KASKUS

Tidak ada buku investasi yg menyarankan untuk berinvestasi di Unitlink

Ada beberapa ’teman’ yang tanya kenapa saya TIDAK BELI unitlink. Banyak banget alasannya Boss Smile. Mungkin ya… kalau ada teman-teman yang mau seperti saya Tongue out jawaban seperti di bawah ini bisa membantu heuheuheu…

Mbak, produk kami adalah produk unitlink dari perusahaan ternama XYZ.

Gak mau Mas, saya gak perlu unitlink.

Tapi kan perlu investasi Mbak.

Sudah investasi dong Mas. Untuk investasi saya pakai beberapa reksadana, beberapa bisnis, properti dan saham.

Tapi reksadana kan ada risikonya Mbak.

Unit investasi dalam unitlink itu kan reksadana juga Mas. Resiko investasinya sama saja, tergantung jenis instrumen di dalamnya.

Unitlink kan ada asuransinya… dengan 1 juta / bulan, UP nya besar lho Rp 280 juta.

No thank you. Rp280 juta gak cukup Mas. Itu cuma seharga mobil suami saya. Masak nilai nya suami saya disamain sama mobilnya? Kami sudah fully covered Mas, Uang Pertanggungannya Rp 1M, cuma bayar Rp 4 juta / tahun. Uang Pertanggungan Rp 4M, cuma bayar Rp 13 juta /tahun. Jauh kan?

(FYI, asuransi jiwa term life 10 tahun untuk seseorang berusia sekitar 30 tahun, dengan Uang Pertanggungan di bawah Rp 400 juta, paling-paling preminya hanya Rp 750 ribu / tahun)

Dalam unitlink ada waiver dan rider yang sangat berguna lho Mbak. Jadi kalau ada apa-apa dan tidak dapat membayarkan premi nya lagi, perusahan asuransi akan melanjutkan investasinya. Jadi di tahun ke 13, uang sekolah S1 nya dapat tetap tercapai.

UP asuransi jiwa kami sudah sangat memadai. Jadi kalau ada apa-apa, justru UP ini yang harusnya langsung keluar, gak usah nunggu 13 tahun lagi dan kami investasikan kembali sekarang. (Money today is worth more than money 13 years from now!) Target dana S1 anak saya 13 tahun lagi Rp 1,5 M, kalau UP nya 4M artinya didepositokan juga sudah cukup.

Kalau sampai perusahaan asuransinya gak mau membayarkan klaim dengan UP jiwa ini pun, aset yang ada masih dapat dikelola agar menghasilkan nilai yang optimal.

Yang ini ada investasinya lho Mbak.

Unit investasi dalam unitlink itu sama saja dengan reksadana. Jadi investasinya langsung aja di reksadana Mas. Jadi kalau investasinya Rp 500ribu per bulan atau Rp 6 juta /tahun. Terus asuransinya dibeli terpisah dengan asuransi jiwa term life 10 thn (beserta asuransi kecelakaan), UP Rp 1 M, premi Rp 4 juta /tahun. Jadi dengan bayar Rp 10 juta / tahun saya dapat UP lebih besar, investasi saya di reksadana cuma dipotong 0% – 2% subscription fee. Tadi Mas kasih saya ilustrasi Rp 12 juta /tahun, UP cuma Rp 280 juta, unit investasi dipotong fee 5% dan tahun-tahun pertama gak langsung masuk ke unit investasinya.

Oh Term life, itu kan traditional Mbak. Kami udah gak jual itu.

Kenapa dong gak mau jual? Mau traditional atau modern gak masalah Mas. Yang penting produknya membuat Financial Plan saya efisien. Dengan mengeluarkan uang yang lebih sedikit, saya dapat lebih banyak coverage dan unit investasi yang saya dapatkan lebih banyak, gak dipotong-potong fee terlalu banyak. Ini belum ngomongin return lho.

Term life kan gak ada nilai tunainya Mbak? Terus kalau sudah tua, umur 55 misalnya, jadi mahal kan preminya Mbak.

