KASKUS

Quote:Original Posted By freeze31
Penjelasan sederhana: yang mono terbuat dari sebuah 'crystal of silicon' yang poly terbuat dari beberapa 'crystal of silicon'.

Karena poly terdiri dari banyak kristal, permukaannya lebih sedikit dibanding mono. Akibatnya, poly menyerap lebih sedikit energi matahari dan menghasilkan lebih sedikit listrik per meter persegi. Kelebihannya, pembuatan poly jauh lebih mudah sehingga harganya lebih murah per meter persegi.

Dengan kelebihan dan kekurangannya itu, ongkos produksi mono vs poly per watt yang dihasilkan bisa dikatakan sama, tetapi panel poly lebih besar dibanding panel mono untuk daya yang sama.

Mono dan poly juga terlihat berbeda, mono memiliki tampilan yang sama/mirip, sedangkan poly akan tampak seperti batu granit. Tetapi dari jauh perbedaan ini tidak terlihat jelas.

https://solarjuice.com/blog/pv-panel...lycrystalline/



Iya gan, dan baterai jangan sampai digunakan lebih dari 80% dari kapasitasnya untuk memperpanjang umur baterai. Jadi charger 10% hanya butuh 8 jam untuk full charge

kalo beda harganya sedikit, mending yg mono dong.

nanya lagi gan
  1. on-grid itu apa maksudnya?
  2. jual listrik ke pln? gimana mekanismenya? nyambung dari inverter ke stopkontak gitu?
  3. ukuran panel mono dibanding poly, jauh banget kah?
Quote:Original Posted By nohuhu

kalo beda harganya sedikit, mending yg mono dong.

nanya lagi gan
  1. on-grid itu apa maksudnya?
  2. jual listrik ke pln? gimana mekanismenya? nyambung dari inverter ke stopkontak gitu?
  3. ukuran panel mono dibanding poly, jauh banget kah?


On-grid itu maksudnya dalam jangkauan PLN. Kebalikannya off-the-grid jadi gak ada PLN, telpon dll.

Yang saya tahu mekanisme jual listrik oleh swasta di India :
- untuk daerah yang banyak anginnya, suatu perusahaan dapat investasi wind-turbine / kincir angin besar yang akan memasukkan listrik ke PLN terdekat. Ini disebut sebagai kredit listrik.
- Sementara perusahaan tersebut bisa menggunakan listrik seperti biasa meskipun di daerah lain dan perhitungan akhir tinggal dikompensasi dengan kredit listrik yang dia dapatkan dari kincir angin dia.

Soal Mono, kalau gak salah kelemahannya itu lebih rentan retak dan juga tidak bisa ditekuk. Sekarang khan solar panel untuk mobile itu lebih banyak yang bisa digulung ataupun dilipat.
Quote:Original Posted By freeze31


Kalau boleh tau akinya merek apa ya gan?


Ane pake aki Delkor deep cycle, yang 45 AH.
Baca2 di forum sih katanya lumayan bandel dibandingkan merek lain.
45 AH juga udah lebih dari cukup, karena kalo matahari lagi bagus, jam 10-11 pagi indikator di regulator sudah full.


Quote:Original Posted By fabienne
Ini khan selama ini membicarakan solar panel untuk rumah aja. Gak ada yang membicarakan solusi mobile untuk camping / off-the-grid. Selama ini khan yang terkenal cuma goalzero, apa mungkin solusi itu dibikin sendiri sama seperti informasi diatas jadi jadi mobile semua ?


Hmmm...... ngebayangin kalau camping sambil bawa solar panel.......
Blom lagi baterainya.
Bawa ransel aja udah ngos-ngosan, apalagi ditambah solar panel + baterainya.
Lain cerita kalau campingnya di bumi perkemahan, seperti Cibubur.
Ada sih yang jual 1 paket yang bisa dilipat, tapi lumayan mahal.
Lagian juga bukannya lebih enak kalau camping tuh suasananya remang2 yah....... pakai penerangan seadanya.....
Quote:Original Posted By freeze31


2. MPPT (Maximum Power Point Tracking)
Karena menggunakan teknologi buck-boost converter, MPPT dapat mengoptimalkan output maksimum dari solar panel dengan tegangan yang dibutuhkan baterai. Pada kasus yang sama, MPPT menerima 17.6V di 7.4A dan mengkonversinya menjadi 12V 10.8A, jadi baterai memperoleh 10.8 x 12 = 130W


Salam kenal
Sedikit mengomentari:

Ada 2 jenis solar charge controller, regular dan MPPT [8].
1. Regular
Sedikit ralat seharusnya " 7.4 x 12 = 88.8W "

2. MPPT
Kalo ane baca sih keknya gak begitu pengertiannya. Kalo panel cuma mengeluarkan 88.8W, dengan pemakaian MPPT tidak mungkin menjadi 130W pada outputnya. Kalo output hanya 12V tidak mungkin bisa mencharge aki yg 12V, krn V charger harus selalu lebih tinggi dr V aki.
Quote:Original Posted By Zindro


Salam kenal
Sedikit mengomentari:

Ada 2 jenis solar charge controller, regular dan MPPT [8].
1. Regular
Sedikit ralat seharusnya " 7.4 x 12 = 88.8W "

2. MPPT
Kalo ane baca sih keknya gak begitu pengertiannya. Kalo panel cuma mengeluarkan 88.8W, dengan pemakaian MPPT tidak mungkin menjadi 130W pada outputnya. Kalo output hanya 12V tidak mungkin bisa mencharge aki yg 12V, krn V charger harus selalu lebih tinggi dr V aki.


