setelah lama sibuk smp tidak sempat posting, waktunya kita langjuut gans


Kesimpulan Korelasi (hubungan) CPI & PPI

  • Jika CPI Meningkat = PPI Meningkat = Inflasi Meningkat = High Rate (Peningkatan Suku Bunga) [Case 1]
  • Jika CPI Melemah = PPI Melemah = Inflasi Melemah = Cut Rate (Pemotongan Suku Bunga) [Case 2]


* Case 1
Jadi gambaran sederhananya, jika tingkat konsumtif dari masyarakat meningkat yang dikarenakan mereka memegang uang cash, maka secara tidak langsung meningkatkan permintaan dari suatu barang, sehingga berlakulah hukum ekonomi permintaan & penawaran. Sehingga dengan semakin meningkatnya daya beli masyarakat, secara tidak langsung harga barang-barang akan beranjak naik, dan hal ini juga mendorong naiknya inflasi. Sehingga, agar inflasi tidak out of control, maka perlu adanya pengendalian yaitu dengan cara Meningkatkan Suku Bunga Bank, agar menarik perhatian masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank, sehingga dapat meredam gairah untuk belanja menghabiskan duit

*Case 2
ketika masyarakat tidak ada gairah untuk belanja, yang kemungkinan terjadi karena pendapatan yang sedikit atau pekerjaan yang tidak pasti, sehingga dapat menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat, ketika masyarakat sudah tidak mampu beli, maka produsen juga harus menge-rem tingkat produksinya, soalnya kalau tidak di rem, memproduksi barang terus tapi tidak ada yang beli , bisa2 menyebabkan pembengkakan biaya produksi. Dengan situasi sperti ini, dapat menyebabkan melemahnya nilai suatu inflasi. Sehingga untuk mendorong gairah aktivitas ekonomi perlu dilakukan Penurunan Suku Bunga Bank, sehingga diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk meminjam uang di Bank. Peminjaman uang dibank, diharapkan bukan untuk tujuan konsumtif semata, tapi juga sebagai modal usaha tingkat rumahan atau menengah. Sehingga jika masyarakat mampu menciptakan sebuah bentuk usaha rumahan, maka mereka dapat mencipatakan sebuah lapang pekerjaan dan sumber pendapatan., sehingga diharapkan ketika orang sudah bekerja dan mendapatkan duit, maka duitnya bisa dibuat untuk belanja , jadi kurang lebih begitu
thread bagus gan...ane bantu rate ama cendolin aja ya...
sekalian ijin ctrl+d
Quote:Original Posted By hoshin
thread bagus gan...ane bantu rate ama cendolin aja ya...
sekalian ijin ctrl+d



mangkasih cendolnya ya gans, bwt penambah penyemangat,,
moga2 bisa bermanfaat bwt kite semua
Quote:Original Posted By asiafbs
.
Sehingga dengan semakin meningkatnya daya beli masyarakat, secara tidak langsung harga barang-barang akan beranjak naik, dan hal ini juga mendorong naiknya inflasi. Sehingga, agar inflasi tidak out of control, maka perlu adanya pengendalian yaitu dengan cara Meningkatkan Suku Bunga Bank, agar menarik perhatian masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank, sehingga dapat meredam gairah untuk belanja menghabiskan duit



yang di bold..
untuk case yang pertama, itu disebutnya demand pull inflation. Artinya Inflasi yang didorong karena meningkatnya permintaan. Untuk kasus ini biasanya opsi pemerintah adalah menggenjot produksi, Agar terjadi titik keseimbangan antara supply & demand. Nah, untuk menggenjot produksi dibutuhkan investasi.. sehingga yang berperan banyak bukan besarnya suku bunga, tetapi tindakan pemerintah yang kaitannya sama regulasi,infrastruktur, insentif..
tindakan ini yang nanti berpengaruh pada iklim investasi..

