KASKUS

Hak Kekayaan Intelektual ( Hak Cipta, Paten, Merek, DTLST, Rahasia Dagang )

Mohon ijin kepada mod dalam kesempatan ini saya ingin mengulas tentang

Hak Kekayaan Intelektual ( Hak Cipta, Paten, Merek, DTLST Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Rahasia Dagang )

Pengertian Hak Kekayaan Intelektual :

Hak Kekayaan Intelektual, disingkat "HKI" atau akronim "HaKI", adalah padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR), yakni hak yang timbul bagi hasil olah pikir yang menghasikan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia pada intinya HKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual. Objek yang diatur dalam HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia.

Sistem HKI

Sistem HKI merupakan hak privat (private rights). Disinilah ciri khas HKI. Seseorang bebas untuk mengajukan permohonan atau mendaftar karya intelektual atau tidak. Hak eksklusif yang diberikan negara kepada individu pelaku HKI (inventor, pencipta, pendesain, dan sebagainya) tidak lain dimaksud sebagai penghargaan atas hasil karya (kreativitas)nya dan agar orang lain terangsang untuk lebih lanjut mengembangkan lagi, sehingga dengan sistem HKI tersebut kepentingan masyarakat ditentukan melalui mekanisme pasar. Di samping itu, sistem HKI menunjang diadakannya sistem dokumentasi yang baik atas bentuk kreativitas manusia sehingga kemungkinan dihasilkan teknologi atau hasil karya lain yang sama dapat dihindarkan/dicegah. Dengan dukungan dokumentasi yang baik tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan dengan maksimal untuk keperluan hidup atau mengembangkan lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi lagi.

Badan Khusus yang menangani Hak Kekayaan Intelektual Dunia

Badan tersebut adalah World Intellectual Property Organization (WIPO), suatu badan khusus PBB, dan Indonesia termasuk salah satu anggota dengan diratifikasinya Paris Convention for the Protection of Industrial Property and Convention Establishing the World Intellectual Property Organization.

Kedudukan HKI di mata dunia Internasional

Pada saat ini, HKI telah menjadi isu yang sangat penting dan mendapat perhatian baik dalam nasional maupun internasional. Dimasukkannya TRIPs dalam paket Persetujuan WTO di tahun 1994 menandakan dimulainya era baru perkembangan HKI di seluruh dunia. Dengan demikian pada saat ini permasalahan HKI tidak dapat dilepaskan dari dunia perdagangan dan investasi. Pentingnya HKI dalam pembangunan ekonomi dan perdagangan telah memacu dimulai era baru pembangunan ekonomi yang berdasar ilmu pengetahuan.

Hak Kekayaan Intelektual merupakan hak yang diberikan kepada orang-orang atas hasil dari buah pikiran mereka. Biasanya hak eksklusif tersebut diberikan atas penggunaan dari hasil buah pikiran si pencipta dalam kurun waktu tertentu. Buah pikiran tersebut dapat terwujud dalam tulisan, kreasi artistik, simbol-simbol, penamaan, citra, dan desain yang digunakan dalam kegiatan komersil.

Secara umum Hak Kekayaan Intelektual dapat terbagi dalam dua kategori yaitu: Hak Cipta dan Hak Kekayaan Industri
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta :

Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Pasal 1 ayat 1)
Sedangkan Hak Kekayaan Industri meliputi:
• Paten
• Merek
• Desain Industri
• Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
• Rahasia Dagang
• Varietas Tanaman

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 Tentang Paten:

Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya (Pasal 1 Ayat 1).
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek :
Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf- huruf, angka- angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur- unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.(Pasal 1 Ayat 1)

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri :

Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan. (Pasal 1 Ayat 1)

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu :

Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik. (Pasal 1 Ayat 1)

Desain Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan Sirkuit Terpadu. (Pasal 1 Ayat 2)
Menurut Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang :

Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang.

sumber www.dgip.go.id

Hehehe udah malem gan nnt ane tambahin lagi ya, oiya kebetulan ane adalah praktisi di bidang hki, kalo mau tanya silahkan via thread, PM atau telpon atau pin BB by request ya gan, thx om mod
buset! cuman bisa copy and paste doang udah berasa pinternya mo bagi-bagi pin bb?:


lu ga ada bedanya ma buruh tukang demo deh. berasa peling penting padalan sampah....
Hehe ga bagi bagi kali ada yg minta
trus di trit ini gw harus bilang hebaattt ??