Saya perlu asuransi jiwa untuk perlindungan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya tidak beli asuransi untuk cari nilai tunai. Semua nilai tunai tercapai dengan investasi yang sistematik. Saya membuat Financial Plan keluarga saya lengkap dengan Dana Darurat dan investasi dibagi berdasarkan tujuan. Jadi keperluan asuransi pun harus direview tiap tahun.

Umur 55 tahun harusnya sudah siap dengan dana pensiun dong. Jadi gak perlu lagi asuransi jiwa. Kalau pun belum punya dana pensiun, anak-anak harusnya sudah besar-besar. They should take care of themselves, gak perlu lagi nilai tunai atau Uang Pertanggungan asuransi jiwa dari kami. Umur segitu yang saya perlukan jadinya asuransi kesehatan untuk pensiunan dan Dana Pensiun dalam jumlah besar.

Betul Mbak, kesehatan penting sekali. Yang ini ada untuk penyakit kritisnya Mbak. 40 penyakit kritis yang dicover.

Permisi ya… coba deh periksa di polis asuransi yang sudah jadi. Asuransi penyakit kritis ini gak akan langsung keluar begitu kena diagnosa. Fungsi asuransi penyakit kritis ini fungsinya seperti asuransi kecelakaan : untuk menggantikan hilangnya penghasilan karena ketika kena penyakit kritis kita gak bisa bekerja normal lagi. Bukan untuk mengobati. Jadi kalo kena diabetes, masih bisa hidup 7 tahun lagi, ya gak keluar tuh UP penyakit kritisnya. Gagal ginjal kedua-duanya dan tidak bisa transplan lagi, baru keluar UP penyakit kritisnya. Stroke, keluar UP nya. Kanker, stadium 4 baru keluar UP nya.

Jadi kalau kena penyakit kritis gimana dong Mbak?

Harusnya Dana Daruratnya ada tuh Mas kalo cuma mau Rp 280 juta. Kalau kuatir dengan bagaimana mengobati penyakit kritis, kita perlu asuransi kesehatan yang bagus banget – yang mau bayarin biaya berobat rutin untuk penyakit kronis. Terutama yang ada guarantee renewability nya. Nah di Indonesia belum ada aturan yang mengharuskan guarantee renewability, jadi mending ambil asuransi kesehatan yang premium, udah ada kok dari luar negeri. Tinggal dibandingkan mana yang prioritas, beli asuransi premium ini atau investasi. Premi asuransi kesehatan premium itu berkisar antara US$700-US$7000, dengan benefit pembayaran jika sakit yang aduhai juga.

Yang syariah juga ada lho Mbak

(may be it’s the jilbab thing hehehe)
Mas, bukan soal syariah gak syariahnya. Tapi struktur produk unitlink nya ini yang gak nyambung sama sekali dengan Financial Plan saya. Kalau mau cari produk syariah, reksadana juga banyak yang syariah.

Return unitlink tinggi lho Mbak.

Kalau mau return tinggi, justru jangan di unitlink Mas. Reksadana Saham tuh resiko tinggi, return juga sekarang lagi tinggi. Sama kan unitlink juga punya kok reksadana saham, disebutnya equity fund, padahal sama aja. Jadi tinggal liat, hayo berapa return equity fund nya?

Itu kan cuma urusan MI mana yang lebih jago aja. Jadi siapa MI nya?

Schroders, Fortis, Manulife, Trimegah, Danareksa? MI-MI itu semua jual reksadananya sendiri lho, beli langsung atau lewat bank juga bisa, subscription fee nya juga lebih rendah 0%-2%, di unitlink 3%-5% kan? Coba deh cek siapa MI nya. Kalau MI ini gak jual reksadananya (baca: unit investasi dari unitlink) kecuali lewat asuransi yang sister companynya, malah gawat dong. Artinya distribusinya terbatas sekali. Ya simple aja, bandingin performance nya dengan MI lain. Kita mempercayakan dana kita dikelola oleh MI, ya harus mau membandingkan MI-MI ini dong.

Tapi, ngapain saya beli reksadananya Schroders, Manulife, Fortis atau Danareksa lewat asuransi kalo saya bisa beli langsung ke mereka atau lewat bank?

