KASKUS

Tragedi Lampung Selatan (Let's Pray for BaliNuraga)

Quote:OM Swastyastu,

Kronologis Konflik Lampung Selatan, yang mengakibatkan pengerusakan parah terhdap pemukiman warga transmigrasi asal Bali, di Desa Bali Nuraga, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. dan korban meninggal dunia sebanyak 14 orang (4 orang warga Lampung, 10 orang warga masyrakat Bali)

Penyebab Konflik adalah FITNAH kepada warga masyarakat Bali yang dilakukan oleh oknum warga masyarakat Lampung.

---
Kronologis kejadian : Pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2012 pukul 17.30 WIB telah terjadi kecelakaan lalu-lintas di jalan Lintas Way Arong Desa Sidorejo (Patok) Lampung Selatan antara sepeda ontel yang dikendarai oleh suku Bali di tabrak oleh sepeda motor yang dikendarai An. Nurdiana Dewi, 17 tahun, (warga Desa Agom Kec. Kalianda Kab. Lampung Selatan berboncengan dengan Eni, 16 Th, (warga desa Negri Pandan Kec. Kalianda Kab. Lampung Selatan).
Dalam peristiwa tersebut warga suku Bali memberikan pertolongan terhadap Nurdiana Dewi dan Eni, namun warga suku Lampung lainnya memprovokasi bahwa warga suku Bali telah memegang dada Nurdiana Dewi dan Eni sehingga pada pukul 22.00 WIB warga suku Lampung berkumpul sebanyak + 500 orang di pasar patok melakukan penyerangan ke pemukiman warga suku Bali di desa Bali Nuraga Kec. Way Pani. Akibat penyerangan tersebut 1 (satu) kios obat-obatan pertanian dan kelontongan terbakar milik Sdr Made Sunarya, 40 tahun, Swasta.
---
sumber informasi faktual : press rilis MABES POLRI
http://www.polri.go.id/berita/15831

Serangan Pertama kepada warga Masyrakat Bali di Desa Bali Nuraga :
Hari Sabtu 27 Oktober 2012. Jam 22.00 WIB Kelompok massa warga lampung menyerang pemukiman warga masyarakat Bali.
---
pada pukul 22.00 WIB warga suku Lampung berkumpul sebanyak + 500 orang di pasar patok melakukan penyerangan ke pemukiman warga suku Bali di desa Bali Nuraga Kec. Way Pani. Akibat penyerangan tersebut 1 (satu) kios obat-obatan pertanian dan kelontongan terbakar milik Sdr Made Sunarya, 40 tahun, Swasta.
---

Serangan kedua kepada warga masyarakat Bali di desa Bali Nuraga :
Hari Minggu tanggal 28 Oktober 2012 jam 01.00 WIB

---
Pada hari Minggu tanggal 28 Oktober 2012 pukul 01.00 WIB, masa dari warga suku Lampung berjumlah + 200 orang melakukan pengrusakan dan pembakaran rumah milik Sdr Wayan Diase. Pada pukul 09.30 WIB terjadi bentrok masa suku Lampung dan masa suku Bali di Desa Sidorejo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan.
Akibat kejadian tersebut 3 (tiga) orang meninggal dunia masing-masing bernama: Yahya Bin Abdul Lalung, 40 tahun, Tani, (warga Lampung) dengan luka robek pada bagian kepala terkena senjata tajam, Marhadan Bin Syamsi Nur, 30 tahun, Tani, (warga Lampung) dengan luka sobek pada leher dan paha kiri kanan dan Alwi Bin Solihin, 35 tahun, Tani, (warga Lampung), sedangkan 5 (lima) orang warga yang mengalami luka-luka terkena senjata tajam dan senapan angin masing-masing : An. Ramli Bin Yahya, 51 tahun, Tani, (warga Lampung) luka bacok pada punggung, tusuk perut bagian bawah pusar, Syamsudin, 22 tahun, Tani, (warga Lampung) Luka Tembak Senapan Angin pada bagian Kaki. Ipul, 33 tahun, Swasta, (warga Lampung) Luka Tembak Senapan Angin pada bagian paha sebelah kanan dan Mukmin Sidik, 25 tahun, Swasta, (warga Lampung) luka Tembak Senapan Angin di bagian betis sebelah kiri.
---