ato gw hrus bilang mantaapp ??

secara udah ada yg bahas masalah HAKI ...

makanya bro .. klo mw bkin thread di cek dlu ,,,,
^daripada sia-sia lu koprol ajah.....
Tenang gan mau udah ada yg bikin 1000 thread ya ga masalah namanya juga ilmu ga ada yang sia sia gan,dr pada nyampah aje,mau nanya tuh hki ayu aje ane yg kuliahin ente hehehehe
modal kopi paste aja udah belaga mau ngasi kuliah haki. tau diri njing!!! gw gampar-gamparin lu sekeluarga semenda.....
Quote:Original Posted By iyoenk
Tenang gan mau udah ada yg bikin 1000 thread ya ga masalah namanya juga ilmu ga ada yang sia sia gan,dr pada nyampah aje,mau nanya tuh hki ayu aje ane yg kuliahin ente hehehehe


preeeeeeeeeeetttttttttttttttttttt

lu ngajarin gw ?? gak kebalik ??
duduk manis dipojokan ah liat om hoze dikuliahin





mau clone mau hoze yang mau ane kuliahin dateng ke kantor ane aje ye, apalagi kalo pernah kerja di dnc ???
Quote:Original Posted By iyoenk
mau clone mau hoze yang mau ane kuliahin dateng ke kantor ane aje ye, apalagi kalo pernah kerja di dnc ???


sotoy ahh ...

om clone noch partner DNC ...
Quote:Original Posted By iyoenk
mau clone mau hoze yang mau ane kuliahin dateng ke kantor ane aje ye, apalagi kalo pernah kerja di dnc ???


mau dooongg dikuliahin...



kalo ane punya lahan buat pertanian di Sumatra. terus ane buat inovasi bikin teknologi pengairan yang lebih efisien dan efektif dan belum dipatenkan. ujug2 bule dari luar negeri dateng terus diem2 mempelajari inovasi ane itu. trus dia buat mesin serupa di luar negri dan dipatenkan di sana.

1. yang harusnya memiliki hak paten itu siapa gan ?
2. trus kalo dipatenkan di luar negri sama orang asing itu, berarti ane bayar hak paten sama tu bule?, padahal yang nemuin teknologi itu ane duluan berarti ane bayar ke orang atas penemuan sendiri.
3. terus kalo ane mau bawa ke pengadilan masalah ini. prosedurnya gimana?


hehehe maaf baru liat nih, gini gan ane ga usah kuliahin lah malu saya sama agan agan diatas itu, tp ane coba jawab ya gan
1. konsep hki sebenarnya cuma first to file gan, siapa yg daftar duluan dia yg dapat, ga peduli siapa yg duluan bikin atau buat, pokoknya ketika dia kurang cepat untuk mendaftarkan hki nya ya udah dia ga dpt alias keduluan orang
2. kalo dia ga mendaftarkan hki nya di indonesia ya agan ga perlu bayar royaltinya, karena hki mesti di daftarkan ke masing masing negara tujuan, tp ketika dia mendaftarkan hki nya di indonesia dan hki nya di granted atau di kabulkan kantor hki paling kalo dia mau mengadukan nya ke polisi atau ke penyidik di kantor hki paling agan kena sita barangnya terkait dengan pelanggaran hki
3. nah tp jangan takut gan, kalo dia belum mendaftarkan di indonesia ya agan daftar buru buru ke hki nya, tp kalo dia daftarkan duluan ya agan tetap daftar juga hki nya ke kantor hki, kalo hki nya dalam masa publikasi ya agan ajukan keberatan aja atas hki nya dia, tp kalo dia sudah dapat sertifikat hki nya ya agan dapat mengajukan pembatalan hki nya ke pengadilan niaga di sertai bukti kalo agan yg pertama kali bikin

segitu gan penjelasan ane, kalo ada yg ditanyakan monggo
bahahahaha....