Kayanya hampir semua panel surya outputnya lebih dari 12 V deh, kalo nggak salah CMIIW sekitar 13,8 V.
Jadi cukup untuk charge aki yang 12 V
Quote:Original Posted By prikitiw1


Kayanya hampir semua panel surya outputnya lebih dari 12 V deh, kalo nggak salah CMIIW sekitar 13,8 V.
Jadi cukup untuk charge aki yang 12 V


Sudah pasti gan lebih dr 12V spy bisa charge aki. Biasa sih sekitar 16-18V
Quote:Original Posted By fabienne
Ini khan selama ini membicarakan solar panel untuk rumah aja. Gak ada yang membicarakan solusi mobile untuk camping / off-the-grid. Selama ini khan yang terkenal cuma goalzero, apa mungkin solusi itu dibikin sendiri sama seperti informasi diatas jadi jadi mobile semua ?


Iya gan, yang ane bicarain yang tetap dan off-grid juga
Kalau untuk yang mobile dasarnya sama aja tapi jauh lebih kecil, tanpa inverter karena menggunakan listrik DC tentunya. Biasanya solar panel portable menggunakan baterai built-in
-Lithium (tapi bahaya meledak kalau dijemur di matahari, belum umur baterai berkurang drastis karena suhu tinggi)
-Ni-MH (lebih berat dan kapasitas lebih sedikit dibanding Lithium)
Kan ga lucu kalau harus gendong aki seberat 20kg kemana-mana

Kalau menurut ane, baterai built-in ditambahkan karena jarang ada orang yang di luar ruangan selama 8 jam, antara pukul 8 - 16.00. Jadi yang utama dimanfaatin adalah baterai built in-nya sebagai powerbank. Solar panel hanya aksesoris, kecuali orang tersebut memang berada di luar untuk waktu yang berjam-jam, dan tidak ada sumber listrik lain seperti camping di tengah hutan

Quote:Original Posted By GeTeEl


kalo model charger spt ini apa cukup bagus untuk dimiliki, mungkin TSnya tau
http://www.ebay.com/itm/Solar-Batter...item3a6a50946f
atau
http://www.ebay.com/itm/2600MAH-USB-...item2ec15feb87

thanks

ane belum pernah beli, tapi kalau diliat di specnya: solar panel max (kalau matahari lagi super panas, kita liat langit ga ada awan, warnanya biru bening, pukul 12.00) 2.5v/200mA. Dimisalkan konversi energi berlangsung efisien 100% (sebenarnya tidak sampai 80-90%) 1 buah baterai eneloop 2000mAh akan terisi penuh dalam waktu 5 jam. 2 buah = 10 jam, 4 buah = 20 jam. Padahal intensitas sinar pada pukul 9 pagi dengan 12 siang dengan 14 siang sudah berbeda. Jadi waktu charge jauh lebih lama. Tapi engga masalah kalau agan beli untuk cadangan, siapa tau mau berkemah, tapi selalu sediakan banyak waktu untuk mencharge battery sampai full.
Kalau yang tipe 2, power bank + solar panel, dia ga tulis berapa kapasitas solar panel, inputnya itu untuk charge battery lithium built in, outputnya juga dari battery itu. Solar panel tambahan kalau lagi ga ada listrik.

Quote:Original Posted By nohuhu

kalo beda harganya sedikit, mending yg mono dong.

nanya lagi gan
  1. on-grid itu apa maksudnya?
  2. jual listrik ke pln? gimana mekanismenya? nyambung dari inverter ke stopkontak gitu?
  3. ukuran panel mono dibanding poly, jauh banget kah?


udah dijawab ama agan fabienne

Quote:Original Posted By prikitiw1


Ane pake aki Delkor deep cycle, yang 45 AH.
Baca2 di forum sih katanya lumayan bandel dibandingkan merek lain.
45 AH juga udah lebih dari cukup, karena kalo matahari lagi bagus, jam 10-11 pagi indikator di regulator sudah full.

Kalau pukul 11 udah full, sinar yang pukul 11.00-15.00 engga ke simpan lagi? Berarti masih bisa kalau ditambah aki lain Tapi harus dipakai juga listriknya, kalau engga, akinya engga abis-abis
Quote:

Hmmm...... ngebayangin kalau camping sambil bawa solar panel.......
Blom lagi baterainya.
Bawa ransel aja udah ngos-ngosan, apalagi ditambah solar panel + baterainya.
Lain cerita kalau campingnya di bumi perkemahan, seperti Cibubur.
Ada sih yang jual 1 paket yang bisa dilipat, tapi lumayan mahal.
Lagian juga bukannya lebih enak kalau camping tuh suasananya remang2 yah....... pakai penerangan seadanya.....


Akinya jangan yang Trojan gan, 12V 1110Ah = 638 kg
Quote:Original Posted By Zindro


Salam kenal
Sedikit mengomentari:

Ada 2 jenis solar charge controller, regular dan MPPT [8].
1. Regular
Sedikit ralat seharusnya " 7.4 x 12 = 88.8W "
thanks gan ralatnya
Quote:
2. MPPT
Kalo ane baca sih keknya gak begitu pengertiannya. Kalo panel cuma mengeluarkan 88.8W, dengan pemakaian MPPT tidak mungkin menjadi 130W pada outputnya. Kalo output hanya 12V tidak mungkin bisa mencharge aki yg 12V, krn V charger harus selalu lebih tinggi dr V aki.



