5 Orang PNS akan dipecat gara-gara bersekolah

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama akan memecat pegawai Pemerintah provinsi DKI Jakarta karena melanjutkan sekolah tanpa izin.
"Ada beberapa pegawai yang mau kita keluarkan," kata priayang akrab disapa Ahok, di Balaikota Jakarta, Senin (28/1/2013).
Basuki mengatakan seluruhnya ada lima pegawai yang akan segera dilepas pekerjaannya. Langkah tersebut diambil, karena mereka dianggap ilegal karena seharusnya mereka harus atas izin Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
"Ya, mereka ngelanjutin sekolah tanpa melalui izin, ya pegawai ilegal lah namanya," kata Basuki. Namun, Basuki takmerinci masing-masing pegawai dan sekolah yang dimaksud.
Menurut Basuki, peristiwa itu harus dapat menjadi pelajaran dan peringatan bagi PNS lainnya. Menurutnya, semuanya harus dapat mematuhi peraturan tersebut apabila ingin melanjutkan studi.
"Kalau mau melanjutkan sekolah, ya tinggal izin saja ke BKD.Nanti kan dapat surat izinnya. Kemudian, PNS itu bisa sekolah dan gaji pokoknya tetap masuk ke mereka. Jadi ini bisa menjadi pertimbangan buat pegawai lain," kata Basuki.
Menurut Basuki, PNS yang akan dipecat itu bukanlah pegawai yang sudah memiliki jabatan tinggi di Pemprov DKI. Sementara itu saat ditanyakan lebih lanjut, kapan PNS itu akan dicopot dari pekerjaan mereka, Basuki lebih memilih untuk segera berlalu dari wartawan.
Terkait rencana pemecatan tersebut, Basuki telah berkonsultasi dengan Kementerian Pemberdayaan AparaturNegara (Kemen PAN) tadi pagi. Bahkan, demi hal tersebut iatidak menghadiri sidang paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013.
Editor : Tri Wahono

http://megapolitan.kompas.com/read/2...lah.Tanpa.Izin

Memangnya tu termasuk pelanggaran berat ya?
Pegawai ilegal tu bukannya pegawai yang ga punya SK ya?
Yang masih menjadi tanda tanya bagi ane:
1. Apakah PNS tersebut sudah diberi peringatan terlebih dahulu secara prosedural mengacu pada pp 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS?
2. Apakah PNS yang sekolah tersebut mengorbankan jam kerja? Lalu bagaimana jika sekolah di luar jam kerja? Apakah akan dipecat juga?

Mohon pencerahannya nih, selama ini baru denger ada PNS yang dipecat gara2 sekolah


Kesimpulan, biar kaga keliru menafsirkan pernyataan Ahok

Quote:Original Posted By Kyuuki
Sedikit merangkum masalahnya...

  1. Intinya, kelima PNS ini terancam dipecat gara-gara bolos kerja, bukan gara-gara sekolah lagi.
  2. Jika seorang PNS ingin bersekolah lagi, seharusnya terlebih dulu meminta izin pada instansinya.
  3. Belum ada kepastian, apakah jika sekolah lagi tanpa mengorbankan waktu kerja (tp sama, nggak minta izin) juga akan dipecat atau nggak.
  4. Mengacu pada prosedur sesuai PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, seharusnya kelima PNS tersebut diberi peringatan terlebih dulu. Jangan langsung dipecat. Tapi di berita, belum ada konfirmasi, apakah kelima PNS ini sudah terlebih dulu diberi peringatan atau belum.


Pesan ane: Jangan dulu menjustifikasi (baik itu kepada kelima PNS, ataupun kepada Ahok), sebelum masalahnya clear.

Terima kasih. Wassalam.


Quote:Original Posted By jayacool
pertomax

Ada komen yang lebih cerdas gan?
dapet dari sumber lain gan

http://www.merdeka.com/jakarta/ahok-pecat-5-pns-dki-yang-sekolah-ke-luar-negeri-tanpa-izin.html

kalo disini duduk perkaranya lebih jelas, karena PNS tersebut sekolah keluar negeri yang otomatis mengorbankan jam kerjanya


sekolah pas jadi PNS sendiri terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Tugas Belajar, mengorbankan jam kerja dan gaji pokok tetap masuk ada bebarapa yang malahan biaya kuliah di biayai pemda atau pusat. Biasanya harus ada persetujuan dari kepala daerahnya sendiri

