KASKUS

Post Pengalaman Kecelakaan dengan Honda CB150R

Thread ini saya buat sebagai bentuk kepedulian saya untuk teman-teman agar lebih mengutamakan lagi safety riding.
Terlebih khusus bagi Rider CB150R Streetfire ataupun yang baru mau beli.

Berikut pengalaman saya.



Kronologi Kecelakaan
Naas, baru hari Sabtu memiliki motor ini saya sudah harus mengalami kecelakaan dengan motor ini pada Senin Subuh pukul 05.13 WITA (28 Januari 2013).

Saya secara jujur sangat terpukul dengan kecelakaan ini, bagaimana tidak? Motor kesayangan ini bahkan belum genap 3 hari bersama saya. (masih masa inreyen)

Berikut kronologinya.

Saya terbangun pukul 3.28 WITA pada Senin subuh, rencananya hari ini saya akan ke Manado (Ibukota Sulawesi Utara) untuk memasang nopol sementara kendaraan (sambil menunggu nopol tetap dari polres), serta mengambil kelengkapan kendaraan yang masih ketinggalan di dealer (Jaket eksklusif dan Buku Pedoman) serta melaksanakan urusan saya di Manado.
Untuk info : Jarak Tombatu-Manado (Lebih dari 100km) dapat ditempuh 2 jam perjalanan (oleh motor dengan kecepatan relatif stabil) sedangkan bila ditempuh dengan mobil rata-rata 3 jam.
Jadi teman-teman sudah bisa memperkirakan jaraknya bukan? Untuk kondisi jalan masih banyak yang berlubang.

Segala persiapan telah saya lakukan, pertama didahului dengan doa.
Kemudian saya mengenakan helm, jaket 2 lapis, celana panjang 2 lapis, sepatu, dan sepasang sarung tangan.
Dengan modal kira-kira 6 liter premium yang ada di tangki saya memulai perjalanan pada pukul 4 lewat (untuk tepatnya sudah lewat berapa menit sudah tidak saya perhatikan).

Kemudian saya mulai mengendarai motor ini.


Saat saya mengendarai motor ini, yang terlintas di benak saya adalah soal safety riding, jadi saya lebih memilih stabil saja pada kisaran rpm 5 (kurang lebih 60km/jam).
Untuk kondisi jalan yang saya lalui cukup licin, karena sehabis hujan serta ada beberapa titik yang mengalami longsor (teman-teman bisa mengecek bagaimana kondisi Sulawesi Utara dari tanggal 27 Januari 2013 dimana terjadi hujan dimana-mana serta banyak daerah mengalami banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang karena badai).

50 Km lewat sudah ketika saya melihat odometer digital telah menunjukkan angka 60km (10 km saya pakai untuk reyen).
Ketika melihat itu maka saya mulai menggeber motor ini sampai angka kisaran rpm 7 (kisaran 80km/jam).
kemudian saya geber nih motor terus karena mau cobain apa bener review2 di internet tentang ni motor.

Naas, pada saat odometer menunjukkan angka 64km saya harus terhempas karena motor saya tergelincir di sebuah tikungan tajam (berbentuk L).
Saya tergelincir memang murni kesalahan saya, karena saking cepatnya saya lupa melihat jika ada lampu kuning tanda bahaya.
Dalam kecepatan serta kondisi jalan yang licin dan cukup silau akan pantulan lampu sehabis diguyur hujan saya tidak melihat bahwa ada tikungan tajam didepan.
Kejadiannya begitu cepat dan yang dapat saya ingat bahwa motor ini masih stabil untuk diajak 'rebahan' maksudnya miring seperti pembalap MotoGP meski dalam kecepatan tinggi dan tiba-tiba.
Namun sayang, kondisi jalan yang licin serta kondisi ban yang sepertinya belum menapak sempurna dijalan menghantarkan saya terhempas hampir 20 meter.
Saat tergelincir saya melihat dengan jelas ketika tubuh saya terpisah dari motor saya.
Motor saya terjerumus ke hamparan rumput, sedangkan saya terhempas hingga terhenti pada sebuah dinding batu, untung saja tas punggung saya berada tepat diantara saya dengan dinding tersebut, sehingga saya tidak terbentur dinding batu tersebut.

Saya masih cukup sadar ketika saya terhempas, dan ketika ada yang datang menolong yang pertama saya katakan adalah tolong motor saya. Secara jujur saya sangat khawatir dengan motor kesayangan yang baru saja di beli tersebut. Tubuh saya tidak apa-apa, juga kepala saya aman karena menggunakan helm. Saya sendiri tidak merasa takut (gemetar, shock, atau trauma) karena hal pertama yang saya pikirkan adalah bagaimana nasib motor saya.