Itu bedanya MPPT dengan regular, ini kasusnya pada solar panel yang sama, 130Watt (17.6V 7.4A).
Saat controller regular/konvensional mencoba mencharge battery 12V, tegangan akan turun ke 12V (ini hanya pengandaian, sama seperti kita sebut aki 12V, padahal tegangannya saat itu bisa 13.5V atau 12.9V dll), arus tetap 7.4A akibatnya daya total yang diperoleh = 88.8 Watt (ada 41 Watt yang terbuang percuma dari penurunan tegangan tersebut)
Controller MPPT dengan buck-boost converter akan mengkonversi tegangan tersebut secara efisien. Untuk watt yang sama 130W (17.6V 7.4A), tegangan yang turun diimbangi dengan kenaikan arus menjadi 12V 10.8A (memang tidak 100%, ini hanya contoh hitungan). Converter DC to DC ini mirip cara kerjanya dengan regulator digital pada flashlight. Pada senter dengan regulator digital, output (Watt) tetap dipertahankan walaupun tegangan baterai turun, dikompensasi dengan peningkatan arus. Tapi karena harganya yang mahal, MPPT baru terasa efisien jika dipakai untuk solar panel yang tegangannya cukup tinggi.

Mungkin tulisan ane kurang jelas karena ane engga terjemahin semuanya, tapi hanya contoh kasus(kalau agan mau bantu terjemahin boleh, tapi jangan pakai google translate. Kalau ane sendiri belum sempat). Ini kalau yang lebih jelas ada disini, sumber(di nomor [7] daftar pustaka udah ada ):
http://www.windsun.com/ChargeControl...ChargeCont.htm
Quote:Why 12 Volt Panels are 17 Volts

The obvious question then comes up - "why aren't panels just made to put out 12 volts". The reason is that if you do that, the panels will provide power only when cool, under perfect conditions, and full sun. This is not something you can count on in most places. The panels need to provide some extra voltage so that when the sun is low in the sky, or you have heavy haze, cloud cover, or high temperatures*, you still get some output from the panel. A fully charged "12 volt" battery is around 12.7 volts at rest (around 13.6 to 14.4 under charge), so the panel has to put out at least that much under worst case conditions.

*Contrary to intuition, solar panels work best at cooler temperatures. Roughly, a panel rated at 100 watts at room temperature will be an 83 watt panel at 110 degrees.

Detailed information on MPPT charge controllers.

The charge controller regulates this 16 to 20 volts output of the panel down to what the battery needs at the time. This voltage will vary from about 10.5 to 14.6, depending on the state of charge of the battery, the type of battery, in what mode the controller is in, and temperature. (see complete info on battery voltages in our battery section).
Using High Voltage (grid tie) Panels With Batteries

Nearly all PV panels rated over 140 watts are NOT standard 12 volt panels, and cannot (or at least should not) be used with standard charge controllers. Voltages on grid tie panels varies quite a bit, usually from 21 to 60 volts or so. Some are standard 24 volt panels, but most are not.
What happens when you use a standard controller

Standard (that is, all but the MPPT types), will often work with high voltage panels if the maximum input voltage of the charge controller is not exceeded. However, you will lose a lot of power - from 20 to 60% of what your panel is rated at. Charge controls take the output of the panels and feed current to the battery until the battery is fully charged, usually around 13.6 to 14.4 volts. A panel can only put out so many amps, so while the voltage is reduced from say, 33 volts to 13.6 volts, the amps from the panel cannot go higher than the rated amps - so with a 175 watt panel rated at 23 volts/7.6 amps, you will only get 7.6 amps @ 12 volts or so into the battery. Ohms Law tells us that watts is volts x amps, so your 175 watt panel will only put about 90 watts into the battery.
Using an MPPT controller with high voltage panels

The only way to get full power out of high voltage grid tie solar panels is to use an MPPT controller. See the link above for detailed into on MPPT charge controls. Since most MPPT controls can take up to 150 volts DC (some can go higher, up to 600 VDC) on the solar panel input side, you can often series two or more of the high voltage panels to reduce wire losses, or to use smaller wire. For example, with the 175 watt panel mentioned above, 2 of them in series would give you 66 volts at 7.6 amps into the MPPT controller, but the controller would convert that down to about 29 amps at 12 volts.