2. Izin Belajar, tidak mengorbankan jam kerja, pegawai tetap masuk kerja seperti biasa.

kalo dilihat dari 2 pengertian diatas, jelas kasusnya adalah Tugas belajar tanpa perizinan dari atasanya langsung ( min eselon III ) dan sepengetahuan kepala daerah

ya jelas PNS diatas dianggap mangkir dan berhak atas hukuman sesuai dengan jumlah harinya dia mangkir sebagai PNS

sisanya bisa anda googling lagi gan
alasannya apa ya, klo cuman itu dan gak mengganggu kinerjanya kyaknya terlalu kejam dah...

mungkin ada alasan lainnya, hingga mreka layak di pecat...

ah.... sudah ada jawaban diatas ane...
sory inet ane dudut...
Quote:Original Posted By cacadoslato5
dapet dari sumber lain gan

http://www.merdeka.com/jakarta/ahok-pecat-5-pns-dki-yang-sekolah-ke-luar-negeri-tanpa-izin.html

kalo disini duduk perkaranya lebih jelas, karena PNS tersebut sekolah keluar negeri yang otomatis mengorbankan jam kerjanya

sebenarnya tidak apa-apa buat pns sekolah tanpa izin pun asalkan tidak mengorbankan jam kerjanya

sekolah pas jadi PNS sendiri terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Tugas Belajar, mengorbankan jam kerja dan gaji pokok tetap masuk ada bebarapa yang malahan biaya kuliah di biayai pemda atau pusat. Biasanya harus ada persetujuan dari kepala daerahnya sendiri

2. Izin Belajar, tidak mengorbankan jam kerja, pegawai tetap masuk kerja seperti biasa.

kalo dilihat dari 2 pengertian diatas, jelas kasusnya adalah Tugas belajar tanpa perizinan dari atasanya langsung ( min eselon III )

ya jelas PNS diatas dianggap mangkir dan berhak atas hukuman sesuai dengan jumlah harinya dia mangkir sebagai PNS

sisanya bisa anda googling lagi gan


Yap, makasih gan, kalau diliat dari berita di atas, kita dapat berasumsi bahwa 5 PNS tersebut sudah mengorbankan jam kerjanya untuk sekolah ke luar negeri. Namun, kalo kesimpulannya seperti itu, maka komentar Ahok bahwa ke 5 PNS tersebut dipecat karena sekolah tanpa izin, itu kurang tepat.
Lebih tepat dikatakan kalo kelima PNS tersebut mangkir dari kewajiban masuk dinas.
Point penting dari kasus ini kalo pake asumsi di atas, bukan pada izin belajarnya, namun dikarenakan bolos kerja. Jadi lebih tepat kalo Ahok mengatakan dipecat karena bolos. Kalo sekolah tanpa izinpun ga masalah sepanjang ga bolos kerja, setuju apa tidak gan?
Trus istilah pegawai ilegal juga kurang tepat, karena tu pegawai punya SK pengangkatan.
Pelajaran bagi pejabat publik nih, harus menguasai masalah dahulu sebelum komentar
Spoiler for silahkan dibaca:


ralat dah ada tanggepan dari TS
Quote:Original Posted By kaskus.hunter


Yap, makasih gan, kalau diliat dari berita di atas, kita dapat berasumsi bahwa 5 PNS tersebut sudah mengorbankan jam kerjanya untuk sekolah ke luar negeri. Namun, kalo kesimpulannya seperti itu, maka komentar Ahok bahwa ke 5 PNS tersebut dipecat karena sekolah tanpa izin, itu kurang tepat.
Lebih tepat dikatakan kalo kelima PNS tersebut mangkir dari kewajiban masuk dinas.
Point penting dari kasus ini kalo pake asumsi di atas, bukan pada izin belajarnya, namun dikarenakan bolos kerja. Jadi lebih tepat kalo Ahok mengatakan dipecat karena bolos. Kalo sekolah tanpa izinpun ga masalah sepanjang ga bolos kerja, setuju apa tidak gan?
Trus istilah pegawai ilegal juga kurang tepat, karena tu pegawai punya SK pengangkatan.
Pelajaran bagi pejabat publik nih, harus menguasai masalah dahulu sebelum komentar


lupa ane juga mau ngejelasin diatas tadi

kepala daerah sebenarnya harus tahu loh pegawai-pegawainya yang ngelanjutin sekolah yang mana

