Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
http://www.kaskus.co.id/thread/50f0ad040975b44822000012/kapal-jung-jawa-teknologi-kapal-raksasa
Quote:Original Posted By biagini

ada kesempatan juga untuk beranak pinak. tapi kalo pelayaran via pesisir, dr sumatera sampai madagaskar via arus antartik kan g ada pesisir? emang mau mlipir antartik? secara arus lautnya dr sumatera -- turun ke antartik -- maju ke tanjung harapan -- naik ke madagaskar -- via somali -- india/srilangka -- maju lagi ke sumatera.

kalo setahap demi setahap agak kurang pas. hanyut lebih memungkinkan.


wait, kita fix dulu seberapa besar itu kapal jaman itu. dan seberapa cepat dia bisa berlayar (karena 60kmh itu udah cepet buat kapal laut)

as I said before ini titik awal point bahasan, kalau memang in what if scenario itu kapal hanyut kintir kena angin puting susu di pesisir sumatra, butuh berapa lama sampai madagaskar? kira kira makanan dan air bersih di kapal tadi cukup nggak untuk perjalanan selama itu? itu sampai ke Madagaskar udah jadi zombieland semua

rute dagang tradisional itu dari India menyusur pantai sampai ke Melaka lo. jadi lewat Melaka ke atas, bukan ke Kutub selatan (kecuali majapahit mau berburu penguin)
Quote:Original Posted By Juche.Guidance


wait, kita fix dulu seberapa besar itu kapal jaman itu. dan seberapa cepat dia bisa berlayar (karena 60kmh itu udah cepet buat kapal laut)

as I said before ini titik awal point bahasan, kalau memang in what if scenario itu kapal hanyut kintir kena angin puting susu di pesisir sumatra, butuh berapa lama sampai madagaskar? kira kira makanan dan air bersih di kapal tadi cukup nggak untuk perjalanan selama itu? itu sampai ke Madagaskar udah jadi zombieland semua

rute dagang tradisional itu dari India menyusur pantai sampai ke Melaka lo. jadi lewat Melaka ke atas, bukan ke Kutub selatan (kecuali majapahit mau berburu penguin)


Soal seberapa besar kapal dan seberapa banyak bekal untuk selamat sampai macagascar saya juga tidak tahu. Sampai saat ini masih sebatas dugaan. Coba lihat model arus samudera hindia (contoh mungkin tidak akurat, lupa soalnya dulu liat dimana):

Kapal Jung Jawa: Teknologi kapal raksasa

Dari sini bisa diliat kalo sesuatu yg aneh bila madagascar HANYA dihuni awal mulanya oleh orang barito. Kalau tidak ada unsur arus laut yg mempengaruhi. Jika bisa dijangkau melalui pesisir india/srilangka tentunya awal mula penduduk madagascar orang india/srilangka dong. Bukannya orang barito.

Bila ada bantahan atau masukan lain saya sangat senang.
salah satu Ancient Technology plng membanggakan dr tanah nusantara..

jaman dlu metode ToT nya lbh mudah, ckp dg aliran tenaga dalam aj.
Quote:Original Posted By biagini


Soal seberapa besar kapal dan seberapa banyak bekal untuk selamat sampai macagascar saya juga tidak tahu. Sampai saat ini masih sebatas dugaan. Coba lihat model arus samudera hindia (contoh mungkin tidak akurat, lupa soalnya dulu liat dimana):

Kapal Jung Jawa: Teknologi kapal raksasa

Dari sini bisa diliat kalo sesuatu yg aneh bila madagascar HANYA dihuni awal mulanya oleh orang barito. Kalau tidak ada unsur arus laut yg mempengaruhi. Jika bisa dijangkau melalui pesisir india/srilangka tentunya awal mula penduduk madagascar orang india/srilangka dong. Bukannya orang barito.

Bila ada bantahan atau masukan lain saya sangat senang.


makanya saya kasih 4 pertanyaan tadi
Quote:1. situ coba lihat Madagaskar dimana
2. pelajari bagaimana cara pelayaran era itu.
3. berapa lama pelayaran di jaman itu dan
4. besar kapal di jaman itu, termasuk kemampuan logistical supplies.


kalau cuma pakai 1 aspek dari arus laut, ya nanti logikanya mereka yang bawa menyan dan gaharu dari barus perlu pergi ke pesisir selatan Sumatra, berlayar langsung ke Horn of Afrika. nyatanya kan nggak, mereka ke India dulu