Quote:Original Posted By prikitiw1


Kayanya hampir semua panel surya outputnya lebih dari 12 V deh, kalo nggak salah CMIIW sekitar 13,8 V.
Jadi cukup untuk charge aki yang 12 V


Iya gan, harus lebih tinggi tegangannya. Menurut Windsun , solar panel yang dibawah 140 Watt, kalau kena cahaya, sekitar 16-20 Volt. Kalau yang di atas 140W tegangan lebih tinggi untuk mengurangi listrik yang terbuang di hambatan kabel karena arus yang terlalu besar.
Quote:Original Posted By freeze31


Itu bedanya MPPT dengan regular, ini kasusnya pada solar panel yang sama, 130Watt (17.6V 7.4A).
Saat controller regular/konvensional mencoba mencharge battery 12V, tegangan akan turun ke 12V (ini hanya pengandaian, sama seperti kita sebut aki 12V, padahal tegangannya saat itu bisa 13.5V atau 12.9V dll), arus tetap 7.4A akibatnya daya total yang diperoleh = 88.8 Watt (ada 41 Watt yang terbuang percuma dari penurunan tegangan tersebut)
Controller MPPT dengan buck-boost converter akan mengkonversi tegangan tersebut secara efisien. Untuk watt yang sama 130W (17.6V 7.4A), tegangan yang turun diimbangi dengan kenaikan arus menjadi 12V 10.8A (memang tidak 100%, ini hanya contoh hitungan). Converter DC to DC ini mirip cara kerjanya dengan regulator digital pada flashlight. Pada senter dengan regulator digital, output (Watt) tetap dipertahankan walaupun tegangan baterai turun, dikompensasi dengan peningkatan arus. Tapi karena harganya yang mahal, MPPT baru terasa efisien jika dipakai untuk solar panel yang tegangannya cukup tinggi.

Mungkin tulisan ane kurang jelas karena ane engga terjemahin semuanya, tapi hanya contoh kasus(kalau agan mau bantu terjemahin boleh, tapi jangan pakai google translate. Kalau ane sendiri belum sempat). Ini kalau yang lebih jelas ada disini, sumber(di nomor [7] daftar pustaka udah ada ):
http://www.windsun.com/ChargeControl...ChargeCont.htm


Ane mengerti cara kerja DC to DC converter yg bekerja di flashlight.
Menurut ane gak bisa dibandingkan dg solar panel. Kenapa?

Batere adalah reservoir sbg sumbernya, krn jika V (voltage) dr batere berkurang, maka I (arus) juga berkurang akibatnya senter menjadi kurang terang. Oleh krn itu perlu dinaikkan (boost) V spy menjadi seperti semula dg konsekuensi arus yg ditarik dr batere lebih besar dr sebelumnya.

Bedanya dg solar panel, I dan V dari panel sifatnya konstan. Menurut saya itu kok cuma analogi dr maker untuk menerangkan kelebihan MPPT.

Ane bisa menerima pendapat maker jika MPPT
1. Menaikkan /boost tegangan input dr panel saat V turun menjadi 14V (mungkin krn mendung) sedangkan batere sudah di 13V. Saat ini efisiensi charging kurang efisien sehingga perlu dinaikkan V nya sehingga arus charging lebih besar.
2. Menggunakan panel tegangan tinggi 34V atau lebih (untuk batere 24V) tapi digunakan untuk sistem 12V

Copas dr webnya:
" How Maximum Power Point Tracking works

Here is where the optimization, or maximum power point tracking comes in. Assume your battery is low, at 12 volts. A MPPT takes that 17.6 volts at 7.4 amps and converts it down, so that what the battery gets is now 10.8 amps at 12 volts. Now you still have almost 130 watts, and everyone is happy.

Ideally, for 100% power conversion you would get around 11.3 amps at 11.5 volts, but you have to feed the battery a higher voltage to force the amps in. And this is a simplified explanation - in actual fact the output of the MPPT charge controller might vary continually to adjust for getting the maximum amps into the battery. "

Yg dijelaskan diatas MPPT menerima input 17,6V dan arus 7,4A. Sedangkan batere mendapat arus 10,8A pada tegangan batere 12V.
"Yg mau saya koreksi adalah MPPT tidak mengubah tegangan input 17,6V menjadi 12V sehingga didapat arus lebih besar". Mereka tidak menjelaskan di tegangan berapa output MPPT sehingga menghasilkan 10,8A.
Penjelasan ini agak berlebihan sehingga sulit ane terima (melawan hukum kekalan energi, output lebih besar dr input), seperti dugaan ane ini bukan fakta tetapi lebih ke analogi cara kerja MPPT.

MPPT adalah DC to DC converter untuk mendapatkan arus charging batere yg optimal saja.

CMIIW
Quote:Original Posted By fabienne
On-grid itu maksudnya dalam jangkauan PLN. Kebalikannya off-the-grid jadi gak ada PLN, telpon dll.

oh

Quote:Original Posted By fabienne
Yang saya tahu mekanisme jual listrik oleh swasta di India :
- untuk daerah yang banyak anginnya, suatu perusahaan dapat investasi wind-turbine / kincir angin besar yang akan memasukkan listrik ke PLN terdekat. Ini disebut sebagai kredit listrik.
- Sementara perusahaan tersebut bisa menggunakan listrik seperti biasa meskipun di daerah lain dan perhitungan akhir tinggal dikompensasi dengan kredit listrik yang dia dapatkan dari kincir angin dia.

trus nyambungnya kabelnya kemana?
kalo misal kita jual listrik kita, dari inverter nyambung ke stopkontak gitu? bingungnya itu gan

Quote:Original Posted By fabienne
Soal Mono, kalau gak salah kelemahannya itu lebih rentan retak dan juga tidak bisa ditekuk. Sekarang khan solar panel untuk mobile itu lebih banyak yang bisa digulung ataupun dilipat.

nah baru tau nih ada yg bisa digulung
jadi yg poly bisa digulung2?
Quote:Original Posted By Zindro


Ane mengerti cara kerja DC to DC converter yg bekerja di flashlight.
Menurut ane gak bisa dibandingkan dg solar panel. Kenapa?