contoh kasus : inflasi tahun ini naik didorong oleh kenaikan harga beras,daging sapi,gula karena permintaan untuk barang ini meningkat. Tindakan pemerintah bukan menaikan suku bunga, tetapi justru menurunkan suku bunga untuk investasi tertentu di bidang2 yang memicu inflasi tadi, sekaligus perbaiki infrastruktur jalan, transportasi, subsidi pupuk & pakan ternak, perluasan lahan dll.. CMIIW

lanjut om ts.. ntar ane kasih cendol lagi
Quote:Original Posted By QonquraTrading


yang di bold..
untuk case yang pertama, itu disebutnya demand pull inflation. Artinya Inflasi yang didorong karena meningkatnya permintaan. Untuk kasus ini biasanya opsi pemerintah adalah menggenjot produksi, Agar terjadi titik keseimbangan antara supply & demand. Nah, untuk menggenjot produksi dibutuhkan investasi.. sehingga yang berperan banyak bukan besarnya suku bunga, tetapi tindakan pemerintah yang kaitannya sama regulasi,infrastruktur, insentif..
tindakan ini yang nanti berpengaruh pada iklim investasi..

contoh kasus : inflasi tahun ini naik didorong oleh kenaikan harga beras,daging sapi,gula karena permintaan untuk barang ini meningkat. Tindakan pemerintah bukan menaikan suku bunga, tetapi justru menurunkan suku bunga untuk investasi tertentu di bidang2 yang memicu inflasi tadi, sekaligus perbaiki infrastruktur jalan, transportasi, subsidi pupuk & pakan ternak, perluasan lahan dll.. CMIIW

lanjut om ts.. ntar ane kasih cendol lagi


manteep gans, mangkasih udah dibantu menjelaskan ke kaskuser lain, mangstab,, mangkasih banyak gans , kita saling mengisi

itu yang saya bold mantep banget gans, penyeimbangan supply $ demand
Quote:Original Posted By QonquraTrading


yang di bold..
untuk case yang pertama, itu disebutnya demand pull inflation. Artinya Inflasi yang didorong karena meningkatnya permintaan. Untuk kasus ini biasanya opsi pemerintah adalah menggenjot produksi, Agar terjadi titik keseimbangan antara supply & demand. Nah, untuk menggenjot produksi dibutuhkan investasi.. sehingga yang berperan banyak bukan besarnya suku bunga, tetapi tindakan pemerintah yang kaitannya sama regulasi,infrastruktur, insentif..
tindakan ini yang nanti berpengaruh pada iklim investasi..

contoh kasus : inflasi tahun ini naik didorong oleh kenaikan harga beras,daging sapi,gula karena permintaan untuk barang ini meningkat. Tindakan pemerintah bukan menaikan suku bunga, tetapi justru menurunkan suku bunga untuk investasi tertentu di bidang2 yang memicu inflasi tadi, sekaligus perbaiki infrastruktur jalan, transportasi, subsidi pupuk & pakan ternak, perluasan lahan dll.. CMIIW

lanjut om ts.. ntar ane kasih cendol lagi


Sifu Qonqura,
mau nanya, perhitungan inflasi itu cara ngitung bobotnya gimana ?
harga apa berapa % dan sejenisnya
punya daftar bobot perhitungan ??
kalo bisa, gimana penentuan bobotnya ??
musyawarah utk mufakat ??
Quote:Original Posted By morgen80


Sifu Qonqura,
mau nanya, perhitungan inflasi itu cara ngitung bobotnya gimana ?
harga apa berapa % dan sejenisnya
punya daftar bobot perhitungan ??
kalo bisa, gimana penentuan bobotnya ??
musyawarah utk mufakat ??


wet.. ane bukan sifu ..
jadi inget debat ane sama anak statistik
ane tanya.. "gimana cara ente nentuin bobot dari komoditas?"
dia bilang "ngitungnya dari total pengeluaran dibagi dengan komoditas yang di konsumsi"
ane tanya lagi, "berapa batasan komoditas yang dikonsumsi? soalnya makin banyak komoditas, makin kecil bobot dari masing-masing komoditas"
dia jawab : "ya ga ada batasan"
ane tanya lagi " ya ga bisa gitu, soalnya misal, harga beras naik.. tetep aja bobot beras kecil, dengan asumsi pengeluaran untuk beras makin kecil karena harganya naik orang pada gak makan beras, sedangkan pengeluaran dia yang tadinya buat beras, kan dialihkan buat barang lain, padahal barang itu gak naik gara2 penambahan permintaan"
sampe sekarang belum dijawab

jadi buat ngitung bobot, dihitung dari harga barang yang dibeli dibagi total pengeluaran.

