Main Content

kalo dr buku portugis yg anak formil kayanya ada yg punya, era portugis sampai malaka kayanya era pelayaran cina sudah redup. wilayah nusantara, samudra hindia sudah dikuasai kerjaan nusantara. jelas di tulisan itu bilang kalo di malaka dipenuhi kapal jung jawa yg besar besar. sampai dia bilang kapal portugis g ada apa apanya. si penanya sendiri juga ngomong kalo kemungkinan besar teknologi jung jawa didapat dr cina. tapi bukan sepenuhnya kapal cina.
Quote:Original Posted By maestrodc


Bold pertama dan kedua itu mana bisa disamain ente kok Bodoh Bener si, uda jelas ente bilang bold pertama abad ke 2, ente pernah SD,SMP,SMA (klo ente Sekolah) karena masalah Itsing sudah di singgung sejak Pelajaran SD di sekolah jd ente da twu sriwijaya n majapahit itu berdiri kapan sriwijayakan berdiri diatas abad ke 7 jadi mana mungkin sebelum abad itu ada catatan tentang sriwijaya terlebih majapahit sekitar abad ke 12 or abad 13 berdirinya setelah kerajaan singosari runtuh.
Itsing itu adalah biarawan Budha dari china yang akan belajar agama Budha ke India tpi sebelum ke india dia ke Sriwijaya untuk menempa Ilmunya...

saya jadi bingung ma ente awalnya ini tridd kan mengatakan " Jauh sebelum Cheng Ho dan Columbus" klo sama kata yg dikutip memang bener Nusantara (Sriwijaya dan majapahit) bisa di bandingkan karena memang mereka telah lama berdiri.


Om yg ente qoute itu guru sejarah...
Quote:Original Posted By maestrodc


Bold pertama dan kedua itu mana bisa disamain ente kok Bodoh Bener si, uda jelas ente bilang bold pertama abad ke 2, ente pernah SD,SMP,SMA (klo ente Sekolah) karena masalah Itsing sudah di singgung sejak Pelajaran SD di sekolah jd ente da twu sriwijaya n majapahit itu berdiri kapan sriwijayakan berdiri diatas abad ke 7 jadi mana mungkin sebelum abad itu ada catatan tentang sriwijaya terlebih majapahit sekitar abad ke 12 or abad 13 berdirinya setelah kerajaan singosari runtuh.
Itsing itu adalah biarawan Budha dari china yang akan belajar agama Budha ke India tpi sebelum ke india dia ke Sriwijaya untuk menempa Ilmunya...

saya jadi bingung ma ente awalnya ini tridd kan mengatakan " Jauh sebelum Cheng Ho dan Columbus" klo sama kata yg dikutip memang bener Nusantara (Sriwijaya dan majapahit) bisa di bandingkan karena memang mereka telah lama berdiri.


GAK USAH SEGITU NYA KALI GAN....!!ngejelasin harus pake kepala dingin ...ya klk ngejelasin nya kek gini ngatain orang bodoh ENTE juga sama dong GOBLOK
Quote:Original Posted By biagini
kalo dr buku portugis yg anak formil kayanya ada yg punya, era portugis sampai malaka kayanya era pelayaran cina sudah redup. wilayah nusantara, samudra hindia sudah dikuasai kerjaan nusantara. jelas di tulisan itu bilang kalo di malaka dipenuhi kapal jung jawa yg besar besar. sampai dia bilang kapal portugis g ada apa apanya. si penanya sendiri juga ngomong kalo kemungkinan besar teknologi jung jawa didapat dr cina. tapi bukan sepenuhnya kapal cina.