Batere adalah reservoir sbg sumbernya, krn jika V (voltage) dr batere berkurang, maka I (arus) juga berkurang akibatnya senter menjadi kurang terang. Oleh krn itu perlu dinaikkan (boost) V spy menjadi seperti semula dg konsekuensi arus yg ditarik dr batere lebih besar dr sebelumnya.

Bedanya dg solar panel, I dan V dari panel sifatnya konstan. Menurut saya itu kok cuma analogi dr maker untuk menerangkan kelebihan MPPT.

Ane bisa menerima pendapat maker jika MPPT
1. Menaikkan /boost tegangan input dr panel saat V turun menjadi 14V (mungkin krn mendung) sedangkan batere sudah di 13V. Saat ini efisiensi charging kurang efisien sehingga perlu dinaikkan V nya sehingga arus charging lebih besar.
2. Menggunakan panel tegangan tinggi 34V atau lebih (untuk batere 24V) tapi digunakan untuk sistem 12V

Copas dr webnya:
" How Maximum Power Point Tracking works

Here is where the optimization, or maximum power point tracking comes in. Assume your battery is low, at 12 volts. A MPPT takes that 17.6 volts at 7.4 amps and converts it down, so that what the battery gets is now 10.8 amps at 12 volts. Now you still have almost 130 watts, and everyone is happy.

Ideally, for 100% power conversion you would get around 11.3 amps at 11.5 volts, but you have to feed the battery a higher voltage to force the amps in. And this is a simplified explanation - in actual fact the output of the MPPT charge controller might vary continually to adjust for getting the maximum amps into the battery. "

Yg dijelaskan diatas MPPT menerima input 17,6V dan arus 7,4A. Sedangkan batere mendapat arus 10,8A pada tegangan batere 12V.
"Yg mau saya koreksi adalah MPPT tidak mengubah tegangan input 17,6V menjadi 12V sehingga didapat arus lebih besar". Mereka tidak menjelaskan di tegangan berapa output MPPT sehingga menghasilkan 10,8A.
Penjelasan ini agak berlebihan sehingga sulit ane terima (melawan hukum kekalan energi, output lebih besar dr input), seperti dugaan ane ini bukan fakta tetapi lebih ke analogi cara kerja MPPT.

MPPT adalah DC to DC converter untuk mendapatkan arus charging batere yg optimal saja.

CMIIW


Yang umum ada 2 jenis converter DC to DC,
1. biasa disebut konvensional/analog/regular/standard/linear (jenis converter ini biasanya menurunkan tegangan dengan cara membuang tegangan yang lebih sebagai panas. Contoh IC: LM7805, LM7809, LM7812, LM317, dll)
2. switching (mengubah tegangan memanfaatkan induktor, transformator, capacitor. Hasilnya converter yang sangat efisien, antara 75-98% dari power yang semula. Contoh IC: LM2596)

(contoh IC yang ane taruh yang ane pernah pake, selain itu masih ada ribuan jenis IC dengan berbagai macam kebutuhan, bahkan kita bisa merakit MPPT atau regulator untuk senter sendiri dengan menggunakan IC buatan Texas Instrument, Maxim-IC, National Semiconductor, Linear, AD, Allegro, Cypress, Intersil, Microchip, STMicroelectronics, dsb)

Yang ane maksud di digital regulator flashlight itu menggunakan teknologi switching, sama dengan MPPT juga menggunakan converter switching.
Ini sama dengan charger HP/laptop agan, bandingkan dengan HP tahun 90-an yang menggunakan charger berat segede gaban yang isinya transformator, sedangkan sekarang charger HP sangat kecil, ringan, dan praktis karena menggunakan teknologi switching. Bedanya charger HP hanya berisi buck converter. MPPT menggunakan kombinasi buck (untuk menurunkan tegangan yang berlebih) boost (untuk menaikkan tegangan) dengan efisiensi di atas 90%, hasil konversi menghasilkan Watt yang mendekati aslinya (Jika tegangan turun, arus meningkat, tegangan naik, arus berkurang).

Quote:
Here is where the optimization, or maximum power point tracking comes in. Assume your battery is low, at 12 volts. A MPPT takes that 17.6 volts at 7.4 amps and converts it down, so that what the battery gets is now 10.8 amps at 12 volts. Now you still have almost 130 watts, and everyone is happy.

Yg dijelaskan diatas MPPT menerima input 17,6V dan arus 7,4A. Sedangkan batere mendapat arus 10,8A pada tegangan batere 12V.
"Yg mau saya koreksi adalah MPPT tidak mengubah tegangan input 17,6V menjadi 12V sehingga didapat arus lebih besar". Mereka tidak menjelaskan di tegangan berapa output MPPT sehingga menghasilkan 10,8A.
Penjelasan ini agak berlebihan sehingga sulit ane terima (melawan hukum kekalan energi, output lebih besar dr input), seperti dugaan ane ini bukan fakta tetapi lebih ke analogi cara kerja MPPT.