contoh:

harga beras 500 rupiah/Kg.
jumlah yang dibeli = 10 kg
total = 5000 Rupiah
total pengeluaran = 50.000 Rupiah
bobot = 5000:50.000
bobot beras = 0,1
nah, nanti bobot inilah yang dikali sama harga si komoditas..
hasilnya ya si CPI itu tadi atau indeks harga konsumen.

ane ga punya daftar bobotnya bro, coba cari di situsnya BPS ada ga?
perhitungannya kira2 kaya di atas.. koreksi kalo salah yah.. dulu pas kuliah sering bolos soalnya
wah...numpang mejeng mendapatkan ilmu gan

ane mo tanya ama om ts

kira" selain inflasi sama cpi/ppi yang mempengaruhi nilai mata uang,ada faktor yang lain gak?
Maklum nubie
Baru aja loss di forex(duit gratisan sih yang loss)
Quote:Original Posted By morgen80


Sifu Qonqura,
mau nanya, perhitungan inflasi itu cara ngitung bobotnya gimana ?
harga apa berapa % dan sejenisnya
punya daftar bobot perhitungan ??
kalo bisa, gimana penentuan bobotnya ??
musyawarah utk mufakat ??


Quote:Original Posted By QonquraTrading


wet.. ane bukan sifu ..
jadi inget debat ane sama anak statistik
ane tanya.. "gimana cara ente nentuin bobot dari komoditas?"
dia bilang "ngitungnya dari total pengeluaran dibagi dengan komoditas yang di konsumsi"
ane tanya lagi, "berapa batasan komoditas yang dikonsumsi? soalnya makin banyak komoditas, makin kecil bobot dari masing-masing komoditas"
dia jawab : "ya ga ada batasan"
ane tanya lagi " ya ga bisa gitu, soalnya misal, harga beras naik.. tetep aja bobot beras kecil, dengan asumsi pengeluaran untuk beras makin kecil karena harganya naik orang pada gak makan beras, sedangkan pengeluaran dia yang tadinya buat beras, kan dialihkan buat barang lain, padahal barang itu gak naik gara2 penambahan permintaan"
sampe sekarang belum dijawab

jadi buat ngitung bobot, dihitung dari harga barang yang dibeli dibagi total pengeluaran.

contoh:

harga beras 500 rupiah/Kg.
jumlah yang dibeli = 10 kg
total = 5000 Rupiah
total pengeluaran = 50.000 Rupiah
bobot = 5000:50.000
bobot beras = 0,1
nah, nanti bobot inilah yang dikali sama harga si komoditas..
hasilnya ya si CPI itu tadi atau indeks harga konsumen.

ane ga punya daftar bobotnya bro, coba cari di situsnya BPS ada ga?
perhitungannya kira2 kaya di atas.. koreksi kalo salah yah.. dulu pas kuliah sering bolos soalnya



waaaah, seru seru ini omss
makin hangat ini kita diskusinya ,seru2,, sering2 mampir ya oms, kita saling berbagi

Quote:Original Posted By pinky123
wah...numpang mejeng mendapatkan ilmu gan

ane mo tanya ama om ts

kira" selain inflasi sama cpi/ppi yang mempengaruhi nilai mata uang,ada faktor yang lain gak?
Maklum nubie
Baru aja loss di forex(duit gratisan sih yang loss)


hehehehe, tenang gans, kita pelajari pelan2,, biar mudah nyangkut nya dan mudah dipahami ,

nanti kalau langsung banyak biasanya ntar bisa mabok gans
Quote:Original Posted By asiafbs



waaaah, seru seru ini omss
makin hangat ini kita diskusinya ,seru2,, sering2 mampir ya oms, kita saling berbagi


.. itu belum selesai,, baru perhitungan buat tahun dasar..
ntar buat tahun berikutnya... acuannya si tahun dasar itu..
trus itu baru perhitungan CPI.. belum masuk rumus inflasinya
iya, harus pelan2.. ntar muaboks
silahken dilanjut gan ts....
Nais trit gan, ijin ikut belajar

Nambah wawasan soal indi ekonomi nih

Cek kulkas gan

Uraian Ringan Beberapa Hal Yang Mempengaruhi Nilai Inflasi

mangstaaab, saat nya kita langsjuutt,
untuk agan just.minute thanks cendolnya ya gans

Mungkin kita sudah mulai bertanya-tanya pada diri kita sendiri, 'lalu kapan sih nilai inflasi ini akan dirubah target nya ? kenapa nilai target inflasi nya harus dirubah ? dan hal apa saja yang menjadi faktor perubahan nilai target inflasi ?

pada sebuah film , terdapat sebuah dialog yang cukup unik :
A : Apakah kamu tau, kenapa kehidupan didunia ini bisa berjalan seimbang sampai sejauh ini ?
B : hhhhhmm,,
A : Peraturan, ya Peraturan lah yang mampu membuat kehidupan didunia ini bisa berjalan seimbang hingga sejauh ini, tanpa adanya aturan ? bammmbs...