Quote:Dari sini bisa diliat kalo sesuatu yg aneh bila madagascar HANYA dihuni awal mulanya oleh orang barito. Kalau tidak ada unsur arus laut yg mempengaruhi. Jika bisa dijangkau melalui pesisir india/srilangka tentunya awal mula penduduk madagascar orang india/srilangka dong. Bukannya orang barito.
nah ini jadi aneh kalau mengingat Majapahit dan Srivijaya yang klaim diri sebagai multikultural Empire kok punya koloni isinya satu suku? ya karena kapal nyasar kesana tanpa berinteraksi balik ke mainland, stuck ga bisa balik, kenapa orang India/Lanka nggak kesana? karena di Madagaskar ada apaan yang jadi komoditas dagang? trading port ada nggak?

bisa nggak pelayaran ke Madagaskar langsung membelah Samudra Hindia? jawabannya bisa. tapi ini malah balik ke kata bahwa ini pelayaran tanpa tujuan yang bisa saja merupakan suatu bentuk great flight karena satu atau dua hal yang kita nggak tau. kok tanpa tujuan? karena nggak ada interaksi dengan motherland per se (orang nggak tau lo Madagaskar itu dimana) dan kalau merujuk sumber wiki Initial human settlement of Madagascar occurred between 350 BCE and 550 CE by Austronesian peoples arriving on outrigger canoes from Borneo. berarti sebelum ada Majapahit, dan mempertimbangkan aspek ukuran kapal dan kecepatan pelayaran saat itu (salah satu alasan pelayaran pesisir ya karena supplies nya terbatas banget) maka pelayaran menembus bablas langsung ke Samudra Hindia itu suicide mission, dengan kapal era jaman itu dengan U-Hull (yang artinya makin gede makin pelan) maka persediaan supplies nggak akan sampai 3 bulan, sedang pelayaran menembus Samudra bahkan dengan bantuan arus nggak akan sampai dalam 3 bulan (dan ini berarti mungkin ada kisah horor yang terlalu memilukan untuk dibahas), but then again itu bisa menjelaskan kenapa ada IGO di kapal, karena kapal ini memang bertujuan kabur tanpa arah dan tujuan yang jelas (konsep mencari free world dengan berlaya ke barat?)

kalau mau beranggapan pelayaran ke Madagaskar itu plan that goes wrong, maka make sense nya kalau kapal ini mau bawa komoditas dagang ke Axum, namun karena (badai?) maka kehilangan arah dan terdampar di Madagaskar (dan dalam perjalanan melalui jalur dagang tradisional; Melaka - Burma - India - Gujarat - Axum)
Quote:Original Posted By Juche.Guidance


wait, kita fix dulu seberapa besar itu kapal jaman itu. dan seberapa cepat dia bisa berlayar (karena 60kmh itu udah cepet buat kapal laut)

as I said before ini titik awal point bahasan, kalau memang in what if scenario itu kapal hanyut kintir kena angin puting susu di pesisir sumatra, butuh berapa lama sampai madagaskar? kira kira makanan dan air bersih di kapal tadi cukup nggak untuk perjalanan selama itu? itu sampai ke Madagaskar udah jadi zombieland semua

rute dagang tradisional itu dari India menyusur pantai sampai ke Melaka lo. jadi lewat Melaka ke atas, bukan ke Kutub selatan (kecuali majapahit mau berburu penguin)


kalo pendapat ane ada beberapa kemungkinan

1.tu kapal belayar cari ikan, pake metode pelayaran menyusuri pantai,kasusnya sama seperti kasus orang viking sampai amerika utara dan orang bugis sampai pantai utara Australia.

2.tu kapal isinya imigran yang minggat karena ada sesuatu...misal karena kabur dari sesuatu dengan metode pelayaran arus laut seperti orang polynesian, atau pelayaran menyusuri pantai.

bukti yang ada seperti yang uda ada diatas, dimana persebaran kebudayaan itu stuck karena tidak ada imbal balik arus kebudayaan antara madagaskar dan kepulauan nusantara..setidaknya jika dibandingkan dengan ekspedisi pelayaran harta dynasti2 China, dimana terjadi imbal balik kebudayaan dalam bentuk peninggalan berupa peta perjalanan, manuskrip/ catatan tertulis dan peningglan berupa artefak yang menunjukkanhubungan antara kedua daerah tersebut

Quote:Original Posted By Black.Deneb.X4
bakar kambing, panggil pak Ketua Dewan Pembina Partai Kapal Kuno


Lain kali jangan kambing, tapi bebek peking...

