KASKUS

Quote:Original Posted By maestrodc
[QUOTE=Juche.Guidance;50f1ce4be574b4a01300000a]

apa apa dibawa ke rasial

padahal si Kfir juga gak pro ke Chinese Empire dituduh pro mainland, makanya kalau baca sejarah otak chauvinis ditinggal aja tong, banyak fakta yang jadi aneh gara gara chauvinist guoblok begini



1. situ coba lihat Madagaskar dimana
2. pelajari bagaimana cara pelayaran era itu.
3. berapa lama pelayaran di jaman itu dan
4. besar kapal di jaman itu, termasuk kemampuan logistical supplies.

answers :
1. Madagaskar itu ada di selatan Afrika, bukan tempat populer bagi perdagangan
2. pelayaran saat itu masih menyusuri pantai karena dimensi kapal, lebih detil di nomer 4
3. jaman pelayaran, perjalanan dari Jawa ke India aja bisa lama berbulan bulan, karena masih sangat tergantung angin dan musim
4, dengan dimensi kapal yang ga berapa gede, maka logistical supplies juga ga bisa banyak, ini adalah alasan utama kenapa pelayaran era itu menyusur pantai, air bersih dan bahan makanan terbatas sekali

berdasar 4 fakta diatas, apalagi di era dimana navigasi dan eksplorasi belum seperti sekarang, sangat mungkin bahwa pelayaran ke Madagaskar itu pelayaran kesasar, mereka mungkin mengarah ke peradaban lain yang memang trading port (Axum?) lalu karena satu dua hal tersasar di Madagaskar.

dan masuk akal nggak sih kalau trading port sebuah Imperial Power multirasial seperti Srivijaya dan Majapahit hanya diisi mayoritas satu suku? karena itulah sebagian orang beranggapan Madagaskar adalah para aktor LOST seri pertama

nggak bisa dibandingkan dengan kasus Eropa atau Mediterania, disana kapal kapal crowded, kalau di Asia pelayaran tidak terlalu ramai karena naval imperial power nggak banyak. and then again, seperti kata Kfir, jika Majapahit dan Srivijaya sangat tangguh maka mereka tentunya akan dicatat dalam beberapa literatur.


Blod pertama ane juga setuju bisa jadi mereka kesasar, yang ane ga setuju pelayaran mereka ke Madagaskar karena pelayaran tanpa tujuan... mungkin saja tujua mereka buat melakukan sesuatu di suatu tempat karena lain hal mereka kesasar di madagaskar...(ini pendapat pribadi soalnya ane ga mengerti soal pelayaran madagaskar ).
yg ane blodd kedua sie KFIR kn mw bandingin catatan sriwijaya n majapahit antara abad ke 2 ampe ke 9... yg jelas2 majapahit ja lum berdiri....

sebenernya sungguh banyak catatan tentang ketangguhan armada maritim sriwijaya tpi males mw buka2 bukunya dalam kardusss

baca yang bener nggih...gw g bandingin catatan majapahit sriwijaya abad 2-9 tetapi gw bandingin bahwa sudah ada catatan ekspedisi pelayaran harta dynasti Tang abad 2 yang menyatakan ada kerajaan bercorak agraris di jawa sumatra dan gw g sebutin nama keajaannya apa...dan bandingin dengan keberadaan Sriwijaya-majapahit dimana Cina juga memiliki berita tentang kedua kerajaan tersebut...kalo situ bacanya bener, situ bisa tarik kesimpulan bahwa ekspedisi Cina itu lebih dulu dari ekspedisi orang2 Jawa/Nusantara...dan pelayaran Cina dulu lebih memiliki tujuan dimana mereka menyebarkan influence ke seluruh wilayah yang mereka singgahi, dengan bukti ada peta pelayaran yang dibuat orang2 China sejak zaman dynasti Tang dan juga penyebaran artefak berupa keramik2 China kuno
Quote:Original Posted By cocema
Orang jawa gak pernah kasih nama kemdaraan laut mereka JUNG, salah pengertian kali itu gan. Setahu ane ane orang jawa sebut namanya kapal, perahu ada pula bahasa lokalnya putek sertaseringkali bercadik dll,


jung jawa sebutan yg dipakai orang portu di malaka. karena asal kapal itu dr pesisir jawa. entah orang jawa nyebutnya apa.
Quote:Original Posted By Kringet Pliket
kalo menurut ane wajar aja sih Jung Jawa dapet pengaruh dari cina..