Sama halnya dengan Inflasi, targetnya juga harus diatur dan disesuaikan dengan keadaan yang ada, peningkatan yang terlalu cepat atau penurunan yang terlalu drastis, maka perlu diatur dengan sebuah pengendalian, hal ini wajib dilakukan untuk "menekan kesenjangan sosial antara si Kaya dan si Miskin" .

Inflasi merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dihindari, karena kehidupan ini adalah Dinamis, sehingga nilai inflasi pun perlu disesuaikan untuk menunjang perputaran roda ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Lalu apa saja faktor2 yang perlu dijadikan pertimbangan untuk Mengotak-atik nilai target inflasi ini ?

Selain Nilai CPI dan PPI yang telah disebutkan dipostingan sebelumnya, sebuah faktor penting yang sering kita amati bersama melalui kalender ekonomi yang sering kita liat di forexfactory , yaitu GDP (Gross Domestic Product) atau PDB (Produk Domestik Bruto). Ketika nilai suatu GDP itu mengalami penurunan kuartal 2x secara berturut-turut, maka hal ini akan secara langsung mempengaruhi tingkat target inflasi. Jika suatu negara mengalami penurunan kuartal GDP 2x secara berturut-turut, maka negara tersebut dinilai akan mengalami Resesi, sehinggi Bank Central harus segara menyesuaikan kebijakan2 yg berhubungan dengan nilai tingkat inflasinya.

Lalu apa itu GDP atau PDB ?
akan kita bahas dalam Bab berikutnya gans

Cool 

nubie ijin blajar ya ama om TS.....bdw si eng-Kong rupa na jadi sifu dimari ya....wkwk...nggak nyangka gw...ijin blajar juga ama sifu eng-Kong .........
Quote:Original Posted By Mr.Scalper
nubie ijin blajar ya ama om TS.....bdw si eng-Kong rupa na jadi sifu dimari ya....wkwk...nggak nyangka gw...ijin blajar juga ama sifu eng-Kong .........


mari rame-rame belajar gans,,

ini mau lanjut, nunggu respon2 dulu, sapa tau ada yg masih belum nyangkut, jadi ntar bisa ndak kebabalsan

Cool 

sambil nunggu response dari yg laen, boleh ya ane mo nanya dikit ama TS ttg beberapa hal yg berkaitan dgn faktor2 fundamental dr ekonomi suatu negara....bisa lbh dijelaskan lagi kaitan antara inflasi,core rate bank sentral, index saham & nilai tukar mata uang ....satu lagi mohon penjelasan kaitan antara nilai tukar matauang dengan cadangan emas/devisa suatu negara ....tambah satu lagi kaitan nilai tukar dgn kinerja Neraca Perdagangan suatu negara.....satu lagi mhn dijelaskan ttg perbedaan antara Neraca Transaksi berjalan dgn Neraca Pembayaran suatu negara ..... kenapa kebanyak negara lebih memilih cadangan devisa dlm matauang USD dibanding dgn cadangan emas utk mem-backup nilaitukar matauangnya? .......trims sebelumnya atas atas penjelasan nya ....
Quote:Original Posted By Mr.Scalper
sambil nunggu response dari yg laen, boleh ya ane mo nanya dikit ama TS ttg beberapa hal yg berkaitan dgn faktor2 fundamental dr ekonomi suatu negara....bisa lbh dijelaskan lagi kaitan antara inflasi,core rate bank sentral, index saham & nilai tukar mata uang ....satu lagi mohon penjelasan kaitan antara nilai tukar matauang dengan cadangan emas/devisa suatu negara ....tambah satu lagi kaitan nilai tukar dgn kinerja Neraca Perdagangan suatu negara.....satu lagi mhn dijelaskan ttg perbedaan antara Neraca Transaksi berjalan dgn Neraca Pembayaran suatu negara ..... kenapa kebanyak negara lebih memilih cadangan devisa dlm matauang USD dibanding dgn cadangan emas utk mem-backup nilaitukar matauangnya? .......trims sebelumnya atas atas penjelasan nya ....


wah berat ini pertanya'aannya, saya jawab semampu saya dulu ya gans, selebihnya nyusul, mungkin ntar agan2 yang lain bisa bantu juga

inflasi, rate bank, saham dan nilai tukar,,

pada sebuah investasi ada sebuah risk on (risk appatite) dan risk off (risk aversion).

