KASKUS

belajar bareng akademi kebidanan yukk..



ane keliling2 di edu gak ketemu mengenai akbid..ane nubi pengen belajar bareng teman2 disini bagi yang ingin share mengenai kesehatan monggo gan
ato mungkin ada yang mau request mengenai kebidanan biar ada postingan gan

Quote:BIOLOGI DASAR DALAM KEBIDANAN
Biologi atau ilmu hayat adalah ilmu yang mempelajari aspek fisik kehidupan. Istilah “biologi” dipinjam dari bahasa Belanda, “biologie” juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani yaitu; bios (hidup) dan logos (ilmu). Istilah ilmu hayat dipinjam dari bahasa arab yang berarti “ilmu kehidupan”. Obyek kajian biologi saat ini mencakup semua makhluk hidup dalam berbagai aspek kehidupannya.
Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles, ilmuwan berkebangsaan Yunani. Dalam terminologi Aristoteles, “filosofi alam” adalah cabang filosofi yang meneliti fenomena alam, dan mencakup bidang yang kini disebut sebagai fisika, biologi, dan ilmu pengetahuan alam lainnya. Istilah biologi dalam pengertian modere diperkenalkan oleh Gottfried Reinhold Treviranus tahun 1802, namun sebenarnya istilah biologi telah dipakai pada tahun 1800 oleh Karl friedrich Burdach. Bahkan sebelumnya istilah itu juga telah muncul dalam judul buku Michael Christoph Hanoy terbitan tahun 1766 yaitu; Philosophiae, Naturalis Sive Physicae Dogmaticae; Geologia, Biologia, Phytologia Generais et Dendrologia.
Pada masa sekarang, biologi mencakup bidang akademik yang sangat luas, bersentuhan dengan bidang-bidang sains yang lain, dan sering kali dipandang sebagai ilmu yang mandiri. Percabangan biologi selalu mengikuti tiga dimensi yang saling tegak lurus yaitu; keanekaragaman yang didasarkan pada kelompok organisme, organisasi kehidupan dan interaksi (hubungan antar unit kehidupan).

CIRI MAKHLUK HIDUP

Sebelum memahami hirarki dalam ilmu biologi dan setelah memahami cabang-cabang ilmu biologi, pada sub bab ini menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup. Ada tiga ciri utama makhluk hidup yaitu : 1) Bereproduksi, 2) Tanggap terhadap rangsangan dan 3) ada aktivitas metabolisme.
Bereproduksi
Keberadaan kita sekarang ini berasal dari siklus yang dimulai dari jutaan tahun yang lalu. Bereproduksi mengakibatkan kehidupan makhluk hidup bisa berlanjut. Reproduksi melibatkan pewarisan. Kata pewarisan ini mengandung arti orang tua kita mentrasmit instruksi (kode genetik) yang ada pada DNA (dioksiribo nukleat acid), untuk menduplikasi sifat yang diturunkan (trait). Bereproduksi bisa diartikan upaya untuk pewarisan/keturunan. Upaya melanjutkan keturunan ini melalui suatu proses perkimpoian.
Tanggap terhadap rangsangan
Organisme memiliki sifat tanggap dan berespon terhadap perubahan lingkungan. Respon tersebut membantu menjaga kondisi organisme tetap pada kondisi yang disukai di dalam sel atau badan multiseluler.
Metabolisme
Makhluk hidup atau hidup dicirikan dengan adanya aktivitas metabolisme. Definisi metabolisme adalah kapasitas sel untuk ; 1) mendapatkan dan mengubah energi dari sekelilingnya, 2) menggunakan energi untuk memelihara, tumbuh dan bereproduksi. Secara sederhana metabolisme diartikan transfer energi dalam sel.

HUBUNGAN ILMU BIOLOGI DAN ILMU KEBIDANAN

Sesuatu dikatakan suatu ilmu manakala memiliki krakteristik dan spesifikasi baik obyek forma maupun obyek materia. Obyek forma berkaitan dengan cara pandang yang terfokus pada obyek penelaahan dalam batas dan ruang lingkup tertentu, sedangkan obyek materia adalah substansi dari obyek penelaahan dalam lingkup tertentu. Obyek forma maupun obyek materia pada ilmu Biologi jelas dan telah tergambar pada penjelasan sub bab di atas. Body of knowledge dan Body of theory dari ilmu Biologi sangat jelas, bagaimana dengan ilmu kebidanan dan dimana letak keterkaitannya, sehingga mahasiswa kebidanan perlu mempelajari Biologi Dasar dan Biologi Perkembangan ?
Obyek forma dari disiplin ilmu kebidanan adalah mempertahankan status kesehatan reproduksi termasuk kesejahteraan wanita sejak lahir sampai masa tuanya. Obyek materia disiplin keilmuan kebidanan adalah janin, bayi baru lahir, balita, siklus wanita secara utuh yang terfokus pada kesehatan reproduksi. Body of Midwifery Knowledge disusun meliputi ilmu dasar, ilmu sosial, ilmu terapan dan ilmu kebidanan. Keterkaitan dengan ilmu biologi terletak pada ilmu dasar sebagai obyek materia dari ilmu kebidanan yang meliputi; ilmu anatomi, fisiologi, mikrobiologi dan parasitologi, psikologi, fisika dan biokimia. Materi mata kuliah biologi dasar dan biologi perkembangan meliputi disiplin ilmu anatomi, fisiologi, mikrobiologi, fisika dan biokimia.
Kebidanan adalah satu bidang ilmu yang mempelajari keilmuan dan seni yang mempersiapkan kehamilan, menolong persalinan, nifas dan menyusui, masa interval dan pengaturan kesuburan, klimakterium dan menopause, bayi baru lahir dan balita, fungsi-fungsi reproduksi manusia serta memberikan bantuan/dukungan pada pefrempuan, keluarga dan komunitasnya.
Pelayanan kebidanan adalah bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan yang telah terdaftar (teregister) yang dapat dilakukan secara mandiri, kolaborasi atau rujukan.
Praktik kebidanan adalah implementasi dari ilmu kebidanan yang dilakukan leh bidan yang bersifat mandiri, kepada perempuan, keluarga dan komunitasnya, didasari oleh etika dan kode etik bidan.
Bidan perlu mengetahui peraturan dan pedoman yang mendefinisikan peran, menggambarkan ingkup praktik, dan menentukan standar kompetensi mereka. Bidan dalam melaksanakan peran, fungsi dan tugasnya didasarkan pada kemampuan dan kewenangan yang diberikan. Kewenangan tersebut diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

disini gan lengkapnya mengenai biodasar 1 http://www.mediafire.com/view/?vr0gdmnf75iqizt
Quote:Hal- hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Masa Kehamilan :

-Makan 1-2 piring lebih banyak makanan bergizi dalam 1 hari- terlebih jika anda kurus, makan lebih banyak sayur dan buah, lauk- pauk – daging merah, ayam, telur, ikan, ercis dan kacang- kacangan setiap hari.
-Periksa kehamilan secara teratur ke bidan atau petugas kesehatan lainnya.
-Minum suplemen zat besi dari bidan tiap hari untuk mencegah pendarahan pada saat melahirkan.
-Menerima suntikan TT 2 kali semasa kehamilan
-Menggunakan garam beryodium di makanan setiap hari untuk kesehatan janin.
-tetap melakukan aktivitas sehari- hari dan berolahraga secara teratur, tapi jaga jangan terlalu capek


Quote:
Hal-hal Yang Harus dihindari Untuk Kesehatan Janin

-Bekerja terlalu keras dan tidak cukup istirahat.
-Minum obat sembarangan kecuali dengan resep dokter.
-Pijat perut.
-Berada di sekitar anak- anak penderita cacar atau cacar Jerman.
-Merokok
-Minum minuman beralkohol
-Bekerja dengan dan menghirup pestisida, herbisida atau bahan kimia lainnya.
-Makan terlalu sedikit dengan menu monoton; tidak ada makanan yang harus dihindari selama kehamilan.

Quote:
Petunjuk Pertolongan Pertama Untuk mengatasi Masalah Ringan Selama Kehamilan
>Mual atau Muntah-Coba makan dengan porsi kecil tapi teratur walaupun tidak ada nafsu makan. Jika masih berlanjut, bidan mungkin bisa memberi obat.
>Panas atau Terbakar –di lambung atau rongga dada (asam lambung dan dada sesak) – Makan makanan dalam porsi kecil sampai habis dan banyak minum air.Bidan mungkin bisa memberi obat.
>Bengkak Kaki- Istirahat dengan kaki diangkat selama beberapa kali dalam sehari. Makan secara teratur dan kurangi makanan bergaram tiggi seperti mi instan. Jika kaki sangat bengkak, dikuti pembengkakan tangan dan wajah, segera pergi berobat.
>Sakit Punggung : Bisa diatasi melalui olahraga serta sikap duduk dan berdiri tegak.
>Terlalu kurus, pucat dan lemah : Makan lebih banyak beserta lauk pauk seperti ercis, kacang- kacangan, daging ayam, susu, telur, daging merah, ikan dan sayur warna hijau tua. Minum kapsul zat besi setiap hari.
>Sembelit :Minum banyak air- kurang lebih 6-8 gelas sehari. Makan banyak buah, sayuran, dan ubi. Banyak berolahraga


Quote:Tanda bahaya Masa Kehamilan
-Pendarahan : Berbaring diam dan panggil petugas kesehatan.Jika pendarahan terjadi di masa akhir kehamilan- setelah 6 bulan, segera pergi ke Rumah Sakit
-Anemia Akut: Merasa makin lemah, cepat capek, dan terlihat pucat; harus minta kapsul zat besi ke petugas kesehatan. Lebih baik melahirkan di Rumah Sakit karena resiko pendarahan tinggi.
-Bengkak kaki di tiga bulan terakhir kehamilan disertai gejala bengkak tangan, muka, pusing berkepanjangan, atau pengelihatannya menjadi terganggu ; bisa menjadi masalah serius-bisa jadi terkena toxemia atau keracunan kehamilan.Segera pergi ke petugas kesehatan. Jika memang menderita kehamilan toxemia, sangat penting untuk :
o Istirahat total di tempat tidur
o Makan diet sehat
o Jika tidak ada perubahan gejala , masih mengalami gangguan pengelihatan, bengkak wajah dan berbusa mulut (gejala epilepsy), segera pergi ke rumah sakit, atau mereka bisa meninggal.

-Ingat ! – Keluarga sehat adalah keluarga berencana dengan jarak kelahiran normal- paling kurang 2 tahun di tiap jarak kelahiran.



PKN

Konsep Demokrasi
Demokrasi (demos: rakyat, kratos: pemerintahan). Jadi negara demokrasi adalah negara yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan.
• Awal perkembangannya adalah di Yunani dengan demokrasinya langsung.
• Faktor pendukung:
- Wilayahnya tidak luas
- Jumlah penduduk relatif sedikit
- Masalah yang dihadapi relatif sederhana
• Pelaksanaan demokrasi sekarang melalui sistem perwakilan
• Faktor penyebab
- Wilayah negara luas
- Jumlah penduduk relatif banyak
- Masalah yang dihadapi sangat kompleks dan tidak sederhana

• Ciri-ciri Negara Demokrasi
1. Adanya sistem multi partai (wadah penampung, penyalur aspirasi rakyat)
2. Pemilihan umum yang bebas (mekanisme partisipasi rakyat dlm pemerintahan)
3. Peradilan yg independen > lembaga yang memutus perkara tak terpengaruh apapun.
4. Adanya hak2 rakyat dalam hal: a). Kebebasan berserikat baik secara politik maupun sosial, b). Kebebasan menyampaikan kritik sosial dan politik, c). Kebebasan untuk menyalurkan aspirasi melalui saluran yang ada.
5. Fungsi kontrol parlemen yang berjalan sehat.

Implementasi Konsep Demokrasi
1. Bidang politik
- Adanya hak memilih dan hak untuk dipilih dalam pemilu
- Menggunakan hak pilih sesuai dengan pilihannya
- Bebas menjadi pengurus/anggota2 partai
- Bebas mendirikan/membentuk partai politik
2. Bid. Sosial
- Adanya kebebasan dalam pergaulan hidup
- Bebas bertempat tinggal di wilayah RI
- Bebas dari segala bentuk tekanan/intimidasi
- Bebas membentuk rumah tangga bahagia
- Bebas memberi pertolongan kepada orang lain
- Bebas membentuk organisasi sosial serta gerakannya
3. Budaya
- Adanya kebebasan menciptakan jenis2 karya seni
- Bebas menyampaikan pendapat, kritik sosial, kritik politik melalui karya seni
- Bebas dalam pengembangan iptek
4. Ekonomi
- Adanya kebebasan mencari nafkah/pekerjaan yang layak
- Bebas dalam memilih pekerjaan
- Bebas memanfaatkan kekayaan untuk kepentingan pribadi/rumah tangga
- Bebas menyampaikan aspirasi atau rasa ketidakadilan di bidang ekonomi
5. Hukum
- Adanya kedudukan yang sama dalam bidang hukum
- Bebas memperoleh bantuan hukum disemua tingkat peradilan
- Bebas berupaya memperoleh keadilan ditingkat semua lembaga peradilan


Warga Negara
• Warga negara merupakan terjemahan kata citizens (Inggris) artinya Warga negara, petunjuk dari sebuah kota. Sesama warga negara, sesama penduduk, orang setanah air, bawahan/kaula.
• Warga mengandung arti peserta, anggota/warga dari suatu organisasi/perkumpulan. Warga negara artinya warga/anggota dari organisasi yang bernama negara.
• Ada istilah rakyat, penduduk dan warga negara.
• Rakyat lebih merupakan konsep politik, rakyat menunjuk pada orang2 yang berada dibawah satu pemerintahan dan tunduk pada pemerintahan itu. 27 ayat 1
• Istilah rakyat umumnya dilawankan dengan penguasa.
• Penduduk adalah orang2 yang bertempat tinggal disuatu wilayah negara dalam kurun waktu tertentu
• Warga negara ialah orang2 bangsa Indonesia asli dan orang2 bangsa lain yang disahkan dengan UU sbg warga negara (26/1)
• Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia(26/2)
Bela Negara
Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kpd NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD’45 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara >> tidak terancam kedaulatannya
Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti kepada negara dan kesediaan berkorban demi membela negara
Unsur-unsur Bela negara:
- Cinta tanah air
- Kesadaran berbangsa dan bernegara
- Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara
- Rela berkorban untuk bangsa dan negara
- Memiliki kemampuan awal bela negara
Landasan Juridis Bela Negara:
- Pasal 27(3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara
- Pasal 30(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.... negara berhak memanfaatkan semua yang ada unt kepentingan negara.
- Pasal 30 (2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung...bukan semata2 tanggung jawab TNI dan Polri

UU No.3/2002 (HANNEG)
Pasal 1 (2) : sistem pertahanan negara adalah sistem pertahanan bersifat sementara yang melibatkan :
1. Seluruh warga negara
2. Wilayah
3. Sumber daya nasional lainnya, disiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman.
Pasal 7(2) : sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer menempatkan TNI sbg komponen utama dengan didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung.
Bela Negara Bidan:
1. Menjalankan profesi secara profesional untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak
2. Mematuhi kode etik Bidan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas.
3. Memperluas pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan mengedepankan mutu serta sikap sesuai dengan budaya masyarakat.
4. Menjalankan tugas profesi sesuai prosedur serta peraturan yang berlaku.
5. Meniadakan sikap dan perilaku bidan yang mengarah pada persaingan antar sesama profesi Bidan
6. Berupaya meningkatkan mutu pelayanan dg cara mengadakan studi banding,mengikuti pelatihan baik regional maupun nasional
7. Memberi asuhan kebidanan sesuai dg kewenangan bidan .
8. Bersedia ditempatkan dimana saja sesuai dg keputusan pemerintah.
9. Bidan wajib menjalankan tugas memberi pelayanan pada klien/pasien selama 24 jam .
10. Memberi pendampingan pada dukun bayi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan sesuai standart yang berlaku
11. Bidan wajib bersikap adil dg tidak membedakan ras, golongan, agama, dan status sosial
12. Bidan sebaiknya berperan aktif dalam mengikuti organisasi sosial dan profesi.dlm upaya meningkatkan kompetensi sesuai dg perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Konsep tt

KEBIDANAN SEBAGAI PROFESI

Tujuan Pembelajaran:
Mengidentifikasi kebidanan sebagai profesi, meliputi:
1. Profesi Bidan
2. Profesionalisme


Pendahuluan
Bidan: profesi tertua, peran dan posisinya terhormat.
Profesi bidan: diakui scr nasional maupun internasional, lahir sbg pendamping dan penolong ibu melahirkan.
Bidan: hrs melalui pendidikan formal, pny sistem yan, kode etik, dan etika kebidanan
Perlu diperjelas batasan profesi bidan shg tidak terjd penyelewengan & penyimpangan
Lanjutan.....
Th. 2002 pemerintah mengeluarkan Kepmenkes RI No. 900 ttg registrasi & praktik bidan menggantikan Permenkes 572 th 1996.
Isi: memberi tanggungjwb & otonomi yg lebih luas kpd bidan dlm meningkatkan yan & perlindungan baik thd bidan maupun masyarakat.
Definisi Profesi
Profesi: aktivitas yg bersifat intelektual bdskan ilpeng, digunakan u/ tujuan praktik yan, dpt dipelajari, terorganisir scr internal & artistik, mendahulukan kepentingan orla (Abraham Flexman, 1951).
Suatu pekerjaan yg m’buthkan pengeth.khusus yg telah disepakati dlm bbrp bidang ilmu, melaks.cara2 & peraturan anggota profesi ttt (Chin Yakobus, 1983).
Lanjutan......................deinisi profesi
Profesi berorientasi pada pelayanan, memiliki ilmu pengetahuan teoritik dengan otonomi dari kelompok pelaksana (Suessman, 1997)
Profesi :
“Profesio” berarti “pengakuan”
Profesi : Bidang pekerjaan yg dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dsb) tertentu (Alwi, dkk, 2002)
Contoh : dokter, dokter gigi, apoteker, SKM, SKp, wartawan, hakim, pengacara, akuntan, bidan, perawat.