raja demak yang pertama, raden patah kan seorang china muslim..



keseret arus? menurut ane kaya underestimate kemampuan berlayar mereka..

ya mungkin emang dasarnya nenek moyang kita bangsa pelaut gan..

wajar kan nusantara yang kepulauan begini maka penduduknya suka menjelajah..

orang dayak juga aslinya kan pelaut sebelum Islam masuk dan mereka menyingkir masuk ke pedalaman..

suku bajau yang banyak di filipina selatan dan kalimantan (malaysia, indonesia) juga hidupnya di laut terus..

sepertinya masing2 suku bangsa punya kapal2 khasnya masing2..

sampe jamannya dinasti syalendra, kerajaan sriwijaya, sampe majapahit angkatan lautnya juga kan bisa dibilang cukup kuat.

di majapahit yg terkenal laksamana nala kalo ga salah..



jalur perdagangan di seluruh nusantara dimonopoli VOC gan.. mau pindah kemana lagi?

menurut ane, mungkin emang di banten dan madura ngga punya spesialisasi bikin kapal..

atau mungkin juga bahan baku kayu jati yang biasanya digunain itu sumber utamanya di pesisir utara jawa tengah hingga ke jawa timur.. dan kayu2 jati terbaik kebetulan emang ada di daerah demak (alas roban, rembang, pati, dan sekitarnya)


lah apa yg bisa diharapakan dr pelayaran awal masehi? orang barito sampai madagaskar di awal awal tahun masehi lho.

gw sendiri juga g yakin di awal masehi ada orang barito yg niat ekspedisi sampai ke semenanjung afrika. secara kapalnya masih bentuk perahu kecil kecil. ini yg ngomong hanyut juga bukan kesimpulan gw lho. ente cari aja artikel madagaskar. natgeo kalo g salah juga pernah bahas.

kalo udh diatas abad 10 an masehi mungkin udh hubungab dagang. who knows? saya belum baca paper soal itu.
Quote:Original Posted By biagini


jung jawa sebutan yg dipakai orang portu di malaka. karena asal kapal itu dr pesisir jawa. entah orang jawa nyebutnya apa.

Oleh karena itu yang diatas kok pada nyama nyamin jung cina dg kapal jawa, itu beda sama sekali dari struktur tiang layar model layar hull nya cadiknya udah beda, jung ya jung kapal jawa ya kapal jawa gak sama itu... Kek nyamain becak ama riksaw
Quote:Original Posted By cocema

Oleh karena itu yang diatas kok pada nyama nyamin jung cina dg kapal jawa, itu beda sama sekali dari struktur tiang layar model layar hull nya cadiknya udah beda, jung ya jung kapal jawa ya kapal jawa gak sama itu... Kek nyamain becak ama riksaw


baca buku portugis itu deh. orang portu bilang jung karena mirip jung nya cina. tapi bukan jung cina. makanya untuk membedakan dibilang jung jawa. orang portu bilang kapal jawa yg mendapat teknologi dr cina.

oh ya jung jawa bukan kapal cadik lho. kapal cadik mana yg bisa sampai 1000 ton?
Quote:Original Posted By persekot


ga semua nusantara dikuasai penuh oleh VOC, contohnya masyarakat Bugis masih exist dengan kapal Phinisi..begitu pula Aceh..dan seperti ane bilang para pedagang dan ilmuwan Jawa bisa pindah ketempat lain..
masyarakat pesisir Banten dan Madura cukup kuat budaya maritimnya dan disana kayu jati juga mudah ditemukan meski mungkin kualitasnya tidak sebaik di jawa tengah dan timur..jadi tidak cukup kuat alasan kalau tidak mau pindah kesana padahal situasinya lebih mendukung bisnis tetap berlangsung..daripada lalu berhenti sama sekali.

btw ane percaya Jung Jawa pernah exist tapi yg ane pgn telusuri adalah bagaimana tradisi maritim mengarungi samudera masyarakat pesisir Jawa bisa hilang sampe sekarang yg cuma kelas nelayan pesisir dengan perahu2 kecil? apakah mungkin Mataram sendiri dari era sultan Agung sampe bubarnya Mataram kurang dari 2 abad tapi bisa mengikis habis kebudayaan yg telah mendarah daging selama berabad2 ?
terlebih lagi Mataram juga memiliki pengalaman pahit karena kalahnya armada Mataram oleh VOC bukankah seharusnya Mataram tetap meneruskan tradisi membuat Jung Jawa yang konon tidak bisa ditembus meriam Portugis maka dgn demikian masih ada peluang untuk menandingi armada VOC?
sekarang apakah jika sudah bisa membuat tanker dan LPD lalu berhenti dan cuma membuat tongkang..?