Buat yang dibold
Era pelayaran besar China sebenarnya baru redup di abad 16 dan bener-bener hancur pada abad ke 17 ketika dinasti Manchu berkuasa di China. Sebelumnya pada era dinasti Ming, pasca generasi Chang He China masih sangat jaya dalam kekuatan lautnya. Ini terbukti ketika mereka masih bisa menahan armada angkatan laut Jepang, Spanyol dan Portugis untuk tidak memasuki dan menjarah kota-kota pelabuhan besarnya. Dalam Imjin War di tahun 1560-an Angkatan Laut China masih yang terbesar dan terkuat di kawasan Pasifik, bahkan pelaut Spanyol dengan armada Grande Carracknya sendiri tidak berani berbuat macam-macam kalau ada armada kapal dagang China karena mereka takut akan balas dendam dari angkatan lautnya. Cuman karena terjadi huru-hara dan pemberontakan di mainland China, perhatian kekaisaran ke Angkatan Laut semakin berkurang, dan akhirnya benar-benar ditinggalkan ketika Manchu berkuasa di China. Tapi itu bukan berarti pelayaran dagang China dengan Junk-junk besar mereka berakhir, mereka tetap datang ke nusantara dan India untuk berdagang tetapi akhirnya kalah bersaing dengan kekuatan Eropa berikutnya yang datang ke Asia seperti Inggris, Prancis dan Belanda dan itu baru terjadi di era abad ke 18 ke atas.
Udah bro2 sekalian ga usah sampe panas begitu.....

kita seharusnya membahas topik ini, bukan siapa yang paling benar.....

klo mau dilihat jauh kebelakang memang kapal di nusantara yang paling tertua dalam sejarah yaitu adalah kapal Borobudur.
Dan kalau mau kita telusuri lebih kebelakang lagi.. Apakah kapal dari China atau Nusantara yang lebih maju teknologinya pada masa sesudah masehi, mungkin ada baiknya kalau kita membaca buku Vlekke " Nusantara Sejarah Indonesia "dan Stephen Oppenheimer " Eden in the East "

Menurut Stephen Oppenheimer Nusantara adalah pusat kebudayaan sekitar 10.000 tahun yang lalu setelah zaman es berakhir dan mencair yang menyebakan Benua Sundaland tenggelam dan menjadi Pulau Nusantara seperti sekarang. Nah pada saat itulah orang2 dengan kebudayaan adiluhung dari Nusantara mulai mencari tempat yang bisa ditinggali seperti Eropa, Asia Tengah dsb.. (Apalagi kalau bukan naik kapal....)

Nah kalau begitu itu semua masih tanda tanya bukan? bisa jadi memang nenek moyang kitalah yang mempunyai teknologi perkapalan pra-sejarah, atau bisa juga orang2 China daratanlah yg mengajarkan Kerajaan Mataram Kuno Kapal JUNG jawa....
Quote:Original Posted By madokafc


Buat yang dibold
Era pelayaran besar China sebenarnya baru redup di abad 16 dan bener-bener hancur pada abad ke 17 ketika dinasti Manchu berkuasa di China. Sebelumnya pada era dinasti Ming, pasca generasi Chang He China masih sangat jaya dalam kekuatan lautnya. Ini terbukti ketika mereka masih bisa menahan armada angkatan laut Jepang, Spanyol dan Portugis untuk tidak memasuki dan menjarah kota-kota pelabuhan besarnya. Dalam Imjin War di tahun 1560-an Angkatan Laut China masih yang terbesar dan terkuat di kawasan Pasifik, bahkan pelaut Spanyol dengan armada Grande Carracknya sendiri tidak berani berbuat macam-macam kalau ada armada kapal dagang China karena mereka takut akan balas dendam dari angkatan lautnya. Cuman karena terjadi huru-hara dan pemberontakan di mainland China, perhatian kekaisaran ke Angkatan Laut semakin berkurang, dan akhirnya benar-benar ditinggalkan ketika Manchu berkuasa di China. Tapi itu bukan berarti pelayaran dagang China dengan Junk-junk besar mereka berakhir, mereka tetap datang ke nusantara dan India untuk berdagang tetapi akhirnya kalah bersaing dengan kekuatan Eropa berikutnya yang datang ke Asia seperti Inggris, Prancis dan Belanda dan itu baru terjadi di era abad ke 18 ke atas.


