KASKUS

Lightbulb [PAHLAWAN Outsourcing]PDIP Desak Hapus Outsourcing

Megakarti :merdeka agen

Megawati :Job ane diambil sama Megakarti di TV


Surabaya - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan di Kota Surabaya menelorkan 17 rekomendasi penting. Salah satu rekomendasi partai berlambang moncong putih itu adalah mendesak penghapusan sistem kerja kontrak (outsourcing) dalam praktik hubungan kerja di Indonesia.

"PDI Perjuangan menentang kebijakan politik yang memiskinkan kaum buruh dan pekerja Indonesia. Kami mendesak dihapuskannya praktik kerja outsourcing, dan menolak politik upah murah," kata Puan Maharani, Ketua DPP PDIP Bidang Politik, ketika membacakan item ke-8 rekomendasi Rakernas II, Sabtu (13/10/2012) kemarin.

Mendengar rekomendasi itu, sontak seluruh kader dan pengurus PDIP dari seluruh penjuru tanah air bertepuk tangan, bergemuruh, di Imperial Ballroom Pakuwon, tempat berlangsungnya Rakernas II.

Maklum, sistem outsourcing selama ini menjadi batu ganjalan yang sulit dihapus dalam upaya PDIP membangun hubungan kuat dengan massa buruh. Pasalnya, UU Ketenagakerjaan yang membolehkan system kerja kontrak lahir di era Presiden Megawati Soekarnoputri, tahun 2003, ketika itu Menteri Tenaga Kerja dijabat Jacob Nuwawea, kader PDIP.

Terkait sikap penolakan terhadap politik upah murah, lanjut Puan, Rakernas II PDIP juga memerintahkan kepada Fraksi PDIP di DPR RI untuk memprakarsai dan memperjuangkan lahirnya UU Sistem Pengupahan Nasional.

"Semoga setelah ini, hubungan PDIP dengan kekuatan buruh bisa dibangun kembali lebih kuat. Rekomendasi itu memperlihatkan, PDIP tengah memperkuat kapasitasnya sebagai wadah perjuangan rakyat, dimana massa buruh termasuk di dalamnya," ujar Bambang DH, Ketua Panitia Lokal.

Mantan Walikota Surabaya itu, yang juga disebut-sebut bakal dicalonkan gubernur Jawa Timur, mengakui bahwa selama ini sistem kerja kontrak telah menghalangi hubungan PDIP dengan massa buruh. "Malam ini, PDIP telah menunjukkan respon dan keberpihakannya atas masalah sensistif kaum buruh di Indonesia," ujar Bambang DH.

Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Sirmadji Tjondropragolo, juga menyatakan serupa. "Rekomendasi itu menunjukkan upaya partai kami membangun keselarasan dengan aspirasi yang selama ini diperjuangkan kaum pekerja," ujar Sirmadji,

Selain masalah buruh, rekomendasi Rakernas II PDIP juga mengangkat isu kedaulatan pangan, persoalan petani, pendidikan dan kesehatan bagi rakyat, masalah pekerja Indonesia di luar negeri, juga pernyataan perang terhadap narkoba, serta memberikan respon atas praktik penegakan hukum, terutama terkait penyakit korupsi di negeri ini.

"Untuk itu, Rakernas II PDI Perjuangan menolak revisi atas UU KPK," ujar Puan.
sumber :
http://surabaya.detik..com/read/2012...990101mainnews

mbok megawati patut diberi gelar pahlawan Outsourcing yg memperhatikan para buruh yg sengsara.sistem Outsourcing memang sistem mempermiskin buruh.

Quote:Original Posted By Cakopit


yg penting wong cilik
Lho?
Outsourcing kan lahir zaman'a megakarti:
Ada apa ni? mo nyari simpati wong cilik pasti:
bruakakakakakak...ni nenek lucu amat, emang outsourcing ada tuh waktu presidenny sapa? gak nyadar banget ni nenek
BU mega memang suka membela rakyat, akan tetapi sering berdampak buruk pada negara secara keseluruhan..

jadi MENSOS aja deh buu
maling teriak maling.. sembunyi balik dinding. pengecut lari terkencing-kencing!!!

si mbok, mau ikut jadi capres lagi ya mbok...
kallau ikut berarti ini yang ketiga ya mbok?
pasti dapat piring cantik niiih..............
maklum dah jompo


yoook nek ngerajut lagi yook
hey the result of meeting is just agreeing on outsourcing being wiped out..it doesn't mean these fu*kers gonna actually made it happen anyway
wakakakakakkkkakakakakkkkkkkk

bisaaaa ajaaaaa cari2 kesempatannya :


dulu2 ngapain aje whoooiiiiyyyy

pikun akut neh mbah putri

trus hasil raker di recomendasikan ke siapa, OPOSISI mana ada kekuatan di pemerintahan?

tuh aja, surabaya, kan walikotanya anak buah PDIP, berani gak HAPUS OOT SORCHING


kakean pencitraaan buk2.........kerja riil aja!!!!
Quote:Original Posted By masmancung


mbok megawati patut diberi gelar pahlawan Outsourcing yg memperhatikan para buruh yg sengsara.sistem Outsourcing memang sistem mempermiskin buruh.




