[TANYA] Asas Nebis in Idem

Halo gan, saya mau tanya soal Asas Nebis in Idem.
Saya mau langsung ke contoh kasusnya ya

Begini, seseorang bernama A memiliki 2 bidang tanah,
sebut saja objek #1 dan objek #2.
Lalu kedua tanah ini diserobot oleh seseorang bernama B.

Tahap pertama, pihak A melaporkan B atas penyerobotan terhadap objek #1 dengan Perppu Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak dengan pengadilan Tipiring (Tindak Pidana Ringan),
Lalu oleh pengadilan diputuslah pada tgl 1 Februari 2013 bahwa pihak B bersalah dan dihukum penjara 2 bulan dgn masa percobaan 6 bulan

Tahap kedua, 2 minggu kemudian (setelah ketok palu sidang sebelumnya), pada tanggal 14 Feb 2013 pihak A kembali melaporkan pihak B atas dugaan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak kembali terhadap objek #1 karena bangunan / tanaman yang dibangun / tanam oleh pihak B masih berada diatas objek #1.

Tahap ketiga, pihak A melaporkan pihak B kali ini atas dugaan Penyerobotan Lahan terhadap objek #1 ditambah dengan objek #2 dengan jalur Perdata.

------------------------
Pertanyaan :

1. Apakah dalam kasus ini pada tahap kedua terjadi asas Nebis in Idem?

2. Karena pihak B kembali dilaporkan melakukan tindakan pidana pada saat masih dlm masa percobaan, apakah pihak B langsung dipenjara 2 bulan (sesuai vonis Tahap pertama) begitu ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, ataukah setelah ketok palu / vonis tahap kedua?

3. Setelah digugat dengan Pidana, masih bisakah pihak B kembali digugat secara Perdata untuk membayar hutang pemakaian tanah dengan hitungan sewa + denda?

Atas jawaban dari agan2 semua saya akan berikan CENDOL
ada baiknya sebelum bertanya dipahami terlebih dahulu apa itu nebis in idem.

sebagai trigger, dalam perdata dikenal res judicata.

silahken.....
Nebis in Idem setau saya apabila subjek, objek, dan gugatannya sama dengan gugatan sebelumnya yang sudah berkekuatan hukum tetap.

nah, apakah kasus yang saya sebutkan tersebut juga termasuk Nebis in Idem?

*harap maklum bukan orang Hukum, hanya sering dengar2 saja di ILC.
nah ini dia.

kalau ngomongnya gugatan, itu adalah perdata. sedangkan nebis in idem digunakan dalam pidana. padanan dalam perdata namanya res judicata. walau secara umum, praktisi tidak jarang menyebut nebis in idem dalam konteks perdata juga.

MA telah mengeluarkan surat edaran yang mengklasifikasikan hal-hal apa saja yang dikategorikan gugatan res judicata. tidak hanya objek gugatan atau pokok sengketa harus sama, para pihak pun harus sama. misalnya ditambahkan satu saja turut tergugat, dalil eksepsi res judicata dapat dipatahkan.

yang perlu dipahami juga adalah, pidana adalah hubungan antara negara/jaksa/jpu dengan subek hukum selaku terdakwa. sedangkan perdata adalah antara dua subjek hukum.

ada juga asas hukum pidana adalah ultimum remedium (jalan terakhir).


itu semua teori. praktek dan penerapannya bisa 1001 macam, tergantung kebutuhan dan strateginya.


jangan kaget kalau nanya soal hukum, bisa apa engga, ya bisa-bisa aja. penerapannya bagaimana, efektivitasnya bagaimana ya tergantung jam terbang si penjawab.

so, lu mau nanya buat apa? ketimbang gw bacot makin ribet....
makasih gan hehehe.... Cendol sent

kalau gitu pertanyaannya begini,
andai pihak B divonis penjara 2 bulan, masa percobaan 6 bulan,
baru 2 minggu sejak ketuk palu, ternyata pihak A melaporkan pihak B untuk objek lainnya,
artinya kan dalam kurun masa percobaan ternyata dia masih melakukan tindak pidana,
apakah si B langsung menjalani hukuman begitu dinyatakan sebagai tersangka,
atau harus menunggu ketuk palu hakim di sidang kasus terbaru, baru dia menjalani hukuman yang lama (2 bulan penjara) ditambah vonis terbaru (misalnya 14 hari penjara)?
apakah sebenarnya yang lu tanya adalah mekanisme pelaksanaan hukuman percobaan?
ya betul sekali.....
# duduk sambil nyeruput kopi, jarang-jarang sepuh beraksi
sayang sekali gw bukan orang yang tepat menjabarkannya, termasuk secara singkat, padat dan jelas dalam bahasa yang mudah dimengerti awam. coba si hoze atau temen-temen yang laen yang lebih ahli soal pidana.

sembari nunggu makhluknya muncul mungkin bisa baca-baca klik
Quote:Original Posted By redlight18
# duduk sambil nyeruput kopi, jarang-jarang sepuh beraksi


hush! itu sepuh FC...

hormaaaaat grak!:
Quote:Original Posted By YngwieMalmsteen
makasih gan hehehe.... Cendol sent

kalau gitu pertanyaannya begini,
andai pihak B divonis penjara 2 bulan, masa percobaan 6 bulan,
baru 2 minggu sejak ketuk palu, ternyata pihak A melaporkan pihak B untuk objek lainnya,
artinya kan dalam kurun masa percobaan ternyata dia masih melakukan tindak pidana,
apakah si B langsung menjalani hukuman begitu dinyatakan sebagai tersangka,
atau harus menunggu ketuk palu hakim di sidang kasus terbaru, baru dia menjalani hukuman yang lama (2 bulan penjara) ditambah vonis terbaru (misalnya 14 hari penjara)?

Izin menjawab ya,CMIIW
Pidana dalam perkara yang pertama baru bisa dieksekusi pidana penjaranya setelah dalam perkara yang kedua si B dijatuhi putusan pidana yang telah Berkekuatan Hukum Tetap (inkracht).

Quote:Original Posted By clone.gree
sayang sekali gw bukan orang yang tepat menjabarkannya, termasuk secara singkat, padat dan jelas dalam bahasa yang mudah dimengerti awam. coba si hoze atau temen-temen yang laen yang lebih ahli soal pidana.

sembari nunggu makhluknya muncul mungkin bisa baca-baca klik

Ok thank you banget bro pokoknya

Quote:Original Posted By clone.gree


hush! itu sepuh FC...

hormaaaaat grak!:

FC? Fight Club?

Quote:Original Posted By Penikmat_Cendol

Izin menjawab ya,CMIIW
Pidana dalam perkara yang pertama baru bisa dieksekusi pidana penjaranya setelah dalam perkara yang kedua si B dijatuhi putusan pidana yang telah Berkekuatan Hukum Tetap (inkracht).


thank you banget bro,
ini jawaban yang ditunggu2