soalnya ini berhubung sama kepangkatan mereka juga nantinya
soalnya kepala daerah harus setor juga ke BKN soal pegawainya yang naik pangkat

dan biasanya ngurus buat Tugas Belajar lebih berat daripada Izin Belajar
Quote:Original Posted By cacadoslato5
dapet dari sumber lain gan

http://www.merdeka.com/jakarta/ahok-...anpa-izin.html

kalo disini duduk perkaranya lebih jelas, karena PNS tersebut sekolah keluar negeri yang otomatis mengorbankan jam kerjanya


sekolah pas jadi PNS sendiri terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Tugas Belajar, mengorbankan jam kerja dan gaji pokok tetap masuk ada bebarapa yang malahan biaya kuliah di biayai pemda atau pusat. Biasanya harus ada persetujuan dari kepala daerahnya sendiri

2. Izin Belajar, tidak mengorbankan jam kerja, pegawai tetap masuk kerja seperti biasa.

kalo dilihat dari 2 pengertian diatas, jelas kasusnya adalah Tugas belajar tanpa perizinan dari atasanya langsung ( min eselon III ) dan sepengetahuan kepala daerah

ya jelas PNS diatas dianggap mangkir dan berhak atas hukuman sesuai dengan jumlah harinya dia mangkir sebagai PNS

sisanya bisa anda googling lagi gan


Pantesan aja dipecat, gak pernah masuk lagi toh ?
Quote:Original Posted By kaskus.hunter


Memangnya tu termasuk pelanggaran berat ya?
Pegawai ilegal tu bukannya pegawai yang ga punya SK ya?
Yang masih menjadi tanda tanya bagi ane:
1. Apakah PNS tersebut sudah diberi peringatan terlebih dahulu secara prosedural mengacu pada pp 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS?
2. Apakah PNS yang sekolah tersebut mengorbankan jam kerja? Lalu bagaimana jika sekolah di luar jam kerja? Apakah akan dipecat juga?

Mohon pencerahannya nih, selama ini baru denger ada PNS yang dipecat gara2 sekolah


logikanya si Ahok itu kan sederhana, mereka sekolah tanpa mendapatkan ijin resmi untuk tugas belajar dari instansinya

dengan asumsi mereka sekolah reguler berarti siang hari saat jam kerja, berarti meninggalkan pekerjaan utama.
paling parah mereka beneran tidak absen kerja tiap hari, tapi bisa jadi pagi2 mereka datang kantor lalu absen, terus lanjut ke tempat kuliah.

tidak (absen) kerja tapi gaji dan tunjangan terus dibayar. biasanya PNS kan ada batas maksimal tidak absen kerja ataupun "ngabur saat jam kerja", sekitar maksimal tiga bulan CMIIW.

kayaknya kasusnya akan lebih ringan bila PNS itu sekolah sore hari (diluar jam kerja) tapi tidak mendapatkan ijin resmi dari instansinya...
Quote:Original Posted By .Core2extreme.
Spoiler for silahkan baca TS:


masih ada "dugaan" pemecatan semenamena qaqa TS ?
ane percaya ama calon R1&2 ini
anda??


Belum gan, belum teruji sih.
Kalo kasusnya seperti itu, kelihatan kalo Ahok belum menguasai masalahnya
Quote:Original Posted By kaskus.hunter
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama akan memecat pegawai Pemerintah provinsi DKI Jakarta karena melanjutkan sekolah tanpa izin.
"Ada beberapa pegawai yang mau kita keluarkan," kata priayang akrab disapa Ahok, di Balaikota Jakarta, Senin (28/1/2013).
Basuki mengatakan seluruhnya ada lima pegawai yang akan segera dilepas pekerjaannya. Langkah tersebut diambil, karena mereka dianggap ilegal karena seharusnya mereka harus atas izin Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
"Ya, mereka ngelanjutin sekolah tanpa melalui izin, ya pegawai ilegal lah namanya," kata Basuki. Namun, Basuki takmerinci masing-masing pegawai dan sekolah yang dimaksud.
Menurut Basuki, peristiwa itu harus dapat menjadi pelajaran dan peringatan bagi PNS lainnya. Menurutnya, semuanya harus dapat mematuhi peraturan tersebut apabila ingin melanjutkan studi.
"Kalau mau melanjutkan sekolah, ya tinggal izin saja ke BKD.Nanti kan dapat surat izinnya. Kemudian, PNS itu bisa sekolah dan gaji pokoknya tetap masuk ke mereka. Jadi ini bisa menjadi pertimbangan buat pegawai lain," kata Basuki.
Menurut Basuki, PNS yang akan dipecat itu bukanlah pegawai yang sudah memiliki jabatan tinggi di Pemprov DKI. Sementara itu saat ditanyakan lebih lanjut, kapan PNS itu akan dicopot dari pekerjaan mereka, Basuki lebih memilih untuk segera berlalu dari wartawan.
Terkait rencana pemecatan tersebut, Basuki telah berkonsultasi dengan Kementerian Pemberdayaan AparaturNegara (Kemen PAN) tadi pagi. Bahkan, demi hal tersebut iatidak menghadiri sidang paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013.
Editor : Tri Wahono