konon orang bugis udah kerjasama ama VOC gan.. mereka pake pinisi..

teorinya emang gitu.. gara2 mataram doktrinnya agraris.. menghapus keahlian pembuatan kapal2 di Jawa.. sayang banget ya..

menurut ane segede2nya dan setangguh2nya kapal kan pasti harus lego jangkar.. pas di darat semua kapal besar udah dihancurin VOC mungkin?

Quote:Original Posted By biagini


lah apa yg bisa diharapakan dr pelayaran awal masehi? orang barito sampai madagaskar di awal awal tahun masehi lho.

gw sendiri juga g yakin di awal masehi ada orang barito yg niat ekspedisi sampai ke semenanjung afrika. secara kapalnya masih bentuk perahu kecil kecil. ini yg ngomong hanyut juga bukan kesimpulan gw lho. ente cari aja artikel madagaskar. natgeo kalo g salah juga pernah bahas.

kalo udh diatas abad 10 an masehi mungkin udh hubungab dagang. who knows? saya belum baca paper soal itu.


mungkin emang mereka bangsa nomaden di laut kaya suku bajau.. jadi udah biasa menjelajah laut antar pulau..
soalnya kalo mereka bisa bangun peradaban baru di madagaskar berarti kan di kapal bawa cewe2.. alias mereka berlayar sekeluarga..
*kalo berlayar untuk dagang biasanya cowo2 semua kan ya? cmiiw

gimana sampe ke madagaskar mungkin bener kata agan juche.guidance, berlayarnya bertahap2 menyusuri pesisir..
kalo langsung hanyut kebawa arus dari sini motong samudera hindia sampe madagaskar jadi bingung logistiknya seberapa banyak dilaut berbulan2...
Quote:Original Posted By persekot


ada beberapa wilayah di Jawa dan sekitarnya yang tidak dikuasai sepenuhnya oleh Mataram seperti Banten dan Madura..mengapa di daerah tersebut tidak dikenal memproduksi Jung Jawa? semestinya para pedagang dan produsen kapal Jung Jawa didaerah yang dikontrol penuh oleh Mataram dan VOC bisa berimigrasi ke daerah2 yang tidak dikuasai Mataram dan VOC untuk kemudian melanjutkan perdagangan bebas menggunakan kapal Jung Jawa.. jiwa pedagang tidak akan hilang begitu saja jika dilarang mereka akan menggunakan segala cara supaya tetap exist kalau perlu migrasi ke tempat yang lebih kondusif walaupun jauh misalkan ke Aceh, Malaka, Bugis, dll.. padahal dari postingan kaskuser didepan ada yang menjelaskan kalau Jung Jawa banyak dijumpai Portugis di Malaka.


Bold satu
Madura itu udah jatoh ke tangan Mataram sebelum Surabaya jatuh tahun 1614, lihat buku Ricklef dah History of Modern Indonesia.

Banyak orang Jawa pesisir ahli kapal dan pelaut serta pedagang lebih milih tanah rantauan yang lain dan membawa keahlian mereka keluar dari Jawa. Misalnya Malaka/Malayu dan Singapura. Dan tentu saja setelah dua atau tiga generasi lebih mereka sudah tidak lagi disebut dengan orang Jawa kan melainkan orang Melayu apalagi dengan banyaknya perkimpoian campur di daerah Asia Tenggara

Bold Kedua

Situasi kepulauan Nusantara waktu itu benar-benar chaos, dimana-mana terjadi perang penaklukan colonial dan perang antara kerajaan lokal. Dan hampir semua kerajaan nusantara antara abad 17-19 mengalami kemerosotan ekonomi dan sosial akibat perang yang berlarut-larut dan campur tangan agen asing macam VOC ataupun EIC di lingkungan istana kerajaan. Akibatnya yang difokuskan bukan lagi kesejahteraan ekonomi dan industri lokal (termasuk industri kapal) melainkan upaya perang di darat dan peningkatan status raja. Sebagaimana contohnya, ketika Aru Palaka bersama Spellman menaklukan benteng Sumba Opu di Makasar orang-orang Makasar dan Bugis pro Gowa-Tallo justru lebih mengungsi ke pulau Jawa ataupu ke wilayah nusantara lainnya dan menjadikan diri mereka sebagai "viking" atau bajak laut dan terkadang mereka menjadi pasukan bayaran dari kerajaan lokal. Sebagaimana kita ketahui kenapa di Mataram/Yogyakarta ada pasukan Bugis dan kampung Bugis itu asalnya karena para pengungsi dari Makassar melarikan diri ke Jawa dan mengabdikan dirinya kepada sultan Mataram.