17.6V 7.4A = 130,24W yang dihasilkan oleh solar panel
dikonversi oleh menggunakan MPPT sehingga menghasilkan 12V 10.8A = 129.6W
(Jelas-jelas ditulis tegangan output 12V)
Hal ini tidak lebih besar dari input, pada kenyataan di kehidupan nyata, MPPT akan mengkonversi misalnya menjadi 13.5V 9.6A saat melakukan peng-charge-an aki. Output arus bisa berubah sesuai keadaan aki, bahkan sewaktu arus output dari solar panel tetap. Bener yang agan bilang, sewaktu kurang dari tegangan yang dibutuhkan(misalnya saat mendung), MPPT menggunakan boost converter untuk menaikkan tegangan sehingga pengisian dapat dilakukan walaupun akibatnya arus berkurang, (jika tegangan tidak ditingkatkan, tidak ada listrik yang bisa diisi ke aki karena voltase aki lebih tinggi, dan terbuang percuma). Saat matahari terik, MPPT menggunakan buck converter untuk mengisi dengan tegangan yang aman, sekaligus meningkatkan arus pengisian.

Semua angka diatas tidak pas segitu bisa bervariasi (hasil konversi bisa saja menghasilkan 75% power semula), pasti banyak faktor yang mempengaruhi, seperti teori fisika pas SMP pasti diberikan angka yang mudah. Makanya digunakan pengandaian, jika, misalnya, seandainya..
Mudah-mudahan penjelasan ane mudah dimengerti
tambahan:
http://en.wikipedia.org/wiki/Buck%E2...oost_converter
Quote:Original Posted By freeze31


17.6V 7.4A = 130,24W yang dihasilkan oleh solar panel
dikonversi oleh menggunakan MPPT sehingga menghasilkan 12V 10.8A = 129.6W
(Jelas-jelas ditulis tegangan output 12V)
Hal ini tidak lebih besar dari input, pada kenyataan di kehidupan nyata, MPPT akan mengkonversi misalnya menjadi 13.5V 9.6A saat melakukan peng-charge-an aki. Output arus bisa berubah sesuai keadaan aki, bahkan sewaktu arus output dari solar panel tetap. Bener yang agan bilang, sewaktu kurang dari tegangan yang dibutuhkan(misalnya saat mendung), MPPT menggunakan boost converter untuk menaikkan tegangan sehingga pengisian dapat dilakukan walaupun akibatnya arus berkurang, (jika tegangan tidak ditingkatkan, tidak ada listrik yang bisa diisi ke aki karena voltase aki lebih tinggi, dan terbuang percuma). Saat matahari terik, MPPT menggunakan buck converter untuk mengisi dengan tegangan yang aman, sekaligus meningkatkan arus pengisian.

Semua angka diatas tidak pas segitu bisa bervariasi (hasil konversi bisa saja menghasilkan 75% power semula), pasti banyak faktor yang mempengaruhi, seperti teori fisika pas SMP pasti diberikan angka yang mudah. Makanya digunakan pengandaian, jika, misalnya, seandainya..
Mudah-mudahan penjelasan ane mudah dimengerti
tambahan:
http://en.wikipedia.org/wiki/Buck%E2...oost_converter


Bener gan ditulis 12V tapi itu tegangan di batere gan, bukan output dr MPPT.
Maaf statement saya sebelumnya mengenai "melawan hukum kekekalan energi" kurang tepat. Maksud saya yg 88W controller conventional, jika dibandingkan dg MPPT bisa 129W.

Andai benar output MPPT adalah 12V, dan batere ada di 12V. Menurut agan freeze apakah mungkin bisa didapat arus charging sebesar 10,8V ?
Sedangkan yg controller convensional dg 7,4A dg tegangan batere 12V (88W).
Itu aja deh, pertanyaan saya.
Quote:Original Posted By Zindro


Bener gan ditulis 12V tapi itu tegangan di batere gan, bukan output dr MPPT.
Maaf statement saya sebelumnya mengenai "melawan hukum kekekalan energi" kurang tepat. Maksud saya yg 88W controller conventional, jika dibandingkan dg MPPT bisa 129W.

Andai benar output MPPT adalah 12V, dan batere ada di 12V. Menurut agan freeze apakah mungkin bisa didapat arus charging sebesar 10,8V ?
Sedangkan yg controller convensional dg 7,4A dg tegangan batere 12V (88W).
Itu aja deh, pertanyaan saya.


Btw hitung-hitungan yang ane cantumin di atas, bukan hitungan ane sendiri, semuanya dari http://www.windsun.com/ChargeControls/MPPT.htm
Jadi itu mereka (kalangan profesional di bidang solar panel) yang asumsikan 12V dari nilai yang berubah-ubah, karena untuk solar panelnya mereka juga asumsikan nilai max dari Kyocera KC-130 7.39 amps x 17.6 volts = 130 watts (padahal berubah-ubah tergantung intensitas matahari dan suhu solar panel). Kalau yang ane coba masukin angka lain jadi begini:
MPPT efisiensinya antara 75%-98% tergantung perbedaan tegangan juga, makin sedikit perbedaan tegangan, semakin efisien. makin jauh, makin tidak efisien.
Jadi kalau input MPPTnya 130W, outputnya antara 97W-127W. Tapi perlu diingat, tegangan baterai dan solar panel sangat sering berubah. Dan itulah fungsinya MPPT, terus-menerus mengubah output yang oleh microcontrollernya dirasa paling efisien untuk keadaan saat itu.
Seandainya tegangan baterai saat itu 12V, menurut ane MPPT bisa dan akan mengeluarkan arus mendekati 10.8A karena tegangannya juga mendekati 12V (kalau tidak 12V malah ane yang bingung, dapat dari mana itu 10.8A kalau bukan dari konversi tegangan/arus? Kalau arusnya bertambah padahal tegangan tetap, jadi 17.6V 10.8A = 190W, kan mustahil, mungkin ini yang agan Zindro maksud melawan hukum kekekalan energi).