mungkin juga kalo angkatan lautnya masih kuat. kalo armada dagangnya dr buku itu si jelas ketulis. malaka penuh dengan jung jawa yg sangat besar. itu yg nulis orang portu lho. dan dia nulis pas dagang via malaka. coba deh ente baca bukunya. ada yg udh translat an ke inggris kok. ebook nya 8 dollar. kalo versi bahasa portunya si ada yg free (tapi gw bahasanya g ngerti).
Quote:Original Posted By sapoter
Udah bro2 sekalian ga usah sampe panas begitu.....

kita seharusnya membahas topik ini, bukan siapa yang paling benar.....

klo mau dilihat jauh kebelakang memang kapal di nusantara yang paling tertua dalam sejarah yaitu adalah kapal Borobudur.
Dan kalau mau kita telusuri lebih kebelakang lagi.. Apakah kapal dari China atau Nusantara yang lebih maju teknologinya pada masa sesudah masehi, mungkin ada baiknya kalau kita membaca buku Vlekke " Nusantara Sejarah Indonesia "dan Stephen Oppenheimer " Eden in the East "

Menurut Stephen Oppenheimer Nusantara adalah pusat kebudayaan sekitar 10.000 tahun yang lalu setelah zaman es berakhir dan mencair yang menyebakan Benua Sundaland tenggelam dan menjadi Pulau Nusantara seperti sekarang. Nah pada saat itulah orang2 dengan kebudayaan adiluhung dari Nusantara mulai mencari tempat yang bisa ditinggali seperti Eropa, Asia Tengah dsb.. (Apalagi kalau bukan naik kapal....)

Nah kalau begitu itu semua masih tanda tanya bukan? bisa jadi memang nenek moyang kitalah yang mempunyai teknologi perkapalan pra-sejarah, atau bisa juga orang2 China daratanlah yg mengajarkan Kerajaan Mataram Kuno Kapal JUNG jawa....


kalo untuk jung. jelas di orang portugis meyakini kalo jung jawa dapat pengaruh cina (mungkin jung cina dengan penyesuaian karakter perjalanan pelaut nusantara). portugis meragukan kalo itu kapal asli nusantara. secara udh lama cina punya model yg mirip tapi gak sama dengan jung jawa.
Quote:Original Posted By maestrodc


Blod pertama apa dasar ente ngomongin gara2 sriwijaya agama budha jadi banyak ditulis Itsing? sangat jauhnya perjalanan dari cina ke sriwijaya tentu Itsing banyak sekali mampir di negara2 lain yang tentunya banyak yang negara budha berapa banyak Itsing mengulas Negara-Negara tersebut apakah seperti ia mengulas Sriwijaya?

Blod Kedua emang ada orang berlayar iseng-iseng? asal berlayar ngikutin arus ga jelas klo tanpa peta mungkin saja tapi bukan berarti tanpa tujuan dan arah yang jelas merka bisa sampai sana... ane kasih contoh y disaat jalur perdagangan antara eropa dan asia di kuasai oleh kekaisaran Turki Oesmani maka orang-orang eropa tidak dapat melakukan perdagangan lagi maka mereka mencari tahu dari para pedagang asia dari mana asal rempah-rempah di dapat dan berbekal informasi dan petunjuk mereka memulai pelayaran yang akhirnya sampai ke Nusantra...

jadi mana ada pelayaran iseng-iseng modal nekat ampe Ribuan Kilo apa lagi mw sampe tanjung harapan afrika ( kalo ngehayal yang masuk akal).

ente tawukan berdirinya kerajaan Sriwijaya bagaimana, kemudian perkembangannya kalo ente tawu maka blod ke 3=


kalo dr arsip orang madagaskar. pertama kali mungkin benar gak sengaja sampai tanjung harapan dan.madagaskar. tapi (mungkin) setelah tahu karakter samudra hindia yg muter aja. dr aceh turun ke antartik trus maju ke tanjung harapan trus naik madagaskar sampai somali trus india trus balik lagi ke aceh, udah bukan pelayaran coba coba lagi. jelas kok tertulis kalo madagaskar penghuni awalnya orang dr sungai barito kalimantan (nah lho). justru orang afrika sendiri g ada yg masuk kesana. baru setelah banyak orang nusantara orang afrika masuk ke madagaskar. suatu hal aneh kan kalo pulau segede madagaskar berbahasa satu turunan barito kalo enggak manusia awalnya emang cuma dr satu suku itu.
Quote:Original Posted By madokafc