Quote:Original Posted By Kringet Pliket


konon orang bugis udah kerjasama ama VOC gan.. mereka pake pinisi..

teorinya emang gitu.. gara2 mataram doktrinnya agraris.. menghapus keahlian pembuatan kapal2 di Jawa.. sayang banget ya..

menurut ane segede2nya dan setangguh2nya kapal kan pasti harus lego jangkar.. pas di darat semua kapal besar udah dihancurin VOC mungkin?



mungkin emang mereka bangsa nomaden di laut kaya suku bajau.. jadi udah biasa menjelajah laut antar pulau..
soalnya kalo mereka bisa bangun peradaban baru di madagaskar berarti kan di kapal bawa cewe2.. alias mereka berlayar sekeluarga..
*kalo berlayar untuk dagang biasanya cowo2 semua kan ya? cmiiw

gimana sampe ke madagaskar mungkin bener kata agan juche.guidance, berlayarnya bertahap2 menyusuri pesisir..
kalo langsung hanyut kebawa arus dari sini motong samudera hindia sampe madagaskar jadi bingung logistiknya seberapa banyak dilaut berbulan2...


bisa jadi seperti itu. pemilihan contoh suku laut sepertinya memang lebih pas. :-)

ada kesempatan juga untuk beranak pinak. tapi kalo pelayaran via pesisir, dr sumatera sampai madagaskar via arus antartik kan g ada pesisir? emang mau mlipir antartik? secara arus lautnya dr sumatera -- turun ke antartik -- maju ke tanjung harapan -- naik ke madagaskar -- via somali -- india/srilangka -- maju lagi ke sumatera.

kalo setahap demi setahap agak kurang pas. hanyut lebih memungkinkan.
Quote:Original Posted By biagini

ada kesempatan juga untuk beranak pinak. tapi kalo pelayaran via pesisir, dr sumatera sampai madagaskar via arus antartik kan g ada pesisir? emang mau mlipir antartik? secara arus lautnya dr sumatera -- turun ke antartik -- maju ke tanjung harapan -- naik ke madagaskar -- via somali -- india/srilangka -- maju lagi ke sumatera.

kalo setahap demi setahap agak kurang pas. hanyut lebih memungkinkan.


wait, kita fix dulu seberapa besar itu kapal jaman itu. dan seberapa cepat dia bisa berlayar (karena 60kmh itu udah cepet buat kapal laut)

as I said before ini titik awal point bahasan, kalau memang in what if scenario itu kapal hanyut kintir kena angin puting susu di pesisir sumatra, butuh berapa lama sampai madagaskar? kira kira makanan dan air bersih di kapal tadi cukup nggak untuk perjalanan selama itu? itu sampai ke Madagaskar udah jadi zombieland semua

rute dagang tradisional itu dari India menyusur pantai sampai ke Melaka lo. jadi lewat Melaka ke atas, bukan ke Kutub selatan (kecuali majapahit mau berburu penguin)
Quote:Original Posted By Juche.Guidance


wait, kita fix dulu seberapa besar itu kapal jaman itu. dan seberapa cepat dia bisa berlayar (karena 60kmh itu udah cepet buat kapal laut)

as I said before ini titik awal point bahasan, kalau memang in what if scenario itu kapal hanyut kintir kena angin puting susu di pesisir sumatra, butuh berapa lama sampai madagaskar? kira kira makanan dan air bersih di kapal tadi cukup nggak untuk perjalanan selama itu? itu sampai ke Madagaskar udah jadi zombieland semua

rute dagang tradisional itu dari India menyusur pantai sampai ke Melaka lo. jadi lewat Melaka ke atas, bukan ke Kutub selatan (kecuali majapahit mau berburu penguin)


Soal seberapa besar kapal dan seberapa banyak bekal untuk selamat sampai macagascar saya juga tidak tahu. Sampai saat ini masih sebatas dugaan. Coba lihat model arus samudera hindia (contoh mungkin tidak akurat, lupa soalnya dulu liat dimana):



Dari sini bisa diliat kalo sesuatu yg aneh bila madagascar HANYA dihuni awal mulanya oleh orang barito. Kalau tidak ada unsur arus laut yg mempengaruhi. Jika bisa dijangkau melalui pesisir india/srilangka tentunya awal mula penduduk madagascar orang india/srilangka dong. Bukannya orang barito.