(FYI periksa performance MI di unitlink dan reksadana. Harusnya dalam 3 tahun terakhir equity fund dari unitlink dan reksadana dapat menghasilkan return > 40% per tahun. Jadi kalau ada MI yang equity fund nya di tahun 2005 hanya menghasilkan 14%…. tanya kenapa! Yang bener aja, diputerin ke mana tuh uangnya, ngaku aja equity fund, jangan-jangan isinya bukan saham. Gawat gak tuh?)

Ya diversifikasi aja Mbak. Kalau punya uang lebih, bisa ditaro di unitlink.

Mas, unit investasi dalam unitlink itu sama aja dengan reksadana. Jadi kalau mau diversifikasi bukan lewat unitlink, tapi di jenis instrument nya. Money Market, Fixed Income, Balance or Equity. Jadi diversifikasi bukan liat di struktur asuransi yang digabungkan dengan unit investasi reksadana dong. It doesn’t make sense.

Ya tapi kan gak semua orang seperti Mbak Wina…

Lho, kenapa gak? Tell me : Why not?
Coba kasih alasan yang bener.
Kenapa kita semua gak bisa bikin Financial Plan yang komprehensif – yang lengkap – yang betul-betul memperhatikan semua kebutuhan keluarga kita? Kenapa kita semua gak bisa membuat diri lebih pintar supaya bisa mengerti semua isi dagangan produk-produk investasi atau asuransi yang sedang ditawarkan di depan mata kita?
Kenapa kita semua gak bisa membeli produk keuangan dengan lebih efisien, sehingga gak bayar fee kebanyakan, gak beli produk yang underperforming, dan bisa mencapai lebih banyak tujuan finansial dengan lebih cepat?
Gak ada kan alasan supaya kita gak bisa begitu?

Tell me why I need this??? Frown Seriously…
Listen up! Let’s say this together… out loud…

You ARE smart! You continuously gain more knowledge on investment. Check out the numbers and let the numbers speak to you…

Numbers don’t lie!
Ligwina Hananto
http://yusaksunaryanto.wordpress.com...elum-baca-ini/
Quote:saya mebeli unit link tiap tahun, semula saya anti asuransi.
namun… saya melihat sendiri waktu salah seorang keluarga saya terkan kanker, baru stadium dini. namun sudah menelan biaya luar biasa.
saya beli unit link karena :
- menawarkan asuransi jiwa dengan tambahan rider yang dapat melindungi saya dari resiko kehidupan
- pembayaran premi yang hanya 10 tahun, tapi saya masi dapat terproteksi hingga saya umur 60/65/85/99
investasi yag saya peroleh dari polis saya adalah ‘bonus’ buat saya, yang saya bisa nikmati di hari tua.
saya adalah seorang ibu rumah tangga biasa, tidak punya pengetahuam untuk ikut trend ber ‘investasi’
yang saya tahu hanya menabung di bank dalam bentuk rekening bank dan depsosito.
sayang nya… saya bukan tipe yang disiplin menabung dan diluar terlalu banyak godaan… hp baru, baju baru, sepatu etc
jadi unit link membantu saya buat berdisplin menabung,
setiap premi yang saya setor, saya anggap adalah cicilan daripada semua pertanggungan yang diberikan kepada saya. misal saya beli penyakit kritis 300 juta, saya menyicil pada pru untuk resiko penyakit kritis itu.
masalah investas di luar sana mau naik atau turun, saya gak peduli. yang penting waktu turun saya tidak jual unit2 saya. lagipula kalaupun ada uang tunai nya, saya anggap itu untuk masa pensiun saya.
hehehe… ini yang saya pikirkan waktu saya beli unit link. sudah 3 tahun, dan setiap tahun saya review. sampai saat ini saya dan suami sudah punya 3 polis unit link.
terimakasi….