http://megapolitan.kompas.com/read/2...lah.Tanpa.Izin

Memangnya tu termasuk pelanggaran berat ya?
Pegawai ilegal tu bukannya pegawai yang ga punya SK ya?
Yang masih menjadi tanda tanya bagi ane:
1. Apakah PNS tersebut sudah diberi peringatan terlebih dahulu secara prosedural mengacu pada pp 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS?
2. Apakah PNS yang sekolah tersebut mengorbankan jam kerja? Lalu bagaimana jika sekolah di luar jam kerja? Apakah akan dipecat juga?

Mohon pencerahannya nih, selama ini baru denger ada PNS yang dipecat gara2 sekolah


nyoba jawab ya

Termasuk pelanggaran berat tetapi bukan dilihat dari sekolahnya tetapi ketidakhadiran dari yg bersangkutan. tanpa ada ijin BKD maka dianggap pegawai tersebut mangkir. Kemudian untuk sekolah diluar jam kerja tidak bermasalah asal sesuai aturan termasuk adanya ijin sekolah

Quote:Original Posted By Brutallica


logikanya si Ahok itu kan sederhana, mereka sekolah tanpa mendapatkan ijin resmi untuk tugas belajar dari instansinya

dengan asumsi mereka sekolah reguler berarti siang hari saat jam kerja, berarti meninggalkan pekerjaan utama.
paling parah mereka beneran tidak absen kerja tiap hari, tapi bisa jadi pagi2 mereka datang kantor lalu absen, terus lanjut ke tempat kuliah.

tidak (absen) kerja tapi gaji dan tunjangan terus dibayar. biasanya PNS kan ada batas maksimal tidak absen kerja ataupun "ngabur saat jam kerja", sekitar maksimal tiga bulan CMIIW.

kayaknya kasusnya akan lebih ringan bila PNS itu sekolah sore hari (diluar jam kerja) tapi tidak mendapatkan ijin resmi dari instansinya...


Gan, tu 5 PNS sekolah di luar negeri ga mungkin ngabsen dulu paginya. Liat postingan agan Caca di bwh ini. Jadinya tu PNS udh tmsk ngabur dari kerjaan sesungguhnya krn ga lapor atasan dulu

Quote:Original Posted By cacadoslato5
dapet dari sumber lain gan

http://www.merdeka.com/jakarta/ahok-...anpa-izin.html

kalo disini duduk perkaranya lebih jelas, karena PNS tersebut sekolah keluar negeri yang otomatis mengorbankan jam kerjanya


sekolah pas jadi PNS sendiri terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Tugas Belajar, mengorbankan jam kerja dan gaji pokok tetap masuk ada bebarapa yang malahan biaya kuliah di biayai pemda atau pusat. Biasanya harus ada persetujuan dari kepala daerahnya sendiri

2. Izin Belajar, tidak mengorbankan jam kerja, pegawai tetap masuk kerja seperti biasa.

kalo dilihat dari 2 pengertian diatas, jelas kasusnya adalah Tugas belajar tanpa perizinan dari atasanya langsung ( min eselon III ) dan sepengetahuan kepala daerah

ya jelas PNS diatas dianggap mangkir dan berhak atas hukuman sesuai dengan jumlah harinya dia mangkir sebagai PNS

sisanya bisa anda googling lagi gan


kalo ga saking parahnya ga akan dipecat...
Quote:Original Posted By kaskus.hunter