Bila ada bantahan atau masukan lain saya sangat senang.
salah satu Ancient Technology plng membanggakan dr tanah nusantara..

jaman dlu metode ToT nya lbh mudah, ckp dg aliran tenaga dalam aj.
Quote:Original Posted By biagini


Soal seberapa besar kapal dan seberapa banyak bekal untuk selamat sampai macagascar saya juga tidak tahu. Sampai saat ini masih sebatas dugaan. Coba lihat model arus samudera hindia (contoh mungkin tidak akurat, lupa soalnya dulu liat dimana):



Dari sini bisa diliat kalo sesuatu yg aneh bila madagascar HANYA dihuni awal mulanya oleh orang barito. Kalau tidak ada unsur arus laut yg mempengaruhi. Jika bisa dijangkau melalui pesisir india/srilangka tentunya awal mula penduduk madagascar orang india/srilangka dong. Bukannya orang barito.

Bila ada bantahan atau masukan lain saya sangat senang.


makanya saya kasih 4 pertanyaan tadi
Quote:1. situ coba lihat Madagaskar dimana
2. pelajari bagaimana cara pelayaran era itu.
3. berapa lama pelayaran di jaman itu dan
4. besar kapal di jaman itu, termasuk kemampuan logistical supplies.


kalau cuma pakai 1 aspek dari arus laut, ya nanti logikanya mereka yang bawa menyan dan gaharu dari barus perlu pergi ke pesisir selatan Sumatra, berlayar langsung ke Horn of Afrika. nyatanya kan nggak, mereka ke India dulu

Quote:Dari sini bisa diliat kalo sesuatu yg aneh bila madagascar HANYA dihuni awal mulanya oleh orang barito. Kalau tidak ada unsur arus laut yg mempengaruhi. Jika bisa dijangkau melalui pesisir india/srilangka tentunya awal mula penduduk madagascar orang india/srilangka dong. Bukannya orang barito.
nah ini jadi aneh kalau mengingat Majapahit dan Srivijaya yang klaim diri sebagai multikultural Empire kok punya koloni isinya satu suku? ya karena kapal nyasar kesana tanpa berinteraksi balik ke mainland, stuck ga bisa balik, kenapa orang India/Lanka nggak kesana? karena di Madagaskar ada apaan yang jadi komoditas dagang? trading port ada nggak?

bisa nggak pelayaran ke Madagaskar langsung membelah Samudra Hindia? jawabannya bisa. tapi ini malah balik ke kata bahwa ini pelayaran tanpa tujuan yang bisa saja merupakan suatu bentuk great flight karena satu atau dua hal yang kita nggak tau. kok tanpa tujuan? karena nggak ada interaksi dengan motherland per se (orang nggak tau lo Madagaskar itu dimana) dan kalau merujuk sumber wiki Initial human settlement of Madagascar occurred between 350 BCE and 550 CE by Austronesian peoples arriving on outrigger canoes from Borneo. berarti sebelum ada Majapahit, dan mempertimbangkan aspek ukuran kapal dan kecepatan pelayaran saat itu (salah satu alasan pelayaran pesisir ya karena supplies nya terbatas banget) maka pelayaran menembus bablas langsung ke Samudra Hindia itu suicide mission, dengan kapal era jaman itu dengan U-Hull (yang artinya makin gede makin pelan) maka persediaan supplies nggak akan sampai 3 bulan, sedang pelayaran menembus Samudra bahkan dengan bantuan arus nggak akan sampai dalam 3 bulan (dan ini berarti mungkin ada kisah horor yang terlalu memilukan untuk dibahas), but then again itu bisa menjelaskan kenapa ada IGO di kapal, karena kapal ini memang bertujuan kabur tanpa arah dan tujuan yang jelas (konsep mencari free world dengan berlaya ke barat?)