ANSWER
Dear Rekan Imelda,
Terima kasih atas tanggapan Anda.
Saya akan tanggapi sbb.:
1. Unit Link berisi: Asuransi + Investasi,
Jadi bila risiko ada dijamin dalam asuransi yang
terkandung dalam Unit Link, maka uang pertanggungan
akan keluar.
Sebaliknya bila risiko tidak dijamin, maka klaim ditolak.
Sama persis bila Anda membeli Asuransi Murni, tanpa
unsur investasi. Uang pertanggungan akan dibayarkan
bila risiko dijamin.
2. Premi yang hanya 10 tahun?
Harap Anda perhatikan tanda (*) yang ada dalam
proposal dan ilustrasi. Disana tertulis bila uang investasi
Anda memberikan hasil pengembangan yang tinggi,
sehingga bisa membayar (menutupi) tagihan premi
proteksi.
Itu artinya, premi asuransi Anda dibayar memakai uang
Anda sendiri, dari hasil pengembangan investasi Anda.
Namun ingat, hasil investasi Anda tidak dijamin, seperti
halnya investasi lainnya. Sehingga bila hasil investasi
tidak cukup, maka Anda harus membayar lagi.
3. Investasi Anda dari polis adalah “Bonus”?
Menurut saya, Anda keliru. Itu adalah uang Anda sendiri,
yang dari awal telah dijelaskan bahwa setiap premi
yang Anda bayarkan akan dipecah menjadi 2, yaitu:
premi asuransi untuk proteksi dan premi investasi untuk
pengembangan dana.
4. Anda seorang Ibu yang tidak memahami investasi?
Lantas Anda beli UNIT LINK hanya untuk proteksi?
Kalau mau beli proteksi semata, belilah asuransi murni,
jauh lebih sederhana dan jelas (transparan)
Buktinya Anda membeli UNIT LINK, dan kemudian
memilih jenis alokasi investasi-nya, apakah mau
di Saham, atau Pasar Uang, atau Campuran, atau
lainnya. Lho kok Anda bisa menetapkan?
Membeli UNIT LINK sebenarnya hampir serupa,
bila Anda berinvestasi di REKSA DANA melalui,
Manajer Investasi. Saat ini banyak Bank yang bekerja
sama menjual produk REKSA DANA.
Prosesnya sangat mudah, dan Anda tinggal pilih
REKSA DANA Saham, atau Pasar Uang atau lainnya,
sama persis seperti yang Anda lakukan di UNIT LINK.
Namun dengan membeli REKSA DANA langsung
Anda tidak dibebani biaya yang sangat mahal seperti
yang terjadi di UNIT LINK.
5. Deposito dan Rekening Bank
Bukanlah cara yang tepat untuk ber-investasi, namun
hanya sekadar tempat parkir uang sementara, dan
untuk dana darurat.
Seperti yang saya sampaikan BANK sekarang juga
menjual produk REKSA DANA (seperti Bank Mandiri,
Commonwelth dll), jadi bukalah Rekening REKSA DANA
di Bank-bank kesayangan Anda.
6. Tidak Disiplin Menabung atau Berinvestasi?
Sekarang Bank bisa melakukan AUTO DEBET untuk
berinvestasi REKSA DANA. “Pemaksaan” ini berbiaya
ekonomis (murah) daripada “pemaksaan” UNIT LINK.
Masa Depan Anda berada ditangan Anda, dan bukan
ditangan Bank atau Asuransi, sehingga Anda selayaknya
melakukan tindakan yang ber-orientasi masa depan
secara mandiri.
Anda adalah seorang DEWASA yang sudah MATANG
untuk BERPIKIR & BERTINDAK, sehingga tidak perlu
“dipaksa” untuk berdisiplin untuk memikirkan masa
depan Anda sendiri.
7. Buku “Unit Link Beauty or The Beast”
Buku ini ditulis oleh seseorang yang bekerja pada
sebuah perusahaan asuransi jiwa yang menjual
produk UNIT LINK. Sehingga isi-nya tentu sudah
dapat ditebak.
Saya memiliki lebih dari 10 buku terkait Perencana
Keuangan (Financial Planning) karangan luar, dimana
semua buku tersebut sangat menentang “berinvestasi
di asuransi”, dan tidak saya ketemukan ada 1 buku-pun
yang secara tegas menyatakan bahwa asuransi bisa
sebagai alat investasi yang bagus bagi masyarakat.
Uang Anda adalah Hak Anda, silahkan Anda menentukan
sikap dan tindakan Anda.
Semoga Anda adalah seorang nasabah yang berbahagia
dan sejati, yang berbagi pengetahuan dan pengalaman,
demi kebaikan masyarakat luas.
Saran saya kepada semua pembaca:
“Bila Anda menginginkan sebuah saran atau nasihat
keuangan yang sahih dan berpihak pada pada Anda,
maka mintalah kepada seseorang yang tidak memiliki
hubungan apapun dengan Anda dan tidak memiliki
kepentingan, terutama kepentingan keuangan, atas
dampak keputusan yang akan Anda ambil !”
Tahun ini saya sedang menulis sebuah buku lanjutan,
“JANGAN BELI UNIT LINK, …………..” dengan judul baru:
“INVESTASI di ASURANSI?” “Apa (b)untungnya?”
Saya akan mengupas tuntas dan menggali lebih dalam,
serta membuka lebih jauh segala sesuatu yang perlu
diketahui oleh masyarakat luas.
Saya ingin masyarakat dapat memiliki masa depan yang
cerah, dengan membeli produk yang sesuai dengan
kebutuhan dan memberikan hasil yang optimal.
Sekali lagi terima kasih, dan salam,
Freddy Pieloor
http://www.MONEYnLOVE.com
http://yusaksunaryanto.wordpress.com...elum-baca-ini/
Jadi sekali lagi kesimpulannya adalah: unit link bukanlah tempat untuk berinvestasi....
smoga yang lain baca ini..
dibodoh2in ama agen asuransi kebanyakan..
ngakunya financial advisor.. tp ga rekomen produk yang lebih bagus..
buku unitlink ada kok......