Ciri-ciri profesi :
Pekerjaan seumur hidup
Mempunyai motivasi kuat karena panggilan
Memiliki kelompok ilpeng dan keterampilan khusus
Mengambil keputusan bdskan aplikasi prinsip-prinsip dan teori.
Lanjutan..................ciri2 profesi
5. Berorientasi pada pelayanan
6. Pelayanan berdasarkan kebutuhan objektif dan saling percaya antara profesi dan klien
7. Mempunyai wadah berbentuk organisasi
8. Memiliki standar etik dan standar profesi yang ditetapkan


Memiliki pengetahuan yang melandasi keterampilan pelayanan
Mampu memberikan pelayanan yang unik kepada orang lain
Mempunyai pendidikan yang mempunyai standar
Pengendalian terhadap standar praktik
Bertanggungjwb & mempertanggungjwbkan pelayanan yang diberikannya
Karir seumur hidup yang mandiri
Bidan (Midwife) :
Berasal dari bahasa Sanksekerta :
“wirdhan” yg artinya “wanita bijaksana” atau dukun yg terdidik ( IBI, 2003)
“widwan” yg berarti “cakap membidan” ; mereka yg memberikan semacam sedekah bagi seorang penolong persalinan sampai bayi berusia 40 hari (Klinkert dalam Darwis, 2002)
Mnt. Moeloek dalam Darwis (2002), mengemukakan :
Bahwa Bidan merupakan profesi & tenaga lini terdepan dalam pelayanan kesehatan reproduksi yg sangat diperlukan dalam wahana kesejahteraan ibu & anak di komunitas maupun di wahana politik.

Bidan sbg profesi memiliki ciri-ciri :
Mengembangkan yan yg unik kpd masy.
Anggota-anggotanya dipersiapkan mll suatu prog. Pendidikan yg ditujukan u/ profesi ybs.
Memiliki serangkaian penget. Ilmiah
Anggota-anggotanya manjalankan tugas profesinya ssi dg kode etik yg berlaku
Anggota-anggotanya bebas mengambil keputusan dlm menjalankan profesinya.
Anggota-anggotanya wajar menerima imbalan jasa atas yan yg diberikan.
Memiliki suatu org. Profesi yg senantiasa meningkatkan kualitas yan yg diberikan kpd masy.

Profesionalisme Alwi, dkk, 2002)
Mutu, kualitas, dan tindak tanduk yg merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional
Menurut Good dlm Standar profesi kebidanan (2003) :
Bahwa jenis pekerjaan profesional memiliki ciri ttt yaitu : memerlukan persiapan atau pendidikan khusus bagi pelakunya (membutuhkan pendidikan pra jabatan yg relevan), kecakapan seorang pekerja profesional dituntut memenuhi persyaratan yg telah dibakukan o/ pihak yg berwenang ( mis. Organisasi profesi & pemerintah) & jabatan yg mendapat pengakuan dari masy. & atau negara.

Ciri-ciri jabatan profesional :
Bagi pelakunya scr nyata (de facto) dituntut berkecakapan kerja (keahlian) ssi dg tugas-tugas khusus serta tuntutan dari jenis jabatannya (cenderung ke spesialisasi).
Kecakapan atau keahlian seorang pekerja profesional bukan sekedar hasil pembiasaan atau latihan rutin yg terkondisi, tetapi perlu didasari o/ wawasan keilmuan yg mantap.
Lanjutan…. Ciri-ciri jabatan profesional
Pekerjaan profesional dituntut berwawasan sosial yg luas, shg pilihan jabatan serta kerjanya di dasari o/ kerangka nilai tertentu, bersikap (+) thd jabatannya & perannya.
Jabatan profesional perlu mendapat pengesahan dari masy. & atau negaranya.

“Seorang pekerja profesional dibedakan dengan seorang tehnisi, keduanya (pekerja profesional & tehnisi) dapat saja trampil dlm unjuk kerja yg sama (mis. Menguasai tehnik kerja yg sama dpt memecahkan masalah-masalah teknis dlm bidang kerjanya), tetapi seorang pekerja profesional dituntut menguasai visi yg mendasari ketrampilannya yg menyangkut wawasan filosofi, pertimbangan rasional & memiliki sikap yg (+) dlm melaks. Serta memperkembangkan mutu karyanya.” (Joni, 1980)
Jabatan dpt ditinjau dari 2 aspek :
Jabatan struktural
adalah : jabatan yg scr tegas ada & diatur berjenjang dlm suatu organisasi
Jabatan fungsional.
adalah : jabatan yg ditinjau serta dihargai dari aspek fungsinya yg vital dalam kehidupan bermasyarakat & negara.

Jabatan bidan adalah jabatan fungsi profesional & bidan tersebut wajar mendapat tunjangan fungsional
Persyaratan bidan sbg jabatan profesional :
Memberikan yan. Yg bersifat khusus (spesialis)
Mll jenjang pendidikan
Diakui o/ masy.
Punya kewenangan yg disahkan atau diberikan o/ pemerintah
Punya peran & fungsi yg jelas
Punya kompetensi yg jelas & terukur
Memiliki organisasi profesi

Memiliki kode etik
Memiliki etika kebidanan
Memiliki standar yan.
Memiliki standar praktik
Memiliki standar pendidikan yg mendasari & mengembangkan profesi yg ssi dg kebut. Yan
Memiliki standar pendidikan berkelanjutan sbg wahana pengembangan kompetensi
Perilaku profesional Bidan :
1.Dalam melaks tugasnya bidan berpegang teguh pd filosofi etika profesi & aspek legal
2.Bertg jwb dlm keputusan klinis yg dibuatnya
3.Senantiasa mengikuti perkemb penget & ketrampilan mutakhir scr berkala
4.Menggunakan konsultasi & rujukan yg tepat selama memberikan asuhan kebid
Lanjutan…. Perilaku profesional Bidan
5.Menghargai & memanfaatkan budaya setempat sehub dg praktik kes, kehamilan, kelahiran periode pasca salin, bayi baru lahir & anak
6.Menggunakan model kemitraan dlm bekerjasama dg kaum wanita/ibu agar mereka dpt menentukan pilihan yg telah diinformasikan ttg semua aspek asuhan, meminta persetujuan scr tertulis spy mrk bertg jwb atas kes sendiri
Lanjutan ….. Perilaku profesional Bidan
7.Menggunakan ketrampilan berkomunikasi
8.Bekerjasama dg petugas kesehatan lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu & keluarga
Organisasi Profesi Bidan
IBI: Ikatan Bidan Indonesia
Berlandaskan Pancasila, didasari keprihatinan & kesadaran membela & mempertahankan kepentingan bangsa & masy umumnya & kepentingan wanita khususnya.
Berdiri tgl 15 September 1950 di RS Budi Kemuliaan.
Punya kelembagaan dr pusat smp ranting
Pengurus Pusat
Tingkat nasional
Berkedudukan di ibukota negara
Tugas:
Menyusun & menetapkan kebijaksanaan pelaks. AD/ART
Membina & mengembangkan hub kerjasama

Pengurus Daerah
Tingkat propinsi
Berkedudukan di ibukota propinsi
Tugas:
Mengatur & mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan
Mengadakan hub dg instansi pemeritah
Pengurus Cabang
Tingkat Kabupaten
Berkedudukan di Kabupaten
Tugas:
Melaksanakan kegiatan yg telah ditetapkan
Membina dan mengembangkan hub kerjasama
Pengurus Ranting
Tingkat Kecamatan
Berkedudukan pd masing2 kawedanan atau wil.kecamatan
Dpt didirikan bila anggotanya > 5 org

Kewajiban thd klien & masy
Senantiasa menjunjung tinggi, menghayati, & mengamalkan sumpah jabatannya dlm melaks tugas pengabdiannya
Menjunjung tinggi harkat & martabat kemanusiaan yg utuh & memelihara citra bidan
Berpedoman pada peran, tugas, dan bertanggungjwb ssi dg kebuth klien, klg, & masy

Mendahulukan kepentingan klien, menghormati hak klien, & nilai2 yg berlaku di masy
Mendahulukan kepentingan klien, klg, & masy dg identitas yg sama ssi dg kebuth bdskan kemampuan yg dimilikinya
Menciptakan suasana yg serasi dlm hub pelaks tugasnya, dg mendorong partisipasi masy u/ meningkatkan derajat kesh scr optimal.
Kewajiban Thd Tugasnya
Memberikan yan paripurna pd klien, klg & masy ssi kemampuan profesi yg dimilikinya bdskan kebuth klien, klg & masy
Mmberikan pertolongan & mpy kewenangan lm mengambil keputusan dlm tugasnya termsk keputusan adakan konsultasi & atau rujukan
Menjamin kerahasiaan ket yg dpt & atau dipercayakan kpdnya, kcl jk diminta o/ pengadilan/diperlukan sehub kepentingan klien
Kewajiban Thd Teman Sejawat & Nakes Lain
Menjalin hub dg teman sejawatnya u/ menciptakan suasana kerja yg serasi
Saling menghormati baik terhdp sejawatya maupun nakes lainnya
Kewajiban Thd Profesinya
Menjaga nama baik & menjunjung tinggi citra profesinya dg menampilkan kepribadian yg tinggi & memberikan yan yg bermutu kpd masy
Mengembangkan diri & meningkatkan kemampuan profesinya ssi dg perkemb IPTEK
Berperan serta dlm keg penelitian & sejenisnya yg dpt meningkatkan mutu & citra profesinya.
Kewajiban Thd Diri Sendiri
Memelihara kesh-nya agar dpt melaks tugas profesinya dg baik
Berusaha scr terus menerus u/ meningkatkan pengetahuan & keterampilan ssi dg perkembangan IPTEK
Kewajiban Thd Pemerintah,Nusa Bangsa & Tanah Air
Melaks ketentuan2 pemerintah dlm bid.kesh, khususnya dlm yan KIA/KB, kesh klg & masy
Berpartisipasi & menyumbangkan pemiikirannya kpd pemerintah u/ meningkatkan mutu jangkauan yankes terutama yan KIA/KB dan kesh klg.


peran dan fungsi bidan -tt


Tujuan Pembelajaran:
Mengidentiikasi peran fungsi bidan
1. Peran dan fungsi bidan
2. Praktek profesional bidan
Pendahuluan
Era globalisasi: tanpa batas, shg tjd banjir informasi
Pelayanan kesehatan: semakin maju, dg dtgnya modal2 asinng, RS asing, maupun tenaga asing.
Bidan: dinamis, ikuti perkembangan dg partisipasi dlm pengembangan diri
Peningkatan kualitas: ssi peran, fungsi, dan tanggungjwb bidan.

PERAN DAN FUNGSI BIDAN
Peran: tingkah laku yang diharapkan o/ orang lain thd seseorang sesuai dg kedudukan dlm suatu sistem.

Fungsi: pekerjaan yg harus dilakukan sesuai dg peranannya.


PERAN DAN FUNGSI BIDAN

A. Pelaksana

Tugas mandiri
Tugas kolaborasi/kerjasama
Tugas ketergantungan/merujuk
TUGAS MANDIRI
Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang di berikan
Memberi pelayanan pranikah pada anak ramaja dan dengan melibatkan mereka sebagai klien
Memberi asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal
Memberi asuhan kebidanan kepada klien dalam masa persalinan dengan melibatkan klien atau keluarga
Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru Lahir
Memberi asuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien atau keluarga
Memberi asuhan kebidanan pada wanita pada gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakterium serta monopause
Memberi asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana
Memberi asuhan kebidanan pada bayi dan balita dengan melibatkan keluarga

TUGAS KOLABORASI
Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga
Memberi asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan pertolongan pada kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
Memberi asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi serta keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan tindakan klien dan keluarga
Memberi asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi serta pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga
Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga
Memberi asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi serta pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga




TUGAS KETERGANTUNGAN
Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga
Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada kasus kehamilan dengan resiko tinggi serta kegawatdaruratan
Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi serta rujukan pada masa persalinan dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga
Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu pada masa nifas yang disertai penyulit tertentu dan kegawatdaruratan dengan melibatkan klien dan keluarga
Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi serta rujukan dengan melibatkan keluarga
Memberi asuhan kebidanan kepada anak balita dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi serta rujukan dengan melibatkan klien atau keluarga


B. PENGELOLA
Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan kesht terutama yanbid u/ individu, klg, klp khusus & masy di wil.kerja dg melibatkan masy & klien
Berpartisipasi dalam tim u/ melaks.program kesht.& sektor lain di wil.kerjanya mll peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesht, & nakes lain yg berada di bwh bimb dlm wil kerjanya.