Buat yang dibold
Era pelayaran besar China sebenarnya baru redup di abad 16 dan bener-bener hancur pada abad ke 17 ketika dinasti Manchu berkuasa di China. Sebelumnya pada era dinasti Ming, pasca generasi Chang He China masih sangat jaya dalam kekuatan lautnya. Ini terbukti ketika mereka masih bisa menahan armada angkatan laut Jepang, Spanyol dan Portugis untuk tidak memasuki dan menjarah kota-kota pelabuhan besarnya. Dalam Imjin War di tahun 1560-an Angkatan Laut China masih yang terbesar dan terkuat di kawasan Pasifik, bahkan pelaut Spanyol dengan armada Grande Carracknya sendiri tidak berani berbuat macam-macam kalau ada armada kapal dagang China karena mereka takut akan balas dendam dari angkatan lautnya. Cuman karena terjadi huru-hara dan pemberontakan di mainland China, perhatian kekaisaran ke Angkatan Laut semakin berkurang, dan akhirnya benar-benar ditinggalkan ketika Manchu berkuasa di China. Tapi itu bukan berarti pelayaran dagang China dengan Junk-junk besar mereka berakhir, mereka tetap datang ke nusantara dan India untuk berdagang tetapi akhirnya kalah bersaing dengan kekuatan Eropa berikutnya yang datang ke Asia seperti Inggris, Prancis dan Belanda dan itu baru terjadi di era abad ke 18 ke atas.


zaman Ming, Portugis aja sampai ketakutan dengan armada laut Ming

btw, kagak bener juga kalo dibilang bener2 hancur di zaman Qing, ALnya maybe, tapi kapal komersil dan piratesnya ndak

Cinta tanah air apa tanah leluhur?

Quote:Original Posted By Kfir
I-Tsing itu pendeta Budha yang mengembara menyebarkan agama Budha...jelas dia menuliskan banyak hal soal sriwijaya..karena sama2 Budha...dan dia melakukan pengembaraan dengan menumpang kapal2 dari kerajaan setempat berbekal surat jalan dari kaisar China...ada di bukunya vlekke

.tetapi pertanyaan berikutnya...perlu dibedakan antara pelayaran bener2 dengan pelayaran kebetulan...memang benar ditemukan bukti 100AD ada orang Nusantara mengadakan kontak dengan wilayah Afrika, bahkan ke Australia juga.. tetapi apakah mereka pada saat itu BENER2 BERNIAT melakukan perjalanan ke wilayah Afrika??? Apakah saat itu orang Nusantara sudah memiliki kemampuan membuat planning pelayaran yang bener seperti kemampuan membuat peta??...jujur ane lebih sependapat jika itu sebuah kebetulan karena fakta yang ada bahkan bangsa Eropa sendiri nanti abad 15 juga melakukannya...pelayaran nusantara saat itu lebih pada pelayaran pantai..dimana kapal2 cenderung berlayar dengan menyusuri garis pantai.


pertanyaan terakhir...sekarang percaya nggak kalo saya bilang Sriwijaya itu vassal kekaisaran China??


Ente kayaknya terlalu mengagungkan kerajaan di china dibanding tanah air.. Apa ente paham detail sejarah Sriwijaya dan Majapahit? Or maybe ente masih ada keturunan tionghoa shg ente lebih membanggakan tanah leluhur ente dibanding kehebatan tanah air ente? Coba sekarang kita jgn berargumen kosong, talk with data. Utk TS sama forumers kasih link history nya shg bukan cuma debat kusir aja
Pada zaman Tumapel dan Majapahit merupakan puncak keberadaaan kapal Jung Jawa dengan tiang layar mencapai lima buah. Jung Jawa berbeda dengan Jung China baik karakteristik maupun bentuk. Jika kapal Jung China memakai paku sebagai perekat dan hanya terdapat satu kemudi maka Jung Jawa hanya memakai pasak sebagai perekat dan mempunyai dua kemudi.