Quote:Original Posted By madokafc

Buat yang dibold
Era pelayaran besar China sebenarnya baru redup di abad 16 dan bener-bener hancur pada abad ke 17 ketika dinasti Manchu berkuasa di China. Sebelumnya pada era dinasti Ming, pasca generasi Chang He China masih sangat jaya dalam kekuatan lautnya. Ini terbukti ketika mereka masih bisa menahan armada angkatan laut Jepang, Spanyol dan Portugis untuk tidak memasuki dan menjarah kota-kota pelabuhan besarnya. Dalam Imjin War di tahun 1560-an Angkatan Laut China masih yang terbesar dan terkuat di kawasan Pasifik, bahkan pelaut Spanyol dengan armada Grande Carracknya sendiri tidak berani berbuat macam-macam kalau ada armada kapal dagang China karena mereka takut akan balas dendam dari angkatan lautnya. Cuman karena terjadi huru-hara dan pemberontakan di mainland China, perhatian kekaisaran ke Angkatan Laut semakin berkurang, dan akhirnya benar-benar ditinggalkan ketika Manchu berkuasa di China. Tapi itu bukan berarti pelayaran dagang China dengan Junk-junk besar mereka berakhir, mereka tetap datang ke nusantara dan India untuk berdagang tetapi akhirnya kalah bersaing dengan kekuatan Eropa berikutnya yang datang ke Asia seperti Inggris, Prancis dan Belanda dan itu baru terjadi di era abad ke 18 ke atas.


Penambahan lainnya adalah banyak yang menganggap karier Zheng He berakhir pasca-meninggalnya Kaisar Yongle, padahal sampai era Kaisar Xuande, Zheng He masih sempat mengadakan Pelayaran Keenam dan Ketujuh. Kemampuan maritim Kekaisaran Ming menyurut ketika pada era Kaisar Zhengtong terjadi ancaman dari sisa-sisa Dinasti Yuan Mongol di Utara. Saat Kaisar Zhengtong memimpin sendiri ekspedisi menaklukkan Mongol di Tumu, pasukannya berhasil dikalahkan oleh Mongol dan Kaisar Zhengtong tertawan. Peristiwa ini mengejutkan Dinasti Ming sehingga proyeksi pertahanan berikutnya lebih dititikberatkan untuk membangun Tembok Besar, dan mengabaikan kemampuan Maritim.

Tapi kalau dibilang hancur juga nggak bener, nyatanya pada era Kaisar Zhengde, AL Ming masih terlalu perkasa untuk vs AL Portugis dan Pertempuran Tamao Pertama dan Kedua. Bahkan dari sini, Ming bisa mempelajari teknologi meriam Portugis yang kemudian dipakai vs Jepang sebelum dan setelah Kaisar Wanli memutuskan turut serta dalam Perang Imjin.

Oh ya, nambahin, ketika Zheng Chenggong alias Koxinga mengalahkan Belanda di Taiwan dan mendirikan Kerajaan Tungning, itu juga mengandalkan kekuatan laut lho, walau kekuatan Koxinga saat itu rata2 hanya terdiri dari kapal-kapal dagang Junk yang dipersenjatai.

Quote:Original Posted By Pitung.Kw
zaman Ming, Portugis aja sampai ketakutan dengan armada laut Ming

btw, kagak bener juga kalo dibilang bener2 hancur di zaman Qing, ALnya maybe, tapi kapal komersil dan piratesnya ndak


Lebih tepatnya, Kekaisaran Qing mulai dari zaman Nurhachi lebih menitik beratkan pada angkatan darat dengan Pasukan Delapan Panji-nya. Bahkan Dorgon saja bisa menaklukkan Ming tanpa pertempuran laut.

Kalau dibilang bahwa kekuatan AL Qing hancur, lalu dari mana Kaisar Kangxi bisa menaklukkan Kerajaan Tungning di Taiwan? Bahkan dari kampanye Taiwan, muncul nama Laksamana Besar Shi Lang yang memimpin armada Qing dalam aneksasi Taiwan. Pasca-kekalahan dalam Perang Candu melawan Inggris, Angkatan Laut Qing dimodernisasi pada era Kaisar Tongzhi (di bawah pengaruh Ibu Suri Cixi) yang akhirnya melahirkan empat armada modern, yaitu Beiyang, Nanyang, Shandong, dan Fujian.

Sayangnya, kelemahan mendasar Dinasti Qing saat itu adalah tidak adanya tentara nasional yang berujung pada satu komando. Ini pula yang menyebabkan muncul banyak klik-klik tentara dan warlord-warlord lokal pada era Dinasti Qing. Kalau ada yang pernah melihat film "Warlord" pasti bisa melihat betapa tidak ada kesatuan dalam angkatan bersenjata Dinasti Qing saat itu. Kalau saja nggak ada figur-figur panglima berkuasa dan setia macam Li Hongzhang, bisa-bisa udah hancur sejak lama. Bayangin saja, dalam Perang Sino-Prancis, saat Nanyang Fleet berjuang melawan Prancis di Tonkin, nggak ada bantuan dari armada-armada yang lain. Lebih parah lagi pada perang Sino-Jepang Pertama, saat Beiyang Army dan Beiyang Navy menahan gerak maju Pasukan Jepang yang masuk ke Cina, nggak ada pasukan lain yang mau membantu walaupun diminta. Ini diperparah dengan penggelapan dan korupsi, salah satunya oleh Ibu Suri Cixi yang mengambil dana militer untuk renovasi Istana. Bahkan saat pertempuran di Sungai Yalu, ada satu battleship Cina yang salah satu meriamnya hilang gara-gara digadaikan sama komandannya.