C. PENDIDIK
1. Memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada individu, klg, klp, & masy ttg penanggulangan mslh kesht khususnya yg berhub dg pihak terkait mengenai KIA/KB.
2. Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan & perawat serta membina dukun di wil.kerjanya


D. PENELITI ATAU INFESTIGATOR
Melakukan investigasi/penelitian terapan dlm bid.kesh baik scr mandiri maupn klp.
Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilakukan
Menyusun rencana kerja pelatihan
Melaksanakan investigasi sesuai dengan rencana
Mengelola dan menginterpretasikan data hasil investigasi
Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut
Memanfaatkan hasil investigasi untuk mengingatkan dan mengembangkan program kerja atau pelayanan kesehatan







FUNGSI BIDAN
FUNGSI PELAKSANA

Melakukan bimbingan dan penyuluhankepada individu keluarga, serta masyarakat(khususnya kaum remaja) pada masa praperkimpoian
Melaukan asuhan kebidanan untuk proses kehamilan normal, kehamilan dengan patologis tertentu, dan kehamilan dengan resiko tinggi
Menolong persalinan normal dan kasus persalinan patologis tertentu
Merawat bayi segera setelah lahir normal dan bayi dengan resiko tinggi


B. FUNGSI PENGELOLA
Mengembangkan konsep kegiatan pelayanan kebidanan bagi individu, keluarga, kelompok masyarakat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat yang didukung oleh partisipasi masyarakat
Menyusun rencana pelaksanaan pelayanan kebnidanan di lingkungan unit kerjanya
Memimpin koordinasi kegiatan layanan kebidanan
Melakukan kerjasama serta komunikasi inter dan antasektor yang terkait dengan pelayanan kebidanan
Memimpin evaluasi hasil kegiatan tim atau unit pelayanan kebidanan

C. FUNGSI PENDIDIK
Memberi penyuluhan kepada individu, keluarga dan kelompok masyarakat terkait dengan pelayanan kebidanan dalam lingkup kesehatan serta keluarga berencana
Membimbing dan melatih dukun bayi serta kader kesehatan sesuai dengan bidang tanggung jawab bidan
Memberi bimbingan kepada para peserta didik bidan dalam kegiatan praktik di klinik dan di masyarakat
Mendidik peserta didik bidan atau tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan bidang keahliannya

D. FUNGSI PENELITI
Melakukan evaluasi, pengkajian, survei, dan penelitian yang dilakukan sendiri atau berkelompok dalam lingkup pelayanan kebidanan
Melakukan penelitian kesehatan keluarga dan keluarga berencana

Kompetensi BidanMnrt Kepmenkes no 369 tahun 2007
Ttg Pengetahuan umum, ketrampilan dan perilaku yg berhubungan dg ilmu-ilmu sosial, kesehatan masyarakat dan profesi kesehatan.
Ttg pra konsepsi, KB dan gynekologi
Ttg asuhan konseling selama kehamilan
Ttg asuhan selama persalinann
Ttg pada ibu nifas dan menyusui
Ttg asuhan pada bayi baru lahir
Ttg asuhan pada bayi dan balita
Ttg kebidanan komunitas
Ttg asuhan pada wanita/ ibu dengan gangguan reproduksi


metabolisme karbohidrat

PENGGOLONGAN KARBOHIDRAT

Karbohidrat adalah senyawa karbon yang mengandung unsur C, H, dan O yang pada umunya unsur hydrogen dan oksigen dalam komposisi menghasilkan air (H2O). Karbohidrat sering disebut juga hidrat arang atau sakarida. Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak.Karbohidrat mempunyai rumus empiris Cn(H2O)n. Gagasan karbohidrat yang dianggap hidrat dari karbon merupakan anggapan yang salah. Karbohidrat sebenarnya adalah senyawa polihidroksi aldehida dan polihidroksi keton.
Karbohidrat atau hidrat arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil energy, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kal (Hutagalung, H, 2004). Karbohidrat diperoleh dari konsumsi bahan makanan pokok sehari-hari (beras, jagung, ketela, sagu, kentang, biji-bijian dll).
Sumber karbohidrat nabatai dalam bentuk glikogen hanya dijumpai pada otot dan hati, sedangkan dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan karbohidrat dibentuk dari reaksi CO2 dan H2O melalui proses fotosintesis.

Karbohidrat diklasifikasikan sebagai berikut :
1) Monosakarida
Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi. Penggolongan monosakarida sebagai berikut :
(1) monosakarida berdasarkan jenis gugus karbonil
Monosakarida yang disebut gula sederhana adalah satuan karbohidrat yang tidak dapat mengalami hidrolisis. Berdasarkan gugus karbonil yang dimiliki monosakarida dibagi menjadi :
a. ALDOSA, adalah monosakarida yang mempunyai gugus aldehida
( - CH2)
b. KETOSA, adalah monosakarida yang mempunyai gugus keton
( = C = O )
(2) monosakarida berdasarkan jumlah atom C
Rumus empirisnya adalah CnH2nOn
Bentuk aldosa Bentuk Ketosa
Triosa (C3H6O3) Gliserosa Dihidroksiketon
Tetraosa (C4H8O4) Eritrosa Eritrulosa
Pentosa (C5H10O5) Ribosa Ribulosa
Heksosa (C6H12O6) Glukosa Fruktosa
Heptosa (C7H14O7)
Oktosa (C8H16O8)
Nonosa (C9H18O9)
Dekosa (C10H20O10)
Apabila karbohidrat mengandung 6 atom C dan mengandung gugus aldehida disebut aldoheksosa, dan jika mengandung gugus keton disebut ketoheksosa.
Monosakarida yang paling utama adalah GLUKOSA

Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana (Simple sugar), oleh karena tidak bisa lagi dihidrolisa. Monosakarida larut di dalam air dan rasanya manis, sehingga secara umum disebut GULA. Penamaan kimianya selalu berakhiran-OSA. Dalam ilmu gizi ada tiga jenis monosakarida penting yaitu :

No Nama monosakarida Sifat penting
1 Glukosa
(Gula anggur/dekstrosa) Banyak terdapat pada buah, sayur, madu dan sirup jagung dan tetes tebu
Glukosa di dalam tubuh kita, dapat dibentuk dari hidrolisis amilum, sukrosa, maltose dan laktosa
Bila kadar gula tinggi = hiperglikemia
Bila kadar gula rendah = hipoglikemia
Kadar gula tubuh fisiologis = 80-120 mg%
2 Fruktosa
(Gula buah/levulosa Merupakan jenis sakarida yang paling manis, terdapat pada mahkota bunga, madu dan hidrolisis dari gula tebu.
Fruktosa di dalam tubuh kita bisa berasal dari hidrolisis sukrosa
3 Galaktosa Galaktosa di dalam tubuh kita berasal dari hidrolisis laktosa

2) Disakarida
Disakarida menghasilkan dua molekul monosakarida yang sama atau berbeda kalau dihidrolisis. Sebagai contoh maltosa bila dihidrolisis menghasilkan dua molekul glukosa. Sukrosa bila dihidrolisis menghasilkan satu molekul glukosa dan satu molekul maltosa.
Rumus empiris disakarida adalah Cn (H2O)n-1
Rumus molekul disakarida adalah C12H22O11
Yang termasuk disakarida sebagai berikut :
a. Sukrosa disebut juga gula tebu
b. Maltosa disebut juga gula pati
c. Laktosa disebut juga gula susu
Reaksi hidrolisis sukrosa
C12H22O11 C6H12O6 + C6H12O6
Invertase
Reaksi hidrolisis maltosa
C12H22O11 + H2O 2C6H12O6
maltase
Reaksi hidrolisis laktosa
H+
C12H22O11 + H2O C6H12O6 + C6H12O6

Disakarida dalam kehidupan sehari-hari antara lain :
(1) Sukrosa
Terdapat dalam sari buah-buahan, madu, gula, tebu dan bit. Air tebu kira-kira mengandung 20% sukrosa. Kristal sukrosa tidak berwarna dan mudah larut dalam air.
Sifat-sifat sukrosa :
a) tidak dapat mereduksi larutan fehling dan larutan tollens
b) tidak mengandung gugus aldehida maupun gugus keton
c) hidrolisis dalam suasana asam atau enzim invertase mengalami peristiwa inversi.
(2) Maltosa
Zat ini rasanya manis dan mudah larut dalam air, digunakan dalam makanan bayi. Diperoleh dari hidrolisis pati dalam suasana asam atau dengan enzim diastase.
Sifat maltosa :
• Dapat mereduksi larutan Fehling dan larutan tollens
• Hidrolisis maltosa dapat menghasilkan dua molekul glukosa dalam suasana asam atau dengan enzim maltase
(3) Laktosa
Laktosa terdapat pada susu ( +5%) yang diperoleh secara industri dari pengolahan susu sapi dan rasanya tidak semanis gula tebu.
Sifat laktosa :
• dapat mereduksi larutan fehling
• mengalami hidrolisis dalam suasana asam atau dengan enzim laktase membentuk
glukosa dan galaktosa.
Laktosa dapat menimbulkan intolerance disebabkan kekurangan enzim lactase sehingga kemampuan untuk mencerna laktosa berkurang. Kelainan ini sering dijumpai pada bayi, anak dan orang dewasa. Gejala yang ditimbulkan; diare, kembung, kejang perut. Defisiensi lactase pada bayi sering menimbulkan gangguan pertumbuhan.
3) Oligosakarida
Oligosakarida menghasilkan dua hingga sepuluh unit monosakarida bila dihidrolisis, contohnya maltotriosa. Oligosakarida terdiri dari 2-6 monosakarida.
4) Polisakarida
Polisakarida terdiri dari lebih dari 6 monosakarida.
Polisakarida menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida pada hidrolisis. Contoh polisakarida yang linier atau bercabang adalah pati dan dekstrin. Bentuk ini kadang disebut heksosa atau pentosa, tergantung pada monosakarida yang dihasilkan setelah hidrolisis.
Rumus molekul polisakarida : ( C6H10O5) n
Contoh polisakarida adalah tepung, dekstrin, glikogen dan selulosa.


1) Pati atau amilum
Bila pati dipanaskan dengan HCl encer atau dengan enzim amilase akan terbentuk molekul glukosa, reaksi hidrolisisnya adalah :
H+
(C6H10O5) n + nH2O n C6 H12 O6
Pati amilase glukosa
Sifat pati :
(1) dengan larutan iod memberikan warna hitam sampai biru
(2) hidrolisis dengan asam encer mula-mula terbentuk dekstrin, kemudian maltosa dan akhirnya glukosa
H+ diastase maltase
(C6H10O5) n dekstrins Maltosa Glukosa (C6 H12 O6)

(3) dengan enzim zimase (ragi) terbentuk etanol dan CO2
(4) daya reduksinya sangat kecil terhadap larutan fehling/tollens
(5) sedikit larut dalam air dingin, tetapi larut dalam air panas membentuk koloid.
2) Selulosa
Selulosa lebih sukar mengalami hidrolisis, tetapi jika ditambah H2SO4 pekat kemudian diencerkan dengan air dan dipanaskan akan mengalami hidrolisis membentuk glukosa.
Reaksi hidrolisisnya :
H+
(C6H10O5) n + nH2O n C6 H12 O6
Selulosa dipanaskan glukosa
Sifat selulosa :
• Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam larutan ion tembaga
• tidak dapat dioksidasi
• sukar dicerna oleh usus manusia tetapi dapat dicerna oleh usus hewan
• dapat dihidrolisis dengan penambahan asam sulfat kemudian dipanaskan menjadi glukosa
Fungsi serat dapat ; 1) dapat mencegah penyakit jantung koroner, 2) mencegah kanker usus besar, dan 3) mencegah obesitas
3) Glikogen
Glikogen larut dalam air membentuk koloid, tetapi tidak memebntuk gel seperti pada kanji, dengan asam encer akan mengalami hidrolisis.
Reaksi hidrolisisnya :

(C6H10O5) n + nH2O n C6 H12 O6
Glikogen glukosa

Sifat glikogen :
(a) dengan larutan iod memberikan warna merah
(b) dapat mereduksi larutan fehling
(c) larut dalam air
(d) hidrolisis dengan asam membentuk glukosa tetapi dengan enzim diastase terbentuk maltosa.
Ringkasan :
Karbohidrat adalah senyawa-senyawa aldehida atau keton dengan banyak gugus hidroksil. Senyawa-senyawa ini menyusun sebagian besar bahan organik di dunia karena peran kompleknya pada semua kehidupan.
Pertama karbohidrat bertindak sebagai sumber energi, bahan bakar, dan zat antara metabolisme. Pati pada tumbuh-tumbuhan dan glikogen pada hewan adalah polisakarida yang dapat dengan cepat dimobilisasi untuk menghasilkan glukosa, bahan bakar utama untuk pembentukan energi. ATP, alat tukar energi bebas yang universal adalah derivat gula terfosforilasi, sebagaimana banyak koenzim.
Kedua, gula ribosa dan dioksiribosa membentuk sebagian kerangka struktur RNA dan DNA. Fleksibilitas cincin kedua gula ini penting pada penyimpanan dan ekspresi informasi genetik. Ketiga, polisakarida adalah elemen struktur dinding sel bakteri dan tumbuh-tumbuhan, dan rangka luar artropoda. Ternyata selulosa, konstituen utama dinding sel tumbuh-tumbuhan, adalah salah satu senyawa organik yang paling berlimpah ruah di biosfir ini.
Keempat karbohidrat berikatan dengan banyak protein dan lipid, misalnya gula glikoforin, suatu protein integral membran, memberi sel-sel darah merah satu lapisan anion yang sangat polar. Pada penelitian terkini mengungkapkan bahwa unit-unit karbohidrat pada permukaan membran sel memainkan peranan kunci pada proses pengenalan antarsel. Fertilisasi dimulai dengan pengikatan sperma kepada oligosakarida spesifik pada permukaan telur. Sehingga akhirnya karbohidrat telah menjadi pusat perhatian sebagai molekul kaya informasi yang sangat berarti pada perkembangan dan perbaikan.
METABOLISME KARBOHIDRAT
Pencernaan karbohidrat dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut, dengan enzyme ptyalin/amylase, karbohidrat dipecah menjadi rantai panjang seperti amilum dan dekstrin akan diurai menjadi molekul sederhana.
Setelah melalui dinding usus halus, glukosa akan menuju hepar melalui vena porta. Sebagian karbohidrat di ikat di dalam hati dan disimpan dalam bentuk glikogen, sehingga kadar gula darah dapat dipertahankan kisaran 80-120 mg%. Karbohidrat yang terdapat dalam darah, praktis dalam bentuk glukosa, oleh karena fruktosa dan galaktosa akan diubah dahulu sebelum memasuki pembuluh darah. Apabila jumlah karbohidrat yang dimakan berlebihan, sebagian besar (2/3-nya) disimpan di dalam otot dan selebihnya di dalam hati dalam bentuk glikogen.
Melalui suatu rangkaian reaksi kimia yang panjang, glukosa dan glikogen diubah menjadi asam piruvat (Reaksi GLIKOLISIS). Asam piruvat (C-3) merupakan zat antara penting dalam metabolism karbohidrat. Asam piruvat diubah dahulu menjadi Asetyl Co-A sebelum memasuki siklus asam sitrat (TCA-Cycle) di mitokondria. Proses siklis ini akan dihasilkan CO2, H2O dan ATP. Selain asam piruvat diubah menjadi Asetyl Co-A, juga bisa diubah menjadi asam laktat. Serangkaian proses kimiawi dalam metabolism karbohidrat membutuhkan vitamin B sebagai co-enzim.

GLIKOLISIS

• Glikolisis adalah rangkaian reaksi yang mengubah glukosa menjadi dua molekul piruvat
• Pada proses ini juga dihasilkan ATP
• Dikenal sebagai Embden-Meyerhof pathway
• Terdapat 10 langkah untuk merubah molekul glukosa menjadi asam piruvat,

Dari serangkaian proses glikolisis terdapat dua fase yaitu tahap persiapan dan tahap pengembalian.
1) Tahap persiapan
• Memerlukan 2 molekul ATP
• Memecah gula heksosa menjadi molekul 2 triose fosfat
2) Tahap pengembalian
• Menghasilkan 4 ATP
• Menghasilkan 2 molekul asam piruvat
• Menghasilkan 2 molekul NADH + H

PROSES PEMBENTUKAN ASETIL KO-A

Adalah proses merubah molekul asam piruvat menjadi molekul asetyl Ko-A. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim oksidatif karboksilase, bersifat irreversibel artinya menghilangkan gugus karboksi piruvat. Reaksi ini memerlukan 3 enzim dan 5 Koenzim yang akhir reaksi menghasilkan NADH2 dan 3 ATP. Koenzim dimaksud adalah TPP (tiamin pyrophospat), FAD ( Flavin adenin nucleotida) dan NAD ( niasin adenine dinukleotida), Lip (lipoid acid) dan CoA ( Coenzym-A).

METABOLISME LEMAK
LEMAK

Lipid merupakan kelompok heterogen dari senyawa yang lebih berkerabat karena sifat fisiknya dibandingkan sifat kimianya. Kelompok ini atau golongan lipid ini memiliki sifat umum yaitu; 1) relatif tidak dapat larut di dalam air, 2) larut dalam pelarut nonpolar seperti eter, kloroform, serta benzena. Dengan demikian kelompok lipid meliputi; lemak, minyak, malam dan senyawa lain yang berhubungan.
Lipid merupakan konstituen diet penting bukan hanya karena nilai energinya yang tinggi melainkan juga karena adanya vitamin larut lemak dan asam lemak esensial di dalam makanan alami. Bisa dikatakan pula lipid merupakan sekelompok senyawa heterogen yang berhubungan erat dengan asam lemak.
Di dalam tubuh lemak berfungsi sebagai sumber energi yang efisien baik langsung maupun secara potensial ketika disimpan di dalam jaringan adiposa. Lemak berfungsi sebagai isolator ( penahan) panas di dalam jaringan sub kutan serta disekeliling organ tertentu, disamping itu senyawa lipid non polar befungsi sebagai insulator listrik yang memungkinkan rambatan gelombang depolarisasi secara cepat di sepanjang serabut saraf bermielin. Kandungan lemak dalam jaringan saraf sangat tinggi. Gabungan lemak dan protein (lipoprotein) merupakan unsur pembentuk penting pada sel, yang terdapat baik di membran sel maupun mitokondria di dalam sitoplasma, serta berfungsi sebagai sarana pengangkut lipid di dalam darah. Peran penting secara biomedis hubungan lipid paad tubuh sering dikaitkan dengan kejadian obesitas (kegemukan) dan aterosklerosis (efek perlemakan).