Kata “Jung” merupakan turunan kata“Jong” dalam Bahasa Jawa yang berarti “Kapal”. Kata Jong tersebut dapat ditemukan pada prasasti Jawa Kuno pada abad ke-9M. Orang Itali menyebut kata Jung dengan Zonchi dan orang Portugise menyebut dengan Juncos.

Bukti lain keunggulan maritime Jawa adalah adanya pengakuan dari Rahib Odrico de Pordonone, Johan de Marignolli, Ibnu Battuta dalam catatan perjalanan mereka. Bahkan seorang pelaut Portugise bernama Tom Pires dalam bukunya “Summa Oriental, 1514 M” menyebutkan bahwa bobot rata-rata kapal perang Jung Jawa (armada Kesultanan Demak) mencapai 600 Ton dan kapal terbesar dapat mencapai 1000 Ton dengan empat buah tiang layar.

Tom Pires juga menyebutkan bahwa Anunciada (kapal terbesar Portugise yang berada di Malaka tahun 1511 M) sama sekali tidak menyerupai sebuah kapal bila disandingkan dengan Jung Jawa. Kapal Jung Jawa sulit dihancurkan dengan meriam Portugise karena struktur kapalnya berlapis dan tebal (tiga lapisan).

Kegiatan kemaritiman Jawa mulai berkurang sejak separuh kedua abad ke-18M dimana terlihat tidak banyak lagi ditemukannya Kapal Jung Jawa yang besar. Pada abad ke-18M di pelabuhan Jawa hanya ditemukan kapal-kapal kecil dengan tiang layar dua. Alasan penurunan karena adanya hegemoniVOC di Nusantara yang mencapai puncaknya pada abad ke-18M dan disewakannya daerah pesisir Pulau Jawa oleh Paku Buwono 11 kepada VOC pada tahun 1746M. Pada abad ke-18M Kesultanan Mataram Jawa lebih condong pada kegiatan agraria. Kapal Jung Jawa menjadi punah dan digantikan oleh Kapal Pinisi dari Bugis. Karena adanya kerja sama antara VOC dengan orang Bugis, perdagangan diantara keduanya berjalan baik pada abad ke-18M.
Quote:Original Posted By Black.Deneb.X4
bakar kambing, panggil pak Ketua Dewan Pembina Partai Kapal Kuno


Jangan keseringan dipanggil, nanti novel Laut Biru bisa gak selesai. lho.
nenek moyang ku seorang pelaut.
Quote:Original Posted By Pitung.Kw


zaman Ming, Portugis aja sampai ketakutan dengan armada laut Ming

btw, kagak bener juga kalo dibilang bener2 hancur di zaman Qing, ALnya maybe, tapi kapal komersil dan piratesnya ndak


Soal Pirates di Asia Timur nggak ada yang bisa ngalahin para Wako dari Jepang, they are the most badass pirates ever. Even the Spaniards who is renown for their close combat capability just like a baby in front of them

Ane gak bilang kemampuan berlayar China hancur di era Qing, tetapi memang banyak kota pelabuhan ditutup oleh pemerintahan Qing untuk menutup pengaruh asing dan mereka melakukan seklusi karena menganggap China adalah bangsa paling beradab di muka bumi/sebagai negara pusat Chung Kuo. Sejak era itu perdagangan internasional menurun, dan pengaruh China di seantaro Asean dan Filiphina berkurang karena sudah digantikan oleh kekuatan Barat seperti Belanda, Inggris,Spanyol dan Prancis.
Quote:Original Posted By Kringet Pliket
Pada zaman Tumapel dan Majapahit merupakan puncak keberadaaan kapal Jung Jawa dengan tiang layar mencapai lima buah. Jung Jawa berbeda dengan Jung China baik karakteristik maupun bentuk. Jika kapal Jung China memakai paku sebagai perekat dan hanya terdapat satu kemudi maka Jung Jawa hanya memakai pasak sebagai perekat dan mempunyai dua kemudi.