Tentu konversi tidak 100%, kalau 90% jadinya arus 9.75A. Walaupun begitu, masih jauh lebih efisien dibanding 7.4A controller standar. (2.35A lebih besar) Kalau digunakan solar panel system yang 1300W, tentu sangat terasa bedanya. (2.35A x 10 = 23.5A, jika dikali 12V = 282 Watt tambahan) Itu alasan orang mau membeli MPPT controller walaupun harganya mahal.
Quote:Original Posted By freeze31


Btw hitung-hitungan yang ane cantumin di atas, bukan hitungan ane sendiri, semuanya dari http://www.windsun.com/ChargeControls/MPPT.htm
Jadi itu mereka (kalangan profesional di bidang solar panel) yang asumsikan 12V supaya mudah dihitung, karena untuk solar panelnya mereka sudah menggunakan nilai max dari Kyocera KC-130 7.39 amps x 17.6 volts = 130 watts. Kalau yang ane coba masukin angka lain jadi begini:
MPPT efisiensinya antara 75%-98% tergantung perbedaan tegangan juga, makin sedikit perbedaan tegangan, semakin efisien. makin jauh, makin tidak efisien.
Jadi kalau input MPPTnya 130W, outputnya antara 97W-127W. Tapi perlu diingat, tegangan baterai dan solar panel sangat sering berubah. Dan itulah fungsinya MPPT, terus-menerus mengubah output yang oleh microcontrollernya dirasa paling efisien untuk keadaan saat itu.
Seandainya tegangan baterai saat itu 12V, menurut ane MPPT bisa dan akan mengeluarkan arus mendekati 10.8A karena tegangannya juga mendekati 12V. (tentu tidak 100%, kalau 90% berarti 9.75A) Walaupun begitu, masih jauh lebih efisien dibanding 7.4A controller standar. (2.35A lebih besar) Kalau digunakan solar panel system yang 1300W, tentu sangat terasa bedanya. (2.35A x 10 = 23.5A, jika dikali 12V = 282 Watt tambahan) Itu alasan orang mau membeli MPPT controller walaupun harganya mahal.


Kalo output MPPT 12V dan batere 12V maka tidak ada arus yg mengalir (basic electronic), kalo bisa ada arus 10,8A itu ajaib namanya.
Agan freeze kelihatannya background bukan electro ya? Kok kelihatannya tidak sejalan dg arah pembicaraan yg ane maksud.
Ane mengerti itu semua dr windsun, cuma mau meluruskan supaya lebih jelas, no offence .
Quote:Original Posted By Zindro


Kalo output MPPT 12V dan batere 12V maka tidak ada arus yg mengalir (basic electronic), kalo bisa ada arus 10,8A itu ajaib namanya.
Agan freeze kelihatannya background bukan electro ya? Kok kelihatannya tidak sejalan dg arah pembicaraan yg ane maksud.
Ane mengerti itu semua dr windsun, cuma mau meluruskan supaya lebih jelas, no offence .


Iya gan, background ane sistem komputer, bukan electro. Listrik yang ane mainin arus kecil hanya 5V untuk rangkaian microcontroller ane

Agan Zindro dari teknik electro ya?

Kayaknya ada sedikit salah paham, ane juga engga bermaksud kalau itu 12V ama 12V, tapi yang MPPT mendekati 12V dari 17.6V jadi di atas 12V tentunya (bisa jadi 14.4V 9A atau 13.5V 9,6A), kalau engga mana bisa ngecharge

Smile tanya rekomendasi baterai..

Quote:Original Posted By freeze31


-Lithium (tapi bahaya meledak kalau dijemur di matahari, belum umur baterai berkurang drastis karena suhu tinggi)



punten agan-agan..ane mau tanya..jadi kalo ane mau bikin portable charger pake solar cell mending pake baterai apa ya gan?ane butuh baterai 3,7v dg kapasitas minimal 2500mAh..nuhuuunn
Quote:Original Posted By freeze31


Iya gan, background ane sistem komputer, bukan electro. Listrik yang ane mainin arus kecil hanya 5V untuk rangkaian microcontroller ane

Agan Zindro dari teknik electro ya?

Kayaknya ada sedikit salah paham, ane juga engga bermaksud kalau itu 12V ama 12V, tapi yang MPPT mendekati 12V dari 17.6V jadi di atas 12V tentunya (bisa jadi 14.4V 9A atau 13.5V 9,6A), kalau engga mana bisa ngecharge


Kalo dah mainannya microcontroller mestinya ilmunya hampir sama ama ane elektro arus lemah. Ane juga pada lupa ilmunya

Ane cuma ragu ama yg menjelaskan berdasarkan fakta atau cuma analogi aja. Soalnya kalo output panel di 17V mestinya gak beda jauh meski menggunakan MPPT. Di penjelasannya dia mengatakan ada beberapa panel yg outputnya lebih rendah mis 15V, terkena rugi2 di kabel, saat masuk ke controller akan lebih rendah lagi misalnya di 14V, nah di sini baru MPPT punya fungsi untuk boost /menaikkan tegangan sehingga arus charging lebih besar.