KLASIFIKASI LIPID.
1. Lipid sederhana
Yang dimaksud lipid sederhana adalah ester asam lemak dengan berbagai alkohol. Macamnya adalah :
a. Lemak
Ester asam lemak dengan gliserol. Lemak yang berada dalam keadaan cair dikenal sebagai minyak.
b. Malam
Ester asam lemak dengan alkohol monohidrat berbobot molekul lebih tinggi.
2. Lipid kompleks
Ester asam lemak yang mengandung gugus-gugus lain di samping alkohol dan asam lemak.


a) Fosfolipid
Merupakan kelompok lipid yang selain mengandung asam lemak dan alkohol, juga mengandung residu fosfat. Lipid ini sering bersifat basa yang mengandung nitrogen.
b) Glikolipid
Kelompok lepid yang mengandung asam lemak dan karbohidrat
c) Lipid kompleks lain, yang termasuk kategori ini adalah lipoprotein, aminolipid dan sulfolipid.
3. Prekursor dan derivat lipid
Kelompok ini mencakup asam lemak, gliserol, steroid, senyawa alkohol selain gliserol dan sterol, aldehid lemak, dan badan keton, hidrokarbon, vitamin larut lemak dan berbagai hormon.

Karena tidak bermuatan, asilgliserol (gliserida), kolesterol dan ester kolesterol disebut lemak netral. Lipid memiliki kalori tinggi. Beberapa macam vitamin yang larut dalam lemak antara lain : vitamin A, D, E dan K.

ASAM LEMAK.

Asam lemak, merupakan asam monokarboksilat. Asam lemak terutama ditemukan sebagai bentuk ester di dalam lemak dan minyak alami, tetapi juga dapat ditemukan dalam bentuk tidak teresterifikasi sebagai asam lemak bebas, suatu bentuk pengangkut yang ada di dalam plasma darah. Asam lemak yang terdapat di dalam lemak alami biasanya merupakan derivat rantai lurus dan mengandung atom C dalam jumlah genap, karena senyawa tersebut disintesis dari dua unit atom C. Rantai tersebut bisa rantai jenuh ( tidak mengandung ikatan rangkap ) atau rantai tak jenuh ( mengandung satu atau lebih ikatan rangkap).
Asam lemak diberi nama menurut Hidrokarbon yang bersesuaian. Tatanama sistematis yang paling sering digunakan didasarkan pada pemberian nama asam lemak menurut hidrokarbon yang memiliki jumlah dan susunan atom karbon yang sama, dengan akhiran –oat menggantikan huruf akhir a pada nama hidrokarbon.Dengan demikian maka :
• Asam lemak jenuh akan mempunyai akhiran -anoat
Contoh : asam oktanoat
• Asam lemak tidak jenuh mempunyai akhiran –enoat
Contoh : asam oleat ( asam oktadekenoat)

Sedangkan penomoran atom karbon (atom-C) dengan tata cara sebagai berikut :
1) atom karbon karboksil ( C.nomor 1)
2) atom karbon disebelah karbon karboksi ( nomor 2) atau karbon-
3) atom nomor 3 dan nomor 4 masing-masing C- dan C- 
4) sedangkan karbon metil terminal dikenal sebagai atom karbon -  atau karbon – n
Berdasarkan panjang rantainya asam lemak dikelompokkan menjadi tiga yaitu

• Asam lemak rantai pendek; jumlah atom C < 6
• Asam lemak rantai menengah; jumlah atom C 8 – 14
• Asam lemak rantai panjang; dimana jumlah atom C > 14

Asam lemak yang banyak didapat dalam tubuh adalah asam lemak rantai lurus dengan jumlah atom C genap ( 16-20 atom C).

Berbagai kesepakatan tentang ikatan rangkap, untuk menunjukkan jumlah dan lokasi ikatan rangkap, misalnya 9 menunjukkan ikatan rangkap di antara atom C-9 dan C-10 pada asam lemak.
Asam lemak jenuh, tidak mengandung ikatan rangkap. Asam lemak jenuh dapat digambarkan sebagai struktur yang memiliki dasar asam asetat ( CH3-COOH) sebagai anggota pertama dari seri yang menambahkan – CH2- secara progresif di antara gugus terminal CH3 – dan –COOH.
Asam lemak tidak jenuh mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. Asam lemak dapat dibagi lebih lanjut menjadi :
(1) asam tak jenuh tunggal ( monoetenoid, monoenoat ) yang mengandung satu ikatan rangkap.
(2) asam tak jenuh majemuk (poietenoid, polienoat) yang mengandung dua atau lebih ikatan rangkap.
(3) Elkosanoid, kelompok senyawa ini berasal dari asam lemak elkosa ( 20 atom C) polienoat, terdiri atas prostanoid, leukotrien (LTs) dan lipoksin (LXs). Prostanoid mencakup Prostaglandin (PGs) prostasiklin ( PGls) dan tromboksan (TXs)
Contoh :
Asam oleat
18:1;9 atau 9 18:1
18 10 9 1
CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH

Atau
9,C18:1 atau n-9,18:1 tanda n-9 (n minus 9) setara dengan 9
 2 3 4 5 6 7 8 9 10 18
CH3CH2CH2CH2CH2CH2CH2CH2CH=CH(CH2)7COOH
n 17 10 9 1

TRIASILGLISEROL / TRIGLISERIDA
Triasilgliserol merupakan ester dari alkohol gliserol dengan asam lemak. Triasilgliserol juga merupakan ester tiga asam lemak dengan gliserol. Trigliserida merupakan macam lipid yang paling banyak didapat. Sifat trigliserida ditentukan oleh asam lemak yang dikandungnya.
Triasilgliserol merupakan cadangan energi yang sangat besar karena dalam bentuk tereduksi dan bentuk anhidrat. Oksidasi sempurna asam lemak menghasilkan energi sebesar 9 kkal/g dibandingkan karbohidrat dan protein yang menghasilkan energi sebesar 4 kkal/g. Ini disebabkan karena asam lemak jauh lebih tereduksi. Lagi pula triasilgliserol sangat non polar sehingga tersimpan dalam keadaan anhidrat, sedangkan protein dan karbohidrat jauh lebih polar, sehingga bersifat terhidratasi. Satu gram glikogen kering akan mengikat sekitar dua gram air maka satu gram lemak anhidrat menyimpan energi enam kali lebih banyak dari pada energi yang dapat disimpan oleh satu gram glikogen yang terhidratasi. Ini menyebabkan bahwa triasilgliserol dijadikan simapanan energi yang lebih utama disbanding glikogen. Sel adipose dikhususkan untuk sintesis dan penyimpanan triasilgliserol serta untuk mobilisasi triasilgliserol menjadi molekul bahan bakar yang akan dipindahkan ke jaringan lain oleh darah

Kolesterol merupakan senyawa steroid yang paling dikenal karena kaitannya dengan aterosklerosis. Dipandang dari sudut biokimia senyawa ini sangat penting karena menjadi prekursor sejumlah besar senyawa steroid yang sama pentingnya seperti asam empedu, hormon korteks adrenal, hormon seks, vitamin D, glikosida jantung, sitosterol dalam dunia tumbuhan dan beberapa alkaloid.
Kolesterol tersebar luas di dalam semua sel tubuh, khususnya di dalam jaringan saraf. Senyawa ini merupakan konstituen penting membran plasma dan lipoprotein plasma. Kolesterol sering ditemukan dalam bentuk kombinasi dengan asam lemak seperti ester kolesteril, yang gugus hidroksil pada posisi 3-nya teresterifikasi dengan asam lemak rantai panjang. Kolesterol terdapat di dalam lemak hewani, tetapi tidak dijumpai di dalam lemak nabati.
Peroksidasi lipid merupakan sumber radikal bebas. Peroksidasi ( auto-oksidasi) terhadap lipid yang terpajan oksigen sangat merusak makanan sehingga makanan menjadi tengik. Bila hal ini di dalam jaringan merupakan radikal bebas yang menyebabkan kanker, peradangan, aterosklerosis, proses penuaan dsb. Radikal bebas ( ROO, RO, OH) ini terjadi saat pembentukan peroksida dari asam lemak dengan ikatan rangkap terselingi gugus metilen yaitu ikatan yang ditemukan di dalam asam lemak tidak jenuh ganda yang terdapat di alam.

METABOLISME LEMAK

Triasilgliserol dihidrolisis oleh lipase yang diatur oleh AMP siklik.
1) Tahap awal penggunaan lemak sebagai sumber energi adalah hidrolisis triasilgliserol oleh lipase yang akan menghasilkan gliserol dan asam lemak. Aktivitas lipase sel adipose diatur oleh beberapa hormone yaitu; epinefrin, norepinefrin, glukagon dan hormon adrenokortikotropik mengaktifkan adenilat siklase di dalam sel adiposa dengan cara memicu reseptor- reseptor. Peningkatan kadar AMP siklik merangsang protein kinase A, yang akan mengaktifkan lipase dengan cara fosforilasi. Jadi epinefrin, norepinefrin, glukagon dan hormon adrenokortikotropik bersifat menginduksi lipolisis. AMP siklik adalah caraka pada pengaktifan lipolisis di jaringan adipose seperti juga pada pengaktifan pemecahan glikogen . Insulin menghambat proses lipolisis.
2) Gliserol yang terbentuk pada lipolisis mengalami fosforilasi dan dioksidasi menjadi dihidroksiaseton fosfat, yang selanjutnya mengalami isomerisasi menjadi gliseraldehida 3 – fosfat. Zat antara ini terdapat baik pada jalur glikolisis dan glukoneogenesis. Dengan demikian, gliserol dapat diubah menjadi piruvat atau glukosa di hati, tempat enzim-enzim yang diperlukan. Proses kebalikannya dapat terjadi melalui reduksi dihidroksiasetonfosfat menjadi gliserol 3- fosfat. Hidrolisis oleh fosfatase akan menghasilkan gliserol. Jadi, gliserol dan zat-zat antara glikolisis dapat saling mudah mengalami interkonversi.

Oksidasi Asam Lemak
Pada tahun 1904, Franz Knoop menerangkan bahwa asam lemak itu dipecah melalui oksidasi pada karbon –β. Kemudian padatahun 1949 Eugene Kennedy dan Lehninger menerangkan bahwa terjadinya oksidasi asam lemak di mitokondria. Di mana asam lemak sebelum memasuki mitokondria mengalami aktivasi. adenosin trifosfat ( ATP ) memacu pembentukan ikatan tioester antara gugus karboksil asam lemak dengan gugus sulfhidril pada KoA. Reaksi pengaktifan ini berlangsung di luar mitokondria dan dikatalisis oleh enzim asil KoA sintetase (tiokinase asam lemak )
Paul Berg membuktikan bahwa aktivasi asam lemak terjadi dalam dua tahap. Pertama, asam lemak bereaksi dengan ATP membentuk asil adenilat. Dalam bentuk anhidra campuran ini, gugus karboksilat asam lemak diikatkan dengan gugus fosforil AMP. Dua gugus fosforil lainnya dari ATP dibebaskan sebagai pirofosfat. Gugus sulfhidril dari KoA kemudian bereaksi dengan asila adenilat yang berikatan kuat dengan enzim membentuk asil KoA dan AMP.
Asam lemak diaktifkan di luar membran mitokondria, proses oksidasi terjadi di dalam matriks mitokondria. Molekul asil KoA rantai panjang tidak dapat melintasi membran mitokondria, sehingga diperlukan suatu mekanisme transport khusus.Asam lemak rantai panjang aktif melintasi membran dalam mitokondria dengan cara mengkonjugasinya dengan karnitin, suatu senyawa yang terbentuk dari lisin.Gugus asil dipindahkan dari atom sulfur pada KoA ke gugus hidroksil pada karnitin dan membentuk asil karnitin. Reaksi ini dikatalisis oleh karnitin transferase I, yang terikat pada membran di luar mitokondria.
Selanjtunya, asil karnitin melintasi membran dalam mitokondria oleh suatu translokase. Gugus asil dipindahkan lagi ke KoA pada sisi matriks dari membran yang dikatalisis oleh karnitin asil transferase II. Akhirnya karnitin dikembalikan ke sisi sitosol oleh translokase menggantikan masuknya asil karnitin yang masuk.Molekul asil KoA dari sedang dan rantai pendek dapat menembus mitokondria tanpa adanya karnitin.
Kelainan pada transferase atau translokase atau defisiensi karnitin dapat menyebabkan gangguan oksidasi asam lemak rantai panjang, Kelainan tersebut diatas ditemukan pada kembar identik yang menderita kejang otot disertai rasa nyeri yang dialami sejak masa kanak-kanak.. Rasa nyeri diperberat oleh puasa, latihan fisik, atau diet tinggi lemak; oksidasi asam lemak adalah proses penghasil energi utama pada ketiga keadaan tersebut. Enzim glikolisis dan glikogenolisis dalam keadaan normal.

Asetil KoA, NADH dan FADH2 terbentuk pada setiap satu kali oksidasi.
Asil KoA jenuh dipecah melalui urutan empat reaksi yang berulang yaitu : oksidasi oleh flavin adenin dinukleotida ( FAD ), hidrasi oleh NAD dan tiolisis oleh KoA. Rantai asil diperpendek dengan dua atom karbon sebagai hasil dari keepat reaksi tadi dan terjadi pembentukan FADH2, NADH dan asetil KoA.
1) Reaksi pertama pada tiap daur pemecahan adalah oksidasi asil KoA oleh asil KoA dehidrogenase yang menghasilkan satu enoil KoA denganikatan rangkap trans antara C – 2 dan C – 3.
2) Langkah selanjutnya adalah hidrasi ikatan ganda antara C- 2 dan C – 3 oleh enoil KoA hidratase.
3) Hidrasi enoil KoA membuka jalan bagi reaksi oksidasi kedua, yang mengubah gugus hidroksil pada C – 3 menjadi gugus keto dan menghasilkan NADH. Oksidai ini dikatalisis oleh L – 3 – hidroksiasil KoA dehidrogenase .
4) Langkah akhir adalah pemecahan 3 – ketoasil KoA oleh gugus tiol dari molrkul KoA lain, yang akan menghasilkan asetil KoA dan suatu asil KoA rantai karbonnya dua atom karbon lebih pendek. Reaksi ini dikatalisis oleh β – ketotiolase.
5) Asil KoA yang memendek selanjutnya mengalami daur oksidasi berikutnya, yang diawali dengan reaksi yang dikatalisis oleh asil KoA dehidrogenase. Rantai asam lemak yang mengandung 12 sampai 18 karbon dioksidasi oleh asil KoA dehidrogenase rantai panjang. Asil KoA dehidrogenase untuk rantai sedang mengoksidasi ranta asam lemak yang memiliki 14 sampai 4 karbon, sedangkan asil KoA dehidrogenase untuk rantai pendek hanya bekerja pada rantai 4 dan 6 karbon. Sebaliknya, β – ketotiolase, hidroksiasil dehidrogenase, dan enoil KoA hidratase memiliki spesifitas yang luas berkenaan dengan panjangnya gugus asil.

CONTOH OKSIDASI SEMPURNA ASAM PALMINTAT (C-16)
Kita dapat menghitung energi yang dihasilkan dari oksidasi suatu asam lemak. Pada tiap daur reaksi, asil KoA diperpendek dua karbon dan satu FADH2, NADH dan asetil KoA terbentuk.
Cn – asil KoA + FAD + NAD + H2O + KoA → Cn-2 – asil KoA + FADH2 + NADH + asetil KoA + H

Pemecahan palmitoil KoA ( C16 – asil KoA ) memerlukan tujuh daur reaksi. Pada daur ketujuh, C4 – ketoasil KoA mengalami tiolisis menjadi dua molekul asetil KoA. Dengan demikian stoikiometri oksidasi palmitoil KoA menjadi.

