Poll: Request bikin sub forum property yuk.biar tambah pengalaman

This poll will close on 26-06-2040 17:31

View Polling Result
Setuju 99% (164 votes)
tidak setuju 1% (2 votes)
Quote:Original Posted By sasakiryuga


marketing gk melulu bisa di percaya. kalo ingat kasus pertokoaan di mangga dua.

pembeli yang udah tua atau gk gitu ngerti banyak yang ketipu. dikiranya milik taunya beli aka sewa 20 tahun.
pas abis ribut-ribut. sampe ngecharge hp di mal aja di pidana in. dibilang pencurian listrik

coba cari info juga dari pihak yang netral.


betull..
info sebaiknya didapat sebanyak banyaknya dan selengkap lengkapnya..
malah lebih bagus kalo ada second info,
Mau tanya dong Gan, klo beli rumah dengan deposito "0" kira2x bisa tembus ga yah Gan?

Trus ngajuin pinjaman di Bank di Jakarta tapi bawa rekening luar negeri dan bawa bukti gaji dari luar negeri bisa ga?

Status masih PR koq jd harusnya ga ada masalah kan yah Gan? Sengaja kaga dimatiin emang WNI-nya. Uda lamaaa padahal Gan di luar.
Quote:Original Posted By purp83
Mau tanya dong Gan, klo beli rumah dengan deposito "0" kira2x bisa tembus ga yah Gan?

Trus ngajuin pinjaman di Bank di Jakarta tapi bawa rekening luar negeri dan bawa bukti gaji dari luar negeri bisa ga?

Status masih PR koq jd harusnya ga ada masalah kan yah Gan? Sengaja kaga dimatiin emang WNI-nya. Uda lamaaa padahal Gan di luar.


relatif juga sih gan,ga bisa disamain dan dipastikan bank akan reject atau acc,karena hal seperti ini juga jarang ditemui,
ane sarankan mending agan tanya aja langsung dengan bagian kredit dari bank yang inginkan.biar lebih jelas.
kalo liat thread beginian, ane jadi inget motivator Tung Desem Waringin nih gan
beli rumah dicicil terus disewakan, harga sewanya lebih mahal dari cicilan rumah, terus dapet margin deh
gan, sy baru ada rencana untuk membeli rumah. statusnya rumah baru, bukan perumahan. rumahnya dibangun oleh seorang pengusaha gtu gan.

sy mau minta pendapat dari agan2 yang sudah berpengalaman, kira2 apa saja yg perlu ditanyakan saat nego harga ya? yg sy baca2 ada biaya notaris, biaya pajak BPTHB, biaya balik nama, apraisal, provisi (bedanya provisi dan apraisal apa si gan?), asuransi. apakah itu semua pasti dibebankan ke pembeli rumah? apa ada tambahan biaya lain yang harus disiapkan selain uang muka?

btw uang muka dibayarkan ke bank atau ke yang jual rumah? apa perlu notaris juga saat pembayaran uang muka? atau cukup kuitansi?

Thanks gan


Quote:Original Posted By clarkynoel
gan, sy baru ada rencana untuk membeli rumah. statusnya rumah baru, bukan perumahan. rumahnya dibangun oleh seorang pengusaha gtu gan.

sy mau minta pendapat dari agan2 yang sudah berpengalaman, kira2 apa saja yg perlu ditanyakan saat nego harga ya? yg sy baca2 ada biaya notaris, biaya pajak BPTHB, biaya balik nama, apraisal, provisi (bedanya provisi dan apraisal apa si gan?), asuransi. apakah itu semua pasti dibebankan ke pembeli rumah? apa ada tambahan biaya lain yang harus disiapkan selain uang muka?

btw uang muka dibayarkan ke bank atau ke yang jual rumah? apa perlu notaris juga saat pembayaran uang muka? atau cukup kuitansi?

