ini harus turut mempertahankan Negara Republik Indonesia kedalam dan keluar, serta ikut memperhatikan dan mengusahakan kemakmuran rakyat”.

itu sih "niat" awal pendirian HMI, kalo kita melihat kondisi sekarang
Quote:Original Posted By InRealLife
Berhubung sedang rame dan menuju pemilu 2014 maka saya sajikan sejarah salah satu partai di Indonesia, PKS. Sumbernya adalah buku Dilema PKS karya Burhanuddin Muhtadi.


http://www.penerbitkpg.com/katalog/d...ra-dan-Syariah



mantabs infonya.. sangat bermanfaat sekali..
KAMMI jg bukan PKS yg diriin, malah KAMMI duluan yg lahir dr pd PKS

Btw PKS dan sgala organ2 yg terkait jaman skg gimana sih situasinya beda ga ama dulu at least 5 tahunan lalulah
@TS: Ilustrasi foto di pejwan yang ini: http://1.bp.blogspot.com/-4B4G0tTT5X...0/IMG_6809.JPG sepertinya bukan anak2 PKS/ tarbiyah tapi HTI.
Back to topic: dulu waktu ane dekat dengan kelompok ini ada desas-desus bahwa masih ada massa PK purist yang ndak mau bergabung dengan PKS dan memilih untuk tetap berdiri sendiri. Basis terbesar ada di Jakarta dan mereka lebih 'IM' daripada massa tarbiyah yang tergabung di PKS, ada yang bisa klarifikasi?
yang harus ikhwan dan akhwat perhatikan itu adalah politik mempunyai tujuan akhir untuk meraih kekuasaan.

meskipun ada segudang penjelasan dan testimoni bahwa PK dan KAMMI itu baik maupun buruk, yang penting adalah penilaian keputusan sehari-hari.

politik itu berbahaya
manusia bisa salah
jadi jangan korbankan agama

kritis lah. kritis sejak dari diri sendiri dan kepada siapapun dan terlebih lagi kepada diri sendiri. agar selalu cermat dalam mengambil keputusan.
Quote:Original Posted By centinum
yang harus ikhwan dan akhwat perhatikan itu adalah politik mempunyai tujuan akhir untuk meraih kekuasaan.

meskipun ada segudang penjelasan dan testimoni bahwa PK dan KAMMI itu baik maupun buruk, yang penting adalah penilaian keputusan sehari-hari.

politik itu berbahaya
manusia bisa salah
jadi jangan korbankan agama

kritis lah. kritis sejak dari diri sendiri dan kepada siapapun dan terlebih lagi kepada diri sendiri. agar selalu cermat dalam mengambil keputusan.


bukannya tujuan PKS ingin menerapkan syariat islam di Indonesia
Quote:Original Posted By Jokiez


bukannya tujuan PKS ingin menerapkan syariat islam di Indonesia


itu kan yang tertulis.
kalau analisa politik gak boleh begitu ya.

Suharto bilang dia revolusioner dan menurut Suharto semua partai harus ideologinya Pancasila. Apa otomatis Suharto itu jadi revolusioner dan pancasilais?

Jadi kalaupun yang tertulis adalah "menegakkan syariat Islam". Itu sah-sah saja, tapi marilah kita bertanya lebih lanjut, bagaimana dan syariat Islam seperti apa yang didukung oleh PKS.

Untuk itu perlu meneliti perilaku individu dan mencermati keseharian organisasinya. Jika demikian, kita bisa sampai pada pemahaman yang lebih objektif tentang PKS.

Saran saya sih begitu.a
Quote:Original Posted By centinum
itu kan yang tertulis.
kalau analisa politik gak boleh begitu ya.

Suharto bilang dia revolusioner dan menurut Suharto semua partai harus ideologinya Pancasila. Apa otomatis Suharto itu jadi revolusioner dan pancasilais?

Jadi kalaupun yang tertulis adalah "menegakkan syariat Islam". Itu sah-sah saja, tapi marilah kita bertanya lebih lanjut, bagaimana dan syariat Islam seperti apa yang didukung oleh PKS.

