KASKUS

Selamat Tahun Baru
...Medioen...

2013

Quote:Original Posted By macan8
Selamat Tahun Baru
...Medioen...

2013



Keadaane rame banget gan.
Tapi sayang kembang api cuma 15menit.
Quote:Original Posted By letnankimi


Keadaane rame banget gan.
Tapi sayang kembang api cuma 15menit.


lha kok cuman 15 menit biasane suwi gan?
Quote:Original Posted By macan8


lha kok cuman 15 menit biasane suwi gan?


Iyo gan. Mungkin dana ne kanggo nanggap Sera.
Wingi enek Sera.

Info dari teman: beberapa pengendara sepeda motor yang ugal2an di daerah IKIP, diseret warga ke pos polisi karena dianggap mengganggu, katanya sih berisik banget
Quote:Original Posted By letnankimi


Iyo gan. Mungkin dana ne kanggo nanggap Sera.
Wingi enek Sera.

Info dari teman: beberapa pengendara sepeda motor yang ugal2an di daerah IKIP, diseret warga ke pos polisi karena dianggap mengganggu, katanya sih berisik banget


oalah enek sera...

wkwkwk... kapok gan kapok.... salahe ugal-ugalan
mesti gawe knalpot wer-wer yo... hahah
met malem RAE
met pagi RAE.....
po enek uwong isuk-isuk ngene?



Original Post by
Macan8 on KasKus
Visited
MyFanpage
s
Ngawi - Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berada dalam kondisi siaga satu banjir akibat tingginya debit air Bengawan Solo dan Bengawan Madiun, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
setempat Eko Heru Cahyono, Kamis. Ia mengatakan siaga satu banjir yang ditetapkan di Ngawi juga dilakukan menyusul hujan yang terus menerus turun di daerah hulu seperti Kabupaten Ponorogo dan Kabuapten Madiun. "Pada Rabu (2/1) menjelang tengah malam, alat pendeteksi dini banjir atau "Early Warning System" (EWS) di Jembatan
Purwosari Kecamatan Kwadungan sempat menyala, dari biru ke kuning. Itu artinya ada peningkatan jumlah air yang melewati sungai di bawahnya. Namun beruntung setelah itu turun menjadi kuning yang artinya air surut," ujar Eko. Menurut dia, bila lampu alat EWS menyala merah bisa dipastikan daerah di sekitar Jembatan Purwosari yaitu sejumlah desa di Kecamatan Kwadungan dan Kecamatan Pangkur telah mengalami banjir.

"Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan dari warga yang menyatakan telah terjadinya banjir di wilayah Ngawi," kata Eko Heru. Ia menjelaskan di Kecamatan Kwadungan setidaknya ada 11 desa yang rawan terjadi banjir. Sedangkan di Kecamatan Pangkur ada empat desa yang rawan banjir. Daerah tersebut tercatat lebih rendah dari daerah lain dan akan menjadi lokasi limpasan air bila terjadi hujan di daerah hulu.

Kondisi ini akan lebih parah bila di Sungai Bengawan Solo juga terjadi peningkatan ketinggian air sebab air tidak akan mengalir ke sungai tapi kembali ke pemukiman penduduk.
"Akibat kondisi tersebut, wilayah Kabupaten Ngawi saat ini kami tetapkan
dalam kondisi siaga satu banjir. Terlebih di daerah pinggiran Sungai Bengawan Madiun dan Bengawan Solo. Ketinggian air saat ini di Bengawan Solo dan Bengawan Madiun mencapai sekitar 7,1 meter hingga 7,3 meter," ungkap Eko.