Kata “Jung” merupakan turunan kata“Jong” dalam Bahasa Jawa yang berarti “Kapal”. Kata Jong tersebut dapat ditemukan pada prasasti Jawa Kuno pada abad ke-9M. Orang Itali menyebut kata Jung dengan Zonchi dan orang Portugise menyebut dengan Juncos.

Bukti lain keunggulan maritime Jawa adalah adanya pengakuan dari Rahib Odrico de Pordonone, Johan de Marignolli, Ibnu Battuta dalam catatan perjalanan mereka. Bahkan seorang pelaut Portugise bernama Tom Pires dalam bukunya “Summa Oriental, 1514 M” menyebutkan bahwa bobot rata-rata kapal perang Jung Jawa (armada Kesultanan Demak) mencapai 600 Ton dan kapal terbesar dapat mencapai 1000 Ton dengan empat buah tiang layar.

Tom Pires juga menyebutkan bahwa Anunciada (kapal terbesar Portugise yang berada di Malaka tahun 1511 M) sama sekali tidak menyerupai sebuah kapal bila disandingkan dengan Jung Jawa. Kapal Jung Jawa sulit dihancurkan dengan meriam Portugise karena struktur kapalnya berlapis dan tebal (tiga lapisan).

Kegiatan kemaritiman Jawa mulai berkurang sejak separuh kedua abad ke-18M dimana terlihat tidak banyak lagi ditemukannya Kapal Jung Jawa yang besar. Pada abad ke-18M di pelabuhan Jawa hanya ditemukan kapal-kapal kecil dengan tiang layar dua. Alasan penurunan karena adanya hegemoniVOC di Nusantara yang mencapai puncaknya pada abad ke-18M dan disewakannya daerah pesisir Pulau Jawa oleh Paku Buwono 11 kepada VOC pada tahun 1746M. Pada abad ke-18M Kesultanan Mataram Jawa lebih condong pada kegiatan agraria. Kapal Jung Jawa menjadi punah dan digantikan oleh Kapal Pinisi dari Bugis. Karena adanya kerja sama antara VOC dengan orang Bugis, perdagangan diantara keduanya berjalan baik pada abad ke-18M.


Salah satu sebab paling utama berkurangnya kegiatan maritim dari Pulau Jawa adalah kegiatan ekspansi yang dilakukan oleh Sultan Agung Hanyorokokusumo dari kesultanan Mataram Islam. Dia menghancurkan banyak kota pelabuhan dan pusat industri perkapalan di pulau Jawa yang terkonsentrasi di Demak, Cirebon, Surabaya, Jepara, Kendal, Pasuruan, Gresik, Tuban dan Laem. Kenapa dia menghancurkan kota-kota pelabuhan dan Maritim tersebut? Karena Sultan Mataram itu menganggap bahwa para bangsawan kota-kota pesisir itu memiliki ide perdagangan bebas dan anti terhadap ide monopoli perdagangan (terutama komoditi beras) yang hendak dipaksakan oleh Sultan Mataram itu. Lawan terberat dan terbesar Sultan Mataram adalah kota dan negeri perdagangan Surabaya. Perang diantara keduanya berlangsung selama puluhan tahun, dan akhirnya dengan sheer military land power akhirnya Mataram berhasil menghancurkan Surabaya serta sekutu utamanya di Malang dan meratakan kota lamanya pada tahun 1614. Pasca suksesnya Sultan Agung di Surabaya ia berniat menghancurkan Batavia sebagai akses utama menuju kesultanan Banten dan seperti sejarah bilang ia gagal dua kali disana.