Palmitoil KoA + 7 FAD + 7 NAD +7 KoA + & H2O→
8 asetil KoA + 7 FADH2 + 7 NADH + 7 H

Dua setengah ATP akan terbentuk per NADH yang dioksidasi pada rantai pernafasan, sedangkan 1,5 ATP akan terbentuk untuk tiap FADH2. Jika diingat bahwa oksidasi asetil KoA oleh daur asam sitrat menghasilkan 10 ATP, maka jumlah ATP yang terbentuk pad oksidasi palmitoil KoA adalah 10,5 dari 7 FADH2, 17,5 dari 7 NADH dan 80 dari 8 molekul asetil KoA, sehingga jumlah keseluruhannya adalah 108. Dua ikatan fosfat energi tinggi dipakai untuk mengaktifkan palmitat, saat ATP terpecah menjadi AMP dan 2 Pi. Jadi oksidasi sempurna satu molekul asam palmitat menghasilkan 106 ATP.

PROSES KETOGENESIS
Asetil KoA yang terbentuk pada oksidasi asam lemak akan memasuki daur asam sitrat hanya jika pemecahan lemak dan karbohidrat terjadi secara berimbang. Karena masuknya asetil KoA ke dalam daur asam sitrat tergantung pada tersedianya oksaloasetat untuk pembentukan sitrat. Tetapi konsentrasi oksaloasetat akan menurun jika karbohidrat tidak tersedia atau penggunaannya tidak sebagaimana mestinya. Oksaloasetat dalam keadaan normal dibentuk dari piruvat.
Pada puasa atau diabetes, oksaloasetat dipakai untuk membentuk glukosa pada jalur glukoneogenesis dan demikian tidak tersedia untuk kondensasi dengan asetil KoA. Pada keadaan ini asetil KoA dialihkan kepembentukan asetoasetat dan D-3- hidroksibutirat. Asetoasetat, D- 3- hidroksibutirat dan Aseton disebut dengan zat keton.
Asetoasetat dibentuk dari asetil KoA dalam tiga tahap.Dua molekul asetil KoA berkondensasi membentuk asetoasetil KoA. Reaksi yang dikatalisis oleh tiolase ini merupakan kebalikan dari tahap tiolisis pada oksidasi asam lemak. Selanjutnya astoasetil KoA bereaksi dengan asetil KoA dan air untuk menghasilkan 3 - hidroksi – 3 – metilglutaril KoA ( HMG – KoA ) dan KoA . Kondensasi ini mirip dengan kondensasi yang dikatalisis oleh sitrat sintase.Keseimbangan yang tidak menguntungkan bagi pembentukan asetoasetil KoA diimbangi oleh reaksi ini, yang keseimbangannya menguntungkan karena hidrolisis iaktan tioester . 3 – Hidroksi – 3 – metilglutaril KoA kemudian terpecah menjadi asetil KoA dan asetoasetat.
Asetoasetat adalah merupakan salah satu bahan bakar yang utama dalam jaringan.
Situs utama produksi asetasetat dan 3 – hidroksibutirat adalah hati. Senyawa- snyawa ini berdifusi dari mitokondria hati ke dalam darah dan diangkut ke jaringan perifer. Asetoasetat dan 3- hidroksibutirat merupakan bahan bakar normal pada metabolisme energi dan secara kwantitatif penting sebagai sumber energi .
jantung dan korteks ginjal menggunakan asetoasetat sebagai sumber energi disbanding glukosa.. glukosa merupakan bahan b akar utama bagi otak dan sel darah merah pada orang yang mempunyai gizi baik dengan diet seimbang. Tapi otak dapat beradaptasi dan menggunakan asetoasetat dalam keadaan kelaparan dan diabetes. Pada kelaparan berkepanjangan, 75% bahan bakar yang diperlukan oleh otak didapat dari asetoasetat.
Asetoasetat dapat diaktifkan melalui pemindahan KoA dari suksinil KoA dalam suatu reaksi yang dikatalisis oleh suatu koA transferase spesifik. Kemudian, asetoasetil KoA dipecah oleh tiolase menjadi dua molekul asetil KoA, yang selanjutnya memasuki daur asam sitrat. Hati dapat membekali organ-organ lain dengan asetoasetat karena hati tidak memiliki KoA transferase spesifik ini.
Asam lemak dilepaskan oleh jaringan adiposa dan diubah menjadi unit- unit astil oleh hati, yang kemudian mengeluarkannya sebagai asetoasetat .Kadar asetoasetat yang tinggi dalam darah menandakan berlimpahnya unit asetil yang menyebabkan berkurangnya laju lipolisis di jaringan adiposa .

SINTESIS ASAM LEMAK
Sintesis asam lemak bukan merupakan kebalikan dari jalur pemecahannya. Sintesis asam lemak lebih merupakan seperangkat reaksi, yang menunjukkan prinsip bahwa jalur sintesis dan jalur pemecahan dalam system biologis biasanya berbeda. Beberapa cirri penting jalur biosintesis asam lemak adalah :
1. Sintesis berlangsung di luar mitokondria, oksidasi terjadi di dalam matriks mitokondria.
2. Zat antara pada sintesis asam lemak berikatan kovalen dengan gugus sulfhidril pada protein – pembawa asil ( ACP ), sedangkan zat antara pada pemecahan asam lemak berikatan dengan koenzim A.
3. Enzim – enzim pada sintesis asam lemak pada organisme yang lebih tinggi tergabung dalam suatu rantai polipeptida tunggal, yang disebut sintase asam lemak . Sebaliknya, enzim – enzim pemecahan tampaknya tidak saling berikatan.
4. Rantai asam lemak yang sedang tumbuh, diperpanjang dengan cara penambahan berturut –turut unit dua karbon yang berasal dari asetil KoA. Donor aktif unit dua karbon pada tahap perpanjangan adalah malonil – ACP. Reaksi perpanjangan dipacu oleh pelepasan CO2.
5. Reduktor pada sintesis asam lemak adalah NADPH, sedangkan oksidator pada pemecahan asam lemak adalah NAD dan FAD.
6. Perpanjangan rantai oleh kompleks sontase asam lemak terhenti setelah terbentuknya palmitat ( C16 ). Perpanjangan rantai lebih lanjut dan penyisipan ikatan rangkap oleh system enzim yang lain.

KESIMPULAN
1. Asam lemak merupakan sekelompok senyawa hidrokarbon yang berantai panjang debgan gugus karboksil pada ujungnya.
2. Proses oksidasi asam lemak merupakan proses yang terjadi di mitokondria di mana terjadi pada atom karbon beta sehingga disebut beta oksidasi.Setiap kali oksidasi menghasilkan asetil KoA, NADH dan FADH2.
3. Proses ketogenesis merupakan proses pembentukan badan-badan keton di man proses ini terjadi akibat pemechan lemak dan karbohidrat tidak seimbang.Proses ketogenesis sering terjadi pada keadaan kelaparan dan DM yang tak terkontrol.
4. Asetoasetat merupakan salah satu bahan bakar dalam jaringan.
5. Proses sintesis asam lemak terjadi di luar mitokondria, dimana proses ini terjadi memerlukan suatu NADPH sebagai reduktor


METABOLISME PROTEIN
Protein berasal dari bahasa Yunani proteios yang berarti “barisan pertama” kata ini pertama dicetuskan oleh Jons J Berzelius yang menekankan pentingnya golongan protein ini. Protein memegang peran penting dalam hampir semua proses biologi. Peran dan aktifitas protein terlihat dalam beberapa contoh berikut :
1. Katalisis enzimatis
Hampir semua reaksi kimia dalam sistem biologi dikatalisis oleh makromolekul spesifik yang disebut enzim.
2. Transport dan penyimpanan
Berbagai molekul kecil dan ion ditransport oleh protein spesifik. Misalnya transport oksigen dalam eritrosit oleh hemoglobin, dan mioglobin suatu protein spesifik yang mentransport oksigen dalam otot. Besi dalam plasma darah terikat pada transferin dan disimpan dalam hati dalam bentuk kompleks dengan feritin, protein yang lain lagi.
3. Koordinasi gerak
Protein merupakan komponen utama dalam otot. Kontraksi otot berlangsung akibat pergeseran dua jenis filamen protein. Contoh lain adalah pergerakan kromosom pada proses mitosis dan gerak sperma oleh flagela semua dipengaruhi oleh protein.
4. Penunjang mekanis
Ketegangan kulit dan tulang disebabkan olrh adanya kolagen yang merupakan protein fibrosa.
5. Proteksi imun
Antibodi merupakan protein yang sangat spesifik dan dapat mengenal serta berkombinasi dengan benda asing seperti virus, bakteri dan sel yang berasal dari mikroorganisme lain. Protein berperan penting dalam membedakan “ self ” dan “ non-self ”.
6. Membangkitkan dan menghantarkan impuls saraf
Respon sel saraf terhadap rangsang spesifik diperantarai oleh protein reseptor. Misalnya rodopsin adalah suatu protein yang sensitif terhadap adanya cahaya yang ditemukan pada batang retina. Asetilkolin merupakan reseptor pemicu rangsangan transmisi sinap yang menghubungkan antar sel-sel saraf.
7. Pengaturan pertumbuhan dan diferensiasi
Pengaturan ekspresi informasi genetik sangat penting bagi pertumbuhan yang beraturan serta diferensiasi sel. Protein dalam sel berperan dalam pengaturan arus energi dan unsur-unsur.
Protein merupakan polimer asam amino. Asam amino dasar penyusun protein alami ada 20 jenis. Kurang lebih dari setengah dari asam amino dasar ini hanya bisa didapat dari diet (tidak dapat disintesis dalam tubuh sendiri dari zat lain) dan karena itu disebut asam amino esensial. Asam amino merupakan senyawa karbon yang bersifat amfoter karena dalam senyawa tersebut mempunyai sifat asam dan sifat basa. Jika suatu senyawa bersifat asam atau basa maka senyawa tersebut disebut amfoter.
Sifat amfoter itu disebabkan pada molekul asam amino mengandung gugus amino yaitu ( NH3 ) yang bersifat basa dan mempunyai gugus karboksil ( -COOH ) yang bersifat asam.
- COOH adalah gugus karboksil.

Asam amino merupakan unit dasar struktur protein. Suatu asam amino- terdiri dari gugus amino, gugus karboksil, atom H dan gugus R tertentu yang kesemuanya terikat pada atom karbon . Atom karbon ini disebut  karena bersebelahan dengan gugus karboksil (asam) seperti gambar diatas. Larutan asam amino pada pH netral terutama merupakan ion dipolar bukan molekul tak terionisasi. Dalam bentuk dipolar, gugus amino berada dalam bentuk proton ( -NH3+) dan gugus karboksil dalam bentuk terdisosiasi ( -COO-). Status ionisasi suatu asam amino sangat tergantung pada pH. Dalam keadaan asam (pH =1) gugus karboksil dalam bentuk tak terionisasi ( -COOH) dan gugus amino dalam bentuk terionisasi (-NH3+). Dalam larutan alkali ( pH =11) gugus karboksil dalam bentuk terionisasi (-COO-) dan gugus amino dalam bentuk tak terionisasi ( -NH2).
Suatu tetrahedral dari empat gugus yang berbeda terhadap atom karbon  menyebabkan asam amino mempunyai aktivitas optik. Dua bentuk bayangan cermin disebut isomer L dan isomer D. Protein hanya terdiri dari asam amino L, sehingga tanda isomer optik dapat diabaikan saja dan dalam pembahasan protein selanjutnya asam amino yang dimaksud adalah isomer L, kecuali bila ada penjelasan.
Umumnya pada protein ditemukan 20 jenis rantai samping yang bervariasi dalam ukuran, bentuk, muatan, kapasitas pengikatan hidrogen dan reaktivitas kimia. Semua protein pada semua spesies mulai dari bakteri sampai manusia dibentuk dari 20 asam amino yang sama dan tidak pernah berubah selama ovulasi. Keanekaragaman fungsi yang diperantai oleh protein dimungkinkan oleh keragaman susunan yang dibuat dari 20 jenis asam amino ini sebagai unsur pembangun.
Tiap jenis protein mempunyai urutan dan jumlah asam amino yang tertentu, yang berbeda dengan protein yang lain. Urutan asam amino dalam suatu rantai polipeptida/protein dari awal (ujung amino bebas) sampai akhir (ujung karboksil bebas) disebut sebagai struktur primer polipeptida/protein primer.
Dalam kenyataan umumnya rantai polipeptida tidaklah berbentuk lurus, namun rantai tadi dapat membentuk bentukan seperti spiral yang disebut heliks alfa. Bentukan seperti spiral ini disebabkan sebagai struktur sekunder. Bentuk sekunder ini terjadi dan dipertahankan oleh ikatan disulfida ( - S – S ) dan ikatan hidrogen antara atom karbonil dengan atom N yang berhadapan. Struktur sekunder tidak hanya mencakup bentuk heliks alfa, tetapi juga bentuk kumparan. Rantai polipeptida ini dipertahankan strukturnya oleh ikatan yang lemah seperti ikatan hidrogen dan gaya-gaya Van der waals.


ASAM AMINO SALING BERIKATAN MELALUI IKATAN PEPTIDA UNTUK MEMBENTUK RANTAI POLIPEPTIDA
Pada protein, gugus karboksil- asam amino terikat pada gugus amino- asam amino lain dengan ikatan peptida (disebut juga ikatan amida). Pada pembentukan suatu dipeptida dari dua asam amino terjadi pengeluaran satu molekul air. Keseimbangan reaksi ini adalah ke arah hidrolisis tidak pada sintesis. Oleh sebab itu, biosintesis ikatan peptida memerlukan energi bebas, sebaliknya hidrolisis ikatan peptida secara termodinamika bersifat eksegonik.



PROTEIN MEMPUNYAI KEMAMPUAN YANG TINGGI UNTUK MEMBENTUK IKATAN HIDROGEN

Kekuatan apa yang menentukan bentuk tiga-dimenasi suatu protein ? telah ditulis pada awal bagian ini bahwa semua interaksi molekul yang reversibel dalam sistem biologi dimungkinkan oleh tiga jenis kekuatan yaitu : ikatan elektrostatis, ikatan hidrogen dan ikatan Van der waals. Telah dikemukakan adanya ikatan hidrogen antara NH dan gugus CO antar rantai utama yang akan membentuk heliks  dan  dan serat kolagen, berdasarkan kemampuan memebntuk ikatan hidrogen ini asam amino dapat dikelompokkan dalam :
1. Rantai samping triptofan dan arginin hanya dapat berperan sebagai donor ikatan hidrogen.
2. Sama seperti unit peptida, rantain samping asparagin, glutamin, serin dan treonin dapat berperan sebagai donor dan akseptor ikatan hidrogen.
3. Kemampuan memebntuk ikatan hidrogen lisin , asam aspartat dan asam glutamat, tirosin dan histidin berbeda tergantung pH dalam arti bisa sebagai donor dan atau akseptor tergantung pH.