karangan momod aidilakbar..... judulnya kalau ga salah shocking unit link di gramedia (bukunya kecil, seperti note book)

tapi saya tidak baca isinya
Kata siapa penyakit kritis hanya dibayarkan kalau tertanggung msih hidup..
Di aia utk rider severity ci,hanya diagnosa aja dr dokter dn belum rawat inap udh dapet biaya 25% dr up sakit kritisnya,apabila harus dirawat dan masih hidup tetep dibayar langsung sisanya 75% ..
Jika ts hanya patokan dr buku saja itu belum cukup utk menilai suatu investasi..
Smua perusahaan asuransi sangat bagus produk unitlink nya dan didukung oleh pemerintah utk memasarkannya.
Byk nasabah yg mendapatkan keuntungan yg sgt byk dr unitlink.
Jd jgn dliat dr nasabah yg komentar jelek aja ttg prosedur klaim krn byk faktor mengapa klaim nsbh tidak dbayarkan,smua terletak pada kesalahan pada awal,yaitu byk yg nasabah tidak jujur ttg penyakitnya juga paling penting byk agen yg asal jual aja tanpa info yg jelas dan tepat ttg produknya demi keuntungan financial agen saja (missed sales) .
Selama ini yg kita liat di mana2 ttg keluhan klaim nasabah,tp dr sekian keluhan,yg menerima keuntungan dan manfaatnya jauh lebih byk dan ga mungkin digembor2kan di media2 mana pun.
Jika membandingkan biaya reksadana dg unitlink jadi patokan,sama saja anda tidak melihat hasilnya,biaya besar pun hanya utk 3 tahun pertama,selanjutnya alokasi 100% masuk investasi dan hasilnya jauh lebih besar dr reksadana yg mentingin biaya kecil.
Org investasi pasti memikirkan hasilnya meskipun ga dijamin tapi jika dilakukan dalam jangka panjang pasti sangat menguntungkan.
Tiap nasabah punya pemikiran masing2 termasuk ts dan ibu yg menggunakan unitlink,mereka punya analisa sendiri.
Emang betul investasi dari premi,emangnya reksa dana sendiri ga pake uang ya ?
Hasil investasi itu dikembangkam untuk pertimbangan antara menabung di bank dan asuransi.
Bukan membandingkan dgn reksa dana,klo mau khusus spt reksa dana diluar itu asuransi juga punya produk khusus investasi sendiri .
Saya juga dulu anti asuransi,namun setelah saya pernah mengikuti training dan seminar ttg investasi termasuk investasi emas,forrex dll maka saya bs tau info2 penting dimana smua investasi beresiko tinggi terkecuali investasi property.
Terima kasih.
Masa depan ada di tangan kita,tidak perlu menjelek2kan suatu rencana masa depan orang lain hanya karena MENURUT PEMIKIRAN sendiri.
Quote:
Masa depan ada di tangan kita,tidak perlu menjelek2kan suatu rencana masa depan orang lain hanya karena MENURUT PEMIKIRAN sendiri.

yang punya pemikiran ga disini gan.. monggo dibaca akirnya..
CFP ligwina hananto..