kalau mau beranggapan pelayaran ke Madagaskar itu plan that goes wrong, maka make sense nya kalau kapal ini mau bawa komoditas dagang ke Axum, namun karena (badai?) maka kehilangan arah dan terdampar di Madagaskar (dan dalam perjalanan melalui jalur dagang tradisional; Melaka - Burma - India - Gujarat - Axum)
Quote:Original Posted By Juche.Guidance


wait, kita fix dulu seberapa besar itu kapal jaman itu. dan seberapa cepat dia bisa berlayar (karena 60kmh itu udah cepet buat kapal laut)

as I said before ini titik awal point bahasan, kalau memang in what if scenario itu kapal hanyut kintir kena angin puting susu di pesisir sumatra, butuh berapa lama sampai madagaskar? kira kira makanan dan air bersih di kapal tadi cukup nggak untuk perjalanan selama itu? itu sampai ke Madagaskar udah jadi zombieland semua

rute dagang tradisional itu dari India menyusur pantai sampai ke Melaka lo. jadi lewat Melaka ke atas, bukan ke Kutub selatan (kecuali majapahit mau berburu penguin)


kalo pendapat ane ada beberapa kemungkinan

1.tu kapal belayar cari ikan, pake metode pelayaran menyusuri pantai,kasusnya sama seperti kasus orang viking sampai amerika utara dan orang bugis sampai pantai utara Australia.

2.tu kapal isinya imigran yang minggat karena ada sesuatu...misal karena kabur dari sesuatu dengan metode pelayaran arus laut seperti orang polynesian, atau pelayaran menyusuri pantai.

bukti yang ada seperti yang uda ada diatas, dimana persebaran kebudayaan itu stuck karena tidak ada imbal balik arus kebudayaan antara madagaskar dan kepulauan nusantara..setidaknya jika dibandingkan dengan ekspedisi pelayaran harta dynasti2 China, dimana terjadi imbal balik kebudayaan dalam bentuk peninggalan berupa peta perjalanan, manuskrip/ catatan tertulis dan peningglan berupa artefak yang menunjukkanhubungan antara kedua daerah tersebut

Quote:Original Posted By Black.Deneb.X4
bakar kambing, panggil pak Ketua Dewan Pembina Partai Kapal Kuno


Lain kali jangan kambing, tapi bebek peking...

Quote:Original Posted By madokafc

Buat yang dibold
Era pelayaran besar China sebenarnya baru redup di abad 16 dan bener-bener hancur pada abad ke 17 ketika dinasti Manchu berkuasa di China. Sebelumnya pada era dinasti Ming, pasca generasi Chang He China masih sangat jaya dalam kekuatan lautnya. Ini terbukti ketika mereka masih bisa menahan armada angkatan laut Jepang, Spanyol dan Portugis untuk tidak memasuki dan menjarah kota-kota pelabuhan besarnya. Dalam Imjin War di tahun 1560-an Angkatan Laut China masih yang terbesar dan terkuat di kawasan Pasifik, bahkan pelaut Spanyol dengan armada Grande Carracknya sendiri tidak berani berbuat macam-macam kalau ada armada kapal dagang China karena mereka takut akan balas dendam dari angkatan lautnya. Cuman karena terjadi huru-hara dan pemberontakan di mainland China, perhatian kekaisaran ke Angkatan Laut semakin berkurang, dan akhirnya benar-benar ditinggalkan ketika Manchu berkuasa di China. Tapi itu bukan berarti pelayaran dagang China dengan Junk-junk besar mereka berakhir, mereka tetap datang ke nusantara dan India untuk berdagang tetapi akhirnya kalah bersaing dengan kekuatan Eropa berikutnya yang datang ke Asia seperti Inggris, Prancis dan Belanda dan itu baru terjadi di era abad ke 18 ke atas.


Penambahan lainnya adalah banyak yang menganggap karier Zheng He berakhir pasca-meninggalnya Kaisar Yongle, padahal sampai era Kaisar Xuande, Zheng He masih sempat mengadakan Pelayaran Keenam dan Ketujuh. Kemampuan maritim Kekaisaran Ming menyurut ketika pada era Kaisar Zhengtong terjadi ancaman dari sisa-sisa Dinasti Yuan Mongol di Utara. Saat Kaisar Zhengtong memimpin sendiri ekspedisi menaklukkan Mongol di Tumu, pasukannya berhasil dikalahkan oleh Mongol dan Kaisar Zhengtong tertawan. Peristiwa ini mengejutkan Dinasti Ming sehingga proyeksi pertahanan berikutnya lebih dititikberatkan untuk membangun Tembok Besar, dan mengabaikan kemampuan Maritim.