Puncak konflik terjadi pada hari senin, disaat puluhan ribu masa warga lampung menyerang secara serentak Desa Bali Nuraga, ekskalasi masa sebesar ini kemudian melakukan penyerangan dan pengerusakan terhadap pemukiman warga masyarakat Bali yang ada di Desa Bali Nuraga, yang mengakibatkan korban jiwa meninggal 10 orang dari warga masyarakat Bali, ratusan rumah terbakar dan dirusak.

ekskalasi masa warga lampung ini diperparah oleh pemberitaan media nasional baik cetak, digital maupun elektronik yang tidak mengklarifikasi sebab konflik kepada aparat kepolisian Polda Lampung yang telah menyidik penyebab konflik, tapi memberitakan penyebab konflik yang hanya didapat dari perorangan yang kevalidan datanya tidak dpat di pertanggungjawabkan dan berujung kepada fitnah dan semakin memperkeruh kondisi konflik

berikut adalah beberapa media pemberitaan nasional yang berhasil di copy kutipan pemberitaan nya yang sangat menyudutkan warga masyarakat Bali di Desa Bali Nuraga, tidak menutup kemungkinan pemberitaan serupa juga di muat di media media nasional yang lainnya.

1. KOMPAS.COM
---
Bentrok antarwarga ini merupakan dampak dari bentrok yang sempat terjadi pada Sabtu (27/10/2012) sekitar pukul 23.00 WIB. Hal itu bermula saat dua orang gadis Lampung dari Desa Agom yang sedang mengendarai sepeda motor, diganggu pemuda Desa Balinuraga, sehingga terjatuh dan mengalami luka-luka.
---
http://regional.kompas.com/read/2012...esa.Balinuraga

2. METRONEWS.COM
---
Salah satu warga pemilik video amatir, Dimas, menuturkan sejak pagi puluhan ribu warga dari berbagai desa berkumpul di Desa Balinuraga. Bentrok dipicu oleh pelecehan seksual.
"Dua gasis Kalianda dari minimarket dibuntuti oleh dua pemuda dari Balinuraga. Sampai lapangan Waringin kedua pemuda itu memegang payudara gadis tersebut hingga jatuh," ujar Dimas.
---
http://www.metrotvnews.com/metronews...kar-10-Tewas/6

3. NEWS.detik..com
---
Bentrokan antarwarga terjadi pada Sabtu (27/10) malam. Bentrokan ini bermula ketika pemuda dari kedua desa tersebut terlibat saling senggol di jalan raya. Dua pemudi asal Desa Agom yang sedang mengendarai sepeda motor, diganggu pemuda asal Desa Balinuraga, sehingga terjatuh dan mengalami luka-luka.
---
http://news.detik..com/read/2012/10/...if?nd771108bcj


Konflik ini bukan lah lagi sebuah konflik biasa, tapi sudah berupa kecenderungan provokasi untuk menghilangkan hak hidup dan penghidupan warga masyarakat Bali yang mendiami lahan lahan pemberian transmigrasi dimasa masa sebelumnya.

hanya dalam waktu 3 hari ekskalasi masa terjadi begitu besar yang kesemuanya menyerbu warga masyarakat Bali yang ada di Desa Bali Nuraga, tidak dapat dipastikan apakah kesemuanya adalah hanya warga Lampung atau gabungan dari warga suku lain yang sudah terprovokasi dan terhasut pemberitaan dan isu isu fitnah yang diarahkan secara beruntun kepada warga masyarakat Bali di Desa Bali Nuraga, baik lewat penyampaian perorangan dan lewat pemberitaan media masa. Penyerangan dan perusakan yang sangat brutal bahkan mengorbankan seorang kakek dan seorang gadis berumur 10 tahun, termasuk gadung sekolah.