Lightbulb kembali berpikir netral tentang UNIT LINK

Quote:Original Posted By vaniasistro

(FYI periksa performance MI di unitlink dan reksadana. Harusnya dalam 3 tahun terakhir equity fund dari unitlink dan reksadana dapat menghasilkan return > 40% per tahun. Jadi kalau ada MI yang equity fund nya di tahun 2005 hanya menghasilkan 14%…. tanya kenapa! Yang bener aja, diputerin ke mana tuh uangnya, ngaku aja equity fund, jangan-jangan isinya bukan saham. Gawat gak tuh?)

Ya diversifikasi aja Mbak. Kalau punya uang lebih, bisa ditaro di unitlink.

Mas, unit investasi dalam unitlink itu sama aja dengan reksadana. Jadi kalau mau diversifikasi bukan lewat unitlink, tapi di jenis instrument nya. Money Market, Fixed Income, Balance or Equity. Jadi diversifikasi bukan liat di struktur asuransi yang digabungkan dengan unit investasi reksadana dong. It doesn’t make sense.

Ya tapi kan gak semua orang seperti Mbak Wina…

Lho, kenapa gak? Tell me : Why not?
Coba kasih alasan yang bener.
Kenapa kita semua gak bisa bikin Financial Plan yang komprehensif – yang lengkap – yang betul-betul memperhatikan semua kebutuhan keluarga kita? Kenapa kita semua gak bisa membuat diri lebih pintar supaya bisa mengerti semua isi dagangan produk-produk investasi atau asuransi yang sedang ditawarkan di depan mata kita?
Kenapa kita semua gak bisa membeli produk keuangan dengan lebih efisien, sehingga gak bayar fee kebanyakan, gak beli produk yang underperforming, dan bisa mencapai lebih banyak tujuan finansial dengan lebih cepat?
Gak ada kan alasan supaya kita gak bisa begitu?

Tell me why I need this??? Frown Seriously…
Listen up! Let’s say this together… out loud…

You ARE smart! You continuously gain more knowledge on investment. Check out the numbers and let the numbers speak to you…

Numbers don’t lie!
Ligwina Hananto
http://yusaksunaryanto.wordpress.com...elum-baca-ini/


Saya seorang Financial Consultan perusahaan asuransi swasta asing saya berlisensi dan sertikat finacial advisor resmi dari UI, ingin berbagi pikiran disini.