Seharusnya Mega ini dini dijadikan Musuh bersama bagi kaum buruh.

Inget ya, Kebijakan outsourcing ini dimulai dari jamannya wanita yg memimpin partai keluarga ini.

Ato jangan2 Mega udah lupa?? ato pura2 lupa??

Mungkin yang dia bisa cuma 'MERDEKA!! MERDEKA!! MERDEKA!! baca teks Pidatonya dan MERDEKA!! MERDEKA!! MERDEKA!!'


Goblok amat tuh buruh yg mau dijadiin alat mega untuk pencitraan.
menolak lupa

saat presidennya siapa ya, yang mengadakan adanya outsourching.....

bukannya anda yang mulia ibu megakarti......



hapuskan outsourching sekarang juga.............
Dulu saya pernah membaca, seingat saya dari kaskus. Yang mengusulkan sistem ini adalah suami bu mega sendiri. CMIIW.
tukang kecap mulai pada jualan nih .... lupa kalo bazaarnya masih 2 tahun lagi
Quote:[PAHLAWAN Outsourcing]PDIP Desak Hapus Outsourcing
judulnya sangan mengguncang megawati seorang pahlawan outsourcing.
apakah megawati memang dapat gelar pahlawan tampa jasa seperti guru ya

Quote:"PDI Perjuangan menentang kebijakan politik yang memiskinkan kaum buruh dan pekerja Indonesia. Kami mendesak dihapuskannya praktik kerja outsourcing, dan menolak politik upah murah,"
sistem outsourcing memang berbahaya utk kaum buruh. yg miskin makin miskin yg kaya makin kaya
Quote:Maklum, sistem outsourcing selama ini menjadi batu ganjalan yang sulit dihapus dalam upaya PDIP membangun hubungan kuat dengan massa buruh.
strategi PDIP utk menjadi presiden 2014 dgn mendekati buruh
Quote:Original Posted By Cakopit
judulnya sangan mengguncang megawati seorang pahlawan outsourcing.
apakah megawati memang dapat gelar pahlawan tampa jasa seperti guru ya


sistem outsourcing memang berbahaya utk kaum buruh. yg miskin makin miskin yg kaya makin kaya

strategi PDIP utk menjadi presiden 2014 dgn mendekati buruh


Karena Buruh kaga ngerti sistem outsorcing itu ada mulai jaman siapa
yang penting wong cilik
Quote:Original Posted By Kamendun
Karena Buruh kaga ngerti sistem outsorcing itu ada mulai jaman siapa
yang penting wong cilik

ia agen para buruh itu ngga tahu siapa yg membuat sistem Outsourcing dulunya.
makanya sekarang PDIP merangkul para buruh utk memilih PDIP 2014.

yg penting wong cilik
wah ini orang emang tak tau maluuuuuu
yang berbuat siapa sekarang sok membela

yang masih dukung nih orang udah bukan bego lagi tapi idiot akut
Quote:Original Posted By KlinikT0ngFang




Seharusnya Mega ini dini dijadikan Musuh bersama bagi kaum buruh.

Inget ya, Kebijakan outsourcing ini dimulai dari jamannya wanita yg memimpin partai keluarga ini.

Ato jangan2 Mega udah lupa?? ato pura2 lupa??

Mungkin yang dia bisa cuma 'MERDEKA!! MERDEKA!! MERDEKA!! baca teks Pidatonya dan MERDEKA!! MERDEKA!! MERDEKA!!'


Goblok amat tuh buruh yg mau dijadiin alat mega untuk pencitraan.


memang beneran lupa kok gan.........., dia khan udah nenek-nenek
besok klo agan udah peyot juga jadi pelupa kok itu klo sempet tua wkwkwkwk.........,

ingat jangan hina orang tua apalagi yang udah pikun...


Quote:Original Posted By KlinikT0ngFang


Seharusnya Mega ini dini dijadikan Musuh bersama bagi kaum buruh.

Inget ya, Kebijakan outsourcing ini dimulai dari jamannya wanita yg memimpin partai keluarga ini.

Ato jangan2 Mega udah lupa?? ato pura2 lupa??

Mungkin yang dia bisa cuma 'MERDEKA!! MERDEKA!! MERDEKA!! baca teks Pidatonya dan MERDEKA!! MERDEKA!! MERDEKA!!'


Goblok amat tuh buruh yg mau dijadiin alat mega untuk pencitraan.


Quote:sistem outsourcing selama ini menjadi batu ganjalan yang sulit dihapus dalam upaya PDIP membangun hubungan kuat dengan massa buruh.

Pahlawan Outsourcing PDIP utk wong cilik
Quote:Original Posted By Kamendun
Karena Buruh kaga ngerti sistem outsorcing itu ada mulai jaman siapa
yang penting wong cilik


Quote:Original Posted By Cakopit
ia agen para buruh itu ngga tahu siapa yg membuat sistem Outsourcing dulunya.
makanya sekarang PDIP merangkul para buruh utk memilih PDIP 2014.


wong cilik apane lha wong awake melar kaya mengkonon koq