Media nasional turut bertanggungjawab atas kesimpang siuran informasi yang disampaikan yang pada akhirnya memperparah potensi konflik yang seharusnya sudah bisa di redam dengan press liris dari Mabes Polri tentang penyebab konflik. Tapi sayangnya isu isu negatif dan fitnah yang diarahkan ke warga masyarakat Bali di Desa Bali Nuraga telah beredar luas dalam waktu singkat, penyerangan serempak terbesar terjadi pada Hari Senin 29 Oktober 2012 tidak dirinci dimulai dari pukul berapa konsentrasi masa penyerang mulai melakukan tindakan brutal tersebut, tapi yang bisa disaksikan saat ini adalah jatuhnya korban jiwa dan harta yang tidak terperikan.

sebuah KEBIADABAN nyata di PERADABAN MODERN, dari satu BANGSA yang terkenal akan KERAMAHANNYA. Kebiadaand an Kebrutalan yang dipicu oleh fitnah dan isu isu negatif yang diarahkan kepada satu komunitas masyarakat yang bahkan tidak sama sekali melakukan tindakan yang melanggar hukum atau mengancam masyarakat lainnya.

IRONI bagi sebuah BANGSA, yang kehilangan sifat dan sikap kemanusiaan nya.

kita tidak dapat hanya tinggal diam dan menyatakan Keprihatinan!!
tunjukan Aksi Nyata!!! Turun Ke Jalan!! Tuntut Ketegasan Pemerintah mengakomodasi perlindungan dan keamanan setiap masyarakat dan raykyat Indonesia dimanapun berada!

Ini bumi pertiwi, Ini Indonesia, bukan negara padang pasir, bukan negara bar bar, bukan negara miliki satu suku, bukan negara milik satu ras, bukan negara miliki satu golongan atau pun sama sekali bukan negara milik satu agama manapun!!

Ini Indonesia!! Ini NKRI!, berbhinneka tapi satu adanya!! Siapapun yang berupaya tidak menghormati keberagaman bangsa ini, dia adalah penghianat yang sesunggunya bagi Ibu Pertiwi.

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negeri bagi setiap orang yang mengaku sebagai warga negara Indonesia, yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dan setara untuk saling menjaga dan melindungi. BUKAN UNTUK SALING FITNAH!! Atas dasar kepentingan golongan suku, ras apalagi atas nama agama!!

NKRI berdasarkan Pancasila!! Pilar pilar dasar kebangsaan dan kenegaraan!! Pilar pilar dasar prinsip moralitas, etika sosial dan persatuan bangsa!

tidak ada satu pun dan sekalipun KEJAHATAN!!!! ANGKARA itu akan menang!!!! Karena hanya KEBENARAN lah yang akan menjadi pemenang, atas nama Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nama IBU PERTIWI tumpah darah tercinta, atas nama BANGSA INDONESIA, NUSANTARA JAYA!! Semoga PARA ASURA (Kepribadian BIADAB dan TIADA BERADAB) itu musnah dari IBU PERTIWI.

bangkitlah PARA KSTRIA NUSANTARA, PARA ARYA dari tidur panjangmu!!!!

SATYAM EVA JAYATE!!! Pada saatnya hanya Kebenaran Yang Pasti Akan Menang
JAYA JAYA WIJAYANTI!!! Menang dan Menang untuk selamanya


Spoiler for Sumber:
[/url]

Bagi para Semeton Bali yang ingin ikut mengirimkan Punia untuk para korban di Lampung, bisa melalui Yayasan Jaringan Hindu Nusantara :
Bank BNI 46 No : 5111120113 (a/n: Yayasan Jaringan Hindu Nusantara)

Teknis pelaksanaan punia ini adalah, saudara semua melakukan transfer ke rekening YJHN, setelah itu kami mohon sekali untuk melakukan konfirmasi punia ke inbox FB Hindu Bali disini dan juga ke nomor pribadi Bapak Kantha Adnyana selaku ketua YJHN di nomor : 08123627489
Orang Bali memang Cinta Damai
Quote:Kami Kehilangan, tetapi Takkan Dendam
Raut muka Nyoman Darsa (36) tampak risau, berbeda dengan rekan-rekan lainnya dari Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, yang sudah mengungsi di Sekolah Polisi Negara Polda Lampung. Sejak pertama tiba di pengungsian itu, Selasa siang, ayah mertuanya, Ladri (60), tidak terlihat.

