KASKUS

Kalo dengar nama MAHAMERU jadi inget sosok Soe Hok Gie..
Ya , almarhum juga meninggal disana.. gak mudah buat mendaki gunung gan.. bener kata ente.. ane ngedaki kaki gunung merbabu aja udah ngos2an , apa lagi manjat sampe ujung...
bener gan, ane serme gan
ane belum nonton filmnya
di Lumajang tuh? wah......bisa terkenal nih kota
Quote:Original Posted By DM.CINTADAMAI
mending lah gan,
malah biasanya kalo disinetron-sinetron didalem hutan cuma pake hotpants sama tanktop doang kan??


iya bener banget gan
ane pengen sih, tapi TAKUT gan wkwkwkwkwk
ia gan, bnyak diantara temen ane setelah nnton film itu mereka jd pnasaran pgn naik gunung, dan mungkin dipikiran mereka naik gunung itu memang mudah ..
sepakaat gaannnn *ambil hanya gambar, tinggalkan hanya jejak, bunuh hanya waktu*
Quote:Satu lagi, film ini seharusnya lebih memperhatikan detil untuk kondisi aktual bagaimana proses pendakian sebuah gunung, dengan aman tentunya. Apalagi gunung ini adalah gunung tertinggi di Jawa.
Ane mau comment dikit soal Itu, Kalo harus terlalu detail sih bisa aja gan tapi Film juga ada batas durasinya kali gan kalo semua harus detail Naik ke puncak mahameru tuh berapa jam 3 - 4 jam kali sedangkan film cuma kurang lebih 2 jam jadi gimana gan ?? terus kalo memberikan detail tentang mendaki gunung itu lebih banyak lagi, ceritanya malah gk akan nyambung menurut ane jalan ceritanya bakal acak2an kita gk bakalan kenal watak2 tokohnya , pasti kalo lebih banyak detail mendaki gunungnya otomatis porsi pengenalan tokohnya berkurang, mungkin kita kaga dapet watak si ian yang suka ma MU + ma indomie , gk akan ngena rekatnya persahabatan mereka gan , Itu sih menurut ane pengalaman ane yg nnton langsung, Lagi Ngomong doang gampang gan kritik juga gampang, "tapi Bikin film itu gk mudah hargai Karya orang lain jelek atau bagus jangan liat orng lain liat diriloe bisa bikin film se keren itu ??" Itu menurut ane gan
dari 5cm kok ke semeru sih gan???terlalu melebar gan
sempet kepikiran pengen ke mahameru sih gara2 nonton film nya..
tapi kayaknya emang gak segampang yg kita liat di film..
ane belum nonton filmnya, katanya bagus ya
walau ane belom nonton ini film
tapi kayaknya agan ada benernya deh, kita harus tetap jaga alam :
ane dah nonton filmnya gan, ane gak minat naek gunung gan cape, , tapi ane salu sama keindahan alamnya gan, lagian ngapain naik gunung gan kalo cuma bikin kotor gunung aja,
namanya juga film...kebohongan belaka...
ngk tau apa aslinya mendaki gunung gmana....
hi permisi agan-agan, mau numpang iklan
[img]banned /Content/NewKaskusDroid/promo.png[/img]
ane udah nonton filmnya ,dan ane udah prnah ke mahameru gan
bener sih track buat ke mahameru lebih mudah dari gunung-gunung lainnya,soalnya tracknya lebih landai,tapi jaaauuuhh..dari ranu pane ke ranu kumbolo aja btuh waktu 4-6 jam,trus dari kalimati ke puncaknya btuh waktu 5-8 jam,bahkan bisa lebih dan itu tracknya paling sulit gan, naik 3 turun 2
persiapannya pun hrus matang,mulai dari fisik,mental,sama perlengkapannya, so jangan pernah main-main sama alam,karena alam gak akan pernah main-main sama kita
Saya dulu tergabung di salah satu pecinta alam,.,. mendaki gunung, camping, melakukan bhakti sosial penanaman pohon, dll,.,.
Cuman semenjak kuliah dan kerja yang membuat saya tidak bisa kembali lagi di masa² itu,.,..,