Ketika saya berdiri, saya melihat bagian kiri CB150R saya yang pecah adalah kaca lampu sein belakang serta tangki yang penyok.
Secara jujur saya langsung shock.
Motor yang baru dibeli hari sabtu dengan mulusnya harus saya lihat penyok pada hari senin subuh karena manuver dan cara berkendara saya yang mungkin cukup liar dengan kecepatan.

Setelah melihat keadaan si CB150R yang lecet saya langsung merasa sangat bingung.
Di tengah kebingungan saya, orang yang menolong saya menghibur dengan berkata :
"nak, kamu harusnya bersyukur, karena di tikungan ini banyak yang kecelakaan seperti kamu, bahkan beberapa hari sebelumnya ada juga yang kecelakaan disini" (paparnya sambil menunjukkan tanda bekas kecelakaan).
Dia pun melanjutkan "kamu tahu? bahwa sebenarnya kamu beruntung tidak mengalami luka atau patah tulang, karena yang kecelakaan di tempat ini rata-rata patah tulang dan bahkan sampai ada yang mati!" kemudian dia menimpali bahwa dia sebagai saksi mata melihat saya memang terlalu cepat. Dia bahkan berasumsi bahwa saya sedang menggeber kecepatan di kisaran 100km/jam.
Saya sempat berkilah bahwa yang saya tahu speedometer saya menunjukkan kisaran yang tidak terlalu cepat.

Kemudian ada pengendara motor lain (saya sempat melewati dia jauh sebelum akhirnya saya kecelakaan) yang turut menolong saya mengatakan bahwa memang baginya ketika saya melewatinya saya memang terlalu cepat.
Saya sempat berpikir soal perbedaan-perbedaan ketelitian pengukuran speedometer yang berbeda di banyak motor.

Tanpa banyak bicara lagi saya menelepon orang tua untuk menjemput saya dan juga teman-teman saya yang ada di sekitar daerah saya kecelakaan (Tompaso, Kab. Minahasa).
Tidak beberapa lama ada teman saya yang menjemput. Saya sendiri takut kalau kasus ini ditangani polisi karena saya belum sempat memasang nopol kendaraan (kalau SIM sih saya punya).

Catatan bagi teman-teman
Teman-teman, boleh saja kita melihat review teknis serta bagaimana kemampuan motor ini. Kita juga boleh penasaran hingga mencoba kecepatan motor ini, atau bro/sis semua boleh saja menggeber motor ini.
Tapi, Keselamatan itu lebih penting sahabatku.
Jangan sampai ada yang patah atau melayang hanya karena kuda besi ini.

Kondisi motor sekarang ini:
Dilihat dari sisi Kanan : PERFECT (masih kelihatan baru)
Sisi Kiri : BONYOK!!! Tangki penyok, Transmisi bengkok, Pijakan kaki pengendara bengkok juga, body belakang tercukur, kaca lampu sein belakan kiri pecah, ada beberapa part juga yang lepas, shroud depan jadi rapuh dan ada beberapa bagian yang patah. Oh ya, plus ada rumput-rumput yang masih menghiasi motor ini (efek kecelakaan dan ditolong rumput).

Sahabatku, soal Kecepatan, ni motor emang bisa cepat. Tapi sebagai teman saya menyarankan :
Jangan Kebut-Kebutan dengan motor ini, apalagi kondisi jalan licin (dan motor sobat masih baru).
Nikmati perjalanan bersama motor keren ini aja, tidak usah sok pembalap.
Semua ada waktunya, kalau jalan lengang, kondisi jalan bagus dan medan sudah dihapal boleh-boleh aja. Tapi kalo cuma mau buktiin seberapa cepatnya nih motor di jalanan umum lebih baik nggak usah deh, jangan ada korban lagi seperti saya.
Masih untung saya ditolong Tuhan (sebelum jalan biasakan berdoa dulu), juga motor masih tertolong rumput.



foto-fotonya ini http://www.kaskus.co.id/show_post/51...6/79/foto-foto

*sebelum Kecelakaan


*setelah kecelakaan






***
syukur saya hanya bengkak di lutut, sdkit terkilir di kaki kiri, juga di bagian tangan kiri terasa sdkit sakit...



Hal ini menjadi pelajaran berharga untuk lebih introspeksi lagi dan lebih bijak lagi dalam berkendara...


*semoga bisa jadi pelajaran berharga bagi temen2 agar tak perlu mengalami peristiwa seperti saya.

* * *
update :::

Motor saya gk bisa klaim asuransi, jadinya harus perbaiki sendiri...

thanks buat teman2 yang sudah memberi saran.