Negara A, punya target inflasi 2%, dan sejauh ini target inflasi tersebut terpenuhi, yang menandakan aktivitas ekonomi negara A sehat dan terkontrol. Ketika ekonomi negara A sehat, maka para investor akan memilih negara A untuk tempat investasi, karena mengharapkan yield yang lebih tinggi (risk on / risk appatitte). maka saham2 sektor usaha di negara A akan diburu para investor, sehingga permintaan akan mata uang negara A meningkat (permintaan mata uang A meningkat, karena untuk beli saham negara A perlu mata uang negara tersebut), yang secara otomatis menguatkan mata uang negara A. Disaat risk on seperti ini, maka para investor akan melepas safe haven (misal USD).

ketika inflasi di negara A meroket dan tidak terkontrol, maka secara ramai2 investor akan melepas saham2 di negara A untuk menyelamatkan modal yang dimilikinya, ketika mereka melepas saham, maka secara tidak langsung negara A kebanjiran mata uang, yang secara otomatis dapat melemahkan mata uangnya. dalam kondisi seprti ini maka risk-off, dan investor akan kembali pada safe haven lagi.

agan pernah mengalami seperti ini ndak ?
ketika rilis data dari US bagus, tiba2 USD malah melemah, EU GU AU malah bullish, padahal data dari US bagus

sejauh ini, US masih memegang peringkat 1 dalam penguasaan ekonomi dunia, ketika rilis data dari US bagus, itu mendadakan ekonomi US yg bagus. Ketika ekonomi negara no 1 (US) bagus, secara tidak langsung menggambarkan kondisi ekonomi negara-negara lainnya juga ikut bagus. Sehingga tidak heran investor akan lebih memilih sektor high yield dibanding harus memegang USD (safe haven).

hal itu pula yg menyebabkan negara2 banyak menyimpan devisa negara dalam US, karena mereka mengerti bagaimana kekuatan US dalam mendominasi perokonmian. Tapi, saat ini negara-negara telah mulai mendiversifikasi cadangan devisanya ke Aussie dan Kiwie.

Neraca Transaksi berjalan dgn Neraca Pembayaran suatu negara
nah untuk yang pertanya'an ini ane belum bisa jawab gans, belum sampe ilmunya

jadi sebenernya ketika kita trading forex, sebagai retail trader dengan tingkat strata yang paling rendah, jika kita bisa jeli melihat kondisi risk on atau risk off, maka kemungkinan besar kita akan bisa sukses dalam bisnis ini.
Quote:Original Posted By QonquraTrading


wet.. ane bukan sifu ..
jadi inget debat ane sama anak statistik
ane tanya.. "gimana cara ente nentuin bobot dari komoditas?"
dia bilang "ngitungnya dari total pengeluaran dibagi dengan komoditas yang di konsumsi"
ane tanya lagi, "berapa batasan komoditas yang dikonsumsi? soalnya makin banyak komoditas, makin kecil bobot dari masing-masing komoditas"
dia jawab : "ya ga ada batasan"
ane tanya lagi " ya ga bisa gitu, soalnya misal, harga beras naik.. tetep aja bobot beras kecil, dengan asumsi pengeluaran untuk beras makin kecil karena harganya naik orang pada gak makan beras, sedangkan pengeluaran dia yang tadinya buat beras, kan dialihkan buat barang lain, padahal barang itu gak naik gara2 penambahan permintaan"
sampe sekarang belum dijawab

jadi buat ngitung bobot, dihitung dari harga barang yang dibeli dibagi total pengeluaran.

contoh:

harga beras 500 rupiah/Kg.
jumlah yang dibeli = 10 kg
total = 5000 Rupiah
total pengeluaran = 50.000 Rupiah
bobot = 5000:50.000
bobot beras = 0,1
nah, nanti bobot inilah yang dikali sama harga si komoditas..
hasilnya ya si CPI itu tadi atau indeks harga konsumen.

ane ga punya daftar bobotnya bro, coba cari di situsnya BPS ada ga?
perhitungannya kira2 kaya di atas.. koreksi kalo salah yah.. dulu pas kuliah sering bolos soalnya


suheng, berarti pake lembaga surveyor utk menelitit bobotnya dalam belanja masyarakat ??
penasaranku karena pas cabe gila gilaan, yang dilakukan sama BPS = menurunkan bobot cabe. geblek bgt

memang suheng dulu kuliah jurusan apa ?