Ada isu berembus, Ladri adalah salah satu korban jiwa akibat kericuhan pada Senin siang. ”Hari itulah saya terakhir melihatnya. Kami sedang berkumpul di rumah tetangga yang menjadi posko. Saat ada serangan, kami kocar-kacir menyelamatkan diri,” kata petani ini dengan terbata-bata, Rabu (31/10).

Darsa lalu sibuk berbicara dengan kerabatnya dalam bahasa daerah. Mereka baru menerima kabar dari saudara yang tak ikut mengungsi bahwa Ladri tidak berhasil melarikan diri. Dari obrolan itu tersirat kondisi jenazahnya mengenaskan. Saat berusaha ditegaskan, Darsa hanya menjawab singkat, ”Kami belum yakin,” lalu memalingkan muka.

Darsa melaporkan kabar itu kepada polisi yang bertugas di posko pengungsian. Dia menceritakan ciri-ciri mertuanya. Pakaian terakhir yang dikenakan Ladri adalah celana pendek, kaus, dan memakai topi. Polisi masih enggan membenarkan laporan tersebut.

Sebelumnya, Darsa mengaku sudah mencari di kamar jenazah Rumah Sakit Kalianda, tetapi hasilnya nihil. Ayah satu anak ini tetap ingin mencari Ladri, bagaimanapun kondisinya. Jikalau kemungkinan terburuk terjadi, keluarga Darsa berencana melakukan kremasi sesuai adat mereka.

Siap dari nol

Perasaan kehilangan lekat menyelimuti pengungsian yang hingga Rabu sore dihuni sekitar 2.000 orang itu. Tak cuma kehilangan sanak saudara, mereka juga kehilangan mata pencarian yang telah mereka geluti bertahun-tahun dan harta benda yang telah mereka kumpulkan.

Santri (50) adalah ayah dua anak kelahiran Nusa Penida, Bali, yang menjalani lebih dari separuh usianya dengan bertani di Balinuraga. Luas sawahnya sekitar 5.000 meter persegi.

Selain bertani, dia juga beternak babi. Terakhir, dia memiliki empat babi. Hewan itu biasanya dijual seharga Rp 500.000 per ekor. ”Tidak tahu apakah babi itu sekarang masih ada. Yang saya tahu rumah ikut terbakar,” katanya menceritakan kembali dari apa yang ia dengar dari tetangga.

Sejak keributan pada Sabtu malam, Santri belum kembali ke rumah. Kemeja kotak-kotak, kaus kuning, dan celana pendek belum digantinya sejak pertama kali menyelamatkan diri. Ada bekas getah karet di kausnya.

Santri sedih akan kerugian yang diderita, tetapi ia mengaku tidak menyimpan dendam. ”Buat apa (dendam)? Semua sudah diatur oleh Yang Kuasa. Nanti kalau teman-teman kembali ke Balinuraga, ya, saya akan ikut, dan bertani kembali,” katanya.

Perasaan serupa diutarakan petani muda, Made Rasta (30). Dia memang baru empat tahun tinggal di Balinuraga, tetapi keluarga besarnya, sekitar 40 orang, telah 30 tahun bercocok tanam di desa tersebut.

Made memiliki traktor bajak dan mesin perontok padi. Saat kerusuhan pecah, dia menyimpan 25 karung padi ciherang hasil panen. Setiap karung berisi 120 kilogram. Harganya mencapai Rp 500.000 per kuintal.

Seperti Santri, dia juga beternak. Made memiliki 2 babi dewasa dan 10 anakan, serta 2 sapi. ”Hasil panen dan alat-alat pertanian semua hangus. Ternaknya tidak tahu ke mana,” ujar Made yang rumahnya juga terbakar.

