KASKUS

Pelaku Persetubuhan Karena Suka Sama Suka, Bisakah Dituntut?

Agan dan aganwati, udah pada tau belom kalau persetubuhan dengan anak di bawah 18 tahun ada hukuman pidananya?

Persetubuhan dengan anak di bawah umur bisa dipidana walaupun dilakukan atas dasar suka sama suka, lebih lanjutnya agan dan aganwati bisa baca artiker berikut ini

Quote:Salam Hukum Online, Saya minta keterangan, apabila terjadi seorang lelaki dewasa melakukan hubungan intim dengan anak di bawah umur 18 tahun suka sama suka, apakah ini termasuk dalam pencabulan anak di bawah umur? Apabila anak ini telah berumur di atas 18 tahun, apakah dia dapat menuntut lelaki tersebut? Padahal terjadi karena suka sama suka. Terima kasih.

Quote:Salam,

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU Perlindungan Anak”).

Orang yang melakukan persetubuhan dengan anak, meskipun dilakukan atas dasar suka sama suka, dapat dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) jo ayat (1) UU Perlindungan Anak, yang selengkapnya berbunyi:

Pasal 81
(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).
(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Selain itu, orang yang melakukan persetubuhan dengan anak dapat juga dijerat dengan Pasal 82 UU Perlindungan Anak yang selengkapnya berbunyi:

Pasal 82
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).

Sedangkan, jika persetubuhan tersebut dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang sudah dewasa, dan atas dasar suka sama suka serta dengan kesadaran penuh, maka tidak dapat dilakukan penuntutan pidana terhadap laki–laki tersebut.

Lain halnya, jika salah satu atau keduanya terikat dalam perkimpoian, maka perbuatan tersebut dapat dipidana karena zina sepanjang adanya pengaduan dari pasangan resmi salah satu atau kedua belah pihak (lihat Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). Simak juga artikel Pasal Apa untuk Menjerat Pacar yang Menolak Bertanggung Jawab?

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar hukum:
1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Starfrecht) Staatsblad Nomor 732 Tahun 1915
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Penjawab:
Amrie Hakim

Sumber:
Pelaku Persetubuhan Karena Suka Sama Suka, Bisakah Dituntut?


Nah, sekarang kita jadi tau ya gan, kl persetubuhan dgn anak di bwh usia 18 tahun itu bisa kena pidana, sekalipun dilakukan karena suka sama suka. Sekian dari kami, semoga menambah pengetahuan agan dan aganwati.

Berita Terbaru:
Konsultan HKI Diminta Probono

Beri Kemudahan untuk Kabur, Pengawal Tahanan Dihukum

Kekhilafan Hakim Jadi Alasan PK Gayus

Spoiler for disclaimer:


(lsc)
Logika Hukum yang sangat SUPER!!!!



Pertanyaan:

Salam Hukum Online, Saya minta keterangan, apabila terjadi seorang lelaki dewasa melakukan hubungan intim dengan anak di bawah umur 18 tahun suka sama suka, apakah ini termasuk dalam pencabulan anak di bawah umur? Apabila anak ini telah berumur di atas 18 tahun, apakah dia dapat menuntut lelaki tersebut? Padahal terjadi karena suka sama suka. Terima kasih.


Jawaban:

Nah, sekarang kita jadi tau ya gan, kl persetubuhan dgn anak di bwh usia 18 tahun itu bisa kena pidana, sekalipun dilakukan karena suka sama suka. Sekian dari kami, semoga menambah pengetahuan agan dan aganwati.