Tapi kalau dibilang hancur juga nggak bener, nyatanya pada era Kaisar Zhengde, AL Ming masih terlalu perkasa untuk vs AL Portugis dan Pertempuran Tamao Pertama dan Kedua. Bahkan dari sini, Ming bisa mempelajari teknologi meriam Portugis yang kemudian dipakai vs Jepang sebelum dan setelah Kaisar Wanli memutuskan turut serta dalam Perang Imjin.

Oh ya, nambahin, ketika Zheng Chenggong alias Koxinga mengalahkan Belanda di Taiwan dan mendirikan Kerajaan Tungning, itu juga mengandalkan kekuatan laut lho, walau kekuatan Koxinga saat itu rata2 hanya terdiri dari kapal-kapal dagang Junk yang dipersenjatai.

Quote:Original Posted By Pitung.Kw
zaman Ming, Portugis aja sampai ketakutan dengan armada laut Ming

btw, kagak bener juga kalo dibilang bener2 hancur di zaman Qing, ALnya maybe, tapi kapal komersil dan piratesnya ndak


Lebih tepatnya, Kekaisaran Qing mulai dari zaman Nurhachi lebih menitik beratkan pada angkatan darat dengan Pasukan Delapan Panji-nya. Bahkan Dorgon saja bisa menaklukkan Ming tanpa pertempuran laut.

Kalau dibilang bahwa kekuatan AL Qing hancur, lalu dari mana Kaisar Kangxi bisa menaklukkan Kerajaan Tungning di Taiwan? Bahkan dari kampanye Taiwan, muncul nama Laksamana Besar Shi Lang yang memimpin armada Qing dalam aneksasi Taiwan. Pasca-kekalahan dalam Perang Candu melawan Inggris, Angkatan Laut Qing dimodernisasi pada era Kaisar Tongzhi (di bawah pengaruh Ibu Suri Cixi) yang akhirnya melahirkan empat armada modern, yaitu Beiyang, Nanyang, Shandong, dan Fujian.

Sayangnya, kelemahan mendasar Dinasti Qing saat itu adalah tidak adanya tentara nasional yang berujung pada satu komando. Ini pula yang menyebabkan muncul banyak klik-klik tentara dan warlord-warlord lokal pada era Dinasti Qing. Kalau ada yang pernah melihat film "Warlord" pasti bisa melihat betapa tidak ada kesatuan dalam angkatan bersenjata Dinasti Qing saat itu. Kalau saja nggak ada figur-figur panglima berkuasa dan setia macam Li Hongzhang, bisa-bisa udah hancur sejak lama. Bayangin saja, dalam Perang Sino-Prancis, saat Nanyang Fleet berjuang melawan Prancis di Tonkin, nggak ada bantuan dari armada-armada yang lain. Lebih parah lagi pada perang Sino-Jepang Pertama, saat Beiyang Army dan Beiyang Navy menahan gerak maju Pasukan Jepang yang masuk ke Cina, nggak ada pasukan lain yang mau membantu walaupun diminta. Ini diperparah dengan penggelapan dan korupsi, salah satunya oleh Ibu Suri Cixi yang mengambil dana militer untuk renovasi Istana. Bahkan saat pertempuran di Sungai Yalu, ada satu battleship Cina yang salah satu meriamnya hilang gara-gara digadaikan sama komandannya.

Quote:Original Posted By biagini
nah kebetulan gw ada pertanyaan. ada yg punya gambar jung jawa ini gak? gw belum nemu satupun model jung jawa nusantara. kalo ada yg bisa ngasi contoh gw makasi banget.


Udah ada koq, gambarnya di awal



Jangan lihat yang sebelah kiri ya, itu relief Kapal Borobudur, bukan Jung Jawa. Ntar deh coba ngoprek2 laptop dulu, siapa tahu masih ada foto model Jung Jawa dari Museum BI.

Quote:Original Posted By Juche.Guidance
sebenernya yang lucu itu justru China. punya kapal super gede (baca: lumbering beast) yang akhirnya pelan pelan mulai bablas anginnya ga kelihatan lagi, bahkan kalah nama sama angkatan laut KOREA salah satu AL yang pakai meriam dan sukses mengaplikasi di Asia ya KOREA ini.

same case sama kapal gede majapahit dan kapal kura kura Korea yang entah kemana yang gede gede, waktu era kolonialis Eropa mencatat sejarah, barang beginian udah jarang (kalau memang masih ada)

sebenernya ada penjelesannya sih, U-Hull mulai digantikan V-Hull, dan lebih memungkinkan pakai smaller ships.