Made masih ingin kembali bertani di Balinuraga meskipun harus memulai dari nol. Dia berharap pemerintah membantu para petani memulai kembali kehidupan. ”Tidak ada perasaan dendam. Kami yakin bisa hidup kembali, saling menghormati seperti dulu,” katanya.

Bantuan berdatangan

Untuk saat ini Made, Santri, dan Darsa merasa terbebas dari kengerian yang mereka hadapi sepanjang akhir pekan lalu. Lokasi pengungsian di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, itu jauh dari tempat terjadinya keributan, yaitu sekitar dua jam perjalanan menggunakan mobil.

Para pengungsi menempati empat aula sekolah itu. Aula terbesar, yaitu Gedung Anton Sujarwo, ditempati 569 orang atau 114 keluarga. Di aula itu, mereka tidur beralaskan terpal. Ada yang menambahi dengan kasur, ada juga dengan tikar yang sempat mereka bawa.

Setiap aula dilengkapi kamar mandi. Air bersih dari PDAM setempat dan kepolisian. Namun, air itu cepat habis. Wayan Siti (38) terpaksa mengurungkan niatnya untuk mandi.

Bantuan bahan makanan dari individu dan kelompok masyarakat juga datang silih berganti, seperti mi instan, air minum kemasan, dan beras. Ada dua tenda dapur umum yang telah berdiri dari Dinas Sosial Provinsi Lampung dan Palang Merah Indonesia.

Menurut Maria Tamtina, Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Lampung, setiap dapur umum sekali masak untuk 750 nasi bungkus. Satu hari dua kali masak. Romo Marius CP, rohaniwan yang menyalurkan bantuan, mengusulkan agar petugas dapur umum bisa ditambah dari sukarelawan dan pengungsi. Semangat untuk memulai hidup baru secara berdampingan yang diutarakan pengungsi harus tetap terjaga.

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2012....Takkan.Dendam

LET'S PRAY FOR BALINURAGA
#BlackDay #PrayforBalinuraga #Respect
saya kok ga sreg untuk berdamai ... , saya ga terima dengan pertarungan yang tidak adil !!
Nasib Perantau memang susah..mayoritas merasa itu tanah milik mbahnya..se enak-enaknya ngerusak minoritas..apalagi Lampung daerah tertinggal yg otaknya isinya iri dan dengki dengan pendatang
buat warga pribumi bali, saya ingin bertanya. pernahkah anda melakukan perbuatan kekerasan terhadap pendatang di bali ?
adakah alasan kenapa anda tidak melakukan kekerasan terhadap pendatang ?
Quote:Original Posted By Kocongmade
buat warga pribumi bali, saya ingin bertanya. pernahkah anda melakukan perbuatan kekerasan terhadap pendatang di bali ?
adakah alasan kenapa anda tidak melakukan kekerasan terhadap pendatang ?


semua itu kembali ke masing2 individu, sebelum Indonesia merdeka kita masih menjadi bangsa yang beraneka suku, budaya dan agama, terpecah pecah, NAMUN oleh KEMERDEKAAN itulah kita menjadi satu kesatuan NKRI dan menjadi sebuah negara. Jika ingin memecah belah dan menghilangkan toleransi antar suku dan agama, lebih baik mengundurkan diri detik ini juga sebagai warga negara Indonesia. Karena warga negara Indonesia adalah warga negara yang cinta damai, bersatu, toleran antar suku agama dan ras.
Quote:Original Posted By Kocongmade
buat warga pribumi bali, saya ingin bertanya. pernahkah anda melakukan perbuatan kekerasan terhadap pendatang di bali ?
adakah alasan kenapa anda tidak melakukan kekerasan terhadap pendatang ?


Kami orang Lampung tidak akan bertindak, bergerak dan mengusik orang lain, selama tidak ada yg mengganggu kami dan mengusik harga diri kami dan keturunan kami.

Prinsip kami adalah "Piil Pesenggiri", jangan ganggu harga diri kami maka kami tidak akan mengganggu kalian.

Kami menghargai pendatang di tanah kami, maka hargailah kami sebagai Tuan Rumah di tanah kami sendiri.