Nonton film 5cm membuat saya teringat kembali pada saat² itu (walopun saya belum pernah mencapai semeru), tapi lumayan cukup terobati melihat adegan tenda² dan api unggun.,.
Kalo dari segi cerita ya lumayan lah mengihibur, standar film² drama di Indonesia,.,.
(selain 5cm, film Soe Hok Gie "Catatan Seorang Demonstran" juga mengangkat nama besar "Semeru" )


Mmmm,.,.
Memang sangat disayangkan kalo memang ternyata dalam proses pembuatan film tsb meninggalkan "kesan negatif" terhadap indahnya alam.,,.
Saya sih ga ngeliat langsung apa benar setelah proses pembuatan film ada banyak sampah berantakan, ato tidak ada tanggung jawab pasca shooting, tapi saya harap tidak seperti itu, karena film yang mengangkat tentang alam sangat tidak bijak malah justru merusak alam itu sendiri,..,


Btw, nice thread, membuka mata dan pikiran kaskuser yang mungkin hanya menikmati indahnya semeru dari sisi film itu saja,.,.


Saya dapat sebuah artikel dari kompasiana, intinya kurang lebih sama seperti yang agan sampaiakan,.,.


Silahkan,.,.,.

Quote:

Mahameru atau yang lebih dikenal dengan Puncak Gunung Semeru, gunung tertinggi di Jawa. Belakangan sedang ramai diperbincangkan. Biasaya Mahameru hanya ramai jadi topik pembicaraan sekelompok penggiat kegiatan alam, atau menyebut dirinya ‘Pencinta Alam’, tapi kali ini perbincangan telah melenceng memasuki ranah yang berbeda, yaitu sekelompok awam, yang selama ini tak terpikirkan menjejakkan kakinya di gunung, apalagi gunung tertinggi di Jawa, berkat sebuah buku yang difilmkan berjudul 5 cm.

Semeru adalah rumah dewa, tanah tertinggi di tanah jawa, Mahameru adalah tempat yang suci. Sedemikian Agungnya Mahameru, sehingga menjadikan salah satu impian pendakian bagi para pencinta alam, menjadi tempat ritual yang disucikan, bahkan ada salah satu sahabat yang melamar pasangannya di Ranukumbolo, dan sempat juga melihat cuplikan photo-photo pasangan yang menikah di puncak Mahameru.

Gunung Semeru dengan puncak Mahameru, saya pernahmenggapainya lebih dari 10 tahun lalu, kala itu saya memberanikan diri untuk ikut dalam pendakian yang diadakan oleh abang2ku di salahsatu kelompok pencinta alam - fyi saya tak pernah menjadi member salah satu kelompok penggiat pencinta alam - , salah satu alasan terbesarku untuk ikut pendakian ke Semeru adalah ‘membayarkan hutang janji’ pada sahabatku Alm. Hafidhin Royan yang meninggal pada peristiwa 12 Mei’98, saat itu kami dan beberapa sahabat di kampus berencana untuk mendaki Semeru di liburan semester.

Pendakian ke Semeru tidak bisa di anggap remeh, apalagi untuk saya yang jarang-jarang mendaki gunung. Sebenarnya tidak cukup PD untuk mengikuti pendakian, sehingga untuk membantu meningkatkan kekuatan fisik, saya di latih oleh abang-abangku untuk maraton, dan olah raga berat lainnya, rutin selama satu bulan menjelang keberangkatan menuju gunung Semeru.

Saya sebenarnya bukan pendaki gunung, saya hanya penikmati jalan-jalan, sehingga kemanapun hayuk. Pengalaman mendaki Semeru dengan pemandangannya yang spektakuler merupakan salah satu pengalaman yang luarbiasa yang pernah saya lakukan, kenangannya terus melekat, walau sudah bertahun-tahun lalu, hingga euforia film 5 cm menyentil kami. Kenangan indah dan cerita-cerita selama pendakian Semeru kembali terbuka, seperti membuka photo lama yang penuh cerita.