Terdapat empat tingkat struktur dasar arsitektur protein yaitu; struktur primer adalah urutan asam amino, struktur sekunder berhubungan dengan pengaturan kedudukan ruang residu asam amino yang berdekatan dalam urutan linier, heliks alfa dan beta menunjukkan struktur sekunder. Struktur tertier menggambarkan pengaturan ruang residu asam amino yang berjauhan dalam urutan linier dan pola ikatan disulfida. Struktur kuartener menggambarkan pengaturan sub unit protein dalam ruang.
Berdasarkan letak gugus amino pada rantai karbon, maka asam amino dibedakan menjadi 3 macam yaitu sebagai berikut :
a. Asam alfa amino adalah asam yang gugus aminonya terletak pada C alfa
Contoh :
CH3 – CH2 - CH - COOH
NH2
Asam alfa amino butanoat
b. Asam beta amino adalah asam yang gugus aminonya terletak pada C beta
Contoh :

CH3 – CH - CH2 - COOH
NH2
Asam beta amino butanoat
c. Asam gamma amino adalah asam yang gugus aminonya terletak pada C gamma
Contoh :

CH2 – CH2 - CH2 - COOH
NH2
Asam gamma amino butanoat
Asam amino mempunyai momen dipol besar. Molekul asam amino kurang bersifat asam jika dibandingkan dengan kebanyakan asam karboksilat lainnya. Kekuatan asam R-COOH ( pKa = -5). Begitu juga sifat basanya jika dibandingkan dengan kebanyakan sifat basa amina lebih kecil. Kekuatan basa amina R-NH2 ( pKb = -4). Untuk asam amino harga pKa = -10 dan harga pKb=-12. Hal ini disebabkan dalam molekul asam amino akan mengalami reaksi asam-basa memebntuk ion dipolar yang disebut juga ion ZWITTER. Lihat persamaan berikut : ( diambil dari Martoyo dkk, 3rd 311).

PEMBETUKAN IKATAN PEPTIDA

Ikatan peptida dapat terbentuk bila dua molekul atau lebih asam alfa amino membentuk amida. Senyawa amida yang terbentuk antara gugus alfa amino dengan gugus karboksil dari asam amino lainnya disebut ikatan peptida. Ikatan pepetida adalah ikatan dari gugus = C = O dari asam amino pertama dengan gugus –NH- dari asam amino yang lain.
Agar lebih mudah untuk menyusun ikatan peptida maka asam amino tersebut diubah strukturnya sedemikian rupa sehingga gugus asam alfa amino yang tadinya sebagai rantai cabang dipindah menjadi rantai utama. Lihat struktur dibawah ini ( diambil dari Martoyo dkk, 3rd 316).
Tiap asam amino dalam ikatan peptida disebut suatu satuan (unit). Banyaknya satuan dalam peptida dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut :
• Dipeptida adalah peptida yang terdiri atas dua unit asam amino
• Tripeptida adalah peptida yang terdiri dari tiga unit asam amino
• Polipeptida adalah peptida yang terdiri dari banyak unit ( polimer) asam amino
Dengan demikian, protein adalah suatu poliamida yang tersusun dari asam-asam amino. Menurut perjanjian suatu poliamida disusun kurang dari 50 asam amino dikelompokkan menjadi golongan PEPTIDA, sedangkan poliamida yang disusun lebih dari 50 asam amino disebut PROTEIN.
Cara memberi nama dipeptida, yaitu nama asam amino pertama akhiran - an diganti dengan akhiran - il.

Contoh :
Alanina + glisina menjadi alanil glisina
Glisina + alanina menjadi glisil alanina

PENGGOLONGAN PROTEIN
Berdasarkan jumlah asam amino yang menyusun protein maka protein dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1) protein sederhana adalah protein jika dihidrolisis diperoleh asam amino
Contoh : hidrolisis seril treonin menjadi serin dan treonin
2) protein kompleks
protein komplek adalah protein apabila dihidrolisis diperoleh asam amino dan zat lain
misalnya :
a) kromoprotein jika dihidrolisis menghasilkan protein + zat warna ( hemoglobin)
b) Fosfoprotein jika dihidrolisis menghasilkan protein + asam fosfat (kasein)
c) Glikoprotein jika dihidrolisis menghasilkan protein + karbohidrat
d) Lipoprotein jika dihidrolisis menghasilkan protein + lemak

ASAM AMINO ESENSIAL DAN NONESENSIAL
Sintesis protein dalam tubuh organisme berasal dari persediaan senyawa organik. Cara sintesisnya adalah dengan perubahan asam amino berlebihan menjadi asam amino yang diinginkan oleh organisme yang bersangkutan, dengan reaksi transaminasi (dengan enzim transaminase).
Tidak semua asam amino dapat disintesis dari senyawa lain dalam sistem organisme hidup. Asam amino yang sangat diperlukan untuk sintesis protein, tidak dapat disintesis sendiri oleh organisme. Asam amino yang harus ada dalam makanan yang diperlukan oleh tubuh disebut asam amino esensial.
Asam amino esensial untuk manusia, misalnya arganina, histidina, isoleusina, lisina dan lain-lain. Sedangkan asam amino yang dapat disintesis oleh organisme sehingga sedikit diperlukan disebut asam amino nonesensial, misalnya alanina, asam glutamat, glisina dan lain-lain.

Beberapa sifat protein :
Protein seperti halnya asam amino sangat dipengaruhi oleh pH larutan serta oleh suhu sekitarnya. Denaturasi protein dapat terjadi karena pengaruh suhu yang tinggi atau karena pengaruh pH yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Denaturasi adalah rusaknya struktur protein, kerusakan dapat timbul pada struktur kuartener, tersier sampai sekunder. Struktur promer tidak dapat rusak karena peristiwa denaturasi.

BIOSINTESIS PROTEIN
Biosintesis protein dimulai dari proses ; 1) replikasi DNA, dilanjutkan, 2) transkripsi menjadi RNA, dan 3) Translasi menjadi protein.

Langkah-langkah proses Sintesis Protein
Secara garis besar, DNA sebagai bahan genetis mengendalikan sifat individu melalui proses sintesis protein. Ada dua kelompok protein yang dibuat DNA, yaitu protein struktural dan protein katalis.
Protein struktural akan membentuk sel, jaringan, dan organ hingga penampakan fisik suatu individu. Inilah yang menyebabkan ciri fisik tiap orang berbeda satu sama lain. Protein katalis akan membentuk enzim dan hormon yang berpengaruh besar terhadap proses metabolisme, dan akhirnya berpengaruh terhadap sifat psikis, emosi, kepribadian, atau kecerdasan seseorang.
Proses sintesis protein dapat dibedakan menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah transkripsi yaitu pencetakan RNAd oleh DNA yang berlangsung di dalam inti sel. RNAd inilah yang akan membawa kode genetik dari DNA. Tahap kedua adalah translasi yaitu penerjemahan kode genetik yang dibawa RNAd oleh RNAt.
Sebelum saya jelaskan prosesnya, sebaiknya pahami ini:
• Langkah sintesis protein
• Tempat berlangsung
• Perancang jenis protein
• Pelaksana proses sintesis
• Sumber energi
• Bahan sintesis protein
• Enzim yang diperlukan untuk
Transkripsi
: Transkripsi dan Translasi
: Ribosom
: ADN
: ARNd, ARNt, dan ARNr
: Adenosin Tri Phosphat (ATP)
: asam amino
: ARN polimerase
TRANSKRIPSI
Langkah transkripsi berlangsung sebagai berikut:
1. Sebagian rantai ADN membuka, kemudian disusul oleh pembentukan rantai ARNd. Rantai ADN yang mencetak ARNd disebut rantai sense/template. Pasangan rantai sense yang tidak mencetak ARNd disebut rantai antisense.
2. Pada rantai sense ADN didapati pasangan tiga basa nitrogen (triplet) yang disebut kodogen. Triplet ini akan mencetak triplet pada rantai ARNd yang disebut kodon. Kodon inilah yang disebut kode genetika yang berfungsi mengkodekan jenis asam amino tertentu yang diperlukan dalam sintesis protein. Selanjutnya boleh dikatakan bahwa ARNd atau kodon itulah yang merupakan kode genetika. Lihat daftar kodon dan asam amino yang dikodekannya di bawah ini.
3. Setelah terbentuk, ARNd keluar dari inti sel melalui pori-pori membran inti menuju ke ribosom dalam sitoplasma.
Untuk setiap satu molekul protein yang dibentuk akan selalu dimulai dengan kodon inisiasi atau kodon start yaitu AUG yang mengkodekan asam amino metionin. Jika satu molekul protein telah terbentuk akan selalu diakhiri dengan tanda berupa kodon stop atau kodon terminasi, yaitu UGA, UAA, atau UAG (lihat daftar di atas).

PROSES TRANSLASI
Merupakan proses yang mengubah informasi genetic yang terdapat pada mRNA menjadi polipeptida dengan urutan asam amino tertentu. Translasi melibatkan suatu system dimana mRNA dan tRNA secara bersama-sama membentuk kodon dan antikodon.
Pesan yang dibawa mRNA dinamakan kodon, dan tRNA membawa antikodon. Setiap asam amino dikode oleh tiga nukleotida. Kalau protein disusun minimal 20 asam amino maka protein akan dikode minimal 64 kombinasi berbeda, karena hanya ada 4 macam nukleotida saja (DNA/RNA dan ada 20 asam amino).
Kodon adalah urutan 3 nukleotida pada mRNA yang mencirikan asam amino tertentu.
Antikodon adalah urutan 3 nukleotida yang terdapat pada tRNA yang merupakan komplemen dari kodon.
METABOLISME PROTEIN

TRANSPORT PROTEIN
• Protein diabsorpsi di usus halus dalam bentuk asam amino → masuk darah
• Dalam darah asam amino disebar keseluruh sel untuk disimpan
• Didalam sel asam amino disimpan dalam bentuk protein (dengan menggunakan enzim)
• Hati merupakan jaringan utama untuk menyimpan dan mengolah protein




KONSEP DASAR ASUHAN KEHAMILAN

(dr PPT dosen
lengkapnya sini >> download

ASUHAN KEHAMILAN
Aktivitas atau intervensi yang dilaksanakan bidan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/ permasalahan yang berkaitan dengan masa kehamilan atau antenatal.

LATAR BELAKANG
AKI yg tertinggi di ASEAN & penurunan yg sangat lambat.
AKI dan AKB blm tercapai ssi MGDs (102 per 100.000 KH th 2015)
Th 2009 AKI 226 per 100.000 KH sdgkan AKB 34 per 1000 KH
Data temuan 27% bumil akan mengalami komplikasi yg mengancam jiwanya.
Penyebab AKI adl perdarahan 28%, eklampsi 24%, infeksi 11%, abortus 5%, partus lama 5%, trauma obstetri 5%, dan emboli obstetri 3%
FILOSOFI ASUHAN KEHAMILAN
Pernyataan mengenai keyakinan & nilai/value yg dimiliki yg berpengaruh thd perilaku seseorang/kelompok.
(pearson & vaughan, 1986)


Keyakinan/pandangan hidup yg dianut oleh bidan yang digunakan sebagai kerangka berfikir dalam memberikan asuhan kebidanan.
Dlm menjalankan perannya bidan memiliki keyakinan yg dijadikan panduan dlm memberikan asuhan pd klien selama kehamilan.
FILOSOFI AS.KEHAMILAN
1. Kehamilan dan persalinan mrp proses alamiah.
Kehamilan pd setiap wanita adl fisiologis, alami, unik, sehat & hny sebagian kecil yg membutuhkan intervensi medis.

2. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan.
Walaupun mrp proses alamiah tp bila tdk dikelola dg tepat dpt berubah mjd abnormal
Praktek kebidanan yg berkelanjutan, mempertahankan tindakan non intervensi, mengutamakan keamanan & manajemen kebidanan.

3. Setiap perempuan adl pribadi yg unik mempunyai hak, kebutuhan dan keinginan masing2.
4. Perempuan harus diberdayakan utk pengambilan keputusan ttg kesehatan diri dan kelgnya mll komunikasi informasi dan edukasi serta konseling.
FILOSOFI AS.KEHAMILAN
5. Pelayanan yg terpusat pd wanita serta keluarga.
Fokus utama yaitu pemenuhan kebutuhan ibu hamil dg melibatkan keluarga.
Kelg.mjd bagian integral dr bumil, shg kondisi yg dialami bumil akan mempengaruhi kelg.& begitu pula sebaliknya.
Ibu sbg penentu utama dlm proses pengambilan keputusan; kelg & bidan memberi dukungan serta berperan aktif dlm setiap aspek kesehatan.
FILOSOFI AS.KEHAMILAN
6. Asuhan kehamilan menghargai hak ibu hamil utk berpartisipasi & memperoleh pengetahuan/pengalaman yg berhubungan dg kehamilannya.
Setiap individu berhak dilahirkan scr sehat krn itu setiap ibu hamil & bayinya berhak mendapat pelayanan yg berkualitas.
Ibu hamil harus diberdayakan utk mampu mengambil keputusan ttg kesehatan diri & keluarga melalui KIE & konseling bidan
7. Askeb berfokus pd pencegahan, promosi kesh yg bersifat holistik dg menempatkan perempuan sbg patner.


Sbg profesi bidan hrs mpy pandangan hidup pancasila yaitu manusia adl makhluk biopsikososio kultural dan spiritual yg unik.
Setiap individu berhak memperoleh pely.kesh yg sama.
Setiap individu berhak dilahirkan secara sehat.
Melahirkan anak mrp tugas perkembangan kelg.
Kelg2 yg berada di suatu wily/daerah membentuk masy. dan masy. tersebut terhimpun dlm satu kesatuan.
Prinsip2 Pokok Askeb Hamil
1. Kelahiran adl suatu proses yg normal.
Bidan plg sesuai utk membantu dan melindungi ibu dlm proses kehamilan dan persalinan krn kehamilan dan kelahiran mrp proses yg normal.
2. Pemberdayaan
Ibu adl aktor utama dlm proses kehamilan dan persalinan shg perlu diberdayakan sdgkan bidan dan kelg adl aktor pembantu.

3. Otonomi
Bidan hrs memberi informasi yg akurat ttg resiko, prosedur, obat2an dan tes kmd membantu ibu dlm mbuat suatu pilihan yg terbaik shg ibu dpt mbuat suatu keputusan dg tepat.
4. Tidak membahayakan
Bidan tdk diperbolehkan mlk intervensi scr rutin kecuali ada indikasi yg spesifik.
5. Tanggungjawab
Bidan hrs bertanggung jwb thd kualitas asuhan yg diberikan.

Sejarah asuhan kebidanan
RUANG LINGKUP ASUHAN KEHAMILAN
POSISI BIDAN sbg pemelihara perawatan kesehatan yg utama bagi ibu hamil, bayi dan keluarga.

RUANG LINGKUP ASUHAN meliputi asuhan kehamilan normal dan identifikasi kehamilan dlm rangka penapisan utk jaring keadaan resiko tinggi & pencegahan adanya komplikasi kehamilan.
Lingkup asuhan:
Mengumpulkan data riwayat.kesh dan kehamilan serta menganalisis tiap kunjungan.
Melaks.pmx fisik src sistematis dan lengkap.
Mlk pmx abdomen tmsk TFU, posisi, presentasi dan penurunan janin.
Lingkup asuhan:
Melakukan penilaian pelvik, ukuran dan struktur panggul.
Menilai keadaan janin slm kehamilan tmsk DJJ dan gerakan janin.

Menghitung usia kehamilan dan HPL.
Mengkaji status nutrisi dg pertumbuhan janin serta kenaikan BB ibu dan hub.nya dg komplikasi.
Memberi penyuluhan tanda-tanda bahaya dan penatalaksanaannya.
Melakukan penatalaksanaan kehamilan dg anemia ringan, HG tk 1, ab.imminen dan PE ringan.


Menjelaskan dan mendemontrasikan cara mengurangi ketidaknyamanan kehamilan.
Mengidentifikasi penyimpangan kehamilan normal dan penanganannya termasuk rujukan.
Memberi bimbingan dan persiapan persalinan.
TUJUAN ASUHAN KEHAMILAN
TUJUAN UTAMA


Menurunkan AKI dan AKB

Mempromosikan dan menjaga kesh.fisik dan mental ibu dan janin dg pendidikan, nutrisi, kebersihan diri dan proses kelahiran bayi.
Mendeteksi dan melakukan penatalaksanaan komplikasi medis, bedah /obstetrik selama kehamilan.
Mengembangkan persiapan persalinan serta kesiapan menghadapi komplikasi.
Membantu menyiapkan ibu utk menyusui dg sukses, mjlnkan nifas normal dan merawat bayi scr fisik, psiko dan sosial.
TUJUAN ASUHAN KEHAMILAN KHUSUS
Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi.
Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan/ komplikasi yg mungkin terjadi selama hamil, tmsk riwayat peny. scr umum, kebidanan dan pembedahan.




Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayi dg trauma seminimal mungkin.
Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif.
Mempersiapkan peran ibu dan kelg dlm menerima by. agar dpt tumbuh normal.