Cool 

Quote:Original Posted By asiafbs


wah berat ini pertanya'aannya, saya jawab semampu saya dulu ya gans, selebihnya nyusul, mungkin ntar agan2 yang lain bisa bantu juga

inflasi, rate bank, saham dan nilai tukar,,

pada sebuah investasi ada sebuah risk on (risk appatite) dan risk off (risk aversion).

Negara A, punya target inflasi 2%, dan sejauh ini target inflasi tersebut terpenuhi, yang menandakan aktivitas ekonomi negara A sehat dan terkontrol. Ketika ekonomi negara A sehat, maka para investor akan memilih negara A untuk tempat investasi, karena mengharapkan yield yang lebih tinggi (risk on / risk appatitte). maka saham2 sektor usaha di negara A akan diburu para investor, sehingga permintaan akan mata uang negara A meningkat (permintaan mata uang A meningkat, karena untuk beli saham negara A perlu mata uang negara tersebut), yang secara otomatis menguatkan mata uang negara A. Disaat risk on seperti ini, maka para investor akan melepas safe haven (misal USD).

ketika inflasi di negara A meroket dan tidak terkontrol, maka secara ramai2 investor akan melepas saham2 di negara A untuk menyelamatkan modal yang dimilikinya, ketika mereka melepas saham, maka secara tidak langsung negara A kebanjiran mata uang, yang secara otomatis dapat melemahkan mata uangnya. dalam kondisi seprti ini maka risk-off, dan investor akan kembali pada safe haven lagi.

agan pernah mengalami seperti ini ndak ?
ketika rilis data dari US bagus, tiba2 USD malah melemah, EU GU AU malah bullish, padahal data dari US bagus

sejauh ini, US masih memegang peringkat 1 dalam penguasaan ekonomi dunia, ketika rilis data dari US bagus, itu mendadakan ekonomi US yg bagus. Ketika ekonomi negara no 1 (US) bagus, secara tidak langsung menggambarkan kondisi ekonomi negara-negara lainnya juga ikut bagus. Sehingga tidak heran investor akan lebih memilih sektor high yield dibanding harus memegang USD (safe haven).

hal itu pula yg menyebabkan negara2 banyak menyimpan devisa negara dalam US, karena mereka mengerti bagaimana kekuatan US dalam mendominasi perokonmian. Tapi, saat ini negara-negara telah mulai mendiversifikasi cadangan devisanya ke Aussie dan Kiwie.

Neraca Transaksi berjalan dgn Neraca Pembayaran suatu negara
nah untuk yang pertanya'an ini ane belum bisa jawab gans, belum sampe ilmunya

jadi sebenernya ketika kita trading forex, sebagai retail trader dengan tingkat strata yang paling rendah, jika kita bisa jeli melihat kondisi risk on atau risk off, maka kemungkinan besar kita akan bisa sukses dalam bisnis ini.


Thanx gan atas penjelasan na...ane tertarik ama statement yg terakhir ....
"
Quote:Original Posted By morgen80


suheng, berarti pake lembaga surveyor utk menelitit bobotnya dalam belanja masyarakat ??
penasaranku karena pas cabe gila gilaan, yang dilakukan sama BPS = menurunkan bobot cabe. geblek bgt

memang suheng dulu kuliah jurusan apa ?


sifu+suheng = kakek guru .... .....yg pasti bukan jurusan manggarai gan ...wkwk .....
ADVANTAGES

• Hedging of positions from 0,1 lot to interbank market;
• Hedging of positions to marketmakers;
• Automatic trading is available (trading with trading robots, advisors, experts, EAs);
details
wah..
lama gak nengok sub FF,ternyata ada thread sing nggenah
sayang ada JUNKER SAMPAH GAK TAU MALU kayak atas ane sing ora nggenah