Semoga ini pertempuran yang terakhir.

Indahnya hidup berdampingan
http://lampung.tribunnews.com/2012/1...an-antar-etnis
Quote:
Sekitar 1000 orang dari berbagai organisasi masyarakat seperti Laskar Bali, Baladika Bali, Pemuda Bali Bersatu dan Cakra Wahyu menggelar aksi keprihatinan terhadap tragedi bentrok antar warga di Lampung. (Foto: Beritabali.com)
yang jelas ini adalah akibat dari akumulasi kebencian masyarakat Lampung Selatan terhadap arogansi suku Bali Nusa yang tinggal di Kabupaten Lampung Selatan.... mudah2an ini jadi pelajaran berharga bagi mereka khususnya kaum mudanya untuk bisa lebih bertatakrama, dan menghargai warga lain diluar komunitasnya.......
yg di atas yg tau mana yg benar dan salah
yang menyerang warga balinuraga itu bukan hanya suku lampung, tapi jawa, sunda, banten juga ikut menyerang warga balinuraga, TANYA KENAPA??

saya tinggal di kabupaten way kanan lampung yang hidup berdampingan dengan warga bali, tapi bali yang di kabupaten kami jauh berbeda (mereka lebih positif cara berpikir, A.K.A baik dan ramah ) berbeda dengan yang di lampung selatan, (saya juga pernah tinggal di kalianda) mungkin beda watak? karna lampung juga berbeda2 watak dan sifat.

provinsi lampung cuma dihuni 30% penduduk pribumi, tapi tidak pernah bentrok dengan suku lain kecuali dengan bali, TANYA KENAPA??

sebaiknya saling instropeksi diri, jangan terlalu mudah men cap bahwa ada suku barbar dsbg... karna saya yakin suku bali juga ada bermacam watak, karna lampung juga bermacam2 wataknya.

kalau asas pancasila di terapkan gx mungkin akan separah ini kejadian na, pemerintah juga kurang responsip.... sibuk mikirin jabatan
Let's Pray for BaliNuraga *respect
Quote:Original Posted By Fatihmusafar
yang menyerang warga balinuraga itu bukan hanya suku lampung, tapi jawa, sunda, banten juga ikut menyerang warga balinuraga, TANYA KENAPA??

saya tinggal di kabupaten way kanan lampung yang hidup berdampingan dengan warga bali, tapi bali yang di kabupaten kami jauh berbeda (mereka lebih positif cara berpikir, A.K.A baik dan ramah ) berbeda dengan yang di lampung selatan, (saya juga pernah tinggal di kalianda) mungkin beda watak? karna lampung juga berbeda2 watak dan sifat.

provinsi lampung cuma dihuni 30% penduduk pribumi, tapi tidak pernah bentrok dengan suku lain kecuali dengan bali, TANYA KENAPA??

sebaiknya saling instropeksi diri, jangan terlalu mudah men cap bahwa ada suku barbar dsbg... karna saya yakin suku bali juga ada bermacam watak, karna lampung juga bermacam2 wataknya.



Bisa sampean jelaskan bagaiman watak orang Bali yang tinggal di Balinuraga ?
Serangan pertama dan kedua murni warga lampung selatan, baru pada serangan ke 3 ngajak2 warga jawa, sunda, banten, TANYA KENAPA ?

Sampean kan sudah baca rilis yang di buat polri, terus di reg lampung selatan ada yang menghubungkan pula dengan pilkada.

kenapa sampean TANYA KENAPA ? kenapa ngga sampean jelaskan sendiri ? kan sampean yg tinggal disono

Setuju sebaiknya introspeksi diri, semoga ini yang terakhir kalinya dan mungkin motifnya bukan seperti yang diberitakan oleh media, mungkin masalah politik atau kecemburuan sosial/ekonomi

Let's Pray for BaliNuraga

Quote:Original Posted By wanitapujaan


Kami orang Lampung tidak akan bertindak, bergerak dan mengusik orang lain, selama tidak ada yg mengganggu kami dan mengusik harga diri kami dan keturunan kami.