Thanks gan




yang pertama dan yang terpenting untuk di tanyakan adalah mengenai obyek rumah itu sendiri gan, di pagewan uda ane bisikin sebagian yang perlu ditanyakan.

untuk biaya notaris, biaya pajak BPTHB, biaya balik nama, provisi dan asuransi pada dasarnya dibayarkan oleh kreditor atau peminjam dalam hal ini agan selaku pembeli rumah. namun ada beberapa developer yang saya temukan sudah membebaskan biaya itu. jika ketentuan ini tidak ada maka agan harus bayar sendiri dan memang nilainya cukup besar. sebagai tambahan jika agan membayarsendiri biAYa2 ini maka biaya itu diluar uang muka. artinya selain uang mka agan juga bayar biaya2 ini.

uang muka dibayar kedeveloper atau yang jual rumah gan. untuk uang muka biasanya cukup kwitansi aja,tapi yang terpenting adalah saat tanda tangan surat pemesanan rumah mesti didepan notaris.


Quote:Original Posted By xjapanboyX1
kalo liat thread beginian, ane jadi inget motivator Tung Desem Waringin nih gan
beli rumah dicicil terus disewakan, harga sewanya lebih mahal dari cicilan rumah, terus dapet margin deh


yang jadi problem, cari rumah yang sewa sama cicilan besar sewa itu susah pak

Quote:Original Posted By clarkynoel
gan, sy baru ada rencana untuk membeli rumah. statusnya rumah baru, bukan perumahan. rumahnya dibangun oleh seorang pengusaha gtu gan.

sy mau minta pendapat dari agan2 yang sudah berpengalaman, kira2 apa saja yg perlu ditanyakan saat nego harga ya? yg sy baca2 ada biaya notaris, biaya pajak BPTHB, biaya balik nama, apraisal, provisi (bedanya provisi dan apraisal apa si gan?), asuransi. apakah itu semua pasti dibebankan ke pembeli rumah? apa ada tambahan biaya lain yang harus disiapkan selain uang muka?

btw uang muka dibayarkan ke bank atau ke yang jual rumah? apa perlu notaris juga saat pembayaran uang muka? atau cukup kuitansi?

Thanks gan




provisi itu cuma ada kalo kamu KPR. itu ibaratnya fee. biasanya 1%
apraisal itu biaya untuk menilai rumah tsb. beberapa ratus ribu tergantung rumah, kadang bisa jutaan juga.

DP ke yang punya rumah dung, yang perlu dipastiin tuh rumah bener punya dia bukan?
nanti bank baru lunasin ke penjual, dan tagih cicilan ke kamu.
pajak pembeli tangungan kamu
AJB bisa nego tapi biasanya pembeli yang kena.
Quote:Original Posted By grahawidya


yang pertama dan yang terpenting untuk di tanyakan adalah mengenai obyek rumah itu sendiri gan, di pagewan uda ane bisikin sebagian yang perlu ditanyakan.

untuk biaya notaris, biaya pajak BPTHB, biaya balik nama, provisi dan asuransi pada dasarnya dibayarkan oleh kreditor atau peminjam dalam hal ini agan selaku pembeli rumah. namun ada beberapa developer yang saya temukan sudah membebaskan biaya itu. jika ketentuan ini tidak ada maka agan harus bayar sendiri dan memang nilainya cukup besar. sebagai tambahan jika agan membayarsendiri biAYa2 ini maka biaya itu diluar uang muka. artinya selain uang mka agan juga bayar biaya2 ini.

uang muka dibayar kedeveloper atau yang jual rumah gan. untuk uang muka biasanya cukup kwitansi aja,tapi yang terpenting adalah saat tanda tangan surat pemesanan rumah mesti didepan notaris.


Quote:Original Posted By sasakiryuga


yang jadi problem, cari rumah yang sewa sama cicilan besar sewa itu susah pak



provisi itu cuma ada kalo kamu KPR. itu ibaratnya fee. biasanya 1%
apraisal itu biaya untuk menilai rumah tsb. beberapa ratus ribu tergantung rumah, kadang bisa jutaan juga.

DP ke yang punya rumah dung, yang perlu dipastiin tuh rumah bener punya dia bukan?
nanti bank baru lunasin ke penjual, dan tagih cicilan ke kamu.
pajak pembeli tangungan kamu
AJB bisa nego tapi biasanya pembeli yang kena.