Quote:Original Posted By biagini
nah kebetulan gw ada pertanyaan. ada yg punya gambar jung jawa ini gak? gw belum nemu satupun model jung jawa nusantara. kalo ada yg bisa ngasi contoh gw makasi banget.


Udah ada koq, gambarnya di awal

Kapal Jung Jawa: Teknologi kapal raksasa

Jangan lihat yang sebelah kiri ya, itu relief Kapal Borobudur, bukan Jung Jawa. Ntar deh coba ngoprek2 laptop dulu, siapa tahu masih ada foto model Jung Jawa dari Museum BI.

Quote:Original Posted By Juche.Guidance
sebenernya yang lucu itu justru China. punya kapal super gede (baca: lumbering beast) yang akhirnya pelan pelan mulai bablas anginnya ga kelihatan lagi, bahkan kalah nama sama angkatan laut KOREA salah satu AL yang pakai meriam dan sukses mengaplikasi di Asia ya KOREA ini.

same case sama kapal gede majapahit dan kapal kura kura Korea yang entah kemana yang gede gede, waktu era kolonialis Eropa mencatat sejarah, barang beginian udah jarang (kalau memang masih ada)

sebenernya ada penjelesannya sih, U-Hull mulai digantikan V-Hull, dan lebih memungkinkan pakai smaller ships.


Soal ini lebih pada politik koq. Serta pasca berakhirnya pelayaran Zheng He dan Cina nggak mengadakan ekspedisi raksasa lagi, maka nggak ada kepentingan untuk membangun kapal berukuran gede. Cuman tetep aja mulai dari Zheng He sampai kekalahan Dinasti Qing dalam Perang Candu, AL Cina saat itu masih tetap yang terbesar dan ditakuti. Wako Jepang aja banyak disikat habis.



Oh ya, meluruskan aja ya. Pada era keemasan Sriwijaya sebagai negara maritim, jangan dikaitkan dengan kapal-kapal besar Jung Jawa. AL Sriwijaya itu rata-rata memakai kapal-kapal berukuran kecil hingga sedang dan memakai cadik (perahu bercadik juga bisa berukuran besar lho, jangan dianggap yang namanya perahu bercadik itu cuman maksimal segede kapal nelayan; kalau nggak percaya, ayo silakan dilihat sendiri di Museum Bahari). Dan Kerajaan Sriwijaya ini CMIIW, pernah ane baca memiliki sifat mirip dengan sebuah konfederasi. Tapi ane belum nemuin pendukung sahih-nya, cuman dari novel karangan Seno Gumira Ajidharma.

Kerajaan Sriwijaya juga pada saat itu bukan satu-satunya kerajaan beragama Buddha di Nusantara. Ada Kerajaan (atau kekaisaran) Mataram Kuno yang juga punya cabang Buddha (Dinasti Syailendra). Bahkan raja-raja di Champa pun dipercaya berasal dari keturunan Syailendra.
pada oon semua......bangsa china kan sdh terkenal sbg bgs penjiplak......dlm hal ini krn mereka rajin memburu teknologi, entah dgn membeli lisensi(scr legal) ataupun membajak sawah...eh salah...membajak model & merk .... Ha...ha...ha... Jd bisa ditarik kesimpulan bhw teknologi kapal jung java itu dr mn & milik siapa? ...Ya dr bangsa kita dong...bangsa Indonesia, gitu aja KOK REPOT (kata bpk. Bangsa)
Kapal Jung Jawa: Teknologi kapal raksasa
Kapal Jung Jawa: Teknologi kapal raksasa

Spoiler for "KETERANGAN":
gini...untuk budaya..kita harus melihat waktunya lebih awal lagi...arah perkembangan kebudayaan di kepulauan itu asalnya dari mainland...bukan sebaliknya..perkembangan aksara dan agama itu yang paling kentara, termasuk kebudayaan dalam pembuatan kapal..sehebat2nya pelayaran bangsa Sriwijaya, mereka tidak memberikan influence atau pengaruh signifikan bagi wilayah mainland bagian barat...sementara ke utara mentog sampai di siam bagian selatan..itu juga masih diperdebatkan bentuknya seperti apa...sementara kebiasaan umum yang berkembang pada saat itu adalah bagi negara yang memberikan upeti ke suatu kerajaan itu dianggap sebagai tanda taklukan...kita liat aja..Sriwijaya dalam catatan China itu rutin kasih upeti ke kaisar China....


ps: gambar pertama itu bukan Jung..tetapi galeon
Quote:Original Posted By fred79w
pada oon semua......bangsa china kan sdh terkenal sbg bgs penjiplak......dlm hal ini krn mereka rajin memburu teknologi, entah dgn membeli lisensi(scr legal) ataupun membajak sawah...eh salah...membajak model & merk .... Ha...ha...ha... Jd bisa ditarik kesimpulan bhw teknologi kapal jung java itu dr mn & milik siapa? ...Ya dr bangsa kita dong...bangsa Indonesia, gitu aja KOK REPOT (kata bpk. Bangsa)


Ini lagi.... Chauvinis atau nggak pernah belajar sejarah, Tong

Ane kasih link aja deh, ente baca2 sendiri ya, biar melek tuh mata.