Dasar Hukum Yang Digunakan:


Pasal 81
(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).
(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Pasal 82
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).



jadi suka sama suka diartikan sebagai kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk?:
pedekate dgn tujuan gitu kan termasuk serangkaian kebohongan bin tipu muslihat gak mungkin klo gak ada angin gak ada hujan tiba2 mau diajak gituan kecuali klo pakek pelet kali yaaaaa
Quote:Original Posted By rainmaster.
pedekate dgn tujuan gitu kan termasuk serangkaian kebohongan bin tipu muslihat gak mungkin klo gak ada angin gak ada hujan tiba2 mau diajak gituan kecuali klo pakek pelet kali yaaaaa


bisa aja ..

kalo si wanita uda kebelet kali ya ...................




Quote:Original Posted By rainmaster.
pedekate dgn tujuan gitu kan termasuk serangkaian kebohongan bin tipu muslihat gak mungkin klo gak ada angin gak ada hujan tiba2 mau diajak gituan kecuali klo pakek pelet kali yaaaaa


kalau emang ngerti hukum, tau dong ini hukum pidana. bisa dong definisikan kebohongan dan tipu muslihat. ga perlu jelasin unsurnya, cukup schuldnya gimana....

kalau ga ngerti hukum mah duduk diem aja di pojokan.
gagallll daaahhhh ......
Quote:Original Posted By clone.gree
kalau emang ngerti hukum, tau dong ini hukum pidana. bisa dong definisikan kebohongan dan tipu muslihat. ga perlu jelasin unsurnya, cukup schuldnya gimana....

kalau ga ngerti hukum mah duduk diem aja di pojokan.


hahahahaha..

seperti biasa clone selalu komennya..

singkat padat jelas dan kejam ...........




tentang Pasal 81 dan Pasal 82 UU Perlindungan Anak

Quote:Original Posted By clone.gree
Logika Hukum yang sangat SUPER!!!!



Pertanyaan:

Salam Hukum Online, Saya minta keterangan, apabila terjadi seorang lelaki dewasa melakukan hubungan intim dengan anak di bawah umur 18 tahun suka sama suka, apakah ini termasuk dalam pencabulan anak di bawah umur? Apabila anak ini telah berumur di atas 18 tahun, apakah dia dapat menuntut lelaki tersebut? Padahal terjadi karena suka sama suka. Terima kasih.


Jawaban:

Nah, sekarang kita jadi tau ya gan, kl persetubuhan dgn anak di bwh usia 18 tahun itu bisa kena pidana, sekalipun dilakukan karena suka sama suka. Sekian dari kami, semoga menambah pengetahuan agan dan aganwati.


Dasar Hukum Yang Digunakan:


Pasal 81
(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).
(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Pasal 82
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).



jadi suka sama suka diartikan sebagai kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk?:



Harap diketahui bahwa perumusan Pasal 81 dan Pasal 82 UU Perlindungan Anak "...kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk..." bersifat alternatif, sehingga cukup dipenuhi salah satu dari hal-hal tersebut.

Pada umumnya sebelum terjadi persetubuhan dengan anak-anak, si pelaku melakukan bujuk rayu terlebih dahulu, atau mengatakan hal-hal yang membuat anak tersebut percaya bahwa tidak akan terjadi apa2 atau mungkin membuat anak tersebut juga mau melakukan persetubuhan.

Penuntut umum yang akan membuktikan adanya bujuk rayu atau tipu muslihat yg dilakukan pelaku thdp korban. Dan selanjutnya akan menjadi kewenangan hakim untuk menentukan apakah penuntut umum dapat membuktikan adanya unsur2 tersebut, berdasarkan alat2 bukti yang ada.

Demikian pendapat kami.

Spoiler for disclaimer:


(lsc)
yg masuk kategori di bawah umur/blm dewasa itu umur berapa gan?
krn dlm beberapa uu ambang batas blm dewasa itu beda2..misal dlm uu no 1 th 74 atau di dlm KUHP
Quote:Original Posted By bandotNakal
yg masuk kategori di bawah umur/blm dewasa itu umur berapa gan?
krn dlm beberapa uu ambang batas blm dewasa itu beda2..misal dlm uu no 1 th 74 atau di dlm KUHP


Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, "anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan".

Memang terdapat perbedaan dalam beberapa peraturan perundang-undangan, tetapi secara umum peraturan perundang-undangan menggunakan usia 18 tahun sebagai batas usia anak. Bahkan para hakim pun dalam putusannya masih terdapat perbedaan dalam menentukan berapa usia yang dianggap dewasa (bukan anak-anak). Mengenai hal tersebut, Anda dapat membaca dari artikel Perbedaan Batasan Usia Cakap Hukum dalam Peraturan Perundang-undangan

Demikian jawaban dari kami.

Spoiler for disclaimer:


(lsc)
Quote:Original Posted By hukumonline.com

Harap diketahui bahwa perumusan Pasal 81 dan Pasal 82 UU Perlindungan Anak "...kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk..." bersifat alternatif, sehingga cukup dipenuhi salah satu dari hal-hal tersebut.


lu mao ngajarin gw? belagu juga kira-kira boy!

Quote:Original Posted By hukumonline.com

Pada umumnya


dude, kalau elu ngerti hukum, elu tau bahwa hukum ga pernah ngomongin sesuatu berdasarkan "umumnya" atau "biasanya" atau "kalau ngga salah" dan hal-hal sejenis lainnya.

elu ngerti hukum apa cuman tukang copy paste nih?

ancaman pidana kok pake "umumnya"...

kuliah dimana sih lu?


Quote:Original Posted By hukumonline.com

sebelum terjadi persetubuhan dengan anak-anak, si pelaku melakukan bujuk rayu terlebih dahulu, atau mengatakan hal-hal yang membuat anak tersebut percaya bahwa tidak akan terjadi apa2


berarti bukan suka sama suka dong....

lu menjawab dengan semangat 45 sampe jabarin pasal dan argumen ini-itu, pertanyaannya aja lu ga ngerti.

pahami dulu pertanyaan, baru jawab cuy!

serius nih, lu kuliah hukum dimana sih?

Quote:Original Posted By hukumonline.com

atau mungkin membuat anak tersebut juga mau melakukan persetubuhan.


setelah "umumnya" sekarang lu ngemeng "mungkin"....

pulang sanah! anak bau kencur ga usah mbacot ngemeng hukum!

Quote:Original Posted By hukumonline.com

Penuntut umum yang akan membuktikan adanya bujuk rayu atau tipu muslihat yg dilakukan pelaku thdp korban. Dan selanjutnya akan menjadi kewenangan hakim untuk menentukan apakah penuntut umum dapat membuktikan adanya unsur2 tersebut, berdasarkan alat2 bukti yang ada.

Demikian pendapat kami.


lu ga usah sok ngajarin prosedur persidangan pidana deh kalo unsur-unsur pidana aja ga ngerti. tau diri cuy!

Quote:Original Posted By hukumonline.com

Seluruh informasi yang disediakan oleh tim hukumonline.com dan diposting di Forum Melek Hukum pada website KASKUS adalah bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pengetahuan saja dan tidak dianggap sebagai suatu nasihat hukum. Pada dasarnya tim hukumonline.com tidak menyediakan informasi yang bersifat rahasia, sehingga hubungan klien-advokat tidak terjadi. Untuk suatu nasihat hukum yang dapat diterapkan pada kasus yang sedang Anda hadapi, Anda dapat menghubungi seorang advokat yang berpotensi. [/SPOILER]

(lsc)


yes i knew therefore i ask a general basic question. orang yang ga ngerti penjabaran unsur-unsur pidana mao ngasih nasehat hukum?

lu moderator apa pelawak?

tau diri cuy! lu tuh ga tau apa-apa soal hukum!
ya dimana2 klo bersetubuh dg anak yg dioanggap di bawah umur selama hukum negara tsb melarang ya bs dituntut scr hukum, wlpn itu suka sama suka.
Disini pihak yg ga terima atau merasa dirugikan adalah keluarga si anak di bawah umur.

