Festival Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang 2013 (Replika Koin Raksasa & Tiananmen)

Singkawang – Setelah Kue Keranjang dan Lampion Terbesar serta Naga Terpanjang tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), pada Festival Imlek dan Cap Go Meh tahun ini, Kota Singkawang menampilkan Replika Koin Raksasa.

“Rencananya Replika Koin Raksasa ini akan memecahkan rekor MURI lagi,” kata H Abdul Mutalib SE ME, Wakil Walikota Singkawang kepada Rakyat Kalbar, kemarin (26/1).

Haji Dol–sapaan Abdul Mutalib–sangat optimis kalau Replika Koin Raksasa itu akan tercatat sebagai replika koin paling besar di Indonesia sehingga layak tercatat dalam MURI.

“Kita sudah coba cek data mengenai ada atau tidaknya koin besar sebelumnya di Indonesia. Ternyata tidak pernah ada, ya kita akan coba buat pertama kalinya,” kata Haji Dol dengan senyum khasnya.

Replika Koin Raksasa ini diproyeksikan mampu menyedot kedatangan para wisatawan domestik dan mancanegara selama Festival Imlek dan Cap Go Meh berlangsung di Kota Amoy ini.

Selain belum pernah ada sebelumnya, replika koin kuno yang zaman dahulu kala digunakan masyarakat Tiongkok itu tentu mengundang keingintahuan para pengunjung.

Haji Dol tidak memerinci bagaimana bentuk detail mengenai Replika Koin Raksasa itu nantinya. Jika ingin mengetahui atau melihatnya, siapa pun dapat datang langsung di Stadion Kridasana Singkawang yang dijadikan pusat Festival Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang 2013 mulai 10 Februari mendatang.

Nantinya para pengunjung yang akan melihat langsung Replika Koin Raksasa itu akan melintasi replika Gerbang Tiananmen, Beijing. Bangunan bersejarah Tiongkok ini sengaja dibangun sebagai pusat festival.

Gerbang Tiananmen ini juga menjadi ciri khas yang membedakan Festival Imlek dan Cap Go Meh ini dengan sebelumnya. Pada festival tahun lalu di replika Tembok Raksasa (Great Wall) China.

“Gerbangnya dirancang seperti Gerbang Tiananmen di Beijing (saat ini dalam proses pengerjaan, red). Selain Koin Raksasa, di dalamnya juga ada Taman Mei Hwa,” kata Haji Dol.

Pohon mei hwa langsung diimpor dari Tiongkok. “Kalau kita bikin sendiri, biaya pembuatannya pohon mei hwa itu cukup mahal. Jadi kita impor dari RRC,” ungkap Haji Dol.

Di sekeliling Taman Mei Hwa terdapat 72 petak yang diisi dengan gambar dan ornamen perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Petak ini bisa digunakan untuk orang mengabadikan dirinya dengan kamera. “Kita siapkan tim juru potret di dalamnya,” kata Haji Dol.

Selain Taman Mei Hwa, juga dibangun arca Dewi Kwan Im, gazebo tempo dulu, dan Rumah Tua. “Semuanya dikelilingi tembok. Jadi kalau pengunjung ingin melihat harus melintasi Gerbang Tiananmen terlebih dahulu,” ujar Haji Dol.

Gerbang Tiananmen itu juga dapat dinaiki pengunjung. Tetapi kapasitasnya terbatas, hanya untuk 250 orang. “Kalau naik di situ, bisa melihat taman, arca, koin, gazebo, Rumah Tua, dan lainnya,” kata Haji Dol.

Terkait Rumah Tua itu, Haji Dol mengatakan merupakan tempat pameran benda-benda tua yang benar-benar asli Kota Singkawang. “Foto-foto tua, barang peninggalan masa lalu seperti timbangan model lama dan lainnya,” ucapnya.

Masyarakat Kota Singkawang juga bisa menampilkan barang-barang kuno miliknya di Rumah Tua ini. “Kalau warga mempunyai barang-barang kuno dan mau meminjamkan, bisa dipajang di dalam Rumah Tua ini,” harap Haji Dol.

Dengan berbagai rancangan yang disiapkan Panitia Festival Imlek dan Cap Go Meh ini, Haji Dol sangat optimis perayaan ini akan lebih meriah dari sebelum-sebelumnya seperti yang diinginkan masyarakat Kota Singkawang.

Kemeriahan festival yang telah menjadi agenda nasional ini diharapkan mampu menyedot perhatian masyarakat dunia dan meningkatkan angka kunjungan wisata di Kota Singkawang.

Belum saja Festival Imlek dan Cap Go Meh 2013 dimulai, lima menteri sudah memastikan akan menghadirinya. “Selain tiga menteri yang mengikuti Tour d’Khatulistiwa, Menakertrans dan Menteri PDT sudah meminta kita menyiapkan tempat tinggal untuknya,” kata Haji Dol.

Kepastian hadir dari lima menteri ini tentunya menjadi nilai positif bagi perayaan tahun ini. “Menteri saja datang, jadi tak usah khawatir untuk merayakan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang. Kita akan membuatnya lebih meriah dari tahun sebelumnya,” janji Haji Dol.

Dengan segala persiapan yang sedang berlangsung, Pemkot Singkawang menargetkan pengunjung mencapai 250 ribu orang. “Jadi... Pasti ke Singkawang,” kata Haji Dol penuh semangat.

Terpisah, Sekretaris Panitia Festival Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang 2013, Bong Cin Nen (BCN) menambahkan, ditempatkannya arca Dewi Kwan Im di tengah-tengah Taman Mei Hwa memiliki makna tersendiri. “Makanya bahwa di Tahun Ular ini, ada Dewi Pengasih (Dwi Kwan In) yang melindungi,” katanya.

Di luar Taman Mei Hwa juga akan didirikan lampion raksasa dan naga. “Saat ini semuanya sudah kita kerjakan. Pengerjaannya dilakukan siang dan malam,” ungkap BCN. (dik)

http://www.equator-news.com/komunita...a-koin-raksasa

wah meriah ya tiap tahun
anneline i love you