Disini ada korelasi erat mengenai berkurangnya kegiatan Junk Jawa dengan mulai berkuasanya kesultanan Mataram yang lebih bersifat agraris dan mengandalkan kekuatan Land Power sebagai power projection-nya yang utama. Berbeda dibandingkan kerajaan-kerajaan Jawa sebelumnya yang memiliki kekuatan Angkatan Laut yang cukup signifikan di masanya seperti Surabaya, Demak, dan Cirebon. Sementara itu, campur tangan VOC sebenarnya tidak terlalu kentara karena yang berperan besar untuk menghancurkan budaya maritim Jawa adalah orang-orang Mataram sendiri yang meratakan dan membakar pusat perdagangan dan industri maritim di pesisir utara Jawa.

Sumber: A History of Modern Indonesia, ca. 1300 to the present. 3rd edition (Palgrave and Stanford University Press) 2001. Revised Indonesian edition 1991 (Gadjah Mada University Press) cari di Bab Mataram. Bagi yang belajar di Fakultas Sejarah atau Ilmu Sosial dan Politik pasti pernah baca buku ini
Quote:Original Posted By madokafc


Salah satu sebab paling utama berkurangnya kegiatan maritim dari Pulau Jawa adalah kegiatan ekspansi yang dilakukan oleh Sultan Agung Hanyorokokusumo dari kesultanan Mataram Islam. Dia menghancurkan banyak kota pelabuhan dan pusat industri perkapalan di pulau Jawa yang terkonsentrasi di Demak, Cirebon, Surabaya, Jepara, Kendal, Pasuruan, Gresik, Tuban dan Laem. Kenapa dia menghancurkan kota-kota pelabuhan dan Maritim tersebut? Karena Sultan Mataram itu menganggap bahwa para bangsawan kota-kota pesisir itu memiliki ide perdagangan bebas dan anti terhadap ide monopoli perdagangan (terutama komoditi beras) yang hendak dipaksakan oleh Sultan Mataram itu. Lawan terberat dan terbesar Sultan Mataram adalah kota dan negeri perdagangan Surabaya. Perang diantara keduanya berlangsung selama puluhan tahun, dan akhirnya dengan sheer military land power akhirnya Mataram berhasil menghancurkan Surabaya serta sekutu utamanya di Malang dan meratakan kota lamanya pada tahun 1614. Pasca suksesnya Sultan Agung di Surabaya ia berniat menghancurkan Batavia sebagai akses utama menuju kesultanan Banten dan seperti sejarah bilang ia gagal dua kali disana.

Disini ada korelasi erat mengenai berkurangnya kegiatan Junk Jawa dengan mulai berkuasanya kesultanan Mataram yang lebih bersifat agraris dan mengandalkan kekuatan Land Power sebagai power projection-nya yang utama. Berbeda dibandingkan kerajaan-kerajaan Jawa sebelumnya yang memiliki kekuatan Angkatan Laut yang cukup signifikan di masanya seperti Surabaya, Demak, dan Cirebon. Sementara itu, campur tangan VOC sebenarnya tidak terlalu kentara karena yang berperan besar untuk menghancurkan budaya maritim Jawa adalah orang-orang Mataram sendiri yang meratakan dan membakar pusat perdagangan dan industri maritim di pesisir utara Jawa.

Sumber: A History of Modern Indonesia, ca. 1300 to the present. 3rd edition (Palgrave and Stanford University Press) 2001. Revised Indonesian edition 1991 (Gadjah Mada University Press) cari di Bab Mataram. Bagi yang belajar di Fakultas Sejarah atau Ilmu Sosial dan Politik pasti pernah baca buku ini


nanya ya gan..bukankah ketika Sultan Agung hendak menyerang Batavia juga menggunakan armada laut yang cukup besar tapi armada tersebut hancur dicegat oleh armada Belanda ? menurut ane semenjak hancurnya armada Mataram tersebut maka budaya maritim Jawa ikut menurun karena kemudian Mataram lebih mengandalkan pasukan darat untuk melawan VOC di Batavia serta pemberontakan di berbagai daerah..terlebih perkembangan teknologi perkapalan dan persenjataan Belanda juga semakin pesat.
Quote:Original Posted By persekot