*** update pengalaman dari teman2...

check this :: http://www.kaskus.co.id/show_post/51...temen2-lainnya



(CASE CLOSED)
Ente beruntung gan bisa selamat,
Sekeren apapun mtr anda,jalan raya bukanlah arena balap
You'r lucky, beda ukuran ring pelek pasti beda diukuran pembacaan spedometer gan, contoh motor bebek dispeedometer udah 100kpj dimotor batangan biasanya sekitar 80kpj,ane pernah tes vega zr vs scorpio gan posisi sama dispeedometer ane 100kpj tapi ane tanya dispeedometer scorpio temen ane cuma 80kpj, kalo masalah kerusakan ya agan bawa aja kebengkel
maaf ..
agan mau cerita mengenai kecelakaan agan? apa mau promosi motor?


hmm, yang penting agan selamat kaga kena luka serius
walau sebenarnya kalo ane jadi agan juga lebih khawatir sama motornya












oh iya, CB150R penyimpangan spidometernya kalau ga salah lebih kurang 10% gan.. kalah akurat sama CS1 atau Byson




tikungan nya ke kiri y gan, trus agan jatoh ke kiri jg y ?
kok itu tangki bahan bakar ny bisa penyok begitu y, agak ke belakang gitu penyok ny,


temen ane ada yg kerja di pabrik motor jd Final Inspection (tukang cek motor pas abis kelar di bikin di pabrik), buat speedometer itu emang g sesuai sama kecepatan asli nya gan, mungkin emang buat faktor safety katanya,

contoh : pas lg ngebut agan liat speedometer 80 Km/J, itu sebenernya g segitu kecepatan asli motor ny gan, palingan di bawah itu, ane lupa persis nya, tp klo g salah -5 sampe -15 dr kecepatan speedometernya



ane doain motor ny bisa di klaim full sama asuransi nya gan,


Be Safe on Road Gan
wah ente beruntung dong , kalo selamat .

kalo urusan motor bisa beli lagi . tapi kalo nyawa enggak deh kayanya .
berarti memang terlalu kencang..
sebetulnya begitu pandangan agan terhalang.. harus segera lakukan pengereman.
waduh hati-hati gan safety first gan


















Mampir Gan http://registrykaskus.com
Terlalu gahar gan motor nya
Mungkin karena msh bau pabrik juga kali makanya tarikannya edan..

Kalo gw jadi TS, pasti gw jual tuh motor,,, ganti sama CBR250

Thanks gan udah ngingetin safety riding


waduh turut prihatin gan.....
Kl klaim ke dealer kyknya susah gan coz itukan murni kecelakaan oleh agan sendiri
Masiih Dii Lindungii Gann , Sama Yanng Di atas .
Btw, kok 3 hari udah keluar nopol nya gan? cepet amat... Biasanya 2 mingguan deh..
Ngahahahaha

Gan, kalo speedometer baru di angka 80kmph, itu masih normal, belum edan gan..

GL100 yang lama juga mampu segitu, stabil? ya stabil, Vixion juga stabil. coba deh pake Vixion kebut2an.

Orang ane pernah jatuh pake Supra X 100 di tikungan garut - bandung, kecepatan 80 kok gan. Terus apa bisa dibilang edan supra X 100 ane?

GLPro juga edan, dulu sekitar 10 tahunan yang lalu lah, GLpro juga sangar tuh, liar juga meskipun SOHC juga 2 klep. RX King?apalagi itu.

Faktor kehati2an TS nih yang perlu disoroti, atau jangan2 agan baru pindah dari bebek ke sport 150CC? dengan lonjakan tenaga yang lumayan gede? Atau agan maksain belok? padahal masih sanggup ngerem? atau ngeremnya pas miring?

Motor rusak segitu ga bisa dituker asuransi gan, banting dulu sampe 80% kerusakan akal2an asuransi aja biar ga keluar duit. kerusakan 80% ya mati kali yang naik.

Saran ya benerin aja itu motor selama rangka fork dll masih presisi ya pake aja. dan inget, teknik berkendara harus betul dulu
alhamdulillah gan masih selamet
kalo pake motor baru pasti kesannya memang wah gan. tetep safety first yah gan
ngomong2 udah pernah di sprint nin blom ama new vixi gan ? kalo blom coba deh gan biar ketauan

kurangin promosinya dong gan biar ga dibilang orang honda
Sombong ente gan, harusnya bersyukur masih bisa posting di kaskus
promosi gan???
sales honda ya.
ya kadang kita terlena gan.....motor masih gress.....msh enak ditarik gas.nya....taw2 dah melewati batas aman...(aman jalanannya, aman safety badan kita, aman bagi pengendara lain, aman pengguna jalan laninnya)

berarti safety ridding itu sangat penting....

smg motornya cepet dibenerin lg gan
biasannya motor highend gt susah sparepartnya.....
Motor rusak bisa diganti gan,yang penting ente selamat
hati2 + baca doa gan pas ada niat pengen ngabisin gas
untung cuman motor nye yang rusak gan