Ia menambahkan, sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterimanya, diprediksi selama beberapa hari ke depsn hujan lebat akan terus turun. Karena itu pihaknya melakukan sejumlah langkah antisipasi di antaranya menyiapkan perahu karet, tenda evakuasi, lokasi aman untuk evakuasi, hingga sarana telekomunikasi yang bekerja sama dengan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) setempat. "Petugas yang akan melakukan evakuasi juga sudah siap selama 24 jam. Mulai dari satgas, TNI, Polri, hingga relawan. Kami
juga terus berkoordinasi dengan perangkat desa yang rawan banjir. Warga juga diimbau untuk waspada terhadap banjir," katanya. (*)
Quote:Original Posted By letnankimi
Ngawi - Kabupaten Ngawi, Jawa Timur,
berada dalam kondisi siaga satu banjir
akibat tingginya debit air Bengawan Solo
dan Bengawan Madiun, kata Kepala Badan
Penanggulangan Bencana Daerah
setempat Eko Heru Cahyono, Kamis. Ia mengatakan siaga satu banjir yang
ditetapkan di Ngawi juga dilakukan
menyusul hujan yang terus-menerus turun
di daerah hulu seperti Kabupaten
Ponorogo dan Kabuapten Madiun. "Pada Rabu (2/1) menjelang tengah
malam, alat pendeteksi dini banjir atau
"Early Warning System" (EWS) di Jembatan
Purwosari Kecamatan Kwadungan
sempat menyala, dari biru ke kuning. Itu
artinya ada peningkatan jumlah air yang melewati sungai di bawahnya. Namun
beruntung setelah itu turun menjadi
kuning yang artinya air surut," ujar Eko. Menurut dia, bila lampu alat EWS menyala
merah bisa dipastikan daerah di sekitar
Jembatan Purwosari yaitu sejumlah desa
di Kecamatan Kwadungan dan Kecamatan
Pangkur telah mengalami banjir. "Beruntung, hingga saat ini belum ada
laporan dari warga yang menyatakan
telah terjadinya banjir di wilayah Ngawi,"
kata Eko Heru. Ia menjelaskan di Kecamatan Kwadungan
setidaknya ada 11 desa yang rawan
terjadi banjir. Sedangkan di Kecamatan
Pangkur ada empat desa yang rawan
banjir. Daerah tersebut tercatat lebih
rendah dari daerah lain dan akan menjadi lokasi limpasan air bila terjadi hujan di
daerah hulu. Kondisi ini akan lebih parah bila di Sungai
Bengawan Solo juga terjadi peningkatan
ketinggian air sebab air tidak akan
mengalir ke sungai tapi kembali ke
pemukiman penduduk. "Akibat kondisi tersebut, wilayah
Kabupaten Ngawi saat ini kami tetapkan
dalam kondisi siaga satu banjir. Terlebih di
daerah pinggiran Sungai Bengawan
Madiun dan Bengawan Solo. Ketinggian air
saat ini di Bengawan Solo dan Bengawan Madiun mencapai sekitar 7,1 meter hingga
7,3 meter," ungkap Eko. Ia menambahkan, sesuai informasi dari
Badan Meteorologi, Klimatologi dan
Geofisika (BMKG) yang diterimanya,
diprediksi selama beberapa hari ke depsn
hujan lebat akan terus turun. Karena itu pihaknya melakukan sejumlah
langkah antisipasi di antaranya
menyiapkan perahu karet, tenda
evakuasi, lokasi aman untuk evakuasi,
hingga sarana telekomunikasi yang
bekerja sama dengan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan Organisasi
Amatir Radio Indonesia (ORARI) setempat. "Petugas yang akan melakukan evakuasi
juga sudah siap selama 24 jam. Mulai dari
satgas, TNI, Polri, hingga relawan. Kami
juga terus berkoordinasi dengan
perangkat desa yang rawan banjir. Warga
juga diimbau untuk waspada terhadap banjir," katanya. (*)


ngawi sblah endi gan? sadulurku enten teng mriko
Quote:Original Posted By macan8


ngawi sblah endi gan? sadulurku enten teng mriko


Biasane Kwadungan gan.


JAKARTA, KOMPAS.com — Pelat nomor “DI 19” pada mobil listrik “Ferrari” Tucuxi milik Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tidak resmi. Kepolisian belum memberikan pelat nomor untuk mobil yang mengalami kecelakaan di Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Sabtu (5/1/2013) itu.