Pertama ketika anda mau melakukan perencanaan keuangan yang berbasis pada ASURANSI UNIT LINK, pertama yang harus anda lakukan adalah menetralkan isi pikiran anda, seperti bayi yang sedang belajar untuk menerima informasi sepenuh nya dr perencanaan keuangan anda tersebut.
Pada dasar nya asuransi UNIT LINK dengan Reksa dana memiliki konsep dasar yang hampir sama, tetapi banyak terdapat perbedaan signifikan seperti : UNIT LINK merupakan INVESTASI MURAH yg bisa anda dapatkan, mengapa saya bilang MURAH ? Karena hanya dari uang beberapa ratus ribu atau beberapa juta uang yang anda dapat simpan, anda mendapatkan berbagai macam kemudahan dan kenyamanan karena memiliki 2 dasar kebenaran arti PERENCANAAN KEUANGAN anda sendiri, yaitu PROTEKSI & INVESTASI. Sedang kan reksadana hanya pada tingkat INVESTASI. Tetapi dari sini, anda para calon perencana keuangan keluarga harus membeli produk UNIT LINK dgn bijak sesuai dengan kebutuhan anda dan keluarga. Permasalahan pada thread ini adalah membahas objek kajian investasi UNIT LINK yang berat sebelah, maksud saya seperti mendiskreditkan UNIT LINK tersebut, sudah merupakan pengetahuan umum bagi kita smua dan mbak Ligwina Hananto yang notabene bahwa stiap jenis investasi memiliki nilai kelebihan dan kekurangan nya masing-masing, karena apapun jenis investasi yang anda pilih TIDAK ADA 100% SEMPURNA memberikan 100% JAMINAN PASTI KEUNTUNGAN YANG MENGGIURKAN, apalagi kita tahu bahwa UNIT LINK dan REKSADANA bergantung pada kondisi PASAR MODAL yang bagus. Nah dari sini kita harus sadarin, apapun pilihan kita ttg perencanaan keuangan yang bagus dan paling cocok untuk keluarga kita. Sama seperti mbak Ligwina Hananto sampaikan, We have to smart, jadi artinya lebih jeli dan pintar lah dalam memilih dan lakukan perhitungan bersama financial consultan yang mengajak anda untuk membeli UNIT LINK, bertanyalah ttg sesuatu yang anda tidak jelas, apa kelebihan dan kekurangannya, bagaimana perjalanan riil pertumbuhan UNIT LINK nya, karena setiap perusahaan ASURANSI memiliki tingkat pertumbuhan yang berbeda pula. Jika UNIT LINK merupakan jenis investasi yang harus di ragukan kebenarannya seperti mbak Ligwina Hananto sampaikan, berarti anda belum paham benar apa itu UNIT LINK, dan sudah pasti pemerintah kita sudah buru-buru melarang UNIT LINK ini beredar di bursa saham, karena pembuat konsep asuransi UNIT LINK pertama adalah PERUSAHAAN ASING yg harus memiliki kekuatan asset yang tersedia untuk mengganti uang nasabah jika suatu saat PERUSAHAAN tsb COLAPSE (Sama sperti Bank).Karena jika anda membeli sesuatu yang anda tidak tahu apa kekurangan nya, sudah pasti anda akan merasa tertipu, LEARN IT ---> KNOW IT -----> BUY IT. Rencana keuangan yang komprehensif juga selalu memiliki ketergantungan pada kondisi ekonomi anda sendiri, artinya seberapa anda mampu mencari uang dan seberapa anda brani untuk menyimpan dan mengolahnya. Jika anda adalah seseorang yang memiliki perusahaan jasa keuangan, apakah anda mau memberikan keuntungan nasabah anda jika nasabah anda menyimpan uang nya di perusahaan anda 100rb perbulan, anda memberikan dia jaminan PROTEKSI dan Jaminan RETURN yang besar kepada nasabah tersebut? jawaban nya pasti TIDAK MUNGKIN kan, karena anda pasti melakukan perhitungan juga supaya anda bisa tetap untung dan nasabah juga di untungkan sesuai dengan apa yang nasabah tsb tabungkan ke anda.
Akhir kata, sebenarnya masi banyak yang ingin saya sampaikan, tetapi saya anggap mngkn penulis memang bertemu dengan agen asuransi yang sebetulnya jg belum paham benar. PAHAMILAH UNIT LINK, MAKA ANDA TAHU KEUNTUNGANNYA.

Untuk yang membutuh informasi lanjut mengenai unit link, bisa PM saya.. TERIMA KASIH.
Quote:Original Posted By SmokeMachine911


Akhir kata, sebenarnya masi banyak yang ingin saya sampaikan, tetapi saya anggap mngkn penulis memang bertemu dengan agen asuransi yang sebetulnya jg belum paham benar. PAHAMILAH UNIT LINK, MAKA ANDA TAHU KEUNTUNGANNYA.


Sudah baca bukunya aidil akbar "shocking unit link" ? Coba deh baca dulu bukunya, kalo ngga setuju ya bikin buku tandingannya, jadi buku dilawan dengan buku

buat TS nya,,,

Terus, kenapa ga beli asuransi term life aja ke ane gan?
Ane agent prudential lisenesi unitlink, tp sangat senang sekali kalo ada nasabah yg beli asuransi full proteksi (ga pake unit link).