nanya ya gan..bukankah ketika Sultan Agung hendak menyerang Batavia juga menggunakan armada laut yang cukup besar tapi armada tersebut hancur dicegat oleh armada Belanda ? menurut ane semenjak hancurnya armada Mataram tersebut maka budaya maritim Jawa ikut menurun karena kemudian Mataram lebih mengandalkan pasukan darat untuk melawan VOC di Batavia serta pemberontakan di berbagai daerah..terlebih perkembangan teknologi perkapalan dan persenjataan Belanda juga semakin pesat.


Mataram itu negara agraris, dia nggak punya armada angkatan laut yang kuat seperti Demak atau Surabaya. Tapi yang jelas dia juga punya Navy yang cukup untuk mengangkut pasukan (seperti penaklukan Sukadana di Kalimantan Selatan) dan kemungkinan besar ini bukan tipe kapal perang khusus yang biasa digunakan untuk pertempuran laut (melainkan convert cargo/carrier troops saja), yah ketika Flyut/Galleon VOC ngadepin kapal beginian mah gampang saja untuk menghancurkannya. Dan lagian Sultan Mataram pasca Sultan Agung lebih kolot lagi dan anti perdagangan bebas, dan bahkan melarang pembuatan kapal Junk Jawa berukuran besar karena ditakutkan menjadi agen penyelundup dan berupaya melawan hak monopoli para Sultan atas komoditi beras dan rempah.

Pada akhirnya ketika VOC memperoleh wilayah pesisir utara Jawa dari Mataram pasca Gianti mereka juga memberlakukan hal yang sama dan memonopoli hak pembangunan kapal besar di Surabaya saja. A Corupt King and a Colonialist Corporat is very frightening combination eh?
mulai terarah nih ,,,ayo agan2 jgn sungkan2 buka kitab sejarah masing2,,,ane masih aus ni ama memory kejayaan nusantara.....
Quote:Original Posted By Trident10


Ente kayaknya terlalu mengagungkan kerajaan di china dibanding tanah air.. Apa ente paham detail sejarah Sriwijaya dan Majapahit? Or maybe ente masih ada keturunan tionghoa shg ente lebih membanggakan tanah leluhur ente dibanding kehebatan tanah air ente? Coba sekarang kita jgn berargumen kosong, talk with data. Utk TS sama forumers kasih link history nya shg bukan cuma debat kusir aja


bold.. orang nya item mbletek kyk gitu dibilang keturunan..
-------------------------------------------------------------------------------
@SAP kfir : ampooooooooooonnn...
Quote:Original Posted By maestrodc


makasih gan atas pencerahannya...
emzz tpi ane masih ga yakin mereka dulu kesana cuman iseng2 (mungkin tujuan mereka yang bellum ketahuan) soalnya melihat setiap ekspedisi Laut pasti ada tujuan baik itu berniaga, invasi, penyebaran agama dll...

mungkin sebenarnya tujuan mereka bukan ke madagaskar tpi karena satu dan lain hal mereka terdampar di sana makanya di bilangin ga sengaja (Mungkin)


memang si blum jelas kenapa ko mereka sampai madagaskar. dugaan awal si mereka kemungkinan sedang berlayar di sekitar sumatera. entah alasan apa perahunya terseret arus sampai madagaskar sana. disini dibilang perahu karena orang yg survive g lebih dr sepuluh orang yg sampai madagaskar sana. kemungkinan ada lagi yg keseret arus kesana lagi. sampai beberapa kali. hbs itu baru fase pelayaran. coba cari aja paper soal madagaskar dan nusantra. well documented kok, sampai ke analisis dna segala. dan diambil kesimpulan kalo asalnya mereka dr wilayah sungai barito.

nah kebetulan gw ada pertanyaan. ada yg punya gambar jung jawa ini gak? gw belum nemu satupun model jung jawa nusantara. kalo ada yg bisa ngasi contoh gw makasi banget.
×