Daftar Penemuan Bangsa Cina



Quote:Original Posted By stuka1788


Ini lagi.... Chauvinis atau nggak pernah belajar sejarah, Tong

Ane kasih link aja deh, ente baca2 sendiri ya, biar melek tuh mata.

Daftar Penemuan Bangsa Cina





biarin aja brow...emang niatnya ngeJunk...
Hail Prof. Dr. Mahoguru Kfir S.S, M.A

nanya dunk, era itu pertempuran aspek laut dilakukan dengan apa?
atau kapal hanya jadi semacam LST untuk menyerbu pelabuhan lawan?
Quote:Original Posted By Kfir
gini...untuk budaya..kita harus melihat waktunya lebih awal lagi...arah perkembangan kebudayaan di kepulauan itu asalnya dari mainland...bukan sebaliknya..perkembangan aksara dan agama itu yang paling kentara, termasuk kebudayaan dalam pembuatan kapal..sehebat2nya pelayaran bangsa Sriwijaya, mereka tidak memberikan influence atau pengaruh signifikan bagi wilayah mainland bagian barat...sementara ke utara mentog sampai di siam bagian selatan..itu juga masih diperdebatkan bentuknya seperti apa...sementara kebiasaan umum yang berkembang pada saat itu adalah bagi negara yang memberikan upeti ke suatu kerajaan itu dianggap sebagai tanda taklukan...kita liat aja..Sriwijaya dalam catatan China itu rutin kasih upeti ke kaisar China....


ps: gambar pertama itu bukan Jung..tetapi galeon


Gambar kedua juga itu tipikal Jung Vietnam, bukan Jung Nusantara.
Artikelnya ane rasa agak tendensius juga deh.


Quote:Original Posted By ghilang27
Menurut Irawan Djoko Nugroho dalam bukunya Majapahit Peradaban Maritim (2011), jumlah armada Jong Majapahit ketika itu mencapai 400 kapal. Bandingkan dengan armada kapal yang dimiliki VOC (Belanda), EIC, Spanyol, dan Portugis pada tahun sesudahnya (1674). Kalau kekuatan itu digabung, mereka yang menguasai India, Nusantara, Indocina, dan China hanya memiliki 124 kapal.


Bujug, ini bisa menghitung 124 kapal timeline-nya mulai dari mana nih?
VOC pada saat kejayaannya memiliki armada dua kali lebih besar daripada gabungan semua kongsi dagang Hindia Timur milik negara-negara Eropa lain. Antara 1602 - 1796, lalu-lintas perkapalan VOC sebesar 1 juta orang dengan 4.875 kapal, jauh lebih besar daripada EIC yang "hanya" 2.690 kapal.

Quote:Original Posted By ghilang27
Kapal-kapal itu biasanya dilengkapi dengan empat layar yang terbuat dari tanaman yang dianyam. Ketika angin berembus, layar-layar itu mudah digerakkan sesuai arah angin. Dengan demikian, laju kapal dapat bergerak lincah sesuai tujuan. Sekali lagi, Jawa telah menunjukkan penguasaan teknologi maritimnya. Coba bandingkan dengan kapalkapal perintis yang dibuat bangsa Eropa.

Kapal Gracedieu buatan Inggris pada 1418 misalnya, memiliki panjang hanya 54 meter. Lagi pula kapal ini tak mampu berlayar. Bertahun-tahun hanya mengapung dan akhirnya ludes terbakar dilalap si jago merah. Lalu, diluncurkan Kapal Christoporus Columbus pada 1492 dan Vasco da Gama (1497). Kapal-kapal tersebut hanya memiliki kapasitas masing-masing 88 dan 171 penumpang.


Benar, kapal-kapal perintis Caravel milik Portugis atau Galleon Spanyol ukurannya memang kecil. Tapi jiwa kebaharian orang Portugis ama Spanyol itu terbukti, karena berhasil mengelilingi dunia hanya dengan memakai kapal-kapal kecil itu.

Empat layar doang? Hmm... kalau kapalnya besar, jelas nggak mungkin pake empat layar aja. Apalagi layar kapal Jung punya kelemahan nggak bisa berfungsi maksimal kalau anginnya terlalu lemah. Kalau empat tiang layar sih mungkin, tapi kalau empat layar doang layarnya mau segede apa?? Emang gampang maintenance layar kalau terlalu gede?