FOKUS ASUHAN KEHAMILAN
LAMA
Mengumpulkan data dlm upaya mengidentifikasikan ibu resti & merujuknya utk mendapatkan asuhan khusus.
Temuan fisik yg memperkirakan kategori resiko ibu.
Pengajaran/pendidikan kesehatan ditujukan utk mencegah resiko/komplikasi.


TIDAK EFEKTIF MENURUNKAN AKI
FOKUS ASUHAN KEHAMILAN
KESIMPULAN
“Setiap ibu hamil beresiko mengalami komplikasi yg tidak bisa diprediksi shg ibu hamil hrs mempunyai akses asuhan kehamilan & persalinan yg berkualitas.”
REFOCUSING ANTENATAL CARE
Penolong yg terampil/terlatih hrs selalu bersedia untuk :
Membantu setiap bumil & kelg.utk membuat perencanaan persalinan.
Membantu setiap bumil & kelg.nya utk mempersiapkan diri menghadapi komplikasi pada setiap kunjungan.
Melakukan skrining/penapisan kondisi-kondisi yg memerlukan persalinan di RS.
REFOCUSING ANC
Deteksi & menangani komplikasi.
Mendeteksi kehamilan ganda setelah u.k 28 minggu & letak/presentasi abnormal stl 36 minggu.
Memberikan imunisasi TT.
Memberikan suplemen zat besi & asam folat.
Utk populasi tertentu :
Profilaksis cacing tambang, profilaksis malaria, suplemen yodium dan suplemen vit.A
Refocusing ANC yang terpenting adalah
Membangun rasa kepercayaan dengan ibu dan keluarga


salah satu cara paling efektif u/ mengurangi AKI & AKB
FOKUS PELAYANAN ASUHAN KEHAMILAN
Pelayanan Minimal : 7 T

Timbang BB
Tekanan darah
Ukur TFU
TT
Tablet Fe
Test PMS
Temu wicara
PELAYANAN LENGKAP 14 T
Pemeriksaan Hb
Menjaga kebersihan payudara.
Senam hamil.
Protein urine.
Reduksi urine.
Kapsul yodium utk endemik gondok.
Teraphy malaria utk endemik malaria.
STANDAR ASUHAN KEHAMILAN
“ Mencerminkan norma, pengetahuan dan tingkat kinerja yang telah disepakati profesi kebidanan dlm memberikan pelayanan kehamilan. “
STANDAR PELAYANAN KEHAMILAN
Standar 3 : IDENTIFIKASI IBU HAMIL.
Standar 4 : PEMERIKSAAN & PEMANTAUAN ANTENATAL.
Standar 5 : PALPASI ABDOMINAL.
Standar 6 : PENGELOLAAN ANEMIA PD KEHAMILAN.
Standar 7 : PENGELOLAAN DINI HIPERTENSI PD
KEHAMILAN
Standar 8 : PERSIAPAN PERSALINAN

Tipe pelayanan
Layanan kebidanan primer
Mjd sepenuhnya tanggungjawab bidan.
Layanan kebidanan kolaboratif
Bidan sbg anggota tim yg kegiatannya dilakukan scr bersamaan/sbg salah satu urutan proses kegiatan layanan.
Layanan kebidanan rujukan
Rujukan ke sistem pely. yg lebih tinggi/sebaliknya baik skema scr horisontal maupun vertikal ke profesi lain.
KONSEP DASAR ASUHAN KEHAMILAN
PRINSIP POKOK ASUHAN KEHAMILAN



MAKING PREGNANCY SAFER

Essential Health Sector Interventions for Safe Motherhood
HAK-HAK WANITA HAMIL
Pasien berhak u/ b’partisipasi dlm memutuskan
hak yg menyangkut kesh. khamilan kecuali jika ada kdaruratan medis yg jelas m’halangi partisipasinya, yaitu al :
M’peroleh informasi t’lebih dahulu ttg p’berian beberapa obat atau tx
Sbl tx ditawarkan u/ diberitahukan ttg manfaat, resiko, bahaya & tx alternatif

Sblm pemberian obat u/ diberitahu ttg beberapa obat yg diterima selama kehamilan tmsk bgmn & kapan obat diberikan, & pengaruh thd janin baik baik langsung maupun tdk langsung.
Jk dianjurkan SC, berhak u/ diberitahu ttg pemberian obat.
Sblm pemberian obat atau tx u/ diberitahu jk ada kebimbangan

Info ttg macam2/nama2 obat generik yg mungkin merugikan ibu & bayi
Berhak u/ menentukan sendiri, Sblm pemberian obat u/ mdpt, tanpa tekanan dr yg mdampingi, apakah menerima atau menolak tx atau pengobatan yg akan diberikan.
Berhak u/ mengetahui nama & kualifikasi yg mberikan obat & teraphi kpdnya.


Berhak u/ diberitahu ttg pemberian tx, apakah menguntungkan diri & janin (hemat waktu, 7-an pengajaran atau penelitian)
Berhak u/ memperoleh catatan medis RS yg lengkap, akurat & dpt dibaca ttg dirinya & bayinya
Berhak u/ minta salinan pembayaran atas dirinya

Berhak mendptkan pely.kesh komprehensif yg diberikan scr bermartabat dan rasa hormat.
Asuhan hrs dpt dicapai, diterima dan terjangkau utk semua perempuan dan keluarga.
Berhak memilih dan memutuskan ttg kesh.
Setiap perempuan hrs dibuat senyaman mungkin ketika menerima layanan.
Ibu hamil berhak mdpt perawatan pd masa kehamilan (ANC).

TENAGA PROFESIONAL DLM ASUHAN KEHAMILAN
Bidan (pendidikan profesional)
Dokter umum
Dokter Obsgyn


PERAN & TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM ASUHAN KEHAMILAN
Pelaksana
Pengelola
Pendidik
Peneliti
+
Role model
Pelaksana
Tugas mandiri
Mengkaji, menentukan diagnosa, menyusun rencana tindakan, melaks.tindakan, evaluasi dan membuat catatan dan pelaporan.
Tugas kolaboratif
Memberi askeb pd bumil dg resti dan pertolongan pertama pd kegawatdaruratan yg memerlukan tindakan kolaboratif.
Tugas rujukan
Memberi askeb mll konsultasi dan rujukan pd kasus kehamilan.
Pengelola
Mengembangkan pely.dasar kesh terutama pely.kesh utk individu kelg, kelp.khusus dan masy di wily kerja. Kmd mendokumentasikan seluruh kegiatan yg telah dilaksanakan.
Bidan berpartisipasi dlm tim utk melaksanakan program kesh dan sektor lain di wily kerja mll peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesh, dan tenakes lain yg berada di bawah bimbingan dlm wily kerjanya.
Pendidik
Bidan memberi pendidikan dan penyuluhan kesh kpd klien ttg penangulangan masalah kesh, khususnya yg berhub.dg kesh ibu, anak dan KB.
Bidan melatih dan membimbing kader, peserta didik kebidanan dan keperawatan serta membina dukun di wily/tempat kerja.
Peneliti
Bidan mlk investigasi atau penelitian terapan dlm bidang kesehatan baik secara mandiri atau kelompok
Tanggung jawab bidan
Kewajiban bidan dlm askeb:
Bidan wajib memberikan pely.askeb hamil ssi dg standar profesi dg menghormati hak2 klien.
Bidan wajib merujuk, memberi kesempatan kpd klien utk beribadah, menjaga kerahasiaan, memberi informasi, informed consent, dokumentasi dan bekerjasama dg pihak lain.
Evidence based
Praktik berbasis riset dianggap sbg alat utk memastikan bhw perawatan yg berkualitas sdh diberikan.
Praktik berbasis bukti dpt meningkatkan efektif dan efisien suatu pely.kesh serta memperbaiki kualitas pely.kesh.


ISSUE TERKINI DALAM ASUHAN KEHAMILAN
Kapan kehidupan dimulai ? Saat konsepsi ? Atau pada saat janin dapat hidup sendiri dlm uterus ? Hal ini banyak mempengaruhi k/ b’kaitan dgn tekhnologi yg mendukung kehidupan pd unit2 pely. yg intensif bagi neonatal
Apakah wanita berhak u/ menentukan sendiri, termasuk hak untuk memutuskan apakah dia ingin hamil atau tidak ?

ISSUE TERKINI DALAM ASUHAN KEHAMILAN
Apakah janin tanpa memperhatikan usia kehamilan sudah mempunyai hak ?
Apakah ada beberapa keadaan yg disetujui oleh mayoritas orang yg mungkin sbg alasan u/ melaksanakan aborsi (spt perkosaan, kelainan genetik, penyakit, kegagalan kontrasepsi)?

ANC yang Efektif
Asuhan diberikan oleh petugas yang terampil dan berkesinambungan.
Persiapan menghadapi persalinan dan kesiapan menghadapi komplikasi.
Mempromosikan kesehatan dan pencegahan penyakit.
Tetanus toksoid, suplemen nutrisi, konsumsi alkohol dan tembakau, dll
ANC yang Efektif
Mendeteksi penyakit yang diderita dan perawatannya.
HIV, sifilis, tuberkulosis, penyakit medis lain yang diderita (misal hipertensi, diabetes)
Deteksi dan penatalaksanaan komplikasi secara dini.
Terjalinnya kepercayaan yang tinggi klien terhadap tenakes.


PENDEKATAN RESIKO
Pendekatan resiko bukan merupakan strategi yang efisien ataupun efektif untuk menurunkan angka mortalitas ibu:
“Faktor Resiko” tidak dapat memperkirakan komplikasi; biasanya bukan penyebab langsung terjadinya komplikasi.
Apa yang anda lakukan bila anda mengidentifikasi resiko? Bagaimana dengan “resiko rendah ATAU tanpa resiko?”
PENDEKATAN RESIKO
Mortalitas Ibu relatif rendah pada populasi yang beresiko (semua wanita dalam usia subur); “Faktor resiko” secara relatif adalah umum pada populasi yang sama, “faktor risiko” tersebut bukan merupakan indikator yang baik dimana para ibu mungkin akan mengalami komplikasi
Mayoritas ibu yang mengalami komplikasi dianggap “beresiko rendah”. Sebagian besar ibu yang dianggap “beresiko tinggi” melahirkan bayinya tanpa mengalami komplikasi

Intervensi Yang Berorientasi Pada Tujuan Akan Memberikan Kerangka Asuhan Antenatal Yang Efektif
Deteksi Penyakit
Konseling dan promosi kesehatan
Persiapan Persalinan
Kesiapan menghadapi komplikasi

Permasalahan Dengan Pendekatan Resiko
Mempunyai nilai prediksi yang buruk– tidak bisa membedakan ibu yang akan mengalami komplikasi dari yang tidak.
Memakai sumber daya yang jarang didapat-banyak ibu yang dimasukkan ke dalam kelompok “resiko tinggi” tidak pernah mengalami komplikasi tetapi memakai sumber daya yang jarang didapat.

Permasalahan Dengan Pendekatan Resiko
Keamanan palsu – banyak ibu yang dimasukkan dalam kelompok “resiko rendah” mengalami komplikasi tetapi tidak pernah diberitahu bagaimana cara mengetahui atau cara menanggapi komplikasi tersebut
Sumber daya dialihkan – jauh dari perbaikan pelayanan untuk semua ibu.
Pelajaran dari Pendekatan Resiko
Setiap wanita hamil beresiko mengalami komplikasi dan harus mempunyai akses terhadap asuhan ibu bersalin yang berkualitas.

Pelajaran dari Pendekatan Resiko
Bahkan wanita beresiko rendah pun bisa mengalami komplikasi.
Tidak ada jumlah penapisan yang bisa membedakan wanita mana yang akan membutuhkan asuhan kegawat daruratan dan mana yang tidak memerlukan asuhan tersebut.

ANC: Praktek-praktek Terbaik
Tidak
Direkomendasikan
Melakukan banyak kunjungan rutin
Pendekatan resiko tinggi
Penilaian rutin :
Tinggi Badan
Posisi janin sebelum 36 minggu
Edema pergelangan kaki
Direkomendasikan
Kunjungan antenatal yang berorientasi pada tujuan oleh petugas kesehatan terampil.
Perencanaan persiapan kelahiran dan kesiapan menghadapi komplikasi.
Konseling keluarga berencana, pemberian ASI, tanda-tanda bahaya, HIV/STI, dan nutrisi.
Deteksi dan penatalaksanaan kondisi dan komplikasi yang diderita.
Tetanus toksoid.
Zat besi dan asam folat.
Pada populasi tertentu :
Pengobatan preventif Malaria
Pengobatan presumtif cacing usus
Yodium
Vitamin A

Perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi selama kehamilan


1. Sistem reproduksi
a. Uterus
Merupakan organ yang telah dirancang sedemikian rupa, baik struktur, posisi, fungsi dan lain sebagainya., sehingga betul –betul sesuai dengan kepentingan prosese fisiologis pembentukan manusia.
Bentuk uterus, yang seperti buah apulkat kecil (pada saat sebelum hamil) akan berubah bentuk menjadi globuler pada awal kehamilan dan ovoid (membulat) apabila kehamilan memasuki trimester kedua. Setelah 3 bulan kehamilan, volume uterus menjadi cepat bertambah sebagai akibat adanya pertumbuhan yang cepat pula dari konsepsi dan produk ikutannya. Seiring dengan semakin membesarnya uterus, korpus uteri dan fundus semakin keluar dari rongga pelvik sehingga lebih sesuai disebut sebagai organ abdomen.
Pertumbuhan uterus ke arah kavum abdomen disertai dengan sedikit rotasi kea rah kanan sumbu badan ibu atau dikenal dengan istilah dekstrorotasi. Kodisi ini disebabkan oleh adanya kolon rektosigmoid yang mengisi sebaggian besar ruang abdominopelvikum kiri. Kecepatan pembesaran uterus pada primigravida dan multi gravida dapat sedikit berbeda (kisaran 1-2 minggu) dan ini menimbulkan variasi dalam estimasi besar uterus pada permulaan pemeriksaan kehamilan awal atau trausia kehamilan edngan menggunakan titik anatomi tertentu (misalnya fundus uteri setinggi umbilicus).

b. Serviks uteri
Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (perbatasan atau menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jaringan-jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam organ vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding), dengan lubang okstium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum (dalam, arah cavum).
Sebelum melahirkan lubang externum berupa bulatan kecil, setelah pernah atau riwayat melahirkan bentuknya berupa garis melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, seringgi spina ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptide dan air. Ketebalan mukosa dan viskovitas lender serviks dipengaruhi oleh siklus haid.

c. Corpus uteri
Terdiri dari: paling luar, lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum uteri di intra abdomen, tengah lapisan muscular/myometrium berupa otot polos 3 lapis (dari luar ke dalam, arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormone ovarium. Posisi corpus intra abdomen mendatar dengan flesi ke anterior fundus uteri berada di atas vesica urinaria. Proporsi ukuran corpus terhadap isthmus dans erviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan perempuan.
d. Ligamenta penyangga uterus
Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinal, ligamentum ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum infundibulopelvicum, ligamentum vesicouterina, ligamentum rektouterina.
e. Vaskularisasi uterus
Terutama dari arteri uterine cabang arteri hipolastica dari iliaca interna, serta arteri ovarica cabang aorta abdominalis.
f. Salping/tuba falopii
Embriologik uterus dan tuba berasal dari duktus muleri. Sepasan tuba kiri kanan panjang 8-14 cm berfungsi sebagai jalan transportassi ovum dari ovarium sampai kavum uteri. Diding tuba terdiri atas 3 lapisan: serosa, muscular (longitudinal dan sirkular), serta mukosa dengan epitel bersilia. Bagian ini terdiri dari pars interstitialis, pars isthimica, pars ampularis, serta pars infundibulum dengan fimbria, dengankarakteristik silia dan ketebalan dinding yang berbeda pada setiap bagian.
g. Pars istmica (proksimal/isthmus)
Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendli transfer gamet.
h. Pars ampularis (medial/ampula)
Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini.
i. Pars infundibulum (distal)
Dilengkapi dengan fimbrie serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi untuk menangkap ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba
j. Mesosalping
Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus).
k. Ovarium
Organ endrokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kiri-kanan. Ovarium dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf, terdiri dari korteks dan medulla. Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial dilapisan terluar epitel ovarium pada korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormone-hormone steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesterone oleh korpus luteum pasca ovulasi). Ovarium berhubungan dengan pars infundibulum tuba falopi melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae menangkap ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi. Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium. Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis.
Uterus tumbuh membesar primer, maupun sekunder, akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterine. Estrogen menyebabkan adanya hiperplasi jaringan., sedangkan progesterone berperan untuk elastisitas / kelenturan uterus. Taksiran kasar perbesaraan uterus pada perabaan tinggi fudus adalah:
- Tidak hamil/ normal: sebesar telur ayam ( 30 g)
- Kehamilan 8 minggu : telur bebek
- Kehamilan 12 minggu: telur angsa
- Kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis (pusat)
- Kehamilan 20 minggu: pinggir bawah pusat
- Kehamilan 24 minggu: pinggir atas pusat
- Kehamilan 28 minggu: sepertiga pusat (xyphoid)
- Kehamilan 32 minggu: pertengahan pusat (xyphoid)
- Kehamilan 32-42 minggu: 3 sampai 1 jari bawah xyphoid
2.2 Perubahan dan adaptasi psikologis dalam masa kehamilan
1. Pada kehamilan trimester I
Segera setelah konsepsi, kadar hormone progesterone dan estrogen dalam tubuh akan meningkat. Ini menyebabkan timbulnya mual dan muntah pada pagi hari, lemah, lelah, dan membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat dan seringkali membenci kehamilannya. Banyak ibu yang merasakan kekecewaan, penolakan, kecemasan, dan kesedihan. Seringkali, pada awal masa kehamilan ibu berharap untuk tidak hamil.
Pada trimester pertama, seorang ibu akan selalu mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. Setiap perubahan yang terjadi pada tubuh akan selalu diperhatikan secara seksama. Karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang ibu yang mungkin diberitahu atau dirahasiakan.
Hasrat untuk melakukan hubungan seksual, pada perempuan di trimester pertama ini berbeda-beda. Walau beberapa perempuan mengalami gairah seks yang lebih tinggi, kebanyakan mengalami penurunan libido selama periode ini. Libido sangat dipengaruhi oleh kelelahan, rasa mual, pembesaran payudara, keprihatinan, dan kekhawatiran.