Sebelum menonton film 5 cm saya sudah membaca bukunya, terlalu drama buat saya, sehingga saya skip beberapa bab di awal demi langsung membaca cerita perjalanan di Semeru. Di buku tertulis secara detail lanscape ranu pane, perjalanan menuju ranu kumbolo melintasi jalur sempit (jalurnya masih sempit dan bersisian dengan jurang) dan pesona sunrise di Ranu Kumbolo. Derita mendaki dari kali mati hingga puncak dan melewati arcopodo dan cemoro tunggal (beneran satu-satunya pohon cemara di tengah hamparan pasir). Semua tulisan pada buku 5 cm bagi saya seperti membaca pengalaman pribadi yang pernah saya alami saat mendaki Mahameru.

Lalu filmnya tayang, seminggu ini begitu menggelegar, di beberapa studio bahkan di tayangkan pada 2 cinema. Abang-abangku seperjalanan ke Semeru tiba-tiba menyolek ngajak nonton bareng, demi memuaskan kerinduan kami pada Semeru.

Tapi….ternyata kami menonton sinetron berlatar kecantikan Semeru. View Semeru cukup membayar kerinduan kami akan Ranu Kumbolo, Tanjakan Cinta, Kalimati dan Mahameru, tapi jalan cerita….zzzz….pas

Entahlah, saya bukan penganalisa film, sekali lagi saya Cuma penikmat saja. Dari keseluruhan film, bagian yang kami tunggu-tunggu hanya saat-saat di Semeru, pemandangan keindahan alamnya, selebihnya biasa saja. Bagi kami film ini adalah sangat sinetron sekali, seperti tokoh perempuan naik gunung dengan make up dan asesoris (boro2 make up, pake sunblock aja dah syukur banget saat pendakian), baju yang bagi saya, tidak nyaman untuk pendakian (celana jeans ketat….haallloooooww…ini gunung neng bukan mol) serta tas asesories yang terlihat ringan dan kosong menjadi pemanis punggung…alih2 nonton, kami malah jadi ngobrol bisik2 dan cekikian sama tetangga melihat penampilan yang sangat sinetron tersebut, heehheheee

Konon, menurut info di balik layar, selama pembuatan film 5 cm, kawasan TN Semeru menjadi tercemar, rusak dan bersampah berat. Entah apa yang mereka (pemain, crew dan pendukung film 5 cm) lakukan pada tempat yang begitu indah dan damai, rusak oleh suatu komersialitas dan kapitalitas dengan menjadikannya tempat sampah raksasa. Entah kenapa sepertinya menyampah adalah sesuatu yang ‘Indonesia Banget’…malu jadinya. Tidak seharusnya sampah mengotori Taman Nasional Semeru, sekiranya saja mereka (pemain, crew dan pendukung film 5 cm) peduli dan mau mengenal apa itu Taman Nasional Semeru, seharusya bukan sampah yang mereka berikan, tapi ternyata mereka tak perduli.

Jangan sampai seusai menonton 5cm, berbondong-bondonglah orang-orang tua, muda, miskin, kaya tanpa pengawasan dan pengalaman mendaki Semeru, seakan mendaki Semeru begitu mudahnya seperti yang perpapar di film 5 cm dan bertindak semena-mena terhadap tanah cantik itu. Sekedar untuk diketahui bahwa setiap tahun selalu ada korban dalam pendakian Gunung yang ceroboh dan tak menghargai alam, dimanapun itu.

Tapi…bagaimanapun, saya salut untuk seluruh pemain dan crew film 5 cm berhasil menggapai puncak Mahameru, dengan apapun daya usahanya, karena Mahameru bukan sembarang tempat yang mudah digapai….

Ada sebuah lagu yang menjadi lagu wajid kami untuk mengenang kecantikan Semeru, berikut petikan baitnya :

Di jenjang Desember kudatang padamu

Kubimbing kau ke lereng Semeru

Kubelai rambut nan indah, kau tertunduk malu

Oh indahnya Mahameru

Sumber : http://hiburan.kompasiana.com/film/2...m--517109.html

masuk akal gan, gk boleh terpengaruh oleh film
iya gan , temen ane abis nonton tuh film pada pny rencana ke semeru gara2 nurutin ceweknya yg labil ..padahal gak ada basic anak PA sama sekali ..
wahh TS pecinta alam yah , ane pecinta alam gan ? SALAM RIMBA
iya nih gan film 5cm mudah banget kaya nya , liat aja kalo kita naek gunung 1000mdpl aja udah lumayan , apa lagi semeru yang 3000an mdpl
×