Quote:Original Posted By ghilang27
"Kapal-kapal besar Eropa baru hadir setelah melewati hubungan interkasi dengan kapal-kapal yang digunakan di wilayah-wilayah yang mendapat pengaruh kuat dari Jawa," ungkap Irawan. Fakta tersebut menunjukkan, perdagangan yang dikelola Jawa jauh melampaui gabungan pedagang besar di wilayah Eropa.


Bila pernyataan ini benar, maka seharusnya kapal-kapal besar Eropa akan memiliki bentuk atau konsep yang sama dengan Jung Jawa. Kenyataannya apa? Bentuk kapal bisa diperbesar setelah penggunaan square rigged yang memungkinkan kapal untuk bergerak dengan lebih cepat dengan tenaga angin.

Quote:Original Posted By ghilang27
Ia mengisolasi Jawa dari luar. Akibatnya, dominasi negara maritim yang pernah berjaya itu terus meredup. Apalagi para penerus Panembahan Senapati senantiasa menakutnakuti rakyatnya agar tidak melaut dengan kisah angker Nyi Roro Kidul sebagai penguasa laut selatan Jawa. Perilaku raja yang meminggirkan negara maritim dan melupakan sejarah kejayaan sebagai penguasa dunia itu mengakibatkan Jawa kian terpuruk.


Ini apa lagi... Orang basis perdagangan maritim di Jawa itu berada di Pantai Utara koq. Apa hubungannya ama Mitos Nyi Roro Kidul segala?

Dan kalau tujuan pembuatan cerita mistis untuk menghambat perdagangan laut, maka seumur-umur ane belum pernah dengar ada mitos Nyi Roro Lor.

Quote:Original Posted By ghilang27
Hal ini pula yang mendorong bangsa Eropa, khususnya Belanda, dengan mudah menaklukkan Jawa. Sebagaimana dikatakan Raja Mongol, Kubilai Khan, jika pasukan Mongol mampu mengalahkan Jawa maka negara-negara lain akan tunduk dengan sendirinya. Ia yakin dengan ucapannya itu karena memang tidak mudah menaklukkan tentara dan dominasi niaga yang dibangun Jawa. Sepanjang kariernya, Mongol kalah telak melawan pasukan perang dari Jawa. Prediksi Kubilai Khan memang benar.


Ane balik aja. Kalau kekuatan laut Jawa (entah maksudnya Majapahit, Singasari, Kediri, Jenggala, atau Mataram, mbuh) sekuat yang digembar-gemborkan, nggak bakal itu balatentara Mongol bisa mendarat di Jawa. Nyatanya Mongol bisa mendarat di Jawa dan berhasil dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk menaklukkan Jayakatwang dengan mengatakan bahwa itu Kertanegara yang mempermalukan utusan Kubilai Khan. Pertempuran melawan Mongol juga lebih banyak dilakukan di darat, bukan di laut. Kalau mau menunjukkan kedigdayaan pelaut Jawa, ambil contoh itu Ekspedisi Pamalayu. Juga konflik berkepanjangan antara Mataram dengan Sriwijaya untuk memperebutkan hegemoni di lautan.

Quote:Original Posted By ghilang27
Ketika Belanda berhasil menaklukkan dan menguasai Jawa dengan mudah karena memang minim perlawanan dari penguasa Jawa, sejak saat itulah VOC terus berkibar. Ia memonopoli perniagaan hampir setara dengan yang dikuasai Jawa. Sejak itulah, hari demi hari Jawa penuh dengan kegelapan. Nasibnya serupa dengan Eropa pasca-Romawi. Bahkan lebih tragis lagi, rakyat Jawa telah menjelma menjadi budak-budak dari kolonialis tersebut


Belanda itu bisa besar karena VOC pada era Jan Pieterszoon Coen menerapkan sistem Intra-Asiatic trading yang memungkinkan VOC mendapatkan rempah-rempah dalam jumlah besar tanpa harus membuat surplus perdagangan dengan Eropa untuk menghasilkan logam mulia (ingat konsep Merkantilisme). Dengan sistem ini, kunci kesuksesan VOC ada pada Jepang sebagai penyedia perak dan tembaga untuk sistem Intra-Asiatic trading ini. Masa surut VOC dimulai ketika Jepang mulai membatasi perdagangan perak sehingga mengurangi omzet dagang VOC, ditambah lagi dengan menurunnya permintaan atas rempah-rempah yang saat itu jadi komoditas andalan VOC. Padahal saat itu VOC masih menguasai Jawa lho.
Quote:Original Posted By HobbyMiliter
Hail Prof. Dr. Mahoguru Kfir S.S, M.A

nanya dunk, era itu pertempuran aspek laut dilakukan dengan apa?
atau kapal hanya jadi semacam LST untuk menyerbu pelabuhan lawan?