Wakil Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Wahyono mengatakan, kepolisian tidak bisa memberikan pelat nomor pada kendaraan yang belum memiliki sertifikat uji tipe.

Kode wilayah “DI” untuk pelat nomor kendaraan pun tidak ada di Indonesia. “Memang kode wilayah DI itu enggak ada. Moda transportasi yang digunakan oleh Bapak Menteri Dahlan Iskan ini dalam proses untuk mendapatkan sertifikat,” tutur Wahyono saat dihubungi Kompas.com, Minggu (6/1/2013).

Untuk diketahui, mobil tersebut belum memiliki sertifikat izin tipe mobil, seperti diungkapkan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan, Sabtu.

"Mobil listrik yang sudah dapat sertifikasi uji tipe adalah mobil listrik produksi Mitsubishi. Belum ada yang lain," ujarnya.

Menurut dia, uji coba di ruang publik sangat riskan jika kendaraan belum lolos uji. Selain itu, kendaraan yang digunakan di jalan juga harus mempunyai surat tanda nomor kendaraan.

Syarat mendapatkan STNK adalah sudah memiliki sertifikat uji tipe (SUT). Untuk mendapatkan SUT, uji tipe harus dilakukan.

Sementara itu Kasubdit Regident Dirlantas Polda Metrojaya Ajun Komisaris Besar Latif Usman menegaskan, kepolisian tidak pernah mengeluarkan pelat nomor ”DI 19” untuk Dahlan. Namun, dia enggan menjelaskan lebih lanjut dari mana Dahlan mendapatkan pelat nomor tersebut.

“Kepolisian tidak pernah mengeluarkan nomor itu,” ujarnya singkat.

Sebelumnya diberitakan, mobil listrik "Ferrari" Tucuxi mengalami kecelakaan saat dikendarai Menteri BUMN Dahlan Iskan di Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Sabtu.

Sistem rem mobil diduga tidak berfungsi dengan normal. Dahlan Iskan selamat dalam kecelakaan tersebut. Namun, mobil berwarna merah seharga miliaran rupiah itu rusak berat karena menabrak tebing.

Daripada Tidak Sama Sekali

Madiun - Pemerintah Kabupaten Madiun
memberikan bantuan kepada sejumlah
warga yang menjadi korban bencana
alam angin puting beliung di Desa
Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan,
Kamis. Bupati Madiun Muhtarom mengatakan,
bantuan diberikan kepada sekitar 23
kepala keluarga di setempat yang menjadi
korban bencana angin puting beliung pada
27 November 2012 lalu. Bantua yang
diberikan selain berupa uang tunai, juga diberikan dalam bentuk bahan pokok. "Nilai bantuan yang diberikan totalnya
mencapai Rp17 juta. Adapun besaran
bantuan yang diterima disesuaikan
dengan dampak atau kerusakan rumah
yang ditanggung oleh masing-masing
korban," ujar Bupati Muhtarom kepada wartawan. Menurut dia, bantuan yang diberikan
tersebut sifatnya hanya meringankan
beban, bukan mengganti kerusakan. Oleh
karena itu nilainya tidak sebesar kerugian
yang diderita oleh warga korban. Akibat bencana angin puting beliung pada
akhir tahun lalu, sejumlah rumah warga
rusak karena diterjang angin tersebut.
Rumah warga ada yang rusak parah,
rusak sedang, ataupun ringan. Selain memberikan bantuan kepada
korban bencana alam, Bupati Madiun
Muhtarom juga menyerahkan bantuan
berupa paket bahan pokok kepada 60
keluarga miskin di desa setempat.
Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban warga miskin dalam
pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara, Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun
mencatat, jelang akhir tahun 2012 lalu
telah terjadi lebih dari 38 bencana di
wilayah setempat. Sebanyak 38 kasus bencana alam tersebut
terdiri dari, banjir sebanyak lima kasus,
tanah longsor sebanyak sembilan kasus,
angin puting beliung sebanyak 10 kasus,
kebakaran sebanyak 13 kasus, dan konflik
sosial sebanyak satu kasus. Jumlah tersebut menurun jika dibanding
tahun sebelumnya, dimana bencana banjir
pada tahun 2010 terjadi sebanyak 30
kasus, tahun 2011 sebanyak enam kasus,
dan tahun 2012 sebanyak lima kasus. Sedangkan bencana tanah longsor pada
tahun 2010 terjadi sebanyak 32 kasus,
tahun 2011 sebanyak 15 kasus, dan tahun
2012 sebanyak sembilan kasus. (*)
eyip kabare medioon...???