Untuk itu perlu meneliti perilaku individu dan mencermati keseharian organisasinya. Jika demikian, kita bisa sampai pada pemahaman yang lebih objektif tentang PKS.

Saran saya sih begitu.a


dulu PKS telihat partai baik2 saja
namun akhir2 ini partai ini makin kelihatan bobrok anggotanya

dari korupsi, nonton video porno pas sidang sampai kehidupan hedonis dari pemimpinnnya sendiri
Quote:Original Posted By centinum


itu kan yang tertulis.
kalau analisa politik gak boleh begitu ya.

Suharto bilang dia revolusioner dan menurut Suharto semua partai harus ideologinya Pancasila. Apa otomatis Suharto itu jadi revolusioner dan pancasilais?

Jadi kalaupun yang tertulis adalah "menegakkan syariat Islam". Itu sah-sah saja, tapi marilah kita bertanya lebih lanjut, bagaimana dan syariat Islam seperti apa yang didukung oleh PKS.

Untuk itu perlu meneliti perilaku individu dan mencermati keseharian organisasinya. Jika demikian, kita bisa sampai pada pemahaman yang lebih objektif tentang PKS.

Saran saya sih begitu.a


sebagian besar dari "mereka" yang militan sekali anti PKS, pernah menjadi bagian dari PKS dan lingkarannya itu sendiri.
bahasa lainnya "BSH" nya PKS, dengan berbagai macam alasan


Ada yg sudah baca buku-nya Fachri Hamzah? Negara, Pasar dan Rakyat?

Spoiler for "sensor":


PKS-banget kah isinya?


Btw, ternyata si Fachri dosen pembimbing skripsinya Ibunda Sri Mulyani... beda ideologi kayaknya ya


Quote:Original Posted By namakuhiroko


Ada yg sudah baca buku-nya Fachri Hamzah? Negara, Pasar dan Rakyat?

Spoiler for "sensor":


PKS-banget kah isinya?


Btw, ternyata si Fachri dosen pembimbing skripsinya Ibunda Sri Mulyani... beda ideologi kayaknya ya




bahasanya PKS apa KAMMI gan
karena mereka satu akar
Sejak kapan partai politik diperbolehkan melebarkan sayapnya sampai ke kampus2 dan sarana dan prasarana publik

Partai politik masuk kampus, dari cara nya aja udah salah
Quote:Original Posted By dim4l
Sejak kapan partai politik diperbolehkan melebarkan sayapnya sampai ke kampus2 dan sarana dan prasarana publik

Partai politik masuk kampus, dari cara nya aja udah salah


cek ini
http://mahasiswanasdem.org/

Belajar Berpartai dan Berbakti
Quote:Original Posted By dim4l
Sejak kapan partai politik diperbolehkan melebarkan sayapnya sampai ke kampus2 dan sarana dan prasarana publik

Partai politik masuk kampus, dari cara nya aja udah salah


sejak era pergerakan mahasiswa th 60an menjelang G30S
terlepas dari benar atau tidaknya sejarah terbentuknya dan juga proses pengkaderan serta dengan terjeratnya presiden PKS
sebelum ane membaca thread dan menyaksikan penangkapan presiden PKS di media elektronik,,jujur dar dulu ane kurang respect dengan PKS
Quote:Original Posted By ilutionriau
terlepas dari benar atau tidaknya sejarah terbentuknya dan juga proses pengkaderan serta dengan terjeratnya presiden PKS
sebelum ane membaca thread dan menyaksikan penangkapan presiden PKS di media elektronik,,jujur dar dulu ane kurang respect dengan PKS


kenapa emang gan
apa karena PKS terlalu khilafaiyah ya?
Quote:Original Posted By Jokiez


kenapa emang gan
apa karena PKS terlalu khilafaiyah ya?


karena terlalu menjual agama mungkin gan

jd teringat pemilu pertama kali ane, pemilu waktu sby periode II
Quote:Original Posted By poetra09


karena terlalu menjual agama mungkin gan

jd teringat pemilu pertama kali ane, pemilu waktu sby periode II


Menjual Agama? Kalo memperjuangkan diterapkannya Syariat agama dalam kehidupan bernegara, apakah itu menjual Agama?
×