KASKUS

Tokoh Asing Pejuang Republik Indonesia

Semoga thread ini ga repost
Spoiler for Repost:


Tokoh Asing Pejuang Republik Indonesia

Selain berkat kegigihan Pejuang Indonesia, Kemerdekaan dan Kedaulatan RI juga tak lepas dari peran serta orang asing, baik langsung dan tidak langsung. Mungkin yang selama ini diingat oleh kita melalu pelajaran sejarah paling-paling Douwes Dekker. Itupun mungkin tidak banyak yang tau kalo Douwes Dekker ada 2 orang yang berbeda, Eduard(Multatuli) dan Ernest(Setiabudi). Padahal kalo ditelusuri lebih mendalam banyak WNA yang memberi sumbangsih bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia baik langsung maupun tidak langsung. Berikut ini adalah beberapa dari banyak warga asing yang berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia

Spoiler for Buka:


itu aja gan Thread ane, mohon maaf kalau ada typo

ane menolak kalo dikasih tapi berterima kasih banget klo agan sudi ngasih sama thread ini.
pertamax reserved
Ini juga menunjukkan kepiawaian para bapak pendiri republik ini di dalam pergaulan dan lobi2 internasional sehingga perjuangan kemerdekaan RI mendapat simpati dan dukungan luas di dunia internasional.

yang kedua penguasaan berbagai bahasa asing oleh tokoh-tokoh pejuang kita sangat membantu memerangi pihak belanda di dalam perundingan2 internasional dengan pihak belanda, terutama kiai haji agus salim yg ketika berdebat di forum internasional sering membuat lawannya ketar-ketir
tambahin pict ke biar seru . . hehe


Ernest Douwes Dekker/Danudirdja Setiabudi. Lahir di Indonesia, ibu orang Indonesia. Sial betul dia dibilang orang asing. Dia 1000% putra Hindia.
Quote:Original Posted By goed.adit


Ernest Douwes Dekker/Danudirdja Setiabudi. Lahir di Indonesia, ibu orang Indonesia. Sial betul dia dibilang orang asing. Dia 1000% putra Hindia.


dia blasteran gan
Quote:Original Posted By kyarypamyu


dia blasteran gan


Schandelijk! Indos juga warga negara Indonesia, dan dia adalah BAPAK NASIONALISME INDONESIA.
idjon djanbi kok gak ada gan ?
lalu Penyiar Radio asal Belanda saat Agresi Militer ke Surabaya , juga masuk.
tapi gua lupa namanya , ada yang tau?

IMHO sepertuinya Trit ini lebih layak dimasukin ke Lounge
HJC Princen gan ...
Quote:Original Posted By hahaha..
idjon djanbi kok gak ada gan ?
lalu Penyiar Radio asal Belanda saat Agresi Militer ke Surabaya , juga masuk.
tapi gua lupa namanya , ada yang tau?

IMHO sepertuinya Trit ini lebih layak dimasukin ke Lounge


bapaknya baret merah kalau gak salah, kok penyiar radio ??
laskmana maeda

Code:
Laksamana Muda Maeda Tadashi adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa Perang Pasifik. Laksamana Maeda memiliki peran yang cukup penting dalam kemerdekaan Indonesia, dimana beliau telah mempersilahkan kediamannya yang beradan di Jl. Imam Bonjol, No.1, Jakarta Pusat sebagai tempat penyusunan naskah proklamasi oleh Soekarno, Moh.Hatta dan Achmad Soebardjo, ditambah sang juru ketik Sayuti Melik, selain itu, beliau juga bersedia menjamin keamanan bagi mereka.
Bertitik tolak dari keadaan yang demikian, kedudukan Maeda baik secara resmi maupun pribadi menjadi sangat penting. Dan justru dalam saat-saat yang genting itu, Maeda telah menunjukkan kebesaran moralnya. Berdasarkan keyakinan bahwa kemerdekaan merupakan aspirasi alamiah dan yang tidak terhindarkan dukungannya kepada tujuan kebebasan Indonesia.

sumber

dan dirumah beliaulah dipersiapkan teks proklamasi
udah ada yg dari India, Jepang, AS, Belanda, dll
ane nambahin yang dari Arab ya...

1. Syekh Muhammad Amin Al-Husaini (Mufti Besar Palestina) dan Muhammad Ali Taher (Pemimpin Palestina)



Palestina melalui Syekh Muhammad Amin Al-Husaini (Mufti Besar Palestina) dan Muhammad Ali Taher (Pemimpin Palestina) sangat bersimpati dengan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Suatu hari Muhammad Ali Taher menarik M. Zein Hassan ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia (wadah perjuangan diplomasi revolusi kemerdekaan Indonesia di luar negeri) ke Bank Arabia, mengeluarkan semua uangnya yang tersimpan di bank itu dan kemudian memberikannya kepada ketua Panitia Pusat tanpa meminta tanda bukti penerimaan. (Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar negeri, hal 247)

Padahal saat itu Palestina sedang menghadapi rongrongan Zionis, masih sempat2nya nyumpang ke Indonesia...

2. Muhammad Abdul Mun’im (Mesir)
Begitu kemerdekaan Indonesia tersebar ke luar negeri, pemerintah Mesir (Liga Arab) langsung mengirim utusannya yang berada di Bombay ke Jogjakarta (ketika itu ibukota RI sementara), bernama Mohamad Abdul Mun’im, secara berani, karena menembus blokade Belanda.

Beliau menyampaikan dokumen resmi pemerintah Mesir dalam mengakui kemerdekaan RI tersebut. Ini pertama kalinya dalam sejarah, utusan resmi suatu negara mempertaruhkan nyawanya untuk menyampaikan dukungan kemerdekaan. Inilah perutusan pertama negara lain yang mendukung kemerdekaan RI.

Quote:Egypt was one of the first countries to recognize Indonesia's independence. Prompted by Indonesian student's recommendation and popular Egyptian support, Egyptian Government recognizes the sovereignty of Republic of Indonesia on 23 March 1946. At that time Egypt was the first nation that recognize Indonesia and thus prompted similar recognitions among Arab States. On 18 November 1946, the Arab League foreign ministers sessions came out with resolution to recognize Indonesian sovereignty. Secretary General of Arab League Abdurrahman Azzam Pasya, sent his delegate in Bombay, Muhammad Abdul Mun’im to meet Sukarno in Yogyakarta to express their support for Indonesian independence. At that time Indonesian capital was moved to Yogyakarta, and the city was under Dutch blockade.