nekaddd...
namanya juga usaha hehehe
oiya ada yg lupa prosedur untuk pengajuan pembatalan di pengadilan niaganya gampang, bawa bukti bukti ke kantor konsultan hki terdaftar atau konsultan hukum, kalo bisa yg biasa nanganin hki jangan yg biasa nyalo atau konsultan abal abal hehehehe
Quote:Original Posted By iyoenk
hehehe maaf baru liat nih, gini gan ane ga usah kuliahin lah malu saya sama agan agan diatas itu, tp ane coba jawab ya gan
1. konsep hki sebenarnya cuma first to file gan, siapa yg daftar duluan dia yg dapat, ga peduli siapa yg duluan bikin atau buat, pokoknya ketika dia kurang cepat untuk mendaftarkan hki nya ya udah dia ga dpt alias keduluan orang
2. kalo dia ga mendaftarkan hki nya di indonesia ya agan ga perlu bayar royaltinya, karena hki mesti di daftarkan ke masing masing negara tujuan, tp ketika dia mendaftarkan hki nya di indonesia dan hki nya di granted atau di kabulkan kantor hki paling kalo dia mau mengadukan nya ke polisi atau ke penyidik di kantor hki paling agan kena sita barangnya terkait dengan pelanggaran hki
3. nah tp jangan takut gan, kalo dia belum mendaftarkan di indonesia ya agan daftar buru buru ke hki nya, tp kalo dia daftarkan duluan ya agan tetap daftar juga hki nya ke kantor hki, kalo hki nya dalam masa publikasi ya agan ajukan keberatan aja atas hki nya dia, tp kalo dia sudah dapat sertifikat hki nya ya agan dapat mengajukan pembatalan hki nya ke pengadilan niaga di sertai bukti kalo agan yg pertama kali bikin

segitu gan penjelasan ane, kalo ada yg ditanyakan monggo


kalo liat di postingan pertama. tentang HAKI di mata internasional ada kata

Quote:Hak Kekayaan Intelektual merupakan hak yang diberikan kepada orang-orang atas hasil dari buah pikiran mereka. Biasanya hak eksklusif tersebut diberikan atas penggunaan dari hasil buah pikiran si pencipta dalam kurun waktu tertentu. Buah pikiran tersebut dapat terwujud dalam tulisan, kreasi artistik, simbol-simbol, penamaan, citra, dan desain yang digunakan dalam kegiatan komersil.

diliat dari isi kalimat di atas.. berarti HAKI melupakan hak dari hasil buah pikirannya. nah Teknologi pengairan itu adalah buah pikiran ane bukan buah pikiran si bule. apa yang lebih dipentingkan oleh HAKI di mata internasinal?

lebih mementingkan yang daftar duluan atau lebih mementingkan ane sebagai pencipta teknologi tersebut atas buah pikiran ane?

kalau first to file berarti sangat membuka peluang untuk pencurian ide dong gan?

kemudian.

kalau terbukti bahwa ane yang pertama melakukan penemuan tersebut atas buah pikiran ane sendiri (lewat foto proses pembuatan, dokumen, laporan penelitian, atau apapun itu) tapi ane belum mematenkan . apakah ane bisa mendapatkan hak paten atas nama ane atas teknologi tersebut? (merujuk pada pandangan HAKI di mata internasional)


lalu apa peran WIPO (World Intellectual PropertyOrganization) sebagai organisasi internasional HAKI untuk menyelesaikan masalah tersebut?

Jika si bule tersebut merupakan warga negara Kepulaua Salomon , dimana Kepulauan Salomon bukuan anggota dari WIPO. apakah aturan yang dibuat WIPO tersebut berlaku untuk si bule? dalam hal ini Salomon merupakan negara bukan anggota WIPO, dan ane sebagai warga negara Indonesia yang merupakan anggota WIPO.

jika tidak berlaku aturan mana yang dipakai untuk menyelesaikan kasus ini.?

maaf panjang lebar
taroan yuk. dia kagak ngerti setengah dari yang lu post....
hehehe mau ngetes nih ye, ntar ane jawabin atu atu, masa nanya dr sistem perairan ampe ke wipo segala , bentaran ane jawab ane mo ngobyek dulu ah
×