Prinsip kami adalah "Piil Pesenggiri", jangan ganggu harga diri kami maka kami tidak akan mengganggu kalian.

Kami menghargai pendatang di tanah kami, maka hargailah kami sebagai Tuan Rumah di tanah kami sendiri.

Semoga ini pertempuran yang terakhir.

Indahnya hidup berdampingan
http://lampung.tribunnews.com/2012/1...an-antar-etnis


komen agan isi awalnya terkesan "senggol-bacok" tapi kalimat terakhirnya "Indahnya hidup berdampingan "

Quote:Original Posted By Askam_item
yang jelas ini adalah akibat dari akumulasi kebencian masyarakat Lampung Selatan terhadap arogansi suku Bali Nusa yang tinggal di Kabupaten Lampung Selatan.... mudah2an ini jadi pelajaran berharga bagi mereka khususnya kaum mudanya untuk bisa lebih bertatakrama, dan menghargai warga lain diluar komunitasnya.......


emang betul yang agan katakan, anak2 muda balinuraga emang terkenal arogansinya, mereka sering kebutan2an kalo jalan dikampung ane. dan ini bukan merupakan hal yang baru, sudh sejak lama pemuda2 baliuraga buat onar. apalagi pas ada acara dangdut.
tapi yang ane sesalkan kenapa harus membakar rumah warga balinuraga. kan tidak semua warga disitu bersalah.
Quote:Original Posted By edgex


Bisa sampean jelaskan bagaiman watak orang Bali yang tinggal di Balinuraga ?
Serangan pertama dan kedua murni warga lampung selatan, baru pada serangan ke 3 ngajak2 warga jawa, sunda, banten, TANYA KENAPA ?

Sampean kan sudah baca rilis yang di buat polri, terus di reg lampung selatan ada yang menghubungkan pula dengan pilkada.

kenapa sampean TANYA KENAPA ? kenapa ngga sampean jelaskan sendiri ? kan sampean yg tinggal disono

Setuju sebaiknya introspeksi diri, semoga ini yang terakhir kalinya dan mungkin motifnya bukan seperti yang diberitakan oleh media, mungkin masalah politik atau kecemburuan sosial/ekonomi

Let's Pray for BaliNuraga


yang ane bold jawabannya : liat posting diatas tuh dan posting di thread lain, saya rasa udah cukup jawabannya.

situs polri sepertinya mereka cuma sekedar meredam apa yang terjadi sebenarnya supaya kerusuhan tidak berkelanjutan, selalu ada "hal" yang gak mungkin diangkat "kepermukaan" dan itulah tugas pemerintah.

peace bro
Quote:Original Posted By joko007


emang betul yang agan katakan, anak2 muda balinuraga emang terkenal arogansinya, mereka sering kebutan2an kalo jalan dikampung ane. dan ini bukan merupakan hal yang baru, sudh sejak lama pemuda2 baliuraga buat onar. apalagi pas ada acara dangdut.
tapi yang ane sesalkan kenapa harus membakar rumah warga balinuraga. kan tidak semua warga disitu bersalah.


setuju gan, semestinya gak sampe bunuh bunuhan gitu

wah aku ga tau dah siapa yang sebenarnya duluan salah , warga balinuraga atau warga lampung..
istilahnya ng'gali tanah di bawah pohon , susah nyari yang mana yang sebenarnya benar2 akar permasalahan..

di bilang bali duluan salah , warga bali ga terima..
di bilang lampung duluan salah , warga lampung ga terima..

tp kalau aku bilang orang lampung yang menyerang orang bali dan melakukan kekerasan itu BIADAB dan TIDAK PUNYA PERIKEMANUSIAAN, apa ada yg berani tidak terima ??

apapun alasan yg dipakai, tindakan pembantaian membabi buta tidak akan bisa di benarkan..
misalnya orang bali pun yg suka bikin onar di sana, apa harus di selesaikan dengan cara barbar seperti itu ??

kalo ada yg mau membenarkan tindakan itu , go to the hell aja dah..
×