Thanks ya gan infonya.
kalo beli rumah dari developer, status HGB, apa perlu segera ditingkatkan ke SHM? apa beda HGB dgn hak sewa, dan girik ?
saat usai proses AJB di notaris/ppat, kita dapet berkas apa aja, dan sertifikat rumah yg telah dibaliknama itu diambil di ppat/notaris atau develOper? brapa bulan jadinya sertifikat setelah proses ttd AJB ?
Quote:Original Posted By craycent
kalo beli rumah dari developer, status HGB, apa perlu segera ditingkatkan ke SHM? apa beda HGB dgn hak sewa, dan girik ?
saat usai proses AJB di notaris/ppat, kita dapet berkas apa aja, dan sertifikat rumah yg telah dibaliknama itu diambil di ppat/notaris atau develOper? brapa bulan jadinya sertifikat setelah proses ttd AJB ?


hak sewa itu artinya kamu hanya ada hak sebagai penyewa, yang akan hilang seiring waktu.(inget kasus pengusuran rusun pulomas? nah itu karena hak sewa tlah habis.)
hak guna mirip hak sewa, tapi statusnya lebih kuat.
nah hak guna itu bisa di dilahan yang hak sewa/kelola atau hak milik.
girik itu surat keterangan dari kelurahan setempat atas kepemilikan tanah.

kalo bisa SHM bagus dinaikin. untuk rumah tinggal ya. kalo untuk investasi boleh ditunda.

AJB masing2 pihak dapet penjual dan pembeli, notaris tentu punya salinan nya juga.
sertifikat 2-3 bulan jadi.

lengkapnya bisa tanya Ujang_Ado di sebelah.
maybe i wrong but i doubt it.
ninggalib jejak dl y gan
Quote:Original Posted By craycent
kalo beli rumah dari developer, status HGB, apa perlu segera ditingkatkan ke SHM? apa beda HGB dgn hak sewa, dan girik ?
saat usai proses AJB di notaris/ppat, kita dapet berkas apa aja, dan sertifikat rumah yg telah dibaliknama itu diambil di ppat/notaris atau develOper? brapa bulan jadinya sertifikat setelah proses ttd AJB ?


ga perlu buru2 gan,santai aja, bersertifikat hgb bukan berarti lantas tidak di akui.cuman ya lebih baik aja di tingkatkan jadi SHM.
setelah proses ajb,nanti agan dapat salinan surat akad perjanjian lalu fotokopi sertifikat(kalo pake kpr).beberapa berkas lain mungkin bervariasi tergantung ketentuan.
sertifikat yang sudah dibaliknama bisa di bannk kalo kpr,kalo ga kpr ya berarti di notaris.kalo sudah split ya bisa segera di ambil.
Asli, pas banget infonya dg yg ane cari

Thanks gan

Siap ane praktekkan
ninggalin jejak dlu deh gan.
ane rencana jg mau ambil rmh di daerah calon istri di surabaya, brhubung harga rmh di surabaya udah selangit, makanya mulai cari di pinggiran surabaya. akhirnya ada pilihan di sidoarjo perbatasan surabaya. kira2 gmn dgn dampak lumpur ya gan?
harga yg ditawarkan 313jt UM 60an, penghasilan ane dan calon @6jt. kira kira dgn KPR 250jt, bs diapprove ga ya gan klo ambil 10thn? rencana akan diatasnamakan calon, krn dia yg domisili deket sana, umur masih 23th. rencananya akan diangsur secara bersama (ane+calon). tp karena kami blm merrid kira2 bs diapprove ga ya gan?
Quote:Original Posted By fandit
ninggalin jejak dlu deh gan.
ane rencana jg mau ambil rmh di daerah calon istri di surabaya, brhubung harga rmh di surabaya udah selangit, makanya mulai cari di pinggiran surabaya. akhirnya ada pilihan di sidoarjo perbatasan surabaya. kira2 gmn dgn dampak lumpur ya gan?
harga yg ditawarkan 313jt UM 60an, penghasilan ane dan calon @6jt. kira kira dgn KPR 250jt, bs diapprove ga ya gan klo ambil 10thn? rencana akan diatasnamakan calon, krn dia yg domisili deket sana, umur masih 23th. rencananya akan diangsur secara bersama (ane+calon). tp karena kami blm merrid kira2 bs diapprove ga ya gan?


