- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
[HEBOH] Arisan sex pelajar


TS
advmegabisnis
[HEBOH] Arisan sex pelajar
Nih Gan Monggo dibaca satu per satu ane spoiler
Santernya pemberitaan yang memuat sejumlah pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Situbondo, Jawa Timur, yang disebut setiap pekan menggelar arisan seks mencoreng citra sekolah sebagai lembaga keilmuan pencetak generasi muda harapan bangsa.
Ternyata, dari pengakuan seorang wanita PSK, sekelompok pelajar di Situbondo disebut-sebut melakukan "arisan berhadiah", nama yang menang arisan mendapat hadiah "main" dengan PSK itu. Akibatnya, virus HIV/AIDS tertular dan menyebar.
Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur Daniel M Rasyid menilai terjadinya kasus semacam ini tidak terlepas dari ketidakpedulian orangtua siswa, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah terhadap jaminan masa depan generasi bangsa.
Kata dia, kasus arisan seks yang ditudingkan kepada pelajar SMA di Situbondo, merupakan krisis besar di dunia pendidikan. "Saya ikut prihatin. Masalah ini seperti gunung es yang harus segera dipecahkan," kata Daniel, Kamis 6 Desember 2012.
Ia menyebut, saat ini, sekolah bukan lagi tempat murid belajar, melainkan hanya tempat para guru mengajar. "Artinya dunia pendidikan formal tidak sepenuhnya memberi pendidikan moral. Tapi hanya mengajarkan pelajaran-pelajaran secara teks book. Mengajarkan materi-materi untuk ujian saja."
Dosen Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) itu juga menyebut, pola pendidikan di sekolah formal harus diubah. Pendidikan seharusnya tidak hanya terfokus pada materi umum, melainkan juga dengan pembentukan akhlak peserta didik.
"Memang tidak sepenuhnya menyalahkan dunia pendidikan, peran orang tua, masyarakat, dan pemerintah juga penting untuk menempa moralitas anak," katanya.
Saat ini, di tengah cepatnya arus informasi dan teknologi, orangtua harus berperan aktif memberi pendidikan moral pada anak-anaknya. Tidak boleh dianggap enteng.
Dosen itu menyebut, saat ini banyak anak-anak menjadi yatim-piatu, tapi bukan secara biologis mereka tidak punya orangtua. Mereka punya orangtua tapi sibuk bekerja, sehingga kebutuhan pendidikan anak terbengkalai. Moral anak menjadi tak terkontrol. Jadi, peran keluarga harus diperkuat untuk membangun mentalitas anak, bukan hanya tugas sekolah sebagai tempat pendidikan formal.
Tidak boleh berhenti pada sekolah dan orangtua saja, peran pemerintah sangat penting dan harus aktif, seperti memfilter pengaruh budaya asing yang mengganggu stabilitas moral generasi bangsa.
"Saya menyebut pelajar adalah korban teknologi. Mereka tidak dibiasakan membaca, tapi dibiasakan melihat. Pelajar lebih suka melihat gambar-gambar bergerak ketimbang membaca, apalagi melihat situs-situs porno. Jadi harus ada pembatasan perkembangan teknologi," katanya.
Sekadar diketahui, sejumlah pelajar di Situbondo melakukan arisan seks seharga Rp5.000 per bulan. Hasilnya, nama pemenang arisan akan berkencan dengan pekerja seks dengan imbalan hasil uang arisan itu.
Dugaan ini disampaikan sukarelawan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Situbondo, Heru Hertanto. Menurut Heru, cerita itu dia peroleh saat melakukan sosialisasi mengenai bahaya HIV/AIDS ke sejumlah lokalisasi. Saat itulah seorang PSK berisial JL, 22 tahun, bercerita tentang arisan seks pelajar itu.
DISELIDIKI DISDIK
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menurunkan tim khusus menelusuri kasus arisan seks pelajar yang terjadi di Kabupaten Situbondo. Mereka akan memastikan aksi itu benar-benar melibatkan pelajar atau bukan.
Testimoni seorang pekerja seks komersial (PSK) yang mengaku disewa sejumlah pelajar, kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Harun, hingga saat ini belum terbukti kebenarannya. "Bisa saja mereka itu menggunakan seragam, tetapi bukan pelajar," ujarnya, Jumat (7/12/2012).
Pihaknya masih menunggu hasil kerja tim, sebelum bertindak lebih jauh seperti pemberian sanksi atau yang lain. "Kami mengapresiasi temuan itu demi membangun dunia pendidikan ke depan, tapi masih ditelusuri benar atau tidaknya, karena kasus itu cukup mengganggu reputasi dunia pendidikan," jelasnya.
Meskipun demikian, dia tetap mengimbau kepada semua steakholder dunia pendidikan untuk terus menanamkan nilai-nilai moral kepada anak didiknya, terutama kepada keluarga, karena keluarga adalah tempat pendidikan paling strategis untuk membentuk karakter anak didik.
Fakta pelajar yang menggelar arisan untuk sewa PSK dikemukakan Komisi Pemberantasan HIV/AIDS Situbondo yang mendengarkan pengakuan salah seorang PSK yang dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Bahkan, hampir setiap pekan PSK di salah satu eks lokalisasi mengaku melayani siswa-siswa SMA itu.
Saat mem-booking PSK, para pelajar tersebut masih mengenakan seragam sekolah. Informasinya, mereka arisan sesama teman di sekolahnya, untuk menggunakan jasa PSK secara bergantian. Sayangnya, PSK tersebut tidak mengetahui kepastian asal sekolah pelajar tersebut.