Metode pertempuran laut sebelum ada meriam awalnya hanya diperkenalkan metode ramming (bangsa Athena). Kemudian oleh Sparta digunakan taktik baru untuk meng-counter keunggulan para pedayung Athena, yaitu metode boarding. Kedua metode ini dilanjutkan oleh Romawi, tapi Romawi pun menambah variasi serangan kapal dengan menempatkan siege tower, ballista, bahkan catapult di dalam kapal.

Sebelum penggunaan meriam on-board ya pertempuran laut cenderung berkisar pada hal-hal itu aja, paling teknisnya yang terus diasah. Jepang pertama kali memperkenalkan penggunaan musket dalam perang laut untuk menggantikan hale-of-arrows, tapi siasat utama Jepang tetap memakai sistem boarding. Siasat ini mentah ketika lawan Korea yang sudah memakai meriam di kapalnya yang lebih superior dari kapal Jepang (Panokseon dan Geobukseon).

Kalau pernah lihat film "Antony and Cleopatra", kemudian "Ben Hur", serta film yang agak modern "Red Cliff II", ya seperti itulah metode peperangannya.




Untung ada agan Stuka, Ketua Dewan Pembina Partai Kapal Kuno. Diskusinya jadi terarah.

Belajar sejarah jangan pake pandangan2 chauvinist ("NusantaraPalingHebatYangLainnyaPastiKalah and other shits like that). Itu menutupi pandangan kita terhadap masa lalu yg hasilnya kita kehilangan hal penting yg paling berharga dalam belajar sejarah : mengetahui kesalahan pendahulu kita di masa lalu dan punya kesempatan memperbaikinya untuk masa depan.

Dilanjut gan Stuka.
sorry agak OOT dikit...
kalo ndak salah sebelumnya disebutkan kalo damar barus (Dryobalanops aromatica) berasal dari sumatera/nusantara digunakan sebagai bahan pengawet mummi di mesir, dan itu jauh sebelum masehi kan?

1. Apakah jaman itu sudah ada kerajaan di nusantara yg mengelola damar barus atau hanya kelompok masyarakat agraris saja?
2. siapa yg membawa damar barus ke mesir? apakah pedagang nusantara atau pedagang dari negeri lain yg singgah di nusantara?

mohon pencerahan...
Quote:Original Posted By stuka1788


Metode pertempuran laut sebelum ada meriam awalnya hanya diperkenalkan metode ramming (bangsa Athena). Kemudian oleh Sparta digunakan taktik baru untuk meng-counter keunggulan para pedayung Athena, yaitu metode boarding. Kedua metode ini dilanjutkan oleh Romawi, tapi Romawi pun menambah variasi serangan kapal dengan menempatkan siege tower, ballista, bahkan catapult di dalam kapal.

Sebelum penggunaan meriam on-board ya pertempuran laut cenderung berkisar pada hal-hal itu aja, paling teknisnya yang terus diasah. Jepang pertama kali memperkenalkan penggunaan musket dalam perang laut untuk menggantikan hale-of-arrows, tapi siasat utama Jepang tetap memakai sistem boarding. Siasat ini mentah ketika lawan Korea yang sudah memakai meriam di kapalnya yang lebih superior dari kapal Jepang (Panokseon dan Geobukseon).

Kalau pernah lihat film "Antony and Cleopatra", kemudian "Ben Hur", serta film yang agak modern "Red Cliff II", ya seperti itulah metode peperangannya.






kalo di "nusantara?"
Quote:Original Posted By Beka.RM.ST.
Untung ada agan Stuka, Ketua Dewan Pembina Partai Kapal Kuno. Diskusinya jadi terarah.

Belajar sejarah jangan pake pandangan2 chauvinist ("NusantaraPalingHebatYangLainnyaPastiKalah and other shits like that). Itu menutupi pandangan kita terhadap masa lalu yg hasilnya kita kehilangan hal penting yg paling berharga dalam belajar sejarah : mengetahui kesalahan pendahulu kita di masa lalu dan punya kesempatan memperbaikinya untuk masa depan.

Dilanjut gan Stuka.


Semprul

Lha wong yang dari kemarin "berjuang" kan Kfir ama madokafc dkk. Ane baru online semalem...

Quote:Original Posted By dodonk
sorry agak OOT dikit...
kalo ndak salah sebelumnya disebutkan kalo damar barus (Dryobalanops aromatica) berasal dari sumatera/nusantara digunakan sebagai bahan pengawet mummi di mesir, dan itu jauh sebelum masehi kan?