Soal ini lebih pada politik koq. Serta pasca berakhirnya pelayaran Zheng He dan Cina nggak mengadakan ekspedisi raksasa lagi, maka nggak ada kepentingan untuk membangun kapal berukuran gede. Cuman tetep aja mulai dari Zheng He sampai kekalahan Dinasti Qing dalam Perang Candu, AL Cina saat itu masih tetap yang terbesar dan ditakuti. Wako Jepang aja banyak disikat habis.



Oh ya, meluruskan aja ya. Pada era keemasan Sriwijaya sebagai negara maritim, jangan dikaitkan dengan kapal-kapal besar Jung Jawa. AL Sriwijaya itu rata-rata memakai kapal-kapal berukuran kecil hingga sedang dan memakai cadik (perahu bercadik juga bisa berukuran besar lho, jangan dianggap yang namanya perahu bercadik itu cuman maksimal segede kapal nelayan; kalau nggak percaya, ayo silakan dilihat sendiri di Museum Bahari). Dan Kerajaan Sriwijaya ini CMIIW, pernah ane baca memiliki sifat mirip dengan sebuah konfederasi. Tapi ane belum nemuin pendukung sahih-nya, cuman dari novel karangan Seno Gumira Ajidharma.

Kerajaan Sriwijaya juga pada saat itu bukan satu-satunya kerajaan beragama Buddha di Nusantara. Ada Kerajaan (atau kekaisaran) Mataram Kuno yang juga punya cabang Buddha (Dinasti Syailendra). Bahkan raja-raja di Champa pun dipercaya berasal dari keturunan Syailendra.
pada oon semua......bangsa china kan sdh terkenal sbg bgs penjiplak......dlm hal ini krn mereka rajin memburu teknologi, entah dgn membeli lisensi(scr legal) ataupun membajak sawah...eh salah...membajak model & merk .... Ha...ha...ha... Jd bisa ditarik kesimpulan bhw teknologi kapal jung java itu dr mn & milik siapa? ...Ya dr bangsa kita dong...bangsa Indonesia, gitu aja KOK REPOT (kata bpk. Bangsa)



Spoiler for "KETERANGAN":
gini...untuk budaya..kita harus melihat waktunya lebih awal lagi...arah perkembangan kebudayaan di kepulauan itu asalnya dari mainland...bukan sebaliknya..perkembangan aksara dan agama itu yang paling kentara, termasuk kebudayaan dalam pembuatan kapal..sehebat2nya pelayaran bangsa Sriwijaya, mereka tidak memberikan influence atau pengaruh signifikan bagi wilayah mainland bagian barat...sementara ke utara mentog sampai di siam bagian selatan..itu juga masih diperdebatkan bentuknya seperti apa...sementara kebiasaan umum yang berkembang pada saat itu adalah bagi negara yang memberikan upeti ke suatu kerajaan itu dianggap sebagai tanda taklukan...kita liat aja..Sriwijaya dalam catatan China itu rutin kasih upeti ke kaisar China....


ps: gambar pertama itu bukan Jung..tetapi galeon
Quote:Original Posted By fred79w
pada oon semua......bangsa china kan sdh terkenal sbg bgs penjiplak......dlm hal ini krn mereka rajin memburu teknologi, entah dgn membeli lisensi(scr legal) ataupun membajak sawah...eh salah...membajak model & merk .... Ha...ha...ha... Jd bisa ditarik kesimpulan bhw teknologi kapal jung java itu dr mn & milik siapa? ...Ya dr bangsa kita dong...bangsa Indonesia, gitu aja KOK REPOT (kata bpk. Bangsa)


Ini lagi.... Chauvinis atau nggak pernah belajar sejarah, Tong

Ane kasih link aja deh, ente baca2 sendiri ya, biar melek tuh mata.

Daftar Penemuan Bangsa Cina



Quote:Original Posted By stuka1788


Ini lagi.... Chauvinis atau nggak pernah belajar sejarah, Tong

Ane kasih link aja deh, ente baca2 sendiri ya, biar melek tuh mata.

Daftar Penemuan Bangsa Cina





biarin aja brow...emang niatnya ngeJunk...
Hail Prof. Dr. Mahoguru Kfir S.S, M.A

nanya dunk, era itu pertempuran aspek laut dilakukan dengan apa?
atau kapal hanya jadi semacam LST untuk menyerbu pelabuhan lawan?
×