Spoiler for arisan sex pelajar:
Santernya pemberitaan yang memuat sejumlah pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Situbondo, Jawa Timur, yang disebut setiap pekan menggelar arisan seks mencoreng citra sekolah sebagai lembaga keilmuan pencetak generasi muda harapan bangsa.
Ternyata, dari pengakuan seorang wanita PSK, sekelompok pelajar di Situbondo disebut-sebut melakukan "arisan berhadiah", nama yang menang arisan mendapat hadiah "main" dengan PSK itu. Akibatnya, virus HIV/AIDS tertular dan menyebar.
Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur Daniel M Rasyid menilai terjadinya kasus semacam ini tidak terlepas dari ketidakpedulian orangtua siswa, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah terhadap jaminan masa depan generasi bangsa.
Kata dia, kasus arisan seks yang ditudingkan kepada pelajar SMA di Situbondo, merupakan krisis besar di dunia pendidikan. "Saya ikut prihatin. Masalah ini seperti gunung es yang harus segera dipecahkan," kata Daniel, Kamis 6 Desember 2012.
Ia menyebut, saat ini, sekolah bukan lagi tempat murid belajar, melainkan hanya tempat para guru mengajar. "Artinya dunia pendidikan formal tidak sepenuhnya memberi pendidikan moral. Tapi hanya mengajarkan pelajaran-pelajaran secara teks book. Mengajarkan materi-materi untuk ujian saja."
Dosen Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) itu juga menyebut, pola pendidikan di sekolah formal harus diubah. Pendidikan seharusnya tidak hanya terfokus pada materi umum, melainkan juga dengan pembentukan akhlak peserta didik.
"Memang tidak sepenuhnya menyalahkan dunia pendidikan, peran orang tua, masyarakat, dan pemerintah juga penting untuk menempa moralitas anak," katanya.
Saat ini, di tengah cepatnya arus informasi dan teknologi, orangtua harus berperan aktif memberi pendidikan moral pada anak-anaknya. Tidak boleh dianggap enteng.
Dosen itu menyebut, saat ini banyak anak-anak menjadi yatim-piatu, tapi bukan secara biologis mereka tidak punya orangtua. Mereka punya orangtua tapi sibuk bekerja, sehingga kebutuhan pendidikan anak terbengkalai. Moral anak menjadi tak terkontrol. Jadi, peran keluarga harus diperkuat untuk membangun mentalitas anak, bukan hanya tugas sekolah sebagai tempat pendidikan formal.
Tidak boleh berhenti pada sekolah dan orangtua saja, peran pemerintah sangat penting dan harus aktif, seperti memfilter pengaruh budaya asing yang mengganggu stabilitas moral generasi bangsa.
"Saya menyebut pelajar adalah korban teknologi. Mereka tidak dibiasakan membaca, tapi dibiasakan melihat. Pelajar lebih suka melihat gambar-gambar bergerak ketimbang membaca, apalagi melihat situs-situs porno. Jadi harus ada pembatasan perkembangan teknologi," katanya.
Sekadar diketahui, sejumlah pelajar di Situbondo melakukan arisan seks seharga Rp5.000 per bulan. Hasilnya, nama pemenang arisan akan berkencan dengan pekerja seks dengan imbalan hasil uang arisan itu.
Dugaan ini disampaikan sukarelawan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Situbondo, Heru Hertanto. Menurut Heru, cerita itu dia peroleh saat melakukan sosialisasi mengenai bahaya HIV/AIDS ke sejumlah lokalisasi. Saat itulah seorang PSK berisial JL, 22 tahun, bercerita tentang arisan seks pelajar itu.
DISELIDIKI DISDIK
Spoiler for diselidiki disdik arisan sexnya:
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menurunkan tim khusus menelusuri kasus arisan seks pelajar yang terjadi di Kabupaten Situbondo. Mereka akan memastikan aksi itu benar-benar melibatkan pelajar atau bukan.
Testimoni seorang pekerja seks komersial (PSK) yang mengaku disewa sejumlah pelajar, kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Harun, hingga saat ini belum terbukti kebenarannya. "Bisa saja mereka itu menggunakan seragam, tetapi bukan pelajar," ujarnya, Jumat (7/12/2012).
Pihaknya masih menunggu hasil kerja tim, sebelum bertindak lebih jauh seperti pemberian sanksi atau yang lain. "Kami mengapresiasi temuan itu demi membangun dunia pendidikan ke depan, tapi masih ditelusuri benar atau tidaknya, karena kasus itu cukup mengganggu reputasi dunia pendidikan," jelasnya.
Meskipun demikian, dia tetap mengimbau kepada semua steakholder dunia pendidikan untuk terus menanamkan nilai-nilai moral kepada anak didiknya, terutama kepada keluarga, karena keluarga adalah tempat pendidikan paling strategis untuk membentuk karakter anak didik.
Fakta pelajar yang menggelar arisan untuk sewa PSK dikemukakan Komisi Pemberantasan HIV/AIDS Situbondo yang mendengarkan pengakuan salah seorang PSK yang dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Bahkan, hampir setiap pekan PSK di salah satu eks lokalisasi mengaku melayani siswa-siswa SMA itu.
Saat mem-booking PSK, para pelajar tersebut masih mengenakan seragam sekolah. Informasinya, mereka arisan sesama teman di sekolahnya, untuk menggunakan jasa PSK secara bergantian. Sayangnya, PSK tersebut tidak mengetahui kepastian asal sekolah pelajar tersebut.
0
4.6K
Kutip
7
Balasan


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan