KASKUS

Quote:Original Posted By PusatDistribusi


bukannya mengkritik ya bro, tapi menurut saya persentase itu tidak bisa dijadikan sebagai acuan, saya tidak tau asal mula persentase itu dari mana, tapi mayoritas financial planner sepertinya mengatakan hal yang sama

kalau kita lihat lebih jauh, target mayoritas (pasar) para financial planner ialah karyawan (kantoran), bila kita tinjau karyawan, katakanlah karyawan jakarta, kalau dirata2in penghasilan karyawan jakarta kemungkinan ialah 5 juta, dan kalau dilihat lagi dari biaya hidup di jakarta, maka persentase itu "make sense", yakni 2,5 juta untuk biaya hidup, 1,5 juta untuk di tabung, 500rb untuk investasi, 500rb untuk dana darurat.

tapi bagaimana dengan orang berpenghasilan tinggi, misalkan >50 juta/bulan? apa biaya hidup orang ini juga harus 25juta/bulan, tabung 15juta, investasi 5juta, 5jt dana darurat? tentu saja ini tidak masuk akal

dan juga tidak masuk akal misalnya buat orang yang berpenghasilan rendah katakan 1juta/bulan, bagaimana memaksa mereka mencukupi biaya hidup dengan 500rb/bulan di jakarta?

dan kedua, ada sesuatu yang menggelitik saya, Jika pembagian ini dilaksanakan dengan tertib saya jamin anda tidak perlu khawatir untuk biaya pernikahan, biaya pembelian rumah.

yang jadi pertanyaan saya, bagaimana bisa tidak khawatir bila persentasenya seperti itu? misalkan contoh golongan menengah yang saya sebutin di atas dengan penghasilan 5juta, yang menyisihkan 1,5jt/bulan untuk di tabung, 500rb untuk investasi, dan 500rb untuk biaya darurat

bila misalkan cuma sisihkan 1.5 juta/bulan, dalam setahun dia cuma bisa ngumpulin 18 juta/tahun, dan dalam 5 tahun cuma 90juta

di waktu sekarang ini saja, sangat susah sekali ditemukan rumah di jakarta yang bisa di DP dengan 90 juta (kecuali apartemen "umum", rumah2 dalam gang kecil, rumah2 bermasalah), apalagi 5 tahun ke depan? mungkin 90juta itu tidak akan cukup untuk DP rumah apapun di jakarta di 5 tahun berikutnya

mari katakan orang ini bisa membayar DP rumah dengan uang tabungannya, bulan selanjutnya dia harus membayar cicilan, yang berarti gaji yang dulu dipakai untuk simpanan, sekarang tidak bisa lagi karena bayar cicilan, kekhawatiran pun muncul karena harus mikirkan biaya pernikahan dan tidak bisa menabung, ini adalah contoh pola keuangan yang umum untuk golongan menengah

saya sudah ketemu beberapa anak muda yang secara finansial cukup hebat sebelum umur 30 tahun, semuanya punya kesamaan : mereka bisa menyimpan (perkiraan saya) > 80% dari uang yang didapatkannya, mereka punya cashflow yang bagus, penghasilan mereka pada umumnya berpulu-puluh juta hingga beratus2 juta per bulan, dan mereka tetap ketat terhadap pengeluaran


setuju dengan agan ini

poinnya selagi bujang harus menabung kalau bisa 99 % tuh liat paragaf terakhir anak muda gaji puluhan juga saja menyimpan uangnya > 80 % , apalagi kita yg gajinya cuman di bwh 1 juta
masalahnya di kita masing masing gan

jangan terbawa lingkungan hedonisme dan jgn terbawa teman untuk sellau menghabiskan uang gan
Boleh nih dicoba. Hehehe
Hangat sekali topik ini....
Menurut saya mau, walaupun sy kantor nya juga di jkt.. banyak juga teman-yeman sy yg tinggalnya di suburb walaopun rutinitas nya di jkt tiap harinya..
Yang pasti, kalau ada chance dalam impian property (rumah), kalau bisa selagi ada dana min 30% dr harganya, bisa cpt2 diambil, dalam hal ini konteks nya kita sudah ada dananya dan kerjaan kita sudah tetap dan yakin akan terus meningkat income kita (perusahaan) pasti saya rasa untuk membayar cicilan di bbrp thn pertama sangat berat apalagi di barengi dengan kebuthan kita sehari2. Tapi lambat laun gaji kita g mungkin segitu2 aja kan. Pasti ada peningkatan di thn2 kedepannya. Saya rasa cicilan kita itu malah terasa lebih ringan. Apalagi infonya UMP jkt sudah dikisaran 2,2jt perbulan. Otomatis kita yang bekerja sudah lama dijkt akan merasakan sundulan dr org2 yg baru masuk di tmpt kita bekerja..

Just IMHO.. kalau mau d kritik silahkan... disini kita tmpt sharing...
ane terapi semoga lancar gan
agan bikin sedih ane aja...
ane belum bisa berpenghasilan.

pejwan
nyimak dulu gan
Waah.. Yang bujang yang bujang ayo dicoba
Sedikit bermanfaat nih tritnya, tapi mungkin untuk soal prediksi ato spekulasi sesesorang buat nabung, pengeluaran, & income dalam kebutuhan sehari-harinya saya rasa tiap orang pasti punya gambaran & rencana buat kedepan dan kedepannya lagi .

Dan memang bener kalo seenggaknya pengeluaran kita yg seharusnya disesuaikan dengan pendapatan kita, tapi disisi lain juga pengeluaran dijaman sekarang ini memang terkadang tidak sesuai dengan income kita .

Maka dari itu masalah finansial yg seperti ini seharusnya juga diperlukan kesadaran diri dan spekulasi yg cermat, klo emang kita ga berkemampuan buat ngedapetinnya kenapa musti maksa sih? tetep sesuaikan dengan kemampuan kita lah, dan saya rasa banyak orang yg sadar akan itu semua kok . Do worth and right work for nice ending berooh
singkat tapi penuh makna gan ane juga lagi mempelajari gimana cara nya untuk tidak menghambur-hamburkan uang
nice share gan
mantep nih thread,,soalnya ane mau kost nih buat nanti SMA ,,Amin
Saya masih bujangan, gak mikir untuk mengatur keuangan. Enjoy aja
investasi itu yang bikin ane bingung bingung mau investasi apa
itu saya lakukan semua hihi
Mantap ini gan
Patut dicoba
yup paling besar harus simpanan investasi dan dana darurat
mantap. tapi biasanya bujangan cenderung boros
info yang bermanfaat gan, setidaknya para bujangan2 bs mulai berpikir bagaimana menyisihkan uang mereka dari pendapatan mereka untuk kebutuhan2 mereka kedepannya...
yup menurut ane berguna nih buat ane yg masih kuliah

selain dari masalah rumah harus dp bla bla bla itu urusan nanti deh ,cita" ane malah ga mau tinggal di indonesia hahaha
×