Cieee yg gk punya urat malu uda sama2 doyan ngelakuin malah mau puter balik fakta dgn coba maksain masukin ke pasal2 yg fail.
Elu punya Black Law Dictionary ? Ato minimal Kamus Besar Indonesia




Quote:Original Posted By clone.gree


lu mao ngajarin gw? belagu juga kira-kira boy!



dude, kalau elu ngerti hukum, elu tau bahwa hukum ga pernah ngomongin sesuatu berdasarkan "umumnya" atau "biasanya" atau "kalau ngga salah" dan hal-hal sejenis lainnya.

elu ngerti hukum apa cuman tukang copy paste nih?

ancaman pidana kok pake "umumnya"...

kuliah dimana sih lu?




berarti bukan suka sama suka dong....

lu menjawab dengan semangat 45 sampe jabarin pasal dan argumen ini-itu, pertanyaannya aja lu ga ngerti.

pahami dulu pertanyaan, baru jawab cuy!

serius nih, lu kuliah hukum dimana sih?



setelah "umumnya" sekarang lu ngemeng "mungkin"....

pulang sanah! anak bau kencur ga usah mbacot ngemeng hukum!



lu ga usah sok ngajarin prosedur persidangan pidana deh kalo unsur-unsur pidana aja ga ngerti. tau diri cuy!



yes i knew therefore i ask a general basic question. orang yang ga ngerti penjabaran unsur-unsur pidana mao ngasih nasehat hukum?

lu moderator apa pelawak?

tau diri cuy! lu tuh ga tau apa-apa soal hukum!


sebelum kita tau hukum dunia itu seperti apa alangkah baiknya hukum agama lebih di utamakan
Di Hukumonline itu ada Bung Pokrol. "Bung Pokrol adalah para jurnalis dan awak hukumonline.com. Nama Pokrol diambil dari istilah “pokrol bambu” sebutan profesi hukum zaman Belanda. Pokrol bambu adalah seorang yang memberi nasehat hukum tetapi belum memperoleh kwalifikasi atau pendidikan hukum. Dahulu pokrol bambu menjadi aktor penting dalam pelayanan hukum, karena masyarakat umum merasa berjarak dengan advokat yang berizin."

Untuk menegaskan Pokrol bambu adalah seorang yang memberi nasehat hukum tetapi belum memperoleh kualifikasi atau pendidikan hukum.

Harap maklum
kalo yang dibawah umur adalah cowok, ceweknya bisa di tuntut gak?
kalo sama2 bujang udah di atas 18th / dah dewasa, trus yang maksa cewek, cowoknya bisa nuntut gak?
Quote:Original Posted By localfutures
kalo yang dibawah umur adalah cowok, ceweknya bisa di tuntut gak?
kalo sama2 bujang udah di atas 18th / dah dewasa, trus yang maksa cewek, cowoknya bisa nuntut gak?


klo pertanyaannya bisa ya bisa..

- kan disitu tulisannya cuman anak.. ga terbatas cowo/cewe..

- buktikannya gmn? klo dipaksa mah susah, kecuali tu cewenya emang rajin angkat beban.. kodratnya pan kuatan cowok daripada cewek..
kalau sama2 dibawah umur gmn ?
anak SMP sama SMP, udah banyak kasus beginian soalnya..
itu kan kasusny termasuk delik aduan, klu g d laporkan ya g bsa jd tindak pidana.
klu memang di adukan dlm hal "suka sama suka", ini iasanya ada unsur pemerasan atau ketahuan org tua si anak dan g terima


pasal2 itu cma sbagai bahan JPU buat nuntut si pelaku.
tp dalam hal TS membuat presepsi klu dasar yg digunakan adalah pasal diatas ya jelas salah lah gan!
itu sama aja mengkriminalisasi
di indonesia kasus kimpoi suka sama suka itu tidak ada pasalnya
×