Anton Minta Tahanan Kota

By radarmadiunweb - Fri Jan 11, 4:36 pm

MADIUN – Antonius Sudarmanta, komisioner KPUD Kota Madiun, akhirnya duduk di kursi pesakitan, kemarin (10/1). Pria asal Wonogiri itu berstatus terdakwa dan menjalani sidang perdana di PN Kota Madiun, dalam perkara dugaan penipuan penarikan komitmen fee sebesar Rp 1,87 miliar untuk mendatangkan proyek infrastruktur di Kabupaten Madiun tahun 2011. Besaran fee dihitung 7 persen dari nilai proyek yang dijanjikan sebesar Rp 25 miliar yang harus dibayar dimuka.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Setyo Hartono saat membacakan dakwaan menyebut, perbuatan terdakwa Antonius Sudarmanta dengan Antonioes Djaka Priyanto (tersangka berkas terpisah), antara bulan Juli-Agustus 2011, melakukan dugaan penipuan. Bambang menyebut, Antonius Sudarmanta didakwa dengan pasal 378 KUHP, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. ‘’Sekitar bulan Juli tahun 2011, mengatakan ke rekanan pengusaha jasa konstruksi yang ada di Kabupaten Madiun, bisa menurunkan dana dari Jakarta,’’ ujar Bambang.

Dalam materi dakwaan, disebutkan pada bulan Juli, Anton bertemu saksi Agus Pramono, salah seorang pemborong di kafe di Jalan Suhud Nosingo, Kota Madiun. Agus juga diminta Anton mengumpulkan rekanan jasa konstruksi lain di Kabupaten Madiun. Berikutnya, Agus menghubungi Pieter Hamonangan dan Totok Suprapto, terkait tawaran dari Anton. ’’Di bulan Agustus 2011, Anton kembali bertemu di kafe dengan lima pengusaha jasa konstruksi di Kabupaten Madiun,’’ ujarnya.

Mereka adalah Agus Pramono, Sigit Ahimsa, Totok Suprapto, Pieter Hamonangan dan Aries Setiadi. Dalam pertemuan itu, Anton mengatakan ada paket proyek yang bisa dikondisikan untuk wilayah Kabupaten Madiun. Yaitu proyek dana cadangan infrastuktur sebesar Rp 25 miliar. Proyek itu terbagi dalam dua tahap, masing-masing sebesar Rp 12,5 miliar. ’’Saudara Antonius mengatakan mempunyai hubungan dengan pihak di Jakarta,’’ jelasnya.

Karena dalam pertemuan itu belum yakin, lanjut Bambang Setyo, masih di bulan Agustus Anton kembali mengumpulkan kelimanya di tempat yang sama. Ikut hadir, Antonioes Djaka Priyanto dan Fachurrosy, keduanya dari Dinas PU Pengairan Kabupaten Madiun. ’’Antonius menanyakan proyek yang ditawarkan dan mengatakan yang sudah berhasil Kabupaten Sragen,’’ ujarnya.

Jika berminat, rekanan diminta menyediakan komitmen fee di depan sebesar 7 persen atau sebesar Rp 1,87 miliar. Janji Anton, jika proyek tidak turun maka fee dikembalikan. Dalam kesempatan itu, lanjutnya, Antonioes Djaka Priyanto dan Fachurrosy mengatakan sanggup untuk membantu masalah perencanaan proyek tersebut. ’’Anton meminta kedua pejabat tersebut mendukung penurunan proyek sekaligus diajak ke Jakarta,’’ jelasnya.