Yap, makasih gan, kalau diliat dari berita di atas, kita dapat berasumsi bahwa 5 PNS tersebut sudah mengorbankan jam kerjanya untuk sekolah ke luar negeri. Namun, kalo kesimpulannya seperti itu, maka komentar Ahok bahwa ke 5 PNS tersebut dipecat karena sekolah tanpa izin, itu kurang tepat.
Lebih tepat dikatakan kalo kelima PNS tersebut mangkir dari kewajiban masuk dinas.
Point penting dari kasus ini kalo pake asumsi di atas, bukan pada izin belajarnya, namun dikarenakan bolos kerja. Jadi lebih tepat kalo Ahok mengatakan dipecat karena bolos. Kalo sekolah tanpa izinpun ga masalah sepanjang ga bolos kerja, setuju apa tidak gan?
Trus istilah pegawai ilegal juga kurang tepat, karena tu pegawai punya SK pengangkatan.
Pelajaran bagi pejabat publik nih, harus menguasai masalah dahulu sebelum komentar


Mungkin itu bukan pejabat publiknya, tapi wartawannya yang membuat judul berita biar heboh, dan cara mengutip wawancara yang 'terlatih'

Ane sendiri kalau jadi bos, kalau ada orang sekolah tanpa izin, perlu ada peringkatan, karena konsentrasinya akan pecah, dan tentu saja, yang seharusnya dia bisa 100% di kantor, jadinya cuma 80% karena sekolah (bukan hanya kehadiran, tapi juga keseluruhan performance). Itu salah satu gunanya divisi HRD, biar pegawai bisa selalu 100%. Segala masalah di luar kantor, seperti sekolah, sampingan, masalah keluarga, lingkungan dll mestinya bisa didiskusikan.

seandainya dia ngomong kalau sekolah, tentu saja perusahaan bisa memberikan dispensasi yang meringankan bebannya, misalnya diberi tambahan tenaga bantuan (anak buah), atau dipindahkan ke tempat yang sesuai dengan studinya, jadi dia bisa sekaligus praktek di lapangan.
Quote:Original Posted By kaskus.hunter


Yap, makasih gan, kalau diliat dari berita di atas, kita dapat berasumsi bahwa 5 PNS tersebut sudah mengorbankan jam kerjanya untuk sekolah ke luar negeri. Namun, kalo kesimpulannya seperti itu, maka komentar Ahok bahwa ke 5 PNS tersebut dipecat karena sekolah tanpa izin, itu kurang tepat.
Lebih tepat dikatakan kalo kelima PNS tersebut mangkir dari kewajiban masuk dinas.
Point penting dari kasus ini kalo pake asumsi di atas, bukan pada izin belajarnya, namun dikarenakan bolos kerja. Jadi lebih tepat kalo Ahok mengatakan dipecat karena bolos. Kalo sekolah tanpa izinpun ga masalah sepanjang ga bolos kerja, setuju apa tidak gan?
Trus istilah pegawai ilegal juga kurang tepat, karena tu pegawai punya SK pengangkatan.
Pelajaran bagi pejabat publik nih, harus menguasai masalah dahulu sebelum komentar


Masa siih ga ada prosesnya dulu...
Ujuk2 main pecat az...
Mang siAHOK ga mikirin klo tuh PNS2 juga punya keluarga (anak&istri)..
WALLAAH...Kejam amat AHOK...
Itu masalah perut looh,RISKAN bangeet...
PARRAAHH...
Pake hati nuranilah sedikit KOH...
Jangan pake mental KOH PUNYA TOKO terhadap pegawainya...
sukurin, udah jadi pns masih aja g puas masih sekolah lagi
emang butuh elu koh ahok (terjemahan: beghok dalem nihongo)
gak ada larangan bagi PNS untuk sekolah atas biaya sendiri.. tapi jangan makan waktu kerja dong... kelas weekend masih ada kan?
Sekolah keluar negri tanpa izin? Agan mau ngga punya pegawai yg bolos kerja tanpa izin yg jelas meskipun misalnya dia sekolah ditempat lain, seperti yg ahok bilang, tata tertib yg ada harus diikuti, kalau mau seenaknya sendiri lebih baik buka perusahaan sendiri, setau ane pemerintah mendukung kok kalau ada pegawainya yg mau sekolah lg.tp biasanya kena ikatan dinas tuh gan.
Lagian minta izin ke BKD aja susah amat sih.. Ga mungkinlah ga dikasih izin, orang tujuannya baik..

Aya aya wae PNS jaman sekarang..

Atau mungkin anaknya pejabat juga makanya merasa hebat ga pake izin2an