1. Apakah jaman itu sudah ada kerajaan di nusantara yg mengelola damar barus atau hanya kelompok masyarakat agraris saja?
2. siapa yg membawa damar barus ke mesir? apakah pedagang nusantara atau pedagang dari negeri lain yg singgah di nusantara?

mohon pencerahan...


Kalau dilihat dari bukti prasasti bahwa kerajaan tertua adalah Kutai Martadipura dan itupun baru muncul pada Abad ke-4, namun sebelumnya diperkirakan sudah ada kerajaan-kerajaan Hindu Purba yang bercorak India di Nusantara, sehingga untuk menjawab pertanyaan pertama dan kedua dengan baik dan benar, harus terlebih dahulu menjawab pertanyaan berikut:

Sejak kapan mulai ditemukan Mummi Firaun Mesir yang diawetkan dengan perantaraan Barus? Dari situ bisa dilacak, kerajaan apa saja yang ada di sana, yang mengadakan hubungan perdagangan dengan Mesir dan juga dengan Nusantara.

Ane sendiri lebih condong pada kemungkinan bahwa terjadi perdagangan intra-Nusantara yang membuat kayu kamper bisa sampai ke daratan Asia dan dari sana dibawa oleh pedagang besar hingga ke Mesir.

Quote:Original Posted By HobbyMiliter
kalo di "nusantara?"


Kan sudah ane bilang, rata-rata pertempuran laut memakai cara semacam itu, ya berarti di Nusantara pun nggak akan jauh berbeda, memakai panah, siege tower, metode ramming, atau boarding. Walaupun ane lebih condong ke metode boarding sebagai metode yang banyak dipakai, karena kapal-kapal awal Nusantara yang berformat cadik (trimaran) terlalu ringkih untuk melakukan ramming dengan sempurna.
Quote:Original Posted By dodonk

2. siapa yg membawa damar barus ke mesir? apakah pedagang nusantara atau pedagang dari negeri lain yg singgah di nusantara?

mohon pencerahan...


estafet....setiap kebudayaan punya wilayah kekuasaannya masing2...ga sembarang pedagang asing bisa nerobos wilayah tsb...mau di darat atw di laut

kenapa para crusader ngalamin kultur shock pas datang ke konstantinople, karena mereka liat barang2 dan arsitektur yang ga pernah mereka bayangin bisa ada, seperti rempah rempah...sampe ke bizantium lewat pedagang arab yg dapet dari pedagang persia atw india...india bisa dapat langsung dari nusantara atw dgn perantara, tergantung siapa penguasa jalur perdagangan di teluk benggala pd periode tsb.... hampir semua perdagangan dari timur ke barat dr abad 6 sampe 12 lewat konstantinople

kalo bahas sejarah banyak yang lupa konteks, ngebahas pake standar masyarakat modern

Quote:Original Posted By irahaha
estafet....setiap kebudayaan punya wilayah kekuasaannya masing2...ga sembarang pedagang asing bisa nerobos wilayah tsb...mau di darat atw di laut

kenapa para crusader ngalamin kultur shock pas datang ke konstantinople, karena mereka liat barang2 dan arsitektur yang ga pernah mereka bayangin bisa ada, seperti rempah rempah...sampe ke bizantium lewat pedagang arab yg dapet dari pedagang persia atw india...india bisa dapat langsung dari nusantara atw dgn perantara, tergantung siapa penguasa jalur perdagangan di teluk benggala pd periode tsb.... hampir semua perdagangan dari timur ke barat dr abad 6 sampe 12 lewat konstantinople

kalo bahas sejarah banyak yang lupa konteks, ngebahas pake standar masyarakat modern


Bold Merah: Benar, tapi kalau ane bilang pada zaman itu kesulitannya bukan masalah masuk ke suatu wilayah kekuasaan, melainkan lebih pada keterjangkauan masing-masing pedagang dalam membawa komoditasnya. Sudah jamak kalau jalur kafilah itu pada zaman segitu amat sulit dan rawan, jadi mau nggak mau metode estafet paling afdol buat dipakai.

Bold Biru: Pernah ada cerita saat Pasukan Romawi pertama kali melakukan kampanye untuk menaklukkan Persia, mereka pada kalang kabut gara-gara Orang Persia memakai kain sutra yang tembus cahaya dikibarkan sebagai panji. Karena belum pernah melihat kain sutra, orang Romawi mengiranya kain sutra itu adalah salah satu bentuk "sihir Persia".

Bold Hijau: Naaaaah, ini dia penyakit yang sering menjangkiti beberapa anak Formil, terutama yang masih nubi-nubi. Mereka sering nggak melihat keadaan dan konteks pada saat kejadian sejarah itu terjadi. Belum apa-apa sudah buru-buru dinilai menggunakan konsep yang berlaku pada masa kini, padahal belum tentu konsep masa kini bisa menjelaskan kejadian pada saat itu. Ambil contoh aja di trit sebelah soal KNIL.