Saat berada di Jakarta, kata dia, Anton menghubungi Sigit Ahimsa, salah seorang pemborong untuk meminta uang tanda jadi sebesar Rp 250 juta. Saat itu uang ditransfer sebesar Rp 225 juta. Sekembali dari Jakarta, Anton mengumpulkan rekanan di kafe sebelumnya. Dalam kesempatan yang sama, Antonioes Djaka dan Fachurrosy meminta untuk disediakan uang perencanaan sebesar Rp 125 juta. ’’Terdakwa juga menunjukkan dokumen pencairan dana cadangan infrasktuktur Kabupaten Madiun,’’ ujarnya.

Karena percaya dengan tawaran Anton, kata dia, selanjutnya para pengusaha yang tergabung dalam asosiasi di Kabupaten Madiun mengumpulkan uang. Dalam materi dakwaan itu, Bambang Setyo menyebut ada 10 asosiasi dengan total Rp 1.699.500.000 Selanjutnya uang dikumpulkan ke Agus Pramono. Penyerahan tahap pertama Rp 250 juta, ke Anton. Penyerahan kedua, atas permintaan Anton sebesar Rp 500 juta untuk diberikan ke Priambodo, di kamar salah satu hotel di Jalan Pahlawan. Uang itu diserahkan Aries Setiadi, Agung Pramono, Adi Yuwono disaksikan Anton.

Sedangkan penyerahan ketiga, juga atas permintaan Anton, sebesar Rp 850 juta. Uang itu ditransfer Sigit Ahimsa dan Agung Pramono ke rekening atas nama Wasyono. Selain itu, juga diserahkan uang Rp 75 juta ke Antonioes Djaka Priyanto melalui saksi Totok Suprapto dan Pieter Hamonangan. Itu terkait permintaan untuk disediakan uang perencanaan sebesar Rp 125 juta. ’’Akan tetapi setelah uang diserahkan ternyata hingga saat ini proyek yang dijanjikan terdakwa Antonius Sudarmanta tidak terealisasi,’’ tegas Bambang Setyo.

Sementara itu, Mas Sri Mulyono, penasehat hukum Antonius Sudarmanta dalam persidangan kemarin menegaskan akan mengajukan eksepsi. Selain itu, menyerahkan permohonan pengalihan penahanan ke majelis hakim yang diketuai Bhaskara Praba Bharata, didampingi dua anggota, Arif Budi Cahyono dan Eryusman. Ditetapkan sidang lanjutan dengan agenda eksepsi pada Rabu (16/1), pekan depan. ’’Kami ajukan eksepsi karena Pak Anton keberatan atas dakwaan. Karena pada dasarnya menjadi korban dari Priambodo dan Wasyono, uang-uang masuk ke sana,’’ ujar Mas Sri Mulyono ditemui usai persidangan.

Mas Sri menambahkan, pihaknya juga mengajukan pengalihan sekaligus penangguhan penahanan. Dijelaskan, tenaga dan pikiran Anton dibutuhkan oleh KPUD Kota Madiun. Dijelaskan, saat ini di Kota Madiun juga menjelang pilkada. Sehingga, Anton cukup menjadi tahanan kota. ’’Saya ajukan, tergantung majelis hakim memutuskan,’’ jelasnya.
Terkait keterlibatan Antonioes Djaka dan Fachurrosy yang disebutkan dalam dakwaan, Mas Sri menyatakan itu kewenangan JPU. Termasuk, dari penyidik kepolisian yang menangani kasus tersebut. (ota/irw)
^^^
^^^
^^^
^^^
gan ndek mediun yg ada d kaskus sopo wae? id ne opo wae gan
Quote:Original Posted By macan8
^^^
^^^
^^^
^^^
gan ndek mediun yg ada d kaskus sopo wae? id ne opo wae gan