Setau ane controller yg paling murah sudah memakai PWM tetapi belum ada yg bisa boost krn cuma melewatkan apa yg ada dr panel.
Kegunaan controller ini cuma menjaga batere spy tidak overcharging krn akan merusak batere.
Quote:Original Posted By Zindro


Kalo dah mainannya microcontroller mestinya ilmunya hampir sama ama ane elektro arus lemah. Ane juga pada lupa ilmunya

Ane cuma ragu ama yg menjelaskan berdasarkan fakta atau cuma analogi aja. Soalnya kalo output panel di 17V mestinya gak beda jauh meski menggunakan MPPT. Di penjelasannya dia mengatakan ada beberapa panel yg outputnya lebih rendah mis 15V, terkena rugi2 di kabel, saat masuk ke controller akan lebih rendah lagi misalnya di 14V, nah di sini baru MPPT punya fungsi untuk boost /menaikkan tegangan sehingga arus charging lebih besar.

Setau ane controller yg paling murah sudah memakai PWM tetapi belum ada yg bisa boost krn cuma melewatkan apa yg ada dr panel.
Kegunaan controller ini cuma menjaga batere spy tidak overcharging krn akan merusak batere.


Iya gan, nanti ane riset lagi

Kemaren ane kirim email ke windsun nanya "If the battery voltage is 12V, will MPPT convert that 17.6V 7.4A to 12V 10.8A? But when the battery voltage starts to rise, the current flowing to the battery will be reduced." dan dijawab ama om dave :

Dave Shiney <daves@wind-sun.com>

12:41 AM (13 hours ago)

to me

Ohms law states that as voltage rises amperage will drop if the watts remains constant. So, yes as voltage rises the amperage going to the batteries will decrease. And with an MPPT controller charge current is “typically” calculated- array watts/battery volts=charging amps (+/- losses).


Dave Shiney



Northern Arizona Wind and Sun

Phone-928-526-8017 / 800-383-0195 ext. 104

Fax-928-527-0729

Website-http://www.solar-electric.com



Quote:Original Posted By Mrpradana


punten agan-agan..ane mau tanya..jadi kalo ane mau bikin portable charger pake solar cell mending pake baterai apa ya gan?ane butuh baterai 3,7v dg kapasitas minimal 2500mAh..nuhuuunn


Maksud agan buat powerbank untuk ngecharge HP?
Kalau bisa battery lithium diletakkan di kotak terpisah dengan solar panel yang terkena sinar matahari langsung dan diberikan insulator panas. Karena mengoperasikan baterai pada suhu tinggi akan mengurangi umur baterai. Dikatakan "cycle life reduced" jadi jika sebuah baterai bisa dicharge 500x cycle, saat digunakan disuhu 40°C, umurnya tinggal 300x cycle.

Batteries achieve optimum service life if used at 20°C (68°F) or slightly below, and nickel-based chemistries degrade rapidly when cycled at high ambient temperatures. If, for example, a battery operates at 30°C (86°F) instead of a more moderate room temperature, the cycle life is reduced by 20 percent. At 40°C (104°F), the loss jumps to a whopping 40 percent, and if charged and discharged at 45°C (113°F), the cycle life is only half of what can be expected if used at 20°C (68°F).

http://batteryuniversity.com/learn/a...w_temperatures
Quote:Original Posted By freeze31


Iya gan, nanti ane riset lagi



Maksud agan buat powerbank untuk ngecharge HP?
Kalau bisa battery lithium diletakkan di kotak terpisah dengan solar panel yang terkena sinar matahari langsung dan diberikan insulator panas. Karena mengoperasikan baterai pada suhu tinggi akan mengurangi umur baterai. Dikatakan "cycle life reduced" jadi jika sebuah baterai bisa dicharge 500x cycle, saat digunakan disuhu 40°C, umurnya tinggal 300x cycle.

Batteries achieve optimum service life if used at 20°C (68°F) or slightly below, and nickel-based chemistries degrade rapidly when cycled at high ambient temperatures. If, for example, a battery operates at 30°C (86°F) instead of a more moderate room temperature, the cycle life is reduced by 20 percent. At 40°C (104°F), the loss jumps to a whopping 40 percent, and if charged and discharged at 45°C (113°F), the cycle life is only half of what can be expected if used at 20°C (68°F).

http://batteryuniversity.com/learn/a...w_temperatures


buat hp bisa sm buat baterai lainnya jg gan.rencana buat baterai kamera DSLR.keluaran baterai powerbank di masukin ke boost converter dulu.hehe..insulator panas nya kyk gmn ya gan freeze31??
Quote:Original Posted By Mrpradana


buat hp bisa sm buat baterai lainnya jg gan.rencana buat baterai kamera DSLR.keluaran baterai powerbank di masukin ke boost converter dulu.hehe..insulator panas nya kyk gmn ya gan freeze31??


Untuk insulator panas dari konduksi dan konveksi gunakan styrofoam (atau gabus untuk orang yang peduli lingkungan )
Untuk insulator panas dari radiasi matahari gunakan lapisan alumunium foil.
Jadi, buat sebuah kotak yang isinya stryofoam/gabus terus luarnya dilapisi dengan alumunium foil. Tebalnya disesuaikan dengan kebutuhan, ane rasa 1-2cm udah cukup