2. Pada kehamilan trimester II
Trimester kedua biasanya ibu sudah merasa sehat. Tubuh ibu telah terbiasa dengan kadar hormone yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman karena hamil sudah berkurang. Ibu telah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi serta pikirannya secara lebih konstuktif. Pada trimester ini pula ibu mampu merasakan gerakan janinnya. Banyak ibu yang merasa terlepas dari rasa kecemasan dan rasa tidak nyaman, seperti yang dirasakan pada trimester pertama dan merasakan naiknya libido.

3. Pada kehamilan trimester III
Trimester ketiga seringkali disebut periode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Kadang ibu merasa khawatir bila bayinya lahir sewaktu-waktu. Ibu sering merasa khawatir kalau-kalau bayinya lahir tidak normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi bayinya dan cenderung menghindari orang atau benda apa saja yang dianggapnya membahayakan bayi.
Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada trimester ketiga dan banyak ibu merasa aneh atau jelek. Di samping itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima semasa hamil. Trimester tiga adalah saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan kebahagiaan dalam menanti seperti apa rupa bayi nantinya.
PERUBAHAN DAN ADAPTASI PSIKOLOGIS DALAM MASA KEHAMILAN
1. Trimester I
Trimester pertama sering dianggap sebagai periode penyesuaian. Penyesuaian yang dilakukan wanita adalah terhadap kenyataan bahwa ia sedang mengandung. Penerimaan tehadap kenyataan ini dan arti bagi semua ini bagi dirinyamerupakan tugas psikologis yang paling penting bagi dirinya. Salam trimester ini wanita menjadi ambivalen. Kurang lebih 80% wanita mengalami kekecewaan, penolakan, kecemasan, depresi, dan kesedihan. Akan tetapi bagi wanita terutama mereka yang telah merencanakan kehamilan atau telah berusaha keras untuk hamil, merasa suka cita sekaligus tidak tidak percaya bahwa dirinya telah hamil dan mencari bukti kehamilan pada setiap jengkal tubuhnya.
Hasrat seksual pada trimester pertama sangat bervariasi antara wanita satu dengan wanita yang lain. Meski beberapa wanita mengalami peningkatan hasrat seksual akan tetapi secara umum trimester pertama merupakan waktu terjadinya penurunana libido dan hal ini memerlukan komunikasi yang jujur dan terbuka terhadap pasangannya masing-masing. Banyak wanita merasakan kebutuhan kasih saying yang besar dan cinta kasih tanpa seks.
2. Trimester II
Trimester kedua sering di kenal sebagai periode kesehatan yang baik, yakni periode ketika wanita merasa nyaman dan bebas dari segala rasa ketidaknyamanan yang normal yang dialami oleh ibu hamil. Trimester kedua dibagi menjadi dua fase yakni fase pra-queckning dan pasca quickening. Quickening menunjukkan kenyataan adanya kehidupan yang terpisah , yang menjadi dorongan bagi wanita dalam melaksanakan tugas psikologis utamanya pada trimester ini yakni mengembangkan identitas sebagai ibu bagi dirinya sendiri, yang berbeda dari ibunya.
Sebagian besar wanita merasa lebih erotis selama trimester kedua,kurang lebih 80% wanita mengalami kemajuan yang nyata dalam hubungan seksual mereka dibandingkan dengan trimester I dan sebelum hamil. Trimester kedua hamper terbebas dari segala ketidaknyamanan fisik, dan ukuran perut wanita belum menjadi masalah besar, lubrikasi vagina menjadi semakin banyak pada masa ini, kekemasan, kekhawatiran dan masalah – masalah yang sebelumnya menimbulkan ambivalensi pada wanita tersebut mereda, dan ia telah mengalami perubahan dari seorang menuntut kasih sayang dari ibunya menjadi seorang pencari kasih sayang dari pasangannya, dan semua factor ini turut mempengaruhi peningkatan libido dan kepuasan seksual.
3. Trimester III
Trimester ketiga ini sering disebut periode penantian dengan penuh kewaspadaan. Ia mulai menyadari kehadiran bayi sebagi makhluk yang terpisah sehingga ia tidak sabar menantikan kelahiran sang bayi. Dan dalam trimester ini merupakan waktu persiapan yang aktif menantikan kelahiran bayinya. Hal ini membuat ia berjaga-jaga dann menunggu tanda dan gejala persalinan.
Sejumlah ketakutan muncul dalam trimester ini yaitu merasa cemas dengan kehidupan bayinya dan dirinya sendiri, seperti : apakah bayinya nanti akan lahir abnormal, terkait dengan persalinan dan pelahiran (nyeri, kehilangan kendali dan hal –hal lain yang tidak diketahui), apakah ia akan menyadari bahwa ia akan bersalin, atau bayinya tidak mampu keluar karena perutnya sudah luar biasa besar, atau apakah organ vitalnya akan mengalami cedera akibat tendangan bayi.
Ia juga mengalami proses duka lain ketika ia mengantisipasi hilangnya perhatiuan dan hakisstimewa khusus lain selama ia hamil, pepisahan antara ia dan bayinya tidk dapat dihindari, dan perasaan kehilangana karena uterusnya yang penuh tiba – tiba akan mengempis dan kosong.
Wanita akan kembali merasakan ketidaknyamanan fisik yang semakin kuat menjelang akhir kehamilan. Ia akan merasa canggung, jelek,berantakan dan memerlukan dukungan yang sangat besar dan konsisten dari pasangannya. Hasrat untuk melakukan hubungan seksual akan menghilang seiring dengan membesarnya abdomen yang menjadi penghalang. Alternative possisi dalam berhubungan seksual dan metode alternative untuk mencapai kepuasan dapat membantu atau dapat menimbulkan perasaan bersalah jika ia merasa tidak nyaman dengan cara- cara tersebut. Berbagi perasaan secara jujur dengan pasngan dan konsultasi mereka dengan tenaga kesehatan khususnya bidan menjadi sangat penting.

PERUBAHAN PERILAKU PADA IBU HAMIL
Setiap ibu yang mengalami kehamilan pasti ada perubahan perilaku pada si ibu ini semua di perngaruhi oleh perubahan hormonal. Saat memutuskan untuk hamil suami dan istri harus benar-benar siap dengan segala perubahan yang akan terjadi nanti pada si ibu baik perubahan fisik dan perilaku, agar suami maupun istri siap menghadapinya. Jangan sampai perubahan ini membuat pasangan jadi tidak harmonis.
1. CENDERUNG MALAS Para suami perlu memahami bahwa kemalasan ini bukan timbul begitu saja, melainkan pengaruh perubahan hormonal yang sedang dialami istrinya. “Jadi tidak ada salahnya bila suami menggantikan peran istri untuk beberapa waktu. Misalnya dengan menggantikannya membereskan tempat tidur, membuat kopi sendiri.
2. LEBIH SENSITIF Biasanya, wanita yang hamil juga berubah jadi lebih sensitif. Sedikit-sedikit tersinggung lalu marah. apa pun perilaku ibu hamil yang dianggap kurang menyenangngkan, hadapi saja dengan santai. Ingatlah bahwa dampak perubahan psikis ini nantinya bakal hilang. Bukan apa-apa, bila suami membalas kembali dengan kemarahan, bisa-bisa istri semakin tertekan sehingga mempengaruhi pertumbuhan janinnya.
3. MINTA PERHATIAN LEBIH Perilaku lain yang kerap “mengganggu” adalah istri tiba-tiba lebih manja dan selalu ingin diperhatikan. Meskipun baru pulang kerja dan sangat letih, usahakan untuk menanyakan keadaannya saat itu. Perhatian yang diberikan suami, walau sedikit, bisa memicu tumbuhnya rasa aman yang baik untuk pertumbuhan janin. Demikian pula ketika istri merasakan pegal-pegal dan linu pada tubuhnya. Istri sering meminta suami untuk mengusap tubuhnya. Sebaiknya lakukan sambil memberikan perhatian dengan mengatakan bahwa hal ini memang sering dialami wanita yang sedang hamil dan diperlukan kesabaran untuk menghadapinya.
4. GAMPANG CEMBURU Tak jarang, sifat cemburu istri terhadap suami pun muncul tanpa alasan. Pulang telat sedikit saja, istri akan menanyakan hal macam-macam. Mungkin, selain perubahan hormonal, istri pun mulai tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya. Ia takut bila suaminya pergi dengan wanita lain. Untuk menenangkannya, suami perlu menjelaskan dengan bijaksana bahwa keterlambatannya dikarenakan hal-hal yang memang sangat penting dan bukan karena perselingkuhan. Bila perlu, ceritakan dengan terperinci aktivitas.
Waspadai Perubahan Berlebihan

Perubahan perilaku pada ibu hamil, jika kadarnya masih normal, tidak akan mengganggu proses tumbuh kembang janin. Namun, ada batasan yang mesti diwaspadai, yakni saat perilaku ibu sudah “keterlaluan”. Kriteria keterlaluan memang terkesan rancu, tapi yang pasti waspadai jika ibu terlihat dilanda kecemasan berlebih atau stres sehingga perilakunya bisa “membahayakan” janin. Misalnya, kemalasan ibu sampai membuatnya masa bodoh dengan kehamilannya. Atau kemarahan yang terjadi sudah sering berubah menjadi amukan. kondisi psikis yang terganggu akan berdampak buruk pada aktivitas fisiologis dalam diri ibu. Umpamanya, suasana hati yang kelam dan emosi yang meledak-ledak dapat mempengaruhi detak jantung, tekanan darah, produksi adrenalin,
aktivitas kelenjar keringat dan sekresi asam lambung. Di samping itu, dapat pula
memunculkan gejala fisik seperti letih, lesu, gelisah, pening, dan mual. Semua dampak ini akhirnya akan merugikan pertumbuhan janin karena si kecil sudah dapat merasakan dan menunjukkan reaksi terhadap stimulasi yang berasal dari luar dirinya. Apalagi masa trimester pertama merupakan masa kritis menyangkut pembentukan organ tubuh janin. Oleh karena itu, walaupun sifat pemalas, pemarah, sensitif, dan manja wajar muncul di masa hamil, Banyak hal yang bisa dilakukan. Jika perubahan ini ditanggapi secara positif, baik ibu maupun janin akan lebih sehat kondisinya. Inilah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan munculnya dampak psikis yang negatif.
1. Menyimak Informasi Seputar kehamilan Berbagai informasi mengenai kehamilan bisa didapat dari buku, majalah, koran, tabloid, atau situs kehamilan di internet. Dengan mengetahui akar masalah yang terjadi maka ibu bisa lebih tenang menghadapi kehamilan. Ibu pun jadi tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, jika tidak berusaha mencari tahu terhadap perubahan pada dirinya, tak mustahil akan timbul berbagai perasaan yang mungkin saja sangat mengganggu kondisi psikis.
2. Kontrol Teratur Kontrol bisa dilakukan pada dokter kandungan atau bidan. Saat konsultasi, ibu bisa menanyakan tentang perubahan psikis yang dialami. Biasanya, bila ibu perlu penanganan lebih serius, dokter atau bidan akan menganjurkan ibu untuk menemui psikolog atau psikiater yang dapat membantu kestabilan emosi.
3. Perhatian Suami Perhatian yang diberikan oleh suami bisa membangun kestabilan emosi ibu. Misalnya, ibu bisa saja meminta suami untuk menemaninya berkonsultasi ke dokter atau bidan agar merasa lebih nyaman karena ada perhatian dari pasangan.
4. Jalin Komunikasi Jangan pernah menutupi perubahan psikis yang terjadi, tetapi komunikasikanlah hal itu kepada suami. Dengan begitu diharapkan suami bisa berempati dan mampu memberi dukungan psikologis yang dibutuhkan. Dukungan dari lingkungan, terutama suami, sangat berpengaruh terhadap kestabilan emosi ibu hamil. Sebaliknya, perasaan ibu hamil yang dipendam sendiri tidak akan membawa perubahan. Suami tetap tidak acuh dan masalah ibu jadi berkepanjangan.
5. Beraktivitas Sangat dianjurkan agar ibu mencari aktivitas apa pun yang dapat meredakan gejolak perubahan psikis. Bisa dengan menjahit, melukis, bermain musik, atau apa pun. Umumnya, ibu yang aktif di luar rumah bisa mengatasi berbagai perubahan psikisnya tersebut dengan lebih baik.
6. Perhatikan Kesehatan Tubuh yang sehat akan lebih kuat menghadapi berbagai perubahan, termasuk perubahan psikis. Kondisi ini bisa terwujud dengan berolahraga ringan dan memperhatikan asupan gizi. Hindari mengonsumsi makanan yang dapat membahayakan janin, seperti makanan yang mengandung zat-zat aditif, alkohol, rokok, atau obat-obatan yang tidak dianjurkan bagi kehamilan.
7. Relaksasi Bila ingin mendapatkan perasaan yang lebih relaks, ibu bisa mengatasinya dengan mendengarkan musik lembut, belajar memusatkan perhatian sambil mengatur napas, senam yoga, dan bentuk relaksasi lainnya.
sist mohon bantuannya dong...

Doi ane sekrang lg sibuk nyari judul buat KTI tp doi ane bingung banget, udah nyari" ke sini ke sana dan saat di kasih ke dosen di tolak terus judulnya.

Kalau bisa ane minta judul buat KTI dan referensinya sist
nais trit
ijin bookmark ya
cuma bisa bantu
Akhirnya di konfir juga
Quote:Original Posted By skanking06
sist mohon bantuannya dong...

Doi ane sekrang lg sibuk nyari judul buat KTI tp doi ane bingung banget, udah nyari" ke sini ke sana dan saat di kasih ke dosen di tolak terus judulnya.

Kalau bisa ane minta judul buat KTI dan referensinya sist


Ah elaah maaf lama g buka trit jd g tau apa yang ngpost disini. Pasti udh ujian kti ini berhasilkan gan
Quote:Original Posted By viracarissa
cuma bisa bantu
tks

Quote:Original Posted By pyzonet
Akhirnya di konfir juga


×