butuh surat nikah kalau yang angsur berdua

terus untuk plafon 250 jt waktu 10 tahun, saya lihat di tabel kpr, angsurannya sekitar 3 jutaan, sekali lagi kalian tidak memenuhi syarat bank, karena angsuran meebihi 50% penghasilan kalian....sebaiknya pilih jangka waktu terlama 15 tahun kalau pas2an



terus pendapat pribadi saya:
- mengangsur berdua dengan istri tidak recommend, calon kamu mungkin sekarang bilang cinta mati padamu, tapi tidak ada yang tahu kedepannya

saya kenal pasangan suami istri umur 30an....rumah mereka di beli oleh orang tua si istri secara tunai, tapi suaminya harus setiap bulan mengangsur ke orang tua si istri....setiap kali berantem, si istri mengusir si suami keluar seolah2 suami ga berhak atas rumah itu

wanita pada umumnya perhitungan, apalagi kalau mengenai uang, lihat saja sekelompok wanita kalau keluar makan bareng, pasti tagihan masing2 di hitung sampai pas banget.....bila suatu saat terjadi hal2 yang tidak di inginkan antara kamu dan calonmu itu, hal2 seperti ini mungkin di ungkit

seperti kata pepatah "cinta itu buta"....kalau cintanya sudah pudar, baru matanya terbuka

- kedua, menyediakan rumah / sarang sudah selayaknya ialah kewajiban pria, bila pria tidak bisa melakukan kewajibannya, seringkali pria tersebut akan di pandang rendah / kehilangan power di mata istri atau keluarganya, kecuali kalau istri dan keluarganya sangat baik dan pengertian

- dengan menyerahkan rumah atas nama istri, kamu menyerahkan power kamu ke istri, dan berhati-hatilah....suatu saat kamu mungkin bisa kehilangan semuanya sekaligus (istri, rumah dan mungkin anak)
wah makasih gan sarannya ttg atas nama rumah.
penghasilan kami berdua @6jt, klo digabung 12jt, masih ga memenuhi syarat kpr 10thn ya gan?
Quote:Original Posted By fandit
wah makasih gan sarannya ttg atas nama rumah.
penghasilan kami berdua @6jt, klo digabung 12jt, masih ga memenuhi syarat kpr 10thn ya gan?


opss kirain berdua 6jt

tapi sayang kalian belum bisa menggabungkan penghasilan sekarang

kalau kalian berencana untuk nikah dulu dan urus surat nikah, ada masalah lain lagi....pasti uang untuk DP rumah kepotong di biaya pernikahan

nah serba salah kan?

kalau benar2 niat untuk sama2 bayar, mungkin coba ajukan kpr sendiri aja, buat penghasilan calon seolah-olah seperti penghasilanmu (tapi saya pribadi tidak rekomendasikan cara ini)
Para agan semua, mau tanya lokasi rumah yg mgkn bs sy beli d skitar jakarta, klo dp 20%, ane brani hrga yg 500jt max. Tp klo dp 30% harga rumah palingan 300 jt max. Penghasilan kami bdua skitar 16jt.
Pengennya yg msh bs akses ke jaksel cukup mudah dgn transport umum. Mgkn agan2 ada saran dmn lokasi yg memungkinka.

Thx sebelumnya..
Quote:Original Posted By masbent
Para agan semua, mau tanya lokasi rumah yg mgkn bs sy beli d skitar jakarta, klo dp 20%, ane brani hrga yg 500jt max. Tp klo dp 30% harga rumah palingan 300 jt max. Penghasilan kami bdua skitar 16jt.
Pengennya yg msh bs akses ke jaksel cukup mudah dgn transport umum. Mgkn agan2 ada saran dmn lokasi yg memungkinka.

Thx sebelumnya..


wah kurang tau kalau jaksel, jagakarsa masih murah, tapi terlalu pinggiran

tapi untuk budget 300jt, kalau di jakarta manapun sepertinya paling mentok cuma dapat rumah dalam gang

500 juta juga sangat sulit di temui rumah dengan jalan akses yang bagus

biasa orang dengan budget segitu, pilihan salah satunya kalau mau tempat tinggal yang lebih nyaman ialah apartemen

seperti kata ahok "orang dengan penghasilan 20 juta di jakarta tidak bisa beli rumah bagus" (terutama benar kalau tidak punya modal awal)
Iya si, udh survei d pinggir jkt aj udh tinggi bgt, pdhl lokasi cuma jalan masuk 1 mobil..

Hah..nasib..nasib..