maksud e piye mas
ndek madiun yang ada di kaskus
-
maksudnya kaskuser madiun sopo ae ngunuw tow mas
-
yow akeh mas jane
Quote:Original Posted By sacrosact


maksud e piye mas
ndek madiun yang ada di kaskus
-
maksudnya kaskuser madiun sopo ae ngunuw tow mas
-
yow akeh mas jane


hehe..iyo maksude kaskuser ndek mediun..
kurang er
Ngawi - Petugas Kepolisian Resor (Polres)
Ngawi, Jawa Timur, berhasil
mengamankan sebanyak 215 liter bahan
bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar
ilegal yang hendak disalahgunakan, dijual
atau untuk kepentingan pribadi. Kepala Sub Bagian Humas Polres Ngawi
AKP Lilik Sulastri, Sabtu, mengatakan,
ratusan liter solar tersebut diamankan dari
seorang tersangka bernama Raimun (38)
warga Desa Kebon, Kecamatan Paron,
Ngawi. "Selain tersangka dan ratusan liter solar,
polisi juga mengamankan barang bukti
lain sebanyak 21 jerigen dan kendaraan
yang digunakan tersangka untuk
mengangkut BBM," ujar AKP Lilik kepada
wartawan. Menurut dia, tersangka ditangkap saat
sedang membeli solar di sebuah SPBU di
wilayah Desa Tambakromo, Kecamatan
Geneng, Ngawi. Saat itu kebetulan polisi
sedang melakukan patroli. Petugas yang sedang patroli curiga
dengan tersangka yang membeli solar
dengan jumlah yang sangat banyak,
namun tidak disertai dengan surat
ataupun dokumen pengantar dari instasi
atau lembaga berwenang. "Modus yang dilakukan tersangka adalah
membeli solar dalam jumlah yang besar.
Saat dimintai surat pengantar atau
keterangan dari lembaga terkait yang
memberikan izin, tersangka tidak dapat
menunjukkannya. Makanya langsung kami amankan," kata Lilik. Diduga ratusan liter solar tersebut akan
dijual atau digunakan lagi oleh tersangka
untuk kepentingan pribadi. Hal tersebut
jelas menyalahi aturan. Akibat perbuatannya, tersangka telah
melanggar pasal 55 Undang-Undang
Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak
Bumi dan Gas (Migas), dengan ancaman
pidana penjara di atas lima tahun. Kini tersangka sedang menjalani
pemeriksaan lebih lanjut di Markas Polres
Ngawi guna mempertanggungjawabkan
perbuatannya. (*)
Perahu SAR Terbalik, Satu Orang Kritis Perahu Tim SAR terbalik saat akan
mengevakuasi sesosok mayat
perempuan yang hanyut di sungai di
Madiun. (Inam Tohari/detikSurabaya).
Sejumlah warga menolong anggota Tim
SAR dan menyelamatkan perahu karet ke tepi sungai. (Inam Tohari/detikSurabaya).
Warga mengevakuasi salah satu anggota
Tim SAR, Yulius Victoria, yang sempat
tenggelam selama beberapa menit.
(Inam Tohari/detikSurabaya). Satu dari
lima anggota SAR, Yulius Victoria, kritis akibat tenggelam dan digulung pusaran
air selama beberapa menit. (Inam
Tohari/detikSurabaya). [[ Usaha Tim SAR mengevakuasi sesosok
mayat perempuan yang hanyut di sungai,
berbalik menjadi petaka, Sabtu
(12/1/2013). Sebab, perahu karet yang
ditumpangi lima anggota SAR Madiun
terbalik. Satu dari lima anggota SAR kritis akibat tenggelam dan digulung pusaran
air selama beberapa menit. ]] source : detik
Quote:Original Posted By macan8


hehe..iyo maksude kaskuser ndek mediun..
kurang er


mayan kok gan
mayan akeh
cuma beberapa bulan kebelakang, akeh seng do vakum
mboh ngopo
-
sampean asli e ndi mas