PISSS, bukan promo, tapi klo agan terlalu mendeskreditkan unitlink, ANE JUGA SEPENDAPAT
ohhhh gitu yaaa mbak... tapi kalo menurut aku unitlink itu pilihan invest dgn budget rendah... itu yg aku baca dari Unitlink utk Investasi
Quote:tapi kalo menurut aku unitlink itu pilihan invest dgn budget rendah..
100ribu juga dah bisa main RD sis.. jd sebenarnya ga ada alasan khusus untuk invest d UL..
Quote:Original Posted By rianapuspita
ohhhh gitu yaaa mbak... tapi kalo menurut aku unitlink itu pilihan invest dgn budget rendah... itu yg aku baca dari Unitlink utk Investasi


Betul sekali,unit link juga bisa 100rb/bln
Pengalaman saat saya di CS A*A mau mentup acc Unitlink saya yg sudah berjalan 3 tahun lebih. Saat ditanya alasannya apa? Saya tulis ada 2 pak,
1. Saya lagi butuh uangnya
2. Tidak bermanfaat

Langsung diem tuh orang, gak berani ngomong kayak marketing2 sialan itu, Yaah nasi sdh mjd bubur, saya ikhlaskan deh duit saya ilang 80%

FYI: Premi saya Rp. 1jt/bln ---> Saat saya ambil tggl Rp. 9.200k

Quote:Original Posted By blueseno
Pengalaman saat saya di CS A*A mau mentup acc Unitlink saya yg sudah berjalan 3 tahun lebih. Saat ditanya alasannya apa? Saya tulis ada 2 pak,
1. Saya lagi butuh uangnya
2. Tidak bermanfaat

Langsung diem tuh orang, gak berani ngomong kayak marketing2 sialan itu, Yaah nasi sdh mjd bubur, saya ikhlaskan deh duit saya ilang 80%

FYI: Premi saya Rp. 1jt/bln ---> Saat saya ambil tggl Rp. 9.200k



Kalo boleh tau, dulu tujuan agan membuka unit link itu apa ya gan? Kalo untuk menabung ya salah tempat
Quote:Original Posted By peacebow

100ribu juga dah bisa main RD sis.. jd sebenarnya ga ada alasan khusus untuk invest d UL..

betul, di bank mandiri bisa pake installment plan Rp 100rb per bulan, jd nanti tiap bulan rekening kita dipotong Rp 100rb

tglin jejak dl gan
ane sendiri baru 4 bulan terakhir baru paham apa itu unitlink, gara" istri ane beli asuransi jiwa unitlink tanpa rider apapun...setelah didalemin ternyata perkembanganya sangat kecil mending langsung reksadana aja sekalian, kalaupun mau asuransi jiwa mending ambil yang tradisional UP nya dapet lebih gede dari pada unitlink.

dari sisi customer (yang ga paham dunia investasi) ya ga ada salahnya pake unitlink dari pada deposito di bank, tapi kalo ngerti pasti ga akan mau beli unit link...dalam 5 tahun pertama ga akan untung soalnya kepotong biaya 'perawatan'

dari sisi agen pun unitlink feenya kecil dan resiko didamprat customer lebih gede, soalnya ilustrasi kebanyakan ga sesuai sama realita...tau sendiri customer awam cuma liat angka terbesarnya aja, padahal di tabel ilustrasi ada kolom rendah-sedang-tinggi ,dan ane prioritasin terakhir untuk jual program yang ada unitlink nya
Quote:Original Posted By little.dolphin
tglin jejak dl gan


jejak yang ditinggalin yang bermanfaat dong gan...
bermanfaat sekali..ane jd pngen tutup unitlink ane yg bru jln 6 bln. gpp deh rugi skrg ( 6jt) drpada tmbh rugi bnyk. stlh mbaca di berbagai forum...sepertinya mmg asuransi n investasi hrs dipisah. ane hrs ambil reksadana plus proteksi dtmpt tpisah. btw tolong bantu apakah ada asuransi murni yg bisa cover proteksi kesehatan smpai 65thn?. krn dklo ambil term life plus rider ksehatan ..cth 10thn, ya di covernya cm 10thn dan hrs